PENDAHULUAN
Latar Belakang Penelitian
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kontribusi Penelitian
Agar Inspektorat Kabupaten Sleman dapat lebih meningkatkan kinerja Departemen Audit Internal menjadi lebih baik dan efisien. Agar peneliti dan mahasiswa akuntansi yang akan datang dapat menjadikan penelitian ini sebagai bahan referensi pelengkap dalam penelitiannya dan bagi peneliti, sebagai sarana untuk memperluas pengetahuan dalam dunia audit khususnya audit internal, diharapkan dapat bermanfaat. bagi peneliti di masa mendatang.
Sistematika Penulisan
KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
Teori Atribusi
Kompetensi
Independensi
Akuntabilitas
Objektivitas
Motivasi
Masa Kerja
Kualitas Hasil Audit Internal
Penelitian yang Relevan
Hipotesis
- Pengaruh Kompetensi terhadap Kualitas Hasil Audit Internal
- Pengaruh Independensi terhadap Kualitas Hasil Audit Internal
- Pengaruh Akuntabilitas terhadap Kualitas Hasil Audit Internal
- Pengaruh Objektivitas terhadap Kualitas Hasil Audit Internal
- Pengaruh Motivasi terhadap Kualitas Hasil Audit Internal
- Pengaruh Masa Kerja terhadap Kualitas Hasil Audit Internal
Kerangka Pemikiran
METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel Penelitian
- Populasi
- Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang termasuk dalam populasi atau sebagian kecil dari populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah seorang yang berprofesi sebagai auditor internal di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman.
Teknik Pengumpulan Data
Definisi Operasional Variabel Penelitian
- Variabel Dependen
- Variabel Independen
Variabel bebas (X) adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat atau hasil dan tidak mempunyai pengaruh dari variabel lain. Setiap variabel bebas dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala Likert lima dimensi yang terdiri dari: Skala 1 = Sangat Tidak Setuju (STS), Skala 2 = Tidak Setuju (TS), Skala 3 = Netral (N), Skala 4 = Setuju (S ) ), skala 5 = Sangat setuju (SS). Hasil audit yang berkualitas juga akan menghasilkan laporan yang berkualitas dan membantu pengguna mengambil keputusan berdasarkan informasi dari laporan audit tersebut (Chanawongse et al., 2011).
Kompetensi auditor internal dalam penelitian ini menyangkut pengetahuan auditor, kualifikasi pendidikan, kualifikasi profesional, pengalaman kerja dan jam pelatihan tahunan. Dalam penelitian ini, independensi auditor diukur dengan tingkat independensi atau sikap auditor, kontak dengan senior atau atasan, benturan kepentingan, dan interaksi dengan karyawan non-auditor. Indikator pengukuran dalam variabel ini adalah motivasi auditor dalam melaksanakan pekerjaan, keyakinan bahwa hasil pekerjaan akan direview oleh atasan dan jasa profesional sebagai auditor.
Dalam kaitannya dengan motivasi, indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah mood auditor selama menjalankan tugasnya, pengaruh hasil audit internal terhadap pemerintah dan konsekuensi yang dimiliki auditor terhadap pekerjaannya. Dari segi kepegawaian, indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah lamanya seseorang bekerja sebagai auditor pada Kantor Inspektorat Kabupaten Sleman dan jumlah penugasan audit yang diberikan kepada auditor tersebut.
Alat Analisis Data
Teknik Analisis Data
- Statistik Deskriptif
- Uji Kualitas Data
- Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heteroskedastisitas
- Analisis Regresi Berganda
Hal ini menunjukkan bahwa tenur berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas hasil audit internal. Berdasarkan hasil penelitian ini akuntabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas hasil audit intern Kantor Inspektorat Kabupaten Sleman. Hipotesis keenam penelitian ini adalah Ketenagakerjaan berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit internal.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel kompetensi, independensi, akuntabilitas, objektivitas, motivasi dan masa kerja terhadap kualitas hasil audit internal. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas hasil audit internal dengan hasil pengujian negatif. Penelitian ini melaporkan bahwa motivasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas hasil audit internal dengan hasil pengujian negatif.
Dari hasil penelitian ini terdapat implikasi penelitian bahwa akuntabilitas, objektivitas dan tenur berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas hasil audit internal. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Audit Internal (Studi Persepsi Aparatur Internal di Pemerintah Kabupaten Surakarta dan Boyolali).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Objek Penelitian
Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 33 responden sesuai dengan jumlah auditor internal pada Biro Inspeksi Kabupaten Sleman.
Deskripsi Responden
- Jenis Kelamin
- Pendidikan
- Umur
- Jabatan
- Masa Kerja
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan, 19 responden atau 61%, dan 12 responden atau 39% responden laki-laki. Berdasarkan Tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa dari responden yang berpendidikan S1 sebanyak maksimal 17 responden atau 55% dari responden yang berpendidikan. Pendidikan mempengaruhi tingkat, pengetahuan dan kepribadian seseorang, apabila pendidikan yang diperoleh adalah pendidikan yang sesuai dengan profesi yang digeluti di dunia kerja.
Inspektorat Auditor Kabupaten Sleman memiliki 33 auditor dengan latar belakang pendidikan yang berbeda yaitu ekonomi, hukum, akuntansi dan teknik sipil dengan latar belakang pendidikan terbanyak di bidang ekonomi dan hukum. Berdasarkan tabel 4.5 terlihat bahwa sebagian besar responden menduduki jabatan Middle Auditor sebanyak 10 responden atau 32%, kemudian Junior Auditor sebanyak 9 responden atau 29%, Executive Auditor sebanyak 8 responden atau 26%, Asisten Inspektur (Irban ) dengan 3 responden atau 10%, dan First Auditor dengan 1 responden atau 3%.
Analisis Statistik Deskriptif
Nilai rata-rata menunjukkan bahwa pada skala 1-5, rentang tanggapan responden terhadap variabel kompetensi berada pada tanggapan sangat baik. Nilai standar deviasi lebih kecil dari rata-rata yang berarti data penelitian homogen atau terdapat deviasi data yang kecil. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa pada skala 1-5, kisaran tanggapan responden terhadap variabel independensi berada pada tanggapan sangat baik.
Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa pada skala 1-5, rentang jawaban responden terhadap variabel justifikasi berada pada jawaban yang benar. Nilai rata-rata menunjukkan bahwa pada skala 1-5 jawaban responden terhadap variabel objektivitas berada pada jawaban sangat baik. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa pada skala 1-5 jawaban responden terhadap variabel waktu kerja berada pada jawaban yang benar.
Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa dari skala 1-5, kisaran jawaban responden terhadap variabel kualitas hasil audit internal berada pada jawaban yang baik. Nilai standar deviasi lebih kecil dari rata-rata yang berarti data penelitian homogen atau terdapat deviasi data yang kecil.
Uji Validitas dan Reliabilitas
- Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
Berdasarkan hasil uji validitas tabel 4.8 di atas, dapat disimpulkan bahwa semua pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini valid karena semua pertanyaan memiliki nilai r hitung (korelasi item-total yang dikoreksi) lebih besar dari Momen produk r nilai tabel. Reliabilitas adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kuesioner yang merupakan bagian dari indikator variabel. Berdasarkan uji reliabilitas tabel 4.9 di atas, dapat disimpulkan bahwa semua variabel dalam penelitian ini memiliki nilai Cronbach's Alpha di atas 0,60, sehingga dikatakan semua variabel pengukuran dari kuesioner reliabel atau dengan kata lain memiliki tingkat baik. reliabilitas sehingga setiap item dalam setiap konsep variabel layak digunakan sebagai alat ukur.
Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Heteroskedastisitas
Hasil tersebut menggambarkan bahwa data pencarian residual dalam model regresi ini berdistribusi normal karena nilai Asymp. 2-tailed) di atas 0,05 sehingga model regresi dalam penelitian ini layak digunakan dalam penelitian karena memenuhi asumsi normalitas. Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah ada korelasi antara satu variabel independen dengan variabel independen lainnya.
Berdasarkan Tabel 4.11 di atas dapat disimpulkan bahwa nilai tolerance semua variabel independen memiliki nilai lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10. Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah terdapat model regresi, dimana terjadi ketidaksamaan variansi dari satu pengamatan yang tersisa ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2013). Pada penelitian ini uji heteroskedastisitas menggunakan metode Scatterplot yaitu dengan memperhatikan titik-titik plot distribusi residual dan variabel prediksi.
Jika sebaran titik-titik dalam plot tersebar luas dan tidak menunjukkan pola tertentu, maka model dapat dikatakan bebas dari asumsi heteroskedastisitas (Gunawan, 2016). Berdasarkan Gambar 4.1 diketahui bahwa sebaran data (titik-titik) tersebar merata di atas dan di bawah garis 0 (nol), tidak membentuk pola tertentu dan tidak menyatu pada satu tempat, sehingga dapat disimpulkan bahwa uji regresi pada penelitian ini tidak bermasalah dengan heteroskedastisitas.
Analisis Regresi Linear Berganda
- Uji t
Menggambarkan bahwa jika terjadi peningkatan variabel kompetensi sebesar satu satuan, maka kualitas hasil audit internal akan menurun sebesar 0,431 dengan asumsi semua variabel independen lainnya konstan. Menggambarkan bahwa jika terjadi peningkatan variabel independen sebesar satu satuan, maka kualitas hasil audit internal akan menurun sebesar 0,208 dengan asumsi semua variabel independen lainnya konstan. Menggambarkan bahwa jika terjadi peningkatan variabel akuntabilitas sebesar satu satuan, maka kualitas hasil audit internal akan meningkat sebesar 1,186 dengan asumsi semua variabel independen lainnya konstan.
Menggambarkan bahwa jika terjadi peningkatan variabel objektivitas sebesar satu satuan, maka kualitas hasil audit internal akan meningkat sebesar 0,311 dengan asumsi semua variabel independen lainnya konstan. Menggambarkan bahwa jika terjadi peningkatan variabel motivasi sebesar satu satuan, maka kualitas hasil audit internal akan menurun sebesar 0,359 dengan asumsi semua variabel independen lainnya konstan. Menggambarkan bahwa jika terjadi peningkatan variabel kepegawaian sebesar satu satuan, maka kualitas hasil audit internal akan meningkat sebesar 0,166 dengan asumsi semua variabel independen lainnya konstan.
Koefisien variabel kompetensi (X1) sebesar -0,431 artinya setiap kenaikan 1% kompetensi maka kualitas hasil audit internal akan menurun sebesar 0,431. Koefisien variabel independensi (X2) sebesar -0,208 artinya setiap kenaikan 1% independensi maka kualitas hasil audit internal akan menurun sebesar 0,208.
Pembahasan
- Pengaruh Kompetensi terhadap Kualitas Hasil Audit Internal
- Pengaruh Independensi terhadap Kualitas Hasil Audit Internal
- Pengaruh Akuntabilitas terhadap Kualitas Hasil Audit Internal
- Pengaruh Objektivitas terhadap Kualitas Hasil Audit Internal
- Pengaruh Motivasi terhadap Kualitas Hasil Audit Internal
- Pengaruh Masa Kerja terhadap Kualitas Hasil Audit Internal
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Hal ini menyimpulkan bahwa peningkatan atau penurunan kompetensi auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas hasil audit. Hal ini menyimpulkan bahwa peningkatan atau penurunan independensi auditor tidak berpengaruh terhadap kualitas hasil audit. Penelitian ini membuktikan bahwa akuntabilitas berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit internal, yang menunjukkan bahwa hipotesis ketiga penelitian ini diterima.
Disimpulkan bahwa peningkatan atau penurunan akuntabilitas auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas hasil audit. Penelitian ini menyatakan bahwa objektivitas berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit internal, yang menunjukkan bahwa hipotesis keempat penelitian ini diterima. Disimpulkan bahwa peningkatan atau penurunan objektivitas auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas hasil audit.
Penelitian ini membuktikan bahwa masa jabatan berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit internal, hal ini menunjukkan bahwa hipotesis keenam penelitian ini diterima. Hal ini menyimpulkan bahwa kenaikan atau penurunan masa jabatan auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit.
Implikasi Penelitian
Pemerintah Kabupaten Sleman juga harus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi auditor, seperti mengurangi tekanan-tekanan eksternal terhadap auditor dalam menjalankan tugasnya, sehingga kualitas hasil audit menjadi lebih baik dan dipercaya masyarakat.
Keterbatasan Penelitian
Saran
Pengaruh independensi, pengalaman kerja dan keahlian auditor inspektorat terhadap kualitas hasil audit internal dengan konflik peran sebagai variabel moderasi. Pengaruh Integritas, Kompetensi, Independensi, Pengalaman Kerja dan Etika Profesi Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Perwakilan Auditor BPKP Kalimantan Selatan). Pengaruh Independensi, Ukuran Kantor Akuntan Publik dan Kompetensi terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada KAP di Jakarta dan Tangerang).
Pengaruh Kompetensi, Independensi dan Penalaran Moral Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi pada Kantor Inspektorat Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta). Pengaruh independensi, profesionalisme, tingkat pendidikan, etika profesi, pengalaman dan kepuasan kerja auditor terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Bali. Pengaruh etika auditor, pengalaman auditor, fee audit dan motivasi auditor terhadap kualitas audit (Studi pada auditor KAP di Semarang).
Pengaruh Akuntabilitas, Skeptisisme Profesional, Kompetensi Auditor dan E-audit Terhadap Kualitas Hasil Audit Pada Inspektorat Daerah Kota Makassar. Pengaruh Pengetahuan, Pengalaman, Pekerjaan Audit, Akuntabilitas dan Profesionalisme Terhadap Kualitas Hasil Kerja Auditor Internal (Pada Kantor Inspektorat Provinsi Sumatera Utara). Pengaruh Independensi dan Kompetensi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Kasus Auditor KAP di Sumatera Barat).
Juruaudit enggan menerima tugasan audit jika pada masa yang sama dia mempunyai hubungan kerjasama dengan pihak yang diaudit secara dalaman untuk melaksanakan prosedur audit dalaman yang diperlukan.