PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Tinjauan Teori
- Tinjauan Empiris
- Kerangka Konsep
- Hipotesis
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi intelektual, kompetensi emosional dan kompetensi sosial secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat kita artikan sebagai semakin baik tingkat mental seorang siswa.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Definisi Operational Variabel Dan Pengukuran
- Populasi dan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Menyiapkan bahan pelaksanaan pelayanan, bimbingan teknis dan pembinaan di bidang kurikulum dan evaluasi pada Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Penyiapan bahan pelaksanaan pelayanan, bimbingan teknis dan pembinaan di bidang pendidikan Islam di rumah tinggal Islam. Penyiapan bahan pelaksanaan pelayanan, bimbingan teknis dan pembinaan di bidang pendidikan formal dan kesetaraan.
Menyiapkan bahan pelaksanaan layanan, bimbingan teknis dan pembinaan di bidang pendidikan agama Islam di PAUD dan TK. Menyiapkan bahan pelaksanaan layanan bimbingan teknis dan pembinaan di bidang pendidikan agama Islam di SMP/SMPLB. Menyiapkan bahan pelaksanaan pelayanan, bimbingan teknis dan pembinaan di bidang pengelolaan sistem informasi pendidikan agama Islam.
Menyiapkan bahan pelaksanaan pelayanan, bimbingan teknis, dan bimbingan di bidang pemberdayaan kantor urusan agama.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
Tugas : Melaksanakan pelayanan, petunjuk, bimbingan dan pengelolaan sistem informasi di bidang pendidikan madrasah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Penyiapan bahan pelaksanaan pengabdian, petunjuk teknis dan petunjuk di bidang pengembangan kelembagaan, kerjasama dan pengelolaan sistem informasi pendidikan RSH, MI, MSH, MA dan MAK. Tugas : Melaksanakan pelayanan, petunjuk, bimbingan dan pengelolaan sistem informasi di bidang pendidikan Islam dan pesantren berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.
Tugas : Melaksanakan pelayanan, bimbingan, bimbingan dan pengelolaan sistem informasi di bidang pendidikan Islam berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Tugas : Melaksanakan pelayanan, bimbingan, bimbingan dan pengelolaan sistem informasi di bidang penyelenggaraan haji dan umrah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Tugas : Melaksanakan pelayanan, pembinaan, pembinaan dan pengelolaan sistem informasi di bidang agama Islam dan bimbingan syariah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.
Fungsi: Penyiapan perumusan dan perencanaan kebijakan teknis di bidang pengembangan Agama Islam dan Syariah;
Deskripsi Responden
Berdasarkan uraian pada tabel 4.1 diatas, pendapatan yang diperoleh menurut kepribadian responden menurut umur menunjukkan bahwa 1 responden berumur 25 tahun atau 1,7%; 2 responden berusia 27 tahun atau 3,4%; responden berumur 28 tahun sebanyak 1 orang atau 1,7%; responden berumur 30 tahun sebanyak 1 orang atau 1,7%; 1 orang berusia 32 tahun atau 1,7%; 1 orang berusia 33 tahun atau 1,7%; 1 orang berusia 35 tahun atau 1,7%; 1 orang berusia 36 tahun atau 1,7%; 2 responden berusia 40 tahun atau 3,4%; responden berumur 42 tahun sebanyak 1 orang atau 1,7%; 3 responden berusia 43 tahun atau 5,2%; responden berumur 44 tahun sebanyak 1 orang atau 1,7%; responden berumur 45 tahun sebanyak 1 orang atau 1,7%; 2 responden berusia 46 tahun atau 3,4%; 3 responden berusia 47 tahun atau 5,2%; Pada usia 48 tahun sebanyak 4 responden atau 6,9%; Berdasarkan tabel 4.2 di atas dapat digambarkan bahwa pegawai di Kantor Kementerian Agama Kota Makassar mendominasi jumlah responden laki-laki sebanyak 23 orang atau 39,7%. Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki mempunyai kedudukan yang lebih rendah dibandingkan responden perempuan.
Berdasarkan tabel 4.3 di atas terlihat 7 responden dalam penelitian ini mempunyai tingkat pendidikan magister atau 12,1%;
Analisis Deskripsi Variabel Penelitian
Jawaban yang paling dominan adalah setuju, hal ini terlihat dari poin pertama yang mendekati 34 responden, poin kedua yang mendekati 35 responden, poin ketiga yang mendekati 44 responden, poin keempat yang mendekati 44 responden. 22 responden dan poin kelima yaitu mendekati 24 responden. Jawaban responden yang paling dominan adalah sangat setuju, hal ini terlihat dari poin pertama yang mendekati 22 responden, poin kedua yang mendekati 35 responden, poin ketiga yang mendekati 36 responden, poin keempat yang mendekati 36 responden, poin keempat yang mendekati 36 responden. mendekati angka 27 responden dan poin kelima yang mendekati angka tersebut. Jawaban paling dominan ketiga adalah tidak setuju, disini terlihat poin pertama mendekati 2 responden, poin kedua mendekati 2 responden, poin ketiga mendekati 2 responden, poin keempat mendekati 1 responden dan poin kelima titiknya mendekati 0 responden.
Jawaban responden yang paling dominan adalah sangat setuju, hal ini terlihat berdasarkan poin pertama yang mendekati 44 responden, poin kedua yang mendekati 40 responden, poin ketiga yang mendekati 44 responden, poin keempat yang mendekati 44 responden, poin keempat yang mendekati 44 responden, poin keempat yang mendekati 44 responden, poin ketiga yang mendekati 44 responden, poin keempat yang mendekati 44 responden, poin keempat yang mendekati 44 responden, poin keempat yang mendekati 44 responden, poin keempat yang mendekati 44 responden, poin keempat yang mendekati 44 responden, poin keempat yang mendekati 44 responden, poin keempat yang mendekati 44 responden, poin keempat yang mendekati 44 responden, is mendekati 32 responden dan poin kelima yaitu mendekati 26 responden. Jawaban paling dominan ketiga adalah tidak setuju, disini terlihat poin pertama mendekati 0 responden, poin kedua mendekati 1 responden, poin ketiga mendekati 0 responden, poin keempat mendekati 0 responden dan poin keempat mendekati 0 responden. poin kelima mendekati 0 responden. Jawaban paling dominan kedua adalah setuju, disini terlihat berdasarkan poin pertama mendekati 21 responden, poin kedua mendekati 22 responden, poin ketiga mendekati 37 responden, poin keempat mendekati 17 responden dan poin kelima mendekati 24 responden.
Jawaban paling dominan ketiga adalah tidak setuju, disini terlihat poin pertama mendekati 9 responden, poin kedua mendekati 0 responden, poin ketiga mendekati 0 responden, poin keempat mendekati 0 responden dan poin kelima titiknya mendekati 0 responden.
Uji Instrumen Penelitian
Jawaban responden yang paling dominan adalah ‘sangat setuju’. Disini terlihat berdasarkan poin pertama hampir 28 responden, poin kedua hampir 36 responden, poin ketiga hampir 21 responden, poin keempat hampir 41 responden dan poin kelima hampir 34 responden. Pada tabel 4.10 diatas variabel Kompetensi Intelektual mempunyai nilai mean sebesar 22,26 dengan standar deviasi sebesar 1,617 yang berarti nilai mean tersebut lebih besar dari nilai standar deviasi. Hal ini dikarenakan simpangan baku mencerminkan penyimpanan yang tidak rendah, sehingga pendistribusian data menunjukkan hasil yang normal dan tidak menimbulkan penyimpangan.
Pada tabel 4.10 diatas, variabel Kompetensi Sosial mempunyai nilai mean sebesar 22,59 dengan standar deviasi sebesar 2,000 yang berarti nilai mean tersebut lebih besar dari nilai standar deviasi sehingga menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh cukup memuaskan. Hal ini dikarenakan standar deviasi mencerminkan penyimpanan yang tidak rendah, sehingga sebaran data menunjukkan hasil yang normal dan tidak menimbulkan penyimpangan. Pada tabel 4.10 di atas, variabel Kompetensi Spiritual mempunyai nilai mean sebesar 23,19 dengan standar deviasi sebesar 1,849 yang berarti nilai mean tersebut lebih besar dari nilai standar deviasi sehingga menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh cukup memuaskan.
Hal ini dikarenakan standar deviasi mencerminkan penyimpanan yang tidak rendah, sehingga sebaran data menunjukkan hasil yang normal dan tidak menimbulkan penyimpangan.
Uji Asumsi Klasik
Berdasarkan kurva p-plot terlihat titik-titik atau sebaran data mengikuti garis diagonal, sehingga kesimpulan uji normalitas dilihat dari kurva p-plot adalah model regresi berdistribusi normal. Sesuai Tabel 4.11, dari uji multikolinearitas di atas terlihat nilai toleransi kompetensi intelektual sebesar 0,655 > 0,100 dan nilai VIF sebesar 1,527 <. Tujuan dari uji heteroskedastisitas adalah untuk menguji apakah terdapat ketimpangan atau varians dalam model regresi antara residu pengamatan yang satu dengan pengamatan yang lain.
Jika suatu pola tertentu, misalnya titik-titik membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka teridentifikasi adanya heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, dan titik-titik tersebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2013:139). Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan metode scatter diagram atau diagram sebar terlihat tidak adanya pola yang jelas sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat gejala heteroskedastisitas.
Uji Hipotesis
Jika nilai signifikan thitung < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas kompetensi intelektual (𝑋1), variabel bebas kompetensi sosial (𝑋2), variabel bebas kompetensi spiritual (𝑋3) sekaligus tidak berpengaruh terhadap variabel terikat kinerja (𝑌) (Ghozali, 2013:98). 0,05 dan nilai t hitung 0,799 < t tabel 2,005 maka dapat disimpulkan 𝐻3 tidak diterima dan tidak ditolak karena tidak terdapat pengaruh signifikan 𝑋3 terhadap 𝑌.
Uji Regresi Linear Berganda
Pembahasan Hasil Penelitian
Dari hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel kompetensi sosial mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai yang ditunjukkan dengan nilai thitung sebesar 3,932 dengan signifikansi sebesar 0,000 dan nilai ttabel sebesar 2,005, sehingga thitung > ttabel atau 3,932 >. Dari hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel kompetensi mental tidak mempunyai pengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja pegawai yang ditunjukkan dengan nilai ttabel sebesar 0,799 dengan nilai signifikan sebesar 0,428 dan nilai tabel sebesar 2,005, jadi thitung < ttabel atau 0,799 < 2,005. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nadhifah Mizana Al-Azwi (2019) yang berjudul “Pengaruh Kompetensi Spiritual Terhadap Disiplin Siswa di Lingkungan Sekolah”.
Sedangkan Kompetensi Spiritual (𝑋3) tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja (𝑌) pada Kantor Kementerian Agama Kota Makassar. Pegawai harus berinteraksi atau bersosialisasi dengan orang lain untuk menilai kinerja pegawai di lingkungan kerja. Kinerja pegawai hendaknya ditingkatkan dan dievaluasi dari waktu ke waktu agar instansi mempunyai tolok ukur dan gambaran kinerja pegawai yang perlu ditingkatkan.
Pengaruh kompetensi lingkungan kerja dan motivasi berprestasi terhadap kinerja pegawai negeri sipil di Sekretariat Daerah Kota Padang.
PENUTUP
Saran
Variabel kompetensi intelektual pada instansi hendaknya lebih meningkatkan kemampuan (skill) dan pengetahuan yang dimiliki pegawai guna meningkatkan kemampuan tersebut. Hal ini dapat ditingkatkan dengan memberikan pelatihan atau meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan dengan pandangan ke depan. Variabel kompetensi sosial sangat perlu ditingkatkan di lingkungan pegawai, karena menurut hasil penelitian ini.
Variabel kompetensi spiritual hendaknya lebih ditingkatkan lagi agar pegawai yang bekerja di Kementerian Agama Kota Makassar dapat bekerja sesuai norma yang ada. Pihak lain yang ingin melakukan penelitian selanjutnya agar lebih memperdalam instrumen penelitiannya dan mengembangkannya lebih lanjut agar hasil pengukurannya menjadi lebih baik. Evaluasi penilaian kinerja dosen berbasis kompetensi (studi kasus dosen pada bulan Februari di Universitas Dharma Andalas Padang).
Silakan tunjukkan sejauh mana Anda setuju atau tidak setuju terhadap setiap pernyataan dengan memberi tanda centang () pada kotak jawaban pilihan Anda. Dengan ilmu yang saya miliki, saya dapat menyelesaikan tugas atau pekerjaan dengan baik dan tepat. Karyawan dapat berkomunikasi dengan baik dengan rekan kerjanya dan melaksanakan tugas pekerjaan dengan baik.LAMPIRAN 3.