• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kondisi Ekonomi Global Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Perdagangan Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengaruh Kondisi Ekonomi Global Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Perdagangan Indonesia"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

   

1 PENDAHULUAN

Latar Belakang  

Perekonomian  memiliki  peran  penting  dan  menjadi  salah  satu  indikator  penentu  kemajuan  suatu  negara.  Pertumbuhan  perekonomian  suatu  negara  dapat  dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global. Perekonomian dunia saat ini sedang  mengalami  pelemahan  sebagai  dampak  lemahnya  permintaan  pasar  yang  disebabkan  oleh  harga  komoditi  yang  belum  pulih.  Hal  tersebut  menyebabkan  pertumbuhan  ekonomi  dunia  sejak  beberapa  tahun  terakhir  cenderung  rapuh  dan  sering  bergejolak.  Menteri  Keuangan  Indonesia,  Sri  Mulyani,  dalam  Sindonews.com  (2017),  menjelaskan  bahwa  pertumbuhan  perekonomian  dunia  pada tahun 2017 hanya berada pada level 3,4%. Menurutnya, harga komoditas yang  belum  pulih  menjadi  penyebab  lemahnya  perekonomian  Indonesia.  Lemahnya  ekonomi global memberikan tekanan yang berdampak pada fluktuasi kinerja ekspor  impor Indonesia. Persentase nilai ekspor Indonesia selama tahun 2012-2016 terus  mengalami penurunan seperti terlihat pada gambar berlikut:  

 

 

Sumber : www.bps.go.id 

 

Gambar 1 Perkembangan ekspor-impor produk migas dan non migas. 

Nilai  ekspor  produk-produk  non  migas  pada  tersebut  terlihat  mengalami  kecenderungan  yang  terus  menurun  setiap  tahunnya.  Penurunan  ekspor  sejumlah  produk Indonesia merupakan akibat dari resesi dunia. Beberapa produk yang sangat  merasakan  imbasnya  antara  lain  tekstil,  garmen,  mebel,  alas  kaki  dan  lainnya. 

Garmen merupakan salah satu komoditas ekspor non migas  yang memiliki  pasar  cukup luas. Di Indonesia, industri garmen banyak ditemukan di kawasan berikat,  yakni  sebuah  kawasan  yang  diberikan  pemerintah  dengan  memfasilitasi  bidang  kepabean  dan  cukai.  Kawasan  ini  dibuat  pemerintah  untuk  meningkatkan  daya  saing produk dalam negeri terhadap produk-produk internasional.  

Keberlangsungan usaha sebuah perusahaan kawasan berikat dapat dilihat dari  kegiatan  ekspor  hasil  produknya.  Namun,  saat  ini  banyak  kelangsungan  usaha  perusahaan pengguna fasilitas kawasan berikat yang mengalami gangguan sebagai 

(2)

akibat  dari  krisis  global.  Pada  tahun  2009  sebanyak  4.034  orang  karyawan  di  kawasan  berikat  mengalami  pengurangan.  Kasus  ini  kemudian  terulang  kembali  pada  tahun  2015,  di  mana  sebanyak  5.300  orang  karyawan  wanita  di  kawasan  berikat  nusantara  mengalami  pemutusan  kerja.  Hal  tersebut  umumnya  terjadi  karena  perusahaan  mengalami  kebangkrutan  sehingga  tidak  bisa  menutup  biaya  operasional.  

PT.  Kawasan  Berikat  Nusantara  (Persero)  merupakan  salah  satu  kawasan  industri garmen terbesar di Indonesia yang menghasilkan berbagai macam produk  untuk tujuan ekspor. Usaha pokok PT. KBN (Persero) adalah mengelola kawasan  industri  terpadu  berstatus  berikat  yang  berfungsi  sebagai  kawasan  proses  ekspor  (export processing zone-EPZ) dan non-berikat, serta jasa pelayanan logistik yang  meliputi  usaha  angkutan,  mekanik  &  dokumen  (forwarding),  dan  pergudangan  (warehousing). Dua bisnis utama yang dijalankan PT. KBN (Persero) terdiri dari  jasa properti dan pelayanan logistik.  

Guncangan  perekonomian  global  yang  telah  mengubah landscape  dunia   bisnis  menuntut  PT.KBN  (Persero)  cepat  beradaptasi  sehingga  mampu  bertahan  dan terus berkembang. Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1986, PT. 

KBN  (Persero)  telah  berjuang  untuk  menghadapi  tantangan  dunia  bisnis  dengan  melakukan  pengelolaan  kawasan  industri multi purpose  yang  terintegrasi  seperti  pelabuhan,  berwawasan  lingkungan  dan  bertaraf  internasional.  Dengan  usaha  tersebut  perusahaan  seharusnya  mampu  segera  memperbaiki  kondisi  bisnisnya. 

Namun  bila  dilihat  dari  kinerja  keuangan,  dalam  kurun  waktu  5  (lima)  tahun  terakhir  (2012-2016)  pendapatan  perusahaan  menunjukkan  tren  penurunan. 

Meskipun, pada 3 tahun pertama  yakni tahun 2012-2014 terjadi peningkatan, hal  tersebut ternyata dikarenakan adanya pemasukan yang tinggi dari pendapatan lain- lain. Laba perusahaan kembali menurun pada 2 tahun terakhir yakni tahun 2015 dan  2016.  

Penurunan kinerja keuangan perusahaan menjadi sebuah indikator sekaligus  warning  agar  perusahaan  segera  membuat  terobosan  dan  strategi  untuk  meningkatkan  “gairah”  bisnis.  Salah  satu  cara  untuk  mengembangkan  strategi  bisnis perusahaan adalah dengan menggunakan portofolio bisnis. Protofolio bisnis  merupakan  alat  analisis  bisnis  yang  dapat  digunakan  untuk  menganalisis  kinerja  setiap  unit  bisnis/produk  dan  keterkaitannya  dengan  semua  unit  bisnis/produk  dalam  perusahaan.  Analisis  portofolio  digunakan  untuk  membuat  strategi  masa  depan, tentang bagaimana menetapkan prioritas investasi bisnis perusahaan hal ini  sesuai dengan penjelasan Ghemawat (2006), Hamisah (2014) dan Hedley (1977). 

Sedangkan menurut Meskendahl (2010) dan Pantjadhama (2015), portofolio bisnis  juga dirancang untuk merumuskan strategi yang konsisten pada perusahaan besar  yang memiliki banyak unit bisnis dan memiliki sejumlah tingkatan strategi bisnis  yang  berbeda  seperti  PT.  KBN  (Persero)  sehingga  dapat  mencapai  tujuan  perusahaan secara seimbang. 

(3)

   

Pembuatan  portofolio  bisnis  menurut  Nugroho  B  (2007),  Pramutri  (2004),  Rahmawati  (2012)  dan  Sampor  Ali  (2017)    merupakan  upaya  awal  yang  dapat  dilakukan  untuk  mencari  solusi  dan  strategi  penanganan  penurunan  kinerja  perusahaan  dalam  jangka  panjang.  Analisis  protofolio  juga  dapat  digunakan  PT. 

KBN  (Persero)  sebagai  solusi  untuk  mencari  cara  untuk  mencapai  arah  pengembangan  perusahaan  sesuai  dengan  pernyataan  dari  Teece  (2010),  Utami  (2012) dan Yuwono (2007),  yakni  melakukan transformasi pendapatan dari  30% 

sewa  dan  70%  pengelolaan  mandiri  menjadi  sebaliknya.  Portofolio  bisnis  dapat  menampilkan  arah  perubahan  kebijakan  membuat  perencanaan  strategi  pengembangan bisnis yang terstruktur dan terukur. Selain itu, penyusunan strategi  pengembangan juga dapat dilakukan untuk mengoptimalkan seluruh kekuatan dan  sumber daya PT. KBN (Persero) sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal  bagi perusahaan dan seluruh stakeholder. 

   

Rumusan Masalah  

Kawasan berikat merupakan tempat penimbunan berikat untuk menimbun  barang impor dan/atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean  guna  diolah  atau  digabungkan  yang  hasilnya  terutama  untuk  tujuan  ekspor. 

Pengertian tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2009  tentang  Tempat  Penimbunan  Berikat,  yang  diatur  lebih  lanjut  dalam  Peraturan  Menteri Keuangan No.147/PMK.04/2011 sebagaimana telah beberapa kali diubah  terakhir  dengan  No.120/PMK.04/2013  (PMK  147/2011  stdtd.  PMK  120/2013). 

Kegiatan utama yang dilakukan di dalam Kawasan Berikat adalah kegiatan usaha  industri  pengolahan  barang  dan  bahan,  memproses  bahan  mentah,  bahan  baku,  barang  setengah  jadi,  dan  barang  jadi  yang  diubah  menjadi  barang  dengan  nilai  yang  lebih  tinggi.  Syarat  barang  yang  ditimbun  tidak  sama  dengan  barang  yang  dihasilkan atau diproduksi oleh Kawasan Berikat yang bersangkutan. 

Sesuai dengan peran kawasan berikat, perumusan masalah dalam penelitian  ini  dilakukan  melalui  identifikasi  mendalam  terhadap  isu-isu  bisnis  yang  memengaruhi  kinerja  PT.  Kawasan  Berikat  Nusantara  (Persero)  dalam  5  tahun  terakhir, seperti yang tersarikan juga dalam penelitaian yang dilakukan oleh Agung  dan Achmadi (2014), Yanita (2001), Lukito et al. (2013) dan Iacob et al. (2012). 

Identifikasi  pertama  dilakukan  pada  kinerja  Laba-Rugi  PT.  KBN  2012  –  2016  menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba tahun berjalan yang memuaskan  pada 3 (tiga) tahun pertama. Namun, pada tahun 2015 dan 2016 terjadi penurunan  pendapatan  yang  berimbas  pada  penurunan  laba  tahun  berjalan.  Penurunan  pendapatan pada 2 (dua) tahun terakhir tidak diikuti oleh penurunan beban pokok  dan beban usaha yang menyebabkan laba tahun berjalan menurun. Kinerja laporan  laba rugi yang didapat dari Annual Report, KBN (2016) secara singkat dapat dilihat  pada gambar berikut. 

(4)

 

Sumber : Laporan Tahunan PT. KBN (2012-2016) 

 

Gambar 2 Kinerja laba rugi PT. KBN (Persero) tahun 2012-2016 

Penurunan  pendapatan  perusahaan  seperti  yang  terlihat  pada  Gambar  2,  merupakan dampak dari berkurangnya investor atau konsumen di kawasan berikat  karena  pailit.  Hal  ini  menyebabkan  berkurangnya  tingkat  okupansi  kawasan  industri.  Penurunan  tersebut  menyebabkan  tidak  tercapainya  realisasi  bisnis  atau  target  yang  ingin  dicapai.  Untuk  mengatasi  hal  tersebut  perusahaan  perlu  mengevaluasi  kondisi  dan  pengaruh  lingkungan  internal  dan  eksternal  terhadap  keberlangsungan  bisnis.  Beberapa  masalah  internal  yang  terjadi  antara  lain  penggunaan aset yang tidak optimal, pendapatan yang terbatas pada sewa, kondisi  peralatan  dan  bangunan  yang  sudah  tidak  layak,  masalah  ketenagakerjaan,  kasus  hukum  atas  kepemiliki  lahan  dan  kompetensi  SDM  yang  belum  sesuai  dengan  proses  bisnis  menjadi  isu-isu  aktual  yang  memengaruhi  kinerja  perusahaan.  Dari  sisi  ekternal  beberapa  isu  yang  memengaruhi  kinerja  perusahaan  antara  lain  kenaikan  Upah  Minimum  Regional  (UMR)  dan  ketidakpastian  regulasi/birokrasi  yang menyebabkan investor merelokasi industrinya ke daerah lain.  

Terlihat dari laporan keuangan dari tahun 2012-2016, PT. KBN (Persero)  mengalami penurunan pendapatan yang diikuti oleh penurunan laba tahun berjalan,  hal ini terjadi dikarenakan, driver pendapatan dari PT. KBN (Persero) yang saat ini  di kontribusi sebagian besar oleh bisnis properti yang secara income sangat volatile,  sementara beban secara bertahap terus naik. Oleh karena itu diperlukan komposisi  portofolio  yang  lebih compact  untuk  bisa  mendapatkan  keadaan  keuangan  yang  lebih baik lagi. 

Berdasarkan  kapabilitas  sumber  daya  PT.  KBN  (Persero)  serta  adanya  potensi pasar yang masih sangat luas dan peluang layanan yang belum digarap, baik  yang  berhubungan  langsung  maupun  yang  tidak  berhubungan  langsung  dengan 

(100.00) 0.00 100.00 200.00 300.00 400.00 500.00 600.00 700.00

2012 2013 2014 2015 2016

(5)

   

core business perusahaan. Menurut Jauch dan Glueck (1998), Angkasa et al. (2012)  dan  Cooper  dan  Schinler  (1999),  transformasi  bisnis  perusahaan  perlu  dilakukan  dengan menggunakan standard tertentu. Analisis portofolio dengan menggunakan  grand strategy matrix dan GE matrix adalah cara untuk melihat kondisi unit bisnis  perusahaan berdasarkan hasil penilaian faktor lingkungan internal dan eksternal, hal  ini juga merujuk ke kajian terdahulu dari Biodi dan Sanwiri (2017), Ansori (2018),  Priyanto  et al.  (2016),  Wibowo  (2009)  dan  Wahyuandari  (2013).  Strategi  transformasi ini selanjutnya dapat dijabarkan dalam bentuk strategi pengembangan  bisnis untuk menangkap berbagai peluang bisnis di masa mendatang.  

Berdasarkan  penjabaran  tersebut,  maka  secara  singkat  dapat  dirumuskan  beberapa permasalahan yang perlu diselesaikan, yakni:  

1. Bagaimana kesenjangan  yang terjadi antara harapan dan kondisi bisnis  yang  terjadi saat ini? 

2. Bagaimana  pengaruh  faktor-faktor  internal  dan  eksternal  terhadap  perlaksanaan bisnis PT. KBN (Persero) ? 

3. Bagaimana portofolio bisnis PT. KBN (Persero) secara umum? 

4. Strategi apa yang dapat dirumuskan untuk mengembangkan bisnis perusahaan? 

   

Tujuan Penelitian  

Berdasarkan  rumusan  masalah  yang  telah  disampaikan,  maka  tujuan  penelitian ini meliputi : 

1. Menganalisis  kesenjangan  (gap)  kondisi  bisnis  dengan  harapan  yang  ingin  dicapai PT. KBN (Persero) 

2. Menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi bisnis PT. 

KBN (Persero) 

3. Menganalisis portofolio bisnis PT. KBN (Persero) 

4. Merumuskan strategi pengembangan bisnis PT. KBN (Persero)   

 

Manfaat Penelitian  

Hasil  dari  penelitian  “Strategi  Pengembangan  Portofolio  Bisnis  PT.  Kawasan  Berikat Nusantara (Persero)” diharapkan dapat memberikan manfaat bagi : 

1. Perusahaan,  sebagai  bahan  masukan  dan  pertimbangan  dalam  menyusun/membuat  kebijakan  dalam  pengembangan  bisnis  dan  menghadapi  tantangan dimasa mendatang 

2. Kalangan akademisi, sebagai media pembelajaran dan menjadi bahan rujukan  atau referensi pada penelitian selanjutnya  

3. Masyarakat  umum,  sebagai  informasi  peluang,  potensi  dan  peran  kawasan industri dalam dunia bisnis 

 

(6)

Ruang Lingkup Penelitian  

Penelitian ini meliputi berbagai aspek yang terkait dengan portofolio bisnis  kawasan industri PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero). Pembahasan penelitian  dibatasi  dalam  cakupan  portofolio  bisnis  dengan  pendekatan  analisis Internal Factor Evaluation  (IFE)  dan External Factors Evaluation  (EFE)  sebagai  dasar  untuk  melihat  kondisi  perusahaan  di  dalam Grand Strategy Matrix  kemudian  analisis dan melihat daya tarik dan kekuatan bisnis masing-masing unit bisnis PT. 

KBN (Persero) di dalam GE Matrix.  

     

2 TINJAUAN PUSTAKA

Kajian Teoritis  

Kawasan Berikat

Kawasan Berikat menurut pengertian yang terdapat dalam Rencana Jangk  Panjang  Perusahaan  PT.  KBN  (Persero)  (2017),  adalah  bangunan,  tempat  atau  kawasan  yang  memenuhi  persyaratan  tertentu  yang  digunakan  untuk  menimbun  barang impor dengan mendapatkan penangguhan bea masuk dan/atau barang yang  berasal dari tempat lain dalam daerah pabean guna diolah atau digabungkan yang  hasilnya  terutama  untuk  diekspor.  Kawasan  berikat  diselenggarakan  oleh  Penyelenggaran  Kawasan  Berikat  (PKB)  yang  merupakan  perseroan  terbatas,  koperasi  berbentuk  badan  hukum  atau  yayasan  yang  memiliki,  menguasai,  mengelola dan menyediakan sarana dan prasarana guna keperluan pihak lain di KB,  yang  diselenggaran  berdasarkan  ijin  untuk  menyelenggaran  KB.  PKB  diperbolehkan untuk mengelola beberapa Pengusaha di Kawasan Berikat (PDKB)  yang merupakan perseroan terbatas atau koperasi yang melakukan kegiatan usaha  pengolahan.  

Penetapan suatu bangunan, tempat atau kawasan sebagai Kawasam Berikat  serta pemberian ijin PKB dilakukan dengan Keputusan Presiden. Perusahaan yang  dapat diberikan ijin kepada PKB adalah : 

a. Dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 

b. Dalam  rangka  Penanaman  Modal  Asing  (PMA),  baik  sebagian  atau  seluruh  modal sahamnya dimiliki oleh peserta asing 

c. Non PMA/PMDN yang berbentuk Perseroan Terbatas  d. Koperasi yang berbentuk badan hukum, atau 

e. Yayasan  

(7)

Untuk Selengkapnya Tersedia di Perpustakaan SB-IPB

Referensi

Dokumen terkait

(2) Formulir Pemberitahuan Pengeluaran Kembali Barang Asal Tempat Lain Dalam Daerah Pabean Dari Tempat Penimbunan Berikat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan kode

Tempat Penimbunan Sementara yang selanjutnya disingkat dengan TPS adalah bangunan dan / atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBEBASAN BEA MASUK ATAS IMPOR BARANG DAN ATAU BAHAN DARI GUDANG BERIKAT UNTUK DIOLAH, DIRAKIT ATAU DIPASANG

Penimbunan Berikat dan Tempat Penimbunan Pabean. 9) Pelaksanaan urusan pembukuan dokumen cukai. 10) Pelaksanaan urusan pemusnahan dan penukaran pita cukai. 11) Pemeriksaan Pengusaha

Menurut Ahjar (Di kutip dari Basuki Pujoalwanto:2013) impor dapat diartikan memasukkan barang dari luar negeri kedalam wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan

untuk pemasukan kembali barang yang dikeluarkan dari Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Lain Dalam Daerah Pabean yang diwajibkan untuk mempertaruhkan jaminan diganti

Pengeluaran Barang Impor Untuk Ditimbun di Tempat Penimbunan Berikat, Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-14/BC/2016 tentang Tata Laksana Pengeluaran Barang Impor

“Yang dimaksud dengan barang yang tidak diurus dalam penelitian ini adalah barang impor yang telah tiba di Tempat Penimbunan Sementara atau Tempat Penimbunan Pabean,diberitahukan