EKONOMI SYARIAH
SKRIPSI
OLEH
HALIMATUS SAKDIYAH NIM: 11820521110
PROGRAM STUDI S1 EKONOMI SYARIAH FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
2022 M/ 1443 H
i ABSTRAK
Halimatus Sakdiyah, 2022 : Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Minat Konsumen Pada Brownies Kukus Mar’atussholihah Menurut Ekonomi Syariah Penelitian ini dilatar belakangi oleh persaingan yang ketat pada setiap pelaku bisnis dan banyaknya variasi oleh-oleh lainnya yang beraneka ragam dan harga yang menyebabkan terjadinya kenaikan dan penurunan penjualan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kualitas produk dan harga terhadap minat konsumen secara parsial dan secara simultan, dan juga bagaimana pengaruh kualitas produk dan harga terhadap minat konsumen pada Brownies Kukus Mar’atussholihah menurut ekonomi syariah.
Populasi pada penelitian ini adalah rata-rata dari jumlah konsumen pada Brownies Kukus Mar’atussholihah selama bulan Juni 2021 – November 2021 yang berjumlah 586. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengan jumlah sampel sebanyak 85 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi, observasi dan wawancara yang mana metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder.Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji Asumsi Klasik, Regresi Berganda, Uji Hipotesis (Uji t dan Uji F), dan Koefisien Determinasi.
Hasil penelitian pada kualitas produk diperoleh nilai thitung> ttabel(2,927
>1,98932) dan pada harga diperoleh nilai thitung > ttabel(2,490 > 1,98932)artinya kualitas produk dan harga berpengaruh harga secara persial terhadap minat konsumen. Hasil perhitungan uji F diperoleh Fhitung > Ftabel (3,231 > 3,11) artinya kualitas produk dan harga berpengaruh secara simultan terhadap minat konsumen.
Kata Kunci: Kualitas Produk, Harga, dan Minat Konsumen
ii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji syukur kita kehadirat Allah swt yang telah memberi nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan, sehingga penulis diberkan kekuatan serta kesehatan dan dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul, “Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Minat Konsumen Pada Brownies Kukus Mar’atussholihah Menurut Ekonomi Syariah” ini dapat diselesaikan tanpa ada suatu hambatan yang berarti.
Shalawat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan syafa’at beliau di hari akhir kelak, amin.
Dalam penulisan skripsi ini penulis menyadari ada kelebihan dan ada kekurangan, kalau terdapat kebenaran dalam skripsi ini maka kebenaran itu berasal dari Allah swt. Namun kalau dalam skripsi ini terdapat kesalahan maka itu datangnya dari penulis sendiri. hal ini tidak lain karena kemampuan, cara berfikir dan pengetahuan yang penulis miliki. Atas segala kekurangan dalam penulisan skripsi ini penulis mengharapkan kritikan dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun sehingga diharapkan dapat membawa perkembangan dikemudian hari. Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis hingga selesainya skripsi ini yaitu kepada :
iii
1. Teristimewa kepada kedua orang tua saya yang tidak pernah lelah memberikan doa, dan dukungan yaitu Ayahanda Budiyono dan Ibunda Suyati tercinta, yang telah membesarkan dan mendidik saya dengan kasih sayang dan senantiasa memberikan saya semangat dalam bentuk apapun yang sangat berarti bagi saya. Karya ini dihadiahkan untuk kedua orang tua tercinta, sebagai bentuk rasa syukur dan harapan orang tua terhadap penulis, sehingga penulis mampu menempuh dan meraih gelar sarjana sebagaimana yang dicita- citakan. Semoga setiap pengorbananmu akan menjadi butiran mutiara berupa pahalamu menuju syurga. Amin ya Rabbal’alamin.
2. Bapak Dr. Khairunnas Rajab, M.Ag, selaku Rektor UIN SUSKA RIAU yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menimba ilmu di UIN SUSKA RIAU.
3. Bapak Dr. Zulkifli, M.Ag, selaku Dekan di Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum, beserta Wakil Dekan I, II, dan III di Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum, di UIN SUSKA RIAU.
4. Bapak Muhammad Nurwahid, M.Ag, selaku Ketua Jurusan Ekonomi Syariah di Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum, di UIN SUSKA RIAU Serta bapak Syamsurizal, SE, M. Sc, Ak, CA selaku Sekretaris Jurusan Ekonomi Syari’ah di Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum, di UIN SUSKA RIAU.
5. Ibu Madona Khairunisa, S.E.I., M.E.Sy. selaku Penasehat Akademis, terimakasih atas waktu, nasehat, masukan dan motivasi yang diberikan kepada penulis selama masa perkuliahan ini.
iv
6. Bapak Syamsudin Muir, Lc. MA. Selaku pembimbing Proposal, sekaligus pembimbing Skripsi yang telah memberikan bimbingan, informasi dan arahan kepada penulis selama menyelesaikan Proposal dan Skripsi.
7. Bapak-bapak/Ibu-ibu Dosen serta seluruh karyawan/I di Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum, di UIN SUSKA RIAU, yang telah mencurahkan ilmu pengetahuan, mendidik, membimbing penulis untuk menjadikan mahasiswa berwawasan luas, idealis dan agamis dan membantu penulis selama perkuliahan.
8. Tersayang kakak dan adik saya Annisa Sholehatul hayyah dan Thoriq Syaifurrahman serta keluarga saya yang telah memberikan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
9. Keluarga besar dari Ayah dan Ibu, yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Teristimewa buat sepupu saya Dwita Rizki Annisa dan M. Eka Putra Purwakatna dll yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu, serta abang ipar saya bang Fikri Ilhami yang selalu memberikan semangat, dan dukungan.
10. Kepada sahabat seperjuangan Ani Sukrina, Beti Utari, Nurul Hazizah, Visy Rahma Dilla, Zuru Fiana. Suka duka telah kita lalui bersama. Semoga setelah ini hanya ada tangisan bahagia dari kita semua dan persahabatan ini kekal sampai jannah-Nya, tetap saling tolong menolong bahkan di akhirat kelak, InshaAllah Amin.
11. Sahabat alumni SMAIT Al-Fityah Tsamarah Qaulan Sadida, Thalia Trianda, Alisha Fitriyah Adzra, Niswah Raudhatul Jannah, dan lainnya yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu yang banyak memberikan dukungan semangat motivasi dan do’a.
v
12. Kepada keluarga besar Ekonomi Syariah A Serta semua teman-teman satu jurusan Ekonomi Syariah angkatan 2018 UIN Suska Riau yang telah dengan senang hati membantu penulis dalam menyusun skripsi ini.
13. Seluruh teman-teman KKN Desa Kualu Dua bulan merupakan waktu yang sangat berharga bagi hidup saya karena bersama teman-teman yang luar biasa dan tak akan pernahterlupakan. Terima kasih atas candaan, semangat, motivasi, dan kebersamaan.
Penulis berharap semoga skripsi ini bisa memberikan manfaat kepada semua pembaca.Penulisan skripsi ini tidak luput dari kesalahan dan kelemahan penulis, baik dari segi materi maupun teknik penulisan.Semua itu didasarkan keterbatasan yang dimiliki penulis, oleh sebab itu mohon kritik dan saran yang membangun sehingga kedepan jauh lebih baik.
Wassalamu’alaikumWarahmatullahWabarakatuh
Pekanbaru, 31 Maret 2022 Penulis
HALIMATUS SAKDIYAH NIM: 11820521110
vi DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Batasan Masalah... 8
C. Rumusan Masalah ... 8
D. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian ... 9
E. Sistematika Penulisan... 10
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kualitas Produk ... 12
1. Pengertian Kualitas Produk ... 12
2. Dimensi Kualitas Produk ... 13
3. Tingkatan Produk ... 15
4. Prinsip Produksi dalam Islam ... 16
5. Tujuan Produksi dalam EkonomiSyariah ... 20
B. Harga ... 22
1. Pengertian Harga ... 22
2. Indikator Harga ... 24
3. Penetapan Harga ... 25
4. Tujuan Penetapan Harga ... 26
5. Konsep Harga Dalam Islam ... 27
C. Minat Konsumen ... 29
1. Pengertian Minat Konsumen ... 29
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Beli Konsumen 31 3. Tahap-tahap dalam Menentukan Minat Konsumen ... 32
4. Minat Beli Konsumen Menurut Ekonomi Syariah ... 33
vii
D. Model Kerangka Berpikir ... 35
E. Hipotesisi Penelitian... 36
F. Penelitian Terdahulu ... 36
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian ... 41
B. Subjek dan Objek Penelitian ... 41
C. Populasi Dan Sampel ... 42
D. Jenis dan Sumber Data ... 43
E. Teknik Pengumpulan Data ... 44
F. Metode Analisis Data ... 46
G. Teknik Analisis Data ... 46
H. Variabel Penelitian Definisi Operasional ... 51
I. Gambaran Umum Objek Penelitian. ... 53
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Minat Konsumen Pada Brownies Kukus Mar’atussholihah Menurut Ekonomi Syariah ... 54
1. Analisis Deskriptif ... 54
2. Uji Instrumen Penelitian ... 57
a. Uji Validitas ... 57
b. Uji Reliabilitas ... 58
3. Uji Asumsi Klasik ... 59
a. Uji Multikolinieritas ... 59
b. Uji Normalitas ... 60
c. Uji Heteroskedastisitas ... 62
4. Uji Regresi Linear Berganda ... 63
5. Uji Hipotesis Penelitian ... 64
a. Uji Parsial (Uji t) ... 64
b. Uji Simultan (Uji F) ... 66
c. Koefisien Determinasi (R2) ... 67
viii
d. Tinjauan Ekonomi Syariah Mengenai Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Minat
Konsumen Pada Brownies Kukus
Mar’atussholihah... ... .68 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ... 73 B. Saran ... 75 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
ix
DAFTAR TABEL
Tabel I.1 Daftar Penjualan Brownies Kukus Mar’atussholihah Juni
2021 – November 2021 ... 6
Tabel II.1 Penelitian Terdahulu ... 37
Tabel III.1 Definisi Operasional Variabel ... 52
Tabel IV.1 Deskriptif Frekuensi Mengenai Umur Responden ... 54
Tabel IV.2 Deskriptif Frekuensi Mengenai Jenis Kelamin Responden ... 55
Tabel IV.3 Deskriptif Frekuensi Mengenai Pekerjaan Responden ... 56
Tabel IV.4 Statistik Deskriptif ... 56
Tabel IV.5 Hasil Uji Validitas ... 58
Tabel IV.6 Hasil Uji Reliabilitas ... 59
Tabel IV.7 Hasil Uji Multikolinieritas ... 60
Tabel IV.8 Hasil Uji Normalitas ... 61
Tabel IV.9 Hasil Uji Heterokedastisitas ... 62
Tabel IV.10 Hasil Uji Regresi Linear Berganda ... 63
Tabel IV.11 Hasil Uji Persial (Uji t) ... 64
Tabel IV.12 Hasil Uji Simultan ... 66
Tabel IV.13 Hasil Uji Koefisien Determinasi ... 67
x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir ... 35
1 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakangMasalah
Bisnis kuliner merupakan salah satu jenis usaha yang tidak pernah mati, karena pada dasarnya makanan dan minuman merupakan kebutuhan dasar setiap orang yang harus dipenuhi. Artinya setiap hari manusia mengkonsumsi makanan dan minuman dan kejadian itu berulang-ulang.Konsumsi yang berulang merupakan potensi pasar yang besar, sehingga menciptakan permintaan yang melimpah.
Setiap tahun bisnis kuliner menjadi ladang bisnis yang menarik dan diminati oleh banyak orang sehingga menuntut setiap pelaku bisnis di dunia untuk selalu mampu menghadirkan sesuatu yang unik dari produk yang dihasilkannya untuk menarik para konsumen. Sudah banyak pelaku bisnis yang meraup keuntungan dari bisnis kuliner ini. Keberhasilan sebuah bisnis kuliner dalam memenangkan persaingan ditentukan oleh penerapan strategi komunikasi pemasaran yang tepat sehingga dunia bisnis pun mulai memperhatikan pentingnya membina hubungan dengan konsumen.1
Hubungan yang baik terhadap konsumen dapat membantu mengetahui keluhan, kepuasan dan kebutuhan mereka. Tentunya menjaga hubungan
1Natasya Elisabeth Paulina Nainggolan, Skripsi“Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran dan Harga Pada Bisnis Kuliner Chicken Holic Transmart Plaza Medan Fair” (Medan : USU, 2019),h. 1
2
dengan konsumen saat ini memberikan keuntungan lebih besar dari pada mencari pelanggan baru. Tujuan seorang pebisnis dalam menjalankan usahanya adalah ingin memperoleh keuntungan. Selain itu mempertahankan agar usaha tetap bertahan dalam jangka waktu yang lama juga salah satu harapan besar bagi seorang pebisnis dimana hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah untuk dicapai karena banyaknya tantangan dan persaingan yang ketat. Oleh karena itu setiap pebisnis dituntut untuk mempunyai kepekaan terhadap perubahan kondisi persaingan yang terjadi disekitarnya dan harus memiliki kemampuan untuk menarik serta mempertahankan minat konsumen agar berhasil dan sukses dalam menjalankan usahanya.
Selain mempertahankan minat konsumen kualitas produk merupakan faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan dan kemajuan suatu bisnis.
Kotler dan Keller mendefinisikan secara luas tentang produk yaitu segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, acara, orang, tempat, properti, organisasi, informasi dan ide. Jadi dapat disimpulkan bahwa produk bukanlah sesuatu yang berwujud saja, tetapi juga sesuatu yang tidak berwujud, yang dapat ditawarkan ke pasar sehingga mampu memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen.2
Kualitas produk mempunyai dua dimensi yaitu tingkat dan konsistensi.
Dalam pengembangan suatu produk, pemasar awalnya harus memilih tingkat kualitas yang akan mendukung posisi produk di pasar sasaran. Di sini
2Farid Firmansyah dan Rudy Haryanto, Manajemen Kualitas Jasa Peningkatan Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan, (DutaMedia Publishing, 2019), h. 17
kualitasbrownies kukus dapat dilihat dari aspek warna, rasa, aroma dan tekstur. Warna brownies kukus adalah coklat pekat atau coklat kehitaman, yang mempengaruhi warna dalam pembuatan brownies kukus adalah coklat.
Coklat yang digunakan adalah coklat batang dark cooking chocolate dan coklat bubuk. Rasa brownies kukus merupakan combinasi antara dua unsur rasa manis dari gula dan coklat. Jadi rasa brownies kukus yang baik adalah manis legit khas coklat. Aroma brownies kukus adalah harum khas coklat, bahan yang mempengaruhi aroma brownies kukus adalah butter, telur, dan coklat. Tekstur brownies kukus adalah lembab atau moist. Selain tingkat kualitas, kualitas yang tinggi dapat pula berarti tingkat dari konsistensi kualitas yang tinggi. Kualitas produk berarti kualitas kesesuaian (conformance quality) bebas dari kerusakan, serta konsisten dalam memberikan tingkat kinerja yang ditargetkan3
Kualitas produk bukanlah satu – satunya faktor yang mempengaruhi minat konsumen. Harga juga merupakan faktor penting dalam menarik perhatian konsumen. Philip Kotler mengatakan bahwa harga adalah sejumlah uang yang dibebankan pada suatu produk tertentu. Untuk menentukan harga biasanya produsen tidak hanya berpatok pada harga modal ditambah keuntungan, namun mereka menyelipkan harga service atau layanan dari sebuah produk barang atau jasa yang dijualnya. Harga menjadi satuan terpenting dalam proses jual beli, selain sebagai acuan nilai jual suatu barang
3https://text-id.123dok.com/document/6qm38955y-kriteria-kualitas-brownies-faktor- faktor-yang-mempengaruhi-kualitas-brownies.html
4
ataupun jasa, harga juga dapat menentukan daya beli konsumen dalam pengambilan keputusan serta memudahkan proses jual beli.4
Harga merupakan sesuatu yang penting, artinya bila harga suatu barang terlalu mahal dapt mengakibatkan barang menjadi kurang laku, dan sebaliknya bila menjual terlalu murah, keuntungan yang didapat menjadi berkurang. Penetapan harga yang dilakukan penjual atau pedagang akan mempengaruhi pendapatan atau penjualan yang akan diperoleh jika keputusan dalam penetapan harga jual tidak dipertimbangkan dengan tepat sasaran.5
Dengan adanya kualitas produk dan harga akan mempengaruhi minat beli pada konsumen. Minat beli merupakan bagian dari komponen perilaku dalam sikap mengkonsumsi. Minat beli merupakan kecenderungan konsumen untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian.
Menurut Kinncar dan Taylor minta membeli adalah merupakan bagian dari komponen perilaku konsumen dalam sikap mengkonsumsi, kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar – benar dilakukan.6
4Ahmad Syafii, Mira Hastin, dkk, Ekonomi Mikro, (Yayasan Kita Menuis, 2020),h. 17
5Soemarsono, Peranan Pokok Dalam Menentukan Harga Jual, (Jakarta: Rieneka Cipta, 1990),h. 17
6 Umar Husein, Manajemen Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen, (Jakarta: PT.
Gramedia Pusaka), h.45
Sebagai seorang muslim tentu saja diwajibkan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal lagi baik. Sebagai Firman Allah Swt: QS.
Al-Baqarah : 1687
اىُعِبَّتَت َلًَو اابِّيَط الً َلََح ِضأرَ ألْا يِف اَّمِم اىُلُك ُساَّىلا اَهُّيَأ اَي ٌّوُدَع أمُكَل ُهَّوِإ ۚ ِناَطأيَّشلا ِتاَىُطُخ
هيِبُم
Artinya: "Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu."
(QS. Al Baqarah: 168).
Dari surat Al-baqarah ayat 168 diatas dapat disimpukan bahwa manusia diperintahkan oleh Allah Swt untuk memakan makanan yang halal yaitu yang tidak haram, baik zatnya maupun cara memperolehnya. Dan selain halal, makanan juga harus yang baik, yaitu yang sehat, aman, dan tidak berlebihan.
Makanan dimaksud adalah yang terdapat di bumi yang diciptakan Allah untuk seluruh umat manusia, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan yang selalu merayu manusia agar memenuhi kebutuhan jasmaninya walaupun dengan cara yang tidak sesuai dengan ketentuan Allah.
Brownies Kukus Mar’atussholihah merupakan salah satu bisnis kuliner Pekanbaru yang menggunakan bahan berkualitas dan juga halal tentunya dengan menggunakan bahan dasar yaitu tepung, coklat batang, coklat bubuk, telur, dan gula. Brownies Kukus Mar’atussholihah juga merupakan salah satu home industri Pekanbaru yang telah dirintis sejak tahun 2013. Awalnya Brownies Kukus Mar’atussholihah ini hanya menjual produknya dirumah saja
7Departemen Agama RI, Al-Qur’an danTerjemahnya, (Bandung: CV. Penerbit J-Art, 2005),h. 26
6
yaitu di Jl. Eka Tunggal, Gg. Bina Ummah II, namun seiring dengan berkembangnya usaha, owner menitipkan produknya sejak 19 Agustus 2019 di pusat oleh-oleh Pekanbaru yaitu di Insyira Oleh-oleh Pekanbaru yang beralamat di Jl. Arifin Ahmad dan juga di Klinik Selera di Jl. Prof. M Yamin, Bangkinang.
Tabel I.1
Daftar Penjualan Brownies Kukus Mar’atussholihah Juni 2021 – November 2021
Sumber: Dokumentasi Penjualan Brownies Kukus Mar’atussholihah
Dari data diatas diperoleh bahwa Brownies Kukus Mar’atussholihah pada bulan Juni dan Juli 2021 mengalami penurunan pada saat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dalam upaya mencegahan rantai penularan Covid-19. Namun setelah PPKM selesai jumlah konsumen meningkat dari bulan Juli 2021 sampai September 2021 mengalami kenaikan setiap bulannya. Berdasarkan hasil wawancara dari Ibu Niswah Raudhatul Jannah selaku owner Brownies Kukus Mar’atussholihah mengenai kondisi lapangan mengatakan bahwa kenaikan pengunjung biasanya terjadi pada saat akhir pekan, libur nasional dan juga saat libur sekolah. Persaingan yang ketat disetiap bidang usaha membuat bisnis yang dijalankan mengalami kenaikan
No Bulan Produk
1 Juni 544 Kotak
2 Juli 512 Kotak
3 Agustus 585 Kotak
4 September 656 Kotak
5 Oktober 596 Kotak
6 November 624 Kotak
dan penurunan penjualan. Setelah kasus Covid-19 menurun penjualan sudah kembali stabil bahkan penjualan semakin meningkat.Tekstur brownies yang lembut dan rasa manis coklat yang legit serta topping yang melimpah membuat permintaan terus bertambah.8
Berdasarkan pra riset dari salah satu konsumen brownies kukus mar’atussholihah ibu Annisa mengatakan bahwa Brownies Kukus Mar’atussholihah sangat enak, dengan tekstur yang lembut serta coklat yang melimpah dan juga harga yang ditawarkan oleh Brownies Kukus Mar’atussholihah sangat terjangkau yaitu Rp. 35.000/kotak.9
Selain itu peneliti juga melakukan wawancara pra riset dengan ibu Tri beliau mengatakan Brownies Kukus Mar’atussholihah memang enak, seperti rasa brownies kukus pada umumnya dan yang menjadi kelebihan dari Brownies Kukus Mar’atussholihah yaitu teksturnya yang sangat lembut10
Seperti yang kita ketahui, banyak penelitian empiris yang telah dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang turut mempengaruhi keputusan konsumen terhadap suatu produk atau jasa. Kualitas produk yang baik akan menciptakan, mempertahankan kepuasan, serta menjadikan konsumen yang loyal.11 Bagi pihak manajemen kepuasan konsumen sangat penting, karena jika kualitas produk dan harga itu dapat memuaskan perasaan konsumen
8Niswah, Owner Brownies Kukus Mar’atussholihah, Wawancara, Pekanbaru: 10 Desember 2021
9Annisa, Konsumen Brownies Kukus Mar’atussholihah, Wawancara, Pekanbaru: 6 Januari 2022
10Tri, Konsumen Brownies Kukus Mar’atussholihah, Wawancara, Pekanbaru: 6 Januari 2022
11Dinanti Deswika Haryani. Pengaruh Harga, Kualitas Produk, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Konsumen Pempek Selamat Kota Jambi,h. 7
8
maka akan berdampak positif bagi sebuah bisnis. Menurut Kotler apabila konsumen sudah merasa puas dan nyaman dengan apa yang diberikan oleh pihak rumah makan, maka mereka akan kembali dan menciptakan loyalitas, tentu hal ini berdampak baik pada posisi keuangan perusahaan dan perusahaan bisa saja mendapat laba yang maksimum.12
Jadi untuk dapat mengetahui sejauh mana pengaruh kualitas produk dan harga dalam mempengaruhi minat konsumen, maka penulis mengambil judul penelitian : Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Minat Konsumen Pada Brownies Kukus Mar’atussholihah Menurut Ekonomi Syariah
B. Batasan Masalah
Agar masalah yang diteliti menjadi lebih fokus sehingga tujuan penelitian dapat tercapai dalam waktu yang singkat dan terkontrol dengan baik, Penelitian ini difokuskan padaPENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP MINAT KONSUMEN PADA BROWNIES KUKUS MAR’ATUSSHOLIHAH MENURUT EKONOMI SYARIAH
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah adapengaruh kualitas produk terhadap minat konsumen pada Brownies Kukus Mar’atussholihah ?
12 Philip Kotler. Manajemen Pemasaran. (Jakarta: PT. Mandiri abadi.2002), h. 42
2. Apakah ada pengaruh harga terhadap minat konsumen pada Brownies Kukus Mar’atussholihah ?
3. Bagaimana pengaruh kualitas produk dan harga secara simultan terhadap minat konsumen pada Brownies Kukus Mar’atussholihah ?
4. Bagaimana tinjauan Ekonomi Syariah terhadap minat konsumen pada Brownies Kukus Mar’atussholihah ?
D. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap minat konsumen pada Brownies Kukus Mar’atussholihah
b. Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap minat konsumen pada Brownies Kukus Mar’atussholihah
c. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan harga secara simultan terhadap minat konsumen pada Brownies Kukus Mar’atussholihah
d. Untuk mengetahui bagaimana tinjauan Ekonomi Syariah terhadap minat konsumen pada Brownies Kukus Mar’atussholihah
2. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan manfaat yang hendak di capai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Bagi peneliti dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai terapan ilmu dan teori yang telah diperoleh selama masa perkuliahan
10
serta membandingkannya dengan fakta dan kondisi rill yang terjadi dilapangan dan mengetahui lebih lanjut tentang pengaruh kualitas produk dan harga terhadap minat konsumen pada Brownies Kukus Mar’atussholihah
b. Bagi masyarakat umum dapat memberikan pengetahuan lebih berkaitan dengan pengaruh kualitas produk dan harga terhadap minat konsumen pada Brownies Kukus Mar’atussholihah
c. Bagi Akademisi dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan di jurusan Ekonomi Syariah.
d. Bagi UIN SUSKA RIAU penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap proses pembelajaran. Khususnya jurusan Ekonomi Syariah, serta dapat menjadi acuan atau referensi bagi penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan tema penelitian ini.
E. Sistematika Penulisan
Rangkaian sistematika penelitian terdiri dari lima bab, masing-masing bab diperinci lagi menjadi beberapa sub-sub yang saling berhubungan antara satu dan lainnya. Adapun sistematika penulisan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Terdiri dari Latar Belakang Masalah, Batasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Dan Manfaat Penelitian, Dan Sistematika Penulisan.
BAB II : KAJIAN PUSTAKA
Terdiri dari Pengertian Kualitas Produk, Dimensi Kualitas Produk, Tingkatan Produk, Prinsip Produksi dalam Islam, Tujuan Produksi dalam Ekonomi Syariah Pengertian Harga, Penetapan Harga, Tujuan Penetapan Harga, Pengertian Minat Konsumen, Faktor Yang Mempengaruhi Minat Konsumen, Minat Konsumen Menurut Ekonomi Syariah.
BAB III : METODE PENELITIAN
Terdiri dari Gambaran Umum Lokasi Penelitian, Lokasi Penelitian, Subjek Dan Objek Penelitian, Populasi Dan Sampel Penelitian, Jenis Penelitian, Sumber Data, Teknik Pengumpulan Data, Teknik Penulisan, Dan Analisa Data.
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Terdiri dari Rumusan Masalah, yang terdiri dari PengaruhKualitas Produk dan Harga Terhadap Minat Konsumen Pada Brownies kukus Mar’atussholihah Ditinjau Menurut Ekonomi
BAB V : PENUTUP
Bab Terakhir Yang Berisikan Tentang Kesimpulan dan Saran.
12 BAB II
KAJIAN PUSTAKA A. Kualitas Produk
1. Pengertian Kualitas Produk
Menurut Thamrin Abdullah dan Francis Tantri Kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik suatu barang atau jasa yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan maupun tersirat. Jelas ini adalah definisi kualitas yang berpusat pada pelanggan. Pelanggan memiliki kebutuhan dan pengharapan tertentu. Kita bisa menyatakan bahwa penjual tertentu berkualitas bila produk dan pelayanannya memenuhi atau melebihi harapan pelanggan1
Menurut Kotler dan Amstrong, kualitas produk adalah karakteristik dari produk dalam kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang telah ditentukan dan bersifat laten. Sedangkan menurut Garvin kualitas adalah keunggulan yang dimiliki oleh produk tersebut.
Kualitas dalam pandangan konsumen adalah hal yang mempunyai ruang lingkup tersendiri yang berbeda dengan kualitas dalam pandangan produsen saat mengeluarkan suatu produk yang biasa dikenal kualitas sebenarnya.2 Kualitas produk merupakan kemampuan suatu produk untuk
1 Thamrin Abdullah dan Francis Tantri, Manajemen Pemasaran, Jakarta: Rajawali Pers,
2013, h. 44
2Friani Gloria Igir dkk, “Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Daihatsu Grand Max Pick Up (Studi pada PT. Astra International Tbk Daihatsu Cabang Mala layang)” Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 6 No. 2 (2018),h. 88
melaksanakan fungsinya, meliputi keandalan, daya tahan, ketepatan, kemudahan operasi dan perbaikan produk, sertaat ribut bernilai lainnya.3Apabila suatu produk dapat menjalankan fungsinya maka produk tersebut dapat dikatakan mempunyai kualitas baik.
Husein Umar mendefinisikan kualitas produk merupakan hal penting bagi konsumen baik berupa barang maupun jasa.4 Menurut Kotler, mayoritas produk terdapat dalam satu diantara empat kategori kualitas, yaitu: kualitas rendah, kualitas rata-rata sedang, kualitas baik dan kualitas sangat baik. Beberapa dari atribut yang disebutkan diatas dapat diukur secara objektif. Namun demikian dari sudut pandang pemasaran kualitas harus diukur dari segi persepsi pembeli mengenai kualitas produk tersebut.5 Philip Kotler dan Lene Kevin Keller mendefinisikan produk sebagai salah satu unsur bauran pemasaran yang sangat strategis terhadap peningkatan volume penjualan.6 Produk akan menjadi hal yang penting, karena produk akan dinikmati oleh para konsumen, sehingga penentuan kualitas dan kuantitas sangat krusial.
2. Dimensi Kualitas Produk
Dimensi kualitas produk menurut Orville, Larreche, danBoyd, apabila perusahaan ingin mempertahankan keunggulankompetitifnya dalam pasar, perusahaan harus mengerti aspekdimensi apa saja yang digunakan oleh konsumen untukmembedakan produk yang dijual
3Kotler dan Amstrong, Dasar-dasar Pemasaran, (Jakarta: Perhallindo, 2010),h. 27
4Husein Umar, Studi Kelayakan Bisnis, (Jakarta: GramediaPustakaUtama,2003),h. 93
5Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, Edisi 12 Jilid 2 (Jakarta: Indeks, 2008), h. 330
6 Philip Kotler & Lene Kevin Keller, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: Prenhallindo, 2008), h. 519.
14
perusahaan tersebut dengan produk pesaing.7 Menurut Tjiptono terdapat beberapa dimensikualitas produk, yaitu:
a. Kinerja (performance)
Hal ini berhubungan dengan aspek fungsional suatu produk dan merupakan manfaat terpenting yang harus dipertimbangkan pelanggan sebelum membeli suatu produk.
b. Keistimewaan Tambahan (Features)
Yaitu perfoma produk yang berfungsi untuk menambahdaya tarik produk tersendiri. Dimensi fitur merupakan karakteristik tambahan yang melengkapi manfaat dasar suatu produk. Apabila manfaat utama suatu produk sudah standar, maka fitur perlu ditambah untuk menambah kualitas produk.
c. Kehandalan (Reliability)
Hal tersebut berhubungan dengan probabilitas atau kemungkinan suatu produk mampu bekerja memuaskan atautidak serta keberhasilan menjalankan fungsinya selama digunakan dalam periode waktu tertentu dan dalam kondisiter tentu pula. Semakin kecil kondisi kerusakan, maka produk tersebut berkualitas.
d. Kesesuaian Spesifikasi (Conformance)
Hal tersebut berhubungan dengan kesamaan suatu produk dengan produk yang ditawarkan sebelumnya untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan tidak termasuk dalam cacat produk.
7 Orville, Larreche, Boyd, Akuntansi Manajemen, (Jakarta: Zifatama Publisher,2017),h.
103-104
e. Daya Tahan (Durability)
Yaitu usia suatu produk yang berubah ukuran daya tahan atau masa pakai produk. Apabila frekuensi penggunaan produk lebih besar maka daya tahan produk juga semakin besar.
f. Estetika (Ashtetics)
Karakteristik tentang nilai-nilai estetika yang berhubungan dengan penampilan/ display suatu produk untuk dilihat, aroma, rasa dan bentuk produk.8
3. Tingkatan Produk
Suatu produk akan mempunyai level produk sebagaiberikut:
a. Manfaat inti (Core Benefit) yaitu manfaat utama suatu produk.
b. Produk dasar (Basic Product) yaitu bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakan panca indera.
c. Produk yang diharapkan (Expected Product) yaitu serangkaian atribut produk dan kondisi produk yang diharapkan oleh pembeli ketika mereka membeli suatu produk
d. Produk yang ditingkatkan (Aughmented Product) yaitu suatu hal yang dapat membedakan antara produk yang ditawarkan oleh perusahaan dengan produk yang ditawarkan oleh pesaing.
e. Produk potensial (Potential Product) yaitu meliputi semua kemungkinan tambahan dan perubahan yang kemungkinan akan dialami sebuah produk atau penawaran di masa depan.9
8Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran Edisi 1 (Yogyakarta: Andi Offset,2001), h. 25.
16
4. Prinsip Produksi dalam Islam
Produksi mempunyai peranan penting dalam menentukan taraf hidup manusia dan kemakmuran suatu bangsa.10 Al-Qur’an telah meletakkan landasan yang sangat kuat terhadap produksi, seperti Q.S al- Qashash:73.
ن
“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya”. Q.S al-Qashash:7311
Ayat di atas menginterpretasikan bahwa Allah Saw menciptakan siang dan malam agar manusia dapat meraih rahmatNya. Rahmat tersebut dapat diperoleh dengan kerja akal manusia dalam mencapai kesejahteraan hidup. Korelasi ayat ini terhadap pemerataan kesejahteraan yang dilandasi oleh keadilandan kemaslahatan bagi seluruh manusia di muka bumi ini.
Dengan demikian, kepentingan manusia yang sejalan dengan moral Islam harus menjadi fokus dan target dari kegiatan produksi.
Firman Allah swt dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 168 sebagai berikut :
9Arman Hakim Nasution,dkk, Manajemen Pemasaran Untuk Enginering, (Yogyakarta:
Andi Offset, 2006),h. 117.
10Fita Nurotul Faizah, Tesis “TEORI PRODUKSI DALAM STUDI EKONOMI ISLAM MODERN (Analisis Komparatif Pemikiran Muhammad Baqir Al-Sadr dan Muhammad Abdul Mannan), (Semarang: UIN WALISONGO, 2018),h. 41
11Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Bandung: CV. Penerbit J-Art, 2005),h. 390
ۚ ِناَطْيَّشلا ِتاَىُطُخ اىُعِبَّتَت َلًَو اابِّيَط الً َلََح ِضْرَ ْلْا يِف اَّمِم اىُلُك ُساَّىلا اَهُّيَأ اَي َع ْمُكَل ُهَّوِإ
هيِبُم ٌّوُد
Artinya : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkahlangkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”
Menurut Syaikh Imam Al-Qurthubi, dalam bukunya yang berjudul Tafsirb Al-Qurthubi/Syeikh Imam Al-Qurthubi,makna kata halal itu sendiri adalah melepaskan atau membebaskan. Dan kata ini disebut halal karena ikatan larangan yang mengikat sesuatu itu telah dilepaskan. Sahal bin Abdillah mengatakan : ada tiga hal yang harus dilakukan jika seseorang ingin terbebas dari neraka, yaitu memakan makanan yang halal, melaksanakan kewajiban, dan mengikuti jejak Rasulullah saw.
Prinsip-prinsip produksi pada perspektif ekonomi Islam tidak jauh berbeda dengan sistem konvensional yang membedakannya adalah nilai (value) yang terkandung di dalamnya. Islam menambahkan beberapa poin nilai berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis Rasulullah saw dimana Islam memberikan arahan mengenai prinsip-prinsip produksi sebagai berikut, yaitu:12
12 Mustafa Edwin Naution, et all, Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam, Kencana Prenada Media Grup, Jakarta, 2006. hal 110-111
18
a. Tugas manusia di bumi adalah sebagi khalifah Allah Swt yakni manusia ditugasi untuk memakmurkan bumi dengan ilmu dan amalnya.
b. Islam selalu mendorong kemajuan di bidang produksi, menurut Yusuf Qordhawi, Islam membuka lebar penggunaan metode ilmiah yang didasarkan atas penelitian, eksperimen, dan perhitungan. Akan tetapi Islam tidak membenarkan penuhanan terhadap hasil karya ilmu pengetahuan dalam arti melepaskan diri dari Al-Qur’an dan Al hadis.
c. Teknik produksi diserahkan kepada keinginan dan kemampuan manusia, sesuai dengan sabda Nabi yaitu: “kalian lebih mengatahui urusan dunia kalian”
d. Dalam berinovasi dan bereksperimen, pada prinsipnya agama Islam menyukai kemudahan, menghindari kemudharatan dan memaksimalkan manfaat. Dalam Islam tidak terdapat ajaran yang memerintahkan membiarkan segala urusan berjalan dalam kesulitannya, karena berdalih dengan ketetapan dan ketentuan Allah, atau karena tawakal kepada-Nya, sebagaimana keyakinan yang terdapat di dalam agama-agama selain Islam. Tawakal dan sabar adalah konsep penyerahan hasil kepada Allah Swt, sebagai pemilik hak prerogative yang menentukan segala sesuatu setelah segala usaha dan persyaratan dipenuhi dengan optimal.
Dengan bertujuan kebahagiaan dunia dan akhirat, prinsip produksi dalam ekonomi Islam yang berkaitan dengan maqashid al-syari’ah antara lain:13
a. Kegiatan produksi harus dilandasi nilai-nilai Islam dan sesuai dengan maqashid al-syari’ah. Tidak memproduksi barang/jasa yang bertentangan dengan penjagaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan dan harta.
b. Prioritas produksi harus sesuai dengan prioritas kebutuhan yaitu dharuriyyat, hajyiyat dan tahsiniyat.
a) Kebutuhan dharuriyyat (kebutuhan primer) merupakan kebutuhan yang harus adadan terpenuhi karena bisa mengancam keselamatan umat manusia. Pemenuhan kebutuhan dhururiyat terbagi menjadi lima yang diperlukan sebagai perlindungan keselamatan agama, keselamatan nyawa, keselamatan akal, keselamatan atau kelangsungan keturunan, terjaga dan terlidunginya harga diri dan kehormatan seorang, serta keselamatan serta perlindungan atas harta kekayaan.
b) Kebutuhan hajiyyat (kebutuhan sekunder) merupakan kebutuhan yang diperlukan manusia, namun tidak terpenuhinya kebutuhan sampai mengancam eksistensi kehidupan manusia menjadi rusak, melainkan hanya sekedar menimbulkan kesulitan dan kesukaran.
13 Muhammad Turmudi, Produksi dalam Perspektif Ekonomi Islam, Jurnal ISLAMADINA, Volume XVIII, No. 1, Maret 2017,h. 46
20
c) Kebutuhan tahsiniyyat (kebutuhan tersier) merupakan kebutuhan manusia yang mendukung kemudahan dan kenyamanan hidup manusia.
c. Kegiatan produksi harus memperhatikan aspek keadilan, sosial, zakat, sedekah, infak dan wakaf.
d. Mengelola sumber daya alam secara optimal, tidak boros, tidak berlebihan serta tidak merusak lingkungan.
e. Distribusi keuntungan yang adil antara pemilik dan pengelola, manajemen dan buruh.
5. Tujuan Produksi dalam Ekonomi Syariah
Umar bin Khatab menjelaskan bahwatujuan produksi mencakup:14 a. Merealisasikan keuntungan seoptimal mungkin.
Berbeda dengan paham kapitalis yang berusaha meraih keuntungan sebesar mungkin, dalam Islam berproduksi berarti memerhatikan realisasi keuntungan dalam arti tidak sekadar berproduksi rutin atau asal produksi.
b. Merealisasikan kecukupan individu dan keluarga.
Seorang Muslim wajib melakukan aktivitas yang dapat merealisasikan kecukupannya dan kecukupan orang yang menjadi kewajiban nafkahnya.
14Lukman Hakim, Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam, (Jakarta: Erlangga,2012),70-72.
c. Tidak mengandalkan orang lain.
Umar bin Khattab tidak membolehkan orang yang mampu bekerja untuk menadahkan tangannya kepada orang lain dengan meminta- minta dan menyerukan kaum muslimin untuk bersandar kepada diri mereka sendiri, tidak mengharap apa yang di tangan orang lain.
d. Melindungi harta dan mengembangkannya.
Harta memiliki peranan besar dalam Islam. Sebab dengan harta, dunia dan agama dapat ditegakkan. Tanpa harta, seseorang tidak akan istiqamah dalam agamanya, dan tidak tenang dalam kehidupannya.
Urgensi harta menurut Umar bin Khattab penegakkan berbagai masalah dunia dan agama. Sebab, di dunia harta adalah sebagai kemuliaan dan kehormatan, serta lebih melindungi agama seseorang.
Di dalamnya terdapat kebaikan bagi seseorang, dan menyambungkan silaturahmi dengan orang lain. Karena itu, Umar bin Khattab menyerukan kepada manusia untuk memelihara harta dan mengembangkannya dengan mengeksplorasinya dalam kegiatan- kegiatan produksi.
e. Mengeksplorasi sumber-sumber ekonomi dan mempersiapkan untuk dimanfaatkan.
Sesungguhnya Allah Swt telah mempersiapkan bagimanusia banyak sumber ekonomi di bumi. Untuk itu, peranmanusia sebagai pengelola adalah mengeksplorasi dan memanfaatkannya.
22
f. Pembebasan dari belenggu ketergantungan ekonomi.
Produksi merupakan sarana terpenting dalam merealisasikan kemandirian ekonomi. Bangsa yang memproduksi kebutuhan- kebutuhanya adalah bangsa yang mandiri dan terbebas dari belenggu ketergantungan ekonomi bangsa lain. Sedangkan bangsa yang hanya mengandalkan konsumsi akan selalu menjadi tawanan belenggu ekonomibangsa lain. Sesungguhnya kemandirian politik dan peradaban suatu bangsa tidak akan sempurna tanpa kemandirian ekonomi.
g. Taqarrub kepada Allah Swt
Seorang produsen Muslim akan meraih pahala dari sisi Allah Swt disebabkan aktivitas produksinya, baik tujuan untuk memperoleh keuntungan, merealisasi kemapanan, melindungi harta dan mengembangkannya atau tujuan lain selama ia menjadikan aktivitasnya tersebut sebagai pertolongan dalam menaati Allah Swt.
B. Harga
1. Pengertian Harga
Dalam ekonomi teori, pengertian harga, nilai dan utility merupakan konsep yang saling berhubungan. Yang dimaksud utility ialah atribut yang melekat pada suatu barang yang memungkinkan barang tersebut dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan memuaskan konsumen.15
15Buchari Alma, Manajemen Pemasaran Dan Pemasaran Jasa, (Penerbit Alfabeta 2011),h. 169
Monroe mengatakan bahwa harga merupakan seberapa besar pengorbanan (sacrifice) yang diperlukan untuk membeli suatu produk sekaligus dijadikan sebagai indicator level of quality.16 Sedangkan Harga menurut Kotler dan Amstrong adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk sebuah produk dan jasa. Lebih jauh lagi, harga adalah sejumlah nilai yang konsumen tukarkan untuk jumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang atau jasa.
Harga merupakan hal yang diperhatikan konsumen saat melakukan pembelian. Sebagian konsumen bahkan mengidentifikasikan harga dengan nilai. Menurut Swastha, Husein Umar mendefinisikan harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual malaluitawar-menawar, atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli.17 Sementara itu, dari sudut pandang konsumen harga sering kali digunakan sebagai indikator nilai bila mana harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau jasa. Nilai (Value) dapat didefinisikan sebagai perbandingan dari manfaat yang didapatkan dari sebuah produk dengan harga yang dibayarkan. Pada harga tertentu, bila manfaat yang didapatkan dari konsumen meningkat, maka nilainya akan meningkat pula. Demikian pula sebaliknya, pada tingkat tertentu, nilai suatu barang atau jasa akan
16Ibid., h. 109
17Husein Umar, Studi Kelayakan Bisnis, (Jakarta: GramediaPustakaUtama, 2003),h. 71
24
meningkat sering dengan meningkatnya manfaat yang didapatkan. Secara garis besar peranan harga dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Harga yang dipilih berpengaruh langsung terhadap tingkat permintaan dan menentukan tingkat aktivitas. Harga yang terlampau mahal atau sebalinya terlalu murah berpotensi menghambat pengembangan produk.
Oleh sebab itu pengukuran sensitivitas harga amat penting dilakukan.
b. Harga merupakan alat atau wahana langsung untuk melakukan perbandingan antar produk atau merek yang saling bersaing. Dengan kata lain harga adalah “Forced point of contact between competitors”.
c. Strategi penetapan harga harus selaras dengan komponen bauran pemasaran lainnya. Harga harus dapat menutup biaya pengembangan, promosi, dan distribusi produk.18
2. Indikator Harga
Indikator harga menurut Mursid:
1.) Harga yang kompetitif yaitu harga yang ditawarkan lebih kompetitif dari pesaing
2.) Kesesuaian harga dengan harga pasar yaitu kesesuaian harga dengan harga pasar
3.) Kesesuaian harga dengan kualitas produk yaitu harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas produk
4.) Angsuran yaitu pembayaran yang bisa diangsur sampai jangka waktu tertentu19
18FandyTjiptono , Anastasia Diana, Manajemen Pemasaran, (Yogyakarta:C.VANDO OFFSET,2016),h. 219-220.
3. Penetapan Harga
Penetapan harga merupakan suatu masalah ketika perusahaan harus menentukan harga untuk pertamakali. Penetapan harga merupakan tugas kritis yang menunjang keberhasilan operasi organisasi profit maupun non- profit.20 Penetapan harga merupakan suatu masalah jika perusahaan akan menetapkan harga untuk pertama kalinya. Hal ini terjadi ketika perusahaan mengembangkan atau memperoleh produk baru, ketika akan memperkenalkan produknya ke saluran distribusibaru atau daerah baru, ketika akan melakukan penawaran atas suatu perjanjian kerja baru.21 Perusahaan haruslah mempertimbangkan banyak faktor dalam menyusun kebijakan dalam menetapkan harganya.
a. Memilih Sasaran Harga
Perusahaan pertama-tama harus memutuskan apa yangia ingin capai dengan suatu produk tertentu. Jika perusahaan tersebut telah memilih pasar sasaran dan penentuan posisi pasarnya dengan cermat, maka strategi bauran pemasarannya termasuk harga akan cukup mudah.
b. Menentukan permintaan
Setiap harga yang ditentukan perusahaan akan membawa kepada tingkat permintaan yang berbeda oleh karenanya akan mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap sasaran pemasarannya, sehingga
19Agus Sugiyanto, “Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Di Alfa Midi Pada Masyarakat Kronjo Kabupaten Tangerang” Jurnal inovasi Vol. 19 (2019),h.
1933
20Azmiani Batubara, Rahmat Hidayat, Pengaruh Penetapan Harga dan Promosi Terhadap Tingkat Penjualan Tiket Pada PSA Mihin Lanka Airlines‖, Jurnal Ilman,Vol.4, No.1 Februari 2016,h. 36.
21Fandy Tjipto, Op.Cit,h. 635.
26
permintaan menggambarkan jumlah unit yang akan dibeli oleh pasarpada periode tertentu atas alternative harga yang mungkin ditetapkan selama periode itu.
c. Memperkirakan harga
Permintaan umumnya membatasi harga tertinggi yang dapat di tentukan perusahaan bagi produknya dan perusahaan menetapkan biaya yang terendah. Perusahaan ingin menetapkan harga yang dapat menutupi biaya dalam menghasilkan, mendistribusikan, dan menjual produk, termasuk pendapatan yang wajar atas usaha dan resiko yang dihadapinya.
Harga yang kompetitif yaitu harga yang ditawarkan lebih kompetitif dari pesaing22
4. Tujuan Penetapan Harga
Tujuan penetapan harga merujuk pada tujuan yang ingindidapatkan produsen sebagai akibat dari keputusan penetapan harga. Tujuan ini dapat dibagi menjadi dua kategori:
a. Penetapan harga untuk memaksimalkan laba, jika harga terlalu rendah, perusahaan akan menjual banyak unit produk tetapi kehilangan peluang untuk menciptakan laba tambahan atas setiap produk. Jika harga terlalu tinggi, laba besar akantercipta atas masing-masing unit tetapi lebih sedikit unit yang terjual.
b. Tujuan pangsa pasar,banyak perusahaan yang siap menerima laba mnimal, bahkan kerugian, hanya supaya pembeli bisa mencoba
22Thamrin Abdullah dan Francis Tantri, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada:2012),h. 171.
produk. Mereka bisa menggunakanpenentuan harga untuk membangun pangsa pasar, presentasidari total penjualan perusahaan untuk jenis produk tertentu. Strategi penetapan harga merupakan faktor penting karena memilki dampak langsung pada pendapatan dan sangat fleksibel. Ada tiga pilihan untuk penetapan harga produk yang sudah ada:
1) Penetapan harga di atas pasar, memanfaatkan asumsi-asumsi umum bahwa harga lebih tinggi berarti mutu lebih tinggi.
2) Penetapan harga di bawah pasar, berungsi jika perusahaan dapat menawarkan produk dengan mutu yang dapat diterima dengan menjaga biaya di bawah biaya pesaing yang menetapkan harga lebih tinggi.
3) Penetapan harga mendekati harga pasar, adalah pilihanlain yang sering ditempuh.23
5. Konsep Harga Dalam Islam
Menurut jumhur ulama telah sepakat bahwa Islam menjunjung tinggi mekanisme pasar bebas, maka hanya dalam kondisi tertentu saja pemerintah dapat melakukan kebijakan penetapan harga.Prinsip dari kebijakan ini adalah mengupayakan harga yang adil, harga yang normal atau sesuai harga pasar. Dalam penjualan Islam, baik yang bersifat barang
23 Ricky W.Grifin, Ronald J Ebert, Bisnis Edisi Delapan Jilid 1, (Erlangga, 2007),h. 329
28
maupun jasa, terdapat norma, etika agama dan perikemanusiaan yang menjadi landasan pokok bagi pasar Islam yang bersih, yaitu:24
a. Diharamkan larangan menjual atau memperdagangkan barang-barang yang tidak diperbolehkan
b. Bersikap benar, amanah dan jujur
c. Menegakkan keadilan dan mengharamkan riba d. Menerapkan kasih sayang
e. Menegakan toleransi keadilan
Ajaran Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kesempurnaan mekanisme pasar. Mekanisme pasar yang sempurna merupakan resultan dari kekuatan yang bersifat massal, yaitu merupakan fenomenal alamiyah. Pasar yang bersaing sempurna menghasilkan harga yang adil bagi penjual maupun pembeli. Oleh karena itu, Islam sangat memperhatikan konsep harga yang adil dan mekanisme pasar yang sempurna.
Dalam kegiatan ekonomi tidak boleh ada pihak yang dirugikan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat279:
24 Agus Sugiyanto, “Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Di Alfa Midi Pada Masyarakat Kronjo Kabupaten Tangerang” Jurnal inovasi Vol. 19 (2019),h. 1933
ُكِلاَىْمَا ُس ْوُءُر ْمُكَلَف ْمُتْبُت ْنِاَو ۚ هِلْىُسَرَو ِ هّاللّ َهِّم ٍب ْرَحِب اْىُوَذْأَف اْىُلَعْفَت ْمَّل ْنِاَف ْۚم
َنْىُمَلْظُت َلًَو َنْىُمِلْظَت َلً
Artinya:
“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu dan jika kamu bertaubat (dari pengambila riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak pula dianiaya.25
Islam mengharuskan untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan dimana berlaku adil harus didahulukan dari berbuat kebajikan. Dalam perniagaan, persyaratan adil yang paling mendasar adalah menentukan mutu danukuran (takaran maupun timbangan). Berlaku adil akan dekat dengantakwa, karena itu berlaku tidak adil akan membuat seseorang tertipu pada kehidupan dunia. Karena itu perniagaan, Islam melarang untuk menipu bahkan sekedar membawa kondisi yang dapat menimbulkan keraguanyang dapat menyesesatkan atau gharar.
C. Minat Konsumen
1. Pengertian Minat Konsumen
Menurut Keller, minat konsumen adalah seberapa besar kemungkinan konsumen membeli suatu merek atau seberapa besar
25 Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya, (Surabaya: Duta Ilmu, 2005),h.
59
30
kemungkinan konsumen untuk berpindah dari satu merek kemerek lainnya.
Thamrim berpendapat minat beli konsumen merupakan bagian dari komponen prilaku konsumen dalam sikap mengonsumsi, kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan.26 Sedangkan Mittal, menemukan bahwa fungsi dari minat konsumen merupakan fungsi dari mutu produk dan mutulayanan. Menurut Faradiba dan Sri Rahayu Tri Astuti minat beli adalah tahap kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksankan.27 Menurut Sridhar Samu, salah satu indikator bahwa suatu produk sukses atau tidak di pasar adalah seberapa jauh tumbuhnya minat beli konsumen terhadap produk tersebut. Menurut Howard, intention to buy didefinisikan sebagai pernyataan yang berkaitan dengan batin yang mencerminkan rencana dari pembeli untuk membeli suatu merek tertentu dalam suatu periode waktu tertentu.28 Pembeliannya merupakan sasaran akhir konsumen dimana minat beli merupakan pernyataan mental konsumen yang merefleksikan perencanaan untuk membeli sejumlah produk dengan merk tertentu, pengetahuan akan produk yang akan dibeli sangat diperlukan oleh konsumen.29 Menurut Moh. Martono dan Sri Setyo
26Thamrim, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta: PenerbitAndi, 2003),h. 142.
27Faradiba, Sri Rahayu Tri Astuti, ―Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Harga, Lokasi dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Beli Ulang Konsumen, Journal Of Management,Vol.2 No.3, 2013,h. 2.
28Gogi Kurniawan, Perilaku Konsumen Dalam Membeli Produk Beras Organik Melalui Ecommerce, (Mitraabisatya, 2020),h. 49
29Durianto, Darmadi,dkk, Strategi Menaklukan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Prilaku Merk, (Jakarta: PT. Gramedia Utama,2003),h. 112.
Iriani,customer buying decision- all their experience in learning, choosing, using, even disposing of a product, yang kurang lebihmemiliki arti minat beli konsumen adalah sebuah prilakukonsumen dimana konsumen mempunyai keinginan dalammembeli atau memilih suatu produk, berdasarkan pengalamandalam memilih, menggunakan dan mengonsumsi atau bahkanmenginginkan suatu produk. Faktor yang mempengaruhi minatbeli berhubungan denganperasaan dan emosi, bila seseorang merasa senang dan puas dalam membeli barang atau jasa maka hal itu akan memperkuat minat membeli.30
2. Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli Konsumen
Menurut Phiip Kotler untuk menganalisa pembelian konsumen ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengaruhi pembelian konsumen.
Faktor – faktor tersebut adalah:
1.) Faktor yang berkaitan dengan pembeli 2.) Faktor yang berkaitan dengan produk
3.) Faktor yang berkaitan dengan situasi penjualan 4.) Faktor yang berkaitan dengan situasi kultur
Masing – masing faktor tersebut memberi dampak yang berbeda pada tiap-tiap konsumen. Oleh karena itu kejelian pemasar disini dituntut untuk dapat mengidentifikasikan faktor pembelian atas produk yang
30Moh. Martono, Sri SetyoIriani, ―Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Harga Dan Promosi Terhadap Minat Beli Konsumen Produk Batik Sendang Duwur Lamongan”, Jurnal Ilmu Manajemen,Vol 2,No.2, April 2014,h. 690.
32
dipasarkan. Kemampuan pemasar dalam hal ini akan sangat membantu perusahaan untuk dapat meningkatkan penjualan produknya.31
Faktor yang membentuk minat beli konsumen menurut Desi Arista dan Sri Rahayu Tri Astuti:
a. Sikap orang lain, sejauh mana sikap orang lain mengurangi alternative yang disukai seseorang akan bergantung pada duahal yaitu, intensitas sifat negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen dan motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain.
b. Faktor situasi yang tidak terantisipasi, faktor ini nantinya akan dapat mengubah pendirian konsumen dalam melakukan pembelian. Hal tersebut tergantung daripemikiran konsumen sendiri, apakah dia percaya didalam memutuskan akan membeli suatu barang atau tidak.32
3. Tahap-tahap Dalam Menentukan Minat Konsumen
Dalam menentukan minat beli konsumen juga dapat dipengaruhi oleh ciri – ciri kepribadiannya, termasuk usia, pekerjaan, keadaan ekonomi.
Perilaku konsumen akan menentukan peroses pengambilan keputusan dalam menentukan minat. Menurut kotler ada beberapa tahap dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian antara lain:
31Suprihati dan Wikan Budi Utami, “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen dalam Keputusan Pembelian Mobil Pribadi Di Kelurahan Gonilan Kabupaten Sukoharjo” Jurnal Paradigma Vo. 13 No. 01(2015),h. 105
32Desi Arista, Sri Rahayu Tri Astuti, Analisis Pengaruh Iklan, Kepercayaan Merek, dan Citra Merek Terhadap Minat Beli Konsumen, Aset,Vol.13, N0.1, Maret2011,h. 39
1.) Merupakan faktor terpenting dalam melakukan proses pembelian dimana pembeli akan mengenali suatu masalah atau kebutuhan
2.) Pencarian Informasi
Seorang selalu mempunyai minat atau dorongan untuk mencari informasi. Apabila dorongan tersebut kuat dan obyek yang dapat memuaskan kebutuhan itu tersedia maka konsumen akan bersedia untuk membelinya
3.) Evaluasi Alternatif
Konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan aternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya
4.) Keputusan Pembeli
Setelah konsumen mempunyai evaluasi alternatif maka konsumen akan membuat keputusan untuk membeli. Penilaian keputusan menyebabkan konsumen membentuk piihan merek di antara beberapa merek yang tersedia.33
4. Minat Beli Konsumen Menurut Ekonomi Syariah
Sebelum melakukan pembelian, seorang penjual harus bisa membangkitkan minat beli konsumen.Salah satu caranya ialahdengan memperindah tampilan produk dan membuat promosi menarik mungkin agar calon konsumen bisa melihat dan mau mencari informasi mengenai produk yang ditawarkan penjual. Dalam
33Ibid.,h. 105
34
melakukan suatu usaha untuk menarik minat belikonsumen itu tidak gampang, kepada mereka yang memilikikeputusan pembelian. Jadi sebagai penjual harus kreatif agar bisamendapatkan pembeli dan menjadikannya pelanggan.Jika usahayang dilakukan sudah maksimal, pasti aka nada hasil yangmemuaskan.
Firman Allah dalam Al-Qur’an tentang balasan usaha QS.An- Najm:39-40.34
هيَرُي َف ْىَس ۥُهَيْعَس َّنَأَو هًَعَس اَم َّلًِإ ِه هَسوِ ْلِْل َسْيَّل نَأَو
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya)”
Kehendak seseorang untuk membeli atau memiliki suatu barang/jasa bisamuncul karena faktor kebutuhan ataupun faktor keinginan. Kebutuhan ini terkait dengan segala sesuatu yang harus di penuhi agar suatu barang berfungsi secara sempurna. Keinginan adalah terkait dengan hasrat atau harapan seseorang yang jika dipenuhi belum tentu akan meningkatkan kesempurnaan fungsi manusia atau pun suatu barang.
Ajaran Islam tidak melarang manusia untuk memenuhi kebutuhan ataupun keinginannya, selama dengan pemenuhan tersebut, maka martabat manusia bisa meningkat. Semua yang ada di bumi ini diciptakan untuk kepentingan manusia, namun manusia diperintahkan
34Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Bandung: CV. Penerbit J-Art, 2005),h. 531
untuk mengonsumsi barang/jasa yang halal dan baik saja secara wajar, tidak berlebihan. Pemenuhan kebutuhan ataupun keinginan tetap dibolehkan selama hal itu mampu menambah mashlahah atau tidak mendatangkan mudharat.35
D. Model Kerangka Berfikir
Kerangka berpikir atau kerangka pemikiran adalah dasar pemikiran dari penelitian yang disintesiskan dari fakta-fakta, observasi dan telaah kepustakaan.36 Kerangka pemikiran yang baikada apabila peneliti mengidentifikasikan variabel-variabel penting yang sesuai dengan permasalahan penelitidan secara logis mampu menjelaskan keterkaitan antarvariabel. Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat yaitu pengaruh variabel X terhadap Y. Dalam penelitian ini hubungan antara variabel bebas yaitu Kualitas Produk (X1) Harga (X2) Minat Konsumen (Y).
Gambar II.1 Kerangka Berpikir
35Beni Rizki, Analis Pengaruh Iklan Flexi Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi pada Masyarakat Kec. Tampan Pekanbaru), Skripsi (Program Studi Manajemen UIN SUSKA Riau, Pekanbaru, 2012), h. 36-37.
36Dominikus Dolet Unaradjan, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta:Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, 2019),h. 92
Kualitas Produk (X1)
Minat Konsumen
(Y) Harga
(X2)
36
E. Hipotesis Penelitian
Hipotesisadalah pernyataan atau anggapan yang sifatnya sementara tentang fenomena tertentu yang akan diselidiki37. Dikatakan sementara, karenajawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relavan, belum didasarkan fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.
Dalam penelitian tentang pengaruh kualitas produk dan harga terhadap minat konsumen Brownies Kukus Mar’atussholihah maka hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari permasalahan penelitian dan masih harus dibuktikan secara empiris.
H1 = Kualitas produkberpengaruh positif secara parsial terhadap minat konsumen Brownies Kukus Mar’atussholihah
H2 =Harga berpengaruh positif secara parsial terhadap minat konsumen Brownies Kukus Mar’atussholihah
H3 = Kualitas produk dan harga berpengaruh positif secara simultan terhadap minat konsumen Brownies Kukus Mar’atussholihah.
F. Penelitian Terdahulu
Dalam studili teratur ini, peneliti mencantumkan beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh pihak lain sebagai bahan rujukan dalam mengembangkan materi yang ada dalam penelitian yang dibuat oleh peneliti:
37Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian dengan Statistik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), h.
17