• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Layanan COD dan Gratis Ongkir Terhadap Minat Beli Konsumen Pada e-commerce Shopee

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengaruh Layanan COD dan Gratis Ongkir Terhadap Minat Beli Konsumen Pada e-commerce Shopee"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Naskah diterima: 15-09-2023 , di-review : 27-09-2023 , disetujui : 30-09-2023

Pengaruh Layanan COD dan Gratis Ongkir Terhadap Minat Beli Konsumen Pada e-commerce Shopee

Khairul Marlin

a.1

, R Dilla Juniati

b.2

, Khairulis Shobirin

c.3

a,b,cUIN Mahmud Yunus Batusangkar, Jl Sudirman No.137, Batusangkar, Indonesia

1[email protected], 2[email protected],

3[email protected]

Abstract

The purpose of this study is to find out how much impact COD services and free of charge are on student purchasing interest in Shopee e-commerce. The type of research is field research with a quantitative approach. Data Collection Technique using questionnaires. The population in this study is students of Sharia Business Management Study Program Faculty of Islamic Economics and Business UIN Mahmud Yunus Batusangkar force 2019, 2020, 2021 and 2022 who use and shop at e-commerce Shopee with criteria have made a minimum purchase of five times and a minimum of spending Rp.200,000. The sample in the study was determined by the Slovin formula, which is 145 respondents. Data processing is done with the help of SPSS applications. The results of the study showed that partially the variable COD (X1) service had a significant effect on the interest of buying (Y) students in e-commerce Shopee in Sharia Business Management Study Program students FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar, the free variable of the disk (X2) also had a significant effect on the interest of buying (Y) student of Shopee e-commerce at students of Sharia Business Management Study Program FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Simultaneously, COD (X1) and free (X2) services together affect the variable interest of purchasing (Y) students in e-commerce Shopee on study in Sharia Business Management Study Program FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Keyword: Purchase Interest; COD Service; Free Postage Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh layanan COD dan gratis ongkir terhadap minat beli mahasiswa di e-commerce Shopee. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar angkatan 2019, 2020, 2021 dan 2022 yang menggunakan dan berbelanja di e-commerce Shopee dengan kriteria sudah pernah melakukan pembelian minimal sebanyak lima kali dan minimal belanja Rp.200.000. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan rumus Slovin yaitu sebanyak 145 responden. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS.

Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial variabel layanan COD (X1) berpengaruh signifikan terhadap minat beli (Y) mahasiswa di e-commerce Shopee pada mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar, variabel gratis ongkir (X2) juga berpengaruh signifikan terhadap minat beli (Y) mahasiswadi e-commerce Shopee pada mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Secara simultan layanan COD (X1) dan gratis ongkir (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel minat beli (Y) mahasiswa pada e-commerce Shopee pada studi pada mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Kata Kunci: Minat Beli; Layanan COD; Gratis Ongkir.

1. Pendahuluan

E-commerce atau perdagangan elektronik merupakan kegiatan jual beli barang yang dilakukan dengan menggunakan jasa internet, serta melakukan transfer uang dan data untuk melaksanakan transaksi ini. e-commerce sering digunakan untuk melakukan penjualan produk fisik secara online, tetapi juga dapat menggambarkan segala jenis transaksi komersial yang difasilitasi melalui internet (shopify, 2019). E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektonik, sistem inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. Sehingga dapat dikatakan bahwa ecommerce adalah suatu pemasaran barang atau jasa melalui sistem informasi yang memanfaatkan teknologi informasi. E-commerce adalah pembelian dan penjualan, pemasaran dan pelayanan serta

(2)

pengiriman produk, jasa dan informasi di internet dan jaringan lainnya, antara perusahaan berjaringan dengan pelanggan, pemasok dan mitra bisnisnya.

E-commerce Shopee berdasarkan data SimilarWeb (similarweb.com, 2023) sampai dengan Bulan Agustus 2023 jumlah pengunjung Shopee 3 bulan terakhir adalah sebanyak 213,4 juta pengunjung, yang merupakan jumlah pengunjung e-commerce tertinggi di banding dengan e-commerce yang lainnya yang ada di Indonesia seperti Tokopedia, Lazada, Blibli, Bukalapak. Berdasarkan data tersebut Shopee dapat dikatakan sebagai sebuah aplikasi belanja online yang memiliki banyak pengunjung dan sebuah aplikasi yang menyedikan beragam kemudahan, penawaran dan pelayanan sehingga dapat meningkatkan minat konsumen dalam berbelanja. Hasil riset Snapcart (Investor.id, 2023) hal itu menunjukkan bahwa semakin tinggi minat masyarakat untuk berbelanja online guna memenuhi kebutuhan. Faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih platform e-commerce untuk berbelanja online ialah Gratis Ongkir dan menyediakan metode pembayaran COD. Sehingga dapat dikatakan bahwa Gratis Ongkir dan COD masih menjadi faktor yang tinggi dalam mempengaruhi keputusan konsumen dalam pemilihan platform untuk berbelanja online. Hampir setiap e-commerce menghadirkan penawaran ini, tetapi Shopee menduduki posisi pertama sebagai e-commerce yang menawarkan promo gratis ongkir terbaik (62%), memimpin jauh dari Tokopedia (20%), TikTok Shop (9%) dan Lazada (6%).

Layanan Cash On Delivery (COD) adalah transaksi keuangan di mana pembayaran produk atau jasa dilakukan pada saat barang atau jasa sudah diterima. Istilah ini terutama diterapkan untuk produk yang dibeli dari pihak ketiga dan pembayaran dilakukan kepada pengantar pada saat barang sudah diterima (Solehudin, 2019). Dengan menggunakan layanan Cash On Delivery (COD) dalam kegiatan jual beli akan lebih mempermudah pembeli dalam melakukan pembayaran, dari kemudahan tersebut, membuat minat beli konsumen semakin meningkat. Sedangkan ongkos kirim (ongkir) merupakan biaya pengiriman barang atau jasa yang ditarik oleh penjual dari pelanggan saat terjadi proses jual beli dengan biaya pengirimin yang dibebankan kepada pembeli (Himayati, 2017). Dengan adanya gratis ongkos kirim (ongkir) akan memberikan dampak terhadap keinginan konsumen untuk berbelanja sehingga akan menimbulkan minat beli konsumen.

Penelitian (Setyagustina et al., 2022) menunjukkan bahwa kemudahan yang disediakan e- commerce Shopee dalam menarik minat berbelanja online adalah yang berupa potongan harga (diskon), gratis ongkir dan sistem COD. Kemudahan ini merupakan sebuah inovasi promosi e-commerce yang diciptakan pertama kali oleh pihak Shopee yang mampu mempengaruhi minat berbelanja pembeli dan meyakinkan pembeli bahwasanya berbelanja online itu mudah dan aman. Gratis Ongkir ke Seluruh Indonesia berarti bahwa Shopee akan memberikan bebas biaya pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia dengan beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel potongan harga atau diskon (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap minat berbelanja online di aplikasi Shopee (Y). Variabel Gratis ongkir (X2) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat berbelanja online di aplikasi Shopee (Y). Variabel Sistem COD (X3) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat berbelanja online di aplikasi Shopee (Y).

Penelitian Kadir (2022) mengatakan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara sistem COD dengan minat beli yang dilakukan mahasiswa FEBI IAIN Parepare karena memberikan kemudahan saat bertransaksi dan lebih aman. Selanjutnya hasil penelitian Eva Ririn Andriani, dkk (Andriani et al., 2022) menunjukkan bahwa variabel sistem pembayaran COD tidak berpengaruh terhadap variabel dependen yakni minat beli, sedangkan variabel gratis ongkir berpengaruh positif terhadap varibel dependen yakni minat beli. Mahasiswa merupakan salah satu konsumen yang juga melakukan pembelian melalui belanja online dengan memanfaatkan COD dan gratis ongkir. Berdasarkan wawancara awal dengan mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar terhadap 5 orang mahasiswa yang ditemui, 3 orang mahasiswa mengatakan bahwa layanan COD tidak mempengaruhi minat beli dalam berbelanja online di e-commerce Shopee, sedangkan 2 orang sangat menyukai layanan COD. Sedangkan gratis ongkir sangat mempengaruhi minat beli mahasiswa dalam berbelanja online di e-commerce Shopee.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap beberapa orang mahasiswa tersebut terdapat beberapa pendapat mengenai layanan Cash On Delivery (COD) dan gratis ongkir yaitu ada yang mengatakan bahwa layanan COD yang diberikan oleh Shopee tidak berpengaruh terhadap minat beli terhadap suatu produk karena lebih memperhatikan gratis ongkir dan ada juga yang mengatakan bahwa terkadang menggunakan layanan Cash On Delivery (COD), ongkos kirim menjadi lebih mahal.

2. Literatur Review a. Minat Beli

Konsumsi adalah suatu kegiatan manusia mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan, baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus. Tujuan utama

(3)

konsumsi seorang muslim adalah sebagai sarana penolong untuk beribadah kepada Allah (Mohammad Lutfi, 2019). Dalam melakukan kegiatan konsumsi akan menimbulkan minat konsumen untuk melakukan pembelian terhadap kebutuhan akan barang yang diinginkan dalam mencapai kepuasan.

Minat beli adalah sesuatu yang timbul setelah menerima rangsangan dari produk yang dilihatnya, lalu muncul keinginan untuk membeli dan memilikinya (Kotler & Amstrong, 2016). Pengertian lain menyebutkan bahwa minat beli adalah perilaku konsumen yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian (Kotler & Keller, 2012). Minat yang muncul dalam melakukan pembelian menciptakan suatu dorongan yang terus terekam dalam benaknya dan menjadi suatu kegiatan yang sangat kuat dan paa akhirnya ketika seorang konsumen harus memenuhi kebutuhannya, maka konsumen akan mengaktualisasikan apa yang ada dalam benaknya tersebut (Ferdinand, 2014).

Minat beli konsumen akan timbul dengan sendirinya jika konsumen sudah merasa tertarik atau memberikan respon yang positif terhadap apa yang ditawarkan oleh sipenjual, minat beli juga merupakan intruksi diri konsumen untuk melakukan pembelian terhadap suatu produk, melakukan perencanaan, mengambil tindakan-tindakan yang relevan seperti mengusulkan, merekomendasi kan, memilih dan akhirnya mengambil keputusan untuk melakukan pembelian. Minat beli adalah bagian dari proses keputusan pembelian dari konsumen, dimana prosesnya diawali dari pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alterrnatif, keputusan pembelian, perilaku pasca pembelian.

Menurut (Ferdinand, 2014) minat beli dapat di identifikasi dengan menggunakan indikator- indikator sebagai berikut:

1) Minat Transaksional;

yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli produk (barang dan jasa) yang dihasilkan suatu perusahaan, ini didasarkan atas kepercayaan yang tinggi terhadap perusahaan tersebut.

2) Minat referensial;

yaitu merupakan kecenderungan seorang konsumen untuk mereferensikan suatu produk kepada orang lain.

3) Minat preferensial;

yaitu minat yang menggambarkan perilaku seorang konsumen yang memiliki prefensi utama terhadap suatu produk tertentu

4) Minat Eksploratif;

yaitu minat eksploratif adalah minat yang menggambarkan perilaku seseorang konsumen yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari infromasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.

b. Layanan COD

Layanan atau jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual.

Sementara itu, pelayanan adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun (Zeithalm et al., 2013).

Menurut Kasmir layanan jasa adalah setiap kegiatan yang diperuntukkan atau ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan (konsumen), melalui pelayanan yang dapat memengaruhi kegiatan dan kebutuhan pelanggan (Kasmir, 2017). Sedangkan layanan COD merupakan metode pembayaran yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen karena menimbulkan rasa aman, jaminan privasi dan kepercayaan sehingga layanan COD masuk ke dalam faktor psikologis bagian keyakinan dan sikap (Halaweh, 2018).

Layanan COD merupakan salah satu bentuk kemudahan yang ditawarkan oleh platform e- commerce yakni perkembangan metode pembayaran yang beragam. Metode pembayaran adalah cara yang digunakan oleh konsumen dalam membayar barang atau jasa dengan tujuan untuk mendapatkan manfaat dari suatu produk. Metode pembayan yang tersedia saat ini diantaranya yaitu pembayaran melalui kartu kredit, kartu debit, e-wallet, paylater hingga Cash On Deilvery (COD) atau pembayaran tunai ditempat. COD adalah metode pembayaran dengan membayar pesanan secara tunai (cash) ketika barang sampai di tujuan, dalam hal ini pembayaran tidak langsung diberikan kepada si penjual tetapi melalui perantara kurir yang mengantarkan pesanan tersebut hingga sampai kepada konsumen (Aqil et al., 2022).

Pembayaran COD merupakan metode pembayaran yang populer digunakan saat ini karena dianggap mampu meminimalisir tindak penipuan yang dilakukan oleh penjual. Dengan adanya COD konsumen tidak perlu khawatir jika barang yang dipesan tidak kunjung sampai dikarenakan barang yang dipesan belum dibayar dan tidak menimbulkan kerugian kepada konsumen.

Menurut (Widodo, 2022) COD adalah metode pembayaran dimana konsumen bisa membayar pesanan secara tunai pada saat pesanan tiba di tujuan alamat yang tertera pada saat pemesanan. Secara istilah COD adalah salah satu metode transaksi pembayaran tunai yang dilakukan pada saat barang yang

(4)

dibeli sudah sampai tujuan. Selain itu (Solehudin, 2019) juga mengemukakan pendapat mengenai COD, yang mana menurutnya COD berarti metode transaksi jual beli yang mempertemukan langsung antara penjual dan pembeli ketika barang yang dibeli telah disepakati. Adapun indikator pada layanan COD adalah (Halaweh, 2018):

1)

Keamanan

Keamanan adalah kemampuan dalam melakukan pengontrolan dan penjagaan keamanan atas transaksi data karena kejahatan dalam media internet berjumlah sangat besar serta memiliki bentuk yang beragam karena beberapa alasan. Keamanan dapat mencegah penipuan atau paling tidak mendekteksi adanya penipuan. Pada saat melakukan pembayaran dengan layanan COD dengan diberikannya uang tunai langsung kepada kurir akan memberikan keamanan dari resiko ataupun ancaman kejahatan online.

2)

Privasi

Informasi privasi mengacu pada suatu pandangan hubungan individu dalam konteks informasi privasi. Belanja online dengan pembayaran COD atau bayar ketika barang sudah sampai membuat konsumen terbebas dari data-data privasinya yang menyebar, hal tersebut dalam rangka mengantisipasi data-data pribadi yang disalahgunakan.

3)

Kepercayaan

Kepercayaan adalah kekuatan bahwa suatu produk memiliki atribut tertentu, sementara menurut Mowen dan Minor (Priansa, 2017) kepercayaan konsumen adalah sebagai pengetahuan yang dimiliki konsumen dan semua kesimpulan yang dibuat oleh konsumen tentang objek, atribut dan manfaatnya. Kepercayaan konsumen dalam berbelanja belanja online mempengaruhi minat beli karena kepercayaan merupakan komponen penting bagi konsumen untuk membeli produk secara online didasari bahwa dalam beerbelanja online rentan terhadap kecurangan dan penipuan yang dilakukan oleh penjual online. Pembayaran dengan COD atau bayar di ketika barang sudah sampai membuat kepercayaan konsumen semakin baik terhadap belanja online karena kecenderungan produk yang datang sesuai dengan yang diharapkan (sesuai pesanan) karena produk dibayar setelah barang datang.

c. Gratis Ongkir

Pengertian Ongkir menurut (Himayati, 2017) adalah ongkos kirim yang merupakan biaya pengiriman barang atau jasa yang ditarik oleh penjual dari pelangan saat terjadi proses jual beli dengan biaya pengiriman yang dibebankan kepada pelanggan. (Assauri, 2017) juga berpendapat bahwa gratis ongkos kirim merupakan bagian dari promosi penjualan yaitu kegiatan untuk menstimuli pembelian yang berupa usaha penjualan khusus (special selling effort) seperti pameran display, eksibisi, peragaan atau demonstrasi dan kegiatan penjualan lainnya yang dapat dilakukan sewaktu-waktu. Beberapa indikator gratis ongkir menurut (Sari, 2019) yaitu:

1)

Gratis ongkir memberikan perhatian; Memberikan perhatian bagi konsumen untuk menciptakan kesadaran atau daya tarik terhadap suatu produk.

2)

Gratis ongkir memiliki daya tarik; Yaitu munculnya minat beli atau rasa ingin tahu konsumen terhadap suatu objek yang ditawarkan.

3)

Gratis ongkir membangkitkan keinginan membeli; Membangkitkan keinginan membeli adalah mendorong calon konsumen untuk memiliki keinginan memiliki suatu produk. Hal ini berkaitan dengan motif dan motivasi konsumen dalam membeli suatu produk.

4)

Gratis ongkir mendorong melakukan pembelian; Yaitu keinginan kuat konsumen sehingga memutuskan untuk melakukan suatu pembelian.

Kebanyakan konsumen sering ragu berbelanja online karena adanya beban ongkos kirim yang harus mereka bayar agar barang yang dibeli secara online tersebut bisa sampai ke rumah mereka. Biaya pengiriman dihitung berdasarkan dengan jumlah, berat, ukuran produk dan jarak yang ditempuh untuk pengiriman. Semakin banyak jumlah produk, semakin berat dan besar ukuran produk, atau semakin jauh jarak tempuh pengiriman biaya pengiriman akan semakin mahal. Dengan adanya gratis ongkos kirim, konsumen tidak merasa keberatan untuk melakukan pembelian sehingga menimbulkan minat beli konsumen.

d. Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut:

Ho1 Layanan COD tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen pada e- commerce Shopee ( studi pada mahasiswa program studi manajemen bisnis syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar).

(5)

Ha1 Layanan COD berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen pada e-commerce Shopee (studi pada mahasiswa program studi manajemen bisnis syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar).

Ho2 Gratis ongkir tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen pada e- commerce Shopee (studi pada mahasiswa program studi manajemen bisnis syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar).

Ha2 Gratis ongkir berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen pada e-commerce Shopee (studi pada mahasiswa program studi manajemen bisnis syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar).

Ho3 Layanan COD dan Gratis ongkir secara simultan tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada e-commerce Shopee (studi pada mahasiswa program studi manajemen bisnis syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar).

Ha3 Layanan COD dan Gratis ongkir secara simultan berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada e-commerce Shopee (studi pada mahasiswa program studi manajemen bisnis syariah UIN Mahmud Yunus Batusangkar).

3. Metode Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, yaitu pada mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar angkatan 2019 sampai angkatan 2022 yang berjumlah 227 orang yang berbelanja online di Shopee dengan kriteria mahasiswa pengguna Shopee tersebut adalah pernah berbelanja minimal lima kali dengan total belanja minimal Rp.200,000 dan pernah menggunakan layanan COD dan gratis ongkir saat belanja pada akun Shopeenya. Dalam penentuan jumlah sampel digunakan rumus Slovin sehingga diperoleh jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 145 orang

.

4. Hasil Penelitian

Penelitian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh layanan COD (X1) terhadap minat beli (Y), seberapa besar pengaruh gratis ongkir (X2) terhadap minat beli, serta untuk mengetahui pengaruh layanan COD dan gratis ongkir secara simultan terhadap minat beli. Hasil uji regresi linear berganda maka dapat dibuat persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:

Tabel 1

Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa

Model

Unstandardized

Coefficients Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 10.875 2.590 4.198 .000

Layanan COD .445 .093 .354 4.789 .000

Gratis Ongkir .461 .092 .368 4.982 .000

Sumber: Hasil Olahan data dengan SPSS 26, 2023 Dari hasil uji diperoleh persamaan Regresi Linear Berganda sebagai berikut :

Ẏ=10,875 + 0,445 X1 + 0,461 X2 Persamaan di atas, maka dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Konstanta dari persamaan regresi linear berganda adalah sebesar 10,875, yang berarti apabila layanan COD (X1) dan gratis ongkir (X2) dalam keadaan konstan atau bernilai 0, maka minat beli

(6)

mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar adalah sebesar 10,875 satuan.

b. Nilai koefiesien regresi variabel layanan COD (X1) sebesar 0,445 , menunjukan bahwa variabel layanan COD memiliki pengaruh positif terhadap minat beli. Hal ini berarti jika layanan COD meningkat sebesar 0,445 satuan maka akan menyebabkan kenaikan terhadap variabel minat beli sebesar 0,445 satuan dengan asumsi bahwa variabel gratis ongkir (X2) bernilai 0.

c. Nilai koefiesien regresi variabel gratis ongkir (X2) sebesar 0,461, menunjukan bahwa variabel gratis ongkir memiliki pengaruh positif terhadap minat beli. Ini berarti jika gratis ongkir (X2) meningkat sebesar 0,461 satuan maka akan menyebabkan kenaikan terhadap variabel minat beli sebesar 0,461 satuan dengan asumsi bahwa variabel layanan COD (X1) bernilai 0.

Selanjutnya dilakukan pengujian pembuktian hipotesis dengan melakukan uji t secara parsial, dan diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 2 Hasil Uji T (Uji Parsial)

Variabel α Sig. Keterangan

Layanan COD 4,789 1,97681 0,05 0,00 Berpengaruh Signfikan Gratis Ongkir 4,982 1,97681 0,05 0,00 Berpengaruh Signfikan

Sumber: Hasil Olahan data dengan SPSS 26, 2023

Adapun hasil penelitian untuk melakukan pembuktian terhadap hipotesis yang sudah dibuat dapat di jelasakan sebagai berikut:

a. Diketahui nilai Sig. untuk pengaruh variabel layanan COD (X1) terhadap Y adalah 0,000 < 0,05 dan diperoleh sebesar 4,789 lebih besar dari 1,97681 sehingga Hipotesis Ha1 diterima dan Ho1 ditolak, yang berarti bahwa layanan COD berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen pada e-commerce Shopee (studi pada mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar).

b. Diketahui nilai Sig. untuk pengaruh variabel gratis ongkir (X2) terhadap Y adalah 0,000 > 0,05 dan diperoleh sebesar 4,982 lebih besar dari nilai 1,97681 sehingga Hipotesis Ha1 diterima dan Ho1 ditolak, yang berarti bahwa gratis ongkir berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen pada e-commerce Shopee (studi pada mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar).

c. Uji secara Simultan

Tabel 3 Hasil Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 204.554 2 102.277 42.360 .000b

Residual 342.853 142 2.414

Total 547.407 144

Sumber: Hasil Olahan data dengan SPSS 26, 2023

Dari tabel Anova diatas dapat diketahui nilai sebesar 42,360 lebih besar dari nilai yaitu 3,06 dan nilai signifikan sebesar 0,000 kurang dari 0,05, maka Ha3 diterima yaitu berarti layanan COD dan gratis ongkir secara simultan berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada e-commerce Shopee (studi pada mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar).

(7)

5. Kesimpulan

Dari hasil pengolahan data dengan bantuan aplikasi SPSS terhadap pengujian dari hipotesis yang sudah ditatpkan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

a. Variabel layanan COD berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen pada e- commerce Shopee (Studi pada mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha1 diterima dan Ho1 ditolak.

b. Variabel gratis ongkir berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen pada e- commerce Shopee (Studi pada mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha2 diterima dan H02 ditolak.

c. Variabel layanan COD dan Variabel gratis ongkir secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada e-commerce Shopee (Studi pada mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah FEBI UIN Mahmud Yunus Batusangkar) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha3 diterima dan H03 ditolak.

References

Andriani, E. R., Pujianto, A., & Andayani, S. (2022). Pengaruh Sistem Pembayaran COD, Gratis Ongkir Dan Review Pembeli terhadap Minat Beli Baju Di Lazada. Seminar Nasional Hasil Skripsi, 1(01), 297–301.

Annisa Putri Kadir, A. (2022). Pengaruh Sistem COD Terhadap Minat Beli (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare). Repository.Iainpare.Ac.Id.

http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/4066

Aqil, N. A., Putri, C. M., & Yunisa, D. (2022). Evaluasi Sistem Cash On Delivery Demi Meningkatkan Kepastian Hukum Dalam Perkembangan Transaksi Elektronik di Indonesia.

IPMHI Law Journal.

Assauri, S. (2017). Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep \& Strategi, Cetakan Ke-13. In Jakarta:

PT. Rajagrafindo Persada.

Ferdinand, A. (2014). Metode Penelitian Manajemen Edisi 5. In Metode Penelitian Manajemen Edisi 5.

Halaweh, M. (2018). Cash on delivery (COD) as an alternative payment method for e-commerce transactions: Analysis and implications. International Journal of Sociotechnology and Knowledge Development, 10(4). https://doi.org/10.4018/IJSKD.2018100101

Himayati. (2017). Eksplorasi Zahir Accounting. Jakarta: Pt. Elex Media Komputindo. Journal Information Management For Educators and Professionals.

Investor.id. (2023). Riset Snapcart: Gratis Ongkir Jadi Daya Tarik Konsumen untuk Belanja Online. https://investor.id/business/325296/riset-snapcart-gratis-ongkir-jadi-daya- tarik-konsumen-untuk-belanja-online

Kasmir. (2017). Costumer Service Excellent. In PT.Raja Grafindo Persada.

Kotler, P., & Amstrong, G. (2016). Dasar-dasar Pemasaran. Jilid 1. In A. Sindoro, B. Molan, & B.

Sarwiji (Eds.), Erlangga. PT. Indeks Kelompok Gramedia.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2012). Principles Of Marketing Kotler 14th Edition Pearson. In Pearson Education Limited, Essex, England (Vol. 14).

Mohammad Lutfi, M. (2019). Konsumsi Dalam Perspektif Ilmu Ekonomi Islam. Syar’ie.

Priansa, D. J. (2017). Perilaku Konsumen dalam Persaingan Bisnis Kontenporer. In Alfabeta.

(8)

Sari, V. N. (2019). Pengaruh Gratis Ongkos Kirim, Diskon dan Iklan Shopee Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha Yogyakarta.STIE Widya Wiwaha. Http://Stieww.Ac.Id. https://one search.id/Record/IOS6163.885/Details

Setyagustina, K., Rahmania, R., Joni, M., Kholik, A., & Suhitasari, W. D. (2022). Pengaruh Potongan Harga (Diskon), Gratis Ongkir Dan Sistem Cod Terhadap Minat Berbelanja Online Di Aplikasi Shopee Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Economina.

Https://Doi.Org/10.55681/Economina.V1i3.149

shopify. (2019). Ecommerce Definition - What is Ecommerce. In Https://Www.Shopify.Com /Encyclopedia/What-Is-Ecommerce.

similarweb.com. (2023). Top Websites Ranking Most Visited eCommerce & Shopping Websites in Indonesia. https://www.similarweb.com/top-websites/indonesia/e-commerce-and- shopping/

Solehudin, A. (2019). Tawar-Menawar Dalam Jual Beli Online Dengan Menggunakan Sisitem Cash on Delivery Ditinjau Dari Etika Bisnis Islam (Studi Kasus Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Angkata 2012). Ekonomi Dan Bisnis Islam, 22–23.

Widodo, R. (2022). Pengaruh Gratis Ongkos Kirim, Flash Sale Dan Cash On Delivery, Terhadap Keputusan Pembelian Di Toko Online Shopee Pada Masyarakat Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru. In Paper Knowledge . Toward A Media History Of Documents (Issue 2).

Zeithalm, V., Bitner, M. J., & Gremler, D. (2013). Customer expectations of service. Services

Marketing.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dilakukan Penelitian kemudian menunjukan hasil bahwa Promosi Penjualan Gratis Ongkir shopee (E-Commerce) dikalangan Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi