• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MANAJEMEN KESISWAAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XII JURUSAN KEAGAMAAN TAHFIDZ DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BONDOWOSO TAHUN PELAJARAN 2021/2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PENGARUH MANAJEMEN KESISWAAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XII JURUSAN KEAGAMAAN TAHFIDZ DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BONDOWOSO TAHUN PELAJARAN 2021/2022"

Copied!
140
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGARUH MANAJEMEN KESISWAAN

TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XII JURUSAN KEAGAMAAN TAHFIDZ DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BONDOWOSO

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

SKRIPSI

Oleh : Devi Listrianingsih

NIM : T20183001

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

2022

(2)

ii

PENGARUH MANAJEMEN KESISWAAN

TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XII JURUSAN KEAGAMAAN TAHFIDZ DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BONDOWOSO

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Oleh : Devi Listrianingsih

NIM : T20183001

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

2022

(3)

iii

PENGARUH MANAJEMEN KESISWAAN

TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XII JURUSAN KEAGAMAAN TAHFIDZ

DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BONDOWOSO TAHUN PELAJARAN 2021/2022

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Oleh:

Devi Listrianingsih NIM : T20183001

Disetujui Pembimbing

Dani Hermawan, M.Pd NIP. 198901292019031009

(4)

iv

PENGARUH MANAJEMEN KESISWAAN

TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XII JURUSAN KEAGAMAAN TAHFIDZ DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BONDOWOSO

TAHUN PELAJARAN 2021/2022 SKRIPSI

Telah Diuji Dan Diterima Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Program

Studi Manajemen Pendidikan Islam Hari: Selasa

Tanggal: 26 april 2022 Tim penguji Ketua Sidang

Dr. H. Moh. Anwar, S.Pd, M.Pd.

NIP. 196802251987031002

Sekretaris

Rofiq Hidayat M.Pd.

NIP. 198804042018011001

Anggota

1. Dr. Indah Wahyuni, M. Pd. ( )

2. Dani Hermawan, M. Pd. ( )

Menyetujui

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Prof. Dr. Hj. Mukniah M.Pd.I NIP. 196405111999032001

(5)

v MOTTO

َ ل

َ ه

َ م َ

َ ع

َ قَ ب

َ ت

َ م َ

ََ ب َ ن

َ ن َ ي

َ إَالله ر م أَ ن مَ ه نو ظ ف ح يَ ه ف ل خَ ن م وَ ه ي د ََ ي

َ ن

َ

َ يآيَ الله

َ ي غ

َ ر

َ

َى ت حَ ٍم و ق با م

َ ر ي غ ي

َ ماو

َ با

َ أَ ن

َ س َ ف

َ ه

َ وَ إ َ مَ

َ ذ

َ ر َ أا

َ دا

َ الله

ََ ب

َ و َ ق

ٍَمَ

َ ءو َ س

َ فا

َ م َ ل

َ ر

َ دَ ل

َ ه

َ و َ

َ م

َ ه َ لا

َ مَ

َ م

َ دَن

َ نو

َ ه

َ م َ

َ وَن

ٍَلا

( 11 )

Artinya: ”Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.

Sesungguhnya Allah tidak meroboh keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri, dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya menolaknya, dan sekali-kali taka da pelindung bagi mereka selain Dia.” (Q.S. Ar-Ra’d :11).

Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya: Juz 1-30 Edisi Baru (CV. Pustaka Agung Harapan, 2006).

(6)

vi

PERSEMBAHAN

Seiring ucapan syukur saya kepada Allah SWT dengan rasa tulus dan ikhlas dalam hati, serta salam cinta kepada baginda Nabi Muhammad saw, skripsi ini saya persembahkan kepada:

1. Ayah (Mochamad Edi Haryanto) dan Ibu (Rifatul Hasanah) yang tiada henti selalu mendoakan, membimbing, mendukung serta mendidik tanpa lelah dan keikhlasan yang tulus. Serta memberikan kasih sayang, semangat, cucuran keringat, perjuangan yang tiada hentinya, membesarkan dan membiayai tanpa mengeluh, baik berupa materil maupun spiritual untuk menggapai cita-cita serta harapan yang lebih baik.

2. Adik (Zulfa Lutfiah) yang selalu membantu dan memberikan semangat hingga sampai pada saat ini.

3. Nenek (Sukarni) dan Kakek (Asmari) yang selalu mendoakan dan mendukung serta selalu memberikan kasih sayangnya hingga saat ini.

(7)

vii

KATA PENGANTAR

ِمْي ِح َّرلا ِنَمْح َّرلا ِالله ِمــــــــــــــــــْسِب

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada kehadirat Allah SWT.

Karena berkat rahmat, taufiq, nikmat serta hidayah-Nya penulis bisa menyelesaikan laporan penelitian berupa skripsi ini. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Sang pembawa risalah agung berupa agama islam bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman.

Penulis menyadari masih ada kekurangan yang terdapat pada karya skripsi ini, namun berkat ikhtiar penulis beserta konstribusi berupa dukungan, doa, didikan dan bimbingan dari beberapa pihak, sehingga penulisan skripsi ini bisa diselesaikan. Dengan segala kerendahan hati, penulis ucapkan terimakasih kepada:

1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE.,MM selaku Rektor Universitas Islam Negeri KH. Achmad Shiddiq Jember yang telah memberikan fasilitas, layanan serta bimbingan yang snagat memuaskan kepada penulis selama proses belajar.

2. Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I. Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri KH. Achmad Shiddiq Jember yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian.

3. Dr. H. Moh. Anwar, S.Pd., M.Pd. selaku Koordinator Program Studi Manajemen Pendidikan Islam yang telah meluangkan waktu untuk menyetujui hasil skripsi yang telah diselesaikan.

(8)

viii

4. Dani Hermawan, M.Pd selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak membimbing dengan sabar hingga selesainya skripsi ini

5. Segenap dosen pengajar di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan pengalamannya selama proses perkuliahan.

6. H. Saini, S.Ag, M.Pd.I, selaku Kepala Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso yang telah memberikan izin dan menfasilitasi penulis dalam melakukan penelitian hingga selesainya skripsi ini.

7. Seluruh pihak yang telah membantu dan memberikan motivasi, doa dan semangat kepada penulis sampai terselesainya skripsi ini.

Penyusunan laporan penelitian berupa skripsi ini penulis akui masih banyak kekurangan. Demi kesempurnaan karya tulis selanjutnya, maka penulis berharap ada saran dan kritik yang bersifat konstruktif. Akhirnya, semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca pada umumnya, Aamiiin.

Jember, 26 April 2022

Penulis

(9)

ix ABSTRAK

Devi Listrianingsih, 2022: Pengaruh Manajemen Kesiswaan terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XII Jurusan Keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso Tahun Pelajaran 2021/2022

Kata kunci: Manajemen Kesiswaan, Prestasi Belajar

Penelitian ini di latarbelakangi oleh Manajemen kesiswaan yang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap prestasi belajar. Manajemen kesiswaan sangat penting karena memiliki peran untuk mengelola segala aktivitas yang berkaitan dengan peserta didik, dengan adanya pengelolaan tersebut diharapkan dapat memberikan tatanan yang lebih maksimal sehingga proses pendidikan akan mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Kegiatan-kegiatan tersebut baik berupa kegiatan untuk layanan siswa baik didalam kelas maupun diluar kelas mulai dari pengenalan, pengembangan sampai siswa siap untuk mengikuti kegiatan. Tidak hanya asal menampung peserta didik tetapi ada pengelolaan yang jelas agar outputnya dapat maksimal.

Rumusan masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1). Bagaimana Manajemen Kesiswaan Kelas XII Jurusan Keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso? 2). Bagaimana Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XII Jurusan Keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso? 3).

Adakah Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XII Jurusan Keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso?

Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal, menggunakan metode penelitian survey yang dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso. Populasi meliputi seluruh siswa dan siswi kelas XII Agama 1 dan XII Agama 2 yang berjumlah 61. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket.

Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS Statistics 26.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Manajemen Kesiswaan di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso dalam kategori tinggi dengan presentase sebesar 68%.

2). Prestasi Belajar di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso dalam kategori tinggi dengan presentase sebesar 68%. 3). Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso dengan hasil uji t diperoleh nilai sig X sebesar 0,373 lebih besar dari 0,05. Diperoleh juga nilai thitung sebesar 0,906 lebih kecil dari ttabel 2,045 Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen kesiswaan tidak terdapat pengaruh terhadap prestasi belajar.

(10)

x DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

LEMBAR PENGESAHAN ... iv

MOTTO ... v

PERSEMBAHAN ... v i KATA PENGANTAR ... vii

ABSTRAK ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xii

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Ruang Lingkup Penelitian ... 8

1. Variabel Penelitian ... 8

2. Indikator Variabel ... 9

F. Definisi Operasional... 10

G. Asumsi Penelitian ... 11

H. Hipotesis ... 12

I. Sistematika Pembahasan ... 12

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 14

A. Penelitian Terdahulu ... 14

B. Kajian Teori ... 20

(11)

xi

BAB III METODE PENELITIAN ... 42

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 42

B. Populasi dan Sampel ... 43

C. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 46

D. Analisis Data ... 50

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 53

A. Gambaran Obyek Penelitian ... 53

B. Penyajian Data ... 56

C. Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 62

D. Pembahasan ... 69

BAB V PENUTUP ... 75

A. Kesimpulan ... 75

B. Saran ... 76

DAFTAR PUSTAKA ... 77

(12)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Pernyataan Keaslian Tulisan ... 82

Lampiran 2 Matrik Penelitian ... 83

Lampiran 3 Instrumen Penelitian (Angket Uji Coba) ... 85

Lampiran 4 Rekapitulasi Hasil Instrument Uji Coba ... 88

Lampiran 5 Output Uji Validitas ... 92

Lampiran 6 Output Uji Reliabilitas ... 105

Lampiran 7 Instrumen Penelitian ... 107

Lampiran 8 Rekapitulasi Hasil Instrumen Penelitian ... 109

Lampiran 9 Output Uji Regresi Linier Sederana ... 113

Lampiran 10 Nilai Ttabel ... 115

Lampiran 11 Nilai Rtabel ... 116

Lampiran 12 Permohonan Izin Penelitian ... 117

Lampiran 13 Surat Keterangan Selesai Penelitian ... 118

Lampiran 14 Jurnal Kegiatan Penelitian ... 119

Lampiran 15 Dokumentasi ... 120

Lampiran 16 Biodata Penulis ... 121

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Prestasi Peserta Didik ... 6

Tabel 1.2 Indikator Variabel ... 10

Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu ... 17

Tabel 2.2 Teori Manajemen Pendidikan Islam ... 20

Tabel 3.1 Populasi ... 43

Tabel 3.2 Daftar Nama Peserta Didik Kelas XII Agama 1 ... 43

Tabel 3.3 Daftar Nama Peserta Didik Kelas XII Agama 2 ... 44

Tabel 3.4 Pemberian Skor (Skala Likert) ... 48

Tabel 4.1 Jumlah Peserta Didik di MAN Bondowoso ... 56

Tabel 4.2 Uji Validitas Variabel Manajemen Kesiswaan ... 57

Tabel 4.3 Uji Validitas Variabel Prestasi Belajar ... 58

Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas ... 59

Tabel 4.5 Hasil Uji Reliabilitas ... 59

Tabel 4.6 Kisi-Kisi Instrumen Manajemen Kesiswaan... 60

Tabel 4.7 Kisi-Kisi Instrumen Prestasi Belajar ... 60

Tabel 4.8 Tingkat Pencapaian Skor Variabel Manajemen Kesiswaan (X) ... 60

Tabel 4.9 Tingkat Pencapaian Skor Variabel Prestasi Belajar (Y) ... 61

Tabel 4.10 Rincian Manajemen Kesiswaan ... 62

Tabel 4.11 Rincian Prestasi Belajar ... 63

Tabel 4.12 Uji Autokorelasi ... 65

Tabel 4.13 Variables Entered/ Removed ... 67

Tabel 4.14 Hasil Model Summary ... 67

(14)

xiv

Tabel 4.15 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana ... 68 Tabel 4.16 Hasil Perhitungan Uji T ... 69

(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Uji Normalitas ... 64

Gambar 4.2 Uji Heteroskedastisitas ... 66

Gambar 4.3 Manajemen Kesiswaan di MAN Bondowoso ... 70

Gambar 4.4 Prestasi Belajar di MAN Bondowoso ... 71

(16)

xvi

(17)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Manajemen kesiswaan merupakan salah satu ruang lingkup yang ada di Manajemen Pendidikan Islam, Manajemen kesiswaan menurut Sudrajat adalah suatu usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan lulus sekolah. Knezevich juga berpendapat bahwa manajemen peserta didik sebagai sebuah pelayanan yang memusatkan perhatian kepada pengelolaan, pengawasan, dan pelayanan peserta..didik baik didalam kelas maupun diluar kelas seperti perkenalan, pendaftaran, layanan individual seperti pengembangan seluruh kemampuan, minat, kebutuhan sampai lulus dari sekolah tersebut.1

Sebagaimana dalam keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7292 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021/2022 yaitu: 1). Menjamin penerimaan peserta didik baru di Madrasah berjalan secara objektif, akuntabel, transparan dan tanpa diskriminasi sehingga mendorong peningkatan akses layanan pendidikan yang berkeadilan. 2).

Memberikan pedoman bagi kepala Madrasah, orang tua siswa, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam rangka pelaksanaan penerimaan peserta didik baru.

Manajemen kesiswaan sangat penting karena memiliki peran untuk mengelola seluruh kegiatan yang berhubungan dengan siswa, dengan adanya pengelolaan tersebut diharapkan dapat memberikan tatanan yang lebih maksimal

1 Imam Machali, Ara Hidayat, The Handbook Of Education Management: Teori Praktik Pengelolaan Sekolah/Madrasah di Indonesia , Cet. Ke-2 (Jakarta: KENCANA, 2018), 190.

(18)

sehingga proses pendidikan akan mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

Kegiatan-kegiatan tersebut baik berupa kegiatan untuk layanan siswa yang bertujuan untuk memajukan mutu sekolah menjadi lebih baik lagi dengan penanganan yang efektif dan efisien, baik didalam kelas maupun diluar kelas mulai dari pengenalan, pengembangan sampai siswa siap untuk mengikuti kegiatan. Tidak hanya asal menampung peserta didik tetapi ada pengelolaan yang jelas agar outputnya dapat maksimal.

Hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya yaitu Dini Nur Jannah dan Qowaid dengan Judul Pengaruh Manajemen Kesiswaan dan kurikulum terhadap prestasi Madrasah Aliyah TMI putri Al- Amien Prenduan Sumenep Madura dengan hasil penelitian membuktikan bahwa Manajemen kesiswaan dan variabel manajemen kurikulum dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 terhadap variabel prestasi sekolah maka terdapat pengaruh antara variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y. Hal ini dibuktikan dengan skor sebesar 35,9% dalam kategori baik.2

Namun dalam penelitian yang diteliti oleh Fachruddin, Amiruddin, April Lidan, Dkk dengan judul pengaruh manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar peserta didik, hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa hasil analisis statistik inferensial tentang pengaruh manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar peserta didik di SMPS IT Al-Furqon Hidayatullah Lawe Loning Aman dalam hasil uji regresi sederhana pengaruh manajemen kesiswaan yang dilihat

2 Dini Nur Jannah, Qowaid, M. Faqihudin, “Pengaruh Manajemen Kesiswaan dan Kurikulum Terhadap Prestasi Madrasah Aliyah TMI Putri Al-Amin Prenduan Sumenep Madura”, No. 2 (Mei 2020): 145

(19)

dari hasil penilaian 37 responden terhadap prestasi belajar peserta didik yang mempunyai Thitung = -1,211 dengan nilai signifikan 0,234>0,05 yang artinya H0 diterima dan H1 ditolak atau tidak ada pengaruh antara manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar peserta didik di SMPS IT Al-Furqon Hidayatullah Lawe Loning Aman.3

Penjelasan mengenai Manajemen Kesiswaan dalam firman Allah SWT, dalam al-Quran surah al-Mujadilah Ayat 11:

و ح س فَا فَ س ل ج م لاَى فاو ح س ف تَ م ك لَ ل ي قا ذ ااو ن م اَ ن ي ذ لاا هُّيَ ا ي

َ للهَ ح س ف يَا

َ ش نَاَ ل ي قا ذ ا وَ م ك ل

َ اَ ن ي ذ لا وَ م ك ن مَاو ن م اَ ن ي ذ لاَ اللهَ ع ف ر ي و ز ش نا فاو ز

َ م ل ع لااو ت و

ر ي ب خَ نو ل م ع تَا م بَ الله وٍَت ج ر د

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu,

“Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.

Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.4

Ayat ini menjelaskan tentang orang mukmin yang memberikan kelapangan kepada mukmin yang lainnya akan di mudahkan segala urusannya, oleh karena itu sebagai individu yang mengelola lembaga pendidikan diharapkan kesungguhannya dan keikhlasannya agar apa yang dikerjakan mendapatkan pahala disisi Allah SWT.5Dan juga secara kontekstual ayat tersebut menjelaskan

3 Fachruddin, Amiruddin, April Lidan, Dkk, “Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik”, Jurnal Ilmu Pendidikan, No. 1 (2022). 55.

4Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya: Juz 1-30 Edisi Baru (CV. Pustaka Agung Harapan, 2006), 58.

5 Syafruddin dan Umar, Pengantar Pendidikan Islam: Mewujudkan Kualitas SDM dalam Perspektif al-Quran (Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2020), 17.

(20)

tentang manajemen kesiswaan dalam kegiatan pembelajaran peserta didik dan pendidik harus bersinergi agar tujuan dapat tercapai dengan baik.

Di sisi lain, Prestasi belajar berarti hasil dari pengukuran berdasarkan aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), psikomotorik (keterampilan) setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan instrument tes atau instrument yang relevan. Teori prestasi belajar menurut Bloom atau yang lebih dikenal dengan Taksonomi Bloom merupakan pengklasifikasian dari tujuan pembelajaran, yang dibagi menjadi aspek Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik.

Selain itu Muhibbin Syah juga berpendapat bahwa prestasi belajar diartikan sebagai tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program pembelajaran.6

Prestasi menjadi hal yang sangat penting terhadap siswa, karena Winkel berpendapat tentang prestasi belajar merupakan suatu bentuk bukti keberhasilan belajar atau kemampuan peserta didik dalam melakukan aktivitas belajar yang disesuaikan dengan bobot yang telah di capai dan menjadi kesempurnaan untuk siswa baik dalam berpikir maupun dalam bertingkah laku. Namun, prestasi siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, akan tetapi dapat berupa sikap, dan keterampilan yang dimiliki.7 Prestasi belajar juga menjadi tolok ukur pendidik untuk mengetahui sejauh mana siswa tersebut memiliki keahlian dari bidang yang dikuasainya.

6 Moh. Zaiful Rasyid, Mustajab, Aminol Rosid Abdullah, Prestasi Belajar (Malang: Literasi Nusantara, 2019), 9.

7 John W. Santrock, Adolescence: Perkembangan Remaja (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2003), 473.

(21)

Pada saat melaksanakan observasi awal, peneliti menemukan fakta yang terjadi di MAN Bondowoso ketika proses awal yaitu rekruitmen melakukan pencarian, menentukan dan menarik calon siswa dengan mencantumkan program unggulan tahfidz sebagai jalur prestasi sehingga dalam proses seleksi akan benar- benar mendapatkan siswa yang berkualitas, selanjutnya melakukan pembinaan dengan berbagai macam metode dan strategi sehingga akan mempengaruhi prestasi siswa khususnya di program unggulan tahfidz tersebut. Namun, apabila dalam proses seleksi terdapat siswa yang tidak mencapai ketentuan maka siswa tersebut tidak dapat masuk ke kelas tahfidz. Akan tetapi jika siswa tetap ingin menghafal al-Quran maka dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tahfidz.

Peneliti juga memilih kelas XII Jurusan Keagamaan Tahfidz karena kelas tersebut telah mendapatkan lebih banyak pengalaman dalam pembelajaran secara langsung, karena pada saat itu telah terjadi pademi Covid-19 yang mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara online, tentunya ketika kelas tersebut mendapatkan pengalaman pembelajaran secara langsung maka diharapkan dapat memberikan output yang lebih baik khususnya dalam prestasi belajar.

Terlebih lagi terkait prestasi yang ada di MAN Bondowoso, baik dari sikap, keterampilan, maupun kecerdasan, siswa memiliki sikap yang Islami. Sedangkan terkait keterampilan siswa, pihak sekolah memberikan sarana untuk mengembangkan dengan menyediakan kegiatan ekstrakurikuler. Dan yang terakhir tentang prestasi siswa selain ditentukan dari nilai rapor, juga terdapat beberapa siswa yang berprestasi dalam mengikuti berbagai lomba, baik olimpiade,

(22)

lomba munaqosah tahfidzul Quran dan lain sebagainya. Berikut beberapa lomba yang telah diraih oleh peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso yaitu:

Tabel 1.1 Prestasi Peserta Didik

No. Jenis Lomba Juara

1. MTQ Cabang Hifdzil Qur’an Golongan 10 Juz Putra SeKabupaten Juara 1 2. MTQ Golongan Tilawah Putri Se-Kabupaten Juara 3

3. Pidato Bahasa Arab Juara 1

4. MTQ Cabang Hifdzil Qur’an Golongan 5 Juz Putri SeKabupaten Juara 1

5. MTQ Cabang Syahril Quran Juara 1

Berdasarkan fakta dan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XII Jurusan Keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso Tahun Pelajaran 2021/2022.”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti dapat merumuskan rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana Manajemen Kesiswaan Kelas XII Jurusan Keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso Tahun Pelajaran 2021/2022?

2. Bagaimana Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XII Jurusan Keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso Tahun Pelajaran 2021/2022?

3. Adakah Pengaruh yang Signifikan atau tidak antara Manajemen Kesiswaan Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XII Jurusan

(23)

Keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso Tahun Pelajaran 2021/2022?

C. Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dalam penelitian ini yaitu:

1. Untuk Mendeskripsikan Manajemen Kesiswaan Kelas XII Jurusan Keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso Tahun Pelajaran 2021/2022.

2. Untuk Mendeskripsikan Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XII Jurusan Keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso Tahun Pelajaran 2021/2022.

3. Untuk Menguji Ada Atau Tidaknya Pengaruh yang signifikan Manajemen Kesiswaan Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XII Jurusan Keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah NegeriBondowoso Tahun Pelajaran 2021/2022.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu khususnya bagi pihak-pihak yang berkompeten dengan permasalahan yang di bahas dapat memperluas wawasan keilmuan yang nantinya dapat menjadi bahan kajian dan pengembangan ilmu baik dalam bidang pendidikan atau yang lainnya khususnya yang membahas tentang manajemen kesiswaan dan prestasi belajar.

(24)

2. Manfaat Praktis

a. Bagi sekolah, bisa dijadikan sebagai bahan tambahan masukan agar bisa mengatur manajemen kesiswaan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa.

b. Bagi UIN KH. Ahmad Siddiq, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah, memperkaya literatur dan melengkapi referensi terkait pengaruh manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar.

c. Bagi penulis, hasil penelitian ini diharapkan untuk dapat membawa wawasan dalam penelitian sehingga dapat mengetahui Bagaimana pengaruh manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar siswa di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso.

d. Bagi peneliti lainnya yang ingin meneliti dengan pembahasan yang sama, semoga dapat dijadikan tambahan wawasan pengetahuan.

E. Ruang Lingkup Penelitian 1. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari individu. Aktifitas yang memiliki berbagai variasi tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipahami dan selanjutnya diambil kesimpulan. Dalam penelitian ini terdapat 2 macam variabel yakni:

a. Variabel Bebas (Independen Variabel)

Variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab atau merubah/

memengaruhi variabel lain (variabel terikat).8 Variabel independen berada

8 Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif: dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS (Jakarta: Kencana Prenada Group, 2018), 10.

(25)

dalam satu waktu. Menurut Ibnu, Mukhadis, dan Dasna variabel bebas Ialah variabel yang di duga timbulnya variabel lainnya, sehingga dalam konteks ini variabel lain yang dimaksud yaitu variabel terikat. Umumnya, variabel bebas dapat dimanipulasi, di amati, serta diukur untuk mengetahui hubungan (pengaruh) dengan variabel lainnya.9 Dalam penelitian ini variabel bebas (X) adalah manajemen kesiswaan.

b. Variabel Terikat (Dependen Variabel)

Variabel terikat adalah suatu variabel yang dapat dipengaruhi atau menjadi akibat dari variabel bebas. Variabel terikat juga dapat disebut sebagai variabel dependen, respons atau endogen. Variabel ini adalah variabel yang dijelaskan oleh variabel lain tetapi tidak dapat mempengaruhi variabel lain. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat (Y) adalah prestasi belajar.

2. Indikator Penelitian

Setelah variabel penelitian terpenuhi, kemudian dilanjutkan dengan mengembangkan indikator-indikator variabel yang akan menjadi rujukan atau pedoman empiris dalam penelitian. Indiktaor empiris nantinya akan dijadikan sebagai dasar dalam pembuatan butir-butir atau poin-poin dalam pembuatan angket. Adapun indikator-indikator dari variabel penelitian ini adalah:

9 Adhi Kusumastuti, Ahmad Mustamil Khoiron, Taofan Ali Achmadi, Metode Penelitian Kuantitatif (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2020), 17.

(26)

Tabel 1.2 Indikator Variabel

No. Variabel Sub Variabel Indikator 1. Manajemen

Kesiswaan

a. Perencanaan peserta didik

a. Adanya kegiatan analisis kebutuhan peserta didik b. Rekrutmen peserta didik c. Seleksi peserta didik d. Orientasi peserta didik

baru b. Pembinaan

peserta didik

Adanya pembinaan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler c. Evaluasi

peserta didik

a. Adanya penilaian kompetensi pengetahuan b. Adanya penilaian

kompetensi sikap

c. Adanya penilaian kompetensi keterampilan 2. Prestasi

Belajar

a. Aspek Kognitif

Adanya penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari.

b. Aspek Afektif

Adanya penguasaan terkait kecakapan, motivasi, dan sikap siswa terhadap program pembelajaran.

c. Aspek Psikomotor ik

Adanya penguasaan tentang keterampilan baik dari bakat maupun minat yang dimiliki oleh siswa.

F. Definisi Operasional

Definisi operasional merupakan bagian yang mendefinisikan suatu konsep/

variabel sehingga dapat di ukur dengan melihat pada dimensi (indikator) dari suatu konsep/ variabel tersebut. Variabelnya antara lain:

1. Pengaruh

Pengaruh adalah sebuah kekuatan baik dari benda ataupun individu yang dapat merubah, membentuk watak, dan memberikan dampak terhadap disekitarnya. Jadi, pengaruh merupakan kekuatan yang berasal dari orang lain

(27)

atau benda lain yang dapat mempengaruhi dalam melaksanakan tugas ataupun tanggung jawab.

2. Manajemen Kesiswaan

Manajemen kesiswaan yaitu sebuah proses yang terjadi kepada siswa/

peserta didik berupa pembinaan sekolah secara berkelanjutan yang diawali dari perencanaan penerimaan dan perencanaan pembinaan selama siswa berada di sekolah, agar terciptanya suasana yang kondusif sehingga siswa dapat mengikuti proses pembelajaran secara efektif dan efisien.

3. Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah hasil dari sebuah kegiatan pembalajaran yang di capai peserta didik yang di nyatakan dalam bentuk angka, simbol, huruf, maupun kalimat sebagai ukuran pencapaian keberhasilan peserta didik dengan standar yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah/ madrasah.

G. Asumsi Penelitian

Asumsi penelitian umumnya disebut sebagai anggapan pengetahuan dasar, yakni suatu tolok ukur pemikiran yang kebenarannya dapat diterima oleh peneliti. Pengetahuan dasar ini harus menerangkan dengan jelas sebelum peneliti bertindak ke langkah selanjutnya yaitu menyatukan data. Pengetahuan dasar ini berfungsi sebagai patokan pijakan yang kokoh bagi masalah yang diteliti juga untuk memperjelas variabel yang menjadi fokus perhatian penelitian dan merumuskan hipotesis.10

10 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 41.

(28)

Dalam penelitian ini, peneliti berasumsi bahwa: Terdapat Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XII Jurusan Keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso Tahun Pelajaran 2021/2022.

H. Hipotesis

Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara atau asumsi sementara terhadap suatu masalah yang dirumuskan oleh peneliti. Dikatakan sementara karena harus dibuktikan kebenarannya melalui data yang dikumpulkan dan melalui proses statistik. Adapun hipotesis dalam penelitian ini antara lain:

1. H0: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar peserta didik kelas XII jurusan keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso Tahun Pelajaran 2021/2022.

2. Ha: Terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar peserta didik kelas XII jurusan keagamaan Tahfidz di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso Tahun Pelajaran 2021/2022.

I. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan berisikan tentang penjelasan mengenai jalan pembahasan skripsi mulai dari bab pendahuluan sampai bab penutup. Format penulisan sistematis pembahasannya berbentuk deskriptif naratif, bukan seperti pada daftar isi.

(29)

Uraian yang sudah dijelaskan dalam sistematika pembahasan dibagi menjadi lima bab, untuk pembagiannya yakni:

Bab I Pendahuluan, dalam bab pendahuluan biasanya membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian yang dapat dilanjutkan dengan ruang lingkup penelitian, definisi operasional, asumsi penelitian, hipotesis dan di akhiri dengan sistematika pembahasan.

Bab II terdapat pembahasan tentang penelitian terdahulu serta kajian teori.

Bab III metode penelitian, dalam Bab III terdapat pendekatan dan jenis penelitian, populasi dan sampel, teknik dan instrumen pengumpulan data serta diakhiri dengan analisis data.

Bab IV berisikan penyajian data dan analisis data yang meliputi: gambaran obyek penelitian, penyajian data, analisis data dan pengujian hipotesis dan pembahasan.

Bab V berisi penutup yang meliputi kesimpulan dan saran.

(30)

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu atau kajian terdahulu merupakan sesuatu yang berkaitan dengan penelitian yang hendak di lakukan, kemudian membuat ringkasannya,..baik..penelitian yang.sudah di publikasikan atau belum.11

Beberapa..penelitian..yang..telah..dilakukan..yang..berkaitan..dengan penelitian..ini..adalah..sebagai..berikut:

1. “Pengaruh.manajemen.kesiswaan.terhadap.prestasi.akademik.peserta.didik kelas.XI..IPA..di SMAN 6..Pekanbaru”. Skripsi ini dilakukan oleh Shinta Mailani mahasiswa..Fakultas..Tarbiyah..dan..Keguruan di UIN Sultan Syarif Kasim Riau tahun 2020. Berdasarkan hasil analisis pengaruh manajemen kesiswaan berada pada kategori “sangat baik” yaitu 88,16%

pada kisaran 81-100%. Sedangkan prestasi belajar siswa berada pada kategori “sangat baik”, yaitu 93,17% dalam rentang 81-100%. Dengan koefisien hubungan sebesar 0,507 dengan tingkat kemungkinan sebesar 0,000. rtabel pada taraf besar 5% = 0,244, dengan tujuan agar terdapat hubungan yang besar antara manajemen.kesiswaan dan prestasi.akademik siswa kelas XI IPA di SMA 6 Pekanbaru. Tingkat pengaruh manajemen kesiswaan terhadap prestasi akademik peserta didik adalah 50,7% yang berada pada kategori sedang atau cukup.12

11 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: FTIK IAIN Jember, 2020), 40.

12 Shinta Mailani, “Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Prestasi Akademik Peserta Didik Kelas XI IPA di SMAN 6 Pekanbaru” (Skripsi: UIN Sultan Syarif Kasim Riau, 2020), 76.

(31)

2. “Pengaruh manajemen kesiswaan dan kinerja guru terhadap prestasi belajar siswa kelas XII MIPA 1 di SMA Negeri 1 Sambit Tahun Pelajaran 2019/ 2020”. Skripsi ini dilakukan oleh Ulfah Muazaroh Rohadatul ‘Aisy tahun 2020 di IAIN Ponorogo dengan hasil: 1). Pengaruh positif dan signifikan manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar siswa kelas XII MIPA 1 di SMAN 1 Sambit diperoleh Thitung (1,905) > Ttabel (2,048) maka H0

ditolak yang berarti bahwa manajemen kesiswaan (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XII MIPA 1. Kemudian diperoleh koefisien determinasi (R2) diatas, diperoleh nilai sebesar 11,5% dan sisanya sebesar 88,5% yang dipengaruhi oleh faktor yang lain. 2). Dampak positif dan signifikan kinerja guru berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XII MIPA 1 di SMAN 1 Sambit diperoleh Thitung (2,228) > Ttabel (2,048) maka H0 ditolak artinya kinerja guru (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XII MIPA 1 di SMAN 1 Sambit. Kemudian diperoleh koefisien determinasi (R2) diatas, diperoleh senilai 15,8% dan sisanya 84,2% yang dipengaruhi oleh faktor yang lain. 3). Pengaruh positif dan signifikan manajemen kesiswaan dan kinerja guru berpengaruh terhadap prestasibelajar siswa kelas XII MIPA 1 di SMAN 1 Sambit diperoleh Fhitung (2,526) > Ftabel (2,048) maka H0 ditolak yang berarti bahwa manajemen kesiswaan dan kinerja guru berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas XII MIPA 1 di SMAN 1 Sambit. Kemudian pada titik tersebut diperoleh koefisien determinasi (R2) diatas, mendapatkan nilai

(32)

sebesar 15,8% dan sisanya 84,2% yang dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk.13

3. “Pengaruh penerimaan peserta didik baru terhadap hasil belajar (penelitian di MTs Al-Wathaniyah Wargabinangun Kabupaten Cirebon)”. Skripsi dari Yuniah tahun 2021 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan hasil: 1).

Penerimaan peserta didik baru di MTs al-Wathaniyah Wargabinangun Kab. Cirebon termasuk kualifikasi tinggi dan hasil dari penelitian terletak pada interval 3,6-4,5. 2). Hasil belajar siswa termasuk dikualifikasi tinggi dan hasil penelitian berada pada rentang interval 3,6-4,5. 3). Terdapat pengaruh yang kuat serta signifikan antara penerimaan peserta didik baru terhadap hasil belajar yang memperoleh nilai koefisien korelasi sejumlah 0,626. Maka semakin tinggi penerimaan peserta didik baru maka semakin tinggi pula hasil belajar peserta didik.14

4. “Pengaruh manajemen kesiswaan dan kurikulum terhadap prestasi Madrasah Aliyah TMI putri Al-Amien Prenduan Sumenep Madura”.

Jurnal yang diteliti oleh Dini Nur Jannah dan Qowaid, M. Faqihudin di Program Sarjana IAI-N Laa Roiba Bogor tahun 2020 dengan hasil penelitian membuktikan bahwa Manajemen kesiswaan dan variabel manajemen kurikulum nilai signifikan 0,000 < 0,05 terhadap variabel prestasi sekolah maka terdapat pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap

13 Ulfah Muazaroh Rohadatul ‘Aisy,”pengaruh manajemen kesiswaan dan kinerja guru terhadap prestasi belajar siswa kelas XII MIPA 1 di SMAN 1 Sambit Tahun Pelajaran 2019/ 2020” (Skripsi:

IAIN Ponorogo, 2020), 106.

14 Yuniah, “Pengaruh Penerimaan Peserta Didik Baru Terhadap Hasil Belajar (Penelitian di MTs Al-Wathaniyah Wargabinangun Kab. Cirebon)” (Skripsi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2021), 102.

(33)

variabel Y. Hal ini dibuktikan dengan skor sebesar 35,9% dalam kategori baik.15

5. “Pengaruh manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar peserta didik”.

Jurnal yang di teliti oleh Fachruddin, Amiruddin, April Lidan, Dkk di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan Tahun 2022, hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa hasil analisis statistik inferensial tentang pengaruh manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar peserta didik di SMPS IT Al-Furqon Hidayatullah Lawe Loning Aman dalam hasil uji regresi sederhana pengaruh manajemen kesiswaan yang dilihat dari hasil penilaian 37 responden terhadap prestasi belajar peserta didik yang mempunyai Thitung = -1,211 dengan nilai signifikan 0,234>0,05 yang artinya H0 diterima dan H1 ditolak atau tidak ada pengaruh antara manajemen kesiswaan terhadap prestasi belajar peserta didik di SMPS IT Al-Furqon Hidayatullah Lawe Loning Aman.16

Tabel 2.1

Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu

No. Nama dan Judul Persamaan Perbedaan

1. Shinta Mailani,

“Pengaruh manajemen kesiswaan

terhadap prestasi akademik peserta didik kelas XI IPA di SMAN 6

a. Pendekatan penelitian kuantitatif

b. Teknik-…pengambilan sampel---menggunakan sample random sampling

c. Variabel..bebas tentang manajemen kesiswaan

a. Variabel---.terikat hanya fokus terhadap prestasi akademik, sedangkan penelitian ini fokus ke aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

b. Lokasi penelitian di SMAN 6 Pekanbaru,

15 Dini Nur Jannah, Qowaid, M. Faqihudin, “Pengaruh Manajemen Kesiswaan dan Kurikulum Terhadap Prestasi Madrasah Aliyah TMI Putri Al-Amin Prenduan Sumenep Madura”, No. 2 (Mei 2020): 145.

16 Fachruddin, Amiruddin, April Lidan, Dkk, “Pengaruh Manajemen Kesiswaan Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik”, Jurnal Ilmu Pendidikan, No. 1 (2022). 55.

(34)

No. Nama dan Judul Persamaan Perbedaan

Pekanbaru” sedangkan penelitian ini

di MAN Bondowoso.

c. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment, sedangkan dalam

penelitian ini

menggunakan…..regresi linier..sederhana.

d. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi, sedangkan dalam penelitian ini hanya menggunakan angket.

2. Ulfah Muazaroh Rohadatul ‘Aisy,

“Pengaruh manajemen kesiswaan dan kinerja guru terhadap prestasi belajar siswa kelas XII MIPA 1 di SMA Negeri 1 Sambit Tahun Pelajaran 2019/

2020”

a. Pendekatan--.penelitian kuantitatif

b. Variabel terikat sama- sama prestasi belajar.

a. Terdapat 2 variabel bebas, sedangkan dalam penelitian---ini hanya 1 variabel--bebas.

b. Teknik pengambilan sampel---menggunakan teknik--sampling..jenuh, sedangkan dalam

penelitian ini

menggunakan sample random-.sampling.

c. Analisis data menggunakan---regresi linier----sederhana dan regresi----linier ganda, sedangkan dalam penelitian---ini hanya menggunakan regresi linier..sederhana.

d. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi, sedangkan dalam penelitian ini hanya menggunakan angket.

3 Yuniah,

“Pengaruh penerimaan peserta didik baru terhadap hasil

Pendekatan penelitian kuantitatif.

a. Variabel bebas penerimaan peserta didik baru, sedangkan dalam penelitian ini manajemen kesiswaan.

(35)

No. Nama dan Judul Persamaan Perbedaan belajar

(penelitian di

MTs Al-

Wathaniyah Wargabinangun Kabupaten Cirebon)”

b. Lokasi penelitian di MTs Al-Wathaniyah

Wargabinangun---Kab.

Cirebon, sedangkan dalam penelitian---ini di MAN Bondowoso.

4 Dini Nur Jannah dan Qowaid, M.

Faqihudin,

“Pengaruh manajemen kesiswaan dan kurikulum

terhadap prestasi Madrasah Aliyah TMI putri Al- Amien Prenduan Sumenep

Madura”

a. Pendekatan penelitian kuantitatif.

b. Variabel bebas manajemen kesiswaan.

c. Teknik---pengumpulan data menggunakan angket.

a. Terdapat 2 variabel bebas, sedangkan dalam penelitian---ini hanya 1 variabel--bebas.

b. Variabel--terikat prestasi sekolah, sedangkan penelitian----ini prestasi belajar.

c. Analisis data menggunakan analisis regresi ganda, sedangkan dalam

penelitian ini

menggunakan regresi linier-.sederhana.

5 Fachruddin, Amiruddin, April Lidan, Dkk.

“Pengaruh manajemen kesiswaan

terhadap prestasi belajar peserta didik”.

a. Variabel bebas Manajemen Kesiswaan b. Variabel terikat prestasi

belajar

c. Metode penelitian kuantitatif

a. Lokasi penelitian di SMPS IT Al-Furqon Hidayatullah Lawe

Loning Aman

sedangkan dalam penelitian ini di MAN Bondowoso.

b. Teknik---analisis--- data menggunakan model analisis jalur, sedangkan dalam penelitian ini menggunakan

regresi linier sederhana.

c. Teknik pengumpulan data menggunakan

angket dan

dokumentasi,

sedangkan dalam penelitian ini hanya menggunakan

angket.

(36)

B. Kajian Teori

Bagian ini berbicara tentang teori yang berkaitan dengan topik..penelitian untuk dijadikan sebagai dasar pijakan dalam melaksanakan penelitian.

Pembahasan teori yang berkaitan dengan penelitian secara lebih luas juga akan mengembangkan pengetahuan peneliti dalam memeriksa masalah yang akan ditangani sesuai dengan hasil tinjauan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.17

1. Pengertian Manajemen.Pendidikan.Islam

Manajemen…Pendidikan…Islam menurut beberapa ahli pendidikan memberikan beberapa pendapat, yaitu:

Tabel 2.2

Teori Manajemen Pendidikan Islam

No Tokoh Teori

1. Mujammil Qomar

Manajemen.Pendidikan.Islam adalah sebuah proses pengaturan dalam suatu lembaga pendidikan islam yang secara islami mengelola aset pembalajaran dan hal-hal terkait lainnya untuk mencapai tujuan instruktif secara efektif dan efisien.

2. Ramayulis

Manajemen..Pendidikan..Islam adalah suatu proses penggunaan setiap aset yang dapat di akses (muslim, organisasi pendidikan, atau lainnya), baik yang sulit maupun yang mudah, penggunaan ini dilakukan melalui kerjasama dengan orang lain secara efektif dan efisien dan bermanfaat untuk mencapai kebahagiaan dan sejahtera baik di dunia dan di alam akhirat.

3. Nizar Ali dan Ali Satibi

Manajemen pendidikan islam..yang dimaknai sebagai konsep-konsep manajemen mengenai prinsip, tujuan dan fungsi manajemen pada umumnya saja. Dikursus manajemen pendidikan islam dimasukkan dalam ranah

17 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, 81.

(37)

No Tokoh Teori

manajemen dengan mengikutsertakan nilai transendental dan religius dalam setiap aktiftasnya sehingga membedakan dengan konsep manajemen pada umumnya.18

Dari pengertian di..atas..maka..dapat..disimpulkan..bahwa manajemen pendidikan..islam..adalah suatu konsep manajemen yang diterapkan pada pendidikan islam menggunakan fungsi, metode dan prosedur yang berlaku dalam manajemen yang bertujuan agar pendidikan islam dapat mencapai visi, misi dan tujuan..yang..selaras..dengan..tujuan..pendidikan nasional.

Sedangkan komponen-komponen dalam manajemen pendidikan islam sedikitnya ada 7 komponen yang harus diatur dengan baik dan benar, diantaranya..yaitu:

a. Kurikulum..dan..program..pengajaran, b. Pendidik..dan..tenaga..kependidikan, c. Kesiswaan,

d. Keuangan..dan..pembiayaan, e. Sarana..dan..prasarana..pendidikan, f. Kerjasama..sekolah..dan..masyarakat,

g. Serta..pelayanan..khusus..lembaga..pendidikan.19

18 Suparjo Adi Suwarno, Manajemen Pendidikan Islam: Teori, Konsep dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan Islam (Indramayu: PENERBIT ADAB, 2020), 1-2.

19 Muklis Kanto, Patta Rappana, Filsafat Manajemen (Surabaya: Celebes Media Perkasa, 2017), 81.

(38)

2. Manajemen.Kesiswaan

a. Pengertian.Manajemen.Kesiswaan

Manajemen..Kesiswaan..adalah..pengaturan..terhadap siswa disekolah, sejak siswa masuk sampai dengan lulus, bahkan saat menjadi alumni.

Pendapat juga mengatakan bahwa manajemen..kesiswaan merupakan pengelolaan kegiatan mengatur aktivitas yang berhubungan dengan peserta didik dari awal sampai kelulusan dari lembaga pendidikan.20

Pada hakikatnya.manajemen.atau tata kelola siswa memiliki.pengertian sebagai suatu.proses.pengurusan.segala sesuatu yang.berkaitan.dengan.di lembaga pendidikan, mulai dari penataan, penerimaan siswa, pelatihan yang dilakukan selama siswa berada di sekolah tersebut, hingga siswa menyelesaikan sekolahnya, melalui pembuatan lingkungan belajar yang kondusif dan membantu untuk proses belajar mengajar yang berkelanjutan yang dilaksanakan secara efekif. Sehingga dengan adanya hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan.

1) Menurut Knezevich mendefinisikan manajemen peserta didik sebagai sebuah pelayanan yang memusatkan perhatian kepada pengelolaan, pengawasan, dan pelayanan peserta..didik baik didalam kelas maupun diluar kelas seperti perkenalan, pendaftaran, layanan individual seperti

20 Warisno, Strategi Manajemen Pengembangan Mutu Pendidikan Berbasis Akhlak (Malang: CV.

Literasi Nusantara Abadi, 2021), 17.

(39)

pengembangan seluruh kemampuan, minat, kebutuhan sampai lulus dari sekolah tersebut.21

2) Manajemen Kesiswaan menurut Sudrajat adalah suatu usaha pengaturan terhadap peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai dengan lulus sekolah.22

3) Rohana yang mengatakan bahwa manajemen kesiswaan juga berarti seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara berkelanjutan kepada peserta didik agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara efektif dan efisien mulai dari penerimaan peserta didik sampai keluarnya peserta didik dari suatu sekolah.23

Berdasarkan penjelasan di-.atas,..maka dapat dipahami bahwasanya manajemen kesiswaan merupakan sebuah upaya untuk mengelola, mengontrol, dan menfasilitasi hal-hal yang berkaitan dengan peserta didik mulai dari masuk sampai lulus, agar peserta..didik mampu memenuhi tujuan pembelajaran di sekolah. Ruang lingkup manajemen kesiswaan menurut Sudrajat adalah sebagai berikut: 1). Perencanaan peserta didik, 2).

Pembinaan peserta didik, 3). Dan evaluasi peserta didik.24

21 Hasrian Rudi Setiawan, Manajemen Peserta Didik: Upaya Peningkatan Kualitas Lulusan (Medan: UMSU Press, 2021),5.

22 Muhammad Rifa’I, Manajemen Peserta Didik: Pengelolaan Peserta Didik untuk Efektivitas Pembelajaran (Medan: CV. Widya Puspita, 2018), 7.

23 Endang Sri Budi Herawati, Adiman, Tata Kelola Administrasi Persekolahan (Pasuruan: CV.

Penerbit Qiara Media, 2020), 92-93.

24 Muhammad Rifa’I, Manajemen Peserta Didik: Pengelolaan Peserta Didik untuk Efektivitas Pembelajaran, 17.

(40)

b. Perencanaan Peserta..Didik

Aktivitas dalam suatu perencanaan siswa terdiri dari:

1) Analisis..Kebutuhan Siswa

Analisis kebutuhan siswa khususnya penjaminan siswa yang dibutuhkan oleh pendidikan yang mencakup:

a) Merencanakan jumlah siswa yang akan diterima. Penentuan jumlah siswa yang akan diterima harus dilakukan oleh lembaga pendidikan, sehingga pelayanan siswa dapat dilakukan dengan baik. Mengingat jumlah siswa yang akan diterima harus mempertimbangkan hal-hal berikut:

(1) Batas kelas/ jumlah kelas yang dapat diakses. Jumlah siswa yang akan diterima bergantung pada jumlah kelas atau fasilitas tempat duduk yang tersedia. Jumlah siswa dalam satu kelas menurut kebijakan pemerintah berkisar antara 40-45 siswa setiap kelas.

Kelas yang ideal berjumlah 25-30 siswa.

(2) Rasio murid dan guru. Secara ideal rasio peserta didik dan pendidik adalah 1: 30.

b) Membina program aktivitas siswa. Penyusunan program harus ddasarkan pada:

(1) Visi dan..misi..sekolah.

(2) Minat dan..bakat..siswa,.

(3) Sarana..dan..prasarana yang ada.

(41)

(4) Rencana keuangan dan tenaga..kependidikan..yang..tersedia.25 2) Rekrutmen Peserta Didik

Rekrutmen peserta didik merupakan kegiatan mencari dan menentukan siswa yang nantinya akan menjadi siswa di sekolah yang bersangkutan.

Prosedur perekrtutan menurut Asmendri adalah sebagai berikut:

a) Pembuatan,.pengiriman/.pemasangan pengumuman

Penyusunan pengumuman mencakup beberapa hal yakni: gambaran singkat sekolah/ Profil sekolah, persyaratan pendaftaran peserta didik, langkah-langkah pendaftaran, waktu seleksi, dan sebagainya. Selanjutnya pengumuman akan ditempelkan ditempat yang strategis serta disebar melalui media sosial agar lebih meluas lagi.

b) Pendaftaran peserta didik

Saat pelaksanaan pendaftaran, yang harus disediakan oleh panitia yaitu loket pendaftaran, loket data, dan formulir pendaftaran. Sedangkan yang perlu diketahui oleh calon siswa baru adalah jadwal pengambilan formulir,..bagaimana..cara..pengisian..formulir,..dan..kapan..formulir dikembalikan.26

3) Seleksi Peserta Didik

Seleksi adalah aktivitas memilih calon siswa untuk memutuskan apakah calon siswa dapat diterima atau tidak menjadi peserta didik di

25 Kompri, Standarisasi Kompetensi Kepala Sekolah: Pendekatan Teori untuk Praktik Profesional (Jakarta: Kencana,2017), 139-140.

26 Muhammad Kritiawan, Dian Safitri, Rena Lestari, Manajemen Pendidikan (Yogyakarta: CV BUDI UTAMA, 2017), 71-73.

(42)

lembaga pendidikan berdasarkan pedoman yang berlaku. Adapun teknik seleksi yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:

a) Melalui tes atau ujian, yaitu tes mental, tes jasmani, tes kesehatan, tes akademik, atau tes kemampuan.

b) Melalui pencarian bakat kemampuan, umumnya didasarkan pada prestasi siswa yang diraih oleh calon peserta didik dalam bidang olahraga atau dalam bidang seni.

4) Orientasi Peserta Didik Baru

Orientasi peserta didik baru adalah aktivitas mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan tempat peserta didik menempuh pendidikan.

Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan sekolah yang sebenarnya dan lingkungan sosialnya. Alasan dari orientasi ini agar siswa memahami dan mentaati peraturan yang berlaku disekolah, peserta didik dapat aktif dalam aktivitas yang dikoordinasikan oleh sekolah, dan siap menghadapi lingkungan baru secara aktual, mental dan emosional.27

Orientasi siswa baru adalah suatu aktivitas yang biasanya dilakukan oleh lembaga untuk menerima kedatangan siswa baru. Masa..orientasi umumnya dilaksanakan baik ditingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.28 Adapun tujuan dari orientasi ini antara lain yaitu:

a) Memperkenalkan nama-nama tempat disekolah serta dikelas, manfaat setiap tempat, dan pengenalan peraturan serta peraturan sekolah.

27 Amiruddin Tumanggor, James Ronald tambunan, Pandapotan Simatupang, Manajemen Pendidikan (Yogyakarta: K-Media, 2021), 55-56.

28 Amirudin Mahmud, Guru Tak Boleh Sejahtera: Catatan dan Refleksi Seorang Pendidik (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2018), 119.

(43)

b) Memperkenalkan siswa dengan orang-orang yang terletak dilingkungan sekolah beserta dengan tugas-tugasnya.

c) Peserta didik dapat memahami serta mentataati seluruh peraturan yang berlaku di sekolah tersebut.

d) Peserta didik bisa aktif dalam aktivitas sekolah. Supaya calon peserta didik merasa aman di sekolah, semua warga sekolah wajib bersikap ramah kepada calon peserta didik serta senantiasa siap menolong apabila membutuhkan bantuan.29

Sehingga dapat dipahami tujuan dari orientasi siswa ini merupakan ajang perkenalan terhadap lingkungan sekolah, teman sebaya, serta budaya yang ada di lembaga tersebut.

c. Pembinaan.Peserta.Didik

Kegiatan mengembangkan pengetahuan, bakat, dan keterampilan.siswa dilaksanakan dengan pembinaan. Pembinaan peserta didik adalah unit yang sangat..penting didalam terlaksananya pelaksanaan…pendidikan. Jadi maksudnya ialah penyelengaraan pendidikan..tidak..lepas..dari proses pembinaan..kepada..siswa tersebut, dengan adanya pembinaan diharapakan bisa berkembang serta tumbuh sebagai rakyat Indonesia seutuhnya sesuai dengan tujuan pembelajaran nasional.

Pembinaan…siswa merupakan sebuah proses,..cara, dan kegiatan pembinaan peserta didik sehingga dapat mengenal lingkungan tempat belajar serta dapat membiasakand diri dengan tuntutan sekolah. Pembinaan

29 Mustafa Abi Hamid, Dkk, Pengelolaan Pendidikan (Yayasan Kita Menulis, 2021), 81.

(44)

siswa terbagi menjadi 2, yakni pembinaan kurikuler dan ekstrakurikuler, berikut penjelasannya:

1) Pembinaan-Kurikuler

Aktivitas kurikuler merupakan segala aktivitas yang sudah di resmikan didalam kurikulum yang penerapannya dilaksanakan pada jam- jam pelajaran. Aktivitas kurikuler merupakan wujud kegiatan pembelajaran didalam-.kelas dan wajib mengikuti-.kegiatan. Dalam aktivitas kurikuler-.ini-.perlu-.pengelolaan yang baik khususnya-.pada sekolah inklusif yang mengkaitkan anak berkebutuhan khusus dengan peserta didik normal didalam kelas. Untuk aktivitas pendidikan ini pendidik wajib mencermati hal-hal mulai dari aktivitas pendahuluan, inti serta penutup, hal ini akan dijelaskan dibawah ini:

a) Kegiatan Pendahuluan

Didalam pendahuluan, seorang pendidik harus-.mengamati hal-hal sebagai-berikut:

(1) Mepersiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk menjajaki proses pembelajaran.30

(2) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan tadinya dengan modul yang hendak dipelajari.

(3) Menerangkan tujuan pembelajaran ataupun kompetensi dasar yang hendak dicapai.

30 Naniek Kusumawati, Endang Sri Maruti, Strategi Belajar Mengajar di Sekolah Dasar (Jawa Timur: CV. AE Media Grafika, 2019), 70.

(45)

(4) Menyampaikan cakupan modul serta uraian penjelasan aktivitas sesuai dengan silabus.

b) Kegiatan Inti

Penerapan kegiatan inti ialah proses pembelajaran untuk menggapai kompetensi dasar yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, dan membagikan ruang yang cukup untuk meningkatkan kreativitas, serta kemandirian sesuai dengan bakat minat peserta didik. Kegiatan inti memakai tata cara yang telah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang bisa meliputi proses eksplorasi, elaborasi, serta konfirmasi, yaitu:

(1) Kegiatan-eksplorasi, pendidik harus-memperhatikan-hal-hal-berikut:

a) Melibatkan siswa dalam mencari data yang luas dan tentang pokok bahasan/topik materi yang akan diteliti.

b) Memanfaatkan berbagai macam metodologi, metode, dan media pembelajaran lainnya.

c) Menfasilitasi terjadinya interaksi atau sosialisasi baik siswa dengan guru, lingkungan, dan aset belajar lainnya.

d) Melibatkan siswa secara efektif dalam setiap tindakan pembelajaran.

(46)

e) Menfasilitasi siswa melakukan tes di laboratorium,-.studio atau lapangan.31

(2) Kegiatan elaborasi, pendidik harus fokus pada hal-hal berikut:

a) Siswa terbiasa untuk membaca--dan memahami serta menulis melalui tugas-tugas penting tertentu.

b) Menfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain- lain untuk memunculkan pemikiran-pemikiran yang inovatif baik secara tertulis ataupun non tertulis.

c) Memberi kesempatan siswa untuk berpikir, menganalisis, mengatasi masalah, dan bertindak-.tanpa-.rasa-.takut.

d) Menfasilitasi--siswa dalam--pembelajaran yang menyenangkan dan kooperatif.

e) Menfasilitasi siswa terampil secara sehat untuk lebih mengembangkan prestasi belajar.

f) Menfasilitasi-.peserta-.didik dalam membuat laporan eksplorasi yang dilaksanakan baik secara lisan maupun tertulis, baik secara individu maupun bersama-sama.

g) Menfasilitasi siswa melaksanakan pameran, kompetisi, perayaan, serta-produk yang dihasilkan.

h) Menfasilitasi siswa melaksanakan aktivitas yang mendorong kebanggaan dan keberanian siswa.32

31 Murniati Agustian, David Wijaya, Ingridwati Kurnia, Keterampilan Dasar dalam Proses Pembelajaran (Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, 2019), 5.

(47)

(3) Kegiatan konfirmasi, pendidik juga harus fokus pada hal-hal berikut:

a) Memberikan masukan dan dukungan positif dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, ataupun hadiah terhadap hasil belajar siswa.

b) Memberikan penegasan dan penjabaran terhadap siswa melalui berbagai sumber.

c) Bekerja sama dengan siswa untuk mendapatkan kesempatan untuk berkembang yang telah dilaksanakan.

d) Menfasilitasi siswa untuk mendapatkan keterlibatan yang signifikan dengan mencapai kompetensi dasar.

e) Berfungsi sebagai aset dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang mengahadapi tantangan, menggunakan bahasa yang baku dan benar.

f) Membantu mengatasi masalah.

g) Memberikan referensi atau pandangan sehingga peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi.

h) Memberikan data untuk diteliti lebih lanjut.

i) Memberikan inspirasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berhasil mengambil bagian untuk memberikan pendapat.33 c) Kegiatan-.Penutup

Di dalam penutup, pendidik harus fokus pada hal-hal berikut:

32 Halim Simatupang, Strategi Belajar Mengajar Abad Ke-21 (Surabaya: CV. Cipta Media Edukasi, 2019), 13.

33 Rahmah Johar, Latifah Hanum, Strategi Belajar Mengajar (Sleman: CV Budi Utama, 2016), 5.

(48)

1) Bersama-sama peserta didik atau secara mandiri membuat rangkuman atau kesimpulan.

2) Melaksanakan penilaian terhadap aktivitas yang telah dilakukan secara konsisten-.dan-.terprogram.

3) Memberikan kritik terhadap sistem dan hasil pembelajaran.

4) Menyusun latihan-latihan tindak lanjut seperti remidi,-program pengayaan,-layanan konseling atau pembagian tugas, baik tugas individu maupun tugas kelompok.

5) Menyampaikan-.rencana pembelajaran-pada pertemuan berikutnya.34 2) Pembinaan Esktrakurikuler

Pembinaan ekstrakurikuler merupakan aktivitas diluar jam pelajaran, serta dilaksanakan di hari libur sekolah. Kegiatan ini dapat dilaksanakan di sekolah maupun diluar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa. Berikut contoh kegiatan dari ekstrakurikuler yaitu:

a. Pramuka

b. Palang Merah Remaja c. Kesenian

d. Olahraga35

Kegiatan ini dilakukan dengan rutin atau-.hanya-dalam-waktu-waktu tertentu saja. Umunya pelaksanaan ekstrakurikuler juga menjadi nilai tambah dalam hal prestasi belajar siswa.

34 Indah Hari Utami, Dkk, Pendidikan Dasar Inklusif: Teori dan Iplementasi (Yogyakarta: CV.

Bintang Pustaka Madani, 2020),89-93.

35 Irwansyah, Pendidikan Jasmani,Olahraga, dan Kesehatan (Grafindo Media Pratama, 2006), 203.

(49)

d. Evaluasi Peserta Didik

1) Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Instrumen-penilaian-yang diguanakan pada-kompetensi-pengetahuan adalah sebagai-berikut:

a) Tes-Tertulis

Bentuk-.soal dari tes tulis ini yaitu: Pertama, memilih-.jawaban berupa pilihan ganda, dua pilihan (benar-salah, ya-tidak), menjodohkan, sebab-akibat. Kedua, memberikan jawaban berupa isian atau melengkapi, tanggapan singkat dan pendeskripsian.

Soal-.tes-.tertulis dapat berupa soal-soal-.yang membuat peserta didik dapat merumuskan-.jawabannya-.sendiri,-seperti-soal-soal-uraian.

Soal-.uraian ini dapat membuat peserta didik dapat mengembangkan pemikirannya sehingga tidak hanya terpaku kepada jawaban yang telah disediakan seperti dalam soal-soal pilihan ganda.

b) Observasi-Terhadap-Diskusi,-Tanya-Jawab-dan-Percakapan

Penilaian yang dilakukan pada siswa bisa dilaksanakan melalui observasi dalam kegiatan diskusi, tanya jawab, dan percakapan. ketika diskusi dilaksanakan seorang pendidik bisa mengamati serta memahami kompetensi-kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik tersebut.

Berikut ilustrasinya adalah:

(1) Siswa harus menggunakan kalimat yang baik dan benar berdasarkan kaedah bahasa Indonesa sehingga hal itu

(50)

menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki kemampuan tata bahasa yang baik.

(2) Siswa dapat menjelaskan materi kepada teman sebayanya dengan sistematis dan jelas.

c) Penugasan

Penugasan dapat memberikan nilai tambahan untuk peserta-didik dalam uji kompetensi pengetahuan yang dimiliki oleh setiap peserta didik, serta hal..ini..dapat mengharuskan peserta didik agar tetap belajar meskipun telah berada di rumah masing-masing.

2) Penilaian Kompetensi Sikap a) Observasi

Sikap dari peserta didik dapat diketahui dengan mengamati sejumlah indikator perilaku yang berkaitan dengan mata..pelajaran maupun secara..keseluruhan. Observasi yang berhubungan mata pelajaran maka pendidik dapat mengetahuinya ketika proses pembelajaran berjalan, seperti ketekunan, rasa percaya diri, rasa ingin tahu, kerajinan, kerjasama,..kejujuran..dan..lain sebagainya.

b) Penilaian..Diri

Penilaian diri digunakan untuk mendukung kemajuan system pembelajaran siswa. Penilaian diri memiliki peran penting disamping pergeseran pusat pembelajaran dari pendidik ke peserta didik karena

Gambar

Tabel 4.15 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana ..............................................
Tabel 1.1  Prestasi Peserta Didik
Tabel 1.2  Indikator Variabel
Tabel 3.1  Populasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

menghadapi ujian nasional (UN) dengan motivasi belajar pada peserta didik. kelas XII Madrasah Aliyah Negeri

Jadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh prestasi belajar Bidang Studi Aqidah Akhlak terhadap perilaku sosial keagamaan siswa di Madrasah Aliyah

Rumusan masalahnya adalah 1 Bagaimana Pelaksanaan Program Madrasah Diniyah yang Diikuti Siswa Kelas XI di Madrasah Aliyah Ma‟arif NU Kota Blitar, 2 Bagaimana Pengaruh Program

Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas XII Ilmu-Ilmu Sosial di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pekanbaru, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah

Skripsi dengan judul “ Pelaksanaan Pembinaan Akhlakul Karimah Peserta Didik Melalui Kegiatan Keagamaan di Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Bandung Tahun 2015/2016 ”

Masalah utama dalam penelitian ini (1) Seberapa besar hasil belajar Fisika peserta didik kelas XII 1 Madrasah Aliyah Muhammadiyah Limbung setelah diterapkan model

w.. Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana hubungan sikap disiplin dan motivasi religius dengan prestasi belajar peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 1

MIPTAHUL AULIAL AMIN 0059553559 SMPN 1 RANGKASBITUNG LULUS PESERTA DIDIK YANG DINYATAKAN LULUS PADA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU. MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 LEBAK TAHUN