PENDAHULUAN
Latar Belakang
Anak usia dini adalah anak yang berusia antara 0-6 tahun yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa dan pesat sehingga menimbulkan berbagai keunikan dalam dirinya. 4 Jadi singkatnya pendidikan anak usia dini adalah pembinaan atau pendidikan yang diberikan kepada anak usia 0-6 tahun. Memang salah satu prinsip dalam pendidikan anak usia dini adalah belajar sambil bermain.
Rumusan Masalah
Sehingga di sekolah ini sangat jarang mengembangkan kemampuan mengklasifikasikan benda dengan bermain-main dengan bahan alam. Berdasarkan permasalahan yang ada, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan topik “Pengaruh Metode Bermain Terhadap Kemampuan Anak Mengurutkan Benda Di Kelas TK Darma Wanita Wansaba Lombok Timur”. Bahan alam yang digunakan dalam kegiatan pemilahan objek berupa daun, dahan pohon dan batu.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Dalam kegiatan ini hanya difokuskan pada anak usia dini dengan usia 5-6 tahun yang masuk dalam kelompok B. Guru dapat menemukan bagaimana meningkatkan dan mengembangkan keterampilan anak untuk mengklasifikasikan benda berdasarkan ukuran, bentuk dan warna. Dapat meningkatkan kualitas sekolah dan menyediakan sarana prasarana penunjang kegiatan pembelajaran yang menggunakan bahan alam di lingkungan anak untuk meningkatkan kemampuan mengklasifikasikan benda.
Definisi Oprasional
Sedangkan bahan alam adalah benda-benda yang ada di sekitar lingkungan seperti dedaunan, dahan pohon, bebatuan dan lain-lain. Klasifikasi objek adalah kemampuan untuk mengklasifikasikan objek berdasarkan karakteristik yang relevan, seperti ukuran, bentuk, dan warna. Indikator dalam kemampuan mengklasifikasikan benda antara lain mengelompokkan benda berdasarkan ukuran, bentuk dan warna, mengurutkan benda ke dalam kelompok yang sama, memberi nama ukuran besar dan kecil, mengurutkan benda ke dalam ukuran yang sama.
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESISI PENELITIAN
Telaah Pustaka
Kajian Pustaka
- Metode Bermain
- Media Bahan Alam
- Mengklasifikasikan Benda
- Hakikat Pendidikan Anak Usia Dini
- Perkembangan Kognitif
Mengenai pendidikan anak usia dini, ada beberapa metode yang dapat digunakan dan digunakan dalam proses pembelajaran, metode tersebut adalah bernyanyi, bercerita, tanya jawab, diskusi, simulasi, akting, wisata alam, dll. Metode tersebut telah disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik anak usia dini, salah satu yang sering digunakan dalam pembelajaran TK/PAUD adalah metode bermain, karena pada dasarnya dunia anak adalah dunia bermain. Pengalaman menyenangkan dengan materi, benda, teman sebaya, dan dukungan orang dewasa membantu anak berkembang secara optimal.
Anak akan menikmati setiap proses permainan yang dialaminya tanpa memperdulikan hasil akhirnya, pengalaman yang didapat anak saat bermain akan diingat oleh anak. Anak usia dini belajar melalui pengalaman yang diperolehnya, ada dua jenis pengalaman yaitu pengalaman langsung dan pengalaman tidak langsung. Seperti halnya klasifikasi benda untuk anak, guru akan memberikan benda-benda yang ada di sekitar anak agar anak dapat langsung melihat dan mempelajari benda-benda yang ada di sekitar anak.
23Ernawati, “Meningkatkan Keterampilan Mengurutkan Media Dengan Kartu Geometri Pada Anak Usia Dini 4-5 Tahun Di TK Tunas Harapan Desa Podoroto Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang”, Vol. Kemampuan mengklasifikasikan benda termasuk dalam ranah kognitif, anak akan menggunakan otaknya untuk berpikir dalam memecahkan masalah yang dialaminya, terutama dalam proses pembelajaran. Di antara tahapan tersebut yang termasuk dalam kategori anak usia dini adalah periode sensorik-motorik dan periode pra-operasional.
Saat ini, anak-anak dapat bereaksi terhadap semua yang kita lakukan, baik dalam perilaku maupun ucapan, tetapi anak-anak tidak mengerti apa yang baik dan apa yang buruk untuk mereka.
Kerangka Berpikir
Kegiatan bermain tidak hanya mendatangkan kesenangan bagi anak, tetapi merupakan salah satu mediator perkembangan aspek perkembangan anak, salah satu unsur perkembangan yang dapat dikembangkan melalui metode bermain adalah perkembangan kognitif, salah satu media permainan yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif. pembangunan adalah dengan pembangunan alam. media materi dimana materi adalah Hakikat alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran dari sumber belajar (guru) kepada penerima belajar (siswa) yang berasal dari lingkungan. Media bahan alam sangat cocok untuk mengembangkan aspek kognitif khususnya pada kompetensi memilah benda pada anak usia dini. Maka dari itu, dalam kegiatan memilah benda ini, anak diajak untuk mencari benda-benda yang ada disekitarnya, terutama benda-benda yang berasal dari bahan alam seperti daun, dahan pohon, batu dan lain-lain.
Diharapkan dengan menggunakan media yang terbuat dari bahan alam, anak dapat mengklasifikasikan benda-benda yang ada disekitarnya. Pemanfaatan Media Bahan Alami Dalam Meningkatkan Keterampilan Embossing Siswa Kelas II SDN Lemah Duwur (PGSD FKIP UNS Kebumen, tt), hlm. Oleh karena itu, perlu mengadopsi metode bermain dengan menggunakan bahan alam agar anak tertarik pada proses pembelajaran, sehingga kerangka dalam penelitian ini dapat diuraikan secara sederhana yaitu:
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Variabel Penelitian
- Desain Penelitian
- Instrumen dan Uji Keabsahan
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada penelitian ini diperoleh hasil tes akhir (posttest) pada kedua kelompok. Berdasarkan tabel bantu di atas, dapat membantu menghitung chi-kuadrat pada kelompok eksperimen dengan rumus. Pada kelompok eksperimen proses pembelajaran untuk mengetahui atau mengembangkan kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak menggunakan metode bermain dengan media bahan alam seperti daun, batu dan ranting.
Sedangkan pada kelompok kontrol digunakan metode ceramah konvensional dan metode demonstrasi untuk mengetahui kemampuan anak dalam mengurutkan benda, namun media yang digunakan sama dengan pada kelompok eksperimen. Dari hasil analisis data yang dilakukan pada kelompok eksperimen dan kontrol didapatkan hasil yang berbeda. Pada kelompok eksperimen yang menentukan kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak dengan menggunakan metode bermain dengan media materi dalam diperoleh nilai rata-rata 32,68.
Penggunaan metode bermain dengan bahan alam dapat menarik perhatian anak sehingga anak pada kelompok eksperimen sangat antusias dan antusias mengikuti pembelajaran. Sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode yang berbeda dengan media yang sama dengan kelompok eksperimen internal. Sedangkan pada uji homogenitas yang dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terdapat nilai F yang mencolok, tabel < F (2,19) yang berarti data varian kedua kelompok homogen.
Nilai rata-rata 32,68 dicapai pada kelompok eksperimen, sedangkan nilai rata-rata 24,37 dicapai pada kelompok kontrol.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Deskripsi Data
- Analisis Data
Kelas yang diambil dalam penelitian ini hanya kelas B2 dengan jumlah siswa 39 orang, namun ada 1 siswa yang jarang hadir sehingga terdapat 38 siswa, kemudian setiap siswa dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan ada kelompok kontrol. . kelompok. Langkah awal dalam pengumpulan data adalah perlakuan kelompok eksperimen dalam hal ini Bentuk perlakuan berupa metode bermain dengan media bahan alam untuk mengetahui kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak, sedangkan kelompok kontrol tidak menggunakan metode bermain untuk mengetahui kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak dengan media bahan alam, akan tetapi menggunakan metode yang biasa yaitu metode wacana untuk mengetahui kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak dengan media bahan alam. Dari perhitungan di atas dapat diketahui rata-rata, modus dan median dari data hasil kelompok eksperimen adalah dan 33.
Kecenderungan tinggi rendahnya kemampuan mengklasifikasikan objek pada kelompok eksperimen didasarkan pada kategorisasi skor ideal yang menggunakan mean ideal (Mi) dan standar deviasi ideal (Sdi) sebagai pembanding untuk menentukan skor. Dari data di atas, trend skor pada kelompok eksperimen dapat dilihat dengan membandingkan data nilai rata-rata dengan rata-rata ideal. Data diperoleh pada kelompok kontrol setelah melakukan penelitian di kebun Darma Wanita Wanasaba Lombok Timur.
Kecenderungan tinggi rendahnya kemampuan mengklasifikasikan objek pada kelompok kontrol didasarkan pada kategorisasi skor ideal. Dari data di atas, trend skor dalam kelompok dapat diturunkan dengan membandingkan data nilai rata-rata dengan rata-rata ideal. Analisis data ini dilakukan untuk melihat hasil kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak dengan menggunakan metode bermain bahan alam dan untuk melihat pengaruh metode bermain dengan bahan alam terhadap kemampuan mengklasifikasikan benda anak.
Untuk mengetahui apakah data pada kelompok eksperimen dan kontrol berdistribusi normal atau tidak, dilakukan uji normalitas.
Pembahasan
Jadi ℎ� adalah 15,67 sedangkan tolak t hitung > t tabel, artinya Ho, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode bermain dengan bahan alam berpengaruh signifikan terhadap kemampuan anak dalam mengklasifikasikan benda. Pada kelompok kontrol yang menggunakan metode yang berbeda dengan kelompok eksperimen, metode yang digunakan adalah metode demonstrasi dan diskusi, namun media yang digunakan tetap sama yaitu bahan alam. Hasil tersebut menunjukkan bahwa skor rata-rata kedua kelompok sangat berbeda, dari hasil tersebut juga dapat dikatakan bahwa penggunaan metode bermain dengan bahan alam lebih baik dan dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengklasifikasikan benda.
Penggunaan media bahan alam dalam proses pembelajaran di TK/PAUD dapat memberikan suasana baru bagi siswa. Dengan media bahan alam dapat memberikan wawasan yang lebih bagi anak dan dapat meningkatkan kreatifitas anak dalam belajar sehingga menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi anak. Dari uji hipotesis yaitu independent sample t-test diperoleh hasil t hitung (15,67) > ttabel (2,021) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak, hal ini menunjukkan bahwa metode bermain dengan bahan alam media memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan anak untuk mengklasifikasikan objek.
Dari hasil penelitian pengaruh metode bermain terhadap kemampuan anak mengklasifikasikan benda pada anak menggunakan media bahan alam. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa penggunaan metode bermain dengan bahan alam berupa daun, dahan pohon dan bebatuan terbukti berpengaruh terhadap kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak usia dini. Tingkat kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak yang diberi perlakuan atau yang menggunakan metode bermain dengan bahan alam lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tidak diberi perlakuan dengan metode bermain atau kelompok kontrol.
Selain pembelajaran yang berlangsung di sekolah, hendaknya orang tua memberikan motivasi, stimulasi dan bimbingan kepada anak bagaimana membantu mengembangkan kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak dengan menggunakan metode bermain dengan bahan alam.
PENUTUP
Kesimpulan
Sehubungan dengan kesimpulan diatas mengapa penggunaan metode bermain dengan media bahan alam dapat mempengaruhi kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak usia dini, karena penggunaan metode bermain dengan media bahan alam dapat dijadikan sebagai strategi dalam kegiatan belajar anak, hal tersebut sangat cocok untuk meningkatkan kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak usia dini, dimana bahan atau medianya dapat ditemukan di lingkungan sekitar.
Saran
Penutup
Akhir kata, penulis hanya dapat berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya sesama siswa dan guru PAUD, semoga Allah SWT meridhoi amal baik kita, Amin. Ernawati, Peningkatan Kemampuan Klasifikasi Media Peta Geometri pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Tunas Harapan Desa Podoroto Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang Vol. Trianto Ibnu Badar Al-Tabany, Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik untuk TK/RA dan SD/MI Kelas Awal Implementasi Kurikulum 2013, Jakarta: Prenadamedia Group, 2010.
Pengaruh Metode Bermain Terhadap Kemampuan Anak Mengklasifikasikan Benda Di TK Darma Wanita Wanasaba Lombok Timur Tahun Pelajaran 22 Juli 2019 Sampai 24 Juli 2019.