BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Pembahasan ini dilaksanakan di TK Darma Wanita Wanasaba Lombok Timur. Pada penelitian ini peneliti mengambil sampel pada kelas B2 yang berjumlah 38 siswa yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok yang masing- masing berjumlah 19 orang. Kelompok tersebut ada kelompok eksperimen dan ada kelompok kontrol.
68
Pada kelompok eksperimen proses pembelajaran untuk mengetahui atau mengembangkan kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak digunakan metode bermain dengan media bahan alam seperti dedaunan, batu-batuan serta ranting pohon. Sedangkan pada kelompok kontrol untuk mengetahui kemampuan anak dalam mengklasifikasikan benda menggunakan metode biasa metode ceramah dan demontrasi akan tetapi media yang digunakan yaitu dengan media yang sama dengan kelompok eksperimen. Kemudian tes diberikan kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol di awal dan akhir pertemuan serta lembar observasi diisi oleh guru kelas. Instrumen observasi terlebih dahulu di uji validitas oleh para aahli dibidangnya.
Dari hasil analisis data yang telah dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terdapat hasil yang berbeda. Pada kelompok ekperimen yang menggunakan metode bermain dengan media bahan dalam untuk mengetahui kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak terdapat hasil nilai rata-riata sebesar 32,68. Penggunakan metode bermain dengan media bahan bahan alam dapat menarik perhatian anak sehingga anak-anak pada kelompok eksperimen sangat antausias dan bersamangat untuk mengikuti pembelajaran.
Sebab penerapan metode bermain dalam proses pemeblajaran menimbulkan kesan yang senang pada anak-anak . begitu juga dengan penggunaan media bahan alam dapat menarik perhatian anak-abak, karena media bahan alam adalah sesuatu yang baru bagi anak-anak.
Sedangkan pada kelompok kontrol yang menggunakan metode yang berbeda dengan media yang sama dengan kelompok eksperimen dalam
mengetahui kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak memproleh hasil dengan nilai rata-rata sebesar 24,37. Pada kelompok kontrol yang menggunakan metode yang berbeda dengan kelompok eksperimen, metode yang digunakan yaitu metode demontrasi dan diskusi akan tetapi media yang digunakan tetap sama yaitu bahan alam. Dengan metode demontrasi dan diskusi ini anak-anak kurang tertarik mengkuti pembelajaran karena metode tersbut adalah metode yang biasa bagi anak-anak sehingga menimbulkan rasa bosan bagi anak dan kebanyakan anak-anak sibuk dengan dubianya sendiri. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata kedua kelompok sangat lah berbeda, dari hasil tersebut juga dapat dikatakan bahwa penggunaan metode bermain dengan media bahan alam lebih baik dan dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengklasifikasikan benda.
Penggunaan media bahan alam dalam proses ppembalajaran di TK/PAUD dapat memberikan suasana yang baru bagi peserta didik. Selain itu juga dengan mendia bahan alam bsa mengajakanak anak untuk memanfaatkan bahan yang ada disekiatar anak dengan baik tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Dengan media bahan alam dapat membria wawasan yang lebih bagi anak serta dapat meningkatkan kreativitas anak dalam belajar sehingga terciptalah pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi anak.
Selain menggunakan media dengan bahan alam peneliti juga menggunakan metode bermain dalam peroses pembelajaran. penggunaan metode bermain dilakukan supaya anak mendapatkan sensai yang berbeda serta pengamalan yang baru bagi anak. penerapan metode bermain tentunya dapat
70
manarik simpati anak dalam melaksanakan proseses pembelajaran karena sejatinya dunia anak adalah dunia bermain. Waktu anak-anak sebagian besar dihabiskan untuk bermain.
Berdasarkan dari hasil analisis data uji normalitas dengan chi kudrat pada kelompok eksperimen setelah diberi perlakuan terdapat X hitung (13,29)>X tabel (9,488) yang berarti data berdistribusi tidak normal. Sedangkan pada kelompok kontrol hasil uji normalitas yaitu X hitung (152,134)>X tabel (9,488) hal ini menunjukkan bahwa data pada kelompok kontrol berdistribusi tidak normal.
Sedangkan pada uji homogenitas yang dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terdapat nilai F hit , <F tabel (2,19) yang artinya data varians kedua kelompok homogen. Dari uji hipotesis yaitu dengan t test sampel independen diperoleh hasil t hit (15,67) > t tebel (2,021) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak, hal ini menunjukkan bahwa metode bermain dengan media bahan alam memberikan pengaruh yang signifikan terhadapkemampuan anak dalam mengklasifikasikan benda.
Semakin bagus, tepat dan bervariasi dalam pemilihan metode dan media yang digunakan dalam pemblajaran maka proses pembalajaran dan hasil pembelajaran pada pendidikan anak usia dini semakin efektif dan tentunya lebih bervariasi.
71 BAB V PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari hasil penelitian tentang pengaruh metode bermain terhadap kemampuan anak dalam mengklasifikasikan benda pada anak yang menggunakan media bahan alam. Pada kelompok eksperimen di peroleh nilai rata-rata sebesar 32,68 sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata sebesar 24,37.
Berdasarkan hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa penggunaan metode bermain dengan media bahan alam berupa dedaunan, ranting pohon, dan bebatuan terbukti berpengaruh terhadap kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak usia dini. Tingkat kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak yang diberi perlakuan atau yang menggunakan metode bermain dengan bahan alam lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tidak diberi perlakuan metode bermain atau kelompok kontrol.
Berkaitan dengan kesimpulan di atas, mengapa penggunaan metode bermain dengan media bahan alam dapat mempengaruhi kemampuan mengklasifiaksikan benda pada anak usia dini, disebabkan penggunaan metode bermain dengan media bahan alam dapat dijadikan sebagai salah satu strategi dalam kegiatan belajar anak sangat cocok untuk menstimulasi kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak usia dini yang mana bahan atau medianya bisa didapatkan di lingkungan sekitar.
B.Saran
Dari kesimpulan diatas, maka penulis dapat mengumakakan beberapa saran guna kepentingan dalam meningkatkat proses belajar mengajar dimasa yang akan mendatang.
1. Kepada guru
Guru khendaknya menggunakan metode yang bervariasi dalam proses belajar mengajar, selain itu guru khendaknya memamfaatkan bahan alam yang ada di sekitar lingkungan sekolah untuk menyalurkan ide-ide kreatif dan inovatif sehingga dapat menarik perhatian anak ketika proses pembelajaran.
2. Kepada orang tua
Selain pembelajaran yang berlangsung di sekolah, para orang tua khendaknya memberikan motivasi, stimulasi serta bimbingan terhadap anak bagaimana sehingga dapat membantu mengembangkan kemapuan mengklasifikasikan benda pada anak menggunakan metode bermain dengan media bahan alam.
C.Penutup
Demikianlah skripsi ini penulis susun dengan usaha yang maksimal, namun dengan demikian penulis merasa masih banyak keterbatasan dan kekurangan untuk mencapai hasil yang sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun senantiasa penulis harapkan guna perbaikan untuk menuju yang lebih baik
73
Akhirnya penulis hanya dapat berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat untuk kita semua, khususnya bagi rekan-rekan mahasiswa serta guru Pendidikan Anak Usia Dini, semoga Allah SWT meridhoi amal ibadah kita, Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Astuti, Alfira Mulya, Statistika Penelitian, Mataram: Insan Madani Publishing Mataram, 2016.
Beaty, Janice J, Observasi Perkembangan Anak Usia Dini, terj. Rachman Arif, Jakarta: Kencana, 2013.
Ernawati, Meningatkan Kemampuan Klasifikasi Media Kartu Geometri Pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Tunas Harapan Desa podoroto Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, Vol . 6, Nomor 3, 2017.
Fadlillah, Muhammad, Desan Pembelajaran Paud, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012
Kadir, Statistika untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Jakarta: Rosemata Sampurna, 2010.
Kurnia, Shalikhah Dita, Meningkatkan Kemampuan Kognitif Melalui Permainan Klasifikasi Berdasarkan Warna Bentuk dan Ukuran Pada Kelompok B6 Taman Kanak-Kanak Dharma wanita Persatuan Kota Bengkulu, Skripsi, FKIPUniversitas Bengkulu, 2014.
Maujud Fathullah, Implementasi Fungsi-Fungsi Manajmen dalamLembaga Pendidikan Islam, Vol. 14, Nomor 1, 2018 , hlm. 37
Mutiah, Diana, Psikologi Berrmain AnakUsia Dini, Jakarta: Kencana, 2010.
Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Prenada Media Group, 2016.
Soetjiningsih, Chriastiana Hari, Perkembangan Anak Sejak Pembuahan sampai dengan Kanak-Kanak Akhir, Jakarta: Prenada, 2012.
Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta: Prenada Media Group, 2016.
Sugiyono, Metode Peneltian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2016.
Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta, 2017 Suyadi, Manejemen PAUD, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.
75
Trianto Ibnu Badar Al-Tabany, Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik Anak Usia Dini TK/RA dan Kelas Awal SD/MI Implementasi Kurikulum2013, Jakarta: Prenadamedia Group, 2010.
Padnionodewo Soeminarti, Pendidikan Anak Prasekolah, Jakarta: PT Asdi Mahasatya, 2003.
Pendanakusiadini, “Landasan Yurudis” dalam
https//pendanakusiadini.wordpress.com diakses tanggal 4 juni 2012, pukul 20. 35
79
81
SURAT KETERANGAN
Yang bertanda tangan dibawah :
Nama : Nurul Hubbi, S.Pd
Jabatan : Kepala Sekolah TK Darma Wanita Wanasaba Lombok Timur Menerangkan bahwa :
Nama : Fitriati
Mahasiswa : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Mataram
Telah melaksanakan penelitian di TK Darma Wanita Wanasaba dengan judul penelitian :
“Pengaruh Metode Bermain Terhadap Kemampuan Anak Dalam Mengklasifikasikan Benda di TK Darma Wanita Wanasaba Lombok Timur Tahun Pelajaran 2019/2020” pada tanggal 22 juli 2019 s/d 24 juli 2019. Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Wanasaba,
Kepala Sekolah TK Darma Wanita Wnasaba
Nurul Hubbi, S.Pd
83
LEMBAR OBSERVASI
Jawablah pernyataan di bawah dengan cara checklist yang ada berdasarkan kemampuan siswa!!
Nama siswa : Kelompok :
No Pernyataan Skor
1 2 3 4
1 Anak mampu mengelompokkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan warna
2 Anak mampu mengelompokkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan ukuran
3 Anak mampu mengurutkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) dari ukuran terbesar ke terkecil
4 Anak mampu mengurutkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan jumlah terkecil ke terbesar
5 Anak mampu menunjukkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan ukuran besar-kecil
6 Anak mampu menunjukkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan ukuran tebal-tipis
7 Anak mampu menunjukkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan panjang-pendek
8 Anak mampu membedakan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan ukuran besar kecil
9 Anak mampu membedakan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan ukuran tebal-tipis
10 Anak mampu membedakan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan ukuran panjang pendek
Ketrangan penilaian
1 = BB (Belum Berkembang) 2 = MB (Mulai Berkembang)
3 = BSH (Berkembang Sesuai Harapan) 4 = BSB (Berkembang Sangat Baik)
85
87
89
LAMPIRAN 1 GAMBAR KONDISI SEKOLAH
LAMOIRAN 2gambar penelittian