• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara melakukan eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Posttest Only Control Group Design. Eksperimen dilaksanakan dengan dua kelompok ada yang kelompok eksperimen dan ada yang kelompok kontrol. Dalam penelitian ini data kemampuan mengklasifikasikan benda anak dengan metode bermain dengan bahan alam diperoleh melalui observasi, dalam observasi tersebut menggunakan lembar observasi yang didalam ada pernyataan guna mengukur tingkat kemampuan mengklasifikasikan benda anak.

Penelitian dilakukan di TK Darma Wanita Wanasaba yang terdiri dari 3 kelas, yaitu kelas A1, B1, dan B2. Kelas yang diambil dalam penelitian ini hanya kelas B2 yang siswanya berjumlah 39 tetapi ada 1 siswa yang jarang masuk sehingga menjadi 38 siswa, kemudian masing-masing siswa dibagi menjadi dua kelompok ada yang kelompok eksperimen dan ada yang kelompok kontrol.

Pemilihan siswa dalam pembagian kelompok dilakukan secara acak.

Langkah awal dalam pengambilan data adalah memberikan perlakukan terhadap kelompok eksperimen dengan hal ini bentuk perlakuannya adalah metode bermain dengan media bahan alam untuk mengetahui kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak, sedangkan pada kelompok kontrol tidak menggunakan metode bermain untuk mengetahui kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak dengan media bahan alam akan tetapi menggunakan metode biasa yaitu metode ceramah untuk mengetahui kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak dengan media bahan alam.

Data penelitian yang dikumpulkan oleh peneliti pada pengaruh metode bermain terhadap kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak dengan media bahan alam di TK Darma Wanita Wanasaba Lombok Timur, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

a. Interprestasi data � (kelompok eksperimen)

Data yang diperoleh pada kelompok eksperimen berdasarkan hasil penelitian. Anak yang ada pada kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan metode yang berbeda dengan kalompok kontrol yaitu metode bermain dengan bahan alamh dan hasil penelitiannya terdapat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.1 nilai hasil kelompok eksperimen

No Nama Siswa Penilaian Total

Skor BB

(1)

MB (2)

BSH (3)

BSB (4)

1 Ye’ Husni 2 3 5 33

48

2 Aldi 1 4 5 34

3 Samudra 6 4 34

4 Zazkia 4 6 36

5 Raditya 1 3 6 32

6 Jingga 1 4 5 34

7 Mutawalli 1 3 6 32

8 Dida 6 4 34

9 Heril 2 3 5 33

10 Irma 3 1 6 33

11 L. wira 2 6 2 30

12 Bq.Nidaan 1 5 4 33

13 Neng 1 5 4 33

14 Febiya 1 6 3 32

15 Elgi 2 5 3 31

16 L. Alkasa 3 1 6 33

17 Raistaul 2 3 5 33

18 L. Dika 6 4 34

19 Abdul 1 4 2 3 27

Jumlah 621

Pengolahan data selanjutnya yaitu itu mengetahui Mean, Modus, dan Median dari data hasil penelitian di kelompok eksperimen sebagai berikut:

1) Mean (rata-rata)

�̅=∑ � Ket:

�̅ = mean

∑ � = jumlah seluruh data

n = banyak data

�̅ = + + + + +⋯

=

= 32,68

Jadi nilai rata-rata (mean) pada kelompok eksperimen, yaitu 32,68 2) Modus

Modus merupakan nilai yang sering muncul atau nilai yang memilki frekuensi terbanyak. Untuk mengetahui itu data terlebih dahulu akan diurutakan dari data terkecil ke yang terbesar sehingga bisa diketahui modusnya, seperti berikut:

27, 30, 31, 32, 32, 32, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 33, 34, 34, 34, 34, 34, 36, jadi dari data tersebut modus dari hasil data pada kelompok eksperimen yaitu 33.

3) Median

Me= ++

= + +

= . + . = + =

= 33

Dari perhitungan diatas bisa diketahui bawah Mean, Modus, dan Median dari data hasil pada kelompok eksperimen yaitu 32, 68, 33, dan 33.

50

4) Kategorisasi

Kecendrungan tinggi rendahnya skor kemampuan mengklasifikasikan benda pada kelompok eksperimen, didassarkan pada kategorisasi skor ideal yang menggunakan mena ideal (Mi) dan standar deviasi ideal (Sdi) hal ini sebagai pembanding untuk mengetahui skor.

Berdasarkan data kelompok eksperimen:

a) Mean ideal (Mi)

Mi= (skor tertinggi + skor terendah) Mi= (36 + 27)

Mi= 31,5

b) Simpangan baku ideal (Sdi)

Sdi= (skor tertinggi – skor terendah) Sdi= (36 – 27)

Sdi= 1,5 Kategorisasi

Tinggi = � >

Cukup Tinggi = , < � Cukup Rendah = < � , Rendah = � <

Tabel 4.2 kategorisasi skor kelompok eksperimen

ket Interval Frekuensi Persentase

T � > 6 31, 58%

CT , < � 10 52, 63%

CR < � , 2 10, 53%

R � < 1 5, 26%

Jumlah 19 99,73%

Dari data diatas dapat diketahui kecendrungan skor pada kelompok eksperimen dengan cara membandingkan mean data nilai dengan mean ideal. Dari hasil perhitungan diatas diperoleh mean data sebesar 32,68.

Harga mean data tersebut berada pada kategori , < � . Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata pada kelompok eksperimen adalah cukup tinggi.

b. Interprestasi data � (kelompok kontrol)

Data yang diperoleh pada kelompok kontrol setelah melakukan penelitian di TK Darma Wanita Wanasaba Lombok Timur. Pada kelompok kontrol dalam mengetahui kemampuan anak dalam mengklasifikasin benda digunakan

31,58%

52,63%

10,53%

5,26%

0 2 4 6 8 10 12

interval

frekuensi

Gambar 4.1 Diagram nilai hasil kelompok eksperimen

tinggi cukup tinggi cukup rendah rendah

52

metode yang berbeda dengan kelompok eksperimen yaitu dengan menggunakan metode demonstrasi dan diskusi.

Tabel 4.3hasil nilai kelompok Kontrol

No Nama siswa Penilaian Total

skor BB

(1)

MB (2)

BSH (3)

BSB (4)

1 Hafizah 3 4 2 1 21

2 Faqhira 5 4 1 26

3 Zamzara 1 3 4 2 27

4 Nuryani 5 3 2 27

5 Baiti 3 4 3 30

6 Faiz 1 5 3 1 24

7 Arbaim 4 5 1 27

8 Syarifa 2 3 3 2 25

9 Riana 1 4 4 1 25

10 Kukuh 2 5 3 21

11 Handini 1 5 2 2 25

12 Titi 2 4 2 2 24

13 Uswatun 2 4 2 2 24

14 Delli 6 3 1 25

15 Raden 7 1 2 25

16 Rizki 2 5 2 1 22

17 L. Randi 4 3 2 1 20

18 Bq. Fatma 3 2 4 1 25

19 L. Muh 4 3 2 1 20

Jumlah 463

1) Mean (rata-rata)

�̅=∑ � Ket:

�̅ = mean

∑ � = jumlah seluruh data n = banyak data

�̅ = + + + …….

=

= 24, 37

Jadi nilai rata-rata (mean) pada kelompok kontrol, yaitu 24, 37 2) Modus

Untuk mengetahui modus data terlebih dahulu data akan diurutkan dari data terkecil ke yang terbesar sehingga bisa diketahui modusnya, seperti berikut:

20, 20, 21, 21, 22, 24, 24, 24, 25, 25, 25, 25, 25, 25, 26, 27, 27, 27, 30 jadi dari data tersebut modus dari hasil data pada kelompok kontrol yaitu 25.

3) Median

Me= ++

= + +

= . + . = + =

= 25 4) Kategorisasi

Kecendrungan tinggi rendahnya skor kemampuan mengklasifikasikan benda pada kelompok kontrol, didassarkan pada kategorisasi skor ideal

54

yang menggunakan mena ideal (Mi) dan standar deviasi ideal (Sdi) hal ini sebagai pembanding untuk mengetahui skor.

Berdasarkan data kelompok eksperimen:

a) Mean ideal (Mi)

Mi= (skor tertinggi + skor terendah) Mi= (30 + 20)

Mi= 25

b) Simpangan baku ideal (Sdi)

Sdi= (skor tertinggi – skor terendah) Sdi= (30 – 20)

Sdi= 1,7 Kategorisasi

Tinggi = � > , Cukup Tinggi = < � , Cukup Rendah = , < � Rendah = � < ,

Tabel 4.4 kategorisasi skor kelompok kontrol

Ket Interval Frekuensi Persentase

T � > , 4 21,05%

CT < � . 7 36,84%

CR , < � 25 3 15,79%

R � < , 5 26,32%

Jumlah 19 100%

Dari data diatas dapat diketahui kecendrungan skor pada kelompok kelompok dengan cara membandingkan mean data nilai dengan mean ideal. Dari hasil perhitungan diatas diperoleh mean data sebesar 24,37 Harga mean data tersebut berada pada kategori , < � < . Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata pada kelompok eksperimen adalah cukup rendah.

2. Analisa Data

Analisa data ini dilakukan untuk melihat hasil kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak dengan menggunakan metode bermain dengan bahan alam serta melihat pengaruh dari metode bermain dengan bahan alam terhadap kemampuan mengklasifikasikan benda anak. Dalam

21,05%

36,84%

15,79%

26,32%

0 1 2 3 4 5 6 7 8

frekuensi

interval

Gambar 4.2 nilai hasil kelompok kontrol

tinggi cukup tinggi cukup rendah rendah

56

penelitian ini dilakukan uji normalitas, uji homgenitas, serta uji hipotesis hal ini diperlukan untuk menganalisis data.

a. Uji normalitas

Untuk mengetahui bahwa data pada kelompok eksperimen dan klompok kontrol apakah data berdistribusi normal atau tidak berdistribusi tidak naormal maka dilakukan lah uji normalitas. Dalam uji normalitas peneliti menggunakan chi squere atau chi kudrat dengan rumus di bawah ini

� = ∑ −

ket :

1) Uji normalitas variabel � (Kelompok Eksperimen)

Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui skor tertinggi 36 sedangkan skor terendah yaitu 27. Data kemudian di analisis sehingga dapat diketahui reta-rata (mean) sebesar 32,684, median sebesar 33 dan modus sebesar 33, 34, berdasarkan data tersebut dapat diperoleh:

a) Rentang skor (R)

R = skor tertinggi-skor terendah

= 36 – 27

= 9

b) Banyaknya kelas interval (k) K = 1+ log n

= 1+ 3,3 log 19

= 1+ 3,3 (1,28)

= 5, 21 dibulatkan menjadi 5 c) Panjang kelas interval (P)

P = R : K

= 9 : 5

= 1, 8 dibulatkan menjadi 2

Skor hasil pengumpulan data dari instrumen pada kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabeldistribusi sebagai berikut:

Tabel 4.5 Distribusi frekuensi kelompok eksperimen

Kelas interval

Frekuensi

27-28 1

29-30 1

31-32 4

33-34 12

35-36 1

Jumlah 19

Berdasarkan tabel dan grafik di atas, frekuensi paling tinggi terdapat pada kelas interval 33-34 dengan jumlah sebanyak 12 siswa.

Adapun untuk pengujian normalitas diperlu tabel penolong, sebelum membuat tabel penolong terlebih dahulu harus di ketahui batas kelas, nilai Z, luas 0-Z, luas setiap interval, dan nilai dengan rumus sebagai berikut:

58

d) Menentukan nilai Z

Z = −�̅

Ket:

�̅ = mean

S= simpangan baku √ � = √ , = 1,87 = , − ,

, =− ,, = −3,30 = , − ,

, = − ′, = − ,

= , − ,

, =− ,, = − ,

= , − ,

, =− ,

, = − ,

= , − ,

, = ,

, = ,

= , − ,

, = ,

, = ,

e) Menentukan luas 0-Z

Dari nilai Z di atas dapat di peroleh luas 0-Z dari tabel kurva normal yaitu 0,4988, 0,4875, 0, 4525, 0,0359, 0,3340, 0,4793.

f) Menentukan luas setiap kelas interval

Kemudian untuk mencari luas setiap kelas intrval yaitu dengan rumus Luas 0-z pertama – luas 0-z kedua dan begitu seterusnya.

Luas kelas interval 1 = 0,4988 − 0,4875 = 0, 0113 Luas kelas interval 2 = 0,4875 – 0,4525 = 0, 035 Luas kelas interval 3 = 0,4525 – 0,0359 = 0,4166 Luas kelas interval 4 = 0,0359 – 0,3340 = 0,2981 Luas kelas interval 5 = 0,3340 – , = , g) Menetukan nilai

Untuk mencari nilai dengan rumus luas kelas interval x jumlah frekuensi, dari rumus tersebut diperoleh nilai masing-masing yaitu 0,21, 0,67, 7,92, 5,66, dan 2,76. Dari data tersebut dapat dibuat tebel penolong sebagai berikut:

Tabel 4.6 Tabel penolong kelompok eksperimen

Kelas interval

Batas kelas

Z Luas 0-Z Luas setiap interval

27-28 26,5 -3,03 0,4988 0,0113 0,21 1

29-30 28,5 -2,24 0,4875 0,035 0,67 1

31-32 30,5 -1,67 0,4525 0,4166 7,92 4

33-34 32,5 0,096 0,0359 0,2981 5,66 12

35-36 34,5 0,97 0,3340 0,1453 2,76 1

Jumlah 36,5 2,04 0,4793 19

Berdasarkan tabel penolong di atas dapat membantu menghitung chi kudarat pada kelompok eksperimen dengan rumus � = ∑ � −

� = ∑ − ,

, + − ,

, + − ,

, + − ,

, + − ,

,

60

= , + , + , + , + ,

= ,

Berdasarkan perhitungan chi kuadrat (� hitung) pada hasil perhitungan di atas diperoleh harga sebesar 13,29. Sedangkan pada tabel chi kuadrat dengan derajat kebebasan (dk) 5-1=4 dengan � % , didapatkan 9,488, jadi data tersbeut berdistribusi tidak normal.

1) Uji normalitas variabel � (kelompok kontrol)

Berdasarkan hasil data yang diperoleh skor tertinggi sebesar 31 sedangkan skor terendah yaitu 15. Adapun nilai rata-rata (mean) sebesar 26,63 dan mediannya 27,5. Untuk melakukan uji normalitas pada kelompok kontrol diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:

a) Menentukan kelas interval (K) K =1+3,3 log n

= 1+ 3,3 log 19

= 1+ 3,3 (1,28)

= 5, 21 dibulatkan menjadi 5 b) Menentukan rentang skor (R)

R = skor tertinggi-skor terendah

= 30-20

= 10

c) Menentukan panjang kelas interval (P) P = R/K

= 10/5

= 2

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Kelompok Kontrol Kelas interval frekuensi

20 – 21 4

22 – 23 1

24 – 25 9

26 – 27 4

28 – 29 0

30 – 31 1

Jumlah 19

d) Batas kelas

Adapun batas kelasnya yaitu 19,5, 21,5, 23,5, 25,5, 27,5, 29,5, 31,5 e) Menentukan nilai Z

� = − �̅

= √ � = √ , = 2,63

� = , − ,

, = − ,

= , − ,

, = − ,

= , − ,

, = − ,

= , − ,

, = ,

= , − ,

, = ,

62

= , − ,

, = ,

= , − ,

, = ,

f) Luas 0-Z

Dari nilai Z daiats diperoleh luas kurva normal sebesar 0,4678, 0,3621, 0,1923, 0,1664, 0,3830, 0,4744, 0, 4966

g) Menentukan luas tiap interval

Luas kelas interval 1= , − , = , Luas kelas interval 2= , − , = , Luas kelas interval 3= , − , = , Luas kelas interval 4= , − , = , Luas kelas interval 5= , − , = , Luas kelas interval 6= , − , = , h) Menentukan

= , × = ,

= , × = ,

= , × = ,

= , × = ,

= , × = ,

= , × = ,

Tabel 4.8 Tabel penolong kelompok kontrol

Kelas interval

Batas kelas

Z Luas 0-Z Luas tiap interval

15-17 19,5 -1,85 0,4678 0,1057 2,01 4

18-20 21,5 -1,09 0,3621 0,1698 3,23 1

21-23 23,5 -0,33 0,1923 0,0259 0,49 9

24-26 25,5 0,43 0,1664 0,2166 4,12 4

27-29 27,5 1,19 0.3830 0,0914 1,74 0

30-32 29,5 1,95 0,4744 0,0222 0,42 1

31,5 2,71 0,4966 19

Dari data di atas dapat membantu menentukan chi kuadrat dengan rumus � =

� − penyelesain data tersebut sebagai berikut:

� = − ,

, + − ,

, + − ,

, + − ,

, + − ,

, + − ,

,

= , + , + , + , + , + ,

= 152,134

Berdasarkan perhitungan chi kuadrat � hitung diperoleh harga sebesar 152,134. Sedangkan pada tabel chi kuadrat denan derajat kebebasan (dk) 5-1= 4 dengan � 5% (0,05) didapatkan (� tabel) sebesar 9,488. Karena harga

� ℎ� > � tabel,maka kelompok kontrol berdistibusi tidak normal.

b. Uji homogenitas

Dalam penelitian ini terdapat uji homgenitas untuk menngatahui homogen atau tidaknya sebuah data, analisis data yang digunakan yaitu ℎ�

dengan rumus sebagai berikut:

64

= � � =

= − dan = −1

Tabel 4.9 Hasil skor penilaian kelompok eksperimen dan kelompok konrol

No �

Kelompok eksperimen

� �

Kelompok kontrol

1 33 1089 21 441

2 34 1156 26 676

3 34 1156 27 729

4 36 1296 27 729

5 32 1024 30 900

6 34 1156 24 576

7 32 1024 27 729

8 34 1156 25 625

9 33 1089 25 625

10 33 1089 21 441

11 30 900 225 625

12 33 1089 24 576

13 33 1089 24 576

14 32 1024 25 625

15 31 961 25 625

16 33 1089 22 484

17 33 1089 20 400

18 34 1156 25 625

19 27 729 20 400

jumlah 621 20361 463 11407

1) Varians kemompok eksperimen

= ∑ � − (∑ � )

= −

= . − .

=

= 3,56

Jadi varians di kelompok eksperimen yaitu 3, 56 2) Varians kelompok kontrol

= ∑ � − ∑ �

= −

= −

=

= ,

Jadi varians pada kelompok kontrol yaitu 6,91

66

Varians kedua kelompok telah ditentukan maka hal selanjutnya yang akan dilakukan untuk mengetahui homogenitas suatu data yaitu menentukan

ℎ� dan denganrumus sebagai berikut;

ℎ� = �

� �

= , ,

= 1,94

= − , −

= − , −

= � − , � � −

= , ,

= 0,05 (18,18)

= 2, 19

ℎ� < artinya varians kedua kelompok adalah homogen.

c. Uji hipotesis

Pengujian hipotesis diuji dengan teknik analisis sperated varians dan polled varians, sebab nilai = dan varian homogen. Maka dapat digunakan rumus t-test baik itu sperated varians maupun pooled varians, untuk melihat

harga t-tabel digunakan drajat kebebasan (dk) = + − adapun rumusnya sebagai berikut:

Sperated Varians

ℎ� = �̅ −�̅

� +�

� +�

= , − ,

, + ,+

= ,

√ ,

= , ,

= ,

Jadi ℎ� nya adalah 15,67 sedangkan 19+19-2= 36(2,021)t hitung>t tabel yang berarti Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode bermain dengan bahan mmedia bahan alam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan anak dalam mengklasifikasikan benda.

B.PEMBAHASAN

Pembahasan ini dilaksanakan di TK Darma Wanita Wanasaba Lombok Timur. Pada penelitian ini peneliti mengambil sampel pada kelas B2 yang berjumlah 38 siswa yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok yang masing- masing berjumlah 19 orang. Kelompok tersebut ada kelompok eksperimen dan ada kelompok kontrol.

68

Pada kelompok eksperimen proses pembelajaran untuk mengetahui atau mengembangkan kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak digunakan metode bermain dengan media bahan alam seperti dedaunan, batu-batuan serta ranting pohon. Sedangkan pada kelompok kontrol untuk mengetahui kemampuan anak dalam mengklasifikasikan benda menggunakan metode biasa metode ceramah dan demontrasi akan tetapi media yang digunakan yaitu dengan media yang sama dengan kelompok eksperimen. Kemudian tes diberikan kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol di awal dan akhir pertemuan serta lembar observasi diisi oleh guru kelas. Instrumen observasi terlebih dahulu di uji validitas oleh para aahli dibidangnya.

Dari hasil analisis data yang telah dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terdapat hasil yang berbeda. Pada kelompok ekperimen yang menggunakan metode bermain dengan media bahan dalam untuk mengetahui kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak terdapat hasil nilai rata-riata sebesar 32,68. Penggunakan metode bermain dengan media bahan bahan alam dapat menarik perhatian anak sehingga anak-anak pada kelompok eksperimen sangat antausias dan bersamangat untuk mengikuti pembelajaran.

Sebab penerapan metode bermain dalam proses pemeblajaran menimbulkan kesan yang senang pada anak-anak . begitu juga dengan penggunaan media bahan alam dapat menarik perhatian anak-abak, karena media bahan alam adalah sesuatu yang baru bagi anak-anak.

Sedangkan pada kelompok kontrol yang menggunakan metode yang berbeda dengan media yang sama dengan kelompok eksperimen dalam

mengetahui kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak memproleh hasil dengan nilai rata-rata sebesar 24,37. Pada kelompok kontrol yang menggunakan metode yang berbeda dengan kelompok eksperimen, metode yang digunakan yaitu metode demontrasi dan diskusi akan tetapi media yang digunakan tetap sama yaitu bahan alam. Dengan metode demontrasi dan diskusi ini anak-anak kurang tertarik mengkuti pembelajaran karena metode tersbut adalah metode yang biasa bagi anak-anak sehingga menimbulkan rasa bosan bagi anak dan kebanyakan anak-anak sibuk dengan dubianya sendiri. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata kedua kelompok sangat lah berbeda, dari hasil tersebut juga dapat dikatakan bahwa penggunaan metode bermain dengan media bahan alam lebih baik dan dapat meningkatkan kemampuan anak dalam mengklasifikasikan benda.

Penggunaan media bahan alam dalam proses ppembalajaran di TK/PAUD dapat memberikan suasana yang baru bagi peserta didik. Selain itu juga dengan mendia bahan alam bsa mengajakanak anak untuk memanfaatkan bahan yang ada disekiatar anak dengan baik tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Dengan media bahan alam dapat membria wawasan yang lebih bagi anak serta dapat meningkatkan kreativitas anak dalam belajar sehingga terciptalah pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi anak.

Selain menggunakan media dengan bahan alam peneliti juga menggunakan metode bermain dalam peroses pembelajaran. penggunaan metode bermain dilakukan supaya anak mendapatkan sensai yang berbeda serta pengamalan yang baru bagi anak. penerapan metode bermain tentunya dapat

70

manarik simpati anak dalam melaksanakan proseses pembelajaran karena sejatinya dunia anak adalah dunia bermain. Waktu anak-anak sebagian besar dihabiskan untuk bermain.

Berdasarkan dari hasil analisis data uji normalitas dengan chi kudrat pada kelompok eksperimen setelah diberi perlakuan terdapat X hitung (13,29)>X tabel (9,488) yang berarti data berdistribusi tidak normal. Sedangkan pada kelompok kontrol hasil uji normalitas yaitu X hitung (152,134)>X tabel (9,488) hal ini menunjukkan bahwa data pada kelompok kontrol berdistribusi tidak normal.

Sedangkan pada uji homogenitas yang dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terdapat nilai F hit , <F tabel (2,19) yang artinya data varians kedua kelompok homogen. Dari uji hipotesis yaitu dengan t test sampel independen diperoleh hasil t hit (15,67) > t tebel (2,021) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak, hal ini menunjukkan bahwa metode bermain dengan media bahan alam memberikan pengaruh yang signifikan terhadapkemampuan anak dalam mengklasifikasikan benda.

Semakin bagus, tepat dan bervariasi dalam pemilihan metode dan media yang digunakan dalam pemblajaran maka proses pembalajaran dan hasil pembelajaran pada pendidikan anak usia dini semakin efektif dan tentunya lebih bervariasi.

71 BAB V PENUTUP

A.Kesimpulan

Dari hasil penelitian tentang pengaruh metode bermain terhadap kemampuan anak dalam mengklasifikasikan benda pada anak yang menggunakan media bahan alam. Pada kelompok eksperimen di peroleh nilai rata-rata sebesar 32,68 sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata sebesar 24,37.

Berdasarkan hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa penggunaan metode bermain dengan media bahan alam berupa dedaunan, ranting pohon, dan bebatuan terbukti berpengaruh terhadap kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak usia dini. Tingkat kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak yang diberi perlakuan atau yang menggunakan metode bermain dengan bahan alam lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tidak diberi perlakuan metode bermain atau kelompok kontrol.

Berkaitan dengan kesimpulan di atas, mengapa penggunaan metode bermain dengan media bahan alam dapat mempengaruhi kemampuan mengklasifiaksikan benda pada anak usia dini, disebabkan penggunaan metode bermain dengan media bahan alam dapat dijadikan sebagai salah satu strategi dalam kegiatan belajar anak sangat cocok untuk menstimulasi kemampuan mengklasifikasikan benda pada anak usia dini yang mana bahan atau medianya bisa didapatkan di lingkungan sekitar.

B.Saran

Dari kesimpulan diatas, maka penulis dapat mengumakakan beberapa saran guna kepentingan dalam meningkatkat proses belajar mengajar dimasa yang akan mendatang.

1. Kepada guru

Guru khendaknya menggunakan metode yang bervariasi dalam proses belajar mengajar, selain itu guru khendaknya memamfaatkan bahan alam yang ada di sekitar lingkungan sekolah untuk menyalurkan ide-ide kreatif dan inovatif sehingga dapat menarik perhatian anak ketika proses pembelajaran.

2. Kepada orang tua

Selain pembelajaran yang berlangsung di sekolah, para orang tua khendaknya memberikan motivasi, stimulasi serta bimbingan terhadap anak bagaimana sehingga dapat membantu mengembangkan kemapuan mengklasifikasikan benda pada anak menggunakan metode bermain dengan media bahan alam.

C.Penutup

Demikianlah skripsi ini penulis susun dengan usaha yang maksimal, namun dengan demikian penulis merasa masih banyak keterbatasan dan kekurangan untuk mencapai hasil yang sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun senantiasa penulis harapkan guna perbaikan untuk menuju yang lebih baik

73

Akhirnya penulis hanya dapat berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat untuk kita semua, khususnya bagi rekan-rekan mahasiswa serta guru Pendidikan Anak Usia Dini, semoga Allah SWT meridhoi amal ibadah kita, Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Astuti, Alfira Mulya, Statistika Penelitian, Mataram: Insan Madani Publishing Mataram, 2016.

Beaty, Janice J, Observasi Perkembangan Anak Usia Dini, terj. Rachman Arif, Jakarta: Kencana, 2013.

Ernawati, Meningatkan Kemampuan Klasifikasi Media Kartu Geometri Pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Tunas Harapan Desa podoroto Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, Vol . 6, Nomor 3, 2017.

Fadlillah, Muhammad, Desan Pembelajaran Paud, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012

Kadir, Statistika untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Jakarta: Rosemata Sampurna, 2010.

Kurnia, Shalikhah Dita, Meningkatkan Kemampuan Kognitif Melalui Permainan Klasifikasi Berdasarkan Warna Bentuk dan Ukuran Pada Kelompok B6 Taman Kanak-Kanak Dharma wanita Persatuan Kota Bengkulu, Skripsi, FKIPUniversitas Bengkulu, 2014.

Maujud Fathullah, Implementasi Fungsi-Fungsi Manajmen dalamLembaga Pendidikan Islam, Vol. 14, Nomor 1, 2018 , hlm. 37

Mutiah, Diana, Psikologi Berrmain AnakUsia Dini, Jakarta: Kencana, 2010.

Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Prenada Media Group, 2016.

Soetjiningsih, Chriastiana Hari, Perkembangan Anak Sejak Pembuahan sampai dengan Kanak-Kanak Akhir, Jakarta: Prenada, 2012.

Sudaryono, Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta: Prenada Media Group, 2016.

Sugiyono, Metode Peneltian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2016.

Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta, 2017 Suyadi, Manejemen PAUD, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.

75

Trianto Ibnu Badar Al-Tabany, Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik Anak Usia Dini TK/RA dan Kelas Awal SD/MI Implementasi Kurikulum2013, Jakarta: Prenadamedia Group, 2010.

Padnionodewo Soeminarti, Pendidikan Anak Prasekolah, Jakarta: PT Asdi Mahasatya, 2003.

Pendanakusiadini, “Landasan Yurudis” dalam

https//pendanakusiadini.wordpress.com diakses tanggal 4 juni 2012, pukul 20. 35

79

81

SURAT KETERANGAN

Yang bertanda tangan dibawah :

Nama : Nurul Hubbi, S.Pd

Jabatan : Kepala Sekolah TK Darma Wanita Wanasaba Lombok Timur Menerangkan bahwa :

Nama : Fitriati

Mahasiswa : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Mataram

Telah melaksanakan penelitian di TK Darma Wanita Wanasaba dengan judul penelitian :

“Pengaruh Metode Bermain Terhadap Kemampuan Anak Dalam Mengklasifikasikan Benda di TK Darma Wanita Wanasaba Lombok Timur Tahun Pelajaran 2019/2020” pada tanggal 22 juli 2019 s/d 24 juli 2019. Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Wanasaba,

Kepala Sekolah TK Darma Wanita Wnasaba

Nurul Hubbi, S.Pd

83

LEMBAR OBSERVASI

Jawablah pernyataan di bawah dengan cara checklist yang ada berdasarkan kemampuan siswa!!

Nama siswa : Kelompok :

No Pernyataan Skor

1 2 3 4

1 Anak mampu mengelompokkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan warna

2 Anak mampu mengelompokkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan ukuran

3 Anak mampu mengurutkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) dari ukuran terbesar ke terkecil

4 Anak mampu mengurutkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan jumlah terkecil ke terbesar

5 Anak mampu menunjukkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan ukuran besar-kecil

6 Anak mampu menunjukkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan ukuran tebal-tipis

7 Anak mampu menunjukkan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan panjang-pendek

8 Anak mampu membedakan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan ukuran besar kecil

9 Anak mampu membedakan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan ukuran tebal-tipis

10 Anak mampu membedakan benda (dedaunan, batu-batuan, ranting pohon) berdasarkan ukuran panjang pendek

Ketrangan penilaian

1 = BB (Belum Berkembang) 2 = MB (Mulai Berkembang)

3 = BSH (Berkembang Sesuai Harapan) 4 = BSB (Berkembang Sangat Baik)

85

87

89

LAMPIRAN 1 GAMBAR KONDISI SEKOLAH

LAMOIRAN 2gambar penelittian

Dokumen terkait