Siswa MI Islamiyah Jatisari, Lengkong, Nganjuk lebih banyak menghabiskan waktu istirahat dengan bermain dan membeli makanan di kantin sekolah dibandingkan mengunjungi perpustakaan. Untuk itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Minat Membaca Siswa Terhadap Intensitas Kunjungan ke Perpustakaan MI Islamiyah Jatisari Lengkong Nganjuk”.
Identifikasi Masalah
Hal ini didukung ketika peneliti melakukan observasi langsung dari buku, mengunjungi perpustakaan dan melakukan wawancara dengan kepala sekolah. Ruang perpustakaan dan ruang kepala sekolah berada dalam satu ruangan sehingga membuat siswa merasa canggung dan tidak nyaman ketika berkunjung ke perpustakaan sekolah karena tidak adanya privasi.
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Pembahasan
Minat Membaca
Jadi, minat membaca mengandung arti adanya kemauan atau keinginan yang kuat dalam diri seseorang untuk selalu melakukan kegiatan membaca sebagai salah satu kebutuhan pokok dan bagian dari kehidupan kita. Minat membaca didukung oleh pendapat teori Ginting dalam Meliyawati, yaitu bentuk-bentuk perilaku yang diarahkan pada pelaksanaan kegiatan membaca sebagai tingkat kesenangan yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan membaca karena menyenangkan dan memberikan nilai.25 Hal ini dapat Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa minat membaca adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan kegigihan dan dukungan untuk mendorong keingintahuan seseorang dalam membaca untuk mengetahui informasi yang ingin dicari atau dari awal yang belum diketahui menjadi diketahui. Minat membaca seseorang timbul tidak hanya dengan sendirinya, melainkan karena adanya pengaruh dari luar atau dalam diri seseorang.
Dawson dan Rachman dalam Nurtika menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat membaca antara lain dapat terpenuhinya kebutuhan dasar melalui bahan bacaan, dapat memperoleh manfaat dan kepuasan dari kegiatan membaca, tersedianya fasilitas perpustakaan yang lengkap dan proses peminjaman yang mudah, serta adanya kurikulum khusus yang memungkinkan siswa membaca secara berkala, saran dari teman sekelas, sikap guru hingga mengelola kegiatan belajar mengajar. Orang tua dan guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan upaya mengembangkan minat membaca ini. Hasil penelitian I Ketut Artana mengenai upaya peningkatan minat baca pada anak menjelaskan bahwa minat baca pada anak masih belum menggembirakan.
Upaya tersebut antara lain memerlukan kerjasama yang baik antara guru, orang tua dan pihak lain untuk bersatu dan berkomitmen dalam meningkatkan minat membaca anak.
Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah diciptakan dengan fungsi utama sebagai sarana penunjang tercapainya tujuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Perpustakaan sekolah hendaknya menyediakan dan mengelola berbagai bahan perpustakaan sebagai sumber literatur yang berkaitan dengan pendidikan dan proses belajar mengajar. Namun perpustakaan sekolah harus menjaga dan melestarikan koleksi bahan perpustakaan cetak dan rekaman.
Perpustakaan sekolah juga berfungsi sebagai tempat memperoleh informasi yang menunjang penelitian siswa dan guru pembimbingnya. Perpustakaan sekolah memberikan informasi kepada penggunanya, baik informasi tentang berbagai bahan perpustakaan yang dimilikinya (cakupan, jenis, tata letak...), informasi tentang berbagai kegiatan dan layanan perpustakaan. Secara umum tujuan perpustakaan sekolah adalah untuk menunjang dan memperkaya program pendidikan atau kurikulum sekolah dimana perpustakaan itu berada.
Secara konkrit tujuan perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut.38 Perpustakaan sekolah harus berperan aktif dalam upaya sekolah untuk:
Telaah Penelitian Terdahulu
Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah penelitian terdahulu menggunakan penelitian kualitatif sedangkan penelitian saat ini menggunakan penelitian kuantitatif. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini adalah populasi penelitiannya adalah siswa kelas V dan VI, hal ini terlihat pada populasi dan sampel penelitian. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini adalah sama-sama melakukan penelitian di perpustakaan, hal ini terlihat pada tujuan penelitian.
Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini adalah sama-sama meneliti minat membaca, hal ini terlihat pada tujuan penelitian. Salah satu tujuan penelitian terdahulu adalah untuk mengetahui minat baca anak di Taman Baca Desa Kalisari Damen Surabaya. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini adalah sama-sama meneliti tentang perpustakaan dan minat membaca, hal ini terlihat pada tujuan penelitian.
Tujuan dari penelitian sebelumnya adalah untuk mengetahui bagaimana upaya pengelolaan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca siswa di MAN Rejang Lebong.
Kerangka Pikir
Perpustakaan yang ada di sekolah harus berfungsi dan ditata sebaik mungkin agar dapat menarik minat baca yang lebih besar dikalangan siswa untuk berkunjung ke perpustakaan sekolah. Namun perpustakaan MI Islamiyah Jatisari, Lengkong, Nganjuk sedikit berbeda dengan perpustakaan pada umumnya. Perpustakaan dalam penelitian ini mempunyai banyak kekurangan, seperti perpustakaan yang menyatu dengan ruang kepala sekolah dan tidak mempunyai perpustakaan sendiri serta koleksi buku yang tidak lengkap.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa minat membaca tidak hanya dilihat dari intensitas kunjungan ke perpustakaan sekolah. Lebih lanjut mengenai variabel penelitian yang meliputi minat membaca siswa dan intensitas kunjungan ke perpustakaan sekolah, maka dasar pemikiran penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut.
Minat Membaca Peserta Didik MI Islamiyah Jatisari Lengkong
Nganjuk (X)
Pengaruh
Intensitas Berkunjung Ke Perpustakaan (Y)
Hipotesis Penelitian
Kemungkinan jawaban tersebut dipilih berdasarkan teori dan penelitian sebelumnya.48 Kemudian dibuat rancangan hipotesis sebagai berikut. Metode penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengukur suatu variabel, menghubungkan variabel yang satu dengan variabel yang lain, mempengaruhi variabel yang satu dengan variabel yang lain, dan membedakan variabel-variabel. Desain penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif harus terstruktur, baku, formal dan dirancang selengkap mungkin 49 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang menitikberatkan pada minat membaca siswa dan intensitas kunjungan ke MI Islamiyah Perpustakaan Jatisari Lengkong, Nganjuk.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif, karena pengaruh minat membaca siswa terhadap intensitas kunjungan ke perpustakaan ditentukan berdasarkan judul. Maka yang akan diteliti adalah hubungan kedua variabel tersebut. Penelitian kuantitatif adalah suatu bentuk penelitian yang menghasilkan temuan-temuan baru yang dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur statistik atau cara kuantifikasi (pengukuran) lainnya.50. Penelitian kuantitatif ini menggunakan jenis penelitian survei, penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data utama.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Operasional Variabel Penelitian
Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Pengumpulan Data
Dengan instrumen ini kita diajak menganalisis isi dokumen yang dapat mendukung penelitian ini. Misalnya informasi tentang kunjungan ke perpustakaan, absensi atau nama siswa serta dokumen di MI Islamiyah Jatisari, Lengkong, Nganjuk untuk mendukung penelitian ini. Menurut Wijaya dalam Anim Purwanto, angket atau angket adalah instrumen penelitian yang berbentuk pertanyaan, baik tertulis maupun tidak tertulis, yang digunakan untuk memudahkan pengumpulan data di lapangan oleh peneliti.
Angket adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan kepada responden seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis mengenai permasalahan tertentu untuk memperoleh jawaban dari responden 56 dalam hal ini angket digunakan untuk mengumpulkan data mengenai pengaruh minat siswa untuk mengumpulkan. membaca tentang intensitas kunjungan ke perpustakaan MI Islamiyah Jatisari. , Lengkong, Nganjuk. Angka skala likert merupakan angket yang digunakan untuk mengukur sikap, pandangan atau perasaan siswa mengenai minat membaca dan intensitas kunjungan ke Perpustakaan MI Islamiyah Jatisari, Lengkong, Nganjuk.57. Pengumpulan data pada penelitian ini untuk mengukur seberapa besar pengaruh minat membaca siswa terhadap intensitas kunjungan ke Perpustakaan MI Islamiyah Jatisari, Lengkong, Nganjuk.
Statistical Products and Services Solutions (SPSS) menyediakan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik alpha [α] Cronbach.
Teknik Analisis Data
Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap suatu pertanyaan konsisten atau stabil sepanjang waktu.
Deskripsi Data
- Uji Hipotesis dan Interpretasi
Hasil perhitungan validitas instrumen intensitas kunjungan perpustakaan sekolah dapat dilihat pada tabel 4.6 di bawah ini. Hₐ1 : Terdapat hubungan linier yang signifikan antara variabel minat membaca dengan intensitas kunjungan perpustakaan. Pengujian hipotesis bertujuan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu adakah pengaruh minat membaca siswa terhadap intensitas berkunjung ke perpustakaan MI Islamiyah Jatisari, Lengkong, Nganjuk.
Berdasarkan hasil “Descriptors” SPSS pada tabel 4.13 dapat dilihat rata-rata hasil penelitian pengaruh minat membaca terhadap intensitas mengunjungi perpustakaan. Artinya minat membaca tidak berpengaruh signifikan terhadap intensitas kunjungan ke perpustakaan MI Islamiyah Jatisari, Lengkong, Nganjuk tahun ajaran 2023/2024. Tabel “Ringkasan Model” merupakan tabel yang menjelaskan seberapa besar pengaruh variabel minat membaca terhadap intensitas berkunjung ke perpustakaan.
Artinya pengaruh minat baca terhadap intensitas berkunjung ke perpustakaan sebesar 11%, sedangkan sisanya sebesar 89% dipengaruhi oleh faktor lain yang belum diteliti.
Pembahasan
Populasi penelitian ini adalah siswa MI Islamiyah Jatisari, Lengkong, Nganjuk yang berjumlah 206 siswa. Melalui uji hipotesis, kami mengetahui apakah terdapat pengaruh minat membaca terhadap intensitas kunjungan ke Perpustakaan MI Islamiyah Jatisari, Lengkong, Nganjuk. Penelitian ini menggunakan SPSS 23.0 for Windows untuk menjawab rumusan masalah dimana rumusan masalahnya adalah seberapa besar minat membaca siswa di MI Islamiyah Jatisari, Lengkong, Nganjuk?
Minat membaca siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor dan tidak hanya dipengaruhi oleh intensitas kunjungan ke perpustakaan sekolah. Rumusan masalah kedua dalam penelitian ini tidak jauh berbeda dengan rumusan masalah pertama: dengan intensitas apa siswa mengunjungi perpustakaan MI Islamiyah Jatisari, Lengkong, Nganjuk? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat membaca siswa tidak berpengaruh terhadap intensitas kunjungan ke perpustakaan.
Intensitas kunjungan mahasiswa ke perpustakaan dipengaruhi oleh beberapa hal lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Saran
Hasil minat membaca siswa MI Islamiyah Jatisari, Lengkong, Nganjuk tahun pelajaran sebesar 33,67 yang diperoleh dari mean atau hasil rata-rata uji One Way Anova pada SPSS 23.0 For Windows. Hasil intensitas kunjungan Perpustakaan MI Islamiyah Jatisari, Lengkong, Nganjuk pada tahun ajaran sebesar 32,89 yang diperoleh dari mean dan hasil mean uji One Way Anova pada SPSS 23.0 For Windows. Artinya minat membaca memberikan pengaruh sebesar 11%, dan sisanya sebesar 89% dipengaruhi oleh faktor lain yang belum tereksplorasi.
Bagi sekolah dan para pendidik diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan perpustakaan sekolah agar dapat menarik minat membaca siswa, menimbulkan rasa percaya diri ketika membaca di perpustakaan, dan siswa mendapatkan layanan perpustakaan yang baik. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel dari faktor-faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini agar penelitian terkait minat membaca dan perpustakaan dapat menjadi lebih baik lagi. Upaya Menumbuhkan Minat Baca pada Anak.” Acarva Pustaka, No. 02 Juni (2016): 12. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/AP /article/view/10099.
“Upaya Guru Meningkatkan Minat Membaca Siswa Kelas III SDN 0105 Sibuhuan Julu Kabupaten Padang Lawas.” Rak.