PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PT. XYZ
Dyan Fauziah Suryadi STIE YPUP [email protected]
ABSTRACT
This study aims to describe and analyze the influence of motivation and work environment on employee performance. The type of research used is explanatory research. Amount of sample inside this study 64 employees of PT. XYZ. Data analysis used is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that partially motivation and work environment have a positive and significant effect on employee performance. Where, the dominant work environment variable affects employee performance.
Simultaneous test results show that motivation and work environment have a significant influence on employee performance.
Keywords: motivation, work environment, employee performance.
PENDAHULUAN Latar Belakang
Salah satu sumber daya organisasi yang memiliki peran penting dalam mencapai tujuannya adalah sumber daya manusia, baik sektor swasta maupun sektor publik. Keadaan ini menjadikan sumber daya manusia sebagai aset yang harus ditingkatkan efisiensi dan produktivitasnya. Untuk mencapai hal tersebut, maka perusahaan harus mampu menciptakan kondisi yang dapat mendorong dan memungkinkan karyawan untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan yang dimiliki secara optimal. Karyawan yang bekerja dalam sebuah organisasi sebaiknya diperlakukan sebaik-baiknya, agar karyawan mempunyai kinerja yang baik dan tujuan organisasi dapat tercapai.
Salah satu upaya dalam mengoptimalkan kemampuan karyawan adalah dengan pemberian motivasi. Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) karyawan dalam menghadapi situasi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah untuk mencapai tujuan perusahaan. Motivasi ini dapat muncul karena dorongan kebutuhan dalam diri karyawan dan motivasi ini juga dapat dihadirkan melalui peran pimpinan dan organisasi. Misalnya, setiap briefing pagi, pimpinan dapat menyelipkan kalimat-kalimat yang mampu menumbuhkan semangat kerja karyawan,
pimpinan juga dapat menumbuhkan motivasi melalui penawaran reward and punishment.
Sikap karyawan yang positif terhadap situasi kerja dapat memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja yang maksimal.
Hal lain yang juga mampu meningkatkan kinerja karyawan adalah lingkungan kerja yang kondusif baik fisik maupun non fisik. Suhu ruangan, keamanan, kebersihan, dan desain ruangan yang nyaman mampu mendukung peningkatan kinerja karyawan. Rekan kerja yang memiliki semangat kerja yang tinggi mampu memberi pengaruh positif terhadap karyawan lainnya.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) apakah motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. XYZ?, (2) variabel manakah yang dominan berpengaruh terhadap kinerja karyawan?
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT.
XYZ. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi sumber referensi bagi perusahaan dalam mengambil kebijakan dalam rangka peningkatan kinerja karyawan, juga sebagai salah satu referensi bagi penelitian berikutnya.
ISSN: 2549-6182 (Online) TINJAUAN LITERATUR
Motivasi
Motivasi adalah kunci dari organisasi yang sukses untuk menjaga kelangsungan pekerjaan dalam organisasi dengan cara dan bantuan yang kuat untuk bertahan hidup[1]. Motivasi memberikan bimbingan yang tepat atau arahan, sumber daya dan imbalan agar mereka terinspirasi dan tertarik untuk bekerja dengan cara yang anda inginkan. Motivasi adalah proses membangkitkan perilaku, mempertahankan kemajuan perilaku, dan menyalurkan perilaku tindakan yang spesifik[2]. Dengan demikian, motif (kebutuhan, keinginan) mendorong karyawan untuk bertindak.
Motivasi kerja dapat didefinisikan sebagai suatu dorongan secara psikologis kepada seorang yang menentukan arah dari perilaku (direction of behavior) seseorang dalam organisasi, tingkat usaha (level of effort), dan tingkat kegigihan atau ketahanan di dalam menghadapi suatu halangan atau masalah (level of persistence)[3]. Oleh karena itu, motivasi kerja dapat diartikan sebagai semangat kerja yang ada pada karyawan yang membuat karyawan tersebut dapat bekerja untuk mencapai tujuan tertentu.
Lingkungan Kerja
Suatu kondisi lingkungan kerja dapat dikatakan baik apabila lingkungan kerja tersebut sehat, nyaman, aman dan menyenangkan bagi karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Lingkungan kerja didesain sedemikian rupa agar dapat tercipta hubungan kerja yang mengikat pekerja dengan lingkungan[4]. Lingkungan kerja yang menyenangkan dapat membuat para karyawan merasa betah dalam menyelesaikan pekerjaannya serta mampu mencapai suatu hasil yang optimal. Sebaliknya, apabila kondisi lingkungan kerja tersebut tidak memadai akan menimbulkan dampak negatif dalam penurunan tingkat produktivitas kinerja karyawan. Lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana sesorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya, baik sebagai perseorangan maupun kelompok[5].
Lingkungan kerja fisik dapat diartikan semua keadaan yang ada disekitar tempat kerja, yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Lingkungan kerja fisik yaitu semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja dimana dapat mempengaruhi kerja karyawan baik secara langsung maupun tidak langsung[5]. Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik dengan atasan maupun dengan sesama rekan kerja, ataupun dengan bawahan.
Kinerja Karyawan
Kinerja adalah suatu hasil yang dicapai oleh pegawai dalam pekerjaannya menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan[6]. Kinerja karyawan sebagai ungkapan seperti output, efisien serta sering dihubungkan dengan produktivitas. Kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan pegawai. Kinerja merupakan prestasi kerja, yaitu perbandingan antara hasil kerja dengan standar yang ditetapkan. Hampir seluruh cara-cara pengukuran kinerja mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut[6]: a. Kuantitas, yaitu jumlah yang diselesaikan
atau dicapai. Pengukuran kuantitatif melibatkan perhitungan keluaran dari proses atau pelaksanaan kegiatan.
b. Kualitas, yaitu mutu yang dihasilkan (baik tidaknya). Pengukuran kualitatif keluaran mencerminkan pengukuran tingkat kepuasan, yaitu seberapa baik penyelesainnya.
c. Ketepatan waktu, yaitu sesuai dan tidaknya dengan waktu yang direncanakan.
Pengukuran ketepatan waktu merupakan jenis khusus dari pengukuran kuantitatif yang menentukan ketepatan waktu penyelesaian suatu kegiatan.
Rumusan Hipotesis
Berdasarkan pemaparan latar belakang dan tinjauan pustaka, diduga bahwa (1) motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. XYZ, (2) lingkungan kerja dominan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. XYZ sebanyak 64 orang. Oleh karena jumlah populasi kurang dari 100, maka sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. XYZ.
Teknik Sampling
Dalam penelitian ini teknik penentuan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana anggota populasi dijadikan sampel[7]. Apabila populasi kurang dari 100 orang, maka diambil keseluruhannya, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi[8].
Data Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi dua, yakni: (1) data kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka- angka yang dapat dihitung, yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, (2) data kualitatif, yaitu data yang bukan dalam bentuk angka-angka atau tidak dapat dihitung melainkan dalam bentuk kata-kata.
Sumber data yang digunakan terdiri dari dua jenis, yaitu:
1. Data primer
Dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara langsung terhadap hal yang dianggap berhubungan dengan objek.
Selain itu, peneliti ini juga melakukan wawancara pada responden dengan menggunakan kuesioner.
2. Data sekunder
Sumber data sekunder meliputi peninggalan tertulis seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku, artikel, teori, halaman web, laporan penelitian sebelumnya, jurnal, makalah, sumber lain yang berkaitan dengan masalah penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya kuesioner yang berisi sejumlah pertanyaan yang diserahkan secara langsung kepada responden, observasi digunakan sebagai pelengkap untuk mengetahui kondisi dan perubahan situasi dan wawancara dilakukan secara langsung dengan responden untuk mencari data yang belum terjawab.
Variabel dan Instrumen Penelitian
Variabel dalam penelitian ini yaitu:
variabel dependen (Y) adalah kinerja pegawai, variabel independen (X1) adalah motivasi kerja dan variabel independen (X2) adalah lingkungan kerja. Untuk mengetahui pengukuran jawaban responden pada penelitian ini yang mana menggunakan instrumen penelitian berupa kuisioner, penulis menggunakan metode skala Likert (Likert’s Summated Ratings).
Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan:
1. Analisis deskriptif yaitu suatu analisis yang digunakan untuk menggambarkan tanggapan responden mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan, yang diperoleh melalui tanggapan responden dari hasil kuesioner yang disebarkan.
2. Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linier antara dua variabel independen dengan variabel dependen.
Dengan persamaan: Y = a + bX1 + bX2 + e HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
Hasil pengujian SPSS menujukkan nilai b untuk variabel motivasi kerja sebesar 0,381 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Ini berarti bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT. XYZ. Sedangkan, nilai b untuk variabel lingkungan kerja sebesar 0,515 dengan tingkat signifikasi sebesar 0,000. Ini berarti bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT. XYZ. Variabel
ISSN: 2549-6182 (Online) motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh
sebesar 66,3% terhadap kinerja karyawan PT.
XYZ, sisanya sebesar 33,7% dipengaruh oleh variabel lain diluar penelitian ini.
Tabel 1. Hasil Regresi Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 0,87 0,477 1,823 0,074
X1 0,381 0,077 0,441 4,951 0
X2 0,515 0,095 0,494 5,43 0
Tabel 2. Koefisien Determinasi Model R R Square Adjusted
R Square
Std. Error of the Estimate 1 ,815a ,663 ,643 ,501 Pembahasan
Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai
Hasil regresi menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT. XYZ. Diberikannya motivasi kepada karyawan atau seseorang tentu saja mempunyai tujuan antara lain:
mendorong semangat dan gairah karyawan, meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan, meningkatkan produktivitas kerja karyawan, mempertahankan loyalitas dan kestabilan karyawan, meningkatkan kedisiplinan dan menurunkan tingkat absensi karyawan, menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik, meningkatkan kreativitas dan partisipasi karyawan, meningkatkan kesejahterahan karyawan, mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas dan pekerjaannya[9].
Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai
Hasil regresi menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT. XYZ. Apabila lingkungan kerja di perusahaan tersebut nyaman dan menyenangkan tentunya karyawan dapat meningkatkan kinerjanya, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik karena karyawan menaruh perhatian yang besar terhadap lingkungan kerja mereka, baik dari segi kenyamanan
pribadi maupun kemudahan melakukan pekerjaan dengan baik.
Pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai secara simultan
Hasil regresi menujukkan bahwa motivasi dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pegawai PT.
XYZ. Namun, yang paling dominan berpengaruh adalah variabel lingkungan kerja sebesar 0,515 dibandingkan dengan variabel motivasi sebesar 0,381. Ini berarti bahwa karyawan PT. XYZ menaruh perhatian besar terhadap kondisi lingkungan kerja mereka sebagai dukungan dalam peningkatan kinerjanya.
PENUTUP Simpulan
Motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT.
XYZ, baik secara simultan maupun parsial.
Artinya, upaya pemberian motivasi dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif mampu meningkatkan kinerja karyawan.
Variabel lingkungan kerja dominan berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja karyawan PT. XYZ.
Saran
Sebagai upaya dalam peningkatan kinerja karyawan, perusahaan hendaknya selalu memberikan motivasi baik materi maupun non-materi kepada karyawannya.
Selain itu, lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif akan sangat berdampak terhadap kinerja karyawan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Pamela, A.O., & Oloko. 2015. Effect of motivation on employee performance of commercial banks in Kenya: A case study of Kenya Commercial Bank in Migori County.
Journal of Human Resource Studies. 5 (2).
[2] Chukwuma, E.M., & Obiefuna, O. 2014. Effect of Motivation on Employee Productivity: A Study of Manufacturing Companies in Nnewi.
Journal of Managerial Studies and Research. 2 (7).
[3] Agusta, L., & Sutanto, E.M. 2013. Pengaruh Pelatihan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan CV Haragon Surabaya. AGORA. 1 (3).
[4] Lewa, S. 2005. Perilaku dan Budaya Organisasi. Bandung: PT. Refika Aditama.
[5] Rahmawanti, N.P., Swasto, B. Prasetya, A.
2014. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Malang Utara). Jurnal Administrasi Bisnis. 8 (2).
[6] Moulana, F., Sunuharyo, B.S., & Utami H.N.
2017. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Variabel Mediator Motivasi Kerja (Studi Pada Karyawan Pt.
Telkom Indonesia, Tbk Witel Jatim Selatan, Jalan A. Yani, Malang). Jurnal Administrasi Bisnis. 44 (1).
[7] Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Bisnis.
Bandung: Alfabeta.
[8] Arikunto, S. 2008. Prosedur Penelitian.
Yogyakarta: Rineka Cipta.
[9] Sunyoto, D. 2012. Teori, Kuisioner dan Analisis Data Sumber Daya Manusia.
Yogyakarta: CAPS.