PENGARUH MOTIVASI EKSTRINSIK, SELF EFFICACY DAN INTENSI BERWIRAUSAHA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI STKIP PGRI SUMATRA BARAT
(Studi Kasus kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012)
JURNAL
Oleh:
JAPRI HIBBAN NPM 10090095
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2016
PENGARUH MOTIVASI EKSTRINSIK, SELF EFFICACY DAN INTENSI BERWIRAUSAHA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI STKIP PGRI SUMATRA BARAT
(Studi Kasus kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012) Oleh
Japri hibban
1Sri Wahyuni S.Pd, M.Pd,
2Syailendra Eka Saputra SE, MM
31. Mahasiswa Program studi Pendidikan Ekonomi
STKIP PGRI Sumatera Barat
2,3. Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: Pengaruh Motivasi Eksrinsik, Self Efficacy dan Intensi Berwirausaha terhadap Minat Berwirausaha mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Motivasi Ekstrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha, dilihat dari nilai koefisien sebesar 0,964. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai t
hitungsebesar 28,605 > t
tabelsebesar 1,6608. 2. Self Efficacy Berpengaruh Negatif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha, dilihat dari nilai koefisien sebesar -6,79. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai t
hitungsebesar -4,086 < t
tabelsebesar 1,6608.
3. Intensi Berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha, dilihat dari nilai koefisien sebesar 0,570. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai t
hitungsebesar 3,430 >
t
tabelsebesar 1,6608. 4. Motivasi Ekstrinsik, Intensi Berwirausaha secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha, dilihat dari nilai t
hitungsebesar 279,728 > t
tabelsebesar 2,69 dan nilai signifikan 0,000< α = 0,05.
ABSTRACT
This study aimed to analyze: Effect of Motivation Eksrinsik, Self Efficacy and intention Entrepreneurship Interests in Student Prodi Economic Education STKIP PGRI West Sumatra, The results showed that: 1. Extrinsic motivation positive and significant impact on interest in entrepreneurship, seen from the coefficient value of 0.964. The coefficient value is significant because tcount amounted to 28.605> ttable of 1.6608. 2. Self Efficacy Influential negative and significant impact on interest in entrepreneurship, judging from the coefficient of -6.79. The coefficient value is significant because the value thitung -4.086 <ttable 1.6608. 3. Intention Entrepreneurship positive and significant impact on interest in entrepreneurship, seen from the coefficient value of 0.570. The coefficient value is significant because the value thitung 3.430>
ttable of 1.6608. 4. Extrinsic motivation, intention of Entrepreneurship jointly positive and significant impact on interest in entrepreneurship, seen from tcount amounted to 279.728> ttable 2.69 and significant value 0,000 <α = 0.05.
Keywords: Extrinsic Motivation, Self-Efficacy, intension of Entrepreneurship and
Entrepreneurship Interests.
PENDAHULUAN
Kewirausahaan berasal dari istilah entrepreneurship yang sebenarnya berasal dari kata entrepreneur yang artinya suatu kemampuan (ability) dalam berfikir kreatif dan berprilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak tujuan, siasat kiat dan proses dalam mengahadapi tantangan hidup. Menurut Suryana (2010:11) kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan usaha dan pendapatan, atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.
Kewirausahaan juga suatu kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi tantangan. Kewirausahaan sangat besar perannya di dalam perkembangan pertumbuhan ekonomi.
Peran kewirausahaan telah teruji dengan adanya krisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia. Kewirausahaan yang berbasis pada ekonomi rakyat ternyata mampu bertahan dalam situasi yang sulit. Untuk itu perguruan tinggi sebagai lembaga yang menjadi salah satu panutan masyarakat dapat mendorong budaya berwirausaha. Perguruan tinggi diharapkan juga mampu menciptakan wirausahawan- wirausahawan yang handal, sehingga mampu memberi dorongan niat masyarakat khususnya mahasiswa untuk berwirausaha.
Berdasarkan Data BPS jumlah pengangguran terbuka pada tahun 2012 di Indonesia berjumlah 7,24 juta jiwa (6,14%) dan diantaranya adalah sarjana. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan perguruan tinggi yaitu 5,91%.
Fenomena di atas seharusnya dapat dijadikan bahan pemikiran agar dapat menciptakan lapangan kerja baru yang dapat menampung karyawan, tidak lagi berpikir untuk mempersiapkan diri menjadi calon karyawan yang mencari pekerjaan, terutama bagi individu yang terdidik, misalnya perguruan tinggi sebagai lembaga penghasil lulusan. Mereka diharapkan mampu menjadi penggerak perekonomian dengan menanamkan jiwa kewirausahaan semenjak dini.
Wirausaha merupakan faktor pendukung yang menentukan maju mundurnya perekonomian suatu negara. Semua perguruan tinggi di Indonesia telah memasukkan mata kuliah kewirausahaan ke dalam kurikulum mereka sebagai salah satu mata kuliah pokok yang wajib ditempuh oleh semua mahasiswa, salah satunya STKIP PGRI Sumatra Barat. Progam Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatra Barat memiliki tiga kosentrasi (keahlian ) yaitu : Tata niaga, Koperasi, Akuntansi.
Pendidikan Ekonomi salah satu prodi yang memasukkan mata kuliah kewirausahaan kedalam kurikulum mereka sebagai salah satu mata kuliah pokok yang wajib ditempuh oleh mahasiswa.
Tujuannya setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa dapat memahami konsep kewirausahaan, mengenal dan mempresentasikan usaha sukses serta mampu mengaplikasikannya dalam bentuk pendirian usaha. Program Studi Pendidikan Ekonomi selain meluluskan sarjana pendidikan yang nantinya menjadi seorang guru juga mengharapkan seorang pencipta lapangan pekerjaan. Sesuai dengan salah satu tujuan setelah menyelesaikan mata kuliah kewirausahaan diharapkan mahasiswa berminat menjadi seorang wirausahawan.
Minat berwirausaha berasal dari dua kata yaitu minat dan berwirausaha. Menurut Slameto (2003:80) minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa adanya yang menyuruh. Minat merupakan perasaan senang atau kecenderungan hati seseorang yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu dengan partisipasi terhadap kegiatan yang menjadi objek kesukaannya itu.
Sedangkan wirausaha menurut Suryana (2010:13) adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (kreativitas dan inovasi), mengorganisasi, menanggung resiko, berorientasi hasil, peluang, kepuasaan pribadi, dan kebebasan.
Peneliti melakukan observasi dan wawancara kepada30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012, di peroleh data sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Observasi Awal.
Sumber: Observasi Awal 2015
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat minat berwirausaha mahasiswa masih sangat rendah yaitu 5 responden (16,67%) melilih wirausaha, sebesar 10 responden (33,33%) wirausaha, dan pegawai/wirausaha 15 responden (50,01%) Hal ini karena mahasiswa lulusan Pendidikan Ekonomi merupakan calon-calon pendidik atau guru. Selain itu mahasiswa memilih menjadi pegawai karena pegawai merupakan pekerjaan yang lebih aman, dan resikonya juga kecil. Dimana pegawai memiliki pendapatan yang tetap setiap bulannya, mendapatkan pensiunan, serta juga mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah. Sedangkan
No Jenis
Pekerjaan
Jumlah mahasiswa (Orang)
%
1 Pegawai 10 33,33
2 Wirausaha 5 16,67
3 Pegawai/Wirausaha 15 50,01
Jumlah 30 100,1
wirausaha membutuhkan modal awal yang tidak sedikit, adanya resiko yang membuat mereka tidak yakin untuk memulai usaha sendiri, serta jumlah pendapatan yang tidak bisa diperkirakan.
Tidak mudah memang untuk mengetahui minat mahasiswa Pendidikan ekonomi terhadap kewirausahaan. Ini dikarenakan adanya perbedaan setiap individu baik motivasinya, karakternya, cita-citanya dan lain lain yang dimiliki oleh setiap mahasiswa. Dengan perbedaan individu tersebut menyebabkan keinginan dan minat wirausaha bagi mahasiswa Pendidikan ekonomi berbeda-beda.
Ada yang memang memiliki keinginan dan minat yang besar terhadap wirausaha tapi disisi lain banyak juga dari mereka yang lebih memilih berkerja menjadi pegawai.
Motivasi berasal dari kata motif yang artinya kekuatan yang terdapat didalam diri individu, yang menyebabkan individu tersebut bertindak dan berbuat atau dorongan yang tedapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perobahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya. menurut Syaiful (2011:151) motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik merupakan dorongan yang berasal dari luar individu. Motivasi ekstrinsik yang menunjang seseorang berminat berwirausaha merupakan dorongan dari luar individu seseorang yang dapat berupa ajakan, suruhan atau paksaan yang mengakibatkan orang tersebut mau berbuat sesuatu.
Selain motivasi ekstrinsik yang mempengaruhi minat berwirausaha selanjutnya.
Self efficacy juga mempengaruhi minat berwira usaha, Menurut Ivancevich dkk (2006:97) self efficacy berhubungan dengan keyakinan pribadi mengenai kompetensi dan kemampuan diri.
Seorang mahasiswa harus mempunyai self efficacy yang tinggi untuk dapat mencapai karirnya nanti. Self-efficacy juga merupakan kepercayaan seseorang pada kekuatan diri dalam menjalankan tugas tertentu atau keyakinan penilaian diri berkenaan dengan kompetensi seseorang untuk sukses dalam tugas-tugasnya, atau keyakinan self efficacy merupakan faktor kunci sumber tindakan manusia, apa yang orang pikirkan, percaya, dan rasakan mempengaruhi bagaimana mereka bertindak. Seorang wirausaha sering membuat penilaian sendiri pada keadaan yang tidak menentu, oleh karena itu mereka harus memiliki kepercayaan diri dalam membuat pernyataan, keputusan mengenai pengelolaan sumber daya yang mereka miliki.
Berdasarkan penomena di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang: “ Pengaruh Motivasi Ekstrinsik, Self Efficacy
dan Intensi Berwirausaha terhadap Minat Berwirausaha pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012)”
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah dan batasan masalah di atas maka rumusan masalah penelitian ini adalah :
1. Seberapa besar pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap minat berwirausaha mahasiswa Progam Studi Pendidikan Ekonomi (Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012) STKIP PGRI Sumatera Barat?
2. Sebaerapa besar pengaruh Self efficacy terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa Progam Studi Pendidikan Ekonomi (Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012) STKIP PGRI Sumatera Barat?
3. Seberapa besar pengaruh Intensi Berwirausaha terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa Progam Studi Pendidikan Ekonomi (Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012) STKIP PGRI Sumatera Barat?
4. Seberapa besar pengaruh Motivasi ekstrinksik, selff efficacy dan intensi berwirausaha secara bersama-sama terhadap minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012) STKIP PGRI Sumatera Barat?
Tujuan Penelitian
Dari Perumusan masalah diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap minat berwirausaha mahasiswa Progra Studi Pendidikan Ekonnomi (Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012 ) STKIP PGRI Sumatera Barat .
2. Untuk mengetahui pengaruh self efficacy terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomki (Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012) STKIP PGRI Sumatera Barat.
3. Untuk mengetahui pengaruh Intensi berwirausaha terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012 ) STKIP PGRI Sumatera Barat.
4. Untuk mengetahui Motivasi ekstrinksik, selff efficacy dan intensi berwirausaha secara bersama-sama terhadap minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012) STKIP PGRI Sumatera Barat.
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pihak-pihak yang terkait, diantaranya :
1. Penulis, sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program strata satu dan memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatra Barat.
2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan ilmu pendidikan, khususnya pada Pendidikan Ekonomi.
3. Bagi dosen dan mahasiswa STKIP PGRI Sumatra Barat sebagai bahan masukan untuk peningkatan proses belajar mengajar khususnya pada mata kuliah entrepreneurship 4. Bagi peneliti lainnya, sebagai bahan
perbandingan untuk melakukan penelitian selanjutnya.
Kajian Teori
Minat Berwirausaha
Wirausaha merupakan istilah yang diterjemahkan dari kata entrepreneur. dalam bahasa Indonesia, pada awalnya dikenal istilah wirausaha yang mempunyai arti berdiri di atas kekuatan sendiri. Istilah tersebut kemudian berkembang menjadi wirausaha,dan entrepreneurship diterjemahkan menjadi kewirausahaan. Wirausaha mempunyai arti seorang yang mampu memulai dan atau menjalankan usaha.
Menurut Suryana (2010:33) : Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berfikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang melalui suatu proses, pembentukan atau pertumbuhan suatu bisnis baru yang berorientasi memperoleh keuntugan, penciptaan nilai dan pembentukan produk atau jasa baru yang unik dan inovatif.
Motivasi Ekstrinsi
Istilah motivasi berasal dari kata motif yang artinya kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau berbuat. Menurut Uno (2012:3) motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya.
Dengan demikian, motivasi merupakan kemauan, keinginan, dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan.
Menurut Robbins (2008:222) motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Intensitas berhubungan dengan seberapa giat seseorang berusaha. Ini adalah elemen yang paling banyak mendapat
perhatian ketika membicarakan tentang motivasi. Namun, intensitas yang tinggi sepertinya tidak akan menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan.
Self Efficacy
Bandura menyatakan bahwa self efficacy berhubungan dengan, pencapaian prestasi, pengalaman tidak langsung, persuasi verbal dan tingkat emosional Menurut Bandura dalam Adicondro dan Alfi (2011) self efficacy adalah keyakinan seseorang individu mengenai kemampuannya dalam mengorganisasi dan menyelesaikan suatu tugas yang diperlukan untuk mencapai hasil tertentu. Dengan kata lain, Sedangkan menurut Melyana (2006) self efficacy adalah keyakinan penilaian diri berkenaan dengan kompetensi seseorang untuk sukses dalam tugas-tugasnya. Menurut Bandura, keyakinan self efficacy merupakan faktor kunci sumber tindakan manusia, apa yang orang pikirkan, percaya, dan rasakan mempengaruhi bagaimana mereka bertindak (Mukhid, 2009:124).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa self efficacy merupakan suatu keyakinan diri yang dimiliki sesorang terhadap kemampuan dirinya untuk mengatur dan mengerjakan tugas. Banyak orang yang menyamakan antara self efficacy atau keyakinan diri dengan kepercayaan diri.
Padahal keyakinan diri dengan kepercayaan
diri mempunyai arti yang
berbeda.Kepercayaan diri mencerminkan keyakinan seseorang atas kemampuannya.
Intensi Berwirausaha
Intensi berperilaku Merupakan suatu Prediktor yang kuat bagai mana seseorang akan bertingkah laku dalam situasi tertentu keinginan untuk berperilaku Merupakan harapan atau rencana Untuk bertindak dengan harapan yang lebih Spesifik Untuk melakukan suatu perilaku tertentu (Zimbardoo & leippe dalam Yosepa, 2008:17)
Sukjek dari penelitian ini adalah Mahasiswa Menurut Ruslam Abdurl gani (dalam Yahya, 2009:14) secara fungsional Mahasiswa adalah setiap individu yang sedang amenuntut ilmu pengetahuan dalam suatu Perguruan Tinggi, Sementera menurut Endang suryatmadja (dalam yahya, 2009:14) mendefenisikan mahasiswa sebagai orang dewasa yang merupakan bagian dari generasi muda serta menjalankan kewajiban-kewajiban pendidikan dalam suatu suatu lembaga Perguruan Tinggi, dari defenisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa, mahasiswa adalah
mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi dan menjalankan kewajiban di lembaga pendidikan tersebut. Peneliti bermaksud melihat dimensi sikap mahasiswa yang sudah mengambil mata kuliah Entrepreneur dan pengaruhnya intensi berwirausaha mahasiswa Menurut Carrol noorc yang di kutip Bygrave dalam Suryana (2006:63) menyatakan bahwa proses kewirausahaan dipicu oleh faktor pribadi, lingkungan, dan sosiologi. Faktor individu yang memicu kewirausahaan adalah pencapaian Locus of control, toleransi, pengambilan nilai-nilai pribadi, pendidikan, pengalaman usia, komitmen dan ketidakpuasan. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan adalah peluang, modal, peran, aktivitas, pesaing, inkubator, sumberdaya, dan kebijaksanaan pemerintah.
Dan faktor lingkungan sosial meliputi:
keluarga, orang tua, dan jaringan kelompok.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini dapat digolongkan pada penelitian deskriptif dan asosiatif. Penelitian ini dilaksanakan di Prodi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei semester Januari- Juni 2015/2016
Dilihat dari cara perolehannya, maka penelitian ini menggunakan dua sumber yaitu : data primer, yaitu data didapat dan diolah langsung dari objeknya. Contoh; data hasil observasi langsung, data hasil wawancara, dan data hasil pengisian kuesioner (Muhidin dan Maman, 2011:17).
Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dalm bentuk sudah jadi, hasil dari pengumpulan dan pengolahan pihak lain (Muhidin dan Maman, 2011:17). Dalam hal ini data yang didapat mengenai jumlah Mahasiswa Program Studi.
Teknik anlisis yang di gunakan adalah analisis deskriptif dan induktif. Analisis deskriptif berupa analisis persentase, mean, median, modus dan standar deviasi. Sedangkan analisis induktif berupa uji kelayakan model, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji koefisien determinasi dan uji hipotesis.
HASIL PENELITIAN DAN PEBAHASAN Analisa Deskriptif Variabel Penelitian
Deskriptif Variabel Minat Berwirausaha (Y)
Berdasarkan jawaban angket hasil penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel minat berwirausaha, dapat diperoleh deskriptif mengenai Tingkat Capaian Responden (TCR).
diperoleh informasi bahwa skor rata-rata variabel minat berwirausaha adalah 3,8
dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 76%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel minat berwirausaha berada pada kategori Cukup.
Skor rata-rata indikator pengungkapan atau ucapan adalah 3,95 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 79,01%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator pengungkapan atau ucapan berada pada kategori Cukup.
Skor rata-rata indikator tindakan atau perbuatan adalah 3,78 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 75,54%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator tindakan atau perbuatan berada pada kategori Cukup.
Skor rata-rata indikator menjawab sejumlah pertanyaan adalah 3,67 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 73,56%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator menjawab sejumlah pertanyaan berada pada kategori Cukup
Deskriptif Variabel Motivasi Ekstrinsik (X1)
Berdasarkan jawaban angket hasil penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel motivasi ekstrinsik, dapat diperoleh deskriptif mengenai Tingkat Capaian Responden (TCR). Hasil analisa TCR variable diperoleh informasi bahwa skor rata-rata variabel motivasi ekstrinsik adalah 3,758 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 75,17%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel motivasi ekstrinsik berada pada kategori Cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada umumnya variabel motivasi ekstrinsik mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Skor rata-rata indikator pencapaian adalah 3,766 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 75,31%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator pencapaian berada pada kategori Cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa indikator pencapaian mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Skor rata-rata indikator tanggung jawab adalah 3,828 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar
76,57%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator tanggung jawab berada pada kategori Cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa indikator tanggung jawab mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Skor rata-rata indikator pengakuan adalah 3,738 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 74,76%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator pengakuan berada pada kategori Cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa indikator pengakuan mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Skor rata-rata indikator kemajuan adalah 3,936 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 78,71%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator kemajuan berada pada kategori Cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa indikator kemajuan mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Skor rata-rata indikator pekerjaan itu sendiri adalah 3,525 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 70,50%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator pekerjaan itu sendiri berada pada kategori Cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa indikator pekerjaan itu sendiri mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Tingkat Capaian Responden (TCR). Hasil analisa TCR variabel self efficaccy diperoleh informasi bahwa skor rata-rata variabel self efficacy adalah 3,97 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 79,41 %. Hal ini menunjukkan bahwa variabel self efficacy berada pada kategori Cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada umumnya variabel self efficacy mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI
Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Skor rata-rata indikator pengalaman tidak langsung adalah 3,985 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 79,70%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator pengalaman tidak langsung berada pada kategori Cukup.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa indikator pengalaman tidak langsung mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Skor rata-rata indikator persuasi perbal adalah 4,089 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 81,78%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator persuasi perbal berada pada kategori Baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa indikator persuasi perbal mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Skor rata-rata indikator kondisi emosional adalah 3,838 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 76,77%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator kondisi emosional berada pada kategori Cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa indikator kondisi emosional mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Deskriptif Variabel Intensi Berwirausaha (X3)
Berdasarkan jawaban angket hasil penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel intensi berwirausaha, dapat diperoleh deskriptif mengenai Tingkat Capaian Responden (TCR).
bahwa skor rata-rata variabel intensi berwirausaha adalah 4,02 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 80,4 %.
Hal ini menunjukkan bahwa variabel intensi berwirausaha berada pada kategori Baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada umumnya variabel intensi berwirausaha mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI
Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Skor rata-rata indikator berprestasi adalah 4,083 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 81,65%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator berprestasi berada pada kategori Baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa indikator berprestasi mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Skor rata-rata indikator berkuasa adalah 4,04 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 80,79%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator berkuasa berada pada kategori Baik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa indikator berkuasa mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Skor rata-rata indikator berafiliasi adalah 3,941 dengan tingkat capaian responden (TCR) sebesar 78,81%. Hal ini menunjukkan bahwa indikator berafiliasi berada pada kategori Cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa indikator berafiliasi mempengaruhi minat berwirausaha Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Hasil Uji Kelayakan Model
Hasil Uji Maximum Likelihood (ML) Pada penelitian ini uji kelayakan model yang digunakan adalah ML (Maximum Likelohood).
Untuk Pengurangan Variabel Uji ini mengikuti distribusi Chi square (X2) dengan derajat bebas sebesar jumlah variabel yang dihilangkan. dengan mengunakan pedoman bila nilai hitung statistik X2 >
nilai X2 tabel, tolak Ho yang berarti menolak menghilangkan variabel X2. Sebaliknya jika nilai hitung statistik X2 < X2 tabel, Terima Ho: berarti penghilangkan variabel X2 dibenarkan.
Dapat dilihat pada dilihat bahwa nilai dari masing-masing X hitung loglikelihood ratio adalah motivasi ekstrinsik (X1) sebesar 226.6914, self efficacy (X2) sebesar 16.04206 dan
intensi berwirausaha (X3) sebesar 11.56437. Sedangkan nilai X tabel chi square dengan df=1, α sebesar 0,05 adalah sebesar 3.841, dimana menunjukkan X hitung > X tabel, dengan demikian berarti tolak Ho yang berarti menolak menghilangkan variabel X.
Uji Ramsey
Pada penelitian ini uji kelayakan model yang digunakan adalah uji ramsey RESET (Pegression Specifiction Error Test) dengan mengunakan pedoman bila nilai Fhitung > nilai Ftabel, berarti signifikan, maka terima hipotesis bahwa spesifikasi model yang digunakan kurang tepat dan begitu sebaiknya jika nilai Fhitung < nilai Ftabel, berarti tidak signifikan, maka terima hipotesis bahwa model benar atau tepat.
diketahui nilai F-statistic sebesar 0. 829868 lebih kecil dari pada nilai Ftabel
yaitu sebesar 3.841 pada α = 0,05. Hal ini menunjukan bahwa nilai Fhitung < Ftabel
yang menyatakan bahwa spesifikasi model benar atau tepat.
Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil Uji Normalitas
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh nilai statistik Jerque- Bera sebesar sedangkan nilai X2 tabel dengan nilai df : 101 dan derajat kebebasan 0.05 adalah 125.458 Karena nilai statistik Jeque- Bera (JB) ( ) < nilai X2 tabel (125.458). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
Hasil Uji Multikolinieritas
penghitungan diatas menunjukkan bahwa masing-masing variabel bebas (independent) memiliki nilai VIF (Variance Infloating Factor) dibawah 10.
Dimana VIF variabel motivasi ekstrinsik sebesar 1,022 variabel self efficacy sebesar 8,264 dan variabel intensi berwirausaha sebesar 8,620. Jadi dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen yang akan dibentuk kedalam model persamaan regresi telah terbebas dari gejala multikolinearitas sehingga tahapan pengolahan data lebih lanjut dapat segera dilakukan.
Hasil Uji Autokorelasi.
hasil uji Durbin Watson (DW) menunjukkan nilai sebesar
1,822. Nilai tersebut jika dibandingkan dengan tabel dengan menggunakan derajat kepercayaan 5%, jumlah sampel 101 dan variabel bebas/independen (k) = 3 maka nilai Durbin-Watson dL sebesar 1,6153 dan dU 1,7343. Berdasarkan Tabel di atas, nilai DW 1,822 lebih besar dari batas atas dL 1,6153 dan kurang dari (4-du)=(4-1,7343)= 2,2657, maka dapat disimpulkan tidak ada autokorelasi positif dan negatif.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa data tersebut layak untuk diuji lebih lanjut.
Hasil Uji Heteroskedastisitas Adapun hasil pengujian heteroskedastisitas dengan menggunakan metode Gladser dapat dilihat Jika nilai probabilitas lebih besar dari nilai Alpha atau (Sig >
0,05), maka dipastikan hasil uji di atas tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Berdasarkan data di atas di dapat nilai signifikan variable motivasi ekstrinsik (X1) 0,773 > 0,05 tidak terjadi gejala heteroskedastisitas, variabel self efficacy (X2) 0,553 > 0,05 terjadi gejala heteroskedastisitas, variabel intensi berwirausaha (X3) 0,270 >
0,05 tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.
Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Y= a + bı Xı + b2 X2 + b3 X3
Y= 4.818 + 0,503X1 - 0,802X2 + 0,736X3
Dari model persamaan regresi linear berganda tabel 26 diatas dapat diketahui bahwa:
a. Nilai konstanta sebesar 4.818 berarti tanpa adanya pengaruh dari variabel motivasi ekstrinsik (X1), self efficacy (X2) dan intensi berwirausaha (X3) minat berwirausaha (Y) sudah bernilai sebesar 4.818. Hal ini berarti apabila variabel bebas nilainya konstan (motivasi ekstrinsik, self efficacy dan intensi berwirausaha) maka nilai variabel minat berwirausaha (Y) hanya sebesar 4.818.
b. Koefisien variabel motivasi ekstrinsik (X1) sebesar 0,503 yang bertanda positif. Hal ini adanya pengaruh positif motivasi ekstrinsik terhadap minat berwirausaha mahasiswa, apabila nilai variabel
motivasi ekstrinsik meningkat sebesar satu-satuan maka akan mengakibatkan peningkatan pada variabel minat berwirausaha (Y) sebesar 0,503 dalam setiap satuannya. Dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan.
c. Koefisien variabel Self Efficacy (X2) sebesa -0,802 yang bertanda negatif.
Hal ini adanya pengaruh positif Self Efficacy terhadap minat berwirausaha mahasiswa, apabila nilai variabel Self Efficacy meningkat sebesar satu- satuan maka akan menurunkan minat berwirausaha (Y) sebesar -0,802 dalam setiap satuannya. Dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan.
d. Koefisien variabel Intensi berwirausaha (X3) sebesar 0,736 yang bertanda positif. Hal ini adanya pengaruh positif Intensi terhadap minat berwirausaha mahasiswa, apabila nilai variabel Intensi meningkat sebesar satu-satuan maka akan mengakibatkan peningkatan pada variabel minat berwirausaha (Y) sebesar 0,736 dalam setiap satuannya. Dengan asumsi variabel lain tidak mengalami perubahan atau konstan.
Hasil Analisis Determinasi (R2)
Berdasarkan hasil pada tabel 28 diatas hasil pengolahan data yang dapat dilihat pada tabel model summary diperoleh hasil nilai R Square sebesar 0,896 yang artinya 89,6% perubahan pada variabel dependen (Minat Berwirausaha) dapat dijelaskan oleh variabel independen (Motivasi Ekstrinsik, Self Efficacy dan Intensi berwirausaha) sedangkan sisanya sebesar 10,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji t
Dilihat dari hasil uji hasil hipotesis di peroleh sebagai berikut:
1. Hipotesis 1, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel
motivasi ekstrinsik (X1) terhadap variabel Minat Berwirausaha (Y)
Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis untuk variabel motivasi ekstrinsik (X1) di peroleh nilai koefisien bernilai positif sebesar
0,503 sedangkan nilai penghitung yang dihasilkan adalah sebesar 28,605. proses pengujian dilakukan dengan tingkat kesalahan 0,05 di peroleh nilai ttabel sebesar 1,6608 dengan demikian nilai thitung 28,605 >
ttabel 1,66008 sehingga keputusannya adalah Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa variabel motivasi ekstrinsik (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
2. Hipotesis 2, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel Self Efficacy (X2) terhadap variabel Minat Berwirausaha (Y)
Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis untuk variabel Self Efficacy (X2) diperoleh nilai koefisien bernilai negatif sebesar -0,802 sedangkan nilai penghitung yang dihasilkan adalah sebesar -4,086 proses pengujian dilakukan dengan tingkat kesalahan 0,05 di peroleh nilai ttabel sebesar 1,6608 dengan demikian nilai thitung - 0,802 < ttabel 1,66008 sehingga keputusannya adalah Ha ditolak dan H0 diterima dengan demikian dapat dikatakan bahwa variabel motivasi ekstrinsik (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
3. Hipotesis 3, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel Intensi berwirausaha (X3) terhadap variabel Minat Berwirausaha (Y)
Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis untuk variabel Intensi berwirausaha (X3) diperoleh nilai koefisien bernilai positif sebesar - 0,736 sedangkan nilai penghitung yang dihasilkan adalah sebesar 3,430 proses pengujian dilakukan dengan tingkat kesalahan 0,05 di peroleh nilai ttabel 1,6608 dengan demikian nilai thitung sebesar 3,430 > ttabel 1,6600 sehingga keputusannya diperoleh Ha
diterima dan H0 ditolak dengan
demikian dapat dikatakan bahwa variabel Intensi berwirausaha (X3) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012)
Hasil Uji F
hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 16.0, dapat dilihat pada tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Fhitung
279.728 > Ftabel 2,69 dan nilai signifikan 0,000 < = 0,05, berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa variabel Motivasi Ekstrinsik (X1), Self Efficacy (X2) dan Intensi berwirausaha (X3) secara bersama- sama berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Motivasi Ekstrinsik berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Motivasi Ekstrinsik (X1) terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012). Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh koefisien regresi sebesar 0,503 dengan nilai thitung sebesar 28,605 > ttabel
sebesar 1,66008 dengan nilai signifikan 0,000 < = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Motivasi Ekstrinsik (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012). wirausaha tidak memberi tekanan yang telah dipilih pernyaan angket koesioner oleh mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat kosentrasi tataniaga angkatan 2012.
Self Efficacy berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Minat
Berwirausaha
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Self Efficacy (X2) terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012). Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh koefisien regresi sebesar -0,802 dengan nilai thitung sebesar -4,086 > ttabel
sebesar 1,66008 dengan nilai signifikan 0,000 < = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Self Efficacy (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Intensi berwirausaha berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Intensi berwirausaha (X3) terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012). Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh koefisien regresi sebesar 0,736 dengan nilai thitung sebesar 3,430 > ttabel
sebesar 1,66008 dengan nilai signifikan 0,001 < = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Intensi berwirausaha (X3) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Motivasi Ekstrinsik, Self Efficacy dan Intensi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap Minat Berwirausaha.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Motivasi Ekstrinsik (X1), Self Efficacy (X2) dan Intensi berwirausaha (X3) terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).. Hal ini dapat dilihat Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 16.0, dapat dilihat pada tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Fhitung
279.728 > Ftabel 2,69 dan nilai signifikan 0,000 < = 0,05..
PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan sampel sebanyak 101 orang Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012). dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Variabel Motivasi Ekstrinsik (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012). Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh koefisien regresi sebesar 0,964 dengan nilai thitung sebesar 28,605 > ttabel sebesar 1,66008 dengan nilai signifikan 0,000 < = 0,05.
Artinya apabila Motivasi Ekstrinsik (X1) meningkat sebesar 1% maka Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012) akan meningkat sebesar 0,964 dalam setiap satuannya.
2. Variabel Self Efficacy (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).
Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh koefisien regresi sebesar -0,679 dengan nilai thitung sebesar -4,086 > ttabel sebesar 1,66008 dengan
< = 0,05. Artinya apabila Self Efficacy (X2) meningkat sebesar 1% maka Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012) akan meningkat sebesar -0,679 dalam setiap satuannya.
3. Variabel Intensi berwirausaha (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012). Berdasarkan analisis
data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan diperoleh koefisien regresi sebesar 0,570 dengan nilai thitung sebesar 3,430 > ttabel sebesar 1,66008 dengan nilai signifikan 0,001 < = 0,05.
Artinya apabila Intensi berwirausaha (X3) meningkat sebesar 1% maka Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012) akan meningkat sebesar 0,570 dalam setiap satuannya.
4. Variabel Motivasi Ekstrinsik (X1), Self Efficacy (X2) dan Intensi berwirausaha (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha (Y) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Kasus Kosentrasi Tata Niaga Angkatan 2012).. Hal ini dapat di lihat dari nilai Fhitung 279.728 > Ftabel 2,69 dan nilai signifikan 0,000 < = 0,05. Hal ini berarti Ha di terima dan Ho di tolak Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah penulis uraikan, maka untuk mengetahui minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat kosentrasi tataniaga angkatan 2012
1. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat kosentrasi tataniaga angakatan 2012 harus bisa mengawali dan memulai untuk berwirausaha, karena pekerjaan menjadi wirausaha tidak memberikan banyak tekanan.
2. Dengan melihat wirausaha yang telah sukses, dan mndapatkan dukungan dari orang-orang kepada mahasiswa mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi kosentrasi tataniaga angakatan 2012 STKIP PGRI Sumatera Barat dapat meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi kosentrasi tataniaga angakatan 2012 STKIP PGRI Sumatera Barat
3. Dalam berwirausaha mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi kosentrasi tataniaga angakatan 2012 STKIP PGRI Sumatera Barat selain harus mempunyai itensi berwirausaha, disamping itu harus menjaga hubungan baik sesama dan sikap terutama dalm bekerjasama dalam berwirausaha.
DAFTAR PUSTAKA
Ajzen. (1991). The Theori of Flaned behavior, Organization Behavior and Human Dection Procees.
Alma, Buchari. (2009). Kewirausahaan Untuk Mahasiswa dan umum. Bandung Alfabeta.
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian.
Edisi Revisi VI. Jakarta:PT.Rineka Cipta.
Bandura, Alfaber. (1997). Self Efficacy: The Exercise OF Control. new York: WH Free Man and Company.
Djamarah, dkk. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta:
PT Rineka Cipta.
Ghozali. (2011). Statistika. Edisi ketiga.Bandung:Grafindo.
Hendro. (2011 ).Dasar-dasar Kewirausahaan.
Jakarta:Erlangga.
Idris. (2008). .Aplikasi Model Analisis Data Kuantitatif Dengan Program SPSS.Padang:FE UNP.
Ivancevich. (2006). Hanbook of Positive Pcyichologi. Wanshington DC:Ox Ford University.
rianto, Agus. (2010). Statitsik dan Konsep Dasar Aplikasi dan Pengembangannya Jakarta:Kencana.
Ivancevich. (2006). Hanbook of Positive Pcyichologi. Wanshington DC:Ox Ford University Press.
Kasmir. (2011). Kewirausahaan. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.
Ridwan. (2012). Metode dan Teknik Menyusun
atau Skala Pengukuran
Variabel.Bandung: Alfabeta.
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:Bina Aksara.
Sugiono. (2013). Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Yogyakarta : PT Media Persada.
Suryana, Purniawati dan Lesteri. (2006).
Kewirausahaan dan Penerapan nya.
Jakarta: Media Group.
Robbins. SP,and Courler,M (2006). Perilaku Organisasi, New jersey Prentice Hall Inc.
Sukardi, Dewa Ketut. (1993). Analisis Inventori Minat dan Kepribadian. Jakarta:
Rineka Cipta.