PENGARUH OPINI AUDIT, UKURAN PERUSAHAAN DAN PROFITABILITAS TERHADAP AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN BATU BARA
Ayni Bilqis Hanifah1), Sefti Cahyani Triwulandari 2), Emy Silvia Putri 3), Dwi Ermayanti Susilo 4).
1-4 Fakultas Ekonomi, STIE PGRI Dewantara Jombang email: [email protected], [email protected],
[email protected] , [email protected]
Abstract
This research aims to find out how the opinion of audit, company size, and profitability affect audit delay in coal companies listed on the Indonesia stock exchange. This study employs quantitative research techniques. Coal businesses registered on the Indonesia Stock Exchange for the years 2021–2022 make up the sample population. Purposive sampling is a sample selection technique used in this study, with a total sample of 19 coal companies. The chosen analytical method is multiple regression analysis using SPSS 26 statistical software. The data taken is secondary data obtained from the IDX website: www.idx.co.id. This study concluded that audit opinion has a positive and significant effect on audit delay in coal companies, while company size and profitability have no effect on audit delay in coal companies
Keywords: Opinion, Company Size, Profitability, Audit Delay.
1. PENDAHULUAN
Perusahaan terbuka adalah perusahaan yang sahamnya dapat diperdagangkan secara terbuka kepada masyarakat, sehingga laporan keuangannya harus dipublikasikan dan tersedia untuk masyarakat. Semua laporan keuangan yang sudah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus disertai dengan laporan audit.
Semakin panjang proses yang dibutuhkan auditor dalam audit laporan keuangan, maka perusahaan berpeluang besar mengalami keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan auditan kepada pengguna laporan keuangan, masyarakat, dan OJK. Ketepatan waktu dalam penyampaian laporan keuangan telah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2022 yang menyatakan bahwa laporan keuangan tahunan harus dikirim kepada OJK dan diumumkan kepada masyarakat paling lambat akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan berakhir. Namun pada kenyataanya masih banyak perusahaan yang tidak mematuhi peraturan tersebut. Berdasarkan Data yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia, tercatat sebanyak 68 emiten pada tahun 2021 dan 143 emiten pada tahun 2022 mengalami keterlambatan dalam menyampaikan laporan
keuangan tahunan[1]. Auditor membutuhkan waktu dalam menyelesaikan laporan auditan atas kinerja keuangan suatu perusahaan, senjang waktu antara tanggal tahun buku ditutup dengan tanggal selesainya laporan audit merupakan deskripsi dari audit delay [2][1].
Audit delay dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya yaitu opini auditor, ukuran perusahaan, dan profitabilitas. Kurniawan
& Laksito mengatakan bahwa perusahaan yang tidak menerima unqualified opinion atau pendapat wajar memerlukan waktu yang lebih lama karena ketidakwajaran dalam laporan keuangan tersebut perlu diperiksa oleh auditor.
Opini audit selain unqualified opinion merupakan berita buruk bagi perusahaan yang akan berakibat pada lamanya audit delay[3]. Hal ini sesuai dengan penelitian [4], dalam penelitian tersebut dinyatakan bahwa opini auditor memberi pengaruh yang positif pada audit delay. Namun berbeda dengan hasil penelitian [5] yang menyebutkan bahwa opini audit tidak mempunyai pengaruh pada audit delay..
Ukuran perusahaan adalah skala ukuran yang dihitung dari total aktiva. Pengendalian internal yang baik biasanya dimiliki oleh perusahaan dengan skala besar, lebih baiknya
pengendalian internal, maka dapat membantu mempercepat penerbitan laporan keuangan[6].
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan [7] yang mengatakan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap audit delay, namun berbeda dengan [8]
yang hasil penelitiannya mengatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay.
Faktor lain yang diduga dapat memengaruhi audit delay adalah profitabilitas perusahaan. Profit atau laba yang diperoleh mencerminkan kinerja perusahaan, perolehan laba yang besar dianggap sebagai berita baik sehingga perusahaan cenderung ingin mempercepat penyampaian laporan keuangan perusahaannya yang telah diaudit [9].
Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh [10] memperoleh hasil profitabilitas berpengaruh negatif signifikan pada audit delay, berbeda dengan hasil penelitian [8] yang menyatakan profitabilitas tidak memengaruhi audit delay.
Peneliti-peneliti sebelumnya telah melakukan penelitian ini, namun hasil penelitian masih menunjukkan ketidak -konsistenan. Hal ini disebabkan oleh beberapa perbedaan dalam tiap penelitian, diantaranya sifat variabel bebas dan variabel terikat yang diteliti, periode pengamatan penelitian yang dilakukan, dan metode statistik yang digunakan. Penelitian terdahulu dengan penelitian ini memiliki perbedaan, yaitu menggunakan tahun penelitian 2021-2022 dengan variabel opini audit, ukuran perusahaan dan profitabilitas, dimana penelitian dilakukan pada perusahaan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Masih adanya ketidakkonsistenan pada hasil penelitian- penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penelitian ini memiliki peluang untuk dikaji kembali. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti melakukan penelitian yang berjudul
“Pengaruh Opini Audit, Ukuran Perusahaan, dan Profitabilitas Terhadap Audit Delay pada Perusahaan Batu Bara”.
Audit Delay
Audit delay adalah jarak antara tanggal penutupan tahun buku dengan tanggal diselesaikannya laporan audit. Auditor dalam menghasilkan laporan audit membutuhkan waktu untuk menilai atas kinerja laporan keuangan suatu perusahaan. Bagi perusahaan publik yang sumber pembiayaannya menggunakan pasar modal, keterlambatan dalam publikasi laporan keuangan akan berdampak buruk pada perusahaan karena dapat mengakibatkan berkurangnya kepercayaan investor terhadap perusahaan. Karena itu publikasi laporan keuangan auditan yang tepat waktu sangat penting. Ketepatan waktu yang dimaksud berarti informasi harus tersedia sesegera mungkin agar laporan keuangan dapat berguna sebagai dasar pengambilan keputusan keuangan dan menghindari keterlambatan dalam pengambilan keputusan tersebut [11].
Opini Audit
Opini auditor adalah laporan yang berisi opini mengenai hasil audit atas laporan keuangan yang mencakup apakah laporan tersebut disusun secara wajar atau tidak [12]. Pendapat auditor dinyatakan dalam bentuk pernyataan dan bukan merupakan representasi atau jaminan mutlak.
Auditor harus menyatakan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan, yang mencakup kesimpulan bahwa perusahaan telah mematuhi standar akuntansi Indonesia yang berlaku.
Laporan keuangan auditan dengan opini wajar tanpa pengeculian biasanya mengakibatkan perusahaan akan cendurung dengan cepat mempublikasikan laporan keuangannya karena dianggap sebagai good news yang harus diketahui oleh masyarakat atau publik. Opini selain wajar tanpa pengecualian dari laporan keuangan auditan dapat terjadi karena adanya ketidakwajaran yang dapat disebabkan dari berbagai hal yang kemudian dianggap sebagai berita buruk sehingga lebih banyak waktu yang dibutuhkan auditor untuk memeriksa ketidakwajaran tersebut. Hal ini sesuai dengan penelitian [13] yang menyatakan bahwa opini audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit delay. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut.
H
1:
Opini audit berpengaruh positif terhadap audit delayUkuran Perusahaan
Ukuran perusahaan merupakan tolok ukur yang mengukur total aset perusahaan.
Perusahaan dengan total asset besar memiliki sarana untuk membayar biaya audit yang lebih tinggi sehingga pekerjaan audit dilakukan segera setelah akhir tahun buku [14]. Perusahaan dengan skala besar cenderung dapat menyelesaikan proses auditnya lebih cepat dikarenakan adanya pengendalian internal yang baik yang dapat membantu tugas auditor dalam menyelesaikan auditnya. Sesuai dengan penelitian [15] yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif terhadap audit delay, artinya
semakin besar ukuran perusahaan, maka penundaan verifikasi semakin dapat dihindari. Dari uraian tersebut, perumusan hipotesis adalah sebagai berikut.
H
2:
Ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delayProfitabilitas
Profitabilitas perusahaan menunjukkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba berdasarkan berbagai tingkat penjualan, aset, dan ekuitas [16][2]. Penilaian profitabilitas suatu perusahaan dapat dihitung dengan berbagai cara yang berbeda tergantung pada bagaimana laba dan aset atau modal dibandingkan {Formatting Citation}.
Perusahaan dengan profitabilitas tinggi berhubungan negatif dengan penundaan audit hal ini sejalan dengan penelitian [15] karena perusahaan tersebut ingin segera memberitahukan kabar baik kepada pemangku kepentingan, sedangkan perusahaan dengan profitabilitas yang rendah dapat mempengaruhi keterlambatan dalam pengujian karena profibilitas rendah menandakan berita buruk dalam laporan keuangannya dan biasanya perusahaan tidak menyampaikan laporan keuangannya tepat waktu.
Dari uraian tersebut, perumusan hipotesis adalah sebagai berikut.
H3 : Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay
2. METODE PENELITIAN
Kausal komparatif ialah strategi yang dipilih dalam penelitian ini yang bertujuan untuk membuktikan hubungan sebab akibat dari variabel opini audit, ukuran perusahaan, serta profitabilitas pada audit delay. Jenis penelitian yang dipakai pada penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang berbentuk laporan keuangan tahunan yang telah diaudit yang diperoleh dari situs resmi BEI. Penelitian ini menggunakan 26 perusahaan batu bara di Indonesia yang terdaftar di BEI selama kurun waktu 2021-2022 sebagai populasi penelitian. Sampel yang digunakan dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling merupakan 19 perusahaan batu bara di Indonesia yang terdaftar di BEI.
Analisis deskriptif statistik, pengujian asumsi klasik, pengujian analisis regresi berganda, serta pengujian hipotesis adalah metode analisis yang dipilih dalam penelitian ini.
Jenis uji Asumsi klasik sendiri terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, serta uji autokorelasi.
Pengujian hipotesis terdiri dari analisis koefisien dan uji-t.
Opini Audit (X1)
Dalam hal ini, peneliti mengukur opini audit dengan menggunakan tabel rincian sebagai berikut:
1. Wajar tanpa pengecualian
2. Wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelas
3. Wajar dengan pengecualian 4. Tidak wajar
5. Tidak memberikan pendapat Ukuran Perusahaan (X2)
Peneliti menakar ukuran perusahaan menggunakan total aset perusahaan dan diukur dengan rumus Logaritma Natural.
.
Profitabilitas (X3)Peneliti mengukur profitabilitas dengan menggunakan margin laba bersih (Net Profit Margin) dimana laba bersih setelah pajak dibagi dengan penjualan selama satu periode.
Ukuran Perusahaan = LN (total aset)
Audit delay (Y)
Audit delay dalam penelitian ini diukur menggunakan rumus:
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
PENELITIAN
Analisis Statistik deskriptif
Tabel 1. Hasil Statistik Deskriptif
Sumber : Data sekunder yang diolah, 2023
Tabel 1 menunjukkan statistik penelitian yakni audit delay (Y) dengan nilai rata-rata 80,58 dan standar deviasi 18,465. Opini audit (X1) dengan nilai rata-rata 1,26 dan standar deviasi 0,446, Ukuran perusahaan (X2) dengan nilai rata- rata 20,8255 dan standar deviasi 2,66045 dan Profitabilitas (X3) dengan nilai rata-rata 0,5926 dan standar deviasi 1,44048.
Analisis Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Gambar 1. Grafik Histogram
Gambar 2. Grafik normal P-P Plot
Hasil uji normalitas dilihat berdasarkan grafik histogram maupun grafik normal P-P Plot pada variabel dependen audit delay pada gambar 1 dan gambar 2. Grafik histogram menunjukkan pola garis yang berbentuk lonceng yang artinya penelitian dapat dilanjutkan karena data yang diteliti berdistribusi normal. Selanjutnya, pada grafik normal P-Plot menunjukkan bahwa titik- titik searah dengan garis diagonalnya dan tidak menjauhi garis diagonal, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa asumsi normalitas dipenuhi oleh model regresi.
Uji Heteroskedastisitas
Tabel 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber : Data sekunder telah diolah, 2023
Tabel 2 diatas menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) untuk variabel opini audit (X1) adalah 0,129. Sementara, nilai signifikansi (Sig.) untuk variabel ukuran perusahaan (X2) adalah 0,501 dan nilai signifikansi (Sig.) untuk variabel profitabilitas (X3) adalah 0,057. Nilai signifikansi dari jumlah variabel di atas lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak menunjukkan gejala heteroskedastisitas sesuai dengan dasar uji Glejser untuk pengambilan keputusan.
Descriptive Statistics
Mean Std.
Deviation
N
Audit Delay 80.58 18.465 38
Opini Audit 1.26 .446 38
Ukuran Perusahaan 20.8255 2.66045 38
Profit .5926 1.44048 38
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 12.923 11.156 1.158 .255
Opini Audit -4.971 3.196 -.248 -1.556 .129 .945 1.058
Ukuran Perusahaan
.364 .534 .108 .681 .501 .952 1.051
Profit -1.917 .974 -.309 -1.969 .057 .977 1.024
a. Dependent Variable: abs_res
NPM =
Laba bersih setelahpajak
PenjualanAudit Delay = Tanggal laporan audit –
Tanggal laporan keuangan
Uji Multikolinieritas
Tabel 3. Hasil Uji Multikolinieritas
Sumber : Data sekunder telah diolah, 2023
Berdasarkan Tabel diatas, maka dapat diketahui bahwa:
1) Pada variable opini audit besarnya nilai VIF 1,058 < 10 dan nilai Tolerance 0,945 > 0,1 2) Pada variable ukuran perusahaan besarnya
nilai VIF 1,051 < 10 dan nilai Tolerance 0,952
> 0,1
3) Pada variable profitabilitas besarnya nilai VIF 1,024 < 10 dan nilai Tolerance 0,977 > 0,1
Hasil pengujian diatas menunjukkan bahwa variabel independen (opini audit, ukuran perusahaan dan profitabilitas) tidak mengalami multikolinieritas.
Uji Autokorelasi
Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi
Sumber : Data sekunder telah diolah, 2023
Tabel 4 menunjukkan nilai Durbin- Watson (d) adalah sebesar 1,803, dengan signifikansi 5%, jumlah sampel (n) sebanyak 38 dan jumlah variabel independen (k) sejumlah 3, maka nilai du adalah sebesar 2,344. Nilai tersebut memenuhi syarat du < d < 4-du, yaitu dengan nilai 1,656 < 1,803 < 2,344. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa tidak ada gejala autokorelasi
Analisis Uji Regresi Linier Berganda Tabel 5. Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Sumber : Data sekunder telah diolah, 2023
Berdasarkan Tabel 5, dapat dirumuskan persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini adalah:
Audit Delay = 58,524 + 19,999 (X1) – 0,191 (X2) + 1,284 (X3) + e (1)
Rumusan di atas dapat diartikan sebagai berikut:
1) Nilai konstanta opini audit, ukuran perusahaan dan profitabilitas sebesar 58,524 yang menyatakan bahwa setiap satuan bernilai tetap dan audit delay naik sebesar 58,524.
2) Nilai koefisiensi regresi opini audit sebesar 19,999 bernilai positif yang berarti bahwa dengan setiap kenaikan 1 satuan pada opini audit maka keterlambatan audit mengalami kenaikan sebesar 19,999.
3) Nilai koefisiensi regresi ukuran perusahaan sebesar -0,191 bernilai negatif yang berarti bahwa dengan setiap penurunan 1 satuan pada ukuran perusahaan maka keterlambatan audit mengalami kenaikan sebesar -0,191.
4) Nilai koefisiensi regresi profitabilitas sebesar 1,284 bernilai positif yang berarti bahwa dengan setiap kenaikan 1 satuan pada profitabilitas maka keterlambatan audit mengalami kenaikan sebesar 1,284.
Analisis Uji Hipotesis
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Sumber : Data sekunder telah diolah, 2023 Berdasarkan Tabel 6, maka dapat
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 58.524 22.057 2.653 .012
Opini Audit 19.999 6.319 .483 3.165 .003 .945 1.058
Ukuran Perusahaan
-.191 1.056 -.027 -.180 .858 .952 1.051
Profit 1.284 1.926 .100 .667 .509 .977 1.024
a. Dependent Variable: Audit Delay
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .501a .251 .185 16.674 1.803
a. Predictors: (Constant), Profit, Ukuran Perusahaan, Opini Audit b. Dependent Variable: Audit Delay
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 58.524 22.057 2.653 .012
Opini Audit 19.999 6.319 .483 3.165 .003 .945 1.058
Ukuran Perusahaan
-.191 1.056 -.027 -.180 .858 .952 1.051
Profit 1.284 1.926 .100 .667 .509 .977 1.024
a. Dependent Variable: Audit Delay
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .501a .251 .185 16.674 1.803
a. Predictors: (Constant), Profit, Ukuran Perusahaan, Opini Audit b. Dependent Variable: Audit Delay
sebesar 0.185 atau 18,5%. Hal ini memiliki makna bahwa sebesar 18,5% variabel audit delay dapat diterangkan oleh variabel opini auditor, ukuran perusahaan dan profitabilitas, sedangkan sisanya yang sebesar 81,5% variabel audit delay dapat diterangkan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Uji Parsial (t)
Tabel 7. Hasil Uji Parsial (Uji-t)
Sumber : Data sekunder telah diolah, 2023
Berdasarkan hasil pengujian parsial (uji- t) maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Nilai thitung lebih besar dari ttabel yaitu 3,165 >
2,032 dengan nilai signifikansi 0,003 < 0,05.
Artinya variabel opini audit memiliki pengaruh positif dan signifikan pada audit delay.
2) Nilai thitung lebih kecil dari ttabel yaitu -0,180 <
2,032 dengan nilai signifikansi 0,858 > 0,05.
Hasil ini menjelaskan bahwa variabel ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh pada audit delay.
3) Nilai thitung lebih kecil dari ttabel yaitu 0,667 <
2,032 dengan nilai signifikansi 0,509 > 0,05.
Hasil ini menunjukkan bahwa variabel profitabilitas tidak memiliki pengaruh pada audit delay.
Pembahasan
Pengaruh Opini Audit Terhadap Audit Delay Merujuk pada hasil uji parsial (t) dimana perolehan tingkat signifikan sebesar 3,165 >
2,032 dengan demikian H1 diterima dan H0
ditolak. Dapat diambil kesimpulan secara parsial opini audit memiliki pengaruh yang positif terhadap audit delay. Artinya semakin baik opini audit maka kecil kemungkinan terjadi keterlambatan audit, hal ini dikarenakan perusahaan yang mendapat opini selain wajar tanpa pengecualian memerlukan waktu lebih
lama untuk negosiasi lebih lanjut dengan pihak perusahaan dan konfirmasi kepada audit partner audit yang lebih senior. Hasil ini searah dengan [4] dan [13] yang mengatakan Opini audit memiliki pengaruh positif terhadap audit delay.
Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Audit Delay
Merujuk pada hasil uji parsial (uji-t) dimana hasil penelitian menunjukkan nilai thitung - 2,260 < 2,045 ttabel dengan nilai signifikansi 0,858
> dari 0,05 yang berarti H2 ditolak dan H0
diterima. Sehingga disimpulkan bahwa keterlambatan audit tidak dipengaruhi oleh ukuran perusahaan. Artinya, seberapa besar atau kecil suatu entitas tidak akan mempengaruhi keterlambatan hasil audit. Hasil ini searah dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh [17] yang menunjukkan bahwa semakin besar perusahaan tidak memengaruhi keterlambatan audit dikarenakan oleh evaluasi ukuran perusahaan yang memakai jumlah harta dinilai lebih stabil jika dibanding dengan dengan nilai pasar.
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Audit Delay
Merujuk pada hasil uji parsial (t), nilai thitung sebesar 0,667 lebih kecil dari ttabel 2,032 dengan nilai signifikansi 0,509 lebih besar dari 0,05. Artinya H3 ditolak dan H0 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa profitabilitas tidak memiliki pengaruh pada audit delay. Artinya tinggi rendahnya nilai profitabilitas tidak berpengaruh pada cepat atau lambatnya dalam pelaksanaan audit. Hasil ini searah dengan [8]
yang menunjukkan bahwa beberapa perusahaan seringkali mengalami kenaikan atau perununan profit, hal ini memungkinkan adanya tuntutan dari yang berkepentingan (pihak investor) tidak terlalu tinggi sehingga tidak berpengaruh terhadap keterlambatan audit.
4. KESIMPULAN
Hasil analisis mengarah pada beberapa kesimpulan berikut:
1. Keterlambatan laporan hasil audit di perusahaan batu bara di Indonesia yang terdaftar di BEI tahun 2021-2022 dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh opini audit.
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 58.524 22.057 2.653 .012
Opini Audit 19.999 6.319 .483 3.165 .003 .945 1.058
Ukuran Perusahaan
-.191 1.056 -.027 -.180 .858 .952 1.051
Profit 1.284 1.926 .100 .667 .509 .977 1.024
a. Dependent Variable: Audit Delay
2. Keterlambatan laporan hasil audit di perusahaan batu bara di Indonesia yang terdaftar di BEI tahun 2021-2022 tidak dipengaruhi oleh ukuran perusahaan.
3. Keterlambatan laporan hasil audit di perusahaan batu bara di Indonesia yang terdaftar di BEI tahun 2021-2022 tidak dipengaruhi oleh profitabilitas.
Adapun saran yang dapat disampaikan oleh peneliti yaitu kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah variabel uji yang diduga mempengaruhi audit delay seperti ukuran KAP, Audit tenure, dan pergantian auditor dengan jangka waktu penelitian yang lebih panjang serta memperbanyak jumlah sampel pada sektor selain perusahaan batu bara.
5. REFERENSI
[1] M. Yunus, O. L. Sianipar, and K. Yudha,
“Deteksi Financial Statement Fraud Berdasarkan Perspektif Pressure dalam Fraud Triangle,” Own. Ris. dan J. Akunt., vol. 3, no. 2, 2019.
[2] S. Sirait and H. D. Pardede, “ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk.,”
J. Ekon. dan Bisnis, vol. 3, no. 2, pp.
313–323, 2020, doi:
10.37600/ekbi.v3i2.197.
[3] Olavia, Lona. 2023. “Telat Lapor Lapkeu 2022, BEI Jatuhkan Sanksi untuk 143 Emiten”.
https://www.google.com/amp/s/katadata.
co.id/amp/lonaolavia/finansial/64362198 8871b/telat-lapor-lapkeu-2022-bei- jatuhkan-sanksi-untuk-143-emiten, diakses pada 15 Mei 2023 pukul 09.44 [4] Rosalia, N., Sukesti, F., & Wibowo, R. E.
(2018, November). Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Opini Audit dan Ukuran KAP Terhadap Audit Delay (Studi Pada Perusahaan Property dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2014-2017). In Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Unimus (Vol. 1).
[5] Fitrianti, F., Kaukab, M. E., & Yudhanto, W. (2023). Faktor Determinan Audit Delay Perusahaan Dagang, Jasa, dan
Investasi di Bursa Efek Indonesia.
Jamasy: Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Perbankan Syariah, 3(1), 48-60.
[6] Prasetyo, D., & Rohman, A. (2022).
Pengaruh Solvabilitas, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Komite Audit, Opini Audit, Dan Reputasi Kap Terhadap Audit Report Lag.
Diponegoro Journal of Accounting, 11(4).
[7] Ismawati, I., & Nazir, N. (2023).
Pengaruh Audit Tenure, Profitabilitas, Opini Audit, Dan Leverage Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2021. Jurnal Ekonomi Trisakti, 3(1), 1745-1754.
[8] Faradista, C. S., & Stiawan, H. (2022).
Pengaruh Financial Distress, Laba Operasi dan Ukuran Perusahaan Terhadap Audit Delay. Jurnal Simki Economic, 5(1), 20-32.
[9] Kriestince, D. S. P., Hartono, A., & Ulfa, I. F. (2022). Pengaruh Profitabilitas, Solvabilitas, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Audit Delay (Studi Pada Perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2019).
Jurnal Ekonomi Syariah Darussalam, 3(1), 34-48.
[10] Susilawati, S., & Safary, A. (2020).
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Net Profit Margin dan Debt To Equity Ratio terhadap Audit Delay. Jurnal Akuntansi, 9(1), 24-36.
[11] Arif, M. F., & Hikmah, N. (2023).
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Opini Audit dan Ukuran KAP terhadap Audit Delay. YUME:
Journal of Management, 6(1), 138-149 [12] Pandiangan, K. Y. (2022). Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Audit Delay (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) (Doctoral dissertation, Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya).
[13] Amani, F. A., & Waluyo, I. (2016).
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Opini Audit, Dan Umur Perusahaan Terhadap Audit Delay (Studi Empiris Pada Perusahaan Property Dan
Indonesia Pada Tahun 2012-2014).
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen, 5(1), 135-150.
[14] Utami, W. B., Pardanawati, S. L., &
Septianingsih, I. (2018, October).
Pengaruh Opini Audit, Ukuran Kap, Ukuran Perusahaan, Dan Profitabilitas Perusahaan Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Manufaktur Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2017.
In Prosiding Seminar Nasional & Call for Paper STIE AAS (Vol. 1, No. 1, pp. 136- 148)..
[15] Irmalia, Y. N., Khusnah, H., &
Wahyuningtyas, E. T. (2018). Analisis Dampak Ukuran Perusahaan, Opini Audit, dan Reputasi KAP Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI Periode 2010-2016.
Accounting and Management Journal, 2(2), 99-106.
[16] Saputra, A. D., Irawan, C. R., & Ginting, W. A. (2020). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Opini Audit, Umur Perusahaan, Profitabilitas dan Solvabilitas Terhadap Audit Delay. Owner: R
[17] Alfiani, D., & Nurmala, P. (2020).
Pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, dan reputasi kantor akuntan publik terhadap audit delay. Journal of Technopreneurship on Economics and Business Review, 1(2), 79-99.
[18] Putri, K. P., & Asyik, N. F. (2015).
Pengaruh profitabilitas, solvabilitas, opini auditor, ukuran perusahaan, dan reputasi auditor terhadap audit delay. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi (JIRA), 4(9).
[19] Oktrivina, A., & Azizah, W. (2022).
Pengaruh solvabilitas, profitabilitas, ukuran perusahaan dan ukuran Kantor Akuntan Publik terhadap audit delay.
AKURASI: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 4(1), 55-68