TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MEMBACA AL-QUR’AN
( Studi Kasus Anak-Anak Pengajian Lembaga Wakaf Ma’had Ibnussabil) Jagakarsa Jakarta SelatanDKI Jakarta
Tesis
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Magister Pendidikan (M.Pd)
Dalam Bidang Pendidikan Agama Islam
Disusun Oleh:
ARFAN NUR NIM : ( 215810160)
KONSENTRASI ILMU TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PASCASARJANA MAGISTER (S2)
INSTITUT ILMU AL-QUR’AN(IIQ) JAKARTA 1440 H/2019
x DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
SURAT PERNYATAAN ... iii
MOTTO ... iv
KATA PENGANTAR...v
PEDOMAN TRANSLITERASI ... viii
DAFTAR ISI... xi
DAFTAR TABEL ...xv
DAFTAR GAMBAR... xviii
DAFTAR LAMPIRAN... xviii
ABSTRAK ... xix
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ...1
B. Permasalahan 1. Identifikasi Masalah...10
2. Pembatasan Masalah ...11
3. Perumusan Masalah ...11
C. Tujuan Penelitian ...12
D. Kegunaan Penelitian ...12
E. Kajian Pustaka ...13
F. Metode Penelitian ...19
G. Sistematika Penelitian...21
BAB II KERANGKA TEORI DAN KERANGKA BERFIKIR A. Kerangka Teori 1. HakikatMotivasi Belajar Membaca Al Qur’an...22
a. Pengertian Motivasi...22
b. Teori-Teori Moivasi ...27
c. Macam-Macam Motivasi ...39
d. Fungsi Motivasi Dalam Belajar ...47
e. Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi ...47
f. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar... 50
g. Pengertian Belajar ...54
h. PengertianMembaca Al Qur’an...58
i. Tujuan Belajar Al Qur’an...64
j. Hambatan-Hambatan Belajar Al Qur’an...64
k. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan ...65
xi
m. Indikator Motivasi Belajar ...70
2. Hakikat Peran Orang Tua a. Pengertian Peran Orang Tua ...71
b. Macam-Macam Peran Orang Tua...73
c. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peran Orang Tua...77
3. Hakikat Lingkungan Belajar 1. Pengertian Lingkungan ...78
2. Pengertian Lingkungan Belajar...79
3. Aspek-Aspek Lingkungan Belajar...86
B. Kerangka Berfikir ...99
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Tempat dan waktu penelitian 1. Tempat Penelitian ...106
2. Waktu dan jadwal penelitian...106
B. Metode Penelitian ...106
C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel...108
1. Populasi...108
2. Sampel...109
D. Istrumen Penelitian ...109
1. Instrumen Motivasi Belajar...110
2. Instrumen Peran Orang Tua ...112
3. Instrumen Lingkungan Balajar ...114
E. Teknik Pengumpulan Data...116
F. Uji Coba Instrumen Penelitian...117
G. Teknik Analisis Data...118
1. Analisis Univariat...118
2. Analisis Bivariat ...118
3. Analsis Multivariat ...119
4. Persyaratan Analisis ...119
5. Analsis Data ...121
H. Hipotesis Statistik ...122
I. Uji Validitas dan Realibilitas Instrumen...125
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Profil Lembaga Wakaf Ma’had Ibnussabil Indonesia... 131
B. Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 139
1. Motivasi Belajar... 139
2. Peran Orang Tua ... 140
xii
3. Lingkungan Belajar... 141
C. Pengujian Persyaratan Analisi ... 143
1. Uji Linearitas Persamaan Regresi... 143
2. Uji Normalitas Distribusi Galat Taksiran ... 145
3. Uji Homogenitas Varians... 150
D. Pengujian Hipotesis Penelitian ... 153
E. Keterbatasan Penelitian... 160
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 162
B. Saran-saran ... 163
DAFTAR PUSTAKA ... 165
LAMPIRAN ... 171
xiii
Tabel 3.1 Konsistensi Antara Variabel Persekutuan ...107
Tabel 3.2 Lembara Populasi ...108
Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Motivasi ...111
Tabel 3.4 Kisi-Kisi Instrumen Peran Orang Tua ...113
Tabel 3.5 Kisi-Kisi Instrumen Lingkungan Belajar...115
Tabel 3.6 Uji Validitas Variabel Y ...126
Tabel 3.7 Uji Realibilitas Variabel Y...127
Tabel 3.8 Uji Validitas Variabel X1...127
Tabel 3.9 Uji Realibilitas Variabel X1...128
Tabel 3.10 Uji Validitas Variabel X2...129
Tabel 3.11 Uji Realibilitas Variabel X2...130
Tabel 4.1 Data Guru Pengajian ...136
Tabel 4.2 Data Anak-Anak Pengajian...137
Tabel 4.3 Data Deskriptif Variabel Motivasi...139
Tabel 4.4 Data Deskriptif Variabel Peran Orang Tua...140
Tabel 4.5 Data Deskriptif Variabel Lingkungan Belajar ...142
Tabel 4.6 Anova (Y atas X1)...143
Tabel 4.7 Anova (Y atas X2)...144
Tabel 4.8 Rekapitulasi Hasil Uji Linearitas ...145
Tabel 4.9 Uji Normalitas Y atas X1...146
Tabel 4.10 Uji Normalitas Y atas X2...147
Tabel 4.11 Uji Normalitas Y atas X1dan X2...148
Tabel 4.12 Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas ...149
Tabel 4.13 Rekapitulasi Hasil Uji Homogenitas...153
Tabel 4.14 Arah Regresi Y atas X1...154
Tabel 4.15 Koefisien Determinasi ...155
Tabel 4.16 Arah Regresi Y atas X2...156
Tabel 4.17 Koefisien Determinasi ...157
Tabel 4.18 Anova Y atas X1dan X2...158
Tabel 4.19 Koefisien Determinasi ...158
Tabel 4.20 Arah Regresi Y atas X1,X2...159
Tabel 4.21 Rekapitulasi Hasil Pengujian Hipotesis ...160
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Pie Chart Motivasi Belajar ...140
Gambar 4.2 Pie Chart Peran Orang Tua...141
Gambar 4.3 Pie Chart Lingkungan Belajar ...142
Gambar 4.4 Heteroskedastisitas (Y-X1)...150
Gambar 4.5 Heteroskedastisitas (Y-X2)...151
Gambar 4.6 Heteroskedastisitas (Y-X1, X2) ...152
xv
LAMPIRAN I Instrumen Angket ...172
LAMPIRAN II Data Hasil Uji Coba Hasil Validitas Dan Reliabilitas Instrumen...175
LAMPIRAN III Data Angket Penelitian ...178
LAMPIRAN IV Perizinan Dan Keterangan ...181
LAMPIRAN V DOKUMENTASI PENELITIAN ...183
LAMPIRAN VI RIWAYAT HIDUP ...184
xvi ABSTRAK
Arfan Nur, (NIM: 215810160) “Pengaruh Orang Tua dan Lingkungan Belajar Terhadap Motivasi Belajar Membaca Al Qur’an (Studi Kasus Anak-Anak Pengajian Lembaga Wakaf Ma’had Ibnussabil)”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Peran Orang Tua dan Lingkungan Belajar Terhadap Motivasi Belajar Membaca Al Qur’an.
Dari hasil penelitian, variabel peran orang tua (X1) sebesar 0,008<
probabilitas 0,05 dan thitungvariabel peran orang tua (X1) sebesar 5,160 > ttabel
2,017, jadi t thitung > ttabel dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa terdapat pengaruh positif dan sangat signifikan peran orang tua terhadap motivasi belajar. Adapun besarnya pengaruh R2(R square) = 0,152 atau sebesar 15,2 % dan sisanya 84,8 % ditentukan oleh faktor lainnya. Variabel lingkungan belajar (X2) sebesar 0,003< probabilitas 0,05 dan thitung variabel lingkungan belajar (X2) sebesar 3,413 > ttabel 2,017, jadi t thitung> ttabeldapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa terdapat pengaruh positif dan sangat signifikan lingkungan belajar terhadap motivasi belajar. Adapun besarnya pengaruh R2(R square) = 0,184 atau sebesar 18,4% dan sisanya 81,6 % ditentukan oleh faktor lainnya.
X1 dan X2 atas Y sebesar 0,000 < probabilitas 0,05 dan fhitung X1 dan X2
sebesar 10,276 > ftabel 3.22, jadi thitung > ttabeldapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa terdapat pengaruh positif dan sangat signifikan peran orang tua dan lingkungan belajar secara bersama- sama terhadap motivasi belajar. Adapun besarnya pengaruh R2(R square) = 0,329 atau 32,9 % sisanya yaitu 67,1% ditentukan oleh faktor lainnya.
Kata Kunci: Peran Orang Tua, Lingkungan Belajar dan Motivasi Belajar.
xvii
Arfan Nur, (NIM: 215810160) "The Influence of the Parents and the Learning Environment on Motivation for Learning to Read the Qur'an (Case Study of Children Recitation of the Endowment Institution of Ma'had Ibnussabil)".
This study aims to determine the "Influence of the Role of Parents and the Learning Environment on Learning Motivation in Reading the Qur'an."
From the results of the study, the parent role variable (X1) is 0.008
<probability 0.05 and the parent role variable (X1) is 5.160> 2.017 ttable, so ttable> ttable can be concluded as Ho is rejected and Hi is accepted, which means that there is positive and very significant effect on parents on learning motivation. With the influence of R2 (R square) = 0.152 or 15.2% and the remaining 84.8% is determined by other factors. The learning environment variable (X2) is 0.003 <probability 0.05 and the learning environment variable (X2) is 3,413> ttable 2,017, so ttable> ttable can be donated when Ho is rejected and Hi is accepted, which is positive and very significant evidence of the environment learning towards learning motivation. While the magnitude of influence R2 (R square) = 0.184 or 18.4% and the remaining 81.6% is determined by other factors. X1 and X2 above Y are 0,000
<probability 0.05 and fcount X1 and X2 are 10.276> ftabel 3.22, so tcount>
ttable is rejected as Ho is rejected and Hi is accepted, which shows a positive and very significant effect on parents and learning environment together towards learning motivation. While the magnitude of influence R2 (R square) = 0.329 or 32.9% is accepted ie 67.1% is determined by other factors.
Keywords: Role of Parents, Learning Environment and Learning Motivation.
xviii
ُﻤﻟا َﻠ ُﺺﺨ
َﻓﺮﻋ ُنﺎ ﻟا ُـﻨ ْﻮ ُر ) ، َﺮﻟا ْﻗ ُﻢ : ٢١٥٨١٠١٦٠ َﺗ" (
ْﺄ ِﺛ ْـﻴ ُﺮ َد ْو ِر َﻮﻟا ِﻟا َﺪ ْﻳ ِﻦ َو ِﺒﻟا ْﻴ َﺌ ِﺔ َـﺘﻟا ْﻌ َﻠ ْﻴ ِﻤ ﱠﻴ ِﺔ َﻋ َﻠ َﺪﻟا ﻰ ِﻓا ِﻌ ﱠﻴ ِﺔ
ِﻟ َـﺘ َﻌ ﱡﻠ ِﻢ َـﻗ َﺮ َءا ِة ُﻘﻟا ْﺮ ِنآ ِد) َر َﺳا ُﺔ َﺣ َﻟﺎ ِﺔ ِﻟ ِﺘ َﻼ َو ِة َﻷا ْﻃ َﻔ ِلﺎ ِﻟ ُﻤ َﺆ ﱠﺳ َﺴ ِﺔ َﻮﻟا َﻗ ِﻔ ﱠﻴ ِﺔ َِﲟ ْﻌ َﻬ ِﺪ ِِﻹ ْﺑ ِﻦ ﱠﺴﻟا ِﺒ ْﻴ ِﻞ ."(
َـﺗ ْﻬ َﺪ ُف َﻫ ِﺬ ِﻩ ِﺪﻟا َر َﺳا ِﺔ
ِإ َﱃ َْﲢ ِﺪ ْﻳ ِﺪ
"
َﺗ ْﺄ ِﺛ ْـﻴ ُﺮ َد ْو ِر َﻮﻟا ِﻟا َﺪ ْﻳ ِﻦ َو ِﺒﻟا ْﻴ َﺌ ِﺔ َـﺘﻟا ْﻌ َﻠ ْﻴ ِﻤ ﱠﻴ ِﺔ َﻋ َﻠ َﺪﻟا ﻰ ِﻓا ِﻌ ِﺔﱠﻴ ِﻟ َـﺘ َﻌ ﱡﻠ ِﻢ َـﻗ َﺮ َءا ِة ُﻘﻟا ْﺮ ِنآ ."
ِﻣ ْﻦ ِﻧ َﺘ ِﺋﺎ َﺞ ِﺪﻟا َر َﺳا ِﺔ َﻳ ، ُﻜ ْﻮ ُن ُﻣ َـﺘ َﻐ ﱠـﻴ َﺮ َﺪﻟا ْو ِر َﺮﻟا
ِﺋ ْﻴ ِﺴ ) ﻲ
١X
)
٠ ,.
٠٠٨
ِﻻا>
(ْﺣ
ِﺘ َﻤ ُلﺎ ٠.٠٥ َو ُﻣ َـﺘ َﻐ ﱠـﻴ ُﺮ
َﺪﻟا ْو ِر َﺮﻟا
ِﺋ ْﻴ ِﺴ ) ﻲ
١X
ُﻫ ( َﻮ ٥.١٦٠ <
٢.٠١٧
t َﺠﻟا ُﺪ َو
ِﻟ ،
ُلَﺬ ِﻟ َﻚ ُْﳝ ِﻜ ُﻦ ِا ْﺳ ِﺘ ْﻨ َﺘ ُجﺎ ِﺣ
tَﺴ ِﺒ ﱠﻴ ُﺔ <
t َﺠﻟا ْﺪ َو
َأ ﱠن
ُلHo َﻣ ْﺮ ُـﻓ ْﻮ ٌض َو َﻣ ْﻘ ُـﺒ ْﻮ ٌل ﱠِﳑ ،
Hiَـﻳ ﺎ ْﻌ ِﲏ َأ ﱠن ُﻫ َﻨ َكﺎ َﺗ ْﺄ
ِﺛ ْـﻴ ُﺮ ِإ َْﳚ ِﰊﺎ َو َﻫ ُمﺎ ِﻟ ْﻠ َﻐ
َﻳﺎ ِﺔ َﻋ َﻠ َد ﻰ ْو ِر َﻮﻟا ِﻟا َﺪ ْﻳ ِﻦ ِﰲ َْﲢ ِﻔ ْﻴ ِﺰ َـﺘﻟا َﻌ ﱡﻠ ِﻢ .
ُـﻳ ُﺘ ﱡﻢ َْﲢ ِﺪ ْﻳ ُﺪ َﺣ ْﺠ ِﻢ َﺘﻟا ْﺄ ِﺛ ِْﲑ
٢R
َﻣ) ﻊﺑﺮ
) = ٠,١٥٢
َأ ْو
(َﻣ ُـﻳ ﺎ َﻌ ِدﺎ ُل ١٥.٢ َو ٪ َﺒﻟا ِﻗﺎ ﻲ ٨٤.٨ ِﻣ ٪ َﻦ َﻌﻟا َاﻮ ِﻣ ِﻞ
ُﻷا ْﺧ
َﺮ ُﻣ .ى َـﺘ َﻐ ﱠـﻴ ُﺮ ِﺑ ْﻴ َﺌ ِﺔ َـﺘﻟا َﻌ ﱡﻠ ِﻢ )
٢X
ِﻣ
(ْﻦ ٠.٠٠٣ ِﻻا>
ْﺣ
ِﺘ َﻤ ُلﺎ ٠.٠٥ َو ِﺣ َﺴ ُبﺎ ُﻣ َـﺘ َﻐ ﱠـﻴ ُﺮ ِﺑ ْﻴ َﺌ ِﺔ َـﺘﻟا َﻌ ﱡﻠ ِﻢ )
٢
X ِﻣ ( ْﻦ
٣.٤١٣ <
t َﳉا ْﺪ َ و ُل ٢.٠١٧ ِﻟ ، َﺬ ِﻟ َﻚ ُْﳝ ِﻜ ُﻦ ِا ْﺳ ِﺘ ْﻨ َﺘ ُجﺎ َﺟ ْﺪ َ و ُل t ِﺣ َﺴ ِﺒ ﱠﻴ ُﺔ نأ
H
o َﻣ ْﺮ ُـﻓ ْﻮ ٌض َو َﻣ ْﻘ ُـﺒ ْﻮ ٌل
H
i ﱠِﳑ ، ﺎ
َـﻳ ْﻌ ِﲏ ُو ُﺟ ْﻮ ُد َﺗ ْﺄ
ِﺛ ِْﲑ ِإ َْﳚ ِﰊﺎ َو َﻫ ُمﺎ ِﻟ ْﻠ َﻐ
َﻳﺎ ِﺔ ِﺑ ْﻴ َﺌ ُﺔ َـﺘﻟا َﻌ ﱡﻠ ِﻢ َْﳓ ُﻮ َﺪﻟا ِﻓا ِﻊ َـﺘﻟا َﻌ ﱡﻠ ِﻢ َـﻳ . ُﺘ ﱡﻢ َْﲢ ِﺪ ْﻳ ُﺪ َﺣ ْﺠ ُﻢ َﺘﻟا ْﺄ ِﺛ ِْﲑ
R
َﻣ)
٢ﻊﺑﺮ ) =
٠ . ١٨٤ (, وأ ١٨.٤ َو ٪ َﺒﻟا ِﻗﺎ ﻲ ٨١.٦ ِﻣ ٪ َﻦ َﻌﻟا َﻮ ِﻣا ِﻞ ُﻷا ْﺧ
َﺮ .ى
١X
و
٢X
ﻰﻠﻋ
Y
= ٠
، ٠٠٠
ِﻻا>
ْﺣ
ِﺘ َﻤ ُلﺎ ٠.٠٥ و ِﺣ
fَﺴ ِﺒ ﱠﻴ ُﺔ
١ X
و
٢X
ِﻣ ْﻦ ١٠.٢٧٦ <
f َﺠﻟا ْﺪ َو ُل
ِﻟ ،
٣,٢٢َﺬ ِﻟ َﻚ ِﺣ
tَﺴ ِﺒ ﱠﻴ ُﺔ <
ُْﳝ ِﻜ ُﻦ
ِا ْﺳ ِﺘ ْﻨ َﺎﺘ ُج َأ ﱠن َﻣ ْﺮ
Hoُـﻓ ْﻮ ٌض َو َﻣ ْﻘ ُـﺒ ْﻮ ٌل ﱠِﳑ ،
Hiَـﻳ ﺎ ْﻌ ِﲏ َأ ﱠن ُﻫ َﻨ َكﺎ َﺗ ْﺄ
ِﺛ ْـﻴ ِﻟ ﺎًﻣﺎﻫو ﺎًﻴﺑﺎﳚإ اًﺮ ْﻠ
َﺎﻐ
َﻳ ِﺔ َﻋ َﻠ َد ﻰ ْو ِر ﻟا ِﻦْﻳَﺪِﻟاَﻮ
َـﺘﻟا ﺔﺌﻴﺒﻟاو َﻌ ُﻠ ِﻤ ِﺔَﻴ َﻣ ًﻌ َْﳓ ﺎ ُﻮ َﺪﻟا ِﻓا ِﻊ َـﺘﻟا َﻌ ﱡﻠ ِﻢ َﺣ . ْﺠ ُﻢ َﺘﻟا ْﺄ ِﺛ ِْﲑ
٢R
ﻊﺑﺮﻣ)
=
R)٠,٣٢٩ وأ
٣٢.٩ َـﻳ ، ٪ ُﺘ ﱡﻢ َْﲢ ِﺪ ْﻳ ُﺪ
َﻣ َـﺗ ﺎ ْـﺒ َﻘ ِﻣ ﻰ ْﻦ ٦٧.١ ِﻣ ٪ َﻦ َﻌﻟا َﻮ ِﻣا ِﻞ ُﻷا ْﺧ
َﺮ ى
َﻜﻟا ِﻠ َﻤ ُﺔ َﺮﻟا ِﺋ ِﺴﻴ ﱠﻴ ُﺔ : َﺗ ْﺄ ِﺛ ْـﻴ ُﺮ َد ْ و ِر َﻮﻟا ِﻟا َﺪ ْﻳ ِﻦ
،
َو ْﻟا
ِﺒ ْﻴ َﺌ
ُﺔ
َـﺘﻟا
ْﻌ ِﻠ
ْﻴ ِﻤ
ﱠﻴ ُﺔ
،
َو
َﺪﻟا
ِﻓا
ِﻌ ﱠﻴ
ُﺔ
ِﻟ َـﺘ
َﻌ ﱡﻠ
ِﻢ
1
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk sekaligus sebagai penyempurna dari kitab-kitab suci sebelumnya. Allah SWT dalam firman- Nya:
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanyan.1(Q.S. Al-Hijr: 9)
Firman Allah SWT pada ayat 9 surat Al-Hijj di atas
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan” maksud dari adz-dzikra disini adalah al-Qur’an. “Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” dari kerusakan, penambahan dan pengurangan. Karena al-Qur’an adalah bukti kami kepada para makhluk hingga hari kiamat.
Kami turunkan al-Qur’an sebagai petunjuk, rahmat, penyembuh dan cahaya. Allah SWT menghendaki kasih sayang. Padahal al-Qur’an diturunkan dengan perantara Malaikat dan jika Malaikat turun maka ia akan kembali lagi ke langit dan tidak ada yang tersisa bukti kerasulan melainkan al-Qur’an. Akan tetapi kaum tersebut tidak mau beriman.
Kekufuran dan serta penentangan ini bukanlah yang pertama bagi seseorang Rasul, bahkan Rasul terdahulu, mereka mengalami pendustaan dan pengingkaran dari kaum-kaum mereka.2
1Departemen Agama RI, Al-Qur'an Terjemahan, (CV. Penerbit J-Art, 2005), h.
263
2Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, Tafsir Al-Qur'an Al-Aisar, jilid 4, (Jakarta Darus Sunnah Press, 2007), h. 135
2
Bukti dari ayat tersebut sudah terealisasikan sejak zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup.Beliau telah berusaha menjaga dan memelihara kemurnian al-Qur’an dengan menuliskannya pada pelapah kurma dan menyuruh para sahabat untuk menghafalnya. Di antara para sahabat yang mampu menghafalkan al-Qur’an adalah Zaid bin Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abu Thalib dan masih banyak lagi.3
Agama Islam yang kita anut dan dianut oleh ratusan juta kaum muslimin di seluruh dunia, merupakan way of life yang menjamin kebahagian hidup pemeluknya di dunia dan di akhirat kelak. Ia (agama Islam) mempunyai satu sendi yang esensial yang berfungsi memberi petunjuk ke jalan yang sebaik-baiknya.4Allah berfirman:
“Sesungguhnya al-Qur’an ini memberi petunjuk ke jalan yang sebaik-baiknya”. (Q.S. Al Isra : 9)
Dari sini kita ketahui bahwa yang dimaksudkan tersebut adalah kitab suci al-Qur’an. Al-Qur’anmerupakan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. yang memiliki kemukjizatan lafal, membacanya bernilai ibadah, diriwayatkan secara mutawatir, yang tertulis secara mushaf, dimulai dengan surat al-Fatihah dan di akhiri dengan surat al-Nas.5Sebagai pedoman bagi manusia dalam menata kehidupannya agar
3 M. Hasbi Ash-Shiddiqi, Sejarah dan Pengantar Ilmu Tafsir Al-Qur'an, (Semarang: Toha Putra, 1989), h. 391
4Quraisy Shihab, Membumikan Al-qur’an. (Bandung : Mizan, 2002), h. 33
5 Said Agil Husain Al Munawar, Al-qur’an; Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki.( Jakarta, Ciputat Press, 2002), h. 5
memperoleh kebahagian lahir dan bathin, di dunia dan di akhirat kelak.
Mengingat pentingnya peran al-Qur’an bagi kehidupan manusia, maka pengenalan al-Qur’an mutlak diperlukan. Upaya mengenalkan al-Qur’an itu bukan hanya mengetahui dari segi fisik dan aspek sejarah semata, namun yang lebih penting adalah bagaimana umat Islam mampu membaca sekaligus memahami makna yang terkandung dalam butir-butir ayat demi ayat dari al-Qur’an.6
Kewajiban membaca al-Qur’an sebagai wujud mempelajarinya dimulai sejak kanak-kanak. Mereka berhak mendapatkan pengajaran membaca al-Qur’an dari orang dewasa terutama dari bapak dan ibunya.
Orang tua memikul tanggung jawab untuk mengajarkan al-Qur’ankepada anak-anak mereka agar terbebas dari buta huruf al-Qur’an. Dengan demikian orang tua semestinya sudah lebih dahulu mampu membaca al- Qur’ansebelum mengajarkannya kepada anak-anaknya. Bagaimana orang tua bisa mengajarkan al-Qur’an kalau mereka sendiri tidak mampu membaca al-Qur’anatau bahkan tidak mengenal al-Qur’an.7
membaca al-Qur’an merupakan hal pokok yang semestinya diketahui bagi seorang muslim karena seorang yang bergerak dalam wilayah al-Qur’an mendapatkan penghargaan dari Allah swt. Ada dua cara seseorang di dalam membaca kitab Allah. Pertama, tilawah hukmiyyah, yaitu membenarkan segala berita yang ada di dalamnya dan menerapkan hukum-hukumnya dengan cara melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Kedua, tilawah lafziyyah atau qira’at al-Qur’an, banyak sekali nash-nash yang menyebut
6 Zulfison dan Muharram, Belajar Mudah Membaca Al-Quran dengan Metode Mandiri (Cet. I; Jakarta: Ciputat Press, 2003), h. 1.
7 H. Salim Bahreisy, Berdialog Dengan Al-Qur’an, (Bandung: Mizan, 1996 ), Cet. Ke-2, h. 11
4
keutamaannya.8Dalam Sahih Al-Bukhari, disebutkan riwayat dari Usman bin ‘Affanbahwa Nabi bersabda:
ْﻦَﻋ نﺎَﻤْﺜُﻋ َﻲِﺿَر ﷲ ﻪﻨَﻋ ِﻦَﻋ ﱢِﱯﱠﻨﻟا ﻰﱠﻠَﺻ ﷲ ﻪﻴَﻠَﻋ َﻢﱠﻠَﺳَو َلﺎَﻗ : ْﻢُﻛُﺮْـﻴَﺧ ْﻦَﻣ َﻢﱠﻠَﻌَـﺗ َنَاْﺮُﻘْﻟا ﻩاور ) ﻪَﻤﱠﻠَﻋَو
( يﺮﺨﺒﻟا
٩
“Dari Usman bin ‘Affan r.a. Nabi bersabda: Sebaik-baik kalian adalah
orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al- Bukhari).
Namun, dalam realitas kehidupan masyarakat dijumpai masih banyak yang belum mampu membaca al-Qur’an dengan baik dan benar.
Jangankan untuk memahami atau menghayati al-Qur’an dengan baik, membacanya pun terkadang bagi sebagian besar umat Islam masih mengalami kesulitan. Dalam mengantisipasi kesulitan tersebut, didirikanlah tempat belajar al-Qur’an salah satunya Lembaga Wakaf Ma’had Ibnussabil. Lembaga ini mempunyai program pengajaran al- Qur’an mulai dari usia anak-anak sampai usia dewasa. Program pengajaran al-Qur’anini sudah berjalan dengan baik dengan waktu-waktu tertentu. Pengajaran al-Qur’an usia Sekolah Dasar (SD) sampai dengan usia Sekolah Menengah Atas dilaksanakan lima hari dalam sepekan.
Sedangkan pengajaran al-Qur’an usia dewasa sampai usia lansia dilaksanakan satu kali dalam sepekan. Lembaga Wakaf Ibnussabil berusaha memberikan sarana bealajar al-Qur’an dengan baik agar anak termotivasi dalam belajar al-Qur’an. Dengan motivasi ini, akan mempermudah atau mempercepat santri pengajian untuk bisa membaca al
8 Fathi Khauli, Memperbaiki Bacaan Al-Qur’an Sistem Lima Jam, (Solo: As- Salam, 2012), cet.1, h. 10.
9 Al-Imam Zainuddin Ahmad bin Abd Al-Lathif Az-Zabidi, Ringkasan Shahih Al-Bukhari( Penerjemah : Drs. Ahmad Zaidun), (Jakarta: Pustaka Amani, 2002), h. 899
qur’an dengan baik dan benar. Motivasi belajar al-Qur’an merupakan unsur yang penting dalam proses pembelajaran. Ada atau tidaknya motivasi belajar dalam diri anak akan menentukan apakah anak akan terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran atau bersikap pasif dan tak peduli.
Saat ini dunia pendidikan mengalami suatu permasalahan yang cukup rumit. Permasalahan itu menjadi kendala yang menghambat kelancaran aktivitas belajar mengajar di sekolah maupun di pengajian.
Berbagai permasalahan ini kerap muncul dalam bentuk bervariasi.
Diantara beberapa permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan antara lain adalah kurangnya motivasi anak dalam belajar, prestasi belajar yang rendah, tidak adanya minat dalam belajar dan lain sebagainya.10
Begitu juga yang terjadi pada anak-anak pengajian di Lembaga Wakaf Ma’had Ibnussabil diantaranya : tidak hadir di pengajian, terlambat datang ke pengajian, kurang semangat belajar membaca al- Qur’an. Hadirnya permasalahan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan belajar kurang memberikan makna bagi anak. sikap tersebut juga merupakan bentuk ketidaksenangan anak terhadap belajar. Banyak siswa yang terlihat tidak memiliki kemauan dalam belajar. Mereka merasa terpaksa menjalani pendidikan di tempat belajar padahal prinsipnya mereka kekurangan motivasi untuk belajar.11
Motivasi seorang anak dalam membaca al-Qur’an dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor interen yang faktor yang timbul dari dalam diri anak itu sendiri seperti bakat, minat, inteligensi dan faktor eksteren
10Mohd. Haitami Salim dan Syamsul Kurniawan, Studi Ilmu Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), h. 202
11 Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007), h. 174
6
yang timbul dari luar diri anak seperti lingkungan orang tua, sekolah dan masyarakat. Khusus orang tua merupakan faktor eksteran yang pertama dan utama bagi kemampuan membaca anak. Orang tua merupakan buaian tempat anak melihat cahaya kehidupan pertama, sehingga apapun yang dicurahkan dalam sebuah keluarga akan meninggalkan kesan yang mendalam dan berkembangnya watak, budi pekerti dan kepribadian tiap- tiap manusia.12
Lingkungan keluarga akan memberikan pengalaman dan pengaruh terhadap anak-anaknya. Begitu pula halnya perhatian orang tua terhadap anak-anaknya, perhatian yang diberikan orang tua terhadap pendidikan anak tentunya akan menanamkan kemauan dalam belajar dalam diri anak tersebut. Perhatian orang tua membantu dan mendorong anak-anak untuk dapat lebih berhasil dalam pendidikannya. Dimana Peranan orang tua dalam pendidikan anak adalah memberikan bantuan, dukungan, motivasi, dan informasi tentang bagaimana cara belajar yang baik dan tepat.
Peranan orang tua juga diperlukan dalam membimbing dan mengarahkan saat anak menghadapi kesulitan dalam belajarnya.13
Orang tua adalah pendidik utama dan pertama, partisipasi orang tua mendidik anaknya sebagian besar dilakukan di rumah. Kegiatan itu semuanya dilakukan berupa pengajaran. Bentuk kegiatan pendidikan yang dilakukan orang tua ialah melalui pembiasaan, pemberian contoh, dorongan, hadiah, pujian dan hukuman. Sedangkan materi pendidikan dalam keluarga yang dilakukan orang tua mencakup seluruh aspek baik aqidah, ibadah dan akhlak serta cara bermuamalah. Salah satu bentuk
12Fuad Ikhsan, Dasar-Dasar Kependidikan, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2001), Cet. II, h. 57
13Winkel. WS. , Psikologi Pengajaran (Yogyakarta: Media Abadi, 2009), 194
partisipasi orang tua dalam keluarga adalah membimbing anak membaca al-Qur’an.14
Partisipasi orang tua dalam pengajaran baca al-Qur’an pada anak di lingkungan keluarga dalam dua bentuk, yaitu motivasi dan dukungan belajar. Motivasi dimaksud menurut Singgih Dirgagunarsa adalah dorongan atau kehendak yang menyebabkan timbulnya semacam kekuatan agar seseorang itu berbuat atau bertindak dengan perkataan lain bertingkah laku, karena tingkah laku tersebut dilator belakangi oleh motivasi.15
Perlu diketahui sebagian besar orang tua zaman sekarang banyak yang melupakan akan tugasnya membimbing anak-anaknya dalam belajar. Orang tua tersebut selalu menyibukkan diri dalam pekerjaannya demi menghasilkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Orang tua yang kurang memperhatikan belajar anaknya dapat menyebabkan kesulitan-kesulitan dalam proses belajar itu sendiri. Mungkin anak itu sendiri sebetulnya pandai, tetapi karena cara belajarnya yang tidak teratur akhirnya kesukaran-kesukaran dalam mempelajari materi pelajaran akan menumpuk sehingga anak itu akan mengalami ketinggalan dalam belajarnya dan anak enggan untuk melaksanakan aktivitas belajar.
Sehingga hasil belajar yang didapatkan kurang optimal atau bahkan kemungkinan gagal dalam studinya bisa saja terjadi.
Sebagaimana yang dijelaskan Ahmadi dan Supriyono sebagai berikut, Orang tua yang tidak/kurang memperhatikan pendidikan,
14Suharsono, Mencerdaskan Anak , (Depok: Inisiasi Press, 2004), h. 211
15Singgih Dirgagunarsa, Pengantar Psikologi, (Jakarta: Mutiara, 1978), h. 92.
8
mungkin acuh tak acuh, tidak memperhatikan kemajuan belajar anak- anaknya, akan menjadi kesulitan belajarnya.16
Maka Dalam hal ini orang tua bertanggung jawab untuk mengarahkan dan mendampingi aktivitas belajar anak sehingga mereka dapat mengetahui tahap pembelajarannya. Orang tua juga perlu menanamkan rasa kecintaan terhadap ilmu pengetahuan kepada anaknya sehingga mereka tertarik untuk belajar dengan lebih tekun. Dengan demikian, peran orang tua dalam memotivasi pendidikan anak sangatlah dibutuhkan. Motivasi merupakan suatu aspek yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar sebab motivasi menciptakan kondisi atau proses belajar yang menyenangkan bagi anak, maka dari itu diperlukan suatu motivasi sehingga aktivitas belajar lebih lancar dan aktif serta dapat mencapai prestasi yang memuaskan. Orang tua perlu memberikan motivasi secara terus menerus kepada anak agar ia dapat belajar dengan lebih baik. Motivasi orang tua dapat menjadi suatu pendorong bagi anak untuk memiliki semangat belajar yang tinggi dalam meraih prestasi gemilang. Motivasi orang tua kepada anak termasuk salah satu tugas yang harus dilakukan oleh orang tua. Hal ini sangat penting bagi seorang anak sehingga ia dapat belajar lebih giat tanpa ada perasaan bosan dan lelah.
Orang tua yang memotivasi anak cenderung dapat meningkatkan minat belajar dalam diri anak. Sebab motivasi yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar.17
Disamping peran tua, salah satu komponen yang mempengaruhi motivasi anak dalam belajar adalah lingkungan belajarnya di pengajian.
Suasana lingkungan belajar yang tercipta tergantung dari bagaimana anak
16 Abu Ahmadi dan Supriyono, Psikologi Belajar (Jakarta: PT. Rineke Cipta, 2008), h. 85.
17Ahmad Rohani, Pengelolaan Pengajaran, (Jakarta : Rineka Cipta, 2004), h. 12.
itu bisa mengatasi dan mengendalikan dirinya sendiri saat berada dalam lingkungan belajarnya. Lingkungan belajar oleh para ahli sering disebut sebagai lingkungan pendidikan. Suasana kelas yang positif akan terjadi bila interaksi dalam kelas terjadi antara dosen dan anak, dimana dalam interaksi tersebut terjadi komunikasi dalam bentuk belajar bersama, tolong menolong, tenggang rasa antara anak yang pandai dan kurang pandai, antara yang kaya dan yang kurang mampu, norma-norma pergaulan hidup dan tata tertib kelas maupun kampus dipatuhi dengan fasilitas yang luwes, serta terjadi komunikasi yang terbuka.18
Lingkungan belajar sangat berperan dalam menciptakan gairah anak dan secara sosial sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran.
Lingkungan belajar dapat meningkatkan keaktifan anak dan keefektifan belajar. Lingkungan belajar tidak hanya secara langsung mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar, lingkungan belajar juga akan menyentuh ranah kognitif atau personal siswa.19
Dalam proses belajar mengajar, lingkungan merupakan sumber belajar yang berpengaruh dalam keberhasilan proses belajar dan peningkatan perkembangan anak. Tempat dimana kegiatan belajar berlangsung yang mendapatkan pengaruh dari luar terhadap keberlangsungan kegiatan tersebut. Lingkungan yang merupakan sumber belajar memiliki pengaruh dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan uraian-uraian di atas penulis mencoba meneliti apakah peran orang tua dan lingkungan belajar ada kaitannya dengan motivasi belajar al-Qur’an, yang kemudian dirumuskan dalam topik
18Agus Dariyo, Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. (Jakarta: PT Grasindo, 2008), h.44
19Sumiati, Pengaruh Lingkungan Belajar Siswa Terhadap Motivasi Belajar dan Implikasinyat terhadapHasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Syariah Di Smp Kota Tasikmalaya (Jurnal Pendidikan, 2012 :4)
10
penelitian yang berjudul “Pengaruh Orang Tua Dan Lingkungan Belajar Terhadap Motivasi Belajar Membaca Al-Qur’an” ( Studi Kasus Anak-Anak Pengajian Di Lembaga Wakaf Ma’had Ibnussabil )
B. Permasalahan
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka terdapat beberapa masalah yang dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
a. Membaca al-Qur’an merupakan hal pokok yang harus diketahui bagi seorang muslim
b. Kewajiban membaca al-Qur’an sebagai wujud mempelajarinya dimulai sejak kanak-kanak
c. Motivasi merupakan suatu aspek yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar sebab motivasi menciptakan kondisi atau proses belajar yang menyenangkan bagi anak.
d. Lembaga Wakaf Ibnussabil berusaha memberikan sarana bealajar al-Qur’an dengan baik agar anak termotivasi dalam belajar al- Qur’an
e. Motivasi belajar al-Qur’an merupakan unsur yang penting dalam proses pembelajaran.
f. Motivasi belajar dalam diri anak akan menentukan apakah anak akan terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran atau bersikap pasif dan tak peduli.
g. Motivasi orang tua dapat menjadi suatu pendorong bagi anak untuk memiliki semangat belajar yang tinggi dalam meraih prestasi gemilang.
h. Lingkungan yang baik akan berpengaruh kuat terhadap proses belajar al-Qur’an, sehingga tercipta keefektifan dalam belajar Al- Qur’an.
i. Sebagian besar orang tua zaman sekarang banyak yang melupakan akan tugasnya membimbing anak-anaknya dalam belajar.
j. Penyebab lemahnya motivasi belajar pada umumnya terletak pada lingkungan kurang kondusif, sehingga anak terkadang jenuh mengikuti pembelajaran alquran.
k. Banyaknya anak-anak yang tidak hadir di pengajian, terlambat datang ke pengajian, kurang semangat belajar membaca al- Qur’an..
2. Pembatasan Masalah
Karena keterbatasan penelitian dalam hal waktu dan tenaga serta untuk menjaga agar penelitian ini lebih fokus pada masalah yang akan dibahas maka dibatasi pada upaya mengungkapkan informasi tentang pengaruh orang tua terhadap motivasi belajar membaca al- Qur’an, pengaruh lingkungan belajar terhadap motivasi belajar membaca al-Qur’an dan pengaruh orang tua dan lingkungan belajar terhadap motivasi belajar membaca al-Qur’an. Adapun objek penelitian yaitu anak-anak pengajian di Lembaga Wakaf Ma’had Ibnussabil Jakarta
3. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka peneliti merumuskan masalah penelitian sebagai berikut :
a. Apakah ada pengaruh orang tua terhadap motivasi belajar membaca al-Qur’ananak ?
12
b. Apakah ada pengaruh lingkungan belajar terhadap motivasi belajar membaca al-Qur’ananak ?
c. Apakah ada pengaruh orang tua dan lingkungan belajar secara bersama-sama terhadap motivasi belajar membaca al-Qur’an anak?
C. Tujuan Penelitian
Secara Operasional penelitian ini bertujuan untuk menela’ah, menguji, dan mengungkap :
1. Pengaruh orang tua terhadap motivasi belajar membaca al-Qur’ananak 2. Pengaruh lingkungan belajar terhadap motivasi belajar membaca al-
Qur’ananak
3. Pengaruh orang tua dan lingkungan belajar secara bersama-sama terhadap motivasi belajar membaca al-Qur’ananak
D. Kegunaan Penelitian
Penelitian ini pada dasarnya merupakan upaya untuk pembelajaran yang diharapkan dapat menambah khasanah ilmu khususnya, ilmu pendidikan, terutama yang menyangkut motivasi belajar, serta khusus hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat :
1. Secara teoritis, penelitian bermanfaat bagi pengembangan khasanah ilmu pengetahuan, terutama pengembangan ilmu pengentahuan dalam bidang pendidikan pada umumnya, dan pendidikan Islam pada khususnya.
2. Secara praktis, penelitian ini dapat memberi kaidah yang bermakna kepada peneliti, sehingga peneliti dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik.
E. Kajian Pustaka
Sebelum penulis menentukan judul penelitian terlebih dahulu, kami mencari dan membaca beberapa penelitian terdahulu yang relevan, antara lain :
1. Penelitian yang di tulis oleh Idah Suryanti yang berjudul
“Hubungan Kemampuan Membaca Al-Quran Dengan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Quran Hadis Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Sragen Tahun Pelajaran 2016/2017”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkurangnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Quran Hadis hal ini dapat diindikasi dari kurangnya kemampuan membaca al-Quran yang dimiliki oleh siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Sragen . Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan membaca al-Quran siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Sragen berada pada kategori sedang ditunjukan dengan rata-rata sebesar 70,10 sebanyak 29 siswa atau atau 61,72%. 2) motivasi belajar mata pelajaran Quran Hadis siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Sragen berada pada kategori sedang ditunjukan dengan rata-rata sebesar 95,92 sebanyak 30 siswa atau 63,84%. 3) hasil korelasi Product Moment diperoleh nilai rhitung (0,714) < rtabel (0,288). Artinya, kemampuan membaca AlQur’an mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan motivasi belajar mata pelajaran Quran Hadis dan hipotesis diterima, artinya semakin tinggi kemampuan membaca al-Quran yang dimiliki siswa akan semakin tinggi pula motivasi yang dimiliki siswa pada mata pelajaran Quran Hadis.20
20Idah Suryanti, Hubungan Kemampuan Membaca Al-Quran Dengan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Quran Hadis Siswa Kelas X, (Surakarta :IAIN Surakarta, 2017)
14
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkurangnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Qur’an Hadis hal ini dapat diindikasi dari kurangnya kemampuan membaca al-Quran.
Kemudian di ungkapkan hubungan antara kemampuan membaca al qur’an dan motivasi belajar. Perbedaan tesis ini dengan penelitian penulis dalam hal fokus penelitian. Persamaanyan sama-sama menggunakan kata motivasi dan metode kuantitatif.
2. Tesis yang di tulis oleh Hayati Nupus yang berjudul “Kedudukan Orang Tua Perspektif Al-Qur’an Surat Al-Isra Dan Surat Lukman”. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Buya Hamka dan Quraish Shihab mempunyai pandangan yang sama tentang kedudukan orang tua perspektif Al- Qur’an surat Al-Isra dan surat Lukman yaitu, orang tua memiliki kedudukan terhormat dan agung di sisi Allah. Perintah menyembah Allah digandengkan dengan perintah berbakti pada orang tua , beberapa hadits yang dinukil oleh kedua mufassir ini semakin menguatkan kedudukan orang tua, seperti hadits tentang durhaka pada orang tua disejajarkan dengan durhaka pada Allah, berbakti pada orang tua lebih utama dari jihad fi sabilillah dan lain-lain 2. Buya Hamka dan Quraish Shihab berbeda dalam menerjemahkan kata kama dalam Al-Isra 24 , Buya mengartikan ‘sebagaimana’ sedangkan Quraish mengartikan ‘dikarenakan’. Perbedaan ini mengakibatkan sedikit perbedaan makna.
Perbedaan tesis ini dengan penelitian penulis adalah metode penelitian. Tesis menggunakan kajian pustaka sedangkan tesis penulis mengguanakan metode kuantitatif.21
3. Tesis yang ditulis oleh H. Karmawan yang berjudul “Peranan Keluarga Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa (Studi di SD Negeri 22 Mengkudu Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas)”. Hasil dari penelitian ini ditemukan : (a) Hambatan orang tua dalam memotivasi anaknya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa berupa kesibukan kerja orang tua ke sawah.
(b) Kurangnya pemahaman orang tua pentingnya dukungan belajar sehingga belum ada bentuk yang tepat dilakukan orang tua dalam motuvasi anaknya . (c) Kerjasama yang dilakukan pihak sekolah untuk menjalin kerjasama dengan orang tua dengan mewajibkan setiap siswa untuk melaksanakan jam wajib belajar dimalam hari ditempat masing-masing. Khusus, untuk menghadapi Ujian Nasional siswa juga diwajibkan mengikuti pelajaran tambahan / les private di Sekolah.22
Masalah penelitian ini terkait tentang hambatan orang tua dalam motivasi anaknya, solusi orang tua dalam motivasi anaknya dan kerjasama orang tua dengan pihak sekolah dalam memotivasi anaknya untuk belajar di lingkungan SDN 22 Mengkudu.
Perbedaan tulisan ini dengan tulisan penulis dalam teori yang digunakan. Tulisan ini menggunakan kata keluarga. Persamaanya dalam beberapa pembahasan.
21Hayati Nupus, Pengaruh Pembiasaan Tadarus Al- Quran Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Al- Quran Hadits, (Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim, 2013)
22 H. Karmawan, Peranan Keluarga Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa, (Sambas : Universitas Tanjungpura, )
16
4. Jurnal penelitian yang ditulis oleh Rarastiti Kusuma Nugraheni yang berjudul “Pengaruh Peran Orang Tua, Motivasi Belajar Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas III Sd Se-Gugus Sinduharjo Sleman Tahun Ajaran 2014/2015”.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Peran orang tua siswa kelas 3 SD se-gugus Sinduharjo Sleman termasuk dalam kategori tinggi yaitu 64,91%. (2) Motivasi belajar siswa kelas 3 SD se-gugus Sinduharjo Sleman termasuk dalam kategori tinggi yaitu 82,46%. (3) Lingkungan keluarga siswa kelas 3 SD se-gugus Sinduharjo Sleman termasuk dalam kategori tinggi yaitu 78,95%. (4) Prestasi belajar siswa kelas 3 SD se-gugus Sinduharjo Sleman termasuk dalam kategori tinggi yaitu 53,51%. (5) ada pengaruh peran orang tua terhadap prestasi belajar siswa, dengan diperoleh thitung = 2,111, dengan p = 0,037, ttabel = 1,659, maka thitung> ttabel dan p < 0,05 artinya semakin baik peran orang tua maka semakin tinggi pula prestasi belajar, demikian juga sebaliknya semakin rendah peran orang tua maka semakin rendah prestasi belajar. (6) ada pengaruh antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa, dengan diperoleh thitung = 2,035, dengan p
= 0,044, ttabel = 1,659, maka thitung> ttabel dan p < 0,05, artinya semakin tinggi motivasi belajar maka semakin tinggi prestasi belajar. (7) ada pengaruh antara lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa, dengan diperoleh thitung = 2,856, dengan p
= 0,005, ttabel = 1,659, maka thitung> ttabel dan p < 0,05, artinya semakin tinggi lingkungan keluarga maka semakin tinggi prestasi belajar. (8) ada pengaruh peran orang tua, motivasi belajar dan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa Kelas III SD
se-gugus Sinduharjo Sleman Tahun Pelajaran 2014/2015, dengan diperoleh Fhitung = 8,309, Ftabel = 2,687, dimana Fhitung>
Ftabel, p23
Fokus penelitian dalam jurnal ini adalah prestasi belajar siswa. Sedangkan metode penelitian yang di gunakan sama halnya dengan metode penelitian di tesis penulis.
5. Jurnal penddikan yang ditulis oleh Arhjayati Rahim yang berjudul
“Peranan Orang Tua Terhadap Pendidikan Karakter Remaja Putri Menurut Islam”. Tulisan ini membahas tentang peranan orang tua terhadap pendidikan karakter remaja putri menurut Islam. Masa ini juga identik dengan pergaulan dan adaptasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga tidak mengherankan ketika pola fikir dan tingkah laku masing-masing remaja di tiap negara berbeda karena terkait masalah kultur dan dominasi sosial lingkungannya. Remaja cenderung akan mengalami kondisi yang labil sehingga di perlukan pengawasan dan bimbingan dari orang tua terutama pada remaja putri, kondisi pengetahuan dan pemahaman orang tua baik dari segi kepribadian dan pengetahuan keagamaan sangat berpengaruh terhadap pola didik terhadap karakter remaja putri sehingga mereka dapat melewati masa remaja dengan baik dan sesuai ajaran Islam sehingga menghasilkan generasi yang tangguh, berprestasi serta taat dan selalu berada dalam jalur Islam.24
Jurnal ini menjelaskan peranan orang tua dalam pembentukan karakter. Sedangkan penulis mengungkapkan
23 Jurnal Rarastiti Kusuma Nugraheni, Pengaruh Peran Orang Tua, Motivasi Belajar Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa, (Yogyakarta:
Universitas PGRI, 2015 )
24Jurnal Al-Ulum Volume. 13 Nomor 1, Juni 2013 Hal 87-102 Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo
18
pengaruh peran orang tua. Namun sama-sama menggunakan kata orang tua.
6. Tesis yang ditulis oleh Ida Rosyidah yang berjudul pengaruh metode pendidikan dan lingkungan belajar terhadap motivasi belajar PAI. Tulisan ini membahas tentang metode dan lingkungan .adapun hasil penelitiannya adalah terdapat pengaruh positif dan sangat signifikan metode pembelajaran dan lingkungan belajar secara bersama-sama terhadap motivasi belajar dengan koefisien korelasi (kekuatan pengaruh) dengan r= 0,94 dan koefisien determinasi (besarnya pengaruh) R2= 0,892 atau sama dengan 89,2% serta arah pengaruhnya = Ŷ = 0,617+0,624X1+0,366X2, yang berarti bahwa setiap peningkatan satu unit skor metode pembelajaran dan lingkungan belajar secara bersama-sama akan mempengaruhi peningkatan skor motivasi belajar sebesar 0,99.
Fokus penelitian dalam jurnal ini adalah motivasi belajar.
Namun berbeda materi dengan penulis. Metode penelitian yang di gunakan sama halnya dengan metode penelitian di tesis penulis.
Setelah kami menyebutkan penelitian-penelitian yang terdahulu, maka terdapat perbedaan antara penelitian yang disebutkan di atas dengan penelitian kami. Adapun perbedaan penelitian-penelitian yang disebutkan di atas dengan penelitian kami adalah di titik fokus penelitian. Penelitian kami mempunyai tiga fokus variable, variable pertama motivasi belajar membaca al qur’an sebagai variable (Y), variable kedua peran orang tua, sebagai varibel (X1) dan yang ketiga lingkungan belajar sebagai varibel (X2).
F. Metodelogi Penelitian
Metode penelitian merupakan langkah-langkah yang digunakan dalam proses berlangsungnya sebuah penelitian. Suatu penelitian dapat berhasil secara maksimal tergantung pada metode yang digunakan. Oleh sebab itu, penulis memaparkan metode yang hendak penulis gunakan, sebagai berikut :
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif yaitu suatu pendekatan yang penekanan analisisnya pada data-data numerik (angka) yang diolah dengan metode statistic dalam aplikasi SPSS.25 Adapun yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah mempelajari dan menganalisa keadaanmotivasi belajar membaca al qur’an yang terjadi di lapangan, yaitu diLembaga Wakaf Ma’had Ibnussabil Jakarta.
2. Definisi Operasional Variabel
Istilah variabel didefinisikan sebagai gejala yang bervariasi, gejala adalah objek yang menjadi fokus penelitian yang bervariasi.
maka penelitian ini memiliki tiga variabel,26yaitu :
Dua Variabel bebas Variabel bebas (X) adalah suatu variabel yang variasinya mempengaruhi variabel lain, untuk kata lain bahwa variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain ingin diketahui. Di penelitian ini terdapat dua variabel bebas (X) yaitu : peran orang tua (X1)dan lingkungan belajar sebagai (X2).
25Saefudin Azwar, Metodologi Penelitian (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1998), h. 9
26 Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian dengan Statistik,(Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008), cet. 3, h. 4
20
Variabel terikat (Y) adalah variabel penelitian yang diukur untuk mengetahui besarnya efek atau pengaruh variabel lain.27Adapun variable terikat (Y) yaitumotivasi belajar membaca al qur’an.
3. Metode observasi
Metode observasi adalah teknik pengumpulan data melalui pengamatan terhadap objek pengamatan dengan langsung hidup bersama, merasakan, serta berada dalam aktivitas kehidupan objek pengamatan. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang kondisi fisik sekolah seperti letak sekolah, sarana dan prasarana, keadaan siswa, dan lain-lain.28
4. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan cara-cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data.
5. Metode angket
Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh data responden dengan laporan pribadinya atau hal- hal lain yang diketahuinya. Angket ini diberikan kepada santri pengajian Lembaga Wakaf Ma’had Ibnussabil Jakarta untuk mengetahui respon siswa terhadapmotivasi belajar membaca al qur’an.
6. Metode dokumentasi
Dokumentasi adalah metode pengumpulan data dengan menggunakan dokumen yang ada, dokumen dalam arti sempit, seperti foto, peta, dan sebagainya. Dengan metode ini, peneliti memperoleh data tentang kondisi umumLembaga Wakaf Ma’had Ibnusabil Jakarta,
27 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D) (Bandung : Alfabeta, 2010) h. 61.
28Ronny Kountur, Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis, (Jakarta:
Penerbit PPM,2007), h. 145
meliputi sejarah perkembangan sekolah, struktur organisasi, keadaan guru, keadaan siswa, sarana dan prasarana.
G. Sistematika Penulisan
Untuk memperjelas arah pembahasan dan pemahaman dari hasil penelitian, maka sistematika dalam penulisan tesis ini terdiri dari 5 (lima) bab dengan mencakup sebagai berikut :
BAB I : Pendahuluan yang meliputi : Latar belakang masalah, permasalahan, identifikasi masalah, pembatasan masalah, dan perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, tinjauan pustaka, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II : Landasan teori meliputi : Motivasi belajar membaca al Qur’an, peran orang tua, lingkungan belajar.
BAB III : Metode penelitian yang meliputi : Tempat dan waktu penelitian, metode penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, variabel penelitian, instrument penelitian, teknik analisa data dan hipotesis statistik.
BAB IV : Hasil penelitian yang meliputi : Gambaran umum objek penelitian, deskripsi data, pengujian data, analisis data, pengujian hipotesis dan pembahasan hasil penelitian.
BAB V : Penutup yang berisi : Kesimpulan dan Saran-saran
162 BAB V PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini akan dipaparkan kesimpulan dan saran-saran yang diperlukan, yakni sebagai berikut :
A. Kesimpulan
1. Terdapat pengaruh positif dan signifikansi variabel orang tua (X1) sebesar 0,008< probabilitas 0,05 dan thitung variabel orang tua (X1) sebesar 5,160 > ttabel2,017, jadi t thitung> ttabel
dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa terdapat pengaruh positif dan sangat signifikan orang tua terhadap motivasi belajar. Adapun koefisien determinasi R2(R square) = 0,152, yang berarti bahwa besarnya pengaruh orang tua terhadap motivasi belajar sebesar 15,2 % dan sisanya yaitu 84,8 % ditentukan oleh faktor lainnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa semakin besar pengaruh orang tua dalam memotivasi anak, maka anak akan semakin semangat dan akan berperestasi dalam belajar membaca al-Qur’an.
2. Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel lingkungan belajar (X2) sebesar 0,003< probabilitas 0,05 dan thitung variabel lingkungan belajar (X2) sebesar 3,413 > ttabel 2,017, jadi t thitung > ttabeldapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa terdapat pengaruh positif dan sangat signifikan lingkungan belajar terhadap motivasi belajar. Adapun koefisien determinasi R2(R square) = 0,184, yang berarti bahwa besarnya pengaruh lingkungan belajar
terhadap motivasi belajar sebesar 18,4% dan sisanya yaitu 81,6 % ditentukan oleh faktor lainnya. Dengan demikian semakin baik dan kondusif lingkungan belajar anak baik fisik, non fisik dan akdemis maka anak akan semakin rajin, berminat, berprestasi dalam belajar membaca al-Qur’an.
3. Terdapat pengaruh positif dan signifikan signifikansi X1dan X2 atas Y sebesar 0,000 < probabilitas 0,05 dan fhitungX1dan X2 sebesar 10,276 > ftabel 3.22, jadi thitung > ttabel dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa terdapat pengaruh positif dan sangat signifikan orang tua dan lingkungan belajar secara bersama-sama terhadap motivasi belajar. Adapun koefisien determinasi R2(R square)
= 0,329, yang berarti bahwa besarnya pengaruh orang tua dan lingkungan belajar secara bersama-sama terhadap motivasi belajar sebesar 32,9 % dan sisanya yaitu 67,1 % ditentukan oleh faktor lainnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa, orang tua dan lingkungan belajar sama-sama berpengaruh untuk menumbuhkan pada diri anak sikap rajin dan berprestasi dalam belajar membaca al-Qur’an.
B. Saran-saran
Berdasarkan pembahasan penelitian, kesimpulan dan implikasi sebagimana telah di kemukakan diatas , maka didapati saran-saran sebagai berikut :
1) Orang tua harus memahami semua pembelajaran, kecakapan dalam mengajar agar selama proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan siswa pun termotivasi lebih semangat .
164
2) Guru-guru dan semua pengurus pengajian bekerja sama dalam memenuhi dan melengkapi sarana dan prasarana termasuk lingkungan dan kondusif baik yang bergerak atau yang tidak bergerak agar menjadi motivasi bagi siswa belajar.
3) Agar dapat menghasilkan hasil penelitian yang lebih baik, maka sebaiknya terus diteliti lebih lanjut antara lain mengenai :
a) Apakah peran orang tua dapat berpengaruh terhadap kemampuanmembaca al qur’an?
b) Apakah lingkungan belajar mempunyai pengaruh terhadap kemampuanmembaca al qur’an?
c) Apakah keduanya antara peran orang tua dan lingkungan belajar secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap kemampuanmembaca al qur’an?
165
A.M. Sardiman . Intraksi dan motivasi belajar mengajar (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004.
Abdul Wahib, Mustaqim, Psikologi Pendidikan, Jakarta : PT.
Rineka Cipta, 1999.
Abdullah, Firman Tanggung Jawab Orang Tua dalam Pendidikan Anak, Semarang : Pelita Ibu, TT
Ahmadi, Abu, dan Joko Tri Prasetya, Strategi belajar mengajar, Bandung: CV. Pustaka Setia, 2005
Ahmadi, Abu, dan Supriyono, Psikologi Belajar Jakarta: PT.
Rineke Cipta, 2008.
Amrullah, Fahmi Ilmu Al-Qur’an untuk Pemula, Jakarta: CV Artha Rivera. 2008.
Arifin, H.M. Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama di Lingkungan Sekolah dan Keluarga, Bulan Bintang : Jakartam, 2005.
Arifin, Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama di Lingkungan Sekolah dan Keluarga, Jakarta: Bulan Bintang,1992.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineke Cipta, 2003
Ash-Shiddieqy ,T.M. Hasbi, Tafsir Al-Bayan, Semarang;
Pustaka Rizki Putra, 2002.
Barnadib, Sutari Imam, Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematik, Yogyakarta: Andi Offset, 1989.
Bin Zaid al- Qazwini, Imam Abi Abdullah Muhammad, Sunan Ibn Majah, Kairo: Dar Ibn Haitsam, 2005.
166
Bina Afianto, Ahda, Mudah dan Cepat Menghafal Surat-surat Pilihan, Surakarta: Sahih, 2000.
D.Suhardan, Supervisi Profesional, Bandung: Alfabeta, 2000.
Daradjat, Zakiyah, dkk, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara,1996. Cet.X
Dariyo, Agus, Psikologi Perkembangan Dewasa Muda.
Jakarta: PT Grasindo, 2008.
Departemen Agama RI, Al-Qur'an Terjemahan, CV. Penerbit J-Art, 2005.
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka : Jakarta 1990.
Dirgagunarsa, Singgih, Pengantar Psikologi, Jakarta:
Mutiara,1978.
Djaali. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2003.
Djamarah, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Cipta,2002.
Gates, Athur J, Educational Psycokologiy, New York The Macmillon Company, 1994.
Gazali, Marlina, Dasar-Dasar Pendidikan, Bandung: Mizan, 1998.
Greenberg, Jerald, Managing hehaviors in Organizations.
New York: Prentice Hall, 1996.
H. Nashar, Peranan Motivasi dan Kemampuan awal, Jakarta:
Delia press, 2004.
Hamalik, Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2005
Hamka, Tafsir Al-Azhar Juz, Jakarta: Pustaka Panji Mas, 1983.
Haqqi An Nazili, Sayyid Muhammad, keutamaan dan Faedah Membaca Al-Qur’an, Jakarta: Inti Media, 2003.
Hasanuddin, A.H. Cakrawala Kuliah Agama, Al-Ikhlas, : Surabaya, 1991.
Hasyim, Umar, Cara Mendidik Anak Surabaya : Bina Ilmu, 2000.
Hayadi, Herawan, Sistem Pakar (penyelesaian kasus menentukan minat baca, kecenderungan dan karakter siswa dengan metode forward chining), Jogjakarta: Deepublish, 2006.
Hermawan, Acep, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000.
Ja‟far Hadi, Syekh, Yuk, baca Al-Qur’an, Jakarta: Al-Huda, 2007.
Kartono, Kartini, Pengantar Ilmu mendidik Teoritis, Bandung:
Mandarmadya, 1992.
Kementerian Agama RI, Al-Qur'an dan Terjemahnya, Semarang: CV. Toha Putra,1989
Khomeini, Imam, dan Sayid Muthahhari, Membangun Generasi Qur’ani,Jakarta: Penerbit Citra, 2002.
Langgulung, Hasan, Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi Pendidikan, Jakarta: Alhusna Rikza, 1995.
M. Dalyono, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
168
M. Sobry Sutikno. Mengagas Pembelajaran Efektif dan Bermakn, Mataram: NTB Press, 2007.
Mariyana. Rita, dkk., Pengelolaan Lingkungan Belajar, Jakarta: Kencana Media Group, 2000.
Muhaemin, Al-Qur’an dan Hadis, Bandung: Grafindo Media Pratama, 2008.
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung: Rosdakarya, 2008 II
Mulyadi, Psikologi Pendidikan, Malang: Biro FT. IAIN Sunan Ampel, 1999.
Poernomo, Sonjia, Kesehatan Sekolah di Indonesia, Jakarta:
Erlangga, 1990.
Purwanto, M. Ngalim, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, PT Remaja Rosdakarya : Bandung, 2009.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2007 .
Rahman, Azfalur, Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan, Jakarta: PT Rineka Cipta, 1992.
Rochman, Arif, Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, Yogyakarta: Laksbang Mediatama, 2009.
Rohani, Ahmad, Pengelolaan Pengajaran, Jakarta : Rineka Cipta, 2004.
Sabini, Nini Psikologi Pembelajaran, Yogjakarta: Mentari Pustaka, 2002.
Saroni, Muhammad, Manajemen Sekolah, Kiat Menjadi Pendidik Yang Kompeten, Yogyakarta: Arruz, 2006.
Siagiman , Sondang P, Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja, Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
Sidi, Indra Djati, Menuju Masyarakat Belajar, Jakarta:
Paramadina, 2005.
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Jakarta: PT. Rineka Cipta,1995.
Sobur, Alex Psikologi Umum, Bandung: CV Pustaka Setia, 2000.
Sobur, Alex, Psikologi Umum, Bandung: CV Pustaka Setia, 2000.
Suharsono, Mencerdaskan Anak , Depok: Inisiasi Press, 2004 Sukmadinata, Nana Syaodih. Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung: Rosdakarya, 2004
Sumiati, Pengaruh Lingkungan Belajar Siswa Terhadap Motivasi Belajar dan Implikasinyat terhadapHasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Syariah Di Smp Kota Tasikmalaya ,Jurnal Pendidikan, 2002.
Suryabrata, Suryadi, Psikologi Pendidikan,Jakarta: Rajawali Press, 1993.
Suryabrata,Sumardi. Psikologi Pendidikan ,Jakarta: Raja Wali, 1984. Cet. I
Sutikno, M. Sobry Manajemen Pendidikan Langkah Praktis Mewujudkan Lembaga Pendidikan yang Unggul (Tinjauan Umum dan Islami), Lombok: Holistica, 2002.
Sutikno, Sobry. Menggagas Pembelajaran Efektif dan Barmakna, Mataram: NTB Press, 2007.
Syah, Muhibbin Psikologi Pendidikan: Suatu Pendekatan Baru, Bandung: Rosda Karya, 2002. I
170
Syah, Muhibbin, Telaah Singkat Perkembangan Peserta Didik, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2004.
Syaifulallah, Ayat-ayat Motivasi Bedaya Lrdak Super Dasyat Jogjakarta : Diva Press, 2000.
Tabrani, Rusyan, dkk, Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung; CV. Remaja Rosdakarya, 1989.
Umar, Bukhori, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: AMZAH, 2006
Uno, Hamzah B. Teori Motivasi Dan Pengukurannya, Jakarta:
PT Bumi Aksara, 2009
Uno, Hamzah B. Teori Motivasi dan Pengukurannya, Jakarta:
PT Bumi Aksara, 2008.
Urshan Hakim, Interaksi Belajar Mengajar, Bandung:
Alfabeta, 2003.
Usman, Moh Uzar. Menjadi Guru Profesional. Bandung , PT.
Remaja Rosdakarya. 2002.
Usman, Uzer Menjadi guru profesional, Bandung:
Rosdakarya, 2000.
Walgito, Bimo, Pengantar Psikologi Umum, Yogyakarta: CV.
Andy Offset, 2000.
Winkel. WS. , Psikologi Pengajaran Yogyakarta: Media Abadi, 2009.
Yahya, Mukhtar, dan Fathurrahman, Dasar-dasar Pembinaan Hukum Fiqh Islam, Bandung: PT Al-Manar, 1997.
Zuhairini, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Solo:
Ramadani, 1993.