PENDAHULUAN
Latar Belakang
Covid-19 merupakan keluarga besar virus yang menular dan dapat menyebabkan penyakit ringan seperti flu biasa hingga penyakit berat seperti MERS dan SARS (Supardi dan Rahmad, 2020). Penelitian yang dilakukan oleh Pakpahan (2020) mengenai dampak Covid-19 terhadap UMKM mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif terhadap perekonomian dalam negeri, antara lain penurunan konsumsi dan daya beli masyarakat, penurunan kinerja perusahaan, ancaman terhadap krisis ekonomi. sektor perbankan dan keuangan serta keberadaan UMKM. Disisi lain terdapat ketimpangan sosial dengan meluasnya penyebaran COVID-19 di 34 provinsi dan 479 kabupaten/kota di Indonesia, dimana informasi terkini Sulawesi Selatan tergolong wilayah hitam, dimana sebaran penduduknya berada. di kota makassar hal ini tentunya memberikan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian kota makassar dengan terganggunya beberapa sektor perekonomian.
Berdasarkan data yang dikeluarkan BPS Sulawesi Selatan yang menunjukkan adanya peningkatan penduduk miskin baru, dan belum ada penelitian sebelumnya yang menjelaskan dampak pandemi Covid-19 terhadap kemiskinan, maka penulis tertarik untuk menguji apakah kehadiran COVID-19 akan meningkatkan angka tersebut. kemiskinan di kota Makassar yang berjudul “DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KOTA MAKASSAR”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teori
- Pandemi Covid-19
- Kemiskinan
Keadaan ketidakmampuan ini ditandai dengan rendahnya kemampuan pendapatan dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa pangan, sandang, dan papan. Kemampuan berpendapatan rendah ini juga akan berdampak pada berkurangnya kemampuan memenuhi standar hidup rata-rata seperti standar dan standar kesehatan masyarakat. Berdasarkan kondisi tersebut, suatu masyarakat disebut miskin apabila pendapatannya jauh lebih rendah dari rata-rata pendapatannya, sehingga tidak mempunyai banyak kesempatan untuk mencapai kesejahteraannya sendiri (Suryawati, 2004). b) Kemiskinan secara umum.
Secara umum kemiskinan merupakan suatu keadaan dimana tingkat pendapatan seseorang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan lain yang dapat menjamin terpenuhinya standar kualitas hidup. Jadi yang jatuh pada garis kemiskinan adalah mereka yang tidak mempunyai cukup uang untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Laporan Bidang Kesejahteraan Rakyat yang dikeluarkan Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pada tahun 2004 juga menjelaskan bahwa kondisi yang disebut kemiskinan ini juga berlaku bagi mereka yang bekerja namun pendapatannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokok/basic.
Kemiskinan menurut Badan Pusat Statistik (2020) adalah ketidakmampuan perekonomian dalam memenuhi kebutuhan dasar pangan dan non-gizi yang diukur dari pengeluaran. Kedua, kemiskinan struktural, yaitu kemiskinan yang timbul akibat ketidakberdayaan seseorang atau kelompok. Sedangkan standar absolut penilaian kemiskinan adalah standar hidup minimum yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar, baik pangan maupun non-makanan.
BPS mendefinisikan garis kemiskinan sebagai nilai rupiah yang perlu dikeluarkan seseorang dalam sebulan untuk memenuhi kebutuhan dasar asupan kalori sebesar 2100 kkal/hari per kapita (garis kemiskinan makanan) ditambah kebutuhan minimal bukan makanan yang menjadi kebutuhan dasar seseorang. yaitu: sandang, papan, sekolah dan transportasi serta kebutuhan dasar individu dan rumah tangga lainnya (garis kemiskinan non-makanan). Berdasarkan penelusuran banyak pihak, tindak pidana yang sering terjadi sebagian besar dilatarbelakangi oleh motif ekonomi, yaitu ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemiskinan yang dialami seseorang atau sekelompok orang adalah indikator kemiskinan yang digunakan oleh Bappenas (Harniati, 2010).
13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan kebutuhan masyarakat.
Tinjauan Empiris
Data Kementerian Ketenagakerjaan, per 20 April 2020, terdapat 2.084.593 karyawan dari 116.370 perusahaan yang terkena PHK dan kehilangan pekerjaan. Dampak sosial ekonomi akibat Covid-19 dan potensi program penanggulangannya: studi kasus di Kabupaten Lombok Barat. Modal dan tenaga kerja secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha mikro di Kabupaten Deliserdang. Sumber: Kompilasi berbagai majalah.
Kerangka Konsep
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Defenisi Operasional Variabel dan Pengukuran
- Populasi dan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Dengan demikian maka dapat dikatakan terdapat hubungan yang positif antara variabel Covid-19 dengan variabel tingkat kemiskinan berdasarkan tabel 3.4 yang dikategorikan ‘Kuat’. Dengan kata lain, hal ini menunjukkan bahwa besarnya persentase variasi tingkat kemiskinan yang biasanya dijelaskan oleh variasi salah satu variabel independen yaitu Covid-19 adalah sebesar 25,9% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar yang digunakan dalam penelitian ini. . Hasil penelitian ini menunjukkan hipotesis yang diajukan diterima yaitu pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di kota Makassar dengan hubungan positif signifikan.
Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Didi Sumardi, Syamsul Falah, Moh. 2020) menyatakan bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada perdagangan, perhotelan, pariwisata, dan usaha kecil dan menengah. Berdasarkan hasil penelitian dampak pandemi Covid-19 terhadap tingkat kemiskinan di Kota Makassar dapat disimpulkan bahwa Covid-19 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kota Makassar dengan nilai sig sebesar 0,004, yang kurang dari lt;0,005). Dan nilai ttabel dengan taraf signifikansi 5% pada taraf (dƒ) = 30 adalah sebesar 0,2610 maka thitung>ttabel (3,127>0,2610) berdasarkan koefisien determinasi (R square) 0,29 yang berarti terdapat pengaruh sehingga Hipotesis diterima, dengan kata lain menunjukkan bahwa besar persentase variasi angka kemiskinan yang dapat dijelaskan oleh variabel Covid-19 adalah sebesar 25,9%.
Artinya sekitar 25,9% angka kemiskinan dapat dijelaskan oleh variabel Covid-19, sedangkan sisanya sebesar 74,1% disebabkan oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam model ini. Berdasarkan temuan tersebut, penulis memberikan saran bagi penelitian selanjutnya untuk menambahkan variabel lain seperti inflasi, tingkat kemiskinan, pendapatan yang mungkin mempengaruhi tingkat kemiskinan pada masa pandemi Covid-19. Diperoleh dari jogloabang: https://www.jogloabang.com/kesehatan/permenkes-9-2020-lindungan-psbb-rangka-percepatan-penanganan-covid-19.
Analisis Pengaruh Covid-19 Terhadap Perkembangan UMKM di Kabupaten Kerinci." Jurnal Ekonomi Islam Al Dzahab 1.1: 1-17 Susilawati, S., Falefi, R., & Purwoko, A. Saya atas nama Rizal Mantovani , mahasiswa program studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, saya mengharapkan kesediaan anda untuk mengisi kuesioner ini, untuk membantu menyelesaikan penelitian saya tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap tingkat kemiskinan di Kota Makassar.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
Makassar adalah ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, terletak di bagian selatan Pulau Sulawesi dahulu disebut Ujung Pandang, terletak antara 119º24'17'38” Bujur Timur dan 5º8'6'19” Lintang Selatan, berbatasan dengan utara dengan Kabupaten Maros, di sebelah timur Kabupaten Maros, di sebelah selatan Kabupaten Gowa dan di sebelah barat terletak Selat Makassar. Kota Makassar mempunyai iklim sedang hingga tropis dengan suhu udara rata-rata berkisar antara 26°C hingga 29°C. Makassar merupakan salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta dan Surabaya.
Berdasarkan tabel 4.1 terlihat luas wilayah terluas terdapat di Kecamatan Biringkanaya dengan luas wilayah 48,22 km2/km persegi, disusul wilayah Kecamatan Tamalanrea dengan luas wilayah 31,84 km2/km persegi. km. .km, sedangkan yang terbesar. Jumlah penduduk Kota Makassar merupakan kota terpadat ke-24 di Indonesia berdasarkan proyeksi jumlah penduduk tahun 2019 sebanyak 1.526.677 jiwa seperti terlihat pada tabel 4.2.
Karakteristik Responden
Berdasarkan Tabel 4.3 terlihat pendidikan terakhir responden adalah SD sebanyak 3 responden atau 10%, SMP sebanyak 2 responden atau 7%, SMP/SMA sebanyak 17 responden atau 57%, dan Sarjana sebanyak 5 responden. responden. orang atau 17%. Berdasarkan tabel 4.4, data menunjukkan responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 9 orang atau 30%, sisanya perempuan yaitu 21 orang atau 70%. Saat ini persentase terbesar adalah pada usia 20-30 tahun.
Berdasarkan tabel 4.5 dapat dijelaskan mayoritas responden berdasarkan umur yaitu umur 20-30 tahun sebanyak 13 orang atau 43%, kemudian umur 30-40 tahun sebanyak 6 orang atau 20 orang. % dan yang diatas 40 tahun sebanyak 11 orang atau 37%. Jadi, saat ini persentase terbesarnya adalah pada usia 20-30 tahun.
Hasil Uji Kualitas Data
Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pernyataan-pernyataan dalam kuesioner dapat mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau reliabel apabila tanggapan seseorang terhadap pernyataan konsisten atau stabil sepanjang waktu. Uji reliabilitas data dilakukan dengan menggunakan metode Alpha Cronbach yaitu instrumen dikatakan reliabel jika mempunyai koefisien reliabilitas 0,6 atau lebih.
Uji Asumsi Klasik
Artinya model regresi pada penelitian ini memenuhi asumsi normalitas berdasarkan analisis grafik normal probabilitas plot. Hasil uji heteroskedastisitas pada Gambar 4.2 menunjukkan bahwa scatter plot antara SRESID dan ZPRED menunjukkan pola sebaran, dimana titik-titiknya tersebar secara acak dan tersebar baik di atas maupun di bawah titik 0 pada sumbu Y. terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak digunakan. Covid-19 merupakan salah satu jenis epidemi yang menyerang sistem pernafasan dan menyebar tanpa memandang usia atau golongan ke seluruh wilayah di dunia, termasuk Indonesia (Susilawati, Reinpal Falefi dan Agus Purwoko, 2020).
Hal ini didukung oleh data yang dikeluarkan BPS Kota Makassar yaitu terjadi peningkatan penduduk miskin baru sebesar 26% yaitu dari 65.120 penduduk miskin pada tahun 2019 menjadi 82.326 orang pada bulan April 2020. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil Penelitian Pakpahan (2020) yang menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 memberikan implikasi negatif terhadap perekonomian dalam negeri, seperti penurunan konsumsi dan daya beli masyarakat, penurunan kinerja perusahaan, ancaman terhadap sektor perbankan dan keuangan, serta adanya UMKM. Hasil penelitian ini juga mendukung hasil penelitian yang dilakukan Budastra (2020) yang menemukan bahwa Covid-19 memberikan dampak sosial disruptif terhadap rantai nilai dunia usaha sehingga banyak pelaku usaha di berbagai sektor dan skala usaha berhenti beroperasi untuk sementara atau permanen. .
Secara keseluruhan, temuan penelitian ini, selain mendukung hasil beberapa penelitian sebelumnya, juga membuktikan data yang dirilis Kementerian Tenaga Kerja pada 20 April 2020 yang menyebutkan bahwa 2.084.593 karyawan dari 116.370 perusahaan terkena PHK dan jumlah pekerjanya tidak mencukupi. telah dihentikan. . Covid-19 yang semakin banyak menyebar di tengah masyarakat, semoga kita semua bisa terhindar dari penyakit yang cukup berbahaya ini, dan Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan perekonomian. 34; Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan di Kecamatan Jekulo dan Mejobo Kabupaten Kudus Jurnal Analisis Perkembangan Ekonomi Tahun 2.4.
34;Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemiskinan Rumah Tangga Di Sulawesi Utara." Jurnal Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Daerah 19.7. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan Di Kota Semarang. Disertasi PhD Tahun, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Analisis Regresi Linear Sederhana
Uji Hipotesis
Kriteria pengambilan keputusan uji t adalah: jika thitung < ttabel maka hipotesis diterima, sedangkan jika thitung > ttabel maka hipotesis ditolak. Analisis korelasi (R) digunakan untuk mencari arah dan kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, baik hubungan tersebut bersifat simetris, kebetulan, atau timbal balik.
Pembahasan Hasil Penelitian
PENUTUP
Kesimpulan
Saran