PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Sesuai dengan pernyataan peneliti, tujuan yang ingin dicapai penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran intrusif terhadap hasil belajar IPS siswa Kelas IV SD Negeri 34 Kota Bengkulu. Ha (Hipotesis Kerja) yaitu terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran imersif terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 34 Kota Bengkulu. Ho (hipotesis nol) yaitu tidak terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran intrusif dan merangsang terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 34 Kota Bengkulu.
Secara umum pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan pembelajaran imersif terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 34 Kota Bengkulu dalam penelitian ini sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran exploratory prompt terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 34 Kota Bengkulu. Dengan demikian dapat dipahami bahwa pendekatan pembelajaran imersif dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 34 Kota Bengkulu.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran intrusif terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 34 Kota Bengkulu. Asmaun, judul penelitian “Penerapan Metode LSQ (Learning Start with a Question) dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SD. Dalam penelitian ini digunakan tes untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa di kedua nilai tersebut menentukan yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen.
Berdasarkan tabel di atas, rata-rata nilai hasil belajar IPS siswa IV adalah Kelas B (kelas kontrol) untuk pretest 62,57 dan posttest 67,85. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pendekatan learning to learning, hasil belajar menjadi optimal. Oleh karena itu, jika pendekatan pembelajaran probing dapat dilaksanakan dengan baik maka hasil belajar siswa akan meningkat sesuai dengan yang diharapkan.
LANDASAN TEORI
Proses Belajar Mengajar
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa indikator hasil belajar mencakup tiga bidang, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hal yang mempengaruhi hasil belajar, menurut Uno, adalah dorongan dari dalam dan luar diri siswa yang sedang belajar untuk melakukan perubahan perilaku.26 Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, menurut Slameto, adakalanya datang dari dalam diri siswa (internal) dan dari luar dirinya ( luar). 27. Untuk mencapai hasil belajar siswa sesuai yang diharapkan, perlu memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja belajar.
Keadaan panca indera khususnya indera penglihatan dan pendengaran juga tidak kalah pentingnya dalam mempengaruhi proses dan hasil belajar. Hal ini terlihat dari skor sebelum tindakan, rata-rata nilai belajar siswa sebesar 64,33%, setelah penerapan metode Pembelajaran diawali dengan soal pada siklus I dan siklus II, pada hasil post test siklus I hanya para siswa berada dalam kondisi. memperoleh hasil di atas standar keberhasilan yang ditetapkan (70%) dan siswa lainnya belum memenuhi standar yang ditetapkan dengan rata-rata kelas 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode LSQ (Learning Start With a Question) dapat meningkatkan pembelajaran IPS. hasil belajar yang diperoleh pada siklus I dan II pada mata pelajaran IPS mengalami peningkatan hasil belajar dari hasil tes awal.
Perbedaan penelitian ini (dengan satu soal) dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 14 Abeli Kota Kendari. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa instrumen yang disiapkan reliabel dan dapat digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa. Hasil perhitungan yang diperoleh lebih besar 0,640 dari r tabel sehingga instrumen ini dinyatakan reliabel. Dari uraian di atas terlihat bahwa aktivitas siswa pada kelas eksperimen dengan pendekatan intrusive learning memiliki kualitas yang baik.
Berdasarkan tabel di atas, rata-rata skor hasil belajar IPS kelas IVA (kelas eksperimen) untuk pre-test sebesar 62,14 dan post-test sebesar 78,14. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan skor pada siswa kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan pembelajaran eksploratif. Selanjutnya dibandingkan nilai X2hitung < atau 9,634 < 11,070, maka data eksperimen hasil belajar siswa berdistribusi normal.
Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan pendekatan pembelajaran investigatif dan kelas kontrol menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. Karena thitung > ttabel berarti Ht diterima yang berarti rata-rata hasil belajar siswa kelas IVA yang diajar dengan pendekatan pembelajaran investigatif lebih baik dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional (µ1 > µ2). Pada tahap pelaksanaan, setelah pembelajaran selesai dilakukan ulangan harian untuk memperoleh data nilai tes hasil belajar.
Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen IVA pre-test sebesar 62,14 dan post-test sebesar 78,14, sedangkan pada kelas kontrol nilai pre-test sebesar 62,57 dan post-test sebesar 67,85. Peningkatan hasil belajar IPS ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan pembelajaran pendalaman yang menarik bagi siswa dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga pada akhirnya mencapai hasil belajar yang maksimal.
Pendekatan Probing Prompting Learning dalam Pembelajaran IPS
Hasil Penelitian Terdahulu
Rosita Berakllin, judul penelitian Penerapan pembelajaran diawali dengan metode tanya untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa pada mata pelajaran IPS IV. ke SDN Kelas Madyopuro 1 Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang. Sedangkan pada tahap kedua, rata-rata kelas meningkat menjadi 20 (90%) siswa, dan tingkat keberhasilan siswa menurun menjadi satu siswa. Jadi secara klasikal rata-rata nilai siswa baik kelompok maupun individu tidak berhasil, karena masih ada 2 siswa yang gagal dalam proses pembelajaran, sedangkan yang berhasil hanya 22 siswa.
Maka metode LSQ (Learning Start With a Question) sangat perlu diterapkan dalam proses pembelajaran khususnya dalam proses pembelajaran IPS, agar siswa lebih memahami materi yang diajarkan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Muhammd Eksanto, judul penelitian “Penerapan Strategi Pembelajaran Lsq (Pembelajaran Dimulai dengan Pertanyaan) Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas IV Mata Pelajaran IPS SD N Giriroto 1 Tahun Pelajaran.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan Strategi Pembelajaran Lsq (Pembelajaran Dimulai Dengan Pertanyaan) Strategi pembelajaran LSQ (Learning Start With A Question) dapat meningkatkan keaktifan belajar IPS pada siswa kelas IV SD Negeri Giri Roto 1.
Membaca nyaring kepada siswa mata pelajaran IPS Kelas IV SDN Madyopuro 1 Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang.
Kerangka Berfikir
Berdasarkan uraian di atas, maka kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan pada grafik 2.1 sebagai berikut:
Hipotesis Penelitian
Objek penelitiannya tidak selalu orang, tetapi dapat berupa objek, kegiatan dan tempat.47 Dalam penelitian ini objek penelitiannya adalah siswa kelas IVA dan IV B SD Negeri 34 Kota Bengkulu yang masing-masing kelas berjumlah 35 orang. Metode dokumentasi meliputi pencarian data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, risalah rapat, catatan, agenda, dan lain-lain.49 Dalam penelitian ini digunakan teknik dokumentasi untuk sampai pada sosok yang ingin diperoleh. Data laporan siswa IV SD Negeri 34 Kota Bengkulu. Dari tabel diatas, tenaga pengajar SDN 34 Kota Bengkulu berjumlah 11 orang.
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa pada tahun ajaran 2021-2022 di SDN 34 Kota Bengkulu jumlah siswanya sebanyak 380 orang. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS pada kelas kontrol yang menggunakan pendekatan konvensional rendah. tidak baik. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan skor pada siswa dari kelas kontrol yang menggunakan pendekatan konvensional.
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat Penelitian
Desain Penelitian
Dalam penelitian ini sampel dibagi menjadi dua kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan dan satu kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan.
Subjek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Sedangkan peneliti melakukan penelitian untuk mengamati kondisi siswa di kelas selama penelitian berlangsung.
Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Uji validitas soal ini akan diujikan pada siswa kelas IV yang berjumlah 30 soal. Setelah soal diuji, terdapat soal yang valid. Dengan taraf signifikansi 5%, jika hasil perhitungan menunjukkan rhitung ≥ rtabel, maka jumlah item dikatakan signifikan atau valid. Butir soal yang tidak valid dibuang karena tidak dapat digunakan untuk pengumpulan data, sehingga soal tes pada penelitian ini berjumlah 20 soal.
Teknik Analisis Data
Visi SDN 34 Kota Bengkulu adalah mewujudkan sekolah dengan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan potensi seluruh siswa secara maksimal, dijiwai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dari agama yang dianutnya. 54. Dengan kata lain siswa aktif melakukan kegiatan pembelajaran dengan memecahkan masalah berdasarkan permasalahan yang telah disajikan. Siswa mampu mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah, menciptakan jawaban sementara terhadap masalah dengan mengumpulkan data.
Kemudian pendidik memberikan rangsangan dengan cara mengulas materi yang telah dijelaskan dengan beberapa pertanyaan guna menarik perhatian siswa agar dapat fokus belajar. Setelah menyampaikan tujuan pembelajaran, guru kemudian menjelaskan materi kepada siswa dengan pendekatan yang lebih dominan melalui ceramah, dan siswa juga diminta menuliskan hal-hal penting yang disampaikan guru. Selain itu, setelah guru selesai menjelaskan materi pembelajaran, siswa mempunyai kesempatan untuk bertanya jika ada yang belum dipahami.
Ketika siswa tidak bertanya tentang materi yang belum dipahaminya, siswa ditugaskan untuk mengerjakan soal latihan yang berkaitan dengan materi pada teks IPS yang disediakan sekolah. Setelah siswa selesai mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan oleh guru, guru mendiskusikannya bersama-sama dan setelah mendiskusikan soal-soal latihan, guru dan siswa membuat kesimpulan pembelajaran tentang materi yang telah dipelajarinya.
Sebelum pembelajaran berakhir, guru juga memberikan tugas/pekerjaan rumah kepada siswa untuk merangkum materi pelajaran selanjutnya. Pada kelas eksperimen, siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar bila menggunakan pendekatan pembelajaran probing dan stimulasi dibandingkan bila menggunakan pendekatan konvensional. Untuk meningkatkan mutu dan mutu pendidikan di sekolah, maka pendidik mata pelajaran harus mempersiapkan metode pengajaran yang optimal, yaitu dengan memilih dan menggunakan pendekatan pengajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik.
Setiap guru hendaknya lebih selektif dalam memilih pendekatan pengajaran yang menekankan agar siswa lebih aktif dan antusias dalam belajar.