• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)1. PENGARUH PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB TERHADAP MOTIVASI SISWA KELAS VIII SMP PONDOK PESANTREN PUTRI UMMUL MUKMININ AISYIYAH WILAYAH SULAWESI SELATAN. SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) pada Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. HAJRAH 105 24 000 86 10. FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 1435 H/2014 M. 1.

(2) 2. PERSETUJUAN PEMBIMBING. Judul Skripsi :. Nama Penulis Stambuk/NIM Fak/Jurusan. Pengaruh Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab Terhadap Motivasi Siswa Kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan : Hajrah : 105 24 000 86 10 : Agama Islam/Pendidikan Bahasa Arab. Setelah dengan seksama memeriksa dan meneliti, maka skripsi ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diajukan dan dipertahankan dihadapan tim penguji ujian skripsi Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar 22 syawal. 1435 H. Makassar, 18 Agustus 2014 M. Disetujui :. Pembimbing I. Pembimbing II. DR. Abd. Rahim Razaq, M. Pd NIDN: 9909005374. Dra. A. Fajriwati T. MA. ,M. Pd KTAM: 1035 363. 2.

(3) 3. PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Dengan penuh kesadaran penulis/peneliti yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bahwa skripsi ini adalah benar hasil karya penulis/peneliti sendiri, dan jika kemudian hari terbukti bahwa ia merupakan duplikat, tiruan, plagiat, atau dibuat orang lain secara keseluruhan, maka skripsi ini dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.. Makassar, 4 Dzulqaidah 1435 H 30 Agustus 2014 M. Penyusun. Hajrah NIM: 10524 000 86 10. 3.

(4) 4. FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Kantor:JL.SultanAlauddin No. 259 (GedungIqra’ Lantai IV) Tlp.0411-866972881593. Fax.0411 865588 Makassar 90223. PENGESAHAN SKRIPSI Skripsi yang berjudul “ Pengaruh Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab Terhadap Motivasi Siswa Kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan”telah diujikan pada hari sabtu 04 Dzulqaidah 1435 H, bertepatan dengan 30 Agustus 2014 M dihadapan tim penguji dan dinyatakan telah dapat diterima dan disahkan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Islam pada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. Makassar,04 Dzulqaidah 1435 H 30 Agustus 2014 M DEWAN PENGUJI : 1. Ketua. : Drs.H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I. (...............................). 2. Sekretaris. : Dr. Abd Rahim Razaq., M.Pd. (...............................). 3. Tim Penguji : 1.Dr. Abd Rahim Razaq., M.Pd. (...............................). 2. Dra.A.Fajriwati T.,MA.,M.Pd. (...............................). 3. Mahlani Sabae.,S.Th.I.,MA. (..............................). 4. Drs.Firdaus., M.Ag. (…...........................). Disahkan Oleh: Dekan Fakultas Agama Islam Drs. H.Mawardi Pewangi, M Pd.I NBM: 554 612. 4.

(5) 5. FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Kantor:JL.SultanAlauddin No. 259 (GedungIqra’ Lantai IV) Tlp.0411-866972881593. Fax.0411 865588 Makassar 90223. BERITA ACARA MUNAQASYAH Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar,telah mengadakan sidang Munaqasyah pada: Tanggal : 04 Dzulqaidah 1435 H/ 30 Agustus 2014 M Tempat : Kampus Unismuh Makassar Jl.Sultan Alaudin No. 259 (Gedung Al Ahwal Syahsiyah) MEMUTUSKAN Bahwa Saudara (i) Nama : Hajrah NIM : 105 24 000 86 10 Judul Skripsi :Pengaruh Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab Terhadap Motivasi Siswa Kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan Dinyatakan : LULUS Ketua : Drs. Mawardi Pewangi, M.Pd.I (..……………………….) Sekrestaris. : Dr. Abd. Rahim Razaq, M. Pd. (…...………………...….). Pembimbing I. : Dr. Abd. Rahim Razaq, M. Pd. (…….….................……). Pembimbing II : Dra .A.Fajriwati T, MA. M.Pd. (…...………….........…..). Penguji. I. (….…...………….....….). Penguji. II : Drs.Firdaus., M.Ag. : Mahlani Sabae.,S.Th.I.,MA. (…………......…….…...). 04 Dzulqaidah 1435 H 30 Agustus 2014 M Dekan, Fakultas Agama Islam Drs.H Mawardi Pewangi, M Pd.I NBM : 554 612. 5.

(6) 6. KATA PENGANTAR. ْ‫أَﻋْ ﻣَﺎﻟِﻧَﺎﻣَن‬ ‫ﺷ َﮭ ُد‬ ْ َ‫ﺷ َﮭ ُد اَنْ َﻻ ِاﻟَ َﮫ ا ﱠِﻻ اﻟﻠﮭ َُوﺣْ دَ هُ َﻻﺷَرِ ْﯾ َك ﻟَ ُﮫ َوا‬ ْ َ‫َﯾ ْﮭ ِد ِه ﷲُ ﻓ ََﻼ ﻣُﺿِ ل ﱠ ﻟَ ُﮫ َوﻣَنْ ﯾُﺿْ ﻠِلْ ﻓ ََﻼ ھَﺎدِىَ ﻟَ ُﮫ َوا‬ .‫ اَﻣﱠﺎﺑَﻌْ ُد‬,‫أَنﱠ ﻣُﺣَ ﱠﻣ ًد ﻋَ ْﺑ ُدهُ َورَ ﺳ ُْوﻟَ ُﮫ‬ Alhamdulillahi Rabbil Alamin, peneliti haturkan kehadirat Allah Swt atas limpahan karunia yang diberikan kepada peneliti sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan dengan sebaik-baiknya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw yang diutus ke permukaan bumi ini untuk menjadi suri tauladan dalam segenap aktifitas hidup dan kehidupan kita. Dengan izin Allah kami dapat menyelesaikan skripsi ini dengan tugas akhir dari serangkaian perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Makassar. Penulis mengambil judul “Pengaruh Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab Terhadap Motivasi Siswa Kelas VIII SMP Ummul Mukminin Makassar”. Keberadaan karya ini penulis menyadari bahwa banyak kesulitan dan hambatan yang penulis hadapi. Namun berkat pertolongan Allah yang tidak pernah meninggalkan hamba-Nya sedikitpun, kemudian bantuan berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga segala kesulitan dan hambatan yang penulis hadapi dapat teratasi, oleh karena itu. 6.

(7) 7. penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada: 1. Kedua orang tua. penulis tercinta ayahanda Makkulau Jarre. (Almarhum) dan ibunda Basse Pati yang telah mendidik dan membesarkan penulis dengan penuh kasih sayang dan tak kenal lelah dalam memotivasi dan memberikan semangat, yang penuh cinta serta pengorbanannya selama ini baik dari segi materi maupun tenaga untuk kepentingan penulis sehingga sampai kejenjang perkuliahan (S1) 2. Bapak DR. H. Irwan Akib, M. Pd selaku Rektor beserta jajarannya yang telah memberikan pelayanan, pembinaan dan perhatiannya kepada. penulis. dalam. menuntut. ilmu. di. Universitas. Muhammadiyah Makassar. 3. Bapak Drs. H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Agama Islam. beserta para pembantu Dekan Fakultas Agama. Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. 4. Ibu Dra. A. Fajriwati Tadjuddin, MA.,M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. 5. Bapak DR. Abd. Rahim Razaq, dan Ibu Dra. A. Fajriwati Tadjuddin, MA., M.Pd selaku pembibing yang penuh kesabaran dan ketulusan. 7.

(8) 8. telah meluangkan waktu untuk memberi bimbingan, saran, motivasi, sejak penyusunan proposal hingga penyelesaian skripsi ini. 6. Bapak kepala sekolah dan guru-guru SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan, dan saudara penulis Ahmad Makkulau, Muhammad Amin S.Pd,. yang telah. memberikan bantuan moral dan material selama penulis masih dalam jenjang pendidikan. 7. Teman-teman. seperjuangan. penulis,. Hamdiana,. Hasriani,. Herniyati, Hasdinar, Dwi Ismawati Ningsih, Nur Fitri, St. Radiatul Adawiah, Rosnani, Rohana, Rita Wati Ishak, Ratu Firniatul, Miftahul Masyitah dan Astuti, yang selama ini dalam suka dukanya menuntut ilmu kami jalani bersama serta rasa cinta mereka yang telah diberikan kepada penulis. Harapan penulis semoga segala bantuan, motivasi dan pengorbanan yang telah diberikan oleh berbagai pihak bernilai ibadah dan memperoleh imbalan yang berlipat ganda disisi Allah SWT, Amin. Makassar, 22 Syawal 1435 H 18 Agustus 2014 M Penyusun Hajrah. 8.

(9) 9. ABSTRAK Hajrah 105240008610. Pengaruh Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab Terhadap Motivasi Siswa Kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. Dibimbing oleh Abd. Rahim Razaq dan A. Fajriwati Tadjuddin. Pembahasan ini mengacu pada pokok bahan tentang Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Kelas VIII SMP Ummul Mukminin Makassar.Tujuan penelitian dari skripsi ini adalah diharapkan dapat menambah wawasan dan cakrawala berfikir penulis, dapat dijadikan sebagai bahan pemikiran tentang bagaimana metode pembelajaran bahasa Arab dan sebagai salah satu karya ilmiah yang turut serta memberikan konstribusi pemikiran yang berorientasi pada masa depan. Dan juga sebagai salah satu syarat dalam memperoleh gelar sarjana Pendidikan Islam pada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey. Teknik análisis data menggunakananalisis kualitatif deskriptif dan rumus persentase sederhana, dan pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket yang dibagikan kepada responden, sampel sebagai wakil yang di teliti, yaitu siswa kelas VIII SMP Ummul Mukminin Makassar. Populasi ini sebanyak 181 0rang siswa sedangkan jumlah sampel yaitu 25% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 45 orang. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran bahasa Arab di Kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan ternyata sangat menarik karena terbukti peserta didik menyenangi pelajaran dengan guru menggunakan metode demonstrasi. Dipandang dari segi pemahaman bahwa tingkat pemahaman bahasa Arab siswa dengan metode yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar sangat bagus dan termotivasi, Hasilnya dapat diketahui dari hasil angket, 14(31,1%) sangat termotivasi untuk belajar bahasa Arab dengan metode yang digunakan guru, 28(62,2%) termotivasi, dan 3(6,7%) tidak termotivasi dengan metode yang diberikan guru dalam proses belajar dan juga dapat diketahui dalam hasil wawancancara langsung dari guru bidang studi Bahasa Arab.. 9.

(10) ‫‪10‬‬. ‫ﻣﺗﺧﻠص اﻟﺑﺎﺣث‬. ‫ھﺟرة‪ ١٠٥٢٤٠٠٠٨٦١٠‬ﺗﺄﺛﯾر ﺗﻧﻔﯾذ طرﯾﻘﺔ ﻣظﺎھرة ﻓﻲ اﻟﺗﻌﻠم اﻟﻠﻐﺔ اﻟﻌرﺑﯾﺔ ﻋﻠﻰ اﻟداﻓﻊ ﻟﻠﻔﺻل اﻟﺛﺎﻧﻲ‬ ‫ﺑﺎﻟﻣدرﺳﺔ اﻟﻣﺗوﺳطﺔ ام اﻟﻣؤﻣﻧﯾن ﻣﻛﺳر‪ .‬اﻟﻣﺷرف ﻋﺑدد اﻟرﺣﯾم اﻟرزق و ﻓﺟرواﺗﻲ ﺗﺟواﻟدﯾن‬ ‫و ﺗﺷﯾر ھذه اﻟورﻗﺔ إﻟﻰ ﺗﺄﺛﯾرﺗﻧﻔﯾذ طرﯾﻘﺔ ﻣظﺎھرة ﻓﻲ اﻟﺗﻌﻠم اﻟﻠﻐﺔ اﻟﻌرﺑﯾﺔ ﻋﻠﻰ اﻟداﻓﻊ ﻟﻠﻔﺻل اﻟﺛﺎﻧﻲ‬ ‫ﺑﺎﻟﻣدرﺳﺔاﻟﻣﺗوﺳطﺔ ام اﻟﻣؤﻣﻧﯾن ﻣﻛﺳر ‪ .‬و ﻣن اﻟﻣﺗوﻗﻊ أن اﻟﮭدف اﻟﺑﺣوث ﻣن ھذه اﻟرﺳﺎﻟﺔ إﻟﻰ ﺗوﺳﯾﻊ اﻷﻓق‬ ‫واﻷﻓق ﻣن اﻟﺗﻔﻛﯾراﻟﻛﺎﺗب‪ ،‬وﯾﻣﻛن اﺳﺗﺧداﻣﮭﺎ ﻛﻐذاء ﻟﻠﻔﻛر ﺣول ﻛﯾﻔﯾﺔطرﯾﻘﺔ ﻣظﺎھرة ﻓﻲ اﻟﺗﻌﻠم اﻟﻠﻐﺔ اﻟﻌرﺑﯾﺔ‬ ‫ﻓﺿﻼ ﻋن واﺣدة ﻣن اﻷوراق اﻟﻌﻠﻣﯾﺔ اﻟﺷﺎرﻛﺔ ﻓﻲ اﻟﺗﻔﻛﯾر واﻟﺗﺧطﯾط ﻟﻠﻣﺳﺗﻘﺑل اﻟﺟﺑﮭﺔ ‪ .‬وأﯾﺿﺎ ﺑﺎﻋﺗﺑﺎرھﺎ واﺣدة‬ ‫ﻣن اﻟﻣﺗطﻠﺑﺎت ﻓﻲ اﻟﺣﺻول ﻋﻠﻰ درﺟﺔ اﻟﺑﻛﺎﻟورﯾوس ﻓﻲ ﻛﻠﯾﺔ اﻟﺗرﺑﯾﺔ اﻟﺟﺎﻣﻌﺔ اﻹﺳﻼﻣﯾﺔ اﻟﻣﺣﻣدﯾﺔ اﻹﺳﻼﻣﯾﺔ‬ ‫ﻣﻛﺳر ‪.‬‬ ‫طرﯾﻘﺔ اﻟﺑﺣث اﻟﻣﺳﺗﺧدﻣﺔ ھﻲ ﻣﺳﺢ اﻟﺑﺣوث‪ .‬وﺛم ﺗوزﯾﻊ ﺗﻘﻧﯾﺎت ﺗﺣﻠﯾل اﻟﺑﯾﺎﻧﺎت ﺑﺎﺳﺗﺧدام ﺻﯾﻐﺔ ﻧﺳﺑﺔ ﺑﺳﯾطﺔ‪ ،‬و‬ ‫ﺟﻣﻊ اﻟﺑﯾﺎﻧﺎت ﻋن طرﯾق اﻟﻣﻼﺣظﺔ و اﻟﻣﻘﺎﺑﻼت و اﻟوﺛﺎﺋق ‪ ،‬واﻻﺳﺗﺑﯾﺎﻧﺎت إﻟﻰ اﻟﻣﺷﺎرﻛﯾن ﻓﻲ اﻟﻌﯾﻧﺔ ﻣﻣﺛﻼ‬ ‫ﻟﻠﺻراﻣﺔ ‪ ،‬و اﻟﺑﺣث ﻓﻰ طﻼب اﻟﺻف اﻟﺛﺎﻣن اﻟﻣدرﺳﺔ اﻟﻣﺗوﺳطﺔ ام اﻟﻣؤﻣﻧﯾن ﻣﻛﺳر ‪.‬ھذه اﻟﻔﺋﺔ ﻣن اﻟﻣﻛﺎن‬ ‫إﻟﻰ‪ ١٨٠‬ﻓﻲ ﺣﯾن أن ﻋدد اﻟﻌﯾﻧﺎت ھو ‪٪٢٥‬ﻣن ﻣﺟﻣوع اﻟﺳﻛﺎن أن ﯾﺗم اﺣﺗﺳﺎب ‪ ٤٥‬ﺷﺧﺻﺎ‪.‬‬ ‫ﯾﻣﻛن اﻟﻧظر إﻟﯨﺗﺄﺛﯾر ﺗﻧﻔﯾذ طرﯾﻘﺔ ﻣظﺎھرة ﻓﻲ اﻟﺗﻌﻠم اﻟﻠﻐﺔ اﻟﻌرﺑﯾﺔ ﻋﻠﻰ اﻟداﻓﻊ ﻟﻠﻔﺻل اﻟﺛﺎﻧﻲ ﺑﺎﻟﻣدرﺳﺔ اﻟﻣﺗوﺳطﺔ‬ ‫ام اﻟﻣؤﻣﻧﯾن ﻣﻛﺳر‪ ،‬و ﻣن اﻟﻣﺛﯾر ﻻھﺗﻣﺎم ﻷن اﻟطﻼب ﺗﺗﻣﺗﻊ اﻟدراﺳﺔﻣﻊ اﻟﻣدرس اﺳﺗﺧداﻣطرﯾﻘﺔ ﻣظﺎھرة‪ .‬و‬ ‫ﯾﻣﻛن ﻣﻼﺣظﺔ اﻟﻧﺗﺎﺋﺞ ﻣن ﻧﺗﺎﺋﺞ اﻻ ﺳﺗﺑﯾﺎن‪ ،‬اﻟداﻓﻊ ﺟدا ‪،(٪١.٣١ )١٤‬اﻟداﻓﻊ‪،(62 ,2) ٢٨‬ﻟﯾس ﺑداﻓﻊ‪( 6,7) ٣‬‬ ‫و ﻋدم اﻟﺛؤﺛر ‪ . ٪٠‬و ﯾﻣﻛن أﯾﺿﺎ أن ﯾﻛون ﻣﻌروﻓﺎ ﻣن اﻟﻣﻘﺎﺑﻼت اﻟﻣﺑﺎﺷرة ﻣن ﻣﻌﻠﻣﻲ اﻟﻠﻐﺔ اﻟرﺑﯾﺔ و ﺑﻌض‬ ‫طﻼب اﻟﺻف اﻟﺛﺎﻣن اﻟﻣدرﺳﺔ اﻟﻣﺗوﺳطﺔ ام اﻟﻣؤﻣﻧﯾن ﻣﻛﺳر ‪.‬‬. ‫‪10‬‬.

(11) 11. DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..........................................ii HALAMAN KEASLIAN SKRIPSI .......................................................... iii KATA PENGANTAR .............................................................................vi HALAMAN ABSTRAK ..........................................................................ix DAFTAR ISI........................................................................................... x DAFTAR TABEL .................................................................................. xii BAB I PENDAHULUAN A. B. C. D.. Latar Belakang ........................................................................ 1 Rumusan Masalah .................................................................. 6 Tujuan Penelitian .................................................................... 7 Manfaat Penelitian .................................................................. 7. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Metode Pembelajaran ............................................................. 9 1. Pengertian Metode Pembelajaran ..................................... 9 2. Pengertian Metode Demonstrasi ..................................... 12 3. Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab 16 B. Motivasi ................................................................................. 19 1. Pengertian Motivasi ......................................................... 19 2. Fungsi Motivasi................................................................ 22 3. Upaya dalam Menumbuhkan Motivasi. ............................ 23 4. Motivasi Belajar pada Anak Berbakat .............................. 25. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ..................................................................... 27 B. Lokasi dan Objek Penelitian.................................................. 27 C. Variabel Penelitian ................................................................ 27 11.

(12) 12. D. E. F. G. H.. Defenisi Operasional Variabel............................................... 28 Populasi dan Sampel ............................................................ 28 Instrumen Penelitian ............................................................. 30 Teknik Pengumpulan Data .................................................... 29 Teknik Analisis Data.............................................................. 30. BAB IV HASIL PENELITIAN A. Selayang Pandang Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan ....................... 34 B. Pengaruh Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Sulawesi Selatan ..................................... 46. BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ........................................................................... 60 B. Saran. ................................................................................... 60. DAFTAR PUSTAKA............................................................................. ..62 LAMPIRAN. 12.

(13) 13. DAFTAR TABEL. Tabel 1. : Keadaan guru SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan .............. 37. Tabel 2. : Keadaan siswa SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan.. 43. Tabel 3. : Keadaan sarana dan prasarana SMP Pondok PesantrenPutri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan .......................................................... 44. Tabel 4. : Daftar presentase jawaban siswa senang belajar bahasa Arabdengan menggunakan metode Demostrasi........................................................ 47. Tabel 5. : Daftar Presentase jawaban siswa tentang keterampilan guru dalam menggunakan metode demonstrasi di kelas ......................................... 48. Tabel 6. : Daftar Presentase jawaban siswa tentang pemilihan metode pembelajaran yang digunakan guru sesuai denga materi pembelajaran......................... 49. Tabel 7. : Daftar Presentase jawaban siswa tentang pemahaman materi pelajaran bahasa Arab dengan menerapkan metode demonstrasi..................................... 50. Tabel 8. : Daftar Presentase jawaban siswa tentang cara mengajar yang dimiliki guru pada saat menerapkan metode demonstrasidi kelas ........................ 51. . Tabel 9. : Daftar Presentase jawaban siswa, pelajaran yang disampaikanguru dengan menerapkan metode demonstrasi ......................................................... 52. Tabel 10 : Daftar Presentase jawaban siswa, Terampil mempraktekkan percakapan bahasa Arab dengan menggunakan metode yang diberikan guru ................................................................... 53. 13.

(14) 14. Tabe 11. : Daftar Presentase jawaban siswa, kesiapan guru dalam menerapkan metode demonstrasi.......................... 54. Tabel 12. : Daftar Presentase jawaban, dengan guru menerapkan metode demonstrasi siswa merasa termotivasi untuk belajar bahasa Arab............................. 55. Tabel 13. : Daftar Presentase jawaban siswa, apakah metode demonstrasi baik dipertahankan untuk proses pembelajaranbahasa Arab .......................... 57. 14.

(15) 15. BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Dalam era globalisasi dewasa ini masyarakat suatu bangsa akan menghadapi berbagai macam kompetisi, misalnya persaingan ideologis yang semakin tajam, persaingan ekonomi yang semakin terbuka, era globalisasi ini menuntut adanya berbagai upaya perkembangan dan strategi atau metode yang merupakan bagian dari kebijakan pendidikan oleh suatu bangsa, serta kemampuannya. untuk. bertahan. berdasarkan. visi,. misi,. dan. tujuan. pendidikan. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, Sanjaya (2006: 65) sebagai berikut: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Salah satu penentu dalam proses pendidikan adalah metode. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan, bila metode yang digunakan dalam menyampaikan bahan pelajaran itu tepat maka dapatlah diraih tujuan yang. telah. diprogramkan.Akan. tetapi,. sebaliknya. jika. metode. penyampaiannya tidak sesuai dan kurang tepat serta tidak sesuai dengan. 15. 1.

(16) 16. situasi dan kondisi kegiatan pembelajaran, maka bagaimanapun baik dan terpujinya tujuan yang telah disusun mustahil dapat terwujud. Dalam pembelajaran bahasa asing salah satu segi yang sering disoroti adalah segi metode.Sukses tidaknya suatu program pengajaran bahasa seringkali dinilai dari segi metode yang digunakan.Sebab metodelah yang menentukan isi dalam mengajarkan bahasa.Hal ini menunjukkan, bahwa metode secara umum maupun metode untuk pembelajaran bahasa Arab bisa mengarahkan keberhasilan belajar anak didik serta mendorong kerjasama dalam kegiatan belajar mengajar antara pendidik dengan anak didik. Di samping itu metode Juga dapat memberikan inspirasi pada anak didik melalui proses hubungan yang serasi antara pendidik dan anak didik seiring dengan tujuan pendidikan. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang teratur, sitematis, dan teknik penyajian materi pembelajaran yang disampikan oleh pendidik agar peserta didik dapat menangkap, memahami dan melakukan materi pelajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Tiap-tiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan.Ada metode yang tepat digunakan terhadap siswa dalam jumlah besar, adapula metode yang tepat digunakan terhadap siswa dalam jumlah kecil.. Metode. demonstrasi memiliki kelebihan yakni siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran dan proses pembelajaran akan lebih menarik sebab siswa 16.

(17) 17. tak hanya mendengar tetapi juga melihat peristiwa yang yang terjadi akan tetapi metode ini juga memiliki kekurangan yakni memerlukan waktu yang lebih banyak dan memerlukan persiapan dan perancangan yang matang. Sebagian besar metode dan suasana pengajaran disekolah-sekolah yang digunakan para guru, tampaknya lebih banyak menghambat dalam memotivasi potensi otak.Misalnya seorang peserta didik hanya disiapkan sebagai seorang anak yang ingin mendengarkan, menerima seluruh informasi, dan menaati segala perlakuan gurunya. Sebagai akibat atau dampak dari kekurangan metode demonstrasi ialah budaya dan mental seperti ini, pada gilirannya membuat siswa tidak mampu mengaktivasi kemampuan otaknya sehingga mereka tidak memiliki kebenaran menyampaikan pendapat, lemah penalaran, dan bergantung kepada orang lain. Sebelumnya proses pengajaran dipandang sebagai proses mengisi otak dengan pengetahuan, sejalan dengan pandangan tersebut metode yang digunakan banyak terpusat pada metode ceramah, bagaimanapun sifat bahan ajar dan situasi yang dihadapinya, lahirlah teoriteori baru yang menjelaskan karakteristik belajar mengajar dan salah satu metode tersebut adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan metode yang paling sederhana dari metode mengajar lainnya.. Menurut Haslina (2011: 5) Metode ini adalah. metode yang paling pertama digunakan manusia yaitu tatkala manusia menambah kayu untuk memperbesar nyala api unggun, sementara anak17.

(18) 18. anak mereka memperhatikan dan menirunya.Metode demonstrasi ini sangat sesuai untuk mengajarkan bahan pelajaran yang merupakan suatu gerakangerakan, suatu proses maupun yang bersifat rutin, termasuk dalam pembelajaran bahasa Arab. Bahasa Arab, satu-satunya bahasa yang mempunyai kelebihan beraneka ragam, jika dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain terutama dari segi. makhrajnya.. Dan. bahasa. Arab. adalah. mata. pelajaran. yang. mengembangkan keterampilan berkomunikasi lisan dan tulisan untuk memahami. dan. mengungkapkan. informasi,. pikiran,. perasaan,. serta. mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Area utama dari pembelajaran bahasa Arab meliputi empat aspek, yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dalam mengikuti pelajaran ini diperlukan motivasi yang kuat untuk dapat mengikuti proses jalannya belajar mengajar. Motivasi adalah syarat mutlak untuk belajar dan mempunyai peranan penting dalam belajar karena mendorong individu untuk melakukan suatu kegiatan belajar sehingga terjadi perubahan perilaku untuk mencapai tujuan berupa prestasi belajar yang tinggi. Dalam proses pembelajaran, motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuannya yang kurang, tetapi dikrenakan tidak adanya. motivasi. untuk. belajar. sehingga. ia. tidak. berusaha. untuk. mengerahkan segala kemampuannya. Dengan demikian, bisa dikatakan 18.

(19) 19. siswa yang berprestasi rendah belum tentu disebabkan oleh kemampuannya yang rendah pula, tetapi mungkin disebabkan oleh tidak adanya dorongan atau motivasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa serta lebih mengetahui tinggi rendahnya motivasi siswa adalah pengajar dalam hal ini guru. Oleh sebab itu, guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa, yang dapat dilakukan oleh seorang guru ialah memperjelas tujuan yang ingin dicapai, tujuan yang jelas dapat membuat siswa kearah mana ia ingin dibawa.. Pemahaman. menumbuhkan. siswa. tentang. tujuan. pembelajaran. dapat. minat siswa untuk belajar, menciptakan suasana yang. menyenangkan dalam belajar, memberikan pujian yang wajar terhadap keberhasilan siswa, memberikan penilaian, memberi komentar terhadap hasil pekerjaan siswa, serta menciptakan persaingan dan kerjasama. Dalam. proses. belajar. mengajar,. motivasi. sangat. erat. besar. peranannya terhadap prestasi belajar. Karena dengan adanya motivasi dapat menumbuhkan minat belajar siswa. Bagi pesrta didik yang memiliki motivasi yang kuat akan mempunyai keinginan tinggi untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Motivasi sangat berperan dalam belajar, dengan motivasi inilah siswa menjadi tekun dalam proses belajar mengajar dan dengan motivasi itupula kualitas hasil belajar siswa dapat diwujudkan dengan baik. Penulis menyadari bahwa kedudukan metode demonstrasi mempunyai peranan penting terhadap motivasi siswa belajar bahasa Arab. Namun pada 19.

(20) 20. kenyataannya materi bahasa Arab cenderung tidak disukai oleh siswa. Kenyataan seperti ini membawa kesan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang sulit untuk dipelajari dibandingkan dengan bahasa lainnya, meskipun pada dasarnya bahasa Arab tidak sesulit yang dibayangkan. Hal inilah yang memotivasi penulis untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran bahasa Arab terhadap motivasi siswa kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan? 2. Bagaimana motivasi belajar bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan? 3. Bagaimana pengaruh metode demonstrasi terhadap motivasi belajar bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan?. 20.

(21) 21. C. Tujuan Penelitian Sesuai dengan masalah yang hendak di kaji tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk : 1. Untuk mengetahui penerapan metode demonstrasi dalam pelajaran bahasa Arab di kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. 2. Untuk mengetahui motivasi belajar bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. 3. Untuk mengetahui pengaruh metode demonstrasi terhadap motivasi belajar bahasa Arab siswa kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan.. D. Manfaat Penelitian 1. Kegunaan teoritis: Sebagai sarana untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan tentang pengaruh penerapaan metode demonstrasi dalam pembelajaran bahasa Arab terhadap motivasi siswa kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. 2. Kegunaan praktis: a. Bagi. pihak. mengetahui. sekolah,. sebagai. sumbangan. berharga. dalam. pengaruh penerapan metode demonstrasi dalam. 21.

(22) 22. pembelajaran bahasa Arab terhadap motivasi siswa kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan b. Bagi guru, dapat menjadi bahan masukan bagi guru khususnya guru bidang studi bahasa Arab. c. Bagi siswa, meningkatkan proses belajar dalam kelas menjadi lebih efektif dan termotivasi.. 22.

(23) 23. BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Metode Pembelajaran 1. Pengertian Metode Pembelajaran Menurut Ramayulis dalam Sitti Maryam (2013: 8), mendefinisikan: “Metode secara etimologi berasal dari bahasa Arab, dikenal dengan istilah thariqah, yang berarti langkah-langkah strategis yang dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan.” Dan secara terminology Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar (1995: 1) mendefinisikan“metode adalah suatu jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan dengan hasil yang efektif.” Berdasarkan defenisi diatas, dapat disimpulkan bahwa metode adalah seperangkat cara, jalan dan teknik yang digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran atau menguasai kompetensi tertentu yang dirumuskan. dalamsilabi mata. pelajaran. Sebagai salah satu komponen pengajaran, metode menempati peranan yang tidak kalah pentingnya dari komponen lainnya dalam kegiatan belajar mengajar.Tidak ada satupun kegiatan belajar mengajar yang tidak menggunakan metode pembelajaran. Metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan, metode yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan, 23. 9.

(24) 24. antara metode dan tujuan tidak bertolak belakang, artinya metode harus menunjang pencapaian tujuan pengajaran. Menurut B. Suryosubroto (2002:159-160) dalam memilih metode yang baik, guru harus memperhatikan hal-hal dibawah ini: a. b. c. d. e. f. g.. Sifat dari pelajaran. Alat-alat yang tersedia. Besar atau kecilnya kelas. Tempat dan lingkungan. Kesanggupan guru. Banyak atau sedikitnya materi. Tujuan mata pelajaran. Sedangkan. pembelajaran. merupakan. upaya. terencana. dalam. membina pengetahuan, sikap, dan keterampilan anak didik melalui interaksi dengan lingkungan belajarnya.Pelaksanaan pembelajaran secara formal terdapat dua unsur yang terlibat didalamnya, yaitu guru sebagai penyampai pesan dan siswa sebagai penerima pesan.Oleh karena itu guru dituntut agar dapat berperan sebagai organisator yang baik dan dapat member pembelajaran yang optimal. Rasulullah SAW. merepresentasikan dan mengekspresikan apa yang ingin. diajarkan. melalui. tindakannya. dan. kemudian. menerjemahkan. tindakannya ke dalam kata-kata. Bagaimana memuja Allah swt., bagaimana bersikap sederhana, bagaimana duduk dalam salat dan do’a, bagaimana makan, bagaimana tertawa, dan lain sebagainya, menjadi acuan bagi para sahabat, sekaligus merupakan materi pendidikan yang tidak langsung. Mendidik dengan contoh (keteladanan) adalah satu metode pembelajaran 24.

(25) 25. yang dianggap besar pengaruhnya. Segala yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. dalam kehidupannya, merupakan cerminan kandungan Alquran secara utuh, sebagaimana firman Allah swt. berikut:. ‫ﻟﻘد ﻛﺎن ﻟﻛم ﻓﻲ رﺳول ﷲ أﺳوة ﺣﺳﻧﺔ ﻟﻣن ﻛﺎن ﯾرﺟو ﷲ واﻟﯾوم اﻵﺧر وذﻛر ﷲ ﻛﺛﯾرا‬ Terjemahnya: “ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang. baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. 33: 21). Uswatun hasanah pada ayat di atas adalah perbuatan baik yang dapat dicontoh. Dengan demikian, keteladanan menjadi penting dalam pendidikan, keteladanan. akan. menjadi. metode. yang. ampuh. dalam. membina. perkembangan anak didik. Keteladanan sempurna, adalah keteladanan Rasulullah SAW., yang dapat menjadi acuan bagi pendidik sebagai teladan utama, sehingga diharapkan anak didik mempunyai figur pendidik yang dapat dijadikan panutan. Adapun metode pembelajaran adalah cara guru membelajarkan siswa dengan sistematis, efektif, dan efisien, cepat dan tepat serta dapat dipahami dan dicerna dengan mudah oleh siswa. Ahmad SabridalamIrwan (2012:8), mengemukakan pengertian metode pembelajaran yaitu: Metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknis penyajian bahan pelajaran yang akan digunakan oleh siswa pada saat menyajikan bahan pelajaran, baik secara individual maupun secaara kelompok.. 25.

(26) 26. Agar tercapainya tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan, seorang guru harus mengetahui berbagai metode yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi. Uraian tentang metode pembelajaran diatas, menjelaskan tentang cara guru menyampaikan atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa agar tercapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan baik penyampainnya itu bersifat individual maupun kelompok. Untuk mencapai hasil yang diharapkan, hendaknya guru dalam menerapkan metode terlebih dahulu melihat situasi dan kondisi yang paling tepat untuk dapat diterapkannya suatu metode tertentu, agar dalam situasi dan kondisi tersebut dapat tercapai hasil proses pembelajaran dan membawa peserta didik kearah yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Dalam hal ini salah satu metode pembelajaran yang digunakan adalah metode demonstrasi. 2. Pengertian Metode Demonstrasi Dan WinaSanjaya (2006: 152) mengemukakan bahwa: Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekedar memperhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Dengan metode demonstrasi proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna, juga siswa dapat mengamati dan memperhatikan apa yang diperlihatkan selama pelajaran berlangsung.. 26.

(27) 27. a. Manfaat Metode Demonstrasi Sahabuddin dkk (2007: 70) Metode demonstrasi memiliki beberapa manfaat, yaitu: 1) Membantu siswa memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh perhatian. 2) Memudahkan berbagai jenis penjelasan karena menggunakan bahasa yang lebih terbatas. 3) Menghindari verbalisme. 4) Memberikan keterampilan tertentu. 5) Meningkatkan pemahaman para peserta tentang materi yang dipelajari. 6) Peserta didik dapat mengamati secara lebih jelas tentang proses sesuatu yang dipelajari. b. Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi Sebagai suatu metode pembelajaran, demonstrasi memiliki beberapa kelebihan yang dikemukakan oleh WinaSanjaya (2006: 153), diantaranya: 1) Melalui metode demonstrasi terjadinya verbalismeakan dapat dihindari, sebab siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan. 2) Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi. 3) Dengan mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran. Disamping beberapa kelebihan, metode demonstrasi juga memiliki beberapa kekuranganRoestiyah N.K dan Yumiati Suharto (1985 : 85), diantaranya: 1) Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang memadai demonstrasi 27.

(28) 28. bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi. 2) Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan ceramah. 3) Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih professional. Disamping itu demonstrasi juga memerlukan kemauan dan motivasi guru yang bagus untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa. c. Langkah-Langkah Menggunakan Metode Demonstrasi Adapun langkah-langkah dalam penerapan metode demonstrasi yaitu: 1) Tahap persiapan Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan,Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar (1995: 51) antara lain: a). b). c). Merumuskan tujuan yang jelas dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat dicapai dan dilaksanakan oleh siswa sendiri sesudah proses demonstraasiberaakhir. Tujuan ini meliputi beberapa aspek seperti aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan tertentu. Mempersiapkan garis-garis besar setiap langkah suatu demonstrasi yang akan dilakukan. Garis-garis besar langkah demonstrasi diperlukan sebagai panduan untuk menghindari kegagalan atau guna menambah hal-hal yang masih kurang atau terlupakan. Melakukan uji coba demonstrasi. Uji coba meliputi segala peralatan yang diperlukan. 2) Tahap pelaksanaan a) Langkah pembukaan. Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, Made Pidarta (1990: 67-68) diantaranya: 28.

(29) 29. 1) Menyiapkan segala perlengkapan demonstrasi dalam kelas. 2) Mengatur tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan. 3) Menujukkan materi dan topik yang akan dibahas serta alatalatyang akan dipakai untuk mendemonstrasikannya. 4) Mengemukakan tujuan yang akan yang harus dicapai oleh siswa. 5) Mengemukakan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh siswa, misalkan siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi. 6) Menyelidiki keefektifan penggunaan metode ini untuk mencapai tujuan. b) Langkah pelaksanaan demonstrasi, W. James Popham dan Eva L. Baker (2008: 87-88) sebagai berikut: 1) Memulai demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki sehinggamendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi. 2) Menciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan. 3) Menyelidiki bahwa semua mengikuti jalannya demonstrasi dengan memperhatikan reaksi seluruh siswa. 4) Memberikan kesempatan siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu. c) Langkah mengakhiri Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri, WinaSanjaya (2006: 154) 1) Memberi kesempatan kepada siswa mengajukan pertanyaan berkaitan dengan demonstrasi yang dilakukan. 2) Menunjukkancontoh-contoh lain yang ada hubungannya dengan proses demonstrasi yang dilakukan. 3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba melaksanakan demonstrasi sendiri. 4) Menyimpulkan apa yang sudah didemonstrasikan.. 29.

(30) 30. 5) Memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya denganpelaksaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Dari gambaran diatas diharapkan dapat meningkatkaan efektifitas dan efisiensi. pembelajaranbahasa. meningkatkan. motivasi. Arab.Untuk. belajarnya,. membantu. dengan. siswa. menggunakan. dalam metode. demonstrasi dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dengan siswa melakukan percobaan yang ditunjang oleh alat peraga, dengan harapan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. 3. Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab Bahasa Arab adalah sebuah bahasa semitik yang muncul dari daerah yang sekarang termasuk wilayah Arab Saudi, yang dipelajari tidak hanya oleh penduduk diwilayah Arab Saudi saja, tapi juga diwilayah negara lainnya. Karena bahasa Arab merupakan bahasa umat manusia yang telah dianugerahkan oleh Allah untuk berkomunikasi dengan hambanya, Nabi Muhammad Saw., yang digunakan sebagai Al-qur’an dan hadits yang sampaikepada umat islam dan telah tersebar keseluruh penjuru dunia dengan perantara agama, ilmu pengetahuan dan budaya. Bahasa Arab memiliki keistimewaan dan karakteristik yang tidak dimiliki oleh bahasa-bahasa lainnya, adapun keistimewaan dan karakteristik tersebut, Abd. Karim (2012 : 2-9) sebagai berikut: a. Bahasa Arab memiliki banyak sinonoim. b. Bahasa Arab adalah bahasa Alquran. 30.

(31) 31. c. Bahasa Arab memuat lebih kaya akan bunyi. d. Bahasa Arab dengan kosa kata. e. Dalam bahasa Arab pembentukan satu perkataan boleh menunjukkan kepada beberapa makna. f. Aspek huruf, dalam bahasa Arab satu huruf melambangkan satu bunyi. g. I’rab, yakni perubahan akhir satu kata. h. Jumlah ismiyah dan jumlah fi’liyah. i. Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah muthabaqah (kesesuaian), misalnya mubtada’ dan khabar harus sesuai dari segi bilangan antara mufrad, mutsanna, dan jamak. Pembelajaran. bahasa. Arab. merupakan. upaya. membangkitkan. keterampilan berkomunikasi lisan dan tulisan untuk memahami dan mengungkapkan imformasi, pikiran dan perasaan serta mengembangkan ilmu pengetahuan umum dan sosial budaya.Pada mata pelajaran bahasa Arab yang dikembangkan di sekolah yang berfungsi sebagai sebagai bahasa agama dan ilmu pengetahuan, disamping sebagai alat komunikasi.Oleh sebab itu, upaya pembelajaran bahasa Arab diarahkan tidak terpisahkan dengan bidang-bidang studi agama dan umum dengan penekanan pencapaian target kompetensi kemampuan membaca teks-teks keagamaan dan bidang keilmuan lainnya. Hasyim. Haddade. (2011:84). mengemukakan. ruang. lingkup. pembelajaran bahasa Arab, meliputi: a. Unsur-unsur kebahasaan yang terdiri atas tata bahasa, kosa kata, pelafalan dan ejaan. b. Keterampilan berbahasa yang meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. c. Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan maupun tulisan.. 31.

(32) 32. Dan menurut Agin (2013 :4) prosedur metode demonstrasi yang harus dilakukan dalam pembelajaran adalah: 1. Mempersiapkan alat bantu yang akan digunakan dalam pembelajaran. 2. Memberikan penjelasan tentang topik yang akan didemonstrasikan. 3. Pelaksanaan demonstrasi bersamaan dengan perhatian dan peniruan dari siswa. 4. Penguatan terhadap hasil demonstrasi. Dan adapun langkah-langkah penyajian metode demonstrasi dalam pembelajaran bahasa Arab, Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar (1997 :154), yaitu: 1) Guru memulai penyajian materi secara lisan, mengucapkan satu kata dengan menunjuk bendanya, atau gambar, memperagakan sebuah gerakan atau mimik wajah, setelah itu siswa menirukan berkali-kali sampai benar pelafalannya dan faham maknanya. 2) Setelah guru merasa siswa sudah dapat menguasai materi yang disajikan, baik dalam pelafalan maupun pemahaman makna, siswa diminta membuka buku teks. Guru memberikan contoh bacaan yang kemudian siswa diminta membaca secara bergantian. 3) Guru membacakan bacaan-bacaan bahasa Arab di depan kelas atau menggunakan kaset/video, siswa mendengarkan atau memperhatikan kalimat-kalimat yang diperdengarkan. 4) Kemudian Siswa diminta untuk mencoba mengucapkan kalimatkalimat yang telah diperdengarkan. 5) Menjawab secara lisan pertanyaan atau latihan yang ada dalam buku, dilanjutkan dengan mengerjakannya secara tertulis. Dengan metode demonstrasi ini, guru dalam mengajar langsung mempraktekkan atau memperagakan dan menjelaskan suatu materi dengan menggunakan alat peraga sehingga dapat menciptakan suasana atau hubungan baik dengan siswa oleh karena itu ada keinginan dan kemauan dari siswa untuk menyaksikan apa yang didemonstrasikan. 32.

(33) 33. B. Motivasi 1. Pengertian Motivasi Curzon dalam Sahabuddin (2007: 135) mendefinisikan : Motivasi berasal dari katamovere yang didefinisiakan oleh ahli-ahli psikologi sebagai gejala yang meliputi dorongan dan perilaku mencari tujuan pribadi, kecenderungan untuk melakukan kegiatan yang berawal dengan stimulus atau dorongan yang kuat dan berakhir dengan respons penyesuaian yang tepat, yang membangun, mengatur dan menunjangpola perilaku. Adapula yang menjelaskan bahwa motivasi bersal dari kata motive yang artinya dorongan atau kehendak, yang menyebabkan timbulnya semacam kekuatan sehingga seseorang bertindak atau bertingkah laku.motif itu mempunyai tujuan yang dalam psikologi disebut incentive, yang dapat didefinisikan dengan tujuan yang menjadi arah suatu kegiatan bermotif. Misalnya orang yang sudah satu hari tidak makan, motifnya adalah lapar, insentifnya adalah makan. Oleh karena perilaku itu dilatar belakangi oleh suatu motif, ia disebut juga “perilaku bermotif” yang dapat diartikan dengan tingkah laku yang dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan dan diarahkan pada pencapaian suatu tujuan, yakni kepuasan. Dan Agus Suprijono (2009:163) mengemukakan bahwa : Motivasi adalah dorongan internal dan eksternal pada peserta didik yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan perilaku atau proses yang member semangat belajar, arah, dan kegiatan perilaku, artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama. Dalam kegiatan belajar maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya pengerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.. 33.

(34) 34. Motivasi menurut Mc. Donald dalam sardiman (1994:87) adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan Mc. Donald tersebut mengandung tiga elemen penting, yaitu: 1. Motivasi mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. 2. Motivasi ditandai dengan rasa/feeling afeksi seseorang. 3. Motivasi akandirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi adalah daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu perbuatan belajar, atau motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif pada saat-saat tertentu terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan/mendesak. Thursan Hakim (1992: 28-29) mengemukakan: Dalam menumbuhkan motivasi belajar tidak hanya timbul dari dalam diri siswa tetapi juga berasal dari luar.Yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. a. Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri pribadi itu sendiri tanpa adanya pengaruh dari luar individu. Misalnya seorang siswa menekuni pelajaran bahasa Arab karena ia memang senang dan menguasai pelajaran tersebut. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan motivasi intrinsik adalah: 1. Adanya kebutuhan. 2. Adanya pengetahuan tentang dirinya sendiri. 3. Adanya cita-cita. b. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah motif yang mendorong seseorang melakukan kegiatan tertentu, tetapi motif tersebut terlepa atau tidak berhubungan langsung dengan kegiatan yang ditekuninya. Misalnya seorang mahasiswa memasuki fakultas agama islam hanya karena memenuhi keinginan orang tuanya, sedangkan mahasiswa tersebut tidak menekuninya. Motivasi ekstrinsik dipengaruhi oleh insentif. 34.

(35) 35. eksternal seperti imbalan dan hukuman.Misalnya murid belajar keras dalam menghadapi ujian untuk mendapatkan nilai yang baik. Dari penjelasan tentang kedua motif tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi intrinsik itu lebih signifikan bagi siswa karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain. Meskipun begitu, motivasi ekstrinsik juga mempunyai manfaat yang tidak sedikit.Setidak-tidaknya dengan adanya motivasi ekstrinsik, seorang siswa tetap terdorong untuk belajar. Motivasi intrinsik dan ekstrinsik sangat penting bagi siswa dalam proses belajar, dengan timbulnya motivasi intrinsik dapat menimbulkan semangat yang tinggi. Motivasi ekstrinsik dapat berubah menjadi intrinsik tanpa disuruh orang lain. Dengan motivasi, siswa dapat mengembangkan aktivitas-aktivitas dan inisiatif sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar. Dalam Dimyati mengutip pendapat Maslow (2002:80), mengemukakan kebutuhan akan motivasi berdasarkan lima tingkatan penting, yaitu: 1. Kebutuhan fisiologis adalah berkenaan dengan kebutuhan pokok manusia yaitu sandang, perumahan, pangan. 2. Kebutuhan akan perasaan aman adalah berhubungan dengan yang terkait fisik maupun psikis, bebas dari rasa takut dan cemas. 3. Kebutuhan sosial adalah diterima dalam lingkungan orang lain, yaitu harga diri, kesempatan untuk maju. 4. Kebutuhan akan penghargaan usaha menumbuhkan jatidiri. 5. Kebutuhan untuk aktualisasi diri adalah kebutuhan individu menjadi sesuatu yang sesuai kemampuannya.. 35.

(36) 36. Kebutuhan-kebutuhan ini hendaknya dapat dipenuhi siswa yang memiliki kebutuhan akan motivasi, akan merasa nyaman dalam belajar, dapat giat dan tekun karena berbagai kebutuhannya dapat terpenuhi. Dari beberapa penjelasan tentang motivasi, menurut Hamzah B. Uno dalam. AgusSuprijono. (2009:163). indikator. motivasi. belajar. dapat. diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Adanya hasrat dan keinginan berhasil. 2. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar. 3. Adanya harapan dan cita-cita masa depan. 4. Adanya penghargaan dalam belajar. 5. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar. 6. Adanya lingkungan belajar yang kondusif sehingga memungkinkan peserta didik dapat belajar dengan baik. 2. Fungsi Motivasi Sahabuddin (2007: 143-144) mengemukakan Perilaku tidak sekedar terjadi begitu saja tanpa tujuan, tetapi timbul dalam menyambut motif-motif seseorang.Pandangan ini sejalan dengan teori yang berpendapat bahwa perilaku manusia itu bertujuan (purposive), terarah kepada tujuan yang dianggap dapat memuaskan kebutuhannya.Untuk dapat memahami motif manusia, diperlukan apresiasi terhadap keinginan dasar yang ada dalam diri setiap setiap manusia yang normal.Semua teori belajar, apakah itu secara tersirat atau tersurat mengikuti betapa pentingnya motivasi dalammenentukan perilaku seseorang. Pada umumnya para ahli mengakui bahwa motivasi itu bekerja menurut tiga fungsi penting, yaitu: a. Fungsi memberikan kekuatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berprestasi lebih tinggi dari pada siswa yang kurang berprestasi.Dalam mengejar suatu tujuan, seseorang bisa dihinggapi kebosanan, kejenuhan yang mengarah kepada keputusasaan. Dengan bangkitnya motivasi, apakah itu melalui proses dari dalam atau dari luar, semua penghambat dapat diatasi seolah-olah menghilangkan kebosanan, kejenuhan bahkan keputusasaan. Tidak kurang pentingnya pengaruh dari luar yang memberikan pencerahan. 36.

(37) 37. sehingga motivasi yang tadinya pasif kini bangkit mengatasi semua hambatan. b. Fungsi Menyaring Motivasi tidak bekerja serampangan, tetapi memiliki objek-objek sesuai dengan minat atau harapan-harapan. Dalam membaca surat kabar, setiap orang memilih yang digemari untuk dibaca. Halamanolahraga banyak menarik minat para olahragawan dan remaja, halaman wanita banyak digemari oleh ibu-ibu rumah tangga, berita politik banyak digemari oleh pejabat-pejabat atau politisi. Motivasi tidak hanya menyaring apa yang akan dikerjakan, tetapi ia juga menyaring bagaimana mengerjakannya. Oleh sebab itu, dalam menghadapi suatu masalah, seseorang memiliki cara atau upaya yang berbeda untuk mengatasinya, berbeda dalam memilih prioritasnya, dan berbeda dalam menentukan pelaksanaan dan sebagainya. c. Fungsi Mengarahkan Motivasi juga berfungsi mengarahkan perilaku.Ketepatan arah dan sasaran dalam bertindak sangat penting untuk menghindari pemborosan wakrtu dan tenaga. Motivasi sebagai pengarah perilaku sangat penting dalam proses belajar. Siswa-siswa harus dibantu agar mau belajar tentang apa yang seharusnya dipelajari, pelajar tidak akan berhasil mencapai prestasi belajar sebagaimana yang diharapkan. Motivasi sebagai pembangkit energi, penyaring kegiatan, dan pengarah perilaku berhubungan erat dengan minat dan sikap.Pemisahan dari satu fungsi motivasi dari keseluruhan pola tekanan dari dalam yang mengekspresikan dirinya sendiri sebagai perilaku yang tampak tidak mungkin dilakukan.Oleh karena itu sangat penting bagi guru-guru untuk untuk meningkatkan minat dalam belajar.. 3. Upaya dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Menurut Sardiman (2000:13), ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbahkan motivasi dalam kegiatan belajar disekolah. Beberapa bentuk atau cara motivasi tersebut adalah a. Menjelaskan tujuan belajar kepeserta didik.. 37.

(38) 38. b. Hadiah, hadiah untuk peserta didik yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Disamping itu, peserta didik yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar peserta yang berprestasi. c. Saigan/kompetisi, pendidik berusaha mengadakan persaingan diantara peserta didiknya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumya. d. Pujian, pujian sudah sepantasnya peserta didik yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentu pujian yang bersifat membangun. e. Hukuman, hukuman diberikan kepada peserta didik yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar peserta didik tersebut ingin merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. f. Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar. Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal kepeserta didik. g. Membentuk kebiasaan belajar yang baik. h. Membantu kesulitan belajar peserta didik secara individual maupun kelompok. i. Menggunakan metode yang bervariasi, dan j. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dan menurut Agus Suprijono (2009: 170), motivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. Strategi yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah: a. Meningkatkan rasa percaya diri. Memberikan peserta didik dukungan intruksional dan emosional yang mendorong mereka untuk menjalani pembelajaran dengan penuh percaya diri dan sedikit kecemasan. b. Menggunakan kesesuaian optimal. Mengembangkan dan mempertahankan kesesuaian optimal antara apa yang ditugaskan pada peserta didik dengan tingkat kemamouan mereka. c. Menyusun materi pembelajaran kedalam bagian-bagian lebih kecil sehingga peserta didik tidak dituntut untuk mempelajari terlalu banyak konsep baru sekaligus. d. Memberikan umpan balik kepeserta didik agar mereka mengetahuinpemahaman dan prestasi belajarnya.. 38.

(39) 39. Siswa yang memiliki motivasi belajar akan bergantung pada apakah aktivitas tersebut memiliki isi yang menarik atau proses yang menyenangkan, dan siswa akan memperhatikan pelajaran yang disampaikan, membaca materi materi sehingga bisa memahaminya, dan menggunakan strategistrategi belsajar tertentu yang mendukung. Intinya, motivasi belajar melibatkantujuan-tujuan belajar dan strategi yang berkaitan dalam mencapai tujuan belajar tersebut. 4. Motivasi Belajar pada Anak Berbakat Menurut Sardiman (2006:83), karakteristik perilaku belajar dengan motivasi tinggi yang dimiliki oleh anak yang berbakat, yaitu: a. Konsisten dalam menyelesaikan tugas. b. Ulet menghadapi kesulitan. c. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah. d. Lebih senang bekerja mandiri. e. Tidak cepat bosan terhadap tugas-tugas yang rutin. f. Dapat mempertahankan pendapatnya. g. Tidak cepat menyerah terhadap hal yang diyakini. Motivasi belajar adalah dorongan yang ada pada seseorang untuk melakukan kegiatan belajar. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi, cenderung. menunjukkan. semangat. dan. kegiatan. dalam. mengikuti. pembelajaran, mereka tampak lebih menaruh perhatian yang baik dikelas maupun diluar kelas. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan lebih tekun, bersemangat, dan memiliki ambisi yang lebih tinggi dalam mencapai prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang kurang atau tidak memiliki motivasi belajar. 39.

(40) 40. Mereka yang tidak memiliki motivasi dalam belajar akan kelihatan kurang. atau. tidak. bersemangat. dalam. belajar. maupun. mengikuti. pembelajaran dikelas, tidak menaruh perhatian terhadap materi pelajaran yang dipelajari, dan tidak berpartisipasi aktif dalam belajar. Kondisi siswa yang. kurang. memiliki. motivasi. belajar. sudah. tentu. tidak. mampu. menghasilkan prestasi yang memuaskan. Siswa cenderung tidak memiliki minat untuk mempelajari mata pelajaran bahasa Arab karena kurangnya motivasi yang diberikan guru pengajar dalam proses belajar mengajar. C. Hipotesis Sebagai indikator dari latar belakang dan permasalahan yang telah dipaparkan diatas maka penulis mengajukan hipotesis sebagai jawaban teoritis dari penelitian ini sebagai berikut: Terdapat pengaruh Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mkminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan.. 40.

(41) 41. BAB III. METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis pada proposal ini bersifat penelitian survey, yaitu untuk membuat pengamatan secara sestematis, faktual,dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu,. dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yakni pendekatan. yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat diperoleh dengan menggunakan prosedur statistik atau dengan cara lain dari pengukuran.. B. Lokasi dan Objek Penelitian Adapun lokasi penelitian ini adalah di SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan, dengan dasar dan pertimbangan bahwa di lokasi tersebut representative dengan judul yang akan diteliti.Adapun objek penelitian ini adalah motivasi belajar. siswa kelas. VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan.. C. Variabel Penelitian Dengan. melihat. judul. diatas. Pengaruh. demonstrasi dalam pembelajaran bahasa Arab. penerapan. metode. terhadap motivasi siswa. kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah 41. 27.

(42) 42. Sulawesi Selatan, maka terdapat dua variabel yaitu variabel bebas (x) adalah metode demonstrasi sedangkan variabel terikat (y) adalah Motivasi. D. Defenisi Operasional Variabel Untuk. menghindari. kesalahpahaman. dan. untuk. menyamakan. presepsi, maka terlebih dahulu penulis mengemukakan defenisi operasional variabel agar tidak terjadi penafsiran yang keliru. 1. Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya atau tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. 2. Motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, mengarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar terdorong untuk bertindak atau melakukan sesuatu sehingga tercapai hasil atau tujuan tertentu atau motivasi adalah keseluruhan daya penggerak yang timbul baik dari dalam maupun dari luar diri siswa yang menimbulkan keinginan untuk belajar sehingga mencapai hasil belajar yang optimal.. E. Populasi dan Sampel 1. Populasi Untuk mengetahui lebih jelas mengenai populasi, terlebih dahulu penulis memberikan pengertian populasi berdasarkan rumusan yang dikemukakan oleh penulis, yaitu sebagai berikut:. 42.

(43) 43. Menurut Margono (2007: 119) mengatakan bahwa: Populasi adalah seluruh objek yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan populasi berhubungan dengan data, bukan manusianya, kalau setiap manusia memberikan suatu data, maka banyaknya ukuran populasi sama dengan banyaknya manusia.. Sugiyono (2011: 117) mengatakan bahwa: “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang dijadikan sumber data yang memiliki karakteristik penelitian yang terdapat dilokasi penelitian. Dalam hal ini yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan yang berjumlah 181 orang dan 2 Guru Bidang studi Bahasa Arab. 2. Sampel Setelah melihat populasi dalam penelitian ini, maka langkah berikutnya adalah menentukan sampel. Menurut Riyanto dalam Musfiqon (2011: 52) “sampel adalah bagian dari populasi”.. 43.

(44) 44. Sugiyono (2011 : 118) mengatakan bahwa : Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi, bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Menurut SuharsimiArikunto (2006: 134) bahwa: “Apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.Tetapi, jika jumlah subjeknya besar, dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih”. Jadi dalam penentuan penelitian tidak selamanya perlu meneliti secara keseluruhan populasi, karena hal tersebut membutuhkan dana, memiliki waktu yang agak lama serta pertimbangan keterbatasan yang dimiliki peneliti. Adapun sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah pengambilan bentuk teknik acak atau random sampling, pada teknik ini, semua anggota dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Karena jumlah populasi 181 orang maka penulis mengambil 25% dari siswa yang terdapat pada kelas VIII, sehingga sampel yang dibutuhkan 45 siswa. F. Instrumen Penelitian Penelitian menggunakan instrumen, penelitian sebagai alat bantu agar kegiatan penelitian berjalan secara sistematis dan terstruktur, dalam. 44.

(45) 45. pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara antara lain sebagai berikut: 1. Pedoman wawancara / interview Yaitu menggunakan pedoman wawancara tidak terstruktur, yakni pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. mengenai pengaruh penerepan metode demonstrasi dalam penbelajaran bahasa Arab terhadap motivasi siswa kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. 2. Daftar Angket Dengan menggunakan kuesioner tertutup, yakni sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. 3. Pedoman observasi Yaitu melihat kejadian, gerak atau proses, kondisi siswa kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selata, dengan menggunakan alat bantu seperti kamera, video. 4. Catatan Dokumentasi Mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa buku-buku, absensi, peraturan-peraturan, notulen rapat, absensi siswa, perangkatperangkat pembelajaran dan semacamnya. G. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik dan metode untuk mengumpulkan data sebagai berikut:. 45.

(46) 46. 1. Wawancara Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Wawancara ini digunakan untuk mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam untukmlebih mempertajam penelitian sehingga hasil penelitian lebih jelas. 2. Angket Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respons sesuai dengan permintaan pengguna. Teknik ini digunakan untuk memperoleh informasi yang lengkap dari responden mengenai pengaruh penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran bahasa Arab terhadap motivasi siswa kelas VIII SMP Ummul Mukminin Makassar. 3. Observasi Observasi adalah melakukan pengamatan langsung keobjek penelitian untuk melihat dekat kegiatan yang dilakukan.Observasi ini dilakukan untuk mengamati secara langsung kondisi siswa dan guru bidang studi bahasa Arab kelas VIII SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. 4. Dokumentasi Dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data lansung dari tempat penelitian meliputi buku-buku, absensi, peraturan-peraturan, perangkatperangkat pembelajaran dan semacamnya. 46.

(47) 47. H. Teknik Analisis Data Untuk mengolah data menjadi sebuah pembahasan, maka peneliti menganalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, yaitu data yang diperoleh. di. lapangan. yang. telah. terkumpul. dideskripsikan. untuk. menggambarkan tentang pengaruh penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran bahasa Arab terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMPPondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. Adapun rumus yang akan digunakan adalah: Rumus : P=. F × 100% N. F. : Frekuensi yang sedangdicaripersentase. N. : banyaknyaresponden. P. : Hasil atau skor yang diperoleh. Keterangan :. 47.

(48) 48. BAB IV. HASIL PENELITIAN. A. KONDISI OBJEKTIF LOKASI PENELITIAN 1. Selayang Pandang SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan Dalam era globalisasi ini, manusia senantiasa dituntut untuk memiliki pengetahuan, keterampilan yang handal dan berjiwa besar,sehingga dapat berkompotisi dalam masyarakat global. pendidikan pada dasarnya mengarah pada tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Universitas. Muhammadiyah. Makassar. sebagai. lembaga. pendidikan Islam tentunya juga memiliki tanggung jawab besar dalam menyukseskan Pendidikan nasional. Untuk itu Universitas Muhammadiyah Makassar bekerja sama dengan Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan sebagai laboratorium sekolah bagi mahasiswa. Universitas. Muhammadiyah 34. 48. Makassar. dalam. praktikum.

(49) 49. akademik. Pendirian Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan dilontarkan dalam sebuah rapat Pimpinan Wilayah Sulawesi Selatan tanggal 8 Maret 1981 oleh ibu Dra. Hj. Ramlah Aziez yang ketika itu selaku ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan berhasil mendapatkan sebidang tanah wakaf dari Almarhumah Ibu Hj. Athirah Kalla, seluas 2 Ha dikelurahan Sudiang Kecamatan Biringkanaya. Penyerahan tanah secara resmi dilakukan dihadapan peserta rapat kerja Wilayah ‘Aisyiyah Sul-Sel yang dihadiri oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah se-Sulawesi Selatan pada tanggal 1 Dzulqaiddah 1401 H bertepatan dengan 30 Agustus 1981 di Ujung Pandang. Namun dalam perjalanan selanjutnya, Bapak Drs. H.M. Yusuf Kalla, selaku ahli waris Almarhumah Hj. Athirah Kalla memandang lokasi di kelurahan Sudiang itu tidak strategis, karena berdekatan dengan bandara Hasanuddin, maka tanah tersebut dipertukarkan dengan tanah yang berlokasi di kelurahan Bulurokeng kecamatan Biringkanaya yang luasnya kira-kira 2 hektar. Acara pertukaran tanah wakaf ini dilaksanakan pada tanggal, 1 Muharram 1404 H bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1983, pihak ahli waris diwakili oleh Bapak Drs. H. Muh. Yusuf Kalla sedangkan pihak Pimpinan Wilayah Sulawesi Selatan diwakili oleh ibu Hj. St. Musyawarah Musa, SH, MS, yang juga sebagai ketua Pimpinan Wilayah pada saat itu. Acara tersebut disaksikan oleh para anggota Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sul49.

(50) 50. Sel, para ahli waris almarhumah Hj. Athirah Kalla, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Camat Biringkanaya dan sejumlah undangan. Berkat kerja keras dari panitia maka pada tahun 1984 diatas tanah wakaf ini dimulailah pembangunan sebuah Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan .Dan Alhamdulillah pada tahun 1987 Pondok Pesantren ini mulai menerima santri baru yang pada saat itu berjumlah 17 orang. Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan sejak dibukanya hingga sekarang ini telah berjumlah 1112 orang. Dan telah dipimpin oleh tiga orang direktur.Pada awal berdirinya pondok ini dipimpin oleh Ibu Dra.Hj. Ramlah Aziez sebagai direktur pertama hingga wafatnya tahun 1988, kemudian dilanjutkan oleh Al-Ustadz KH.Abdul Malik Ibrahim sebagai direktur kedua hingga wafatnya, 31 Mei 2001.Dan selanjutnya dipimpin oleh Drs. K.H. Jalaluddin Sanusi sebagai direktur yang ketiga hingga sekarang. Adapun Visi dan. Misi SMP Pondok Pesantren Putri Ummul. Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. a. Visi Unggul dalam ketaqwaan, intelektualitas, kemandirian, dan kepeloporan dalam amal Ma’ruf Nahi Munkar yang berlandaskan Alquran dan As-Sunnah.. 50.

(51) 51. b. Misi 1) Mempersiapkan peserta didik yang bertaqwa kepada Allah Swt. dan berakhlak mulia 2) Mempersiapkan. peserta. didik. menjadi. manusia. yang. berkepribadian, cerdas, terampil, berkualitas dan berprestasi 3) Mempersiapkan peserta didik menjadi kader- kader yang istiqamah dan bertanggung jawab dalam melaksanakan amar ma’ruf dan nahi mungkar serta mampu melanjutkan amal usaha Muhammadiyah/ Aisyiyah khususnya dan amal usaha umat Islam pada umumnya. 4) Membekali peserta didik dengan life skiil dan vocational skill yang memadai untuk hidup layak dan mandiri 5) Menanamkan peserta didik sikap ulet dan gigih dalam berkompetisi secara sehat dan mampu beradabtasi dengan lingkungan. 6) Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 2. Keadaan Guru dan Siswa a. Keadaan Guru Guru dan siswa adalah dua komponen yang tidak bisa dipisahkan, keduanya saling mendukung dan melengkapi. Guru sebagai pendidik, pembimbing, dan pengarah dalam proses pembelajaran sedangkan. 51.

(52) 52. siswa yang menjadi objek kerja seorang guru. Keberhasilan yang didapatkan oleh seorang siswa sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya. Para guru yang mengabdi di SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan sebanyak 79 orang. Adapun nama-nama guru yang mengabdi di SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan dapat dilihat pada tabel berikut :. Tabel 1 DAFTAR GURU MENURUT SEKOLAH TAHUN 2013/2014 SMP PONDOK PESANTREN PUTRI UMMUL MUKMININ AISYIYAH NO 1 2 3 4 5 6 7. 8. NAMA/NIP Drs. H. Abd Kadir Amdani NBM. 503 805 Drs. H. Muh. Asrar M.Pd. I Nip. Dra. St. Raodah Rauf NUPTK. 3050741643300050 Tauhid, S.Ag NUPTK. 0753754656200042 Basdiana, SE Nip. Puji Pratiwi, S.Si Nip. A. Suhadah S.Ag Nip. 9954746650300002. JABATAN Kepala Sekolah. H. Marjani, SS NUPTK. 903775565300073. Kord. LAB Bahasa. 52. Wakasek Kurikulum Wakasek Kesiswaan Kepala TU Staf TU Staf TU Kepala Perpustakaan.

(53) 53. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27. Suraedah S.Kom NUPTK. 6541754655300023 Daulah Mawardi S. Ag NUPTK. 814676658300073 Muslimah Jalaluddin S. Pd. I Nip. Dra. St. Harming Ahmad NUPTK. 7563742645300063 Rusmiati. S. Ag Nip. Nurmiyati Halim,S. Ag NUPTK. 7834751633000062 Nur Wahidah Illijas, S. Ag NUPTK. 2537754656300003 Dra. Raodah rauf NUPTK.3050741643300050 Sunarti, S. Ag NUPTK.1444375565300002 Nurmi alam bakri s. Ag NUPTK.1554751652300042 Dra. Nursema sake Nip. 131926189 A. Suhadah S. Ag NUPTK. 995476650300002 Sudir Nyengka, BA NUPTK. 5938736650300002 Dra. Siti sabriyani saleh Nip. 150304744 H. Siti Zohra Marzuki Nip. Drs. H. Wagiman NUPTK. 6442744668200033 Andi Hadi Ibrahim Ss. Mag Nip. Tauhid S. Ag NUPTK. 0753754656200042. 53. Kord. LAB Komp Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru Guru.

(54) 54. 28. Dra. Hj. Maemunah NUPTK.8563741644210480 Hj. Marjani, SS NUPTK. 9037755656300073 Erna, SS NUPTK. 7439753655300043 Dra. Mahirah. AP Nip.131640923 Muh. Zaelani S. Ip Nip. Athifah Noor, S.Pd.i Nip.. Guru. 34. Drs. Muh Taufan Nip. 196312311994121011. Guru. 35. Drs. Ahmad Nip. 196504261997021002. Guru. 36. Mulyana S. Pd, M. Pd Nip. 1947761662300002. Guru. 37. Muskilaturahmi, S. Pd NUPTK. 9357753655300053. Guru. 38. Mu’aliyah H Asnawi SS Nip.. Guru. 39. St. Khadijah S. Pd Nip.. Guru. 40. Rabiatul Adawiyah S. Pd Nip.. Guru. 41. Masriyah S. Pd Nip. Sahidah S. Pd Nip. 131678972. Guru. Andi Wafiyah S. Ag Nip. 580057677. Guru. 29 30 31 32 33. 42. 43. Guru Guru Guru Guru Guru. Guru. 54.

(55) 55. 44. Sabilah Sabah Jam’an S. Ag NUPTK. 1462754300063. Guru. 45. Muh Ismail Said. SS Nip.. Guru. 46. Drs. Lasappe Nip. 1314445118. Guru. 47. Nur Maya Ningsih S. Pd Nip.. Guru. 48. H. Murdhang. S. Pd Nip. 131568636. Guru. 49. Dra. H. Herawaty Nip. 13141681. Guru. 50. Dra. H. Rosnaeni Abu Nip. 131416826. Guru. 51. Dra. H. Jumriani Nip. 132058956. Guru. 52. Hj. Dana Nier. M. Pd Nip.. Guru. 53. Dita Eliana Artha. M. Pd Nip.. Guru. 54. Gustina, S. Pd Nip.. Guru. 55. Fatimah, S. Pd Nip.. Guru. 56. Ratnawati, S. Pd Nip.. Guru. 57. Ernawati, S. Pd Nip.. Guru. 55.

(56) 56. 58. Musliana. Ag, S. Pd Nip.. Guru. 59. Muh. Alimin Tahiyat, BA Nip.. Guru. 60. Anita Taurisia Putri, SE Nip.. Guru. 61. Muthmainnah, SE Nip.. Guru. 62. Ismaniar, S. Pd NUPTK. 4738756657300053. Guru. 63. St. Maryati Rasyid, S. Pd NUPTK. 6736747649300120. Guru. 64. Andi Hasyuni, S. Pd NUPTK. 5034750651300030. Guru. 65. Nur Indah Sasmita, S. Pd Nip.. Guru. 66. Ratna Sari, S. Kom Nip.. Guru. 67. Suraedah, S. Kom NUPTK. 6541754655300023. Guru. 68. Kahadiah, S. Pd. I Nip.. Guru. 69. Hernani Said, S. Pd Nip.. Guru. 70. Darmawati BM. S. Ag Nip.. Guru. 71. Drs. H. Muh. Asrar, M. Pd. I Nip.. Guru. 56.

(57) 57. 72. Dra. Hj. Andi Nurhikmawati Nip.. Guru. 73. Hj. Darna Muis, S. Ag Nip.. Guru. 74. Nur Iffah, S. Pd Nip.. Guru. 75. Darnawati, S. Pd Nip.. Guru. 76. Hajra Thurua, ST Nip.. Guru. 77. Denta Baji, S. Pd Nip.. Guru. 78. Nur Inayah, S. Hum Nip.. Guru. 79. Rosdiana, S. Sos Nip.. Guru. Sumber Data : Tata Usaha SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilyah Sulawesi Selatan b. Keadaan Siswa Siswa yang menjalani proses belajar di SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan saat ini memiliki jumlah siswa sebanyak 627 orang yang terbagi dalam 3 tingkatan kelas yang masing-masing tingkatan terdiri 1 kelas. Adapun keadaan siswa dapat dilihat pada tabel berikut:. 57.

(58) 58. Tabel 2 Keadaan Siswa SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan 2013/2014 No. Kelas. A. B. C. D. E. F. Jumlah. 1. VII. 38. 38. 38. 39. 38. 38. 229. 2. VIII. 32. 31. 32. 29. 27. 30. 181. 3. IX. 36. 34. 39. 36. 35. 36. 216. Jumlah. 627. Sumber Data: Tata Usah SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. c. Keadaan Sarana dan Prasarana Kelangsungan pendidikan tidak hanya didukung oleh tenaga pengajar dan siswa tetapi harus didukung pula oleh sarana dan prasarana belajar. Sarana dan prasarana belajar merupakan salah satu faktor pendukung dalam mewujudkan. suasana. belajar yang nyaman. dan. menyenangkan. Sarana dan prasarana dalam belajar yang memadai akan sangat membantu dalam proses pembelajaran, karena hal tersebut akan membuat siswa lebih nyaman dalam mengikuti dan memahami pelajaran yang diberikan, sehingga akan menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik.. 58.

(59) 59. Berikut ini akan digambarkan fasilitas dan sarana prasarana SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan Tabel 3 Keadaan Sarana Dan Prasarana SMP Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan 2013/2014 No. Jenis Ruangan, Gedung Sekolah. Keterangan Baik. Jumlah. Buruk. 1. Ruangan Kepala sekolah dan wakil. 1. -. 1. 2. Ruangan untuk guru-guru. 1. -. 1. 3. Ruangan kelas untuk belajar. 18. -. 18. 4. Ruangan tata usaha. 1. -. 1. 5. Wc/ Kamar kecil. 20. -. 20. 6. Aula dan ruangan pertemuan. 1. -. 1. 7. Perpustakaan. 1. -. 1. 8. Ruang BK. 1. -. 1. 9. Masjid. 1. -. 1. 10. Laboratorium IPA. 1. -. 1. 11. Laboratorium Komputer. 1. -. 1. 12. Laboratorium Bahasa. 1. -. 1. 13. R. Tungu/Tamu. 1. -. 1. 14. R. Keterampilan. 1. -. 1. 15. R.Internet. 1. -. 1. 16. Depot Air Minum. 1. -. 1. 17. Rumah Yayasan. 6. -. 6. 18. Asrama. 7. -. 7. 19. Kantin. 1. -. 1. 59.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil deskriptif variabel dan pengujian analisis data bahwa jika karyawan memperoleh pekerjaan yang lebih baik maka mereka akan pindah dari organisasi,