PENGARUH PENERAPAN METODE TEBAK KATA DISERTAI PEMBERIAN POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR
BIOLOGI SISWA KELAS X DI SMA N 1 BAYANG KAB. PESISIR SELATAN
Yuzi Septia Putri, RRP Megahati, Diana Susanti,
Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat Jurusan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat
Email : [email protected] ABSTRACT
The results studying biology class X SMA N 1 Bayang on Archaebakteria and eubacteria material are still under minimum completeness criteria (KKM). One way that can be applied by teachers to solve this problem is to apply the charades learning method with giving a power point to the learning outcomes biology class X SMA N 1 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. This study is aimed to determine the effect of the method guess word with giving a power point to the learning outcomes biology class X SMA N 1 Bayang.This research is experimental research that using randomized control group posttest-only design. The population in this study were all students of class X SMA N 1 Bayang year 2014/2015. The sampling is taken by purposive sampling technique in order to the sample are class X MIA4 as experimental class and X MIA2 as the control class. The instrument was used a written test in objective form. The analysis date use t- test with a level of 0,05. The results of the analysis of data are obtained in the experimental class learning outcomes is 80,78 and learning outcomes in the control class is 73,58 with tcount 2,8 while ttable 1,67. This means that tcount > ttable so the hypothesis is accepted. Therefore it can be concluded that the effect of the guess word method with giving power point has an influence on learning outcomes biology class X SMA N 1 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Assessment for affective domain has an average attitude assessing mode to the experimental class is 3,76 with predicat A- and the control class is 3,63 with predicate B. The scoring average of psychomotor experimental class is 3,26 with predikat B + and the control class 3,71 with predicate A-. It can be concluded that the effect of applying the guess word method with giving power point can improve learning outcomes of Biology at the cognitive and affective, while not for student psychomotor at class X in SMAN 1 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan.
Key Word : Guess word, Power point, Archaebakteria and eubacteria
PENDAHULUAN
Biologi merupakan salah satu mata pelajaran IPA yang berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami alam semesta secara sistematis, sehingga biologi bukan hanya merupakan suatu proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran guru harus pandai memilih dan menggunakan metode, pendekatan, serta model pembelajaran yang tepat, sehingga dalam pembelajaran siswa tidak hanya datang, duduk, dengar melainkan siswa harus terlibat secara aktif agar siswa tidak bosan dan proses belajarpun sesuai dengan yang diharapkan. Proses interaksi sebagai
proses belajar berlangsung dalam lingkungan sosial dimana seseorang tersebut terlibat dalam kegiatan belajar yang membutuhkan orang lain. Dalam hal ini guru dapat mengembangkan kegiatan belajar seseorang, dimana guru dalam mengembangkan kegiatan belajar seseorang adalah untuk membuat belajar itu berlangsung secara optimal. Menurut pendapat Habermas (dalam Nirwana 2005:
26) menerangkan bahwa “dalam belajar sangat dipengaruhi oleh intaraksi baik dalam lingkungan maupun dengan sesama manusia”. Dalam belajar tugas guru yang 1
paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan prilaku bagi peserta didik.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada tanggal 27 Agustus 2014 di SMA N 1 Bayang diketahui bahwa materi arcahebakteria dan eubacteria, termasuk materi yang sulit. Hal ini disebabkan karena pada materi archaebakteria dan eubacteria proses pembelajaran masih berpusat pada guru. Belum bervariasinya model yang digunakan guru serta kurangnya motivasi dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa kelas MIA1 masih dibawah KKM, dengan rata-rata nilai ulangan harian pada materi bakteri adalah 73,13; kelas MIA2 adalah 71,42; kelas MIA3 adalah 74,56; dan kelas MIA4 adalah 70,23. Nilai rata-rata siswa tersebut belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang ditetapkan sekolah, dimana KKM untuk mata pelajaran biologi di SMA N 1 Bayang adalah 80. Hal ini juga disebabkan kurang bervariasinya metode pembelajaran digunakan oleh guru, sehingga proses pembelajaran kurang menarik. Salah satu cara dan usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah adanya upaya yang dilakukan oleh guru, yaitu dengan menggunakan model-model dan metode- metode pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Guru harus kreatif dalam memilih dan menggunakan model, strategi, maupun metode yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat lebih aktif. Dan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran adalah dengan menggunakan metode tebak kata. Menurut Istarani (2012: 178) mengatakan bahwa tebak kata merupakan penyampaian materi ajar dengan menggunakan kata-kata singkat yang dibentuk dalam bentuk kartu permainan sehingga anak dapat menerima pesan pembelajaran melalui kartu. Tebak kata, mempunyai tahapan yang melibatkan dua orang siswa, dimana salah satu dari mereka menebak suatu kata yang disebutkan ciri-cirinya oleh siswa yang satunya dalam kertas berukuran kurang lebih 10x10 cm. Situasi belajar seperti bermain inilah yang
membuat siswa menjadi senang sehingga siswa menjadi lebih bersemangat dalam pembelajaran.
Metode pembelajaran tebak kata meminta siswa untuk mampu membangun pengetahuannya, sehingga dalam proses pembelajaran siswa membutuhkan sumber pembelajaran yang mendukung. Kurangnya pemberian media juga menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Untuk itu, guru dapat memberikan media pembelajaran berupa power point. Dalam proses pembelajaran siswa memerlukan media yang dapat dipelajari untuk membangun pengetahuannya. Menurut Arsyad (2005: 4) media adalah alat untuk menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pembelajaran.
Pembelajaran interaktif dengan bantuan power point diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Tampilan-tampilan yang dimanfaatkan dalam Microsoft power point diharapkan dapat memotivasi siswa dalam proses pembelajaran. Slide-slide power point disajikan dengan variasi warna dan variasi ukuran huruf serta akan dapat menarik perhatian, rasa ingin tahu, dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Berdasarkan dari uraian di atas penulis telah melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Penerapan Metode Tebak Kata disertai Pemberian Power Point terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA N 1 Bayang Kab. Pesisir Selatan”.
Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model tebak kata disertai pemberian power point terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA N 1 Bayang Kab. Pesisir Selatan.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini telah dilaksanakan di SMA N 1 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan pada bulan Agustus-November pada tahun 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Randomized Control Group Posttest Only Design. Prosedur penelitian terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksaaan, dan tahap akhir.
Penilaian kompetensi pengetahuan berupa soal pilihan ganda dengan lima options dengan 27 butir soal, yang telah diuji cobakan pada kelas yang berbeda. Penilaian
kompetensi sikap berupa lembaran observasi yang dinilai oleh satu orang observer setiap kali pertemuan. Indikator yang dinilai berupa disiplin, tanggung jawab dan peduli.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t, sebelum uji hipotesis dilakukan uji normalitas dan homogenitas variens kedua sampel merujuk pada Sudjana (2005:249). Penilaian kompetensi keterampilan yaitu berupa penilaian yang diambil dari hasil lembaran diskusi siswa pada saat proses pembelajaran dimana indikatornya yaitu kerapian, kebersihan dan kelengkapan isi. Teknik penilaian kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan berdasarkan kriteria Permendikbud No 104.
HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan pada kelas X MIA 4 sebagai kelas eksperimen dengan menerapkan metode tebak kata di sertai pemberian power point dan kelas X MIA 2 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran menggunakan metode konvensial (pembelajaran kurikulum 2013) di SMAN 1 Bayang Pesisir Selatan maka diperoleh data hasil belajar Biologi siswa.
Tabel 1: Nilai Rata-rata, Uji Normalitas, Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis, Ranah Afektif, Ranah Psikomotor Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
N o
Parameter Perlakuan Eksperim en
Kontrol 1 Rata-rata 80,78
Skor rerata 3,23
73,58 Skor rerata 2,94 2 Uji
Normalitas
L0 = 0,0144 Ltabel = 0,161
L0=0,118 9 Ltabel=0,1 49 3 Uji
Homogenita s
Fh= 0,55 Ft= 1,87 4 Uji
Hipotesis
tt= 1,67 th= 2,8 5 Ranah
Afektif
3,76 3,63 6 Ranah
Psikomotor
3,26 3,71
B. PEMBAHASAN 1. Penilaian Kognitif
Hasil penelitian yang didapatkan SMAN 1 Bayang Pesisir Selatan pada bulan Agustus - September 2014 menunjukan bahwa penerapan metode tebak kata disertai pemberian power point lebih baik dari pada hasil belajar biologi dengan menggunakan pembelajaran kurikulum 2013. Uji normalitas pada masing-masing kelas didapat Lo < Lt maka data berdistribusi normal. Uji homogenitas dengan Fh < Ft dimana Fh = 0,55 dan Ft = 1,87 yang berarti data homogen. Dari uji hipotesis yang dilakukan didapat bahwa > dimana
= 2,8 dan = 1,67 maka hipotesis diterima.
Pada kelas eksperimen nilai siswa yang diatas KKM ada sebanyak 19 orang dengan persentase ketuntasan 63,33%, sedangkan nilai siswa yang dibawah KKM ada sebanyak 11 orang dengan persentase 36,67%. Pada kelas kontrol nilai siswa yang di atas KKM ada sebanyak 11 orang dengan persentase 31,43%, sedangkan nilai siswa yang dibawah KKM sebanyak 24 orang dengan persentase 68,57%. Persentase ketuntasan pada kelas eksperimen yaitu sebesar 63,33% dengan penerapan metode tebak kata disertai pemberian power point berada pada tingkatan yang baik dalam proses pembelajaran. Hal ini didukung oleh pendapat Djamarah dan Zain (2010:107) mengatakan bahwa “ tingkatan keberhasilan tersebut dikatakan baik apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya 60% - 75%
saja dikuasai siswa. Pada kurikulum 2013 penilaian ranah kognitif diambil dari nilai rerata. Jadi pada kelas eksperimen skor rerata yang diperoleh 3,23 dan kelas kontrol 2,94. Dengan predikat untuk kelas eksperimen B+ dan kelas kontrol B.
Pada penerapan metode pembelajaran tebak kata menyebabkan siswa dapat menjadi lebih aktif dan bersemagat dalam proses pembelajaran karena mereka ingin tampil kedepan dan juga bisa mengemukan pendapat sendiri dengan kata- kata mereka sendiri ataupun melalui gerak tubuh. Sehingga pelajaran lebih bermakna dan mengasyikan yang dapat meningkatkan keinginan siswa untuk belajar dan membaca materi pelajaran. Menurut Sadirman (2011:95) “ motivasi belajar akan muncul karena ada kebutuhan dan minat”. Dengan keterlibatan siswa secara aktif dalam
pembelajaran siswa lebih memahami materi pelajaran yang diperoleh sehingga akan meningkatkan hasil belajar. Hasil belajar siswa merupakan sesuatu yang diperoleh seseorang setelah melakukan kegiatan belajar.
Dalam proses penerapan metode tebak kata juga disertai dengan pemberian media power point. Guru menampilkan gambar-gambar dari power point dan meminta siswa untuk mengamati slide-slide dari power point. Pemberian power point selama proses pembelajaran dapat memudahkan siswa untuk mengerti dan meningkatkan rasa ingin tahu siswa serta membantu daya ingat siswa terhadap materi yang dipelajari. Menurut Munadi (dalam Ayuningtyanityas, 2010) bahwa “power point, memiliki penyajian yang menarik dan pesan informasi secara visual yang mudah dipahami peserta didik “.
Menurut Istarani (2012 : 179) adapun kebaikan dari metode tebak kata adalah pembelajaran yang disampaikan lebih menarik kerana menggunakan media kartu, sehingga siswa tidak jenuh dan membosankan. dapat meningkatkan daya berpikir siswa, pembelajaran lebih berkesan, melatih siswa mnemukan jawaban.
2. Penilaian Afektif
Penilaian sikap pada kelas eksprimen dan kelas kontrol terdiri dari tiga indikator pencapaian sikap seperti disiplin, tanggung jawab dan peduli. Sikap dapat menentukan tingkat keberhasilan seseorang.
Seseorang yang memiliki sikap yang baik dalam proses menerima pelajaran akan lebih berhasil dari pada orng yang tidak memilki minat pada pelajaran. Menurut Kunandar (2013: 100) penilaian kompetensi sikap adalah penilaian yang dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap dari peserta didik yang meliputi aspek menerima atau memperhatikan (receiving atau attending), merespon atau menanggapi (responding), menilai atau menghargai (valuing),
mengorganisasi atau
mengelola(organization) dan berkarakter (karakterization). Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap siswa yang ditunjukan pada kelas eksperimen tergolong baik dengan rata-rata modus penilaian sikap 3,76 dan sikap siswa yang ditunjukan pada
kelas kontrol tergolong baik dengan kriteria 3,63.
Adapun rata-rata modus penilaian sikap per indikator yang terlihat pada lampiran 17, dimana kelas eksperimen indikator disiplin lebih tinggi yaitu 3,73 sedangkan pada kelas kontrol 3,27 karena pada kelas eksperimen disiplin siswa tersebut sangat tinggi. terlihat dari tenangnya siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung dan tepat waktunya siswa masuk kedalam kelas. Hal ini sejalan dengan pendapat Partono (2005) bahwa “disiplin dalam belajar secara langsung akan berpengaruh terhadap cara dan teknik siswa dalam belajar yang hasilnya dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapainya”.
Indikator tanggung jawab lebih tinggi pada kelas eksperimen yaitu 3,27 dan kelas kontrol 3,11. Hal ini disebabkan karena pada kelas eksperimen menggunakan metode tebak kata siswa di tuntut untuk saling bertanggung jawab antar teman dalam penyampaian kartu bersama pasangannya.
indikator peduli lebih tinggi di kelas eksperimen yaitu 3,23 sedangkan di kelas kontrol 2,86 karena pada metode tebak kata siswa diminta peduli pada temannya dengan mengarahkan pada kata-kata lain sehingga pasangannya mampu menjawab kartu sesuai dengan jawabannya. Meningkatnya aktivitas dengan menerapkan metode tebak kata disebabkan karena siswa disiplin dalam selama proses pembelajaran, bertanggung jawab dan peduli antar sesama teman.
3. Penilaian Psikomotor
Penilaian keterampilan selama proses pembelajaran dengan menerapkan metode tebak kata disertai pemberian power point dan kelas kontrol berupa laporan diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan secara umum bahwa keterampilan selama proses pembelajaran dikelas kontrol lebih baik dari pada keterampilan dikelas eksperimen.
Keterampilan siswa yang ditunjukkan pada kelas kontrol tergolong sangat baik dengan nilai 3,71. Keterampilan siswa yang ditunjukkan pada kelas eksperimen tergolong sangat baik dengan kriteria 3,26.
Menurut Kemendikbud nomor 103 (2014: 11) nilai ketuntasan kompetensi sikap dituangkan dalam bentuk predikat. Adapun predikat nilai ketuntasan kompetensi sikap
dalam bentuk predikat yakni Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K).
Rentang angka mulai dari 3,51-4,00 termasuk Sangat Baik, 2,51- 3,50 termasuk Baik, 1,51-2,50 termasuk Cukup dan rentang angka mulai dari 1,00-1,50 termasuk Kurang.
Keterampilan dalam proses pembelajaran pada kelas kontrol, per kelompok siswa terdapat 5 orang.
Sedangkan pada kelas eksperimen, per kelompok siswa hanya terdapat 2 orang.
Meningkatnya keterampilan siswa pada kelas kontrol disebabkan karena banyaknya anggota kelompok dari kelas kontrol yang memberikan pendapat dan masukan pada saat diskusi sehingga siswa dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Selain itu dalam proses pembelajaran siswa memiliki waktu yang banyak untuk menyelesaikan laporan hasil pegamatan sehingga dapat memperhatikan kerapian, kebersihan serta kelengkapan isi laporan. Menurut Kunandar (2013: 249) mengatakan bahwa ranah psikomotor adalah “ranah yang berkaitan dengan keterampilan atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Keterampilan itu sendiri menunjukkan tingkat keahlian seseorang dalam suatu tugas atau sekumpulan tugas tertentu”.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pengaruh penerapan metode tebak kata disertai pemberian power point dapat meningkatkan hasil belajar Biologi pada siswa kelas X di SMAN 1 Bayang Pesisir Selatan.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka penulis mengemukakan beberapa saran antara lain :
1. Diharapkan kepada guru biologi untuk dapat menerapkan metode tebak kata disertai pemberian power point sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar Biologi pada ranah kognitif khususnya pada materi arcahebakteria dan eubakteria
2. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat menerapkan metode tebak
kata disertai pemberian power point materi pelajaran Biologi lain yang sesuai.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, A. 2005. Media Pembelajaran.
Jakarta. : Raja Grafindo Persada.
Ayuningtyas, Risdyah. 2010. Perbedaan Antara Efektifitas penggunaan VCD dengan power point terhadap minat belajar askeb pertumbuhan dan perkembangan konsepsi.
Skripsi. Universitas Sebelas Maret : Surakarta.
www.Digilib.uns.ac.id.pdf diakses tanggal 8 Agustus 2014.
Djmarah, Syaiful Bahri & Zain, Answar.
2010. Strategi Belajar Mengajar.
Jakarta : Rineka cipta
Istarani. 2012. 58 model pembelajaran inovatif. Medan : Media persada.
Nirwana, dkk. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Padang : UNP Press.
Kunandar. 2013. Penilaian Autentik. Jakarta : Rajagrafindo Persada.
Kemendikbud. 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 104 Tahun 2014, tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah.
Partono, M. 2005. Pengruh Disiplin dan Lingkugan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi. Jurnal. UNNES : Semarang. Diakses tanggal 28 januari 2015.
Sadirman. 2011. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : RajaGrafindo Persada.
Sudjana, 2005. Metode Statistika. Bandung : Tarsito.