Judul : “Pengaruh Penerapan Strategi AMBT (Guided Reading and Thinking Activity) Terhadap Hasil Belajar Membaca Intensif dan Pemahaman Siswa Kelas IV SD Inpres Perumnas Antang II/I Kota Makassar.” Judul skripsi ini adalah Pengaruh Kegiatan Penggunaan Strategi Membaca-Berpikir Terbimbing (AMBT) Terhadap Hasil Belajar Pemahaman Membaca Intensif Siswa Kelas IV. kelas di SD Inpres Perumnas Antang II/I Kota Makassar.
Hasil Penelitian yang Relevan
Sehingga pembelajar muda membuat kesimpulan bacaan dan gagasan pokok dalam isi bacaan pada setiap paragraf perkuliahan yang dibacanya. Untuk mendapatkan gagasan pokok dalam suatu bacaan, siswa hendaknya berpikir bersama-sama dengan penulis bacaan.Biasanya gagasan pokok terletak di awal paragraf, di tengah paragraf, dan di akhir paragraf.
Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia
Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kompetensi minimal bagi peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini memberikan landasan bagi peserta didik untuk memahami dan menyikapi situasi lokal, regional, nasional, dan global.
Keterampilan Berbahasa
Latihan yang dilakukan meliputi: (a) latihan mencari letak gagasan pokok suatu paragraf (b) latihan menyebutkan gagasan pokok suatu paragraf, (c) latihan menangkap maksud suatu paragraf (d) latihan menemukan gagasan pokok dalam membaca kecepatan tinggi. Untuk menemukan gagasan pokok suatu paragraf, terlebih dahulu kita harus mengetahui fungsi paragraf tersebut, mencari gagasan pokoknya.
Tahap Straregi AMBT (Aktivitas Membaca Berpikir Terbimbing) a. Tahap Pra-baca
Ketika membaca, penulis harus ingat bahwa penempatan gagasan utama mempunyai gaya tersendiri agar lebih mudah dipahami. Paragraf merupakan salah satu cara penulis menyampaikan pemikirannya sehingga memudahkan pembaca (siswa) menemukan gagasan pokoknya.
Keterampilan Membaca
Klein (dalam Rahim, 2005:3) menyatakan pengertian membaca meliputi (1) Membaca adalah suatu proses (2) Membaca adalah suatu strategi (3) Membaca bersifat interaktif. Membaca merupakan suatu proses yang bertujuan untuk memberikan informasi dari teks dan pengetahuan yang dimiliki pembaca, yang mempunyai peranan besar dalam pembentukan makna.
Manfaat Membaca
Menurut Rubin (dalam Sumadayo, 2011:7), pemahaman membaca merupakan suatu proses intelektual kompleks yang mencakup 2 kemampuan utama, yaitu penguasaan makna kata dan kemampuan memikirkan konsep verbal. Pearson dan Johnson (dalam Barns, Roe dan Roes menyatakan bahwa aktivitas pemahaman membaca merupakan suatu kesatuan proses dan urutan yang mempunyai ciri khas tersendiri. Pemahaman membaca juga merupakan rekonstruksi pesan yang terkandung dalam teks yang dibaca sehingga bahasa dan pikiran saling berinteraksi. melangkah..
Pemahaman membaca intensif sebagai suatu proses berpendapat bahwa upaya memahami membaca terjadi ketika kita belum membaca buku apa pun. Menurut Harjasujana (1986:36), pemahaman membaca merupakan proses aktif dan bukan proses pasif. Membaca bukanlah menghafal kata demi kata, kalimat demi kalimat yang terkandung dalam bacaan, yang lebih penting dalam proses pemahaman bacaan adalah memahami pesan, informasi, fakta atau gagasan pokok bacaan dengan baik.
Menurut Burns (1996:6), kegiatan membaca dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu proses membaca dan membaca produk. Proses membaca dapat dilakukan dengan 9 komponen yang sering dilakukan pembaca dalam komunikasi aktif hingga menghasilkan produk bacaan. Menurut Mc Lauglim dan Ellem (dalam Sumadayo, 2011:16), prinsip-prinsip pemahaman membaca yang berdasarkan penelitian mempunyai pengaruh paling besar terhadap pemahaman membaca, yaitu.
Kerangka Pikir
- Hipotesis
- Populasi dan Sampel 1. Populasi
- Defenisi Operasional Variabel
- Instrumen penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Sehubungan dengan penerapan strategi AMBT terhadap hasil belajar membaca intensif pemahaman siswa kelas IV SD Inpres Perumnas Antang II/I Kota Makassar, maka pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan penekanan pada analisis data numerik (angka) yang diolah dengan menggunakan metode statistik. Penelitian ini hanya menggunakan satu kelas yaitu kelas 1V, untuk mengetahui tingkat keberhasilan penelitian ini hanya menggunakan pre-test, post-test dan observasi yang dilakukan setelah perlakuan. Sampelnya adalah sebagian proposal yang dibuat oleh objek/subyek penelitian, sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1V SD Inpres Perumnas Antang 11/1 Kota Makassar yang berjumlah 31 orang.
Membaca pemahaman intensif merupakan kegiatan membaca yang dilakukan secara cermat dan cermat terhadap teks yang dibaca. Strategi AMBT (Guided Reading Thinking Activity) merupakan strategi yang berguna untuk membimbing siswa dalam menemukan gagasan pokok dan menafsirkan kesimpulan isi bacaan, sedangkan kemampuan membaca secara intensif adalah kemampuan siswa dalam memahami gagasan pokok, menemukan dan menarik kesimpulan. dari itu. isi bacaannya. Tes pertama dilakukan sebelum perlakuan, pretest dilakukan untuk mengetahui pemahaman membaca siswa sebelum menerapkan strategi AMBT (Guided Reading Thinking Activity).
Setelah dilakukan treatment, tindakan selanjutnya adalah post test untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi AMBT (Guided Reading Thinking Activity). Pedoman yang digunakan untuk mengubah nilai mentah yang diperoleh siswa menjadi nilai standar mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, sebagai berikut:
Kategori Nilai Hasil Belajar
Hasil Analisis Data Statistik Deskriptif
Data Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas 1V SD Inpres Perumnas Antang 11/1 Kota Makassar Sebelum Penerapan Strategi AMBT (Kegiatan.
Nilai tertinggi yang dicapai siswa sebesar 82 dan nilai terendah sebesar 50 dengan standar deviasi sebesar 7,447 yang berarti hasil belajar membaca dan memahami pelajaran bahasa Indonesia siswa IV. Kelas di SD Inpres Perumnas Antang II/I Kota Makassar diurutkan dari nilai terendah 50 sampai dengan nilai tertinggi 82. Tidak ada interval Kategori Frekuensi Persentase (%). Sumber: Data diolah dari Tes Hasil Belajar Siswa Tahun 2019 Berdasarkan Tabel 4.1 dan Tabel 4.2 dapat digambarkan bahwa dari 31 siswa kelas 1 SD Inpres Perumnas Antang 11/1 Kota Makassar, tingkat keseluruhan bahasa Indonesia hasil belajar berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 67 dari nilai ideal 100. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa kelas 1 SD Inpres Perumnas Antang 11/1 Kota Makassar sebelum menggunakan strategi AMBT sudah tepat karena terdapat hasil yang hanya 6% atau sebanyak 2 siswa yang mencapai kriteria kemampuan siswa 3.
Data hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas 1V SD Inpres Perumnas Antang 11/I Kota Makassar setelah menggunakan strategi AMBT (Posttest). Di bawah ini disajikan data dan persentase hasil belajar pemahaman membaca pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas 1V pada tahap post test dengan menggunakan strategi AMBT. Sumber: Data diolah dari tes prestasi belajar siswa dan hasil analisis data tahun 2019. Berdasarkan Tabel 4.4 terlihat bahwa rata-rata skor prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV pada saat post-test adalah 85,8 dari skor ideal 100.
Nilai tertinggi yang diperoleh siswa sebesar 94 dan nilai terendah sebesar 75 dengan standar deviasi sebesar 5,550 yang berarti skor tersebut merupakan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas. Berdasarkan tabel 4.6 diatas terlihat frekuensi persentase hasil belajar pemahaman membaca pada pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas IV SD Inpres Perumnas Antang II/I Kota Makassar setelah diterapkannya strategi AMBT yaitu siswa yang yang mendapat nilai di atas 80 sebanyak 30 orang (97%) dari total sampel dan terdapat 1 siswa yang mendapat nilai di bawah 80 (3%) dari total sampel.
Analisis data pretest dan posttes Pengaruh Penerapan Startegi AMBT (Aktivitas Mmbaca Berpikir Terbimbing) Terhadap Hasil Belajar Membaca
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa di 1V SD Inpres Perumnas Antang 11/1 Kota Makassar dengan menggunakan strategi AMBT sudah cukup karena hampir seluruh siswa mencapai kriteria yang ditetapkan sebagai kriteria kemahiran siswa yaitu mencapai 97% atau sebanyak 30 siswa dari total 31 sampel. Analisis data sebelum dan sesudah tes dampak penerapan strategi AMBT (direct thought reading events) terhadap hasil belajar membaca.
Uji Normalitas
Uji Homogenitas
Uji Hipotesis
Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t sampel berpasangan, yaitu uji perbedaan antara dua sampel berpasangan, yaitu dua subjek identik namun dengan perlakuan berbeda. Kriteria keputusannya adalah: jika sig >0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak, dan jika sig<0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan strategi AMBT berpengaruh terhadap hasil belajar intensif siswa Kelas 1V SD Inpres Perumnas Antang 11/1 Kota Makassar.
Pembahasan
Jika dilihat dari hasil pengujian hipotesis data pretest dan posttest diketahui 0,000 > 0,005 maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima. H0 : Tidak terdapat peningkatan yang signifikan pada pemahaman membaca intensif sebelum penerapan strategi AMBT pada siswa kelas 1V SD Inpres Perumnas Antang 11/1 Kota Makassar. H1: Terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan pemahaman membaca intensif setelah penerapan strategi pada siswa kelas 1V SD Inpres Perumnas Antang 11/1 Kota Makassar.
Temuan lebih detail terkait penerapan strategi AMBT terhadap keterampilan pemahaman membaca intensif siswa kelas 1V di SD Inpres Perumnas Antang 11/1 Kota Makassar. Berdasarkan analisis deskriptif, hasil belajar bahasa Indonesia siswa sebelum menggunakan strategi AMBT menunjukkan terdapat 2 siswa atau 6% siswa yang mencapai ketuntasan individu (skor minimal 80) sedangkan siswa yang tidak mencapai ketuntasan individu atau ketuntasan individu sebanyak 29 siswa atau 94%. Sedangkan hasil analisis data hasil belajar siswa bahasa Indonesia setelah menggunakan strategi AMBT menunjukkan terdapat 30 siswa atau 97% siswa yang mencapai ketuntasan individu, sedangkan minimal 1 siswa atau 3% tidak mencapai ketuntasan.
Berdasarkan analisis inferensial jika dilihat dari hasil pengujian hipotesis data pre-test dan post-test diketahui 0,000 > 0,005 maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima. H1 : Terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan pemahaman membaca intensif setelah penerapan strategi pada siswa kelas 1V SD Inpres Perumnas Antang 11/1 Kota Makassar.
Saran
- Identitas Sekolah
- Kontak Sekolah
- Data Periodik
Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Disampaikan pada sidang terbuka Senat Universitas Negeri Malang.
KOMPETENSI DASAR (KD) dan INDIKATOR Bahasa Indonesia
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah berdiskusi, siswa mampu mengkomunikasikan secara sistematis keberagaman budaya, suku, dan agama teman-temannya di kelas sebagai identitas bangsa Indonesia secara lisan dan tulisan. Setelah melakukan eksplorasi, siswa mampu menjelaskan secara utuh cara menghasilkan bunyi dari berbagai benda disekitarnya. Setelah melakukan eksplorasi dan diskusi, siswa mampu menyajikan laporan hasil pengamatannya tentang cara menghasilkan suara secara sistematis dari berbagai benda disekitarnya.
MATERI PEMBELAJARAN
PENDEKATAN, METODE DAN STRATEGI PEMBELAJARAN
Guru membimbing siswa dengan saling bertanya secara bergiliran untuk saling memberitahukan asal usul sukunya kepada teman di sebelahnya. Guru membimbing siswa dalam mengamati penggambaran keanekaragaman budaya dalam buku dan membaca teks dalam hati. Setelah semuanya selesai, guru membimbing siswa untuk memberikan penguatan strategi menemukan isi cerita, yang biasa disebut gagasan pokok/gagasan pokok/gagasan pokok/gagasan pokok/gagasan pokok suatu paragraf.
Guru membimbing siswa dalam menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari paragraf ketiga, keempat, dan kelima teks dalam buku dan menuliskannya pada lembar kerja siswa. Guru membimbing siswa untuk menuliskan setiap gagasan pada lembar kerja yang diberikan kepadanya. Siswa secara mandiri menjawab pertanyaan dan melengkapi tabel tentang saling menghormati dari buku.
Mintalah beberapa siswa untuk memainkan alat musik tersebut di depan kelas, Mintalah salah satu/beberapa siswa untuk menjelaskan bagaimana bunyi alat musik tersebut. memukul, meniup, mengguncang, membentak, terpeleset, dan sebagainya). Siswa kemudian akan melakukan kegiatan eksplorasi dengan menggunakan benda-benda yang dapat menghasilkan suara yang terdapat di dalam kelas dan di lingkungan.
SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN 1. Penilaian Sikap
Tuliskan informasi terbanyak tentang keberagaman budaya, suku, dan agama teman di kelas berdasarkan hasil tersebut. Belum mampu menuliskan informasi tentang keberagaman budaya, suku, dan agama teman di kelas berdasarkan hasil. Sebagian besar data dicatat, langkah-langkah kegiatan dan strategi dilakukan secara sistematis setelah mendapat bantuan guru.