• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENERAPAN TEKNIK SPOTLIGHT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PENGARUH PENERAPAN TEKNIK SPOTLIGHT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA "

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENERAPAN TEKNIK SPOTLIGHT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

SISWA KELAS VII SMPN 8 PARIAMAN

SKRIPSI

RIZA NURUL HANIVA M NPM. 09050378

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2016

(2)

PENGARUH PENERAPAN TEKNIK SPOTLIGHT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

SISWA KELAS VII SMPN 8 PARIAMAN

Riza Nurul Haniva Mukti*), Rina Febriana**), Rahima**)

*)Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat

**)Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

The research background showed that students were lack of confidence on asking or answering the teacher’s question and student’s math learning come was still low. The research aimed at finding out whether student’s math learning outcome by implementing spotlight technique was better than conventional learning at VII class SMPN 8 Pariaman. It was an experiment research with the research design random subject. Population was all students at VII class SMPN 8 Pariaman Academic Year 2015/2016. Sampling technique was random sampling, where it was selected VII3class as the experiment class and VII2class as the control class.

The instrument used was essay final test. Data analysis used one party t-test. It is found that tcount =1,74 and ttable=1,68. Because tcount > t table, so that the hypothesis is accepted. It can be concluded that student’s math learning outcome by implementing spotlight technique is better than conventional learning at VII class SMPN 8 Pariaman.

Keywords: Spotlight Technique, Math Learning Outcome

PENDAHULUAN

Matematika merupakan salah satu bidang studi yang berperan penting dalam menunjang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Matematika dapat mengembangkan kemampuan berfikir logis, sistematis dan kritis. Kemampuan tersebut dapat terwujud apabila siswa mampu menguasai matematika dengan baik.

Besarnya peran matematika, maka

diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.

Menurut Dimyati dan Mudjiono (2013: 20) “Hasil belajar merupakan suatu puncak proses belajar”. Hasil belajar adalah suatu yang diperoleh siswa setelah belajar dan menjadi tolak ukur untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam menguasai materi pelajaran.

(3)

Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 12 Oktober 2015, diperoleh informasi bahwa pembelajaran masih terpusat pada guru. Siswa kurang fokus terhadap apa yang dijelaskan oleh guru, sehingga pada saat mengerjakan latihan siswa sulit mengerjakan dan hanya menyalin latihan teman yang dianggap pintar. Siswa masih ragu- ragu, kurang percaya diri dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan dari guru, karena takut salah. Siswa tidak mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengemukakan pendapat, yang mendominasi menjawab pertanyaan guru hanya siswa yang pintar saja.

Berdasarkan wawancara dengan guru matematika, diperoleh informasi bahwa siswa hanya menerima materi yang dijelaskan guru dan tidak mau berusaha untuk memahami materi tersebut. Siswa cenderung melihat jawaban latihan teman yang dianggap pintar. Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa agar mau mengemukakan pendapat, namun kenyataannya yang mendominasi menjawab pertanyaan guru hanya siswa yang pintar saja.

Siswa kurang percaya diri dalam

bertanya maupun menjawab pertanyaan dari guru. Berdasarkan wawancara dengan beberapa orang siswa, mengatakan bahwa dalam menjawab soal yang diberikan guru, siswa tersebut merasa kurang percaya diri kalau jawabannya tidak benar (siswa tersebut ragu-ragu atau tidak yakin dengan jawabannya). Sebagian besar dari siswa mengatakan matematika pelajaran yang sulit dan membosankan.

Melihat permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran matematika di SMPN 8 Pariaman, maka diperlukan suatu teknik yang tepat dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa serta melibatkan siswa secara aktif baik fisik maupun mental sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif. Teknik Spotlight langsung memberikan feedback (umpan balik) dengan segera, karena guru dan siswa dituntut untuk berfikir secara cepat serta langsung memberikan respon berdasarkan apa yang mereka pikirkan.

Menurut Ginnis (2008: 173) mengatakan bahwa prosedur dari Spotlight adalah sebagai berikut:

1) Seorang siswa sukarelawan maju ke depan kelas dan berdiri “di

(4)

lampu sorot”. Ini berarti berdiri diatas titik khusus,atau duduk di kursi selebriti,atau memakai syal yang menandakan “mantel sang ahli”.

2) Semua siswa lain kembali bagian belakang buku, atau gunakan kertas buram, dan buat daftar angka 1 sampai dengan 10 untuk menjawab pertanyaan.

3) Guru mengajukan sepuluh pertanyaan kepada sukarelawan Spotlight tentang topik yang baru dicakup. Siswa tersebut menjawab tiap pertanyaan dengan suara lantang. Setelah tiap jawaban, siswa lainnya secara individu memutuskan apakah jawaban tersebut benar, atau salah, atau mereka tidak yakin.

4) Jika mereka berpikir jawabannya benar, mereka membuat centang didekat angka; jika salah mereka menyilang. Jika mereka yakin (sukarelawan tidak dapat

menjawabnya), mereka

menuliskan tanda tanya.

5) Untuk menutup, “siswa Spotlight”

diberi tepuk tangan dan guru membahas jawaban. Untuk tiap pertanyaan, guru menanyakan berapa orang memberikan respon

yang mana. Ini memberi feedback bagi guru mengenai siapa telah belajar apa. Ia juga memberi feedback yang tepat bagi siswa mengenai isu yang mereka perlukan untuk bekerja lebih lanjut.

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan pembelajaran teknik Spotlight lebih baik dari pada hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMPN 8 Pariaman.

Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Helmi Gusnita (2014), dengan judul

“Pengaruh penerapan Teknik Spotlight disertai Handout terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII MTsN Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan”.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan penelitian random terhadap subjek.

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 Mei sampai 28 Mei 20016 semester genap tahun ajaran

(5)

2015/2016 di kelas VII SMPN 8 Pariaman.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Teknik Spothligt dan konvensional. Variabel terikat adalah hasil belajar matematika kelas sampel.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 8 Pariaman tahun pelajaran 2015/2016, kelas sampel yang terpilih adalah kelas VII3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII2 sebagai kelas kontrol.

Instrumen yang digunakan adalah tes akhir hasil belajar yang berbentuk esay dan untuk mengukur hasil belajar matematika siswa digunakan rubrik holistik. Menurut Iriyanti (2004: 13) “rubrik holistik adalah pedoman untuk menilai berdasarkan kesan keseluruhan atau kombinasi semua kriteria yang ditentukan. Materi yang diujikan adalah bangun datar segiempat dengan 8 butir soal. Sebelum diadakan tes akhir dilakukan uji coba tes dikelas VII2 SMPN 6 Pariaman pada tanggal 25 mei 2016. Hasil uji coba tes menunjukan semua soal dipakai dengan reliabilitas 0,88.

Teknik analisis data yang digunakan adalah uji- t satu arah. Yang dikemukakan oleh sudjana (2005:

239)

HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data diperoleh Gambaran hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Hasil tes akhir kelas sampel

Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol dengan nilai maksimum dan minimum yang berbeda. Sedangkan simpangan baku kelas eksperimen lebih rendah dari pada simpangan baku kelas kontrol, berarti kelas kontrol memiliki nilai yang beragam dari pada kelas eksperimen.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji t satu pihak diperoleh

dengan , karena

maka tolak dan Kelas

Sampel S maks Min Eksperimen 71,16 15,57 93,1 36,1 Kontrol 32,4 21,80 81,9 11,1

(6)

terima pada Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat hasil belajar matematika siswa menggunakan teknik Spotlight lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvensional di kelas VII SMPN 8 PARIAMAN

Proses pembelajaran pada penelitian ini diawali dengan sukarelawan (spotlight) diminta maju kedepan kelas, kemudian guru memberikan soal kepada sukarelawan dan memberikan tanggung jawab untuk menyelesaikan soal tersebut.

Selanjutnya siswa lain secara individu memberikan respon kepada sukarelawan, dengan membuat tanda centang didekat angka jika setuju, tanda silang jika tidak setuju, tanda tanya jika ragu-ragu. Kemudian sukarelawan diberi tepuk tangan dan diminta kembali ketempat duduk.

Guru dan siswa membahas jawaban bersama.

Berdasarkan hasil analisis data dan tes akhir yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa menggunakan teknik spotlight lebih baik dari hasil belajar matematika siswa menggunakan pembelajaran

konvensional. Terbukti dari tes akhir kedua sampel yang dapat dilihat dari lembar jawaban tes akhir hasil belajar

matematika siswa yang

berkemampuan rendah.

.

Gambar 1. Nilai tes akhir rendah kelas eksperimen

Berdasarkan gambar 1 menunjukan bahwa siswa belum bisa menjawab soal dengan lengkap.

Gambar 2. Nilai tes akhir rendah kelas kontrol.

Berdasarkan gambar 2 menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh siswa tersebut sama dengan kelas eksperimen bahwa siswa belum menjawab soal dengan lengkap.

Berdasarkan pengamatan pada saat melakukan penelitian terlihat siswa pada kelas eksperimen lebih bersemangat dalam belajar,

(7)

siswa mempunyai kepercayaan diri yang lebih untuk mengeluarkan ide/gagasan. Siswa juga berani tampil didepan kelas untuk berlatih mengembangkan kepercayaan diri, dan mengeluarkan pendapat sesuai dengan apa yang dipikirkan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa menggunakan teknik Spotlight lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvensional kelas VII SMPN 8 Pariaman Tahun Pelajaran 2015/2016.

DAFTAR PUSTAKA

Ginnis, Paul. (2008). Trik dan Taktik:

Mengajar Strayegi Meningkatkan Pencapaian Pengajaran di Kelas.

Jakarta: PT. Indeks.

Gusnita,Helmi.(2014).“PengaruhPen erapan Teknik Spotlight Disertai Handout Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas V11 MTsN Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan”: STKIP PGRI.

Iryyanti, puji.2004. Penilaian Unjuk Kerja. Yogyakarta : Depdiknas

Sudjana.(2005). Metode statistika.

Bandung: Tarsito.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil belajar matematika siswa perempuan yang diajar dengan model kooperatif tipe bertukar pasangan lebih baik dari hasil belajar matematika siswa perempuan yang diajar dengan