PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan merupakan masa emas bagi anak. Upaya mengembangkan dan menstimulasi keterampilan naturalistik dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui bermain, melalui kegiatan bermain anak dapat mengoptimalkan seluruh aspek perkembangannya. Permainan dengan menggunakan bahan-bahan alami dapat dijadikan salah satu alternatif untuk mengembangkan keterampilan naturalistik pada anak usia dini.
Melakukan kegiatan yang menggunakan media bahan alam dapat membantu mengembangkan kemampuan naturalistik anak. Melalui media alam anak dapat memperoleh pengetahuan dan anak dapat mengenal berbagai jenis benda yang terdapat di alam antara lain batuan, tumbuhan, jenis hewan, dan lain sebagainya. Bantaeng belum mencapai indikator tersebut, sehingga peneliti akan mencoba untuk mengetahui pengaruh yang terkandung dalam media alam. media alam anak khususnya pada keterampilan naturalistik. Berdasarkan permasalahan yang ada, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut pengaruh penggunaan media alam terhadap keterampilan naturalistik di TK Uswatun Hasanah Kab.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media alam terhadap keterampilan naturalistik anak di TK Uswatun Hasanah. Naturalis Kemampuan menggunakan media bahan alami yaitu kayu dan ranting, biji-bijian, daun-daunan, daun-daun kering. Metode pra-eksperimental ini digunakan untuk mengetahui kemampuan naturalis yang diberi perlakuan dengan media alam.
Tes ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan naturalistik anak sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa media alam. Hasil di atas menggambarkan pengaruh penggunaan media alam terhadap keterampilan naturalis di TK Uswatun Hasanah. Terdapat pengaruh penggunaan media alam terhadap keterampilan naturalistik anak kelompok B di TK Uswatun Hasanah Kabupaten Bantaeng.
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Pustaka
- Kecerdasan Naturalis
- Media Bahan Alam
Orang pintar tanpa kecerdasan naturalistik merusak dan mencemari alam, hutan, sungai, laut, lingkungan hidup, karena hanya fokus pada bisnis, uang, target dan keuntungan. Menurut Gardner (Yuliani, kecerdasan naturalistik adalah keterampilan mengenali dan mengkategorikan spesies yaitu flora dan fauna di lingkungan sekitar, mengenali keberadaan spesies, memetakan hubungan antar spesies. Berdasarkan berbagai penjelasan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kecerdasan naturalistik adalah kemampuan atau keahlian seseorang dalam mengenali dan mengklasifikasikan berbagai jenis flora dan fauna, menyukai aktivitas di luar ruangan (alam), mencintai lingkungan, dan lain-lain.
Menurut Prasetyo, kecerdasan naturalistik adalah kemampuan mengenali dan mengklasifikasikan ciri-ciri tertentu pada lingkungan fisik sekitar, seperti hewan, tumbuhan, dan kondisi cuaca. Menurut Armstrong, kecerdasan naturalistik mencakup kemampuan mengenali bentuk-bentuk alam di sekitar kita: bunga, pohon, hewan, serta fauna dan flora lainnya. Berdasarkan beberapa uraian pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian kecerdasan naturalistik adalah kemampuan mengenali dan mengelompokkan ciri-ciri tertentu pada lingkungan fisik sekitar, seperti hewan, tumbuhan, dan keadaan cuaca.
Cara meningkatkan kecerdasan naturalistik adalah dengan menjaga hewan kesukaan, tingkat frekuensi menonton acara. mengenai program flora dan fauna, serta menahan diri untuk tidak melakukan tindakan merusak lingkungan seperti mencoret-coret meja, menginjak rumput kantor, memetik bunga yang sedang tumbuh. Kecerdasan naturalistik juga dapat diartikan sebagai kemampuan merasakan bentuk dan menghubungkan unsur-unsur yang terdapat di alam. Kecerdasan naturalistik mempunyai ciri-ciri antara lain: Menurut Sprinthil (Simanjuntak, 2012), kecerdasan naturalistik adalah kemampuan beradaptasi dengan situasi baru, belajar dari kesalahan masa lalu dan menciptakan pola pikir baru. 2) Kemampuan mengklasifikasikan flora dan fauna.
Rose C (Simanjuntak, 2012) mengemukakan bahwa seseorang dengan kecerdasan naturalistik yang tinggi adalah seseorang yang suka memelihara hewan, dapat mengenali dan menyebutkan banyak jenis tumbuhan, mempunyai minat dan pengetahuan yang baik tentang cara kerja tubuh, dapat membaca tanda-tanda cuaca, memiliki ketertarikan terhadap isu-isu lingkungan hidup global dan percaya bahwa konservasi sumber daya alam dan pertumbuhan berkelanjutan adalah suatu keharusan. Cara mengoptimalkan kecerdasan sains dengan menggunakan metode pengajaran (Armstrong, 2013:69) seperti: akuarium, terarium dan ekosistem portabel lainnya, stasiun cuaca kelas, studi lingkungan, berkebun, perangkat lunak berorientasi alam, peralatan belajar alam, video, film alam, jalan-jalan di alam, hewan peliharaan di kelas, tanaman sebagai alat peraga. Bahan alami terdapat di alam dan terdapat di tanah atau bagian hewan atau tumbuhan (Whittaker, 2004:46).
-Langkah-langkah menggunakan media alami. Secara umum ada 3 tahapan/langkah dalam menggunakan media alami, antara lain:
Karangka Pikir
Maka dari berbagai jenis bahan alam yang disebutkan di atas dapat disimpulkan bahwa semua benda yang terdapat di sekitar kita dapat digunakan sebagai media asalkan memenuhi syarat media pembelajaran. Upaya guru dalam mengembangkan kecerdasan naturalistik anak dapat dilakukan dengan menggunakan media alam untuk membantu guru mengembangkan kecerdasan naturalistik anak dengan menggunakan tahapan penggunaan media alam pada anak untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Hipotesis Tindakan
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Variabel dan Desain Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Definisi Operasional Variabel
- Prosedur Penelitian
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Memberikan angket tanggapan anak mengenai tanggapan anak mengenai kegiatan pembelajaran menggunakan media alam tentang kecerdasan naturalistik. e. Lembar observasi digunakan untuk mengamati kecerdasan naturalistik anak yang terjadi pada saat penelitian melalui pemanfaatan media alam. Tujuan penelitian ini adalah kemampuan naturalistik sekelompok anak yang menggunakan media alam dalam satu kelas.
Berdasarkan perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini, data yang diperoleh terdiri dari data kemampuan naturalistik melalui pemanfaatan media alam dengan pemberian tes awal dan akhir. Pengaruh media alam terhadap kemampuan naturalistik anak dapat ditunjukkan jika rata-rata skor setelah tes lebih besar dibandingkan dengan rata-rata skor sebelum tes. Tes ini digunakan untuk membandingkan kemampuan naturalistik anak sebelum dan sesudah perawatan dengan beberapa bahan alami.
Penggunaan media bahan alam mengajak anak untuk mengenal dan memahami berbagai hal yang terkandung dalam konten alam yang ada. Artinya dengan menggunakan media alam, anak dilatih secara langsung untuk merangsang bakat dan potensinya. Selanjutnya adalah pengenalan bahan alam ke dalam media keterampilan sains anak, selanjutnya anak turun ke lingkungan sekitar untuk mencari dan mengambil bahan alam yang disusun seperti ranting, daun, daun, biji.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media alam adalah ketersediaan media yang mendukung kegiatan tersebut. Sebaiknya orang tua juga menggunakan media alam yang ada di rumah untuk melatih kemampuan naturalistik anaknya, namun tetap dalam pengawasan. Sesi tanya jawab bagi siswa tentang bahan alam yang digunakan di lingkungan sekolah.
Sesi soal jawab pelajar tentang bahan semula jadi yang terdapat di persekitaran sekolah.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
HASIL PENELITIAN
Pada bab ini gambaran umum lokasi penelitian akan menguraikan hasil pengelolaan dan pembahasan penelitian yang telah dilakukan, serta keterampilan naturalistik akan ditunjukkan melalui pemanfaatan media alam. Jumlah siswa sebanyak 30 anak yang terdiri dari kelompok bermain 10 anak, kelas A 10 anak, kelas B 11 anak. TK Uswatun Hasanah Kabupaten Bantaeng mempunyai gedung sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang terdiri dari.
Dari tes keterampilan naturalistik anak diperoleh data keterampilan naturalistik anak sesuai dengan yang diberikan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil distribusi frekuensi sebelum dilakukan tes ternyata terdapat 2 anak dengan persentase 9,1%, kemudian 3 anak dengan persentase 18,2%, 1 anak dengan persentase 27,3%. Berdasarkan hasil distribusi frekuensi setelah dilakukan tes ternyata terdapat 1 anak dengan persentase 45,5%, kemudian 2 anak dengan persentase 18,2%, 4 anak memperoleh persentase 9,1%.
Berdasarkan hasil rata-rata skor (rata-rata) dari pre-test dan post-test (24,6364 < 47,2727), maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak karena rata-rata skor hasil post-test lebih besar dari pada pre-test. uji yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah rata-rata skor hasil belajar siswa (pretest-posttest) berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan program SPSS 22 dengan Kolmogrov Smirniv Fan Shapiro Wilk diperoleh hasil sebelum dan sesudah tes kemampuan sains anak berdistribusi normal.
Hasil uji normalitas menunjukkan nilai Kolmogrov Smirn pada pre-test dengan skor 0,200 lebih besar dari 0,05 (sig>0,05), sedangkan nilai post-test dengan skor 0,169 lebih besar dari 0,05 (sig >0,05) sehingga keduanya berdistribusi normal.. Nilai pre-test Shapitowilk dengan skor 0,981 sesuai dengan (sig>0,05), sedangkan nilai post-test dengan skor 0,524 lebih besar dari 0,05 (sig>0,05) dan keduanya mempunyai distribusi normal. Berdasarkan hasil analisis SPSS 22 dengan menggunakan taraf signifikansi 0,5% diperoleh p-value (sig. (2-tailed)) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa media alam berpengaruh terhadap kemampuan sains anak. di TK Uswatun Hasanah.
Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor sebelum perlakuan dengan rata-rata skor sesudah perlakuan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan naturalistik baik pada sebelum maupun sesudah tes.
PEMBAHASAN
Melalui materi alam, anak akan diberikan contoh nyata dan langsung dalam kegiatan pembelajaran yang ditawarkan. Bahan-bahan alami juga dapat ditemukan di luar rumah kita atau dapat diperoleh di dekat tempat tinggal kita (Miller, 2009:64). Peran guru (peneliti) dalam kegiatan ini adalah membimbing siswa dalam memahami materi alam seperti menjawab pertanyaan yang diajukan anak jika ada anak yang belum paham, dan menjelaskan kesimpulan dari media bahan alam agar anak memahaminya. Bagus.
Selain itu guru memberikan pertanyaan mengenai media materi alam yang telah diperlihatkan, guru juga meminta anak untuk mengambil kembali media materi alam untuk melatih kemampuan naturalistik anak. Selain kemampuan naturalistik anak, kegiatan ini juga meningkatkan pengalaman dan potensinya untuk mengembangkan aspek perkembangan anak, termasuk aspek fisik motorik seperti berlari, memungut benda dan memetik bahan alam (daun). Selain itu kemampuan kognitif anak mampu mengenal dan memahami perbedaan jenis bahan alam seperti ranting, daun, daun, biji.
Oleh karena itu, hendaknya pendidik lebih sering menerapkan pembelajaran dengan media yang lebih kompleks dalam pengembangan aspek tumbuh kembang anak, seperti penggunaan media alam untuk kemampuan naturalistik anak. Bagi guru sebagai pelaksana proses pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas hendaknya mampu mengembangkan kemampuan naturalistik anak semaksimal mungkin dan menciptakan situasi pembelajaran yang mendorong anak untuk aktif dalam proses pembelajaran. akan lebih sering menggunakan media alam karena akan menarik perhatian anak dan dapat berdampak pada kemampuan naturalistik yang dimiliki anak sehingga anak dapat lebih kreatif. Memiliki kepekaan terhadap alam dan lingkungan didalamnya.. a) Anak tidak terpengaruh dan acuh terhadap sampah yang ada di lingkungan sekolah meskipun dengan bantuan guru.
Memperhatikan keadaan lingkungan hidup dan isinya. a) Anak tidak dapat menanam pohon di lingkungan sekolah meskipun dengan bantuan guru.
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
- Distribusi frekuensi pre test
- Hasil perhitungan statistik pre test
- Tabel distribusi frekuensi post test
- hasil perhitungan statistik post test
- Hasil uji normalitas
- pairen sample test