Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat penelitian
Landasan Teori
- Profitabilitas
- Jenis – Jenis Profitabilitas
- Teori Profitabilitas
- Pecking Order Theory
- Perputaran Kas
- Perputaran Modal Kerja
- Working Capital Turnover
Modal kerja dapat dikategorikan menjadi dua yaitu modal kerja bruto dan modal kerja bersih. Mengukur efisiensi modal kerja pada umumnya diukur dengan melihat perputaran modal kerja, semakin tinggi perputaran modal kerja maka semakin cepat dana atau uang yang ditanamkan pada modal kerja tersebut berubah menjadi uang tunai, berarti keuntungan yang diperoleh perusahaan semakin besar. dengan cepat. Setiap perusahaan dalam menjalankan aktivitas atau operasionalnya sehari-hari selalu membutuhkan modal kerja.
Disini penulis menggunakan rasio perputaran modal kerja, perputaran piutang dan perputaran persediaan untuk mengukur efisiensi modal kerja. Menurut Kasmir (2012), Perputaran Modal Kerja adalah suatu rasio untuk mengukur atau menilai efektivitas modal kerja suatu perusahaan selama jangka waktu tertentu. Periode perputaran modal kerja dimulai dari saat uang tunai diinvestasikan pada komponen modal kolaboratif sampai pada titik dimana uang tersebut kembali menjadi uang tunai (Riyanto, 2013).
Untuk mengukur rasio ini, kami membandingkan penjualan terhadap modal kerja atau modal kerja rata-rata. Dari hasil penilaian, jika perputaran modal kerja rendah berarti perusahaan mempunyai kelebihan modal kerja. Begitu pula jika perputaran modal kerja tinggi, hal ini mungkin disebabkan oleh tingginya perputaran persediaan atau perputaran piutang atau saldo kas yang terlalu kecil (Kasmir, 2012).
X1 = Perputaran Kas.. penting bagi profitabilitas perusahaan subsektor restoran, hotel dan pariwisata, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Penjualan tunai dan modal kerja berpengaruh secara simultan terhadap profitabilitas perusahaan subsektor restoran, hotel, dan pariwisata, sehingga H0 ditolak. Hasil pengujian H1 menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai 0,03 yang berarti.. mendukung H1 yaitu perputaran modal kerja berpengaruh positif terhadap ROI perusahaan asuransi.
Pengaruh perputaran modal kerja terhadap profitabilitas UMKM Banyumedia sebelum pandemi Covid-19 secara parsial berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai sebesar 2,533 dan nilai signifikan sebesar 0,035. Pandemi Covid-19 berpengaruh negatif dan signifikan secara parsial dengan nilai -2,875 dan nilai signifikan 0,021. Menurut Kasmir (2011), rasio arus kas berfungsi untuk mengukur tingkat kecukupan modal kerja suatu perusahaan yang diperlukan untuk membayar tagihan dan membiayai penjualan. Pengelolaan modal kerja yang baik adalah adanya efisiensi modal kerja yang terlihat dari perputaran modal kerja yang dimiliki oleh aset moneter yang diinvestasikan pada komponen modal kerja hingga dikembalikan menjadi kas.
Efisiensi modal kerja dapat dilihat dari perputaran modal kerja, perputaran persediaan dan perputaran piutang. Perputaran modal kerja dimulai sejak uang diinvestasikan pada komponen modal kerja hingga dikembalikan menjadi uang tunai. Pengukuran efisiensi modal kerja pada umumnya diukur dengan mengamati perputaran modal kerja. Semakin tinggi perputaran modal kerja maka aset atau uang yang ditanamkan pada modal kerja akan lebih cepat dikembalikan menjadi kas yang berarti perusahaan dapat memperoleh keuntungan lebih cepat.
Menurut Poppy Rufaidah (2013), perputaran modal kerja adalah suatu rasio yang mengukur jumlah penjualan (dalam rupiah) yang dihasilkan oleh setiap rupiah modal kerja bersih suatu perusahaan.
Pengembangan Hipotesis
- Pengaruh Perputaran Kas Terhadap Profitabilitas
- Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas
Kerangka Konseptual
Populasi dalam penelitian ini meliputi subsektor pariwisata, hotel dan restoran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2022. Menurut Sekaran (2011), data sekunder adalah data yang dipublikasikan oleh individu, kelompok orang atau organisasi melalui media publik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi yaitu proses pencatatan dan pencatatan data-data yang berkaitan dengan manfaat penelitian, termasuk data laporan keuangan yang diperoleh dari situs www.idx.co.id.
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mengilustrasikan data yang dikumpulkan sebagaimana adanya tanpa bermaksud menarik kesimpulan umum atau generalisasi (Sugiyono, 2013). Jika nilai probabilitas < α 0,05 menunjukkan bahwa variabel penelitian yang akan dibentuk dalam model regresi berganda tidak berdistribusi normal. Jika nilai probabilitas > α 0,05 menunjukkan bahwa variabel penelitian akan terbentuk dalam model regresi berganda yang berdistribusi normal.
Uji multikolinearitas ini bertujuan untuk menguji apakah model regresi menemukan adanya korelasi antara variabel independen dengan variabel dependen. Menurut Nachrowi (2010), gejala multikolinearitas akan terdeteksi jika koefisien regresi yang dihasilkan sebesar 0,80, maka pengujian hipotesis dapat dilakukan segera setelah variabel independen terbebas dari gejala multikolinearitas. Regresi jenis ini dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua (atau lebih) variabel independen yang secara bersama-sama mempengaruhi satu variabel independen lainnya.
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah suatu model regresi mempunyai varian dan residual yang sama antara pengamatan yang satu dengan pengamatan yang lain. Dalam penelitian ini digunakan uji White’s untuk mengetahui adanya heteroskedastisitas, pengujian ini menggunakan kuadrat residu sebagai variabel terikat, dan variabel bebas terdiri dari variabel bebas yang ada ditambah kuadrat variabel bebas ditambah hasil kali. dua variabel independen. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan pertumbuhan perusahaan, profitabilitas dan struktur modal sebagai variabel independen.
Secara umum Nachrowi (2010) menyatakan bahwa untuk membuktikan pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial atau individual terhadap variabel dependen dilakukan uji statistik t-test. Jika signifikansi < alpha maka keputusannya Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti dapat disimpulkan bahwa variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen secara individu. Jika signifikansi > alpha maka keputusan Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti dapat disimpulkan bahwa variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen secara individu.
Populasi dan Sampel
Perusahaan subsektor Pariwisata, Hotel dan Restoran yang terdaftar di BEI secara berturut-turut menerbitkan laporan keuangan tahunan periode 2018-2022. Perusahaan subsektor pariwisata, hotel, dan restoran yang terdaftar di BEI mengungkapkan rasio ROA dalam laporan tahunan periode 2018-2022. Perusahaan subsektor Pariwisata, Perhotelan dan Restoran yang terdaftar di bursa BEI yang mengungkapkan perputaran modal dan perputaran kas dalam laporan tahunannya periode 2018-2022.
Berdasarkan kriteria tersebut maka dapat diambil sampel sebanyak 17 perusahaan dalam kurun waktu 5 tahun, sehingga terdapat 85 data sebagai sampel penelitian.
Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
Definisi Operasional Variabel
- Variabel Dependen
- Profitabilitas (Y)
- Perputaran Kas
- Perputaran Modal
Metode Analisis Data
- Statistik Deskriptif
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heterokedastisitas
- Analisis Regresi Linear Berganda
- Uji Koefisien Determinasi (R2)
- Pengujian Hipotesis
Rata-rata menunjukkan rata-rata data kuantitatif yang diperoleh dari penjumlahan seluruh ukuran (data) dibagi dengan jumlah ukuran. Menurut Ghozali (2013), untuk mengetahui apakah model regresi benar-benar menunjukkan hubungan yang signifikan dan representatif, maka model tersebut harus memenuhi uji asumsi klasik, yang meliputi: Menurut Nachrowi (2010), normalitas diartikan sebagai pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi benar-benar menunjukkan hubungan yang signifikan dan representatif. model varians yang mendukung variabel penelitian.
Biasanya variabel penelitian dapat diamati dari nilai probabilitas yang dihasilkan, nilai probabilitas lebih besar atau sama dengan 0,05. Sebagian besar data cross-sectional mengandung situasi heteroskedastisitas karena data tersebut mengumpulkan data yang mewakili ukuran yang berbeda (kecil, sedang, dan besar). Nilai (R2) yang mendekati 1 menunjukkan bahwa variabel-variabel dalam model dapat mewakili permasalahan yang diteliti karena dapat menjelaskan variasi-variasi yang terjadi pada variabel terikat.
Nilai R2 yang sama atau mendekati 0 (nol) menunjukkan bahwa variabel-variabel dalam model yang dibentuk tidak dapat menjelaskan variasi variabel terikatnya.