PENGARUH PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN TANGGUNG JAWAB LINGKUNGAN, TERHADAP CSR DISCLOSURE PADA PERUSAHAAN TAMBANG YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE
2015-2019 SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi
Disusun oleh:
Muhdor NPM.21601082068
UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM STUDI AKUNTANSI MALANG
2020
i
ABSTRAKSI
Corporate Social Responsibility disclosure merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi pengembangan ekonomi kepada seluruh stakeholder perusahaan, khususnya perusahaan Tambang yang berkaitan langsung dengan alam. Semakin baik Corporate Social Responsibility disclosure perusahaan, maka semakin baik pula image perusahaan di mata para stakeholdernya. Penelitian ini berupaya mempelajari tingkat kepedulian perusahaan dan tanggung jawab sosial terhadap para stakeholder, penelitian ini menganalisis pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan tanggung jawab lingkungan terhadap CSR Disclosure pada perusahaan Tambang yang terdaftar di BEI periode 2015-2019. Sampel pada penelitian ini ialah 47 perusahaan Tambang yang terdaftar di BEI. Berdasarkan hasil pengujian maka di dapatkan hasil secara simultan menyimpulkan bahwa profitabilitas, ukuran perusahaan, dan tanggung jawab lingkungan secara bersama-sama berpengaruh terhadap CSR Disclosure. Pengujian secara parsial menyimpulkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap CSR Disclosure, ukuran perusahaan berpengaruh terhadap CSR Disclosure, dan tanggung jawab lingkungan juga berpengaruh terhadap CSR Disclosure.
Kata Kunci: dengan profitabilitas, ukuran perusahaan, tanggung jawab lingkungan dan CSR Disclosure
ii ABSTRACT
Corporate Social Responsibility disclosure is a sustainability commitment by the business community to act ethically and to contribute to economic development for all company’s stakeholders, especially Mining companies that are related to nature directly. If the disclosure of corporate social responsibility better, so does the company’s image to stakeholders. This research seeks to study the level of corporate concern and social responsibility towards its stakeholders, it was analyzed the effect of profitability, company size, and environmental responsibility on CSR Disclosure in Mining companies which listed on the Stock Exchange in the 2015-2019 period. The sample of this study were 47 Mining companies which listed on the IDX. Based on the test results, profitability, company size, and environmental responsibility simultaneously affect CSR Disclosure. The partial test concludes that profitability affects CSR Disclosure, company size affects CSR Disclosure, and environmental responsibility also affects CSR Disclosure.
Keywords: with profitability, company size, environmental responsibility and CSR Disclosure.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Dunia bisnis mengalami evolusi sejalan dengan perkembangan tuntutan suatu perkerjaan untuk menjalankan tata kelola berkelanjutan terhadap lingkungan sekitar. Tumbuh pemahaman baru, bahwa tujuan entitas bisnis kini tidak semata hanya mengejar laba, namun juga di tuntut untuk memberi manfaat bagi lingkungan sosial dan berkontribusi terhadap pelestarian alam. Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan merupakan sebuah gagasan yang menjadikan perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line. Kesadaran atas pentingnya pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dilandasi pemikiran bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban ekonomi dan legal kepada pemegang saham, tapi juga kewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan (Untung 2014:29)
Salah satu penyebab kerusakan lingkungan di Indonesia pada akhir-akhir ini diakibatkan oleh manusia. Hal ini karena proses bisnis yang dilakukan yang menimbulkan dampak positif maupun negatif bagi lingkungan sekitar. Dampak positif dari hal tersebut adalah dapat mempekerjakan sumber daya manusia dan meningkatkan nilai ekonomi di wilayah sekitar perusahaan dan dampak negatifnya adalah pencemaran yang akan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap lingkungan sekitar perusahaan. Hal ini membuat kajian mengenai CSR diteliti oleh banyak pihak yang peduli terhadap masalah dilingkungan perusahaan (Kelvin dan Hapsari, 2014).
2
Kasus-kasus yang terkait dengan lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar perusahaan, tambang seperti kasus Lapindo yang dinobatkan sebagai perusahaan paling tidak bertanggung jawab sosial dan kasus tuduhan pencemaran Teluk Buyat oleh PT. Newmont Minahasa Raya (Arifin et al, 2012: 1).
Dampak pada lingkungan tersebut mempengaruhi kesadaran masyarakat akan peran perusahaan tambang dalam lingkungan sosial pun semakin meningkat.Masyarakat membutuhkan informasi mengenai sejauh mana perusahaan tambang telah melaksanakan aktivitas sosialnya untuk memastikan bahwa hak-hak mereka telah terpenuhi. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan tambang untuk melaksanakan tanggung jawab sosial atau yang dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR). Masyarakat menginginkan kerusakan terhadap lingkungan tersebut dikendalikan sehingga dampak sosial yang ditimbulkan dapat dihindari atau di minimalisir.
World Bisnis Council for Sustainable Development (WBCSD) menyatakan bahwa CSR merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarga. Perusahaan yang menjalankan model bisnisnya dengan berpijak pada prinsip-prinsip etika bisnis dan manajemen pengelolaan sumber daya alam yang strategic dan sustainable akan dapat menumbuhkan citra positif serta mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari masyarakat (Wibisono, 2007: 66).
3
Tekanan pemerintah ini diwujudkan dalam berbagai peranan dan undang- undang yang mengatur perusahaan dengan lingkungan sosialnya yaitu dinyatakan dalam Undang-undang No. 40 Tahun 2007, Ayat 1 Undang-Undang tersebut mengatur bahwa perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.. Perusahaan juga harus melakukan pelaporan CSR, yang telah diatur dalam Pasal 66 ayat 2 huruf (c) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007, bahwa perusahaan harus memuat laporan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Putra dan Utama, 2015).
Sebagai contoh perusahaan pertambangan selain menerapkan prinsip-prinsip tanggung jawab sosial seperti yang di kembangkan oleh Global Reporting Iniciative (GRI), bahwa perusahaan tambang harus mengadopsi sejumlah standar internasional dalam pelaksanaan CSR seperti ISO 1400 tentang manajmen lingkungan ISO 26000 manajmen CSR, standar CSR khusus dari SA8000, serta standar pengembangan masyarakat untuk perusahaan pertambangan.
Perusahaan dipandang perlu melakukan CSR disclosure dalam annual reportnya untuk meningkatkan daya tarik stakeholder dan loyalitas konsumen.
CSR disclosure berisi semua kegiatan yang berhubungan dengan aspek sosial dan lingkungan perusahaan yang dapat dijadikan sebagai ajang promosi perusahaan sehingga kinerja lingkungan dan kinerja keuangan perusahaan dipandang baik oleh stakeholder. CSR disclosure dipercaya dapat memberikan image baik perusahaan sehingga meningkatkan penjualan dan menjamin keberlangsungan (sustainability) perusahaan (Tunggal dan Fachrurrozie, 2014).
4
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengungkapan corporate social responsibility yaitu profitabilitas, ukuran perusahaan dan tanggung jawab lingkungan lingkungan. Profitabilitas diprediksi sebagai salah satu variabel yang mempengaruhi pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan tambang.
Profitabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut (Sari, 2015).
Sulthony (2019) berpendapat bahwa ukuran perusahaan juga dapat mempengaruhi pengungkapan tanggung jawab sosial. Ukuran perusahaan ialah dimana tolak ukurnya di lihat dari sisi keluasan sector pemasaran idustri nya, dan skala cangkupan sumber daya alam yang di peroleh nya, sehingga semakin besar sekala sumber daya alam yang di perolehnya maka semakin besar pula tanggung jawab lingkungan yang harus di kendalikan oleh perusahaan tersebut. Ukuran perusahaan sangat berpengruh bagi repon masyarakat perusahaan sekitar, baik respon positif maupun negatif yng berdampak langsung terhadap oprasional perusahaan,dengan demikian banyak perusahaan yang lalai akan kewajiban nya terhadap hak masyarakat sekitar, seperti lalai dalam menjaga kelestarian lingkungan sampai terjadi kebakaran hutan seperti hal nya yang terjadi di Kalimantan tengah pada 16 September 2019 sehingga banyak hewan penghuni hutan masuk ke dalam permukiman penduduk setempat,yang disebabkan oleh perusahaan asing yang tidak bertanggung jawab.
Harahap (2000: 35), berpendapat profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Profitabilitas digunakan untuk menunjukkan tingkat keberhasilan suatu industry pertambangan dalam menghasilkan
5
pengembalian (return) kepada pemiliknya. Analisis profitabilitas memberikan bukti pendukung mengenai kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dan sejauh mana efektivitas pengelolaan perusahaan. Rasio keuangan merupakan alat analisis yang sering digunakan untuk analisis profitabilitas. Profitabilitas merupakan suatu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Return on Assets (ROA) termasuk salah satu rasio profitabilitas. Rasio profitabilitas (profitability ratio) menunjukkan pengaruh gabungan dari likuiditas, manajemen aktiva, dan utang terhadap hasil operasi (Brigham dan Houston, 2001:
89).
Rivai (2006: 157), menyatakan Return on Assets (ROA) digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva/assets yang dimilikinya. Return on Assets (ROA) digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen perusahaan dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Semakin besar Return on Assets (ROA) suatu perusahaan, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari segi penggunaan asset.
Utomo (2009), semakin besar Return on Assets (ROA) suatu perusahaan, maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan tersebut dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari segi penggunaan aset.
Pertanggungjawaban lingkungan perusahaan dapat dinilai dari kinerja lingkungan perusahaan. Suratno et al. (2006), menyatakan bahwakinerja
6
lingkungan atau environmental performance merupakan kinerja perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang baik (green). Investor yang peduli terhadap lingkungan akan melihat bagaimana kontribusi perusahaan dalam melestarikan lingkungan. Hal ini akan dianggap sebagai berita baik dari perusahaan untuk investor, sehingga mereka mau menginvestasikan dananya dan pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan (Kusumadilaga, 2010). Tanggung jawab lingkungan menjadi semakin penting bagi perusahaan sektor pertambangan karena kegiatan operasi sektor ini memiliki risiko yang tinggi terkait kerusakan lingkungan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penelitian Oktariani dan Mimba (2014) menemukan bahwa kinerja lingkungan berpengaruh pada CSR disclosure.
Stakeholder dapat menilai sejauh mana tanggung jawab lingkungan perusahaan dengan melihat peringkat warna yang didapat oleh perusahaan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Semakin baik aktivitas lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan akan menyebabkan peningkatan kepercayaan di mata stakeholder (Angela dan Yudianti, 2015).
Tujuan diadakannya penilaian PROPER yaitu untuk mendorong peningkatan kinerja perusahaan mengenai pengelolaan lingkungan. Program ini mengimbau perusahaan untuk dapat memberikan transparansi informasi kepada para stakeholders mengenai aktivitas pengelolaan lingkungan oleh perusahaan. Melalui program ini, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan ketaatan dalam pengelolaan dan penataan lingkungan, karena hasil dari pemeringkatan ini akan
7
diumumkan kepada publik, sehingga dapat membawa dampak bagi reputasi perusahaan. (Djuitaningsih dan Ristiawati, 2009).
Aspek penilaian PROPER adalah ketaatan terhadap peraturan pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3, AMDAL serta pengendalian pencemaran laut. Ketentuan ini bersifat wajib untuk dipenuhi. Jika perusahaan memenuhi seluruh peraturan tersebut (in compliance) maka akan diperoleh peringkat biru, jika tidak maka merah atau hitam, tergantung kepada aspek ketidaktaatannya (Rakhiemah dan Agustia, 2009).
Tanggung jawab lingkungan perusahaan diukur dari PROPER yang diterbitkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). PROPER merupakan program KLH untuk menilai prestasi perusahaan dalam pengelolaan lingkungannya. PROPER menggunakan peringkat untuk mengukur tanggung jawab lingkungan perusahaan. Terdapat lima (5) kategori yang ditandai dengan warna-warna sebagai pemeringkatnya. Urutan peringkat dari yang terkecil ke yang terbesar dalam PROPER adalah hitam, merah, biru, hijau, dan emas. Dalam penelitian ini digunakan data ordinal yaitu pengukuran tanggung jawab lingkungan menggunakan skor 1 hingga 5 PROPER (Pratama dan Rahardja, 2013).
Penelitian Fibrianti dan Wisada (2015), menyatakan bahwa hutang dan profitabilitas berpengaruh pada corporate social responsibility perusahaan.
Sedangkan tanggung jawab lingkungan tidak berpengaruh pada corporate social responsibility.
8
Penelitian yang dilakukan Rakhiemah dan Agustia (2007), menyatakan bahwa kinerja lingkungan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan tambang.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dilakukan penelitian dengan judul
“Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan Tanggung Jawab Lingkungan Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Disclosure Pada Perusahaan Tambang yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2015-2019”.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah:
1. Bagaimana pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Tanggung Jawab Lingkungan terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure perusahaan Tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
2. Bagaimana pengaruh Profitabilitas terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure perusahaan Tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
3. Bagaimana perngaruh Ukuran Perusahaan terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure perusahaan Tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
4. Bagaimana perngaruh Tanggung Jawab Lingkungan terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure perusahaan Tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
9 1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan Tanggung Jawab Lingkungan terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure perusahaan Tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
2. Mengetahui pengaruh Profitabilitas terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure perusahaan Tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
3. Mengetahui pengaruh Ukuran Perusahaanterhadap Corporate Social Responsibility Disclosure perusahaan Tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
4. Mengetahui pengaruh Tanggug Jawab Lingkungan terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure perusahaan Tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
1.3.2. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan di atas, penelitian ini di harapkan memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang yang berkepentingan, baik dari teoritis maupun praktisi.
1. Manfaat Teoritis
a. Peneliti mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas tentang akuntansi dan pelaporan Corporate Social
10
Responsibility oleh suatu entitas bisnis, khususnya pada perusahaan Tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
b. Peneliti selanjutnya dapat di jadikan sebagai sumber referensi dan bahan pertimbangan dan penyempurnaan pada penelitian selanjutnya.
c. Akademisi penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pendidikan, terutama tentang studi corporate social resposibility yang terdapat di mata kuliah good corporate governance.
2. Manfaat praktis
a. Entitas bisnis dapat di jadikan sebagai referensi serta pertimbangan dalam membuat suatu kebijakan dan pengambilan keputusan oleh manajemen perusahaan yang berkaitan dengan Corporate Social Responsibility pada annual report, khususnya pada perusahaan Tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
b. Lembaga pembuat peraturan, seperti IAI dan Bapepam dapat di jadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun standar akuntansi lingkungan, sehingga dapat meningkatkan kualitas standar dan peraturan yang telah di tetapkan.
1 BAB V
SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan Tanggung Jawab Lingkungan terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure. Analisis menggunakan analisis regresi linear berganda, sehingga hasil penelitian menunjukkan:
1. Berdasarkan perhitungan uji F atau pengujian secara simultan menunjukkan bahwa Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan Tanggung Jawab Lingkungan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure.
2. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure.
3. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure.
4. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa Tanggung Jawab Lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure.
5.2. Keterbatasan
Keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini hanya perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sehingga
2
kesimpulan penelitian ini mungkin tidak akan berlaku untuk perusahaan pada sektor lainnya;
2. Variabel-variabel yang bisa digunakan untuk mengetahui pengaruh terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure ada banyak, namun dalam penelitian ini hanya menggunakan Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan Tanggung Jawab Lingkungan sebagai variabel independen, sehingga R2 dalam penelitian ini terbatas 49,6%, sisanya 50,4% tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
3. Periode amatan penelitian ini hanya menggunakan 5 tahun.
5.3. Saran
Berdasarkan keterbatasan yang telah diuraikan, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah sampel penelitian dan tidak terbatas hanya pada sektor pertambangan saja, seperti menambah sektor Manufaktur, sektor Property, sektor keuangan, sektor infrastruktur, utilitas & transportasi.
2. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan menambahkan variabel lain sebagai variabel independen yang terkait hubungannya dengan Corporate Social Responsibility, misalnya likuiditas, karakteristik perusahaan, dan leverage.
3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan menambah tahun amatan lebih dari 5 tahun.
1
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Soekrisno dan Ardana, I Cenik. (2009). Etika Bisnis dan Profesi. Jakarta:
Salemba Empat.
Andreas, Lako. (2011) Dekontruksi CSR dan reformasi pradigma bisnis dan akuntansi, Jakarta, Erlangga.
Angela dan Yudianti, F.N. (2015). Pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Finansial dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai Variabel Intervening. Simposium Nasional Akuntansi 18.
Universitas Sumatera Utara, Medan. 16-19 September 2015.
Angelia dan Suryaningsih (2015). The Effect of Environmental Performance and Corporate Social Responsibility Disclosure Towards Financial Performance (Case Study to Manufacture, Infrastructure, and Service Companies That Listed At Indonesia Stock Exchange). Procedia - Social and Behavioral Sciences 211 (2015) 348 – 355.
Azheri, Busyra. (2011). Corporate social responsibility: dari voluntary menjadi mandatory. Jakarta: Rajagrafindo.
Arifin, Zainul. 2003. Dasar-dasar Manajemen Bank Syariah. Bandung: Alvabet, Abdul Ghofur. Penerapan Prinsip Syariah Dalam Lembaga Keungan;
Lembaga Pembiayaan; dan perusahaan Pembiayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Arifin, Evy Nurvidya, dan Aris Ananta. 2012. Hukum Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia. Jakarta: PT. Newmont Minahasa Raya.
Barnas, Alyssa Natasya et. al, “Pengaruh Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Studi Empiris Pada Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2014)”, Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom, 2016.
Bouten, L., P. Everaert, L. V. Liedekerke, L. D. Moor, & J. Christiaens. (2011).
Corporate social responsibility reporting: A comprehensive picture?
Accounting forum,35,187-204.
Brigham, Eugene F dan Houston, Joel F. (2001). Manajemen Keuangan. Jakarta:
Erlangga.
Bambang, Hermanto. 2018. praktisi yang pernah berkecimpung di PT. ANTAM.
PT. BEI. 2015-2019 Laporan Keuangan dan Tahunan. Jakarta. Diakses Juni 2014 www.idx.co.id/id-id/beranda/perusahaan tercatat/laporan keuangan dan tahunan.aspx.
2
Cahyandinto. F.C, Ebinger. F. (2005). The effectiveness of sustainability reporting: Is it only about the report’s design and contents. E-jurnal Available at SSRN 1670702.
Cheng, Megawati dan Yulius jogi kristiawan. (2011). Pengaruh pengnungkapan Corporate Social Responsibilty terhadap Abnormal Return. Jurnal Universitas Kristen Petra, Surabaya.
Dahlia, L. dan V. S. Siregar, (2008). Pengaruh corporare social responsibility terhadap kinerja perusahaan (studi empiris pada perusahaan yang terdaftar di BEI pada tahun 2005-2006). Simposium nasional akuntansi XI.
Pontianak.
Deegan, C. (2002). The Legitimising effect of social and environmental disclousures a theoretical foundation. Accounting, Auditing and Accountability Journal, Vol.15(3): 282-312.
Djuitaningsih, Tita dan Ristiawati, Erista Eka, “Pengaruh Kinerja Lingkungan dan Kepemilikan Asing terhadap Kinerja Finansial Perusahaan, “Jurnal Akuntansi Universitas, Jember. 2009.
Efferin, Sujoko, Stevanus Hadi Darmadji, & Yuliawati Tan. (2008). Metode penelitian Akuntansi: Mengungkap Fenomena dengan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta. Graha Ilmu.
Fibrianti, Ni Putu Emy dan Wisada, I Gede Suartha, “Pengaruh Hutang, Profitabilitas, dan Tanggung Jawab Lingkungan pada CSR Disclosure Perusahaan Pertambangan”, E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 11.2 (2015): 341-355 ISSN: 2302-8556.
Gitman, Lawrence J, (2006). Priciples of managerial finance. USA, Pearson Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Semarang: Badan Penerbitan Universitas Diponegoro.
Ghozali, Chariri. (2007). Teori Akuntansi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Grosser, k., & J. moon. (2005). Gender mainstreaming and corporate social responsibility: reporting workplace issues, Journal of business ethics, 62,327-340.
Hadi, Nor. (2011). Corporate Social Responsibility. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Hamalik, Oemar. (2003). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hanafi, Mamduh M dan Abdul Halim. 2016. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Kelima. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Hamonangan, dodi pradana, idham cholid, dan rattan juwita. (2016). Penagruh Islamic governance, investment account holder, dan profitabilitas terhadap corporate social responsibility, jurnal jurusan manajemen, STIE Multi Data Palembang.
3
Harahap, Sofyan Safri. (2000). Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta:
Raja Grafindo Persada.
Iswandika, Ryandi, (2014). Pengaruh kinerja keuangan, corporate social governance dan kualitas audit terhadap pengungkapan corporate social responsibility. E-journal akuntansi fakultas ekonomi universitas trisakti volume. 1 nomor. 2 september 2014 hal. 1-18.
Jensen dan meckling, (1976), the teory of the ferm: manajerial behavior, agency cost, and ownership, Journal of financial and economics, 3:305-260.
Kasmir. (2012), Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Kelvin dan Hapsari, Dini Wahjoe. “Pengaruh Indikator Good Corporate Governance dan Karakteristik Perusahaan Terhadap Corporate Social Responsibility (Studi pada Perusahaan Kelompok Indeks LQ 45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013)”. Jurnal Prodi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom, 2014.
Kuncoro, Mudrajat. (2009). metode riset untuk bisnis dan ekonomi, penerbit erlangga, Surabaya.
Kusumadilaga, Rimba. (2010). Pengaruh corpaorate social responsibility terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderating. Skripsi.
Fakultas ekonomi, universitas Diponegoro, semarang.
Lako, Andreas. (2011). Dekonstruksi CSR dan reformasi paradigma bisnis &
akuntansi. Jakarta: erlangga.
Oktariani, Ni Wayan dan Ni Putu Sri Harta Mimba. (2014). Pengaruh Karakteristik Perusahaan Dan Tanggung Jawab Lingkungan Pada Pengungkapan CSR Perusahaan. http://ojs.unud.ac.id. Diunduh tanggal 25 Mei 2014.
Pratama, Agny Gallus dan Rahardja, “Pengaruh Good Corporate Governance dan Kinerja Lingkungan Terhadap Pengungkapan Lingkungan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur dan Tambang yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Termasuk dalam PROPER Tahun 20092011)”, Diponegoro Journal Of Accounting, Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013, Halaman 1-14.
Priyatno, Dwi. (2008). Mandiri Belajar SPSS Untuk Analisis Data & Uji Statistik.
Jakarta: MediaKom.
Pujiasih. (2013). Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Corporate Social Responsibility (CSR) Sebagai Variable Intervening (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2009-2011). Skripsi tidak diterbitkan.
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.
4
Purnasiwi jayanti. (2011). Pengaruh size, profitabilitas, dan leverage terhadap pengungkapan csr pada perusahaan yang terdaftar di bursa efek indonesi.
Skripsi. Universitas diponegoro, semarang.
Purwanto, 2011, “Pengaruh tipe industry, ukuran perusahaan, profitabilitas terhadap corporate social responsibility‟, Jurnal Akuntansi & Auditing, vol.8, no.1, hlm.1-94.
Putra, I.B.G.W dan Utama, I.M.K, “Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Informasi Laba Akuntansi Pada Return Saham”, EJurnal Akuntansi Universitas Udayana 12.3 (2015): 705-705. ISSN:
2302-8556.
Raditya, Amalia Nurul. (2012) analisis factor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengungkapan Islamic social reporting pada perusahaan yang masuk daftar syariah. Skripsi, fakultas ekonomi, universitas Indonesia.
Rakhiemah, Aldilla Noor dan Agustia, Dian. (2009). Pengaruh Kinerja Lingkungan Terhadap Corporate Social Responsibility (CSR) Disclosure dan Kinerja Finansial Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi XII, (4-6 November) 2009, Palembang.
Rivai, Veithzal dkk. (2006). MSDM untuk Perusahaan dari Teori Ke Praktek.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Rochlinansari, sri. (2016). Teor-Teori Dalam Informasi. Jurnal Ekonomi: Cirebon.
Putri. (2017). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, Likuiditas, dan Basis Kepemilikan Terhadap Corporate Social Responsibility pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) PERIODE 2012-2014.
Sayekti, y. dan L.S. Wondabio. (2010). pengaruh csr disclousure terhadap earning response coefficient. Simposium nasional akuntansi X. Makassar, 26 -28 juli.
Sembiring, ER 2005, „Karakteristik perusahaan dan pengungkapan tanggung jawab social: study empiris pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta‟, Simpsium Nasional Akuntansi VII solo, 15-16 September 2005, hlm.379-395.
Suharto, Edi. (2008). Corporate social responsibility: what is and benefits for corporate. www.policy.hu/suharto.diakses.
Suratno, I.B., et al. (2006). Pengaruh Environmental Performance terhadap Environmental Disclosure dan Economic Performance (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta Periode 2001-2004). Simposium Nasional Akuntansi 9. Padang, (23-26 Agustus).
Sari, W. N., & Puspita, R. 2015. Pengaruh Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Return On Asset (ROA) dan Ukuran Perusahaan
5
Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2013. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 4(1), 1–20.
Sulthony, Zahrul Makarim and, Drs. Suyatmin Waskito Adi, M.Si., (2019) Pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, Leverage Dan Likuiditas Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Studi pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2016). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Trsinawati, Rina. (2014). “Pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, ukuran dewan komiasaris dan kepemilikan manajerial terhadap pengungkapan corporate social responsibility industry perbankan di Indonesia”. Seminar nasional dan Call for paper. ISBN:978-602-70429-2- 6.
Tunggal, Whino Sekar Prasetyaning dan Fachrurrozie, “Pengaruh Environmental Performance, Environmental Cost dan CSR Disclosure Terhadap Financial Performance”. Accounting Analysis Journal, AAJ 3 (3) (2014).
Utomo, N.S. (2009). Analisis Pengaruh Tingkat Inflasi dan Suku Bunga BI terhadap Kinerja Keuangan PT. Bank muamalat, tbk Berdasarkan Rasio Keuangan. Artikel Universitas Gunadarma, hal. 1-18.
Urmila, N. M. D., & Mertha, M. 2017. Tipe Perusahaan Memoderasi Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Kepemilikan Asing pada Pengungkapan CSR Perusahaan Manufaktur di BEI, 19(3), 2145–2174.
Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.
Undang-undang No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH).
Undang-undang Republik Indonesia No. 21 tahun 2008 tentang perseroan terbatas.
Untung, (2014). CSR dalam Dunia Bisnis. yogyakarta: Andi Offset.
Wibisono, Yusuf. (2007). Membedah Konsep dan Aplikasi Corporate Social Responsibility. Gresik: Fascho Publishing.
World Business Council for Sustainable Development. (2014). Corporate Social Responsibility Definition.
Yulfaida dan Zhulaikha. (2012). pengaruh size, leverage, dan ukuran dewan komisaris terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia, jurnal semarang:
Undip. Diponegoro Journal of Accounting, vol. 1, no. 1, pp. 214-224, Oct. 2012.