Pengaruh Jerome Polin Sebagai Brand Ambassador Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone
Samsung di Indonesia
(Studi Kasus Pada Followers Instagram Jerome Polin Yang Menggunakan HP Samsung)
Proposal ini disusun untuk memenuhi penilaian Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Metode Penelitian Komunikasi ( Kuantitatif )
Dosen Pengampu:
Drs. Ana Kuswanti M.Si.
Disusun Oleh:
Edgar Ib’rania Nicolas - 2110411111 Michelle Devina Abigail - 2110411307
Program Studi Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta 2023
1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...2
BAB I PENDAHULUAN...3
A. Latar Belakang...3
B. Rumusan Masalah...6
C. Tujuan Penelitian...7
D. Manfaat Penelitian...7
BAB II KAJIAN PUSTAKA...9
A. Penelitian Terdahulu...9
B. Teori dan Konsep Penelitian...14
C. Kerangka Pemikiran...18
D. Hipotesis penelitian...20
BAB III METODE PENELITIAN...21
A. Objek Penelitian...21
B. Jenis Penelitian...22
C. Teknik Pengumpulan Data...22
D. Sumber Data...25
E. Teknik Analisis Data...27
DAFTAR PUSTAKA...31
LAMPIRAN...33
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semakin maraknya penggunaan media sosial saat ini secara tidak l angsung memiliki dampak pada perubahan gaya hidup seseorang, terutama generasi Millenials (saat ini berusia 24-39 tahun) dan generasi Z (saat ini b erusia 8-23 tahun). Anak-anak muda semakin mudah dipengaruhi oleh bud aya luar dan kehidupan seorang influencer yang mereka lihat di media sosi al tanpa mencari tahu fakta sebenarnya. Banyak influencer atau publik figu r yang menampilkan "kehidupan palsu"nya di media sosial, mulai dari gay a hidup mewah, fashion kekinian, serta mengikuti berbagai aktivitas yang sedang "tren" di internet.
Contohnya, akhir-akhir ini Indonesia dilanda oleh Korean Wave ya ng membuat semua orang tertarik dengan hal-hal berbau "Korea", sehingg a hal ini dimanfaatkan oleh beberapa brand, termasuk brand lokal untuk m enjadikan artis atau grup idol Korea sebagai brand ambassadornya. Brand menggunakan sosok yang "dekat" atau banyak diikuti oleh generasi Millen ials dan Z seperti YouTuber, TikToker, Selebgram, Content Creator, dan s ebagainya. Salah satu yang sering memengaruhi anak muda adalah smartp hone, sehingga banyak brand smartphone yang mulai menggunakan publik figur terkenal untuk menjangkau generasi Millenials dan Z sebagai target pasar mereka.
Alma (2011:96) berpendapat, bahwa Keputusan pembelian merupa kan suatu keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh ekonomi keuangan, produk, teknologi, politik, budaya, harga, promosi, physical evidence, peo ple, lokasi dan proses, sehingga membentuk suatu sikap pada konsumen u ntuk mengolah segala informasi dan mengambil kesimpulan berupa respon se yang muncul produk apa yang akan dibeli.
Brand menurut Kertajaya (2010:63), adalah sebagai value indicato r karena brand mampu menciptakan dan menambahkan nilai pada produk, perusahaan, orang atau bahkan negara. Realitasnya brand menjadi indicato r value yang ditawarkan kepada pelanggan internal, eksternal, dan investor.
Selain itu merek mengindikasikan value dari produk, sehingga akan mem buat perusahaan mampu menghindar dari jebakan komoditas.
Salah satu strategi yang digunakan oleh brand untuk membangun citra dan memengaruhi keputusan pembelian adalah dengan brand ambass ador. Menurut Lea Greenwood (2012:88), “Brand ambassador is a tool use d by companies to communicate and connect with the public, regarding ho w them actually enhances sales”. Brand harus benar-benar memperhatikan publik figur mana yang cocok untuk membangun citra mereka dan menjan gkau target pasar mereka. Salah satunya adalah Samsung yang merupakan brand smartphone asal Korea Selatan yang sudah berdiri sejak tahun 1938 oleh Lee Byung Chul di Daegu, Korea Selatan dan sekarang sudah beroper asi di 58 negara.
Menurut Marvel Werung, Dolina L. Tampi, dan Joan V. Manginda an dalam Jurnal Productivity, Vol. 1 No. 5 (2020), Samsung mencitrakan d irinya sebagai smartphone berkualitas sehingga cocok untuk kalangan mah asiswa. Banyak mahasiswa yang tertarik membeli produk Samsung karena Brand Image-nya di masyarakat juga baik, sehingga diharapkan mampu m emengaruhi keputusan pembelian konsumen. Secara teoritis faktor tersebu t dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, masih diperlukan pembukti an secara empiris bagaimana sumbangan faktor tersebut terhadap keputusa n pembelian.
Salah satu strategi marketing Samsung adalah sering berkolaborasi dan menjadikan artis atau grup idol sebagai brand ambassadornya, seperti BTS dan Blackpink, sedangkan di Indonesia brand ambassador Samsung t erdiri dari Isyana Sarasvati, Dian Sastro, Lyodra, Jerome Polin, dan sebaga inya. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kesan "classy" dan "smart" yan g direpresentasikan oleh brand ambassador tersebut.
Realitasnya sebagai brand, Samsung tidak bisa benar-benar menga wasi brand ambassadornya, apakah ia menunjukkan diri sebagai pengguna Samsung secara natural, walaupun sebenarnya mereka menggunakan smar tphone merk lain. Hal ini tentu menjadi masalah bagi Samsung karena dap at memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli produk Samsung. Sa ngat disayangkan jika citra Samsung yang sudah dibangun dengan fitur ser ta desain produknya yang menarik perhatian konsumen, kolaborasinya den gan BTS dan Blackpink yang menarik minat penggemarnya dinodai oleh c itra dari salah satu brand ambassadornya, seperti Jerome Polin.
Jerome Polin dikenal sebagai seorang YouTuber dan content creato r lulusan Waseda University, Jepang yang berfokus pada pendidikan dan matematika, ia sering membuat konten terkait penyelesaian soal matemati ka dan memperkenalkan budaya Jepang maupun Indonesia. Seiring berjala nnya waktu, Jerome semakin banyak dikenal dan disukai oleh anak muda, mulai dari generasi Millenials sampai generasi Z yang juga membuatnya s emakin berkembang, mulai dari membangun corp bersama dengan kakakn ya, Jehian, membuka bisnis minuman dan makanan (Menantea dan Kuma w), menjadi pembicara di seminar atau acara penting lainnya, sampai menj adi brand ambassador Samsung di Indonesia bersama dengan Lyodra, Rai sa, Dian Sastro, dan lainnya.
Kondisi tersebut merupakan pencapaian luar biasa seorang Jerome Polin, sampai akhirnya ia mulai diterpa isu, seperti kontennya yang melan ggar privasi orang Jepang (tidak diblur), mengganggu kenyamanan orang J epang, dan turut serta membuat konten TikTok yang menyalahi kode etik (bersama Ekida dan Farhan), sehingga citra Jerome perlahan berubah dan banyak penggemarnya yang turut kecewa. Perlahan, masalah tersebut pun dapat diselesaikan oleh Jerome dan pihak manajemennya. Tapi, setelah ma salah tersebut selesai, Jerome Polin mulai terlibat dalam kasus "penipuan"
yang dilaporkan oleh para investor toko buatannya, yaitu Menantea karena dianggap lepas tanggung jawab dan mengingkari janji strategi marketing y ang disebutkan di awal.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Rozalia, Handayani Rinu astuti, dan Rusminah Hs dalam Jurnal Distribusi, Vol. 8, No. 2, hal.149-16 2 (2020), menunjukkan bahwa Brand Ambassador (BA) berpengaruh posit if yang signifikan terhadap Keputusan Pembelian (KP). Hasil penelitian in i sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Magdalena, d kk (2015) dengan judul penelitian “Pengaruh Brand Ambassador terhadap international brand image serta Dampaknya terhadap Keputusan Pembelia n (Studi pada Pengguna Smartphone Samsung)”.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nindya Elsanora Lingga dan Berlian Primadani Satria Putri dalam Jurnal Ilmu Komunikasi Volume V, No. I (2022) menunjukkan bahwa hasil perhitungan uji koefisien deter minasi diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 65.9% yang berarti br and ambassador Jerome Polin memberikan pengaruh dengan nilai sebesar 65.9% terhadap brand image. Sebanyak 34.1% dipengaruhi oleh faktor lai n yang tidak terdapat dalam penelitian. Dengan bergesernya citra Jerome P olin yang dianggap sudah tidak "idealis" lagi, maka diperlukan hasil peneli tian yang terbaru.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dirumuskan masal ah sebagai berikut;
1. Seberapa besar pengaruh Brand Ambassador Jerome Polin t erhadap keputusan konsumen dalam pembelian produk sma rtphone Samsung?
2. Seberapa besar pengaruh citra Jerome Polin sebagai Brand Ambassador pada persepsi konsumen terhadap merek Sams ung di Indonesia?
3. Seberapa besar pengaruh penggunaan iPhone oleh Jerome P olin dalam kehidupan sehari-sehari sebagai Brand Ambassa
dor smartphone Samsung terhadap keputusan pembelian ko nsumen?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dilakukannya peneliti an ini adalah;
1. Untuk mengetahui seberapa signifikansi pengaruh Jerome P olin sebagai Brand Ambassador Smartphone Samsung terha dap keputusan pembelian konsumen.
2. Untuk mengetahui seberapa signifikansi pengaruh citra Jero me Polin sebagai Brand Ambassador terhadap citra produk smartphone Samsung.
3. Untuk mengetahui seberapa signifikansi pengaruh penggun aan iPhone oleh Jerome Polin sebagai Brand Ambassador S martphone Samsung dalam kehidupan sehari-hari terhadap keputusan pembelian konsumen.
D. Manfaat Penelitian Manfaat Akademis:
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan men genai pengaruh citra Brand Ambassador terhadap keputusan pembelian ko nsumen, serta diharapkan dapat menjadi bahan untuk penelitian serupa di masa depan dan menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan yang se cara teoritis dipelajari di bangku perkuliahan.
Manfaat Praktis:
1) Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana yang bermanfaat da lam mengimplementasikan pengetahuan penulis tentang keterkaita
n antara Brand Ambassador dengan keputusan pembelian konsume n.
2) Bagi Pembaca
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan kepada pe mbaca bagaimana Brand Ambassador memengaruhi keputusan dal am membeli smartphone, sehingga pembaca diharapkan dapat men jadi konsumen yang lebih bijak dalam memilih sebuah produk.
3) Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk p erusahaan dalam menyusun strategi pemasaran menggunakan Bran d Ambassador dan social media marketing sebagai upaya promosi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Penelitian Terdahulu
Chin, P. N., Isa, S. M., & Alodin, Y. (2020). "The impact of endorser and brand credibility on consumers’ purchase intention: the mediating effect of attitude towards brand and brand credibility." Journal of Marketing Communications, 26(8), 896–912. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kredibilitas seorang endorser akan berpengaruh terhadap daya beli konsumen dan menguji hubungan antara peran mediasi sikap terhadap brand dan kredibilitas brand tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui survei dengan menyebar kuesioner kepada 385 responden di Malaysia.
Pendekatan yang dilakukan untuk menguji hubungan antara variabel adalah dengan analisis jalur. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa kredibilitas antara endorser dan kredibilitas brand memiliki pengaruh positif terhadap sikap melalui brand dan kredibilitasnya serta berpengaruh positif terhadap minat pembelian konsumen. Dengan kata lain, sikap dan kredibilitas brand memiliki peran sebagai mediator antara kredibilitas endorser dengan minat pembelian konsumen. , brand perlu membangun kredibilitas yang baik di mata konsumen.
Ha, H. Y., & Grunhagen, M. (2021). "Consumer response to influencer marketing on Instagram: The role of parasocial interaction and source credibility." Journal of Interactive Advertising, 21(1), 76-91.
Penelitian ini menitikberatkan pada respon konsumen terhadap pemasaran yang dilakukan dengan teknik marketing influencer di Instagram.
Peran interaksi parasosial dan kredibilitas sumber dijadikan sebagai salah satu pertimbangan. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui survei daring yang diisi oleh 474 orang responden di Korea Selatan. Hasilnya menunjukkan bahwa interaksi parasosial memiliki pengaruh terhadap sikap suatu brand dan niat pembelian konsumen. Kredibilitas sumber juga berpengaruh positif terhadap sikap suatu brand dan minat beli konsumen.
Rosita, D., & Novitaningtyas, I. (2021). Pengaruh Celebrity Endorser dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Produk Wardah pada Konsumen Mahasiswa. Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia, 4(4). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh selebriti endorser dan brand image kosmetik Wardah terhadap keputusan pembelian di kalangan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebar kepada 175 responden yang merupakan mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi Universitas Tidar dengan metode purposive sampling yang menetapkan jumlah sampel sebanyak 10% dari total populasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selebriti endorser memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian secara parsial dan simultan. Hasil tersebut bisa memberikan implikasi bagi perusahaan kosmetik untuk menggunakan strategi promosi dengan selebriti endorser dan meningkatkan brand image agar keputusan pembelian konsumen meningkat.
Assalam, N. H., & Wibisono, A. (2020). Dampak Celebrity Endorser Terhadap Minat Beli Produk Caffino Melalui Ekuitas Merek Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Konsumen Swalayan Santri Lenteng). Journal MISSY (Management and Business Strategy), 1(1), 36- 44. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari selebriti endorser terhadap minat pembelian produk Caffino melalui ekuitas merek sebagai variabel intervening. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan mengambil sampel sebanyak 100 responden dari
populasi seluruh konsumen swalayan Santri Lenteng menggunakan teknik purposive sampling dan nonprobability sampling.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selebriti endorser tidak memiliki dampak secara langsung terhadap minat beli, sedangkan ekuitas merek berdampak secara langsung terhadap minat beli dan selebriti endorser berdampak secara langsung terhadap ekuitas merek, sehingga strategi selebriti endorser melalui ekuitas merek dapat meningkatkan minat beli konsumen.
Kurniawan, C. N., & Susanto, A. (2020). Pengaruh Celebrity Endorsement, Brand Image dan Testimoni di Instagram terhadap Minat Beli Konsumen, 3(2), 98-112. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh celebrity endorsement, brand image, dan testimoni terhadap minat beli konsumen terhadap produk HDI Naturals Clover Honey.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan data primer dari kuesioner yang disebar secara online dan teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Sampel penelitian diambil dari populasi orang yang memiliki akun instagram (setidaknya mengikuti salah satu selebriti endorser), mengetahui produk HDI Naturals Clover Honey, dan pernah mengunjungi akun produk tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa celebrity endorsement dan testimoni saling berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli konsumen, sedangkan brand image tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Celebrity endorsement, brand image, dan testimoni memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen secara simultan.
Fitri, F. R. (2018). “The influence of celebrity endorsement in social media instagram on attitude towards brand and brand image to customer purchase intention (Study on Ayudia Bing Slamet for Rubylicious Brand)”. Journal of Accounting Management and Economics (JAME), 20(2), 7-17. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran brand trust dalam mediasi korelasi antara penggunaan celebrity endorser
dan niat pembelian konsumen online. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Kota Denpasar dengan penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data PLS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa brand trust mampu memediasi hubungan antara penggunaan celebrity endorser dengan niat konsumen untuk membeli secara online sehingga penggunaan celebrity endorser dan brand trust diharapkan dapat memberikan referensi bagi UMKM yang menawarkan produk di makanan dan minuman secara online.
Ruly, S. A., Riski, M. N., Saisaria, M. (2021). “The Role Of Brand Trust In Mediating The Correlation Between The Use Of Celebrity Endorsers And Online Consumer Purchase Intentions”. Russian Journal Of Agricultural And Socio-Economic Sciences (RJOAS), 115(7), 131-137.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikator endorser selebrity, sikap terhadap merek, citra merek, dan niat beli. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan metode penelitian survey. Teknik convenience sampling yang berasal dari teknik non-probability sampling digunakan untuk pemilihan sampel. Sampel penelitian ini adalah 175 orang yang mengetahui keberadaan Rubylicious dan Ayudia Bing Slamet. Hasil penelitian ini menunjukan celebirty endorser memiliki pengaruh kuat terhadap sikap, citra merek dan niat beli konsumen. Ayudia Bing Slamet berhadil membawa pengaruh positif bagi Rubylicious.
Nuraini, A., & Maftukhah, I. (2015). Pengaruh Celebrity Endorser dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Citra Merek Pada Kosmetik Wardah di Kota Semarang. Management Analysis Journal, 4(2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung celebrity endorser, kualitas produk, dan citra merek sebagai variabel intervening terhadap keputusan pembelian.
Populasi penelitian adalah pengguna kosmetik Wardah di kota Semarang. Jumlah sampel 116 responden dengan asidental sampling. Data
diperoleh dengan kuesioner. Hasil penelittian ini menunjukan bahwa celebrity endorser secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek kosmetik Wardah, sedangkan kualitas produk tidak berpengaruh terhadap citra merek kosmetik Wardah. Ini berarti celebrity endorser lebih berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk kosmetik Wardah.
Andrianto, N. F., & Sutrasmawati, E. (2016). Pengaruh Celebrity Endorser dan Brand Image Pada Keputusan Pembelian. Management Analysis Journal, 5(2). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh celebrity endorser dan brand image pada proses keputusan pembelian. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang yang menggunakan smartphone Samsung dengan Purposive Judgement Sampling melalui kuesioner. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode rumus iterasi dengan jumlah 115.
Hasilnya menunjukan bahwa celebrity endorser dan brand image berpengaruh positif dan signifikan pada proses keputusan pembelian smartphone Samsung.
Putri, G. H., & Patria, B. (2018). Pengaruh Endorsement Selebriti Instagram terhadap Minat Beli Remaja Putri. Gadjah Mada Journal Of Professional Psychology (GAMAJPP), 4(1), 33-41. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh endorsment selebgram terhadap minat beli remaja putri. Penelitian ini menggunakan skala minat beli yang telah di modifikasi oleh peneliti. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri sebanyak 73 orang. Penelitian ini menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui perbedaan pengaruh endorsement selebgram. Hasil penelitian ini menunjukan endorsement selebgram tidak berpengaruh terhadap minat beli remaja putri. endorsement selebgram bukan menjadi faktor dominan dalam mempengaruhi minta beli remaja putri.
E. Teori dan Konsep Penelitian 1. Teori Pengaruh Selebriti
Dikenal sebagai Celebrity Endorsement Theory merupakan teori yang mempelajari pengaruh selebriti atau tokoh terkenal dala m memengaruhi persepsi, sikap, dan perilaku konsumen terhadap s uatu produk atau merek.
Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh David McCracke n pada tahun 1989 dalam jurnal "Who is the Celebrity Endorser? C ultural Foundations of the Endorsement Process". Berdasarkan pen gamatannya, terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan selebriti dalam iklan dan promosi terhadap persepsi dan sikap kons umen kepada suatu merek. Hal ini meliputi atribut yang ditransfer, daya tarik selebriti, dan relevansi dengan merek. Teori ini biasa dig unakan oleh perusahaan untuk memanfaatkan engagement seorang selebriti untuk memenuhi tujuan pemasaran mereka.
a) Atribut yang Ditransfer:
Atribut yang ditransfer mencakup kualitas, citra, atau nilai-nilai yang dikaitkan dengan selebriti dan merek atau produk yang diendorse, sehingga ketika pasar dari selebriti tersebut melihat produk yang ditawarkan, maka feedback positif yang dikeluarkan akan berpengaruh terhadap merek. Hal ini bisa didasari oleh penampilan atau citra dari selebriti tersebut yang menarik, menampilkan kecerdasan atau keberhasilannya yang kemudian dikaitkan dengan citra brand yang diendorse.
b) Daya Tarik Selebriti:
Daya tarik selebriti dapat mendorong ketertarikan atau popularitas di mata konsumen. Karena semakin besar daya tarik seorang selebriti, maka kemungkinan
pengaruhnya juga semakin besar. Hal ini biasanya bisa dibangun melalui karisma, citra di media sosial, pengikut yang banyak, dan lain sebagainya.
c) Relevansi dengan Merek:
Relevansi dengan merek merupakan salah satu faktor yang penting dalam teori ini. Selebriti yang memiliki relevansi dengan merek akan lebih memungkinkan untuk memengaruhi konsumen secara positif, biasanya faktor ini dapat membangun dan menciptakan kepercayaan konsumen terhadap merek atau produk yang ditawarkan. Hal ini biasanya dibangun dengan adanya kesamaan (visi/misi/nilai) antara selebriti dengan brand, memiliki kepribadian atau citra yang diinginkan oleh brand.
d) Mekanisme Pengaruh:
Terdapat beberapa mekanisme yang bisa menjadi pengaruh terhadap keputusan pembelian, seperti identifikasi, dimana konsumen akan mengidentifikasi diri mereka dengan nilai-nilai atau citra yang diciptakan oleh selebriti dan akan mengadopsinya jika memiliki kaitan dengan mereka. Selain itu, ada sumber daya sosial yang membuat konsumen percaya bahwa kualitas dan status sosial produk yang diendorse oleh para selebriti memiliki tingkat yang tinggi dibandingkan yang lain.
e) Dampak Selebriti sebagai Brand Ambassador:
Selebriti yang dijadikan sebagai brand ambassador diharapkan dapat memberikan feedback positif untuk sebuah brand, seperti meningkatkan brand awareness, meningkatkan citra brand, serta memengaruhi preferensi
konsumen untuk produk tersebut. Strategi ini bisa menjadi efektif untuk membangun kepercayaan serta memengaruhi keputusan konsumen.
2. Konsep Komunikasi Pemasaran
Komunikasi pemasaran digunakan untuk menjelaskan prose s pengiriman pesan dari pihak produsen kepada konsumen untuk m emengaruhi keputusan pembelian konsumen. Konsep ini didasarka n pada pemasaran yang termasuk dalam proses pengiriman pesan d ari produsen kepada konsumen untuk memengaruhi perilaku konsu men dalam membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Proses ini melibatkan beberapa elemen komunikasi, seperti pengirim pesan, p esan, saluran, dan umpan balik.
a) Tujuan
Untuk mencapai tujuannya, komunikasi pemasaran harus dapat menyampaikan pesan dengan jelas, mudah dipa hami, serta menarik agar dapat memengaruhi minat pembel ian konsumen.
b) Fungsi
Konsep ini berfungsi untuk memasarkan serta meni ngkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk atau jasa y ang ditawarkan dengan menunjukkan bagaimana dan meng apa produk itu digunakan, target pasar yang dituju, dimana, dan kapam produk tersebut dapat diperoleh.
c) Komponen
Beberapa komponen yang dilibatkan dalam konsep komunikasi pemasaran, yaitu:
Pengirim pesan: produsen atau perusahaan yang me miliki pesan mengenai produk atau jasanya dan ing in menyampaikannya.
Pesan: informasi yang ingin disampaikan oleh perus ahaan kepada konsumen.
Saluran komunikasi: media atau sarana yang diguna kan untuk menyampaikan pesan, seperti iklan, brosu r, atau media sosial.
Penerima pesan: calon konsumen atau target pasar y ang ditetapkan oleh perusahaan atau pengirim pesan untuk menerima pesan.
Umpan balik: tanggapan atau respon dari konsumen terhadap pesan yang disampaikan oleh pengirim pes an.
Penerapan konsep diatas ditunjukkan ketika Samsung menu njuk beberapa artis atau selebriti untuk menjadi brand ambassador untuk mempromosikan produk terbaru mereka, salah satunya adala h Jerome Polin, seorang konten kreator yang membuat banyak kont en edukatif dan menghibur di saluran YouTubenya. Penggunaan Je rome sebagai brand ambassador didasari karena "pengaruh"nya ya ng luar biasa di media sosial dan citra yang selama ini ditampilkan.
, pengaruh ini bisa berbalik saat Jerome dilanda masalah dan mulai mendapatkan banyak "hujatan" dari netizen di media sosial. , peng aruh yang dihasilkan kemungkinan akan berbeda pada saat sebelu m dan sesudah terkena masalah tersebut.
F. Kerangka Pemikiran
Berikut ini merupakan kerangka pemikiran penelitian penulis yang dapat digambarkan pada bagan:
Gambar 1: Kerangka Pemikiran
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi modern ini terbilang sangat cepat, terbukti dari banyaknya aktivitas yang dapat dilakukan secara online, seperti mencari informasi, membeli kebutuhan, memesan tiket dan lainnya. Fasilitas seperti smartphone juga mulai menginvasi pasar teknologi di Indonesia, dapat dilihat dari banyaknya
Citra Jerome Polin di Instagram
Teori Pengaruh Selebrit
Keputusan Pembelian : Pemilihan Produk Pengambil Keputusan
Waktu Pembelian Metode Pembayaran
Penyalis Pembeli Menurut Tjiptono
(2012) Pengaruh Brand
Ambassador Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen
Brand Ambassador:
Visibility Credibility Attracton Expertse Trustworthiness
Menurut Lea- Greenwood
(2012)
Variabel (X) Variabel (Y)
persaingan brand smartphone di pasaran. Dengan persaingan yang sengit, banyak brand yang mulai menggunakan celebrity endorsement dalam strategi marketingnya. Di Indonesia sendiri, Samsung menggunakan beberapa artis dan selebriti sebagai endorsernya, salah satunya jaitu Jerome Polin.
Penelitian fokus pada kajian yang akan diteliti. Alur kerangka pemikiran dijelaskan sebagai berikut : Persaingan di dunia teknologi memungkinkan setiap brand smartphone menggunakan strategi marketing yang efektif untuk menjadi brand smartphone yang diandalkan konsumen.
Samsung menggunakan Jerome Polin yang memiliki citra sebagai orang yang cerdas dan membawa nama baik Indonesia sehingga diharapkan mampu membawa citra brand Samsung menjadi lebih baik dan terkenal.
Hal ini yang membuat penulis ingin membuat penelitian tentang Jerome Polin sebagai endorser brand Samsung dalam mempengaruhi citra brand Samsung dan keputusan pembelian followers Instagramnya.
Menurut Lea-Greenwood (2012) dimensi brand ambassador mencakup visibility, credibility, attraction, expertise, dan trustworthiness yang dapat dilihat pada profil Instagram Jerome Polin serta dimensi keputusan pembelian menurut Tjiptono (2012) yang meliputi pemilihan produk, pembeli, pengambil keputusan, waktu pembelian, metode pembayaran, dan penyalur yang menjadi pertimbangan bagi followers Instagram Jerome Polin.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertumbangan bagi konsu men agar lebih berhati-hati dalam memilih produk smartphone, memperti mbangkan kredibilitas artis dan selebriti yang mempromosikan produk ter sebut. Konsumen diharap untuk membuat strategi dalam pembelian, sepert i menentukan budget, keperluan, dan spesifikasi dari smartphone itu sendir i.
G. Hipotesis penelitian
H1: Terdapat pengaruh signifikan
1. Terdapat pengaruh Brand Ambassador Jerome Polin terhadap keputusan konsumen dalam pembelian produk smartphone Samsung?
2. Terdapat pengaruh citra Jerome Polin sebagai Brand Ambassador pada persepsi konsumen terhadap merek Samsung di Indonesia?
3. Terdapat pengaruh penggunaan iPhone oleh Jerome Polin dalam kehidupan sehari-sehari sebagai Brand Ambassador smartphone Samsung terhadap keputusan pembelian konsumen?
H0: Tidak terdapat pengaruh signifikan
1. Tidak terdapat pengaruh Brand Ambassador Jerome Polin terhadap keputusan konsumen dalam pembelian produk smartphone Samsung?
2. Tidak terdapat pengaruh citra Jerome Polin sebagai Brand Ambassador pada persepsi konsumen terhadap merek Samsung di Indonesia?
3. Tidak terdapat pengaruh penggunaan iPhone oleh Jerome Polin dalam kehidupan sehari-sehari sebagai Brand Ambassador smartphone Samsung terhadap keputusan pembelian konsumen?
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Objek Penelitian
Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 29), objek penelitian merupakan suatu bagian dari inti problematika pada suatu penelitian.
Objek di dalam riset dapat disebut juga dengan istilah variabel penelitian.
inti problematika yang dimaksud adalah objek yang akan digunakan dalam riset atau bisa juga berupa pusat dari masalah yang ditemukan oleh peneliti yang kemudian akan dianalisis dan diteliti. Tanpa adanya suatu objek penelitian, maka topik permasalahan pada riset atau penelitian tidak akan muncul begitu saja.
Pada penelitian ini, yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah Followers Instagram Jerome Polin yang mudah terpengaruh oleh citra dan arus di media sosial terhadap merek Samsung.
● Kehadiran Jerome Polin sebagai brand ambassador Samsung di Indonesia akan dijadikan sebagai variabel independen dan keputusan pembelian smartphone Samsung sebagai variabel dependen.
● Variabel mediasinya adalah persepsi dan minat pembelian konsumen terhadap merek Samsung dengan media sosial Instagram sebagai media yang digunakan oleh Jerome Polin untuk mempromosikan smartphone Samsung.
H. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan paradigma positivis yang menurut Heyvon Herdhayinta, S.E., M.Sc., Ph.D. seorang dosen di Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada memiliki karakteristik utama yaitu realitas yang independen dan objektivitas. Artinya, peneliti melihat apa yang ia teliti terpisah dari peneliti sebagai suatu realitas yang objektif. Paradigma positivisme biasanya hanya mengamati “permukaan” yang tampak tanpa memahami makna secara mendalam. Tujuan dari paradigma ini untuk mencapai generalisasi, dimana faktanya ada hal-hal seperti perilaku manusia yang tidak bisa digeneralisasi dan akan tetap ada unsur subjektivitas.
Metode yang akan digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis isi dengan mengambil sumber dan menggunakan data sekunder dari jurnal penelitian sebelumnya. Menurut Sugiyono (2016), penelitian deskriptif bertujuan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu atau lebih variabel (independen) tanpa membuat perbandingan atau dihubungkan dengan variabel lainnya.
Pendekatan ini dilakukan untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran yang jelas mengenai fenomena atau peristiwa yang sedang diteliti, dalam hal ini adalah pengaruh Jerome Polin sebagai brand ambassador terhadap keputusan pembelian smartphone Samsung di Indonesia.
I. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian pengaruh Jerome Polin sebagai brand ambassador terhadap keputusan pembelian produk Samsung di Indonesia adalah dengan menyebar kuesioner dan menganalisis jurnal atau penelitian terdahulu untuk
mendapatkan data-data yang kemudian dianalisis. Peneliti menggunakan dua teknik dalam penelitian, yaitu kuesioner atau angket dan studi pustaka:
1) Kuesioner atau Angket
Angket atau kuesioner merupakan sekumpulan pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada subjek penelitian untuk dikumpulkannya berbagai informasi yang dibutuhkan dalam penelitian (Kusumah, 2011:78). Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data primer.
Kuesioner akan dibagikan secara online dengan Google Form yang mengandung 10 pernyataan untuk melihat seberapa besar pengaruh Jerome Polin sebagai brand ambassador smartphone Samsung terhadap keputusan pembelian konsumen yang merupakan followers Instagramnya. Skala yang akan digunakan adalah skala Interval karena memungkinkan peneliti untuk mengukur perbedaan nilai pada skala pengukuran.
Kemudian peneliti melakukan analisis dan pengolahan data yang akan dipakai sebagai acuan penulisan artikel ini.
Pedoman pengumpulan data dengan kuesioner didasarkan pada variabel, subvariabel, dan indikator sebagai berikut :
Variabel Subvariabel Indikator
Pengaruh Jerome Polin sebagai brand ambassador terhadap keputusan pembelian smartphone Samsung di Indonesia
Keputusan pembelian
smartphone Samsung oleh pengikut Jerome Polin di Instagram yang menggunakan smartphone Samsung
Frekuensi keputusan pembelian
smartphone Samsung setelah melihat postingan Jerome Polin di Instagram
Citra brand
smartphone Samsung
Citra merek Samsung yang terbentuk melalui postingan
Persepsi pengikut Jerome Polin di Instagram terhadap
Jerome Polin di Instagram
citra merek Samsung setelah melihat postingan Jerome Polin di Instagram Personal Branding
Jerome Polin di Instagram
Personal branding Jerome Polin yang terbentuk melalui postingan di Instagram
Persepsi pengikut Jerome Polin di Instagram terhadap personal branding Jerome Polin di Instagram setelah terlibat masalah Pengaruh brand
ambassador terhadap keputusan pembelian
Pengaruh Jerome Polin sebagai brand ambassador pada keputusan pembelian smartphone Samsung oleh pengikutnya di Instagram
Persepsi pengikut Jerome Polin di Instagram terhadap pengaruh Jerome Polin sebagai brand ambassador pada keputusan pembelian smartphone Samsung Tabel 1. Teknik Pengumpulan Data dengan Kuesioner
2) Studi Pustaka
Studi pustaka, menurut Nazir (2013, h. 93) teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaah terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan data sekunder yang akan
digunakan sebagai landasan perbandingan antara teori dengan prakteknya di lapangan. Data sekunder melalui teknik ini diperoleh dengan browsing di internet, membaca berbagai literatur, hasil kajian dari peneliti terdahulu, catatan perkuliahan, serta sumber- sumber lain yang relevan.
J. Sumber Data
Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumber tanpa melalui perantara. Data primer diambil dengan salah satu teknik pengumpulan data kuantitatif yaitu menyebar kuesioner. Peneliti akan menyebar kuesioner tertutup secara online yang mengandung pernyataan relevan menggunakan skala Interval dengan non probability sampling kepada followers Instagram Jerome Polin. Sampel akan diambil dengan menggunakan Rumus Taro Yamane, yaitu:
n = N / (1 + Ne²) Keterangan:
n = jumlah sampel
N = jumlah populasi yang diketahui
e = tingkat presisi yang ditetapkan (dalam desimal)
N = Followers Instagram Jerome Polin = 7.200.000 e = 10% = 0,1
e² = 0,1² = 0,01
n = 7.200.000/(1+72.000) = 99,99 ≈ 100
Jadi, jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 100 orang.
Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber tidak langsung melalui perantara. Data sekunder diambil dari jurnal penelitian sebelumnya dengan topik pembahasan yang relevan. Kategori atau unit analisis akan dibuat sesuai dengan tujuan penelitian, kemudian melakukan perhitungan terhadap frekuensi kemunculan unit analisis yang telah ditentukan dan hasilnya akan dianalisis untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil analisis akan ditampilkan dalam bentuk tabel, grafik, atau diagram, sehingga mudah dipahami oleh pembaca.
Operasionalisasi Variabel
Operasionalisasi variabel merupakan proses mengubah konsep abstrak atau teoritis menjadi variabel empiris yang dapat diukur dan diamati dalam penelitian. Pada penelitian tentang pengaruh Jerome Polin sebagai brand ambassador terhadap keputusan pembelian smartphone Samsung di Indonesia (studi kasus pada followers Instagram Jerome Polin tang menggunakan HP Samsung) dengan sampel 100 orang adalah sebagai berikut:
a. Variabel teoritis: Pengaruh Jerome Polin sebagai brand ambassador terhadap keputusan pembelian smartphone Samsung di Indonesia.
b. Definisi operasional: Pengaruh Jerome Polin sebagai brand ambassador dioperasionalisasikan sebagai pengaruh yang ditimbulkan oleh Jerome Polin sebagai brand ambassador terhadap keputusan pembelian smartphone Samsung oleh pengikutnya di Instagram.
c. Indikator: Indikator yang digunakan untuk mengukur variabel operasional adalah keputusan pembelian smartphone Samsung oleh pengikut Jerome Polin di Instagram.
d. Skala pengukuran: Skala pengukuran yang digunakan adalah skala interval yang memungkinkan peneliti untuk mengukur perbedaan antara nilai-nilai pada skala pengukuran dan mengukur seberapa besar pengaruh Jerome Polin sebagai brand ambassador terhadap
keputusan pembelian smartphone Samsung oleh pengguna brand tersebut yang mengikutinya di Instagram.
e. Teknik pengumpulan data: Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan kepada 100 pengikut Jerome Polin di Instagram yang dipilih secara acak.
f. Uji coba: Definisi operasional dan indikator yang telah ditetapkan diuji coba terlebih dahulu untuk memastikan bahwa variabel yang diukur sesuai dengan variabel teoritis yang ingin diteliti.
g. Validitas dan reliabilitas: Validitas dan reliabilitas data yang dikumpulkan dijaga dengan memastikan bahwa teknik pengumpulan data dan instrumen yang digunakan sudah valid dan reliabel.
K. Teknik Analisis Data
Menganalisis data merupakan suatu langkah yang sangat kritis dalam penelitian. Analisis data menurut Moleong (2017:280-281) adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Data yang akan dianalisis adalah data kuantitatif yang diperoleh dari kuesioner atau angket. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian adalah:
1) Uji Validitas
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil kuesioner atau angket dari responden, maka dilakukan pengujian untuk mengukur tingkat kebaikan instrumen dengan menggunakan analisis validitas dan reliabilitas. Validitas menunjukkan sejauh mana relevansi pertanyaan dengan apa yang ditanyakan atau diukur dalam
penelitian. Untuk mengetahui validitas dari item kuesioner, peneliti menggunakan program SPSS versi 25.0 for Windows.
Untuk mengetahui gambaran empiris tentang keputusan pembelian produk Samsung di Indonesia, terlebih dahulu dibuat kriteria penilaian berdasarkan presentase skor jawaban.
Skor Kategori
0% - 20% Sangat Rendah
21% - 40% Rendah
41% - 60% Sedang
61% - 80% Tinggi
81% - 100% Sangat Tinggi
Tabel 2: Kriteria Penelitian
2) Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah keyakinan bahwa suatu instrumen cukup reliabel untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut dapat dikatakan baik. Suatu tes dapat dikatakan memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang konsisten. SPSS 25.0 for Windows digunakan untuk pengujian reliabilitas. Kriteria realibilitas sebagai pedoman sebagai berikut:
Interval Koefisien Realibilitas Tingkat Hubungan
0,800 - 1,000 Sangat Reliabel
0,600 - 0,800 Reliabel
0,400 - 0,600 Cukup Reliabel
0,200 - 0,400 Kurang Reliabel
0,00 - 0,200 Tidak Reliabel Tabel 3: Kriteria Reliabilitas Suatu Penelitian
Data yang diperoleh dideskripsikan menurut masing- masing variabel yaitu Jerome Polin sebagai Brand Ambassador sebagai variabel bebas, sedangkan keputusan pembelian produk Samsung di Indonesia sebagai variabel terikat.
3) Uji Normalitas Data
Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Normalitas data adalah asumsi paling penting dari statistik parametrik. Oleh karena itu, uji normalitas data harus dilakukan untuk memenuhi asumsi statistik parametrik. Menghitung uji normalitas dengan menggunakan SPSS 25.0 for Windows.
4) Uji Hipotesis
Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini mengacu pada ada tidaknya hubungan yang signifikan pada variabel bebas terhadap variabel terikat. Rumusan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1) sebagai berikut:
H0:pyx = 0Tidak terdapat pengaruh Jerome Polin sebagai Brand Ambassador (X) terhadap keputusan pembelian produk Samsung di Indonesia (Y)
H1:pyx ≠ 0Terdapat pengaruh Jerome Polin sebagai Brand
Ambassador (X) terhadap keputusan pembelian produk Samsung di Indonesia (Y)
5) Uji Regresi Linear Sederhana
Regresi atau peramalan adalah proses memperkirakan secara sistematis apa yang paling mungkin terjadi di masa depan, berdasarkan data masa lalu dan sekarang, untuk meminimalkan kesalahan. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel X dan variabel Y digunakan analisis regresi linier sederhana untuk mengestimasi nilai variabel dependen (Y) bila variabel independen (X) diketahui, atau sebaliknya, dengan SPSS versi 25.0 for Windows.
6) Koefisien Determinasi
Persentase koefisien determinasi didefinisikan sebagai besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang disebabkan oleh variabel lain. Uji hipotesis atau koefisien determinasi dihitung dengan SPSS versi 25.0 for Windows.
DAFTAR PUSTAKA
Puspita Astria Magdalena, Suharyono, & Mukhammad, (2015)."Pengaruh Brand Ambassador terhadap international brand image serta Dampaknya terhadap Keputusan Pembelian (Studi pada Pengguna Smartphone Samsung)". Vol. 23. No 1.
Rizki, Shinta Pramudyaning & Mudianto, (2016). Analisis pengaruh brand ambassador,
kualitas produk, dan harga terhadap brand image serta dampaknya terhadap keputusan pembelian. Vol. 5. No 1.
Prasetyo, Panji Eka. 2016. “Brand Ambassador Dan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Yang Dimediasi Oleh Citra Merek (Studi Kasus Pada XL Axiata Di Pelajar Dan Mahasiswa Yogyakarta)”. Skripsi.
Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta
Rozalia, Handayani Rinuastuti, & Rusminah Hs, (2020). Ketertarikan Konsumen Pada Brand Ambassador Dan Citra Merek Pada Keputusan Pembelian.
Vol. 8. No 2.
Marvel Werung, Dolina L. Tampi, & Joan V. Mangindaan, (2020). Citra Merek Smartphone Samsung terhadap Keputusan Pembelian. Vol. 1. No 5.
Nindya Elsanora Lingga, Berlian Primadani Satria Putri, (2022). Pengaruh Brand Ambassador Jerome Polin Terhadap Brand Image Zenius Education. Vol.
V. No 1.
Chin, P. N., Isa, S. M., & Alodin, Y. (2020). The impact of endorser and brand credibility on
consumers’ purchase intention: the mediating effect of attitude towards brand and brand credibility. Journal of Marketing Communications, 26(8), 896–912.
Ha, H. Y., & Grunhagen, M. (2021). Consumer response to influencer marketing on
Instagram: The role of parasocial interaction and source credibility.
Journal of Interactive Advertising, 21(1), 76-91.
Rosita, D., & Novitaningtyas, I. (2021). Pengaruh Celebrity Endorser dan Brand Image
Terhadap Keputusan Pembelian Produk Wardah pada Konsumen Mahasiswa. Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia, 4(4).
Assalam, N. H., & Wibisono, A. (2020). DAMPAK CELEBRITY ENDORSER TERHADAP
MINAT BELI PRODUK CAFFINO MELALUI EKUITAS MEREK SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Pada Konsumen Swalayan Santri Lenteng). Journal MISSY (Management and Business Strategy), 1(1), 36-44.
Kurniawan, C. N., & Susanto, A. (2020). Pengaruh Celebrity Endorsement, Brand Image dan
Testimoni di Instagram terhadap Minat Beli Konsumen, 3(2), 98-112.