PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP PEMBELAJARAN ABAD 21
Usnul Khotimah
Email: [email protected]
Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat
Banjarmasin
Abstrak
Guru merupakan sebuah profesi yang memiliki peran cukup strategis dalam menyiapkan peserta didik menuju kehidupan abad 21. Dalam pembelajaran abad 21, media pembelajaran berkembang cukup pesat dalam bentuk digital. Bahkan membawa perubahan lain yaitu pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang mengakibatkan perubahan dalam sebuah proses pemebelajaran. Hal tersebut ditandai dengan adanya perubahan kurikulum, dan teknologi. Selain itu, perubahan yang terjadi pada masyarakat dunia kearah digitalisasi ini memaksa proses pembelajaran di sekolah- sekolah mengikuti perkembangan teknologi. Seperti beberapa tahun belakangan ini atau semenjak adanya pandemic covid-19, beberapa sekolah di Indonesia maupun dunia menerapkan metode pemebelajaran daring (dalam jaringan) atau online dengan menggunakan beberapa aplikasi pendukung seperti zoom meeting, google meet ataupun media sosial lainnya. Maka sebagai seorang guru diharapkan bisa menguasai dan membuka wawasan tentang perkembangan teknologi infromasi. Serta seorang guru juga diharapkan mampu mendesain dan merancang pemebelajaran yang ringan dan efektif, agar peserta didik dapat memahami pemebelajaran degan baik.
PENDAHULUAN
Dalam pembelajaran abad 21, media pembelajaran berkembang cukup pesat dalam bentuk digital. Bahkan membawa perubahan lain yaitu pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang mengakibatkan perubahan dalam sebuah proses pemebelajaran. Pembelajaran abad 21 sebenarnya merupakan sebuah implikasi perkembangan masyarakat dari masa ke masa. Seperti yang kita diketahui bahwa masyarakat terus mengalami perkembangan dari masyarakat primitif ke masyarakat agraris, selanjutnya ke masyarakat industri, dan sekarang bergeser ke arah masyarakat informatif.
perubahan yang terjadi pada masyarakat dunia kearah digitalisasi ini memaksa proses pembelajaran di sekolah-sekolah mengikuti perkembangan teknologi. Seperti beberapa tahun belakangan ini atau semenjak adanya pandemic covid-19, beberapa sekolah di Indonesia maupun dunia menerapkan metode pemebelajaran daring (dalam jaringan) atau online dengan menggunakan beberapa aplikasi pendukung seperti zoom meeting, google meet ataupun media sosial lainnya.
Dalam pada pembelajaran abad 21 juga perlu memahami sebuah konsep yaitu konsep 4C. Dimana secara sederhana dapat diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan kecakapan abad 21 kepada para peserta didik, yaitu 4 C yang meliputi:
(1) Communication (2) Collaboration,
(3) Critical Thinking and problem solving, dan (4) Creative and Innovative.
Keempat elemen tersebut merupakan sebuah dasar yang bisa membuat siswa beradaptasi dan berkembang pada era abad 21 ini. Dengan begitu diharap agar peserta didik dapat menjadi manusia unggul yang bisa menyelesaikan masalah mulai dari masalah individu hingga masyarakat sekitarnya.
MEDIA PEMBELAJARAN
Pada era kekinian, media pembelajaran sangat berkembang dalam bentuk media digital. Istilah media digital merujuk pada media yang berbasis pada teknologi komputer dan perangkat teknologi informasi. Kehadiran interconnection networking (internet) tahun 1969 di Amerika Serikat diawali oleh Departemen Pertahanan AS selaku media komunikasi antar sesama pejabat pertahanan dan presiden. Sampai saat ini manfaat internet tidak dapat diragukan lagi. Bahkan dari populasi konsumen pemakainya setiap tahun bertambah jumlahnya (Susanto, 2020:98-99).
Menurut Rusman dkk. (2011: 170) media pembelajaran merupakan suatu teknologi pembawa pesan yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran; media pembelajaran merupakan sarana fisik untuk menyampaikan materi pembelajaran, sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar termasuk teknologi perangkat keras. Media digital dalam pembelajaran merupakan media pembelajaran yang berbasis teknologi komputer dan internet. Dapat diidentifikasi termasuk dalam media digital pembelajaran antaralain; sosial media pembelajaran. multimedia pembelajaran, software pembelajaran baik yang berbayar, freeware (gratis) maupun shareware (berbagi pakai dalam masa tertentu), jurnal elektronik maupun buku elektronik.
Maka sebagai seorang guru diharapkan bisa menguasai dan membuka wawasan tentang perkembangan teknologi infromasi. Serta seorang guru juga diharapkan mampu mendesain dan merancang pemebelajaran yang ringan, inovatif dan efektif, agar peserta didik dapat memahami pemebelajaran degan baik. Hal tersebut juga dilakukan agar para peserta didik ataupun masyarakat tidak memandang remeh tugas seorang guru atau menganggap seorang guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber informasi dalam pemelajaran.
PENGARUH TEKNOLOGI
Pengaruh teknologi terhadap pendidikan abad 21 sangat banyak dirasakan masyarakat dan peserta didik. Mulai dari tersedianya bermacam-macam media pembelajaran hingga pembelajaran model baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; 2 keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Pada abad 21 perkembangan teknologi berjalan begitu cepat.
Cepatnya perkembangan Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Ilmu Pengetahuan di abad 21 telah memunculkan tantangan-tantangan baru bagi kehidupan manusia. Agar dapat bertahan dalam tantangan yang cukup rumit pada abad 21, menurut Wagner (2010) berpendapat bahwa terdapat tujuh kompetensi dan keterampilan yang penting untuk dikuasai di abad ke-21, yakni:
1. Berpikir kritis dalam memecahkan suatu masalah;
2.
Memiliki jiwa kepemimpinan dan kolaborasi;3.
Mudah beradaptasi dan sangat memiliki jiwa ketangkasan yang tinggi;4.
Memiliki jiwa yang inisiatif dan kewiraswastaan;5.
Memiliki teknik komunikasi lisan dan tulisan yang efektif;6.
Mengetahui segala akses dan menganalisis segala informasi;7.
Keingintahuan (Mutarom, 2020: 60).Adapun berikut beberapa dampak atau pengaruh dari perkembangan teknologi pada pemebelajaran abad 21, yaitu:
1. Dapat menyelesaikan pekerjaan dengan semakin mudah dan cepat.
2. Dapat berkomunikasi jarak jauh dengan orang lain dengan fasilitas e-mail, chat, dan lain sebagainya.
3. Lebih mudah dalam mencari informasi yang butuhkan.
SIMPULAN
Guru merupakan sebuah profesi yang memiliki peran cukup strategis dalam menyiapkan peserta didik menuju kehidupan abad 21. Dalam pembelajaran abad 21, media pembelajaran berkembang cukup pesat dalam bentuk digital. Bahkan membawa perubahan lain yaitu pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang mengakibatkan perubahan dalam sebuah proses pemebelajaran. Hal tersebut ditandai dengan adanya perubahan kurikulum, dan teknologi. Dalam pada pembelajaran abad 21 juga perlu memahami sebuah konsep yaitu konsep 4C. Dimana secara sederhana dapat diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan kecakapan abad 21 kepada para peserta didik, yaitu 4 C yang meliputi:
(5) Communication (6) Collaboration,
(7) Critical Thinking and problem solving, dan (8) Creative and Innovative.
Pengaruh teknologi terhadap pendidikan abad 21 sangat banyak dirasakan masyarakat dan peserta didik. Mulai dari tersedianya bermacam-macam media pembelajaran hingga pembelajaran model baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi. Maka sebagai seorang guru diharapkan bisa menguasai dan membuka wawasan tentang perkembangan teknologi infromasi. Serta seorang guru juga diharapkan mampu mendesain dan merancang pemebelajaran yang ringan, inovatif dan efektif, agar peserta didik dapat memahami pemebelajaran degan baik.
REFERENSI
Mardiani, F., Anis, M. Z. A., & Hermawan, M. D. DIGITAL LITERACY IN THE TRANSFORMATION OF HISTORICAL LEARNING IN THE TIME OF COVID- 19. Jurnal Socius, 10(2), 1-10.
Mutiani, H. S., & Putra, M. A. H. (2020). Improvement of Scientific Attitudes Through Training of Social Science Scientific Writing in MAN 2 Model
Banjarmasin. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 128-133.
Muhtarom, Herdin, and Dora Kurniasih. "Pengaruh Model Pembelajaran Abad 21 Terhadap Pembelajaran Sejarah Eropa." BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH 3.2 (2020).
Setianingsih, S., Syaharuddin, S., Sriwati, S., Subroto, W., Rochgiyanti, R., & Mardiyani, F. (2021). Aisyiyah: Peran dan Dinamikanya dalam Pengembangan Pendidikan Anak di Banjarmasin Hingga Tahun 2014. PAKIS (Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial), 1(1).
Rahayu, Restu, Sofyan Iskandar, and Yunus Abidin. "Inovasi Pembelajaran Abad 21 dan Penerapannya di Indonesia." Jurnal Basicedu 6.2 (2022): 2099-2104.
Susanto, H. (2020). PEDAGOGI SEJARAH, NASIONALISME DAN KARAKTER BANGSA. Preprint: EdArxiv.
Susanto, H. (2020). Profesi Keguruan. Banjarmasin: FKIP Universitas Lambung Mangkurat.
Susanto, H., Abbas, E. W., Anis, M. Z. A., & Akmal, H. CHARACTER CONTENT AND LOCAL EXCELLENCE IN VOCATIONAL CURRICULUM IMPLEMENTATION IN TABALONG REGENCY.
Syaharuddin, S., Arisanty, D., Rahmattullah, M., Susanto, H., Alfisyah, A., Kiptiah, M., ...
& Junied, K. A. (2020). Book of Abstract-2nd International Conference on Social Science Education 2020.