• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh upah minimum dan inflasi terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh upah minimum dan inflasi terhadap"

Copied!
99
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sektor industri besar kembali meningkat pada tahun 2018. Pada tahun 2015, sektor industri besar bertambah 1.710, sedangkan sektor industri menengah juga meningkat menjadi 582. Sesuai UU Tender, tingkat upah yang tinggi akan menyebabkan peningkatan jumlah pekerja. pekerja yang ditawarkan.

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Kesempatan Kerja

Permintaan agregat (AD) adalah total permintaan barang konsumsi (D1) dan barang investasi (D2) dengan mempertimbangkan sejumlah kesempatan kerja dan pendapatan nasional. Pasokan Agregat (AS) adalah total produksi dengan sejumlah kesempatan kerja dan pendapatan nasional tertentu.

Gambar 4.1  Uji Normalitas           48
Gambar 4.1 Uji Normalitas 48

Upah

Upah yang adil adalah upah yang relatif wajar yang dianggap oleh pengusaha dan pekerja/karyawan sebagai kompensasi atas jasa-jasanya terhadap perusahaan. Upah sebenarnya merupakan imbalan atau kinerja pegawai, semakin tinggi kinerja pegawai maka semakin tinggi pula gaji yang diterima.

Inflasi

Ada beberapa jenis inflasi yang dapat terjadi dalam perekonomian, baik berdasarkan seberapa buruk atau tidaknya suatu inflasi, dan berdasarkan penyebab awal terjadinya inflasi. Pengelompokan ini didasarkan pada faktor-faktor penyebab inflasi, yaitu faktor fundamental perekonomian yang berdampak pada munculnya tekanan inflasi yang bersifat permanen atau faktor non-fundamental yang berdampak pada munculnya tekanan inflasi yang bersifat sementara. Misalnya. Inflasi yang terjadi pada beberapa kelompok bahan pangan seperti beras, cabai dan beberapa jenis sayur-sayuran lainnya seringkali sangat berfluktuasi karena cukupnya pasokan komoditas tersebut (faktor musim panen, gangguan distribusi, bencana alam, dan hama penyakit). 3) Inflasi harga terkendali adalah inflasi pada kelompok barang-barang yang perkembangan harganya diatur oleh pemerintah.

Teori ini menyoroti penyebab inflasi yang berasal dari kekakuan struktur perekonomian, khususnya kekuatan pasokan pangan dan barang ekspor. Kondisi saat ini, inflasi sudah membaik namun tidak ditopang oleh penurunan angka pengangguran sehingga roda perekonomian terhenti.

Sektor Industri

Kurva Philips menyatakan bahwa inflasi yang rendah seringkali terjadi dengan pengangguran yang tinggi, sedangkan sebaliknya pengangguran yang rendah dapat dicapai tetapi dengan inflasi yang lebih tinggi. Di sini akan dilakukan transformasi proses baik secara fisik maupun kimia terhadap material input dan akan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi pada material tersebut. Kegiatan industri sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berkaitan erat satu sama lain sebagai suatu sistem produksi.

Sistem produksi merupakan gabungan dari beberapa unit atau elemen yang saling berhubungan dan saling mendukung satu sama lain untuk menjalankan proses produksi di dalam perusahaan (Winarti dan Sanjoyo dalam Sutanta, 2010). Ada tiga hal utama yang perlu diputuskan dalam mendirikan pabrik/industri, yaitu skala operasi dan pemasaran teknologi atau teknik produksi yang akan digunakan dan lokasi pabrik/industri (Smith dan Sutanta, 2010). a) Pendekatan biaya terendah, yang berupaya menjelaskan lokasi berdasarkan minimalisasi faktor biaya.

Tinjauan Empiris

Analisis pengaruh PDB Sektor Industri, Upah Riil, Suku Bunga Riil dan Jumlah Unit Usaha terhadap penyerapan tenaga kerja di. Penelitian ini menggunakan penyerapan angkatan kerja sebagai variabel terikat dan variabel bebas meliputi: PDB sektor industri, upah riil dan tingkat suku bunga riil. Hasil uji T menunjukkan PDB sektor industri signifikan dan berpengaruh positif; upah riil signifikan dan berpengaruh positif; Suku bunga riil tidak berpengaruh signifikan dan jumlah unit usaha tidak berpengaruh signifikan.

Dalam uji F bahwa variabel PDB sektor industri, upah riil, tingkat suku bunga riil dan jumlah unit usaha menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor manufaktur menengah dan besar di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kenaikan upah UMP di Jawa Tengah paling signifikan terjadi pada tahun 1994, mencapai 80% dari tahun 1993.

Kerangka Konsep

Hipotesis

Analisis data menggunakan uji regresi berganda untuk mengetahui pengaruh Upah Minimum dan Inflasi terhadap Pekerjaan. Nilai F dihitung gt; (4.46) F-tabel, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Upah Minimum (X1) dan variabel inflasi (X2) secara simultan berpengaruh terhadap variabel Kesempatan Kerja (Y). Uji F terlihat dari output sisa statistik hasil regresi berganda bahwa upah minimum (X1) dan inflasi (X2) secara simultan berpengaruh terhadap lapangan kerja (Y).

Jadi dapat dijelaskan bahwa upah minimum dan inflasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kesempatan kerja pada sektor manufaktur besar dan menengah di Kabupaten Gowa. SP., 2013 Analisis pengaruh upah minimum dan inflasi terhadap kesempatan kerja pada sektor industri manufaktur besar dan menengah di Jawa Tengah.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Menurut (Sugiyono 2008) dalam bukunya metode penelitian bahwa kumpulan konsep, proposisi, definisi dan juga variabel-variabel yang saling berkaitan satu sama lain digeneralisasikan secara sistematis sehingga dapat menjelaskan dan juga memprediksi fenomena dan fakta tertentu.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Populasi yang penulis jadikan objek penelitian adalah data upah minimum dan inflasi serta kesempatan kerja tahun 2010-2018. Nilai konstanta artinya jika upah minimum (X1) dan inflasi (X2), diasumsikan = 0, maka kesempatan kerja pada sektor industri pengolahan tinggi dan berada di Kabupaten Gowa bernilai konstan. Berdasarkan uji t parsial pada tabel 4.5 di atas terlihat nilai variabel upah minimum (X1) sebesar 0,000 dan inflasi (X2) sebesar 0,513.

Artinya jika upah minimum dinaikkan maka kesempatan kerja akan semakin banyak dan jumlah pekerja akan bertambah. 2009 Pengaruh Upah Minimum Kabupaten, Produk Domestik Bruto, Angkatan Kerja dan Investasi Terhadap Kesempatan Kerja di Kabupaten Jember, Penelitian Sebelumnya.

Definisi Oprasional Variabel dan Pengukuran

Populasi dan Sampel

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis

Berdasarkan uji multikolinearitas pada tabel 4.2 diatas terlihat nilai toleransi upah minimum (X1) sebesar 0,202 dan nilai toleransi inflasi sebesar 0,202 dan semuanya > 0,100. Variabel upah minimum (X1) mempunyai t-angka sebesar 7,690 dengan t-tabel sebesar 2,36462, sehingga nilai t-angka sebesar 7,690 > t-tabel 2,36462. Dapat disimpulkan bahwa variabel upah minimum (X1) memberikan kontribusi terhadap variabel Y (Peluang Kerja). 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi upah minimum dan inflasi tidak menunjukkan gejala multikolinearitas dan model regresi layak digunakan.

Hasil regresi berganda yang diolah dengan metode SPSS 20 menghasilkan persamaan a yang berarti angka tersebut menunjukkan bahwa upah minimum dan inflasi sangat mempengaruhi kesempatan kerja pada sektor manufaktur besar dan menengah. Jumlah tenaga kerja akan bertambah, b2X artinya jika inflasi tinggi maka akan mengurangi jumlah pengangguran. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1. Variabel X1 yaitu upah minimum berpengaruh signifikan terhadap.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Instansi

Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha akan pentingnya mengedepankan dan melindungi konsumen sehingga tumbuh sikap jujur ​​dan bertanggung jawab dalam berusaha. Pengumpulan, pengolahan dan penyusunan bahan pedoman dan petunjuk teknis dalam rangka pemajuan dan peningkatan kerjasama usaha dan kemitraan. Penyiapan bahan bimbingan teknis pengembangan dan pengembangan sarana usaha, produksi, penerapan standar dan pengendalian mutu, pemantauan dan evaluasi serta peningkatan kerjasama dengan dunia usaha di bidang industri hasil pertanian.

Penyiapan bahan bimbingan teknis pengembangan dan pengembangan sarana usaha, produksi, penerapan, standar dan pengendalian mutu, pemantauan dan evaluasi, serta peningkatan kerjasama dengan dunia usaha di bidang industri kimia dan kerajinan. Penyiapan bahan bimbingan teknis pengembangan dan pengembangan sarana usaha, produksi, penerapan standar dan pengendalian mutu, monitoring dan evaluasi serta peningkatan kerjasama dengan dunia usaha industri permesinan, awes dan elektronika.

Hasil Penelitian

Hasil uji multikolinearitas dapat diperoleh dari residu statistik hasil regresi berganda SPSS 20 berikut ini. Hasil uji autokorelasi dapat diperoleh dari residu statistik hasil regresi berganda SPSS 20 berikut.

Berdasarkan uji heteroskedastisitas pada Gambar 4.3 di atas terlihat tidak terdapat pola yang jelas (bergelombang, melebar kemudian menyempit) pada scatterplot, serta titik-titik di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y tersebar. . dapat dilihat dari output statistik sisa hasil regresi berganda berikut ini.

Tabel 4.1  Uji Multikolineritas
Tabel 4.1 Uji Multikolineritas

Hasil Pembahasan

Variabel X2 yaitu inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap lapangan kerja pada sektor manufaktur besar dan menengah karena jumlah pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja di Kabupaten Gowa. Abbas, M.G., 2011 Faktor-faktor yang mempengaruhi kesempatan kerja pada sektor industri manufaktur di Indonesia (repository.unhas.ac.id>handle>thesis), diakses 1 Maret 2019 Arsyhadie, Zaeni 2007 jenis upah. 2015 Pengaruh Investasi dan Inflasi Terhadap Lapangan Kerja Melalui Pertumbuhan Ekonomi Kota Samarinda, (online) vol 12 No.1 (jurnal feb.unmul.ac.id) diakses pada 1 April 2019.

Hardija R., 2011 penghasilan yang layak, kebijakan pengupahan, penghidupan yang layak dan perlindungan pengupahan, penetapan upah minimum dan pengenaan denda terhadap pegawai/pekerja. Sulistiawati, Rini, 2012 Pengaruh Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Dan Kesejahteraan Masyarakat Di Provinsi Indonesia., (0nline) Vol 8, No 3. riset.polnep.ac.id>publishing_jurnal), diakses 3 April 2019.

PENUTUP

Kesimpulan

Hal ini terlihat dari peran pentingnya dalam memberikan kesempatan berusaha, lapangan kerja, meningkatkan ekspor, dibandingkan dengan sektor industri dan komersial yang lebih mampu bertahan dari krisis ekonomi di masa lalu karena karakteristiknya yang fleksibel dan penggunaan sumber daya lokal. . sehingga dapat diandalkan untuk mendukung ketahanan perekonomian. Berdasarkan nilai sig keputusan Durbin-Watson (0,94) > α = 0,05 maka dapat disimpulkan tidak terjadi autokorelasi. Dengan demikian berdasarkan dasar pengambilan keputusan pada pengujian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas pada model regresi berganda.

Hasil analisis SPSS 20 dapat diinterpretasikan dengan mengkaji nilai-nilai penting dalam regresi linier yaitu koefisien determinasi dan persamaan garis. Analisis yang digunakan untuk membuktikan hipotesis yang diajukan menggunakan model analisis regresi berganda yang digunakan untuk menjelaskan ada tidaknya pengaruh variabel independen Upah Minimum (X1). Variabel inflasi (X2) mempunyai t-score sebesar 0,690 dengan t-tabel sebesar 2,36462 sehingga nilai t-score sebesar 0,690 < t tabel 2,36462. Dapat disimpulkan bahwa variabel inflasi (X2) tidak mempunyai kontribusi terhadap variabel Y (Kesempatan Kerja). .

Variabel terikat : Kesempatan Kerja (Y) . Dari tabel 4.3 diatas, berdasarkan ketentuan kekuatan pengaruh yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Nilai R pada tabel 4.4 adalah sebesar 0,990 yang berarti ada.

Gambar 4.1  Uji Normaliitas
Gambar 4.1 Uji Normaliitas

Saran

Variabel X2 yaitu inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja pada sektor manufaktur besar dan menengah karena jumlah pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja di Kabupaten Gowa. mempengaruhi kesempatan kerja sehingga permasalahan terkait kesempatan kerja tersebut menjadi lebih jelas dan cepat terselesaikan. Inflasi 2016 (http://repository.widyatama.ac.id>BAB II Tinjauan Pustaka 2.1 Inflasi Dimaknai Secara Garis Besar), diakses 1 April 2019. CAPS (Center For Academic Publishing Service). green.net/method-and-quantitative-research).Diakses 3 April 2019.

Wicaksono, Rezal 2010 Analisis Dampak PDB Sektor Industri, Upah Riil, Suku Bunga Riil dan Jumlah Unit Usaha terhadap Lapangan Kerja pada Industri Manufaktur Besar dan Menengah di Indonesia 1990-2008. Diakses Kemendagri.go.id/front/dok/download pada tanggal 29 Juni 2019 http://gowakab.go.id/skpd/dinas-tenaga-kerja-dan-transmigrate-/463/03 dapat diakses. Pendidikan yang telah diselesaikan peneliti adalah SD Negeri 103 Kalimporo yang lulus tahun 2009, SMP Negeri 2 Kajang yang lulus tahun 2012, SMA Negeri 5 Bulukumba yang lulus tahun 2015 dan sejak tahun 2015 mengikuti program sarjana di Fakultas Ekonomi Bisnis Ekonomi Pembangunan. Program studi di Universitas Muhammadiyah Makassar sampai sekarang.

Sampai dengan penulisan disertasi ini, peneliti masih terdaftar sebagai mahasiswa program S1 pada Fakultas Ekonomi Bisnis Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Gambar

Gambar 4.1  Uji Normalitas           48
Lampiran 6  Tabel Durbin-Watson  Lampiran 7  Biograsi Penulis
Tabel 2.1  Penelitia Terdahulu
Gambar 4.1  Uji Normaliitas
+7

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH NILAI INVESTASI, JUMLAH UNIT USAHA DAN UPAH MINIMUM TERHADAP PERMINTAAN TENAGA KERJA INDUSTRI.. KECIL DAN MENENGHAH DI PROVINSI

Armelly (1995), dalam penelitiannya mengenai dampak kenaikan upah minimum terhadap harga dan kesempatan kerja pada sektor industri tekstil di Indonesia dengan menggunakan

Dengan menggunakan data panel 26 provinsi pada tahun 2001-2012 hasil estimasi menunjukkan bahwa upah minimum provinsi (lnUMP) signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan untuk menganalisa perkembangan dan pengaruh upah minimum dan inflasi terhadap jumlah penduduk miskin di

Dengan kontribusi PDB sektor industri yang besar dan peningkatan tenaga kerja pada usaha besar serta sejalan dengan kenaikan jumlah peserta penerima upah BPJS Ketenagakerjaan,

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan untuk menganalisa perkembangan dan pengaruh upah minimum dan inflasi terhadap jumlah penduduk miskin di

Sedangkan penelitian dari Gultom (2016) di Indonesia menyatakan bahwa kenaikan upah minimum tidak berpengaruh terhadap kepesertaan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan pada tahun

Hasil pengujian menunjukan bahwa secara simultan, keempat variabel bebas memiliki pengaruh yang signifikan, sedangkan secara parsial, Tingkat Pendidikan, Inflasi dan Upah Minimum