• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh upah minimum terhadap penyerapan tenaga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh upah minimum terhadap penyerapan tenaga"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

Hal ini merupakan anugerah yang tak ternilai dalam penulisan skripsi saya yang berjudul “Pengaruh Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Makassar”. Tujuan dari penulisan skripsi ini yang penulis buat adalah untuk memenuhi persyaratan penyelesaian program sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak.

Bapak/Ibu sekalian, serta para asisten Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tanpa kenal lelah telah menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti perkuliahan. Teman-teman sekelas Fakultas Ekonomi dan Pengembangan Bisnis Program Studi Ekonomi angkatan 2016 yang selalu belajar bersama sangat membantu dan memberi semangat dalam kegiatan studi penulis. Seluruh anggota kelompok Pesulap dan konsultan yang selalu menjadi penggerak dan pemberi semangat dalam terciptanya tugas ini.

Terima kasih kepada teman-teman EP 16 D yang telah memberikan motivasi dan semangat dalam mengerjakan skripsi ini. Terima kasih kepada Rahmat Hasba, Muhammad Ashar dan seluruh kerabat yang tidak dapat saya tuliskan satu per satu yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi dan dukungannya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Muhmmad Rezha, 2020. “Dampak Upah Minimum Terhadap Rekrutmen Tenaga Kerja Di Kota Makassar” Skripsi Kajian Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah minimum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan kerja di Kota Makassar.

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Konsep ........................................................
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Konsep ........................................................

Latar Belakang

Mekanisme penentuan upah minimum berbeda-beda antar negara tergantung pada perbedaan sistem hubungan antara pengusaha dan pekerja, tradisi pengambilan keputusan kebijakan publik, dan tingkat pembangunan ekonomi. Efektivitas mekanisme penetapan upah minimum hanya dapat dinilai berdasarkan kewarganegaraan negara, konsistensi dan keseragaman tingkat upah yang ditetapkan. Upah minimum dianggap sebagai kebijakan yang dapat memberikan kontribusi terhadap keadilan sosial melalui peningkatan upah pekerja/buruh.

Berbagai fenomena yang terjadi di negara-negara berkembang ini menimbulkan kekhawatiran bahwa upah minimum mungkin tidak menjadi alat kebijakan yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan. Jones (1997) mengemukakan beberapa alasan: pertama, banyak pekerja di sektor informal tidak dilindungi oleh peraturan upah minimum. Alasan kedua adalah bahwa bahkan di negara-negara yang mayoritas pekerjanya bekerja di sektor formal, tidak ada jaminan bahwa upah minimum ditegakkan dengan baik.

Di banyak negara berkembang, undang-undang upah minimum berdampak kecil karena lemahnya penegakan hukum. Oleh karena itu, hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kota Makassar”.

Rumusan Masalah

Dampak ini terjadi karena perusahaan lebih memilih mempertahankan pekerja terampil yang upahnya meningkat, dibandingkan mempekerjakan pekerja baru berdasarkan ketentuan upah minimum.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Tinjauan Teori

  • Upah
  • Teori Upah Efisiensi
  • Upah Minimum
  • Tenaga Kerja
  • Klasifikasi Tenaga Kerja

Berkurangnya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akibat adanya penggantian atau penambahan penggunaan mesin disebut dengan efek substitusi tenaga kerja. Mungkin akan lebih menguntungkan bagi sebuah perusahaan untuk memberikan upah yang tinggi dan memiliki tenaga kerja yang sehat dan produktif dibandingkan dengan memberikan upah yang rendah namun memiliki pekerjaan yang tidak sehat dan kurang produktif. Semakin tinggi upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja, maka semakin kecil kemungkinan pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya, sehingga perusahaan dapat mengurangi perputaran tenaga kerja dengan memberikan upah yang lebih tinggi.

Dalam merekrut tenaga kerja baru, suatu perusahaan tidak dapat mengukur kualitas pekerjanya secara akurat. Upah minimum dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan mengurangi dampak pengangguran seperti yang diprediksi oleh teori ekonomi konvensional. Oleh karena itu, dari pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tenaga kerja adalah sebagian dari penduduk yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan terhadap barang dan jasa tersebut.

Angkatan kerja dalam suatu perekonomian digambarkan sebagai pasokan tenaga kerja yang tersedia di pasar tenaga kerja. Tenaga kerja adalah seluruh penduduk yang dianggap mampu bekerja dan dapat bekerja apabila tidak ada permintaan terhadap pekerjaan. Berdasarkan UU Ketenagakerjaan, yang diklasifikasikan sebagai pekerja adalah mereka yang berusia antara 15 dan 64 tahun.

Pengangguran adalah mereka yang dianggap tidak mampu dan tidak mau bekerja, padahal ada permintaan akan pekerjaan. Pekerja yang tidak terdidik dan tidak terdidik merupakan pekerja tidak terampil yang hanya mengandalkan tenaga kerja saja. Penyerapan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15-64 tahun), yang terdiri atas penduduk yang sedang mencari pekerjaan, bekerja tetapi untuk sementara tidak bekerja, atau menganggur.

Sedangkan sesuai dengan undang-undang no. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pekerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang dan jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Dampaknya terhadap lapangan kerja menjadi negatif jika kenaikan upah minimum sangat besar tanpa mempertimbangkan modal dan konsumsi agregat (Neumark dan Wascher, 2008). Faktor lain yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Indonesia adalah adanya kebijakan pengeluaran pemerintah yang ditetapkan dalam APBD.

Tinjauan Empiris

4 Maya Dampak analisis data Berdasarkan analisis panorama, upah minimum pada penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa upah minimum Kota Lemiyana (UMK) berpengaruh positif (2017) terhadap penyerapan energi. Keberadaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang bersumber dari bantuan pusat dan pendapatan asli daerah merupakan bentuk akumulasi modal negara yang digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Pendapatan asli daerah merupakan salah satu bentuk akumulasi modal nasional yang digunakan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah.

Perubahan tingkat upah akan mempengaruhi penyerapan tenaga kerja, semakin tinggi upah maka perusahaan akan mengurangi jumlah tenaga kerja yang diminta. Dari penjelasan singkat tersebut dapat disimpulkan bahwa upah minimum dapat membantu angkatan kerja dan berdampak besar terhadap lapangan kerja. Hipotesis tersebut berisi jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian secara teoritis.Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah upah minimum diduga berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Makassar pada tahun 2010.

METODE PENELITIAN

  • Jenis Peneitian
  • Lokasi Dan Waktu Penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Namun yang terjadi adalah upah yang ditetapkan tidak mampu memenuhi kebutuhan pekerja. Meningkatnya jumlah industri kecil dan menengah tentunya akan memberikan dampak yang sangat luas terhadap penyerapan tenaga kerja. Berikut data jumlah tenaga kerja yang termasuk dalam industri kecil di Kota Makassar.

Naik turunnya jumlah penyerapan angkatan kerja atau terjadinya fluktuasi juga sangat dipengaruhi oleh keadaan perekonomian secara umum karena Berdasarkan tabel 4.6 terlihat bahwa upah minimum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di kota Makasar. Secara teori, perusahaan akan membayar upah pekerja hanya sesuai dengan produktivitasnya, artinya pekerja yang produktivitasnya rendah akan menerima upah yang rendah, begitu pula sebaliknya.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Lathi Wihastuti, Henny Rahmatullah (2016) yang meneliti apakah upah minimum dan lapangan kerja di Pulau Jawa berpengaruh positif signifikan terhadap lapangan kerja. Kajian ini menegaskan bahwa kebijakan UMP masih menjadi kendala dalam menciptakan keadilan di pasar tenaga kerja, karena menciptakan stabilitas harga. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja dapat disimpulkan bahwa upah minimum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Makassar.

Pemerintah Kota Makassar diharapkan memberikan fasilitas untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui penyuluhan keterampilan maupun melalui pendidikan. Dengan peningkatan kualitas tenaga kerja diharapkan dapat menarik investor untuk berinvestasi pada perusahaannya dan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Analisis pengaruh jumlah unit usaha, nilai investasi dan nilai produksi terhadap penyerapan tenaga kerja pada sektor UMKM di Kabupaten Bantul Tahun 2010-2015.

Pengaruh Upah Minimum Provinsi, PDB dan Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Pulau Jawa Tahun 2010-2014. Dampak Laju Pertumbuhan Sektor Industri, Investasi Dan Upah Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Pada Sektor Industri Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 1980-2011. Analisis pengaruh produktivitas tenaga kerja, upah riil dan pertumbuhan ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Tabel 3.1 Defenisi Operasional Variabel dan Pengukuran  No.  Variabel  Defenisi Operasional
Tabel 3.1 Defenisi Operasional Variabel dan Pengukuran No. Variabel Defenisi Operasional

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Hasil Penelitian

  • Deskripsi Variabel
  • Uji Asumsi Klasik
  • Analisis Regresi Linear Berganda
  • Uji Hipotesis

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa upah adalah pembayaran yang diberikan kepada pekerja atas jasa jasmani dan rohaninya sebagai imbalan dari pemberi kerja dan jumlah yang ditetapkan sebagai pengganti jasa yang diberikan oleh angkatan kerja itu meliputi jangka waktu atau keadaan tertentu yang didalamnya meliputi: perjanjian atau perjanjian kerja kedua belah pihak termasuk manfaat bagi pekerja dan keluarganya atas pekerjaan atau jasa yang dilakukan. Menurut teori upah efisiensi, perusahaan akan beroperasi lebih efisien jika upah berada di atas keseimbangan, sehingga akan lebih menguntungkan bagi perusahaan untuk mempertahankan upah tetap tinggi meskipun pasokan tenaga kerja berlebih. Dampak ekonomi yang timbul bagi perusahaan adalah tingginya tingkat produktivitas tenaga kerja yang pada akhirnya akan memacu tingkat pertumbuhan ekonomi, dengan tingginya upah pekerja akan selalu berusaha meningkatkan kemampuannya dengan hasil yang lebih memuaskan sehingga pekerja akan merasa lebih puas dengan hasilnya. sedangkan perusahaan merasa tidak mengalami kerugian dengan mempekerjakan tenaga kerja yang terampil dan selalu aktif dalam meningkatkan hasil produktivitas kerjanya.

Payaman Simanjuntak (2001) menjelaskan bahwa angkatan kerja adalah penduduk yang sudah bekerja atau bekerja, sedang mencari pekerjaan dan melakukan kegiatan lain seperti bersekolah atau mengurus rumah tangga, dengan batasan umur 15 tahun. Klasifikasi angkatan kerja merupakan suatu susunan yang bersifat sistemis atau berkelompok menurut standar yang telah ditentukan, sehingga klasifikasi tenaga kerja merupakan pengelompokan tenaga kerja yang disusun berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang mempunyai keahlian atau keterampilan dalam bidang tertentu melalui sekolah atau pendidikan formal dan nonformal.

Kebijakan belanja pemerintah daerah dalam APBD tercermin dari total belanja pemerintah yang dialokasikan pada anggaran daerah; pengeluaran pemerintah dan investasi mempengaruhi lapangan kerja (Alfiat, 2012). Berdasarkan Tabel 4.2 terlihat bahwa data ketenagakerjaan tahun 2010-2019 cukup berfluktuasi, dimana terdapat jumlah angkatan kerja yang signifikan yaitu sebanyak 265.136 orang pada tahun 2010, dan mengalami penurunan sekitar 213.807 orang pada tahun 2019.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Pembahasan

Pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 2 Sinjai jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial dan berhasil lulus pada tahun 2016. Alhamdulillah, pada tahun 2016, penulis terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar dan belajar Ekonomi Pembangunan di Fakultas Ekonomi. ilmu pengetahuan. Ekonomi Bisnis.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Gambar

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Konsep ........................................................
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Konsep
Tabel 3.1 Defenisi Operasional Variabel dan Pengukuran  No.  Variabel  Defenisi Operasional
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa hubungan upah yang positif dengan penyerapan tenaga kerja tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Todaro, fenomena ini terjadi