Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan Volume 7, Nomor 1, Mei 2023, pp. 35 – 45
p-ISSN: 2579-499X, e-ISSN: 2579-5007
https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/wacanaakademika/index
35
Pengembangan E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Pencernaan pada Manusia untuk Peserta Didik Kelas VIII SMP
Daimul Hasanah 1*, Nofita Trisna Ditya 2, Laily Rochmawati Listiyani 3
1 Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta
2,3 Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta
*Corresponding author: [email protected]
ABSTRACT
This study aims to produce, describe quality, and find out students' responses to E-Module Science Based on Scientific Approach on Digestive System Material for Grade VIII Junior High School. This research includes research and development (R&D) using the ADDIE model from Dick and Carry which consists of five stages, including analyze, design, development, implementation, and evaluation. Data collection techniques using observation, interviews, and questionnaires. The research subjects consisted of 3 science education experts as validators and product assessors; and 10 students as respondents. Data analysis techniques for evaluating the E- Module using V-Aiken and for the readability test by respondents using descriptive statistics. The results of this study include: E-Module Science Based on Scientific Approach on Digestive System Material for Grade VIII Middle School Students; the quality of the E-Modules produced is included in the very good criteria based on the assessments of experts and teachers; as well as students responding strongly to the E-Module being developed.
Keywords: Electronic-Module, Scientific Approach, Digestive System.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik, mendeskripsikan kualitasnya, serta mengetahui respons peserta didik terhadap E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Pencernaan untuk Peserta Didik Kelas VIII SMP. Penelitian ini termasuk penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE dari Dick & Carry yang terdiri atas lima tahapan, antara lain analyze (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi).
Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan angket. Subjek penelitian terdiri atas 3 orang ahli Pendidikan IPA sebagai validator dan penilai produk; serta 10 peserta didik sebagai responden. Teknik analisis data untuk penilaian E-Modul dengan menggunakan V-Aiken dan untuk uji-keterbacaan oleh responden dengan menggunakan statistika deskriptif. Hasil penelitian ini antara lain: telah dihasilkan E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Pencernaan untuk Peserta Didik Kelas VIII SMP; kualitas E-Modul yang dihasilkan termasuk dalam kriteria sangat baik berdasarkan penilaian dari ahli dan guru; serta peserta didik memberikan respons sangat setuju terhadap E-Modul yang dikembangkan.
Kata Kunci: Elektronik-Modul, Pendekatan Saintifik, Sistem Pencernaan.
Pendahuluan
Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
36 Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, 7(1), Mei 2023, 35- 45
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Komponen utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia adalah pendidikan. Selain itu, pendidikan juga sebagai investasi masa depan yang harus dimiliki oleh peserta didik agar nantinya dapat menghadapi perkembangan jaman (Lestari, 2021). Hal tersebut menjadikan pendidikan memiliki arti penting dalam kehidupan manusia karena melalui pendidikan, suatu bangsa dapat menuju ke arah yang lebih baik dan menciptakan sumber daya manusia yang cerdas dan kompetitif.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sistem pembelajaran yang di dalamnya terdapat beberapa komponen. Dalam suatu pembelajaran, terdapat beberapa komponen yang saling berinteraksi satu sama lain dan saling membutuhkan (Pane & Dasopang, 2017). Komponen tersebut meliputi guru, peserta didik, tujuan pembelajaran, materi, media, metode, dan evaluasi. Dengan adanya semua komponen tersebut, suatu pembelajaran akan terlaksana dengan baik.
Semenjak pandemi Covid-19, sekolah menerapkan pembelajaran daring dengan belajar di rumah masing-masing. Pembelajaran dilaksanakan menggunakan media gadget seperti handphone, laptop, dan media belajar elektronik lainnya. Selain itu, pembelajaran juga memanfaatkan aplikasi whatsapp, Google Classroom, Google Meet, Zoom Meeting, dan lain sebagainya. Dengan memanfaatkan teknologi, pembelajaran daring dapat dilaksanakan secara lebih efektif. Akan tetapi, masih terdapat beberapa permasalahan yang terjadi, seperti kurangnya pemahaman peserta didik terhadap materi yang disampaikan oleh guru sehingga akan berpengaruh terhadap hasil belajar. Permasalahan tersebut dapat disebabkan karena kurang lengkapnya komponen pembelajaran, salah satunya yaitu media pembelajaran yang digunakan. Kurang tepatnya media pembelajaran akan mempengaruhi minat dan pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran IPA, baik dalam pembelajaran daring maupun luring. Hal ini karena media pembelajaran merupakan sarana atau perangkat yang bermanfaat sebagai perantara atau jembatan dalam kegiatan komunikasi (penyampaian dan penerimaan pesan) antara komunikator (penyampai pesan) dan komunikan (penerima pesan) (Miftah, 2013; Verawati et al., 2022; Widodo, 2018; Widodo et al., 2018).
Unsur penting agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik, terdiri atas peserta didik yang belajar, guru yang mengajar, bahan pelajaran, dan hubungan antara guru dengan peserta didik. Oleh karena itu, guru harus memberikan pengarahan untuk membantu dan mendorong peserta didik agar bersedia belajar secara mandiri. Salah satu bahan ajar yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar mandiri yaitu modul (Anggriani et al., 2019). Modul kemudian berkembang menjadi elektronik modul atau E-Modul yang memberikan fasilitas kepada peserta didik untuk dapat belajar secara online (daring) maupun offline (luring) secara mandiri. Pengembangan modul menjadi E-Modul memberikan kemudahan bagi guru dan peserta didik karena lebih praktis dan mudah diakses, hanya menggunakan media elektronik. Berbeda dengan modul yang berbentuk cetak dan terkesan monoton karena hampir sama dengan buku paket. E-Modul merupakan bahan ajar yang didesain secara terstruktur berdasarkan kurikulum dan disusun dalam satuan waktu tertentu, yang dikemas menggunakan perangkat elektronik, seperti komputer atau android (Wirawan et al., 2017). E-Modul mengolah bagian-bagian yang termuat dalam modul cetak pada umumnya. Perbandingannya hanya pada penyampaian fisik E-Modul yang menggunakan perangkat komputer. Akan tetapi, yang terjadi di lapangan, E-Modul ini masih belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya digunakan untuk materi tertentu saja.
Dalam kurikulum 2013 (revisi 2016), mata pelajaran yang ada di sekolah diharuskan dapat berkontribusi untuk membentuk sikap, keterampilan, dan pengetahuan bagi peserta didik (Himawan et al., 2020; Purwanto et al., 2020). Dengan demikian, dalam pembelajaran memerlukan pendekatan yang mampu memberikan fasilitas kegiatan belajar, salah satunya yaitu pendekatan saintifik.
Pendekatan saintifik (scientific approach) merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menerapkan
37 Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, 7(1), Mei 2023, 35- 45
pedoman keilmuan yang terdiri atas serangkaian kegiatan dalam mengumpulkan data seperti mengamati, menanya, melakukan percobaan, mengolah informasi atau data, yang kemudian dilanjutkan dengan mengomunikasikan (Kemendikbud, 2014). Pembelajaran yang menerapkan pendekatan saintifik akan mengarahkan peserta didik untuk dapat merumuskan masalah ketika mereka memiliki banyak pertanyaan, bukan hanya menyelesaikan masalah dengan menjawab saja.
Proses pembelajaran diharapkan dapat mengarahkan peserta didik untuk berpikir analitis dengan mengajarkan bagaimana mengambil keputusan, tidak hanya berpikir mekanistis yang sekadar mendengarkan dan menghafal saja (Majid, 2014).
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan terhadap guru IPA di SMP N 1 Jumo dan peserta didik kelas VIII SMP N 1 Jumo, diidentifikasi beberapa permasalahan yang terjadi selama proses pembelajaran. Salah satu permasalahan yang diidentifikasi tersebut yaitu proses pembelajaran yang terjadi di kelas hanya difasilitasi dengan bahan ajar berupa buku paket dan media power point. Bahan ajar dan media pembelajaran tersebut belum sepenuhnya dikemas dengan pendekatan saintifik sesuai dengan amanat Permendikbud RI Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Bahan ajar cetak dianggap belum mampu menjawab tantangan pesatnya perkembangan teknologi saat ini yang menuntut penguasaan literasi digital yang harus dimiliki oleh peserta didik. Dibutuhkan inovasi terhadap bahan ajar maupun media pembelajaran IPA yang mampu mengoptimalkan motivasi peserta didik untuk belajar IPA dan memusatkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menerapkan pendekatan saintifik dalam setiap bahan ajar maupun media pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk memfasilitasi proses pembelajaran dengan peserta didik di kelas.
Dampak dari implementasi pendekatan saintifik terhadap pembelajaran antara lain: 1) proses pembelajaran lebih terpusat pada peserta didik sehingga peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran;
2) langkah pembelajarannya sistematis sehingga memudahkan guru memanajemen pelaksanaan pembelajaran; 3) memberikan peluang kepada guru untuk mengembangkan kreativitasnya dalam mengajak peserta didik untuk lebih aktif berinteraksi dengan berbagai sumber belajar; 4) langkah pembelajarannya melibatkan keterampilan proses sains dalam mengonstruksi konsep, hukum, dan prinsip; 5) proses pembelajaran melibatkan proses-proses kognitif yang merangsang keterampilan berpikir tingkat tinggi; serta 6) mengembangkan karakter peserta didik (Rhosalia, 2017). Dengan demikian, pengembangan E-Modul berbasis pendekatan saintifik diharapkan mampu meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik, mampu mengembangkan karakter peserta didik, dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi bagi peserta didik. Kenyataan yang terjadi di lapangan, pendekatan saintifik belum sepenuhnya diimplementasikan pada perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan ketimpangan tersebut, penelitian ini difokuskan pada Pengembangan E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Pencernaan untuk Peserta Didik Kelas VIII SMP. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Pencernaan untuk Peserta Didik Kelas VIII SMP, mendeskripsikan kualitasnya, serta mengetahui respons peserta didik terhadap E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Pencernaan untuk Peserta Didik Kelas VIII SMP.
Metode Penelitian
Jenis penelitian ini termasuk research and development (R&D) atau penelitian dan pengembangan.
Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model ADDIE yang dikemukakan oleh Dick & Carry. Model ADDIE tersebut terdiri atas 5 (lima) tahapan, antara lain analyze (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Karena keterbatasan waktu dan biaya, penelitian ini hanya dibatasi sampai dengan tahap development (pengembangan) saja. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 Jumo pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Objek penelitian yaitu E-Modul IPA dengan pendekatan
38 Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, 7(1), Mei 2023, 35- 45
saintifik pada materi sistem pencernaan untuk peserta didik SMP. Subjek penelitian terdiri atas 2 (dua) ahli Pendidikan IPA, 1 (satu) guru IPA SMP, dan 10 (sepuluh) peserta didik.
Tahapan penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model ADDIE diuraikan sebagai berikut:
Tahap Analisis
Kegiatan utama yang dilakukan pada tahap ini yaitu menganalisis perlunya melakukan pengembangan bahan ajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Analisis yang dilakukan terdiri atas:
1. Analisis Kinerja
Pada tahap ini, mulai diidentifikasi permasalahan apa saja yang muncul selama proses pembelajaran, baik pembelajaran daring maupun luring, yang dilaksanakan selama masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 1 Jumo. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang pernah dilakukan, proses pembelajaran pada masa tatanan kehidupan baru (New normal) menggunakan pembelajaran luring atau tatap muka, namun masih bersifat terbatas dengan pembagian sesi.
Bahan ajar yang digunakan untuk pembelajaran tatap muka masih terbatas dan belum inovatif karena hanya menggunakan buku paket dan media power point. Penggunaan E-Modul dalam proses pembelajaran juga belum optimal karena hanya pada materi tertentu saja dan tampilannya masih terlihat seperti buku paket yang selama ini digunakan oleh peserta didik. Sementara itu, untuk kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum 2013 yang menekankan pada peningkatan keaktifan peserta didik di dalam proses pembelajaran, sedangkan guru hanya berperan sebagai fasilitator.
2. Analisis Peserta Didik
Analisis peserta didik merupakan telaah karakteristik peserta didik berdasarkan pengetahuan, keterampilan, dan perkembangannya. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik yang beragam. Hasil analisis peserta didik berkenaan dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Hasil analisis tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran dalam mengembangkan bahan ajar untuk pembelajaran. Beberapa hal yang dianalisis pada tahapan ini di antaranya.
a. Karakteristik peserta didik berkenaan dengan pembelajaran.
b. Pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki peserta didik berkenaan dengan pembelajaran.
c. Kemampuan berpikir atau kompetensi yang perlu dimiliki peserta didik dalam pembelajaran.
d. Bentuk pengembangan bahan ajar yang diperlukan peserta didik agar dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan kompetensi yang dimiliki.
Berdasarkan hasil observasi, peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran. Hal ini terlihat ketika pembelajaran berlangsung, peserta didik kurang aktif memberikan respons. Selain itu, bahan ajar yang digunakan oleh peserta didik kurang inovatif karena hanya menggunakan buku paket. Bahan ajar lain berupa E-Modul hanya pada materi tertentu dan tampilannya sama seperti buku paket pegangan peserta didik. Kurangnya respons peserta didik juga disebabkan karena kebiasaan peserta didik yang hanya mendengarkan penyampaian materi dari guru sehingga peserta didik kurang dapat berpikir analitis dan kritis.
3. Analisis Fakta, Konsep, Prinsip, dan Prosedur Materi Pembelajaran
Analisis materi pembelajaran berkenaan dengan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur.
Analisis materi pembelajaran tersebut merupakan bentuk identifikasi terhadap materi agar relevan dengan pengembangan bahan ajar dalam pembelajaran. Pada tahap ini, analisis dilakukan menggunakan metode studi pustaka. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagian-bagian utama pada materi yang akan diajarkan dan disusun secara sistematik ke dalam E-Modul. Hasil analisis ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk menyusun rumusan tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran yang dikembangkan dalam E-Modul yaitu Sistem Pencernaan pada Manusia untuk kelas VIII semester gasal dari KD 3.5 Menganalisis sistem pencernaan pada manusia dan memahami gangguan yang berhubungan dengan sistem pencernaan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pencernaan; serta KD 4.5 Menyajikan hasil penyelidikan tentang pencernaan
39 Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, 7(1), Mei 2023, 35- 45
mekanis dan kimiawi. Konsep materi disajikan dengan urutan tahapan pendekatan saintifik yang terdiri atas mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan.
4. Analisis Tujuan Pembelajaran
Analisis tujuan pembelajaran merupakan langkah yang diperlukan untuk menentukan kemampuan atau kompetensi yang perlu dimiliki oleh peserta didik. Pada tahap ini, dijelaskan mengenai apa saja tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada materi pembelajaran berdasarkan dari KD yang telah dipilih, serta bagaimana ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut. Dengan demikian, tahapan ini dapat dijadikan sebagai acuan atau pedoman dalam mengembangkan bahan ajar untuk pembelajaran. Adapun tujuan pembelajaran dalam bahan ajar E-Modul ini antara lain:
Melalui serangkaian kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan, peserta didik dapat:
a. Menjelaskan jenis-jenis bahan makanan serta kandungan bahan makanan dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat.
b. Menjelaskan bahan makanan dan fungsinya secara akurat.
c. Menganalisis kebutuhan energi sehari-hari secara akurat.
d. Menyebutkan organ-organ dalam sistem pencernaan manusia dengan benar.
e. Menjelaskan keterkaitan antar struktur organ pencernaan beserta fungsinya secara tepat.
f. Menjelaskan proses pencernaan dalam tubuh manusia dengan tepat.
g. Menguraikan gangguan pada sistem pencernaan manusia secara lengkap.
h. Menganalisis upaya menjaga kesehatan sistem pencernaan manusia dengan baik.
i. Melakukan penyelidikan tentang pencernaan mekanis dan kimiawi dengan benar.
Tahap Desain
Tahapan desain meliputi beberapa kegiatan, di antaranya: a. Mengkaji dan menelaah isi Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD);
b. Memilih KI dan KD untuk menentukan tema atau pokok bahasan materi pembelajaran yang akan dikembangkan ke dalam E-Modul; c. Mengembangkan KD yang telah dipilih menjadi Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dan Tujuan Pembelajaran yang hendak dicapai oleh peserta didik; d.
Merancang desain awal E-Modul yang memuat pengetahuan jenis faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif untuk materi pembelajaran yang akan dikembangkan; e. Merancang skenario pembelajaran dengan pendekatan saintifik untuk menentukan urutan penyajian materi pembelajaran pada E-Modul; serta f. Mengembangkan draf E-Modul beserta instrumen penilaian E-Modul untuk menilai kelayakan E-Modul yang telah dikembangkan berdasarkan penilaian dari ahli Pendidikan IPA dan guru.
Tahap Development
Tahap development (pengembangan) dalam model ADDIE memuat kegiatan realisasi rancangan desain E-Modul menjadi prototipe E-Modul. Hasil pada tahap ini berupa produk akhir E- Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Pencernaan untuk Peserta Didik Kelas VIII SMP. Kegiatan yang dilakukan pada tahap development ini meliputi pengembangan desain E- Modul menjadi prototipe; validasi prototipe E-Modul oleh validator; revisi atau perbaikan prototipe E-Modul berdasarkan catatan, saran, dan masukan dari para validator; penilaian E-Modul oleh ahli Pendidikan IPA dan guru; serta analisis data penilaian E-Modul dari para ahli dan guru. Secara teknis, kegiatan yang dilakukan pada setiap tahap tersebut dideskripsikan pada penjelasan berikut:
1. Pengembangan drat E-Modul menjadi prototipe
Pada tahap ini, draf E-Modul dikembangkan menjadi prototipe. Prototipe E-Modul dikembangkan dengan menggunakan aplikasi canva, kemudian diubah menjadi flipbook yang nantinya dapat diakses melalui website anyflip. Format penulisan yang ditetapkan dalam pengembangan E-Modul antara lain menggunakan kertas ukuran A4, spasi 1.5, jenis huruf
40 Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, 7(1), Mei 2023, 35- 45
carlito dengan ukuran 12; serta setiap kegiatan belajar dan langkah pembelajaran disusun secara konsisten dan menggunakan rata kanan-kiri. Hasil dari kegiatan pada tahap ini berupa prototipe E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Pencernaan untuk Peserta Didik Kelas VIII SMP.
2. Validasi prototipe E-Modul oleh validator
Prototipe E-Modul divalidasi oleh 3 (tiga) orang validator. Selain memvalidasi, validator juga memberikan catatan, saran, dan masukan terhadap E-Modul. Catatan, saran, dan masukan tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai bahan untuk perbaikan atau revisi E-Modul.
3. Revisi prototipe E-Modul
Catatan, saran, dan masukan yang diberikan oleh ketiga validator selanjutnya digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk merevisi atau memperbaiki E-Modul agar memenuhi kriteria validitas secara isi dan konstruk. Revisi yang dilakukan mencakup perbaikan format penulisan pada paragraf, keterangan gambar, keterangan tabel, tipografi dan tanda baca yang digunakan.
4. Penilaian E-Modul oleh ahli Pendidikan IPA dan praktisi
Penilaian terhadap E-Modul dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan E-Modul yang telah dikembangkan. Instrumen penilaian kelayakan E-Modul berupa skala penilaian yang dikembangkan menjadi 4 (empat) kriteria penilaian, antara lain Sangat Baik, Baik, Kurang, dan Sangat Kurang. E-Modul dinyatakan layak jika memenuhi penilaian dengan kriteria minimal Baik.
Penilaian kelayakan E-Modul dilakukan oleh 2 (dua) orang ahli Pendidikan IPA dan 1 (satu) orang praktisi yaitu guru IPA SMP.
5. Uji Keterbacaan E-Modul oleh Peserta Didik
Uji Keterbacaan E-Modul dilakukan untuk mengetahui bagaimana respons peserta didik terhadap E-Modul yang telah dikembangkan. Uji keterbacaan dilakukan di SMP Negeri 1 Jumo dengan jumlah responden sebanyak 10 (sepuluh) peserta didik kelas VIII. Instrumen yang digunakan dalam uji keterbacaan E-Modul ini berupa kuesioner dengan 4 (empat) skala pengukuran, yaitu Sangat Setuju, Setuju, Kurang Setuju, dan Sangat Kurang Setuju. Agar E- Modul dapat dinyatakan layak, uji keterbacaan E-Modul dengan respondennya peserta didik juga harus memenuhi kriteria respons minimal Setuju terhadap E-Modul yang telah dikembangkan.
6. Analisis data
Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data penilaian kelayakan E-Modul yaitu indeks V Aiken (Aiken, 1980, 1985; Jegede & Aikenhead, 1999; Widodo et al., 2021). Persamaan indeks V Aiken dinyatakan dengan 𝑉 =𝑛(𝑐−1)∑ 𝑠 , dimana c adalah banyaknya kategori; r adalah skor penilaian yang diberikan oleh validator; n adalah banyaknya validator; S = r – l0 atau (skor penilaian – skor terendah) untuk setiap butir; dan l0 adalah skor rating minimal (dalam hal ini adalah 1).
Selanjutnya, interpretasi indeks V Aiken tersebut selanjutnya dikategorikan seperti pada Tabel 1.
Tabel 1. Klasifikasi Kategori Indeks V Aiken Interval Indeks V Aiken Klasifikasi Kategori
0,67 ≤ 𝑉̅ ≤ 1,00 Tinggi
0,34 ≤ 𝑉̅ ≤ 0,66 Cukup
0 ≤ 𝑉̅ ≤ 0,33 Kurang
7. Produk akhir E-Modul
Setelah dilakukan validasi oleh tiga validator yang terdiri dari dua dosen ahli pendidikan IPA dan satu guru IPA SMP dan uji coba produk kepada 10 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Jumo diperoleh produk akhir, hasil kelayakan produk dan hasil respons peserta didik.
41 Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, 7(1), Mei 2023, 35- 45
Hasil dan Pembahasan
Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Dick & Carry pada tahun 1996. Prosedur pengembangan ini dilakukan dengan lima tahapan, namun mengalami penyederhanaan menjadi tiga tahapan yaitu analyze (analisis), design (desain), dan development (pengembangan) karena keterbatasan waktu dan biaya penelitian. Hasil penelitian ini antara lain: (1) telah dihasilkan E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Pencernaan untuk Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Jumo; (2) mendeskripsikan kualitas E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik yang telah dihasilkan; dan (3) mendeskripsikan respons peserta didik terhadap E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik yang telah dihasilkan.
Pengembangan E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Pencernaan untuk Peserta Didik Kelas VIII SMP
Tahapan pengembangan E-Modul IPA melalui tiga tahap meliputi: a) analyze (analisis), yang terdiri atas analisis kinerja, analisis peserta didik, analisis materi pembelajaran, dan analisis tujuan pembelajaran; b) design (desain), yang terdiri atas mengkaji dan menelaah isi Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang KI dan KD, memilih KI dan KD, mengembangkan KD menjadi IPK, merancang desain awal E-Modul, merancang skenario pembelajaran dengan pendekatan saintifik, dan mengembangkan draf E-Modul beserta instrumen penilaiannya; c) development (pengembangan), yang terdiri atas pengembangan draf E-Modul menjadi prototipe, validasi prototipe E-Modul oleh validator, revisi prototipe E-Modul, penilaian E-Modul oleh ahli Pendidikan IPA dan praktisi, uji keterbacaan E-Modul oleh peserta didik, analisis data, dan dihasilkan produk akhir E-Modul.
Produk yang dikembangkan dibuat dengan menggunakan aplikasi canva, disimpan dalam bentuk PDF, diubah menjadi bentuk flipbook yang dapat diakses melalui website anyflip. Hasil penelitian ini dapat diakses melalui tautan https://anyflip.com/ccvkl/nvqm, sedangkan desain sampul luarnya dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Tampilan Depan E-Modul IPA
Adapun susunan isi dari E-Modul IPA terdiri atas: cover depan E-Modul; kata pengantar;
daftar isi; daftar gambar; daftar tabel; petunjuk penggunaan E-Modul; karakteristik E-Modul;
42 Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, 7(1), Mei 2023, 35- 45
kompetensi inti; kompetensi dasar; indikator pencapaian kompetensi; tujuan pembelajaran; peta konsep; materi pembelajaran (memuat 5M dari pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, dan mengumpulkan informasi); kegiatan belajar (memuat 5M dari pendekatan saintifik yaitu menalar dan mengomunikasikan); rangkuman; latihan soal; kunci jawaban; daftar pustaka; glosarium; profil penulis; dan cover (sampul) belakang.
Kualitas E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Pencernaan untuk Peserta Didik Kelas VIII SMP Berdasarkan Penilaian oleh Ahli.
Berdasarkan hasil validasi dari ketiga validator, dinyatakan bahwa E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar di sekolah. Kelayakan E-Modul ini dapat dilihat dari hasil rerata skor validasi tiap komponen pada Tabel 2.
Tabel 2. Hasil Validasi E-Modul IPA
No. Komponen Nilai Validasi Kategori
1. Kelayakan Isi 0,792 Sedang
2. Penyajian 0,858 Tinggi
3. Kebahasaan 0,850 Tinggi
4. Pendekatan Saintifik 0,833 Tinggi
Rerata Total 0,833 Tinggi
Dari hasil penilaian kelayakan, dapat dinyatakan bahwa E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik pada materi sistem pencernaan untuk peserta didik kelas VIII SMP menunjukkan hasil sebesar 0,833 sehingga memenuhi kriteria kelayakan dengan kategori tinggi.
Respons Peserta Didik Terhadap E-Modul IPA Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Sistem Pencernaan untuk Peserta Didik Kelas VIII SMP
Berdasarkan hasil uji coba E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik pada materi sistem pencernaan yang telah dikembangkan peneliti yang diujicobakan kepada 10 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Jumo, diperoleh hasil analisis rerata skor tiap komponen yang ditunjukkan pada Tabel 3.
Tabel 3. Hasil Respon Peserta Didik Terhadap E-Modul IPA
No. Komponen Rerata Persentase Kategori
1. Kelayakan Isi 92% Sangat Setuju
2. Kebahasaan 78% Sangat Setuju
3. Kemanfaatan 73% Sangat Setuju
4. Penyajian 90% Sangat Setuju
5. Pendekatan Saintifik 80% Sangat Setuju
Rerata Total 83% Sangat Setuju
Dari hasil respons peserta didik terhadap E-Modul IPA yang telah dikembangkan, dapat dinyatakan bahwa E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik pada materi sistem pencernaan untuk peserta didik kelas VIII SMP menunjukkan hasil rerata persentase Sangat Setuju (SS) sebesar 83%.
Dari data tersebut, dapat diperoleh hasil persentase secara keseluruhan dari respons peserta didik terhadap E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik sebesar 96,67% sehingga persentase ini termasuk dalam kategori sangat baik.
Produk yang dikembangkan dikemas dalam bentuk flipbook agar memudahkan guru maupun peserta didik dalam mempelajari materi sistem pencernaan yang dapat diakses melalui website anyflip menggunakan berbagai jenis gadget. Proses pembuatan bahan ajar E-Modul IPA ini menggunakan aplikasi canva yang disimpan dalam bentuk PDF. Dalam pembuatan desain E-Modul yang dikembangkan, peneliti menggunakan kertas ukuran A4 dengan ukuran huruf 12, spasi 1,5 dengan
43 Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, 7(1), Mei 2023, 35- 45
jenis huruf carlito serta perataan kanan-kiri. Setiap kegiatan dan langkah pembelajaran disusun secara konsisten serta memaparkan materi yang dilengkapi dengan gambar ilustrasi dan video pembelajaran.
Penelitian yang sama dengan tema pengembangan modul berbasis pendekatan saintifik juga pernah dilakukan oleh Aninindya dkk, dengan tujuan untuk menghasilkan modul berbasis pendekatan saintifik, menentukan kualitasnya, dan menentukan bagaimana respon guru terhadap modul yang telah dikembangkan tersebut (Aninindya et al., 2022). Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa telah dihasilkan modul pembelajaran berbasis pendekatan saintifik melalui tahapan penelitian dan pengembangan dengan model 4D yang meliputi define, design, develop, dan disseminate, namun hanya dibatasi sampai dengan tahap develop karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga dalam penelitian.
Penelitian yang memungkinkan dapat memotong tahapan penelitian dan pengembangan juga dilakukan oleh Saiful Rahman dkk. (Rahman et al., 2019). Hal tersebut dapat dilakukan untuk mengatasi keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya dalam penelitian.
Validasi E-Modul melibatkan tiga validator yang terdiri atas dua orang ahli Pendidikan IPA dan satu guru IPA kelas VIII SMP. Masing-masing dari validator memberikan saran dan masukan terhadap E-Modul IPA yang telah dikembangkan. E-Modul IPA kemudian diperbaiki sesuai dengan catatan, saran, dan masukan dari ketiga validator. Tahapan selanjutnya yaitu dilakukan uji coba E- Modul IPA yang telah dikembangkan terhadap peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Jumo. Tahap terakhir adalah diperoleh produk final berupa E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik pada materi sistem pencernaan untuk peserta didik kelas VIII SMP. Berikut tautan untuk mengakses E- Modul IPA https://anyflip.com/ccvkl/nvqm.
Berdasarkan hasil validasi dan penilaian terhadap E-Modul IPA dari validator yang ahli dalam bidang Pendidikan IPA, dinyatakan bahwa E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar IPA untuk kelas VIII di sekolah. Hal ini dapat dilihat pada hasil penilaian yang diperoleh dari validator yang terdiri atas 4 komponen penilaian, antara lain:
komponen kelayakan isi memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,792 sehingga termasuk dalam kategori sedang menurut tabel kriteria V Aiken; komponen penyajian memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,858 sehingga termasuk dalam kategori tinggi menurut tabel kriteria V Aiken; komponen kebahasaan memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,850 sehingga termasuk dalam kategori tinggi menurut tabel kriteria V Aiken; serta komponen pendekatan saintifik memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,833 sehingga termasuk dalam kategori tinggi menurut tabel kriteria V Aiken. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data penilaian kualitas E-Modul IPA yaitu dengan menggunakan formula indeks V Aiken (Aksari et al., 2021; Yutia et al., 2021). Aiken telah memformulasikan indeks V Aiken untuk menentukan content-validity coefficient yang didasarkan pada hasil penilaian dari validator sebanyak n orang terhadap satu butir pernyataan tertentu dari segi sejauh mana butir tersebut mewakili konstruk yang diukur (Azwar, 2012).
Perolehan nilai rata-rata dari keempat komponen selanjutnya dihitung nilai rata-rata secara keseluruhan untuk mengetahui kelayakan dari E-Modul IPA yang telah dikembangkan. Nilai rata- rata keseluruhan dari penilaian kelayakan E-Modul IPA menunjukkan angka sebesar 0,833 sehingga termasuk dalam kategori tinggi menurut tabel kriteria V Aiken. Berdasarkan hasil validasi produk yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik pada materi sistem pencernaan untuk peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Jumo layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar IPA pada materi sistem pencernaan di SMP kelas VIII.
Berdasarkan analisis angket respons peserta didik terhadap E-Modul IPA diperoleh skor rata-rata untuk setiap komponen. Pada komponen kelayakan isi, diperoleh hasil bahwa respons peserta didik termasuk dalam kategori Sangat Setuju (SS) terhadap E-Modul IPA sebesar 92% dan kategori Setuju (S) terhadap E-Modul IPA sebesar 8%. Pada komponen kebahasaan, diperoleh hasil bahwa respons peserta didik termasuk dalam kategori Sangat Setuju (SS) terhadap E-Modul IPA sebesar 78% dan kategori Setuju (S) terhadap E-Modul IPA sebesar 22%. Pada komponen kemanfaatan, diperoleh hasil bahwa respons peserta didik termasuk dalam kategori Sangat Setuju (SS) terhadap E-Modul IPA sebesar 73% dan kategori Setuju (S) terhadap E-Modul IPA sebesar 27%. Pada komponen penyajian, diperoleh hasil bahwa respons peserta didik termasuk dalam
44 Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, 7(1), Mei 2023, 35- 45
kategori Sangat Setuju (SS) terhadap E-Modul IPA sebesar 90% dan kategori Setuju (S) terhadap E- Modul IPA sebesar 10%. Pada komponen pendekatan saintifik, diperoleh hasil bahwa respons peserta didik termasuk dalam kategori Sangat Setuju (SS) terhadap E-Modul IPA sebesar 80% dan kategori Setuju (S) terhadap E-Modul IPA sebesar 20%.
Respons peserta didik terhadap E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik secara keseluruhan dari setiap komponen diperoleh hasil bahwa respons peserta didik termasuk dalam kategori Sangat Setuju (SS) terhadap E-Modul IPA sebesar 83% dan kategori Setuju (S) terhadap E- Modul IPA sebesar 17%. Dari data tersebut, dapat diperoleh hasil bahwa persentase secara keseluruhan dari respons peserta didik terhadap E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik sebesar 96,67% sehingga persentase ini termasuk dalam kategori sangat baik.
Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil bahwa penilaian kualitas E-Modul IPA oleh ahli Pendidikan IPA termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan kuesioner respons peserta didik terhadap E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik termasuk dalam kategori sangat baik. Dengan demikian, E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik dapat dinyatakan layak untuk digunakan sebagai salah satu bahan ajar IPA pada materi sistem pencernaan untuk peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Jumo. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian lain yang menyatakan bahwa modul pembelajaran yang berkualitas dan layak digunakan adalah modul yang telah memenuhi standar kevalidan yang dinilai oleh ahli dan pakar (Sawitri & Ambarwati, 2014).
Kesimpulan
Penelitian pengembangan ini telah menghasilkan bahan ajar berupa E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik pada materi sistem pencernaan. Dari hasil penilaian kelayakan dapat dinyatakan bahwa E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik pada materi sistem pencernaan untuk peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Jumo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menunjukkan hasil sebesar 0,833 sehingga memenuhi kriteria kelayakan dengan kategori tinggi. Sedangkan untuk respons peserta didik terhadap E-Modul IPA berbasis pendekatan saintifik pada materi sistem pencernaan pada manusia untuk peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Jumo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sebesar 96,67% sehingga termasuk dalam kategori sangat setuju.
Ucapan Terima Kasih
Ucapan terima kasih peneliti sampaikan kepada Prodi Pendidikan IPA dan Prodi Pendidikan Fisika UST Yogyakarta yang telah memberikan ijin penelitian. Selain itu, juga memberikan bantuan fasilitas penelitian dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana untuk menunjang kelancaran penelitian ini.
Referensi
Aiken, L. R. (1980). Content Validity and Reliability of Single Items or Questionnaires. Educational and Psychological Measurement, 40(4), 955–959. https://doi.org/10.1177/001316448004000419
Aiken, L. R. (1985). Three Coefficients for Analyzing The Reliability and Validity of Ratings. Educational and Psychological Measurement, 45, 131-.
Aksari, V., Budhi, W., & Hasanah, D. (2021). Pengembangan E-LKPD Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Gerak Lurus untuk Peserta Didik Kelas X SMA. Jurnal Riset Dan Kajian Pendidikan Fisika, 8(1), 43–52. https://doi.org/10.12928/jrkpf.v8i1.20210
Anggriani, L., Diana, N., & Latifah, S. (2019). Pengembangan modul fisika berbasis. Skripsi, 2(2), 177–184.
Aninindya, I. A., Enawaty, E., Sartika, R. P., Masriani, & Rasmawan, R. (2022). Pengembangan Modul Berbasis Pendekatan Saintifik pada Materi Unsur, Senyawa, dan Campuran. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 9(1), 190–204. https://doi.org/10.38048/jipcb.v9i1.649
Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan Validitas. In Pustaka Pelajar (Edisi 4). Pustaka Pelajar.
Himawan, N. A., Jumadi, & Purwanto, E. (2020). Identifikasi Kemampuan Penalaran Siswa Kelas XI di MAN 4 Bantul pada Suhu dan Kalor. Edusains, 12(1), 30–37.
45 Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, 7(1), Mei 2023, 35- 45
Jegede, O. J., & Aikenhead, G. S. (1999). Transcending cultural borders: Implications for science teaching.
International Journal of Phytoremediation, 17(1), 45–66. https://doi.org/10.1080/0263514990170104 Kemendikbud. (2014). Konsep dan Implementasi Kurikulum 2013. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Lestari, R. D. (2021). Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran Daring Melalui Media Game Edukasi Wordwall di Kelas IV SDN 01 Tanahbaya Tahun Pelajaran 2020/2021.
Jurnal Ilmiah Profesi Guru, 2(2), 111–116. https://doi.org/10.30738/jipg.vol2.no2.a11309 Majid, A. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Remaja Rosdakarya.
Miftah, M. (2013). Fungsi, Dan Peran Media Pembelajaran Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Belajar Siswa. Jurnal Kwangsan, 1(2), 95. https://doi.org/10.31800/jtpk.v1n2.p95--105
Pane, A., & Dasopang, M. D. (2017). Belajar Dan Pembelajaran. Fitrah: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(2), 333–352. https://doi.org/10.24952/FITRAH.V3I2.945
Purwanto, J., Azizah, M., & Hasanah, D. (2020). Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Multiple Intelligences (Sw-Mi) pada Materi Fluida untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMA/MA. COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika, 7(2), 28–35.
Rahman, S., Suwatra, I. I. W., & Sudatha, I. G. W. (2019). Pengembangan Modul Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Liligundi. Jurnal EDUTECH Universitas Pedidikan Ganesha, 7(2), 24–35.
Rhosalia, L. A. (2017). Pendekatan Saintifik (Scientific Approach) dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Versi 2016. JTIEE (Journal of Teaching in Elementary Education), 1(1), 59–77.
https://doi.org/10.30587/jtiee.v1i1.112
Sawitri, D. W., & Ambarwati, R. (2014). Development of Scientific Approach Based Module BioEdu. 3(3), 410–415.
Verawati, A., Agustito, D., Pusporini, W., Utami, W. B., & Widodo, S. A. (2022). Designing Android learning media to improve problem-solving skills of ratio. Advances in Mobile Learning Educational Research, 2(1), 216–224. https://doi.org/10.25082/AMLER.2022.01.005
Widodo, S. A. (2018). Selection of Learning Media Mathematics for Junior School Students. Turkish Online Journal of Educational Technology - TOJET, 17(1), 154–160.
Widodo, S. A., Darhim, D., & Ikhwanudin, T. (2018). Improving mathematical problem solving skills through visual media. Journal of Physics: Conf. Series, 948(1), 1–6. https://doi.org/10.1088/1742- 6596/948/1/012004
Widodo, S. A., Ibrahim, I., Hidayat, W., Maarif, S., & Sulistyowati, F. (2021). Development of Mathematical Problem Solving Tests on Geometry for Junior High School Students. Jurnal Elemen, 7(1), 221–231.
https://doi.org/10.29408/jel.v7i1.2973
Wirawan, i K. Y. A. P., Sudarman, I. K., & Mahadewi, L. P. P. (2017). Pengembangan E-Modul Berbasis Problem Based Learning Untuk Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas VII Semester Ganjil. Jurnal Edutech Undiksha, 8(2).
Yutia, N., Sumardi, Y., & Hasanah, D. (2021). Pengembangan LKPD Fisika Berbasis Contextual Teaching and Learning pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke untuk Peserta Didik Kelas XI di SMA Negeri 2 Bantul. Jurnal Ilmiah Profesi Guru, 02(1), 1–8.