• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS SUB MATERI TEKANAN ZAT CAIR KELAS VIII SMP/MTs

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS SUB MATERI TEKANAN ZAT CAIR KELAS VIII SMP/MTs"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

(1)

i SKRIPSI

diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam

Oleh:

Ken Ismi Zanuba Wahidah NIM: T201810045

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI. ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

MEI 2022

(2)
(3)
(4)

iv MOTTO

























































































Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.(QS. AL-Baqarah, 164).1

1 Departemen Agama Republik Indonesia , Al Quran Dan Terjemahnya (Bandung: CV Penerbit Diponegoro, 2008).

(5)

v

PERSEMBAHAN

Alhamdulillah seiring rasa syukur dan ketulusan hati, penulis mempersembahkan karya sederhana ini kepada:

1. Kedua orang tua tercinta dan tersayang, Bapak Ali Wafa Al Fathofani S,Ag dan Ibu Ummatul Hasanah, sebagai wujud atas kepercayaan yang telah diamanatkan kepada saya serta atas kesabaran dan dukungannya. Terima kasih atas keikhlasan pengorbanan dan do’a yang tiada henti kepada saya.

2. Saudaraku tersayang, Om Fauzi, Tante Winda dan Mas Uwais Al Karani.

Terimakasih atas segala bentuk motivasi, dukungan, serta curahan kasih sayang yang selama ini kalian berikan.

(6)

vi

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sholawat serta salam tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, dan seluruh umat yang senantiasa menyerukan kebaikan dan istiqomah dalam melaksanakan sunah-sunah beliau hingga akhir zaman kelak.

Alhamdulillah, perencanaan, pelaksanaan dan penyelesaian skripsi yang berjudul “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Keterampilan Proses SaIns Sub Materi Tekanan Zat Cair Kelas VIII SMP/MTs” sebagai salah satu syarat menyelesaikan program sarjana strata 1 (S1), dapat terselesaikan dengan baik meskipun dalam bentuk yang sederhana. Adanya kekurangan dalam skripsi ini semoga tidak mengurangi esens dari tujuan yang akan disampaikan.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis tidak terlepas dari bimbingan, arahan, serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada yang terhormat:

1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM. selaku Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan fasilitas dan pelayanan kepada penulis.

2. Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang telah memberikan persetujuan pada skripsi ini.

3. Dr. Indah Wahyuni, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sains yang telah memberikan persetujuan pada skripsi ini.

(7)

vii

4. Bapak Dinar Maftukh Fajar, S.Pd, M.Pfis. selaku Koordinator Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam yang telah menerima judul skripsi ini.

5. Ibu Rafiatul Hasanah M.Pd selaku dosen pembimbing skripsi yang dengan sabar dan sepenuh hati memberikan arahan, bimbingan dan motivasi, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.

6. Bapak Ibu dosen Tadris IPA di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang telah banyak memberikan ilmunya kepada penulis.

7. Almamater saya Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Siddiq Jember tercinta.

8. Bapak Hasan Basri, S.Pd. selaku Kepala SMP Darussalam Kalibaru Banyuwangi yang telah memberikan izin atas penelitian yang penulis lakukan.

Serta Ibu Ari Puji Astuti, S.Pd. selaku Guru IPA SMP Darussalam Kalibaru Banyuwangi yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan fikirannya dalam memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian.

9. Sahabat saya Norma Kholila dan Nida Milatul Hamidah yang telah senantiasa memberikan dukungannya selama ini.

10. Teman-teman seperjuangan Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang telah menemani saya selama perkuliahan ini.

11. Semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan skripsi ini hingga selesai, yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.

Tiada kata yang dapat diucapkan selain do’a dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya. Semoga Allah SWT memberikan balasan kebaikan atas semua jasa yang telah diberikan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa skripsi ini

(8)

viii

masih banyak kekurangan, maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dalam penelitian selanjutnya bisa lebih baik lagi. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Jember, 11 Mei 2022 Ken Ismi Zanuba Wahidah

(9)

ix ABSTRAK

Ken Ismi Zanuba Wahidah, 2022: Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Keterampilan Proses Sains Sub Materi Tekanan Zat Cair Kelas VIII SMP/MTs.

Kata kunci: Keterampilan Proses Sains, Lembar Kerja Peserta Didik, Tekanan Zat Cair.

Berdasarkan studi penelitian dan pengumpulan informasi di SMP Darussalam Kalibaru Banyuwangi didapatkan bahwa selama proses pembelajaran IPA hanya menggunakan bahan ajar berupa LKPD dari penerbit dan masih bersifat umum, belum mengarah pada keterampilan proses sains.

Hasil analisis angket kebutuhan siswa mengatakan bahwa pelajaran IPA sangat sulit terutama pada sub materi tekanan zat cair. Pengembangan LKPD Berbasis Keterampilan Proses Sains Sub Materi Tekanan Zat Cair diharapkan dapat membantu guru dan peserta didik sebagai penunjang dan memenuhi aspek keterampilan K13.

Rumusan masalah dalam penelitian dan pengembangan ini yaitu (1) Bagaimana tingkat validitas lembar kerja peserta didik berbasis keterampilan proses sains sub materi tekanan zat cair kelas VIII SMP/MTs. (2) Bagaimana respons siswa terhadap lembar kerja peserta didik berbasis keterampilan proses sains sub materi tekanan zat cair kelas VIII SMP/MTs.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu (1) mendeskripsikan validitas LKPD Berbasis Keterampilan Proses Sains Sub Materi Tekanan Zat Cair Kelas VIII SMP/MTs. (2) Mendeskrispikan respon siswa terhadap LKPD Berbasis Keterampilan Proses Sains Sub Materi Tekanan Zat Cair Kelas VIII SMP/MTs.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development), dengan menggunakan model yang diadaptasi oleh Borg and Gall dengan 7 langkah karena rumusan masalah yang dikaji hanya sampai pada tahap menguji respons siswa, belum sampai menguji efektivitas produk. Langkah yang dilakukan adalah penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan bentuk awal produk , uji coba produk awal (validasi ahli), revisi produk utama, dan uji produk pemakaian (uji skala kecil dan skala besar).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Hasil penilaian oleh ahli materi sebesar 93% dengan kriteria sangat valid, 91,1% oleh ahli media dengan kriteria sangat valid dan 96,92% oleh ahli pengguna (Guru IPA) dengan kriteria sangat valid, 2) Hasil perolehan nilai angket respons skala kecil yaitu 90,3%

dengan kriteria sangat menarik dan skala besar dengan nilai 86,4% termasuk kriteria sangat menarik.

(10)

x DAFTAR ISI

Hal

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian dan Pengembangan ... 5

D. Spesifikasi Produk Yang Diharapkan ... 5

E. Manfaat Penelitian ... 6

F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian... 7

G. Definisi Istilah ... 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 10

A. Penelitian Terdahulu ... 10

B. Kajian Teori ... 13

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ... 29

A. Metode Penelitian ... 29

B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan... 30

(11)

xi

C. Uji Coba Produk ... 33

D. Desain Uji Coba ... 34

1. Subjek Uji Coba ... 35

2. Jenis Data ... 36

3. Instrumen Pengumpulan Data ... 36

4. Teknik Analisis Data ... 37

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ... 40

A.Penyajian Data Uji Coba ... 40

1. Hasil Studi Pendahuluan ... 42

2. Hasil Design ... 43

3. Validasi dan Revisi ... 44

4. Uji Coba Empiris dan Produk Akhir ... 50

B. Analisis Data ... 53

1. Analisis Data Uji Coba Validator ... 53

2. Analisis Data Uji Coba Respons Peserta Didik ... 57

C. Revisi Produk ... 60

BAB V KAJIAN DAN SARAN ... 60

A. Kajian Produk yang Telah Direvisi ... 60

B. Saran dan Pemanfaatan, Diseminasi, dan Pengembangan Produk Lebih Lanjut ... 61

DAFTAR PUSTAKA ... 62

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... 66

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 67

BIODATA PENULIS ... 113

(12)

xii Daftar Tabel

No Uraian Hal

2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu ... 12

3.1 Prosedur Penelitian ... 30

3.2 Storyboard LKPD berbasis KPS ... 31

3.3 Kriteria Penilaian ... 36

3.4 Skor Penilaian Validasi Ahli ... 38

3.5 Skor Penilaian Respons Siswa ... 39

4.1 Desain LKPD ... 44

4.2 Rincian Hasil Aspek Penilaian Ahli Materi ... 45

4.3 Rincian Hasil Aspek Penilaian Ahli Media ... 45

4.4 Rincian Hasil Aspek Penilaian Pengguna (Guru IPA) ... 46

4.5 Revisi Ahli Materi ... 48

4.6 Revisi Ahli Media ... 50

4.7 Rincian Hasil Aspek Penilaian Respons Peserta Didik Skala Kecil ... 51

4.8 Data Kualitatif Respons Peserta Didik Skala Kecil ... 52

4.9 Rincian Hasil Aspek Penilaian Respons Peserta Didik Skala Besar ... 52

4.10 Data Kualitatif Respons Peserta Didik Skala Besar ... 52

(13)

xiii Daftar Gambar

No Uraian Hal 4.1 Langkah Penelitian Borg and Gall ... 41 4.2 Grafik Hasil Validasi Ahli ... 47 4.3 Grafik Hasil Uji Respons Skala Kecil dan Skala Besar ... 53

(14)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Uraian Hal

Lampiran 1 Matrik Penelitian ... 67

Lampiran 2 Surat Izin Penelitian ... 68

Lampiran 3 Surat Balasan Izin Penelitian ... 69

Lampiran 4 Hasil Validasi Ahli Materi ... 70

Lampiran 5 Hasil Validasi Ahli Media ... 73

Lampiran 6 Hasil Validasi Angket Respons Guru ... 76

Lampiran 7 Hasil Validasi Angket Respons Peserta DidikSkala Kecil ... 78

Lampiran 8 Hasil Validasi Angket Respons Peserta Didik Skala Besar ... 82

Lampiran 9 Data Hasil Angket Respons Peserta Didik Skala Kecil... 86

Lampiran 10 Data Hasil Angket Respons Peserta Didik Skala Besar ... 87

Lampiran 11 Data Rekapitulasi Angket Respons Peserta Didik Skala Kecil .88 Lampiran 12 Data Rekapitulasi Angket Respons Peserta Didik Skala Besar 89 Lampiran 13 Jurnal Penelitian ... 90

Lampiran 14 Dokumentasi ... 91

Lampiran 15 Lembar Kerja Peserta Didik ... 94

(15)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Ilmu Pengetahuan Alam atau yang biasa dikenal dengan IPA merupakan kajian hukum dan teori ilmiah yang diangkat melalui pengamatan bentuk nyata dari kondisi alam sekitar 2. Pembelajaran IPA memiliki tujuan untuk meningkatkan keahlian kiat siswa dalam menemukan konsep-konsep IPA yang dapat membentuk sikap ilmiah. Selain itu, proses pembelajaran IPA mengutamakan pengalaman secara langsung dengan menjelajahi sekaligus memahami alam sekitar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif dan aktif. Oleh sebab itu IPA berkaitan dengan proses penemuan, fakta, konsep, serta prinsip, bukan sekedar kumpulan rumus, atau penguasaan fakta, konsep atau prinsip itu sendiri.

Sesuai dengan kurikulum 2013 (K13) yang menetapkan peserta didik perlu menguasai tiga aspek penting diantaranya sikap, pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan permendikbud tahun 2016 bahwa pembelajaran K13 menerapkan pendekatan ilmiah (scientific approach) bahwa peserta didik mampu mengelola suatu pengetahuan dengan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi lalu mengkomunikasikannya. Salah

2 Wilujeng Insih, “IPA Terintegrasi Dan Pembelajaran,” Universitas Negeri Yogyakarta 53, no. 9 (2017): 1–290.

1

(16)

satu cara untuk mengembangkan pendekatan ilmiah dengan cara melakukan kegiatan yang mengakibatkan unsur keterampilan proses sains (KPS).3

Keterampilan proses sains (KPS) yaitu keterampilan peserta didik melakukan penyelidikan atau kegiatan eksperimen guna menyelesaikan permasalahan ilmiah.4 KPS terdiri dari dua macam, yaitu keterampilan dasar (basic skills) dan keterampilan terintegrasi (integrated skills). Keterampilan dasar merupakan kemampuan dalam mengamati benda atau peristiwa untuk menemukan suatu konsep baru melalui perbedaan dan persamaannya, sedangkan keterampilan terintegrasi adalah keterampilan memecahkan suatu pertanyaan atau permasalahan tanpa bantuan teman atau guru.

Pencapaian tersebut akan terpenuhi melalui alat bantu berupa bahan ajar. Bahan ajar berfungsi strategis bagi proses belajar mengajar, dan memiliki nilai positif bagi guru dan siswanya, sehingga dalam proses pembelajaran guru tidak banyak menyampaikan materi dan memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan siswa, memberi dukungan saat pembelajaran individual dengan membimbing para siswanya. Sedangkan dampak positif bagi siswa adalah mereka terbiasa belajar serta memahami sendiri apa yang telah dipelajarinya sehingga siswa akan lebih aktif daripada mendengarkan penjelasan materi dari guru secara keseluruhan. Bahan ajar dapat dirancang sendiri sesuai kebutuhan kegiatan belajar mengajar (KBM).

3 Dea Diella and Ryan Ardiansyah, “Pelatihan Pengembangan LKPD Berbasis Keterampilan Proses Sains Dan Instrumen Asesmen KPS Bagi Guru IPA,” Publikasi Pendidikan 9, no.1(2019):7.

4 Intan Santoso and Erman Erman, “Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Pada Sub Materi Tekanan Zat Cair,” Pensa: Jurnal Pendidikan Sains 6, no. 02 (2018).

(17)

Lembar kerja peserta didik (LKPD) adalah salah satu bahan ajar yang memuat komponen-komponen berupa judul, teori singkat, materi, alat dan bahan, prosedur praktikum, data pengamatan, serta pertanyaan dan kesimpulan untuk bahan diskusi yang dapat menjadi panduan siswa melakukan penyelidikan atau pemecahan masalah sehingga dapat mendukung KPS yang dibutuhkan.

Berdasarkan studi pendahuluan di SMP Darussalam Kalibaru Banyuwangi, melalui wawancara guru IPA terkait kegiatan belajar IPA yang telah dilaksanakan didapat hasil bahwa sekolah telah menggunakan K13, namun dalam pelaksanaannya masih belum maksimal karena metode yang digunakan hanya sebatas metode ceramah dan bahan ajar yang digunakan berupa LKPD dari penerbit pada umumnya. LKPD ini belum menggali KPS siswa secara keseluruhan karena hanya berisi materi, soal-soal dan kerja praktikum. Hal ini belum mendekati proses science dalam menyelesaikan permasalahan sendiri serta kurang sesuai dengan hakikat IPA.5 Hasil analisis angket kebutuhan siswa menunjukkan bahwa materi yang termuat sangat ringkas dan kurang membahas lebih detail sehingga belum cukup memadahi pemahaman siswa ketika menggunakan LKPD tersebut. Berdasarkan pernyataan tersebut dan hasil wawancara guru IPA, didapatkan bahwa siswa membutuhkan bahan ajar lain berupa LKPD dengan materi tekanan zat cair.

Materi tekanan zat cair adalah salah satu sub materi tekanan zat pada mata pelajaran IPA yang ada di kelas VIII semester genap. Materi ini termuat

5 Ari Puji Astuti, “Wawancara Guru IPA” (2021).

(18)

dalam KD 3.8 menjelaskan tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tekanan darah, osmosis dan kapilaritas jaringan angkut pada tumbuhan dan KD 4.8 menyajikan data hasil percobaan untuk menyelidiki tekanan zat cair pada kedalaman tertentu, gaya apung dan kapilaritas, misalnya dalam batang tumbuhan. Materi tekanan zat cair terdiri terdiri pembahasan tekanan hidrostatis, Hukum Archimedes, dan Hukum Pascal. Karakteristik materi tersebut termasuk faktual, dan konseptual.

Faktual artinya dapat dilihat secara langsung, sedangkan konseptual adalah pemahaman tentang pokok bahasan yang tersusun secara terstruktur. 6

Model penelitian yang peneliti digunakan diadaptasi dari model Borg and Gall dengan 10 langkah, akan tetapi pada penelitian ini menggunakan 7 langkah yang diringkas menjadi 4 tahapan. Hal ini sesuai dengan rumusan masalah peneliti untuk mengetahui respons siswa terhadap produk yang dikembangkan, tidak sampai pada tahap uji efektivitas produk. 4 tahapan tersebut yaitu, 1) studi pendahuluan melalui pengumpulan informasi dan perencanaan 2) merancang desain produk yang meliputi menentukan judul, merumuskan KI, KD, tujuan pembelajaran dan menyusun bagian awal, isi dan bagian akhir LKPD. 3) validasi dan revisi para ahli berupa saran dan masukan.

4) uji coba empiris dan produk akhir, yaitu uji coba skala kecil dan uji coba skala besar. Berdasarkan ulasan tersebut, peneliti berinisiatif untuk melakukan penelitian dan pengembangan dengan judul “Pengembangan Lembar Kerja

6 Siti Aishah and Siti Mistima Maat, “Pengetahuan Konseptual Dan Prosedural Dalam Matematik : Satu Sorotan Literatur Sistematika Abstrak Conceptual and Procedural Knowledge in Mathematics : A Systematic Literature Review Abstract Pengenalan Sorotan Literatur” 6, no. 12 (2021): 94–108.

(19)

Peserta Didik (LKPD) Berbasis Keterampilan Proses Sains Sub Materi Tekanan Zat Cair Kelas VIII SMP/MTs”

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang dikaji sebagai berikut:

1. Bagaimana validitas LKPD Berbasis Keterampilan Proses Sains Sub Materi Tekanan Zat Cair Kelas VIII SMP/MTs?

2. Bagaimana respons siswa terhadap LKPD Berbasis Keterampilan Proses Sains Sub Materi Tekanan Zat Cair Kelas VIII SMP/MTs?

C. Tujuan Penelitian dan Pengembangan

Sesuai paparan di atas, peneliti menetapkan tujuan daripada penelitian pengembangan ini adalah:

1. Mendeskripsikan validitas LKPD berbasis keterampilan proses sains sub materi tekanan zat cair kelas VIII SMP/MTs.

2. Mendeskripsikan respons siswa terhadap LKPD berbasis keterampilan proses sains sub materi tekanan zat cair kelas VIII SMP/MTs.

D. Spesifikasi Produk yang Diharapkan

1. Media pembelajaran berupa lembar kerja berbasis keterampilan proses sains sub materi tekanan zat cair kelas VIII semester genap.

2. LKPD yang akan dihasilkan berisi materi dan soal berbasis keterampilan proses sains.

3. Indikator KPS yang dikembangkan terdiri dari mengamati, menanya, membuat hipotesis, melakukan percobaan, mengkomunikasikan dan menyimpulkan.

(20)

4. Materi yang termuat dalam LKPD meliputi tekanan hidrostatis, Hukum Archimedes, dan Hukum Pascal.

E. Pentingnya Penelitian dan Pengembangan

Penelitian yang objektif sangat bermanfaat bagi keberhasilan dalam pembelajaran serta mengetahui hal-hal yang menghambat sistem pengajaran.

Adapun manfaat penelitian dalam hal ini terbagi menjadi:

1. Manfaat teoritis

Secara teoritis peneliti melakukan penelitian dengan harapan menyajikan sebuah inovasi maupun motivasi untuk proses pembelajaran yang menarik bagi pendidikan IPA khususnya tentang media pembelajaran LKPD berbasis keterampilan proses sains sub materi tekanan zat cair.

2. Manfaat praktis a. Bagi siswa

Sebagai sarana edukasi mandiri agar siswa dapat menemukan pengetahuannya sendiri dan melatih kecepatan belajar serta pemahaman dan daya ingat yang lama.

b. Bagi lembaga terkait

Sebagai media preferensi dalam proses pembelajaran IPA yang menuntut siswa aktif dan kreatif sesuai kurikulum 2013.

c. Bagi UIN KHAS Jember

Hasil akhir penelitian ini diharapkan dapat menambah kepustakaan UIN KHAS Jember khususnya Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

(21)

d. Bagi peneliti dan peneliti lain

Dapat menjadi sebuah pengalaman, wawasan baru serta dapat memberi inspirasi dalam kegiatan pembelajaran. Semoga kedepannya dapat memberikan motivasi dan evaluasi.

F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan 1. Asumsi pada LKPD ini adalah:

a. Dapat digunakan oleh siswa kelas VIII pada umumnya khususnya di SMP Darussalam Kalibaru Banyuwangi.

b. Dapat dijadikan bahan ajar penunjang pada sub materi tekanan zat cair.

c. Dapat melatih skill siswa dalam meyelesaikan permasalahan sendiri dan menemukan suatu pengetahuan baru.

d. LKPD yang dihasilkan berisi uraian materi dan soal tentang tekanan zat cair berbasis keterampilan proses sains.

2. Batasan penelitian dan pengembangan ini adalah :

a. LKPD dikembangkan untuk siswa SMP dengan sasaran penelitian yaitu siswa kelas VIII SMP Darussalam Kalibaru Banyuwagi.

b. LKPD yang dikembangkan berdasarkan kurikulum 2013.

c. LKPD yang dikembangkan terbatas pada sub materi tekanan zat cair, memuat tekanan hidrostatis, Hukum Archimedes dan Hukum Pascal.

d. Indikator KPS yang diterapkan berupa mengamati, menanya, membuat hipotesis, melakukan percobaan, mengkomunikasikan, dan menyimpulkan.

(22)

e. Peneliti menerapkan model Borg and Gall dengan 7 langkah yang diringkas menjadi 4 tahapan yaitu studi pendahuluan, desain produk, validasi dan revisi, dan uji coba empiris dan produk akhir.

G. Definisi Istilah

1. Pengembangan Lembar kerja peserta didik

Bahan ajar berupa lembaran berisi materi, ringkasan, soal serta petunjuk pelaksanaan yang harus diselesaikan peserta didik. Tugas yang disediakan merujuk pada kompetensi dasar yang ingin dicapai berupa soal teori maupun praktik.

2. Keterampilan proses sains

Kemampuan siswa untuk memahami suatu pengetahuan kemudian diterapkan dan dikembangkan sehingga menemukan suatu pengetahuan.

Indikator keterampilan proses sains yang akan diterapkan dalam penelitian ini diantaranya mengamati, membuat pertanyaan, membuat hipotesis, merencanakan penelitian, mengkomunikasikan, dan menyimpulkan.

3. Materi Tekanan Zat Cair

Materi ini merupakan sub materi tekanan zat pada pelajaran IPA yang bersifat faktual dan konseptual di kelas VIII semester genap. Materi yang dikaji berupa tekanan hidrostatis, Hukum Archimedes dan Hukum Pascal.

4. Model Pengembangan Borg and Gall.

Merupakan salah satu model penelitian dan pengembangan yang memiliki 10 langkah, yaitu 1) Pengumpulan informasi 2) Perencanaan, 3)

(23)

Pengembangan produk awal, 4) Uji coba lapangan awal, 5) Revisi produk awal, 6) Uji coba produk utama, 7) Revisi produk pemakaian, 8) Uji coba pemakaian, 9) Revisi produk akhir, 10) Penyebaran dan implementasi.

Model Borg and Gall yang digunakan peneliti hanya sampai pada 7 langkah yang diringkas menjadi 4 tahap.

(24)

10 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Penelitian Terdahulu

Penelitian ini merujuk pada penelitian terdahulu yang relevan namun tidak serupa dengan penelitian saat ini diantaranya yaitu sebagai berikut:

1. Nur Khoiri Hidayati (2017) “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Dengan Pendekatan Inquiry Berbasis Siklus Belajar 5E Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas X”7

Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan produk LKPD berpendekatan inquiry berbasis siklus belajar 5E materi fluida statis, mengetahui peningkatan konsep peserta didik SMA yang menggunakan LKPD dengan pendekatan inquiry berbasis siklus belajar 5E pada materi fluida statis dan mengetahui peningkatan keterampilan proses sains peserta didik SMA dengan pendekatan inquiry berbasis siklus belajar 5E pada materi fluida statis. Jenis penelitian ini yaitu R&D yang mengacu pada model ADDIE. Untuk mengetahui peningkatan KPS menggunakan data pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas LKPD termasuk kategori layak dan peserta didik memberikan tanggapan cukup baik dengan penggunaan LKPD tersebut. Persentase untuk meningkatkan penguasaan konsep dengan nilai gain 0,66 dalam kategori sedang dan

7 Nur khoiri Hidayati, “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Dengan Pendekatan Inquiry Berbasis Siklus Belajar 5E Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Dan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas X”,” no. 8.5.2017 (2017).

(25)

tingkat keterampilan proses peserta didik pada pertemuan pertama adalah 53,55% (tidak baik), pertemuan kedua 58,94% (kurang baik) dan pertemuan ketiga 67,47% (cukup baik).

2. Siti Khoiriyah (2017) “Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Berbasis Keterampilan Proses Sains Pada Materi Kalor Kelas VII”8

Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan produk berupa LKS berbasis keterampilan proses sains pembelajaran fisika materi kalor kelas VII, menguji kelayakan produk dan menguji keefektifan LKS. Jenis penelitian menggunakan model Borg and Gall adaptasi Sugiyono. Data yang diperoleh menggunakan instrumen lembar validasi, angket respon guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS ini memperoleh validitas materi 74% dengan kriteria baik, menurut ahli media dengan nilai 89% dengan kriteria sangat baik, dan persentase persepsi guru terhadap LKS memperoleh persentase 90% dengan kriteria sangat baik dan respons peserta didik skala kecil memperoleh persentase 81%

berada pada kriteria sangat baik, respons peserta didik skala besar memperoleh persentase 82% berada pada kriteria sangat baik.

3. Syamsurizal dkk (2015) “Pengembangan e-Modul Berbasis Keterampilan Proses Sains Pada Materi Kesetimbangan Kimia Untuk Tingkat SMA”.9

Penelitian ini bertujuan membuat modul digital guna melengkapi bahan ajar kimia untuk SMA. Penelitian ini menggunakan menu flipbook

8 Siti Khoiriyah, “Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Berbasis Keterampilan Proses Sains Pada Materi Kalor Kelas Vii Skripsi,” Skripsi, 2017.

9 Syamsurizal, Haryanto, and Novi Chairani, “Pengembangan E-Modul Berbasis Keterampilan Proses Sains Pada Materi Kesetimbangam Kimia Untuk Tingkat SMA,” Prosiding SEMIRATA, 2015, 655–61.

(26)

pada materi kesetimbangan kimia. Metode penelitian menggunakan model 4-D yaitu define, design, development dan disseminate, namun pengembangan ini hanya sampai pada tahap development. Hasil validasi oleh ahli multimedia dan ahli materi kesetimbangan kimia dinyatakan e- modul ini sudah baik dan layak digunakan sebagai bahan ajar kimia untuk jenjang SMA. Selanjutnya berdasarkan hasil uji coba awal kepada sepuluh orang siswa kelas XI IPA 1 di SMAN 6 Kota Jambi memperlihatkan bahwa modul ini memiliki tampilan yang menarik, mudah dipahami dan mudah digunakan.

Tabel 2.1

Persamaan dan Perbedaan Terdahulu dengan Penelitian yang akan dilakukan No Nama

Peneliti Judul Persamaan Perbedaan

1 Nur Khoiri Hodayati

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Dengan Pendekatan Inquiry Berbasis Siklus Belajar 5E untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Keterampilan Proses Siswa Peserta Didik Kelas X

Produk LKPD

Subjek penelitian peserta didik SMA

Materi yang dikaji materi fluida statis

Model penelitian ADDIE Pendekatan inqury berbasis siklus belajar 5E

2 Siti

Khoiriyah

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Berbasis Keterampilan Proses Sains Pada Materi Kalor Kelas VII SMP/MTs.

Produk LKS

Subjek penelitian siswa SMP Kelas VII

Materi fisika kalor

Pendekatan keterampilan proses sains

Model penelitian Sugiyono 3 Syamsyuri

zal, dkk

Pengembangan e-Modul Berbasis Keterampilan Proses Sains Pada Materi Kesetimbangan Kimia untuk Tingkat SMA

Jenis penelitian dan

pengemban gan

Produk e-modul

Subjek penelitian siswa SMA

Materi yang diteliti kesetimbangan kimia.

Model 4D

Penelitian terdahulu merupakan acuan peneliti dalam melakukan penelitian, berdasarkan judul terlihat sama, namun terdapat perbedaan yang

(27)

signifikan diantaranya subjek penelitian terdahulu untuk siswa SMA sedangkan peneliti siswa SMP. Model penelitian yang digunakan terdahulu model ADDIE, peneliti menggunakan model Borg and Gall. Materi yang diteliti berbeda, peneliti mengacu pada materi tekanan zat cair, sedangkan peneliti terdahulu fluida statis untuk SMA. Pada penelitian terdahulu, pendekatan yang digunakan berbasis inquiry dengan pendekatan 5E, pendekatan berbasis hyper content sedangkan peneliti saat ini mengacu pada pendekatan keterampilan proses sains untuk siswa SMP. Ciri khas penelitian ini yaitu model yang digunakan mengacu pada model Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi 4 tahapan yang mencakup 7 langkah penelitian Borg and Gall, ciri lain yaitu lembar kerja peserta didik yang dihasilkan memuat materi dan soal keterampilan proses mengamati, membuat pertanyaan, membuat hipotesis, merancang penelitian, mengkomunikasikan, dan menyimpulkan.

B. Kajian Teori

1. Pembelajaran IPA

Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang mempelajari tentang gejala alam berupa fakta, konsep dan hukum yang telah teruji kebenarannya. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sering disebut dengan singkatan sains. IPA atau science dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis, dirumuskan secara umum, ditandai melalui penggunaan metode ilmiah dan sikap ilmiah.

Sehingga hakekat IPA dipandang sebagai produk dan sebagai proses. 10

10 Dr i made alit Mariana, Hakikat Ipa Dan Pendidikan Ipa, 2009.

(28)

Pandangan IPA sebagai ilmuwan bekerja untuk menemukan ilmu pengetahuan, dalam pembelajarannya menempatkan siswa sebagai seseorang yang mencari, mengolah dan menemukan sendiri ilmu pengetahuan yang dihasilkan. Hal ini sesuai dengan kurikulum 2013 yang menekankan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran IPA yang memberikan kesempatan siswa untuk mengkonstruk konsep sendiri, akan memberikan pengalaman langsung untuk menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. 11

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan kajian hukum dan teori ilmiah yang diangkat melalui pengamatan bentuk nyata dari kondisi alam sekitar.12 Pembelajaran IPA memiliki tujuan untuk meningkatkan keahlian kiat siswa dalam menemukan konsep-konsep IPA yang dapat membentuk sikap ilmiah. Selain itu, proses pembelajaran IPA mengutamakan pengalaman secara langsung dengan menjelajahi sekaligus memahami alam sekitar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif dan aktif.

Oleh sebab itu IPA berkaitan dengan proses penemuan, fakta, konsep, serta prinsip, bukan sekedar kumpulan rumus, atau penguasaan fakta, konsep atau prinsip itu sendiri.

Hakikat sains juga terdiri dari tiga aspek yaitu sains sebagai produk yang merupakan makna alam dan berbagai fenomena yang dikemas menjadi sekumpulan teori dan konsep, hukum dan prinsip. Sains sebagai

11 et al Fitriyati, I., “Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Dan Penalaran Ilmiah Siswa SMP,” Jurnal Pembelajaran Sains 1, no. 1 (2017): 27–34.

12 Insih, “IPA Terintegrasi Dan Pembelajaran,” 24.

(29)

proses adalah bagaimana proses dalam memperoleh ilmu pengetahuan.

Sains sebagai sikap ilmiah adalah penanaman sikap-sikap dalam diri ketika melaksanakan proses metode ilmiah (penyelidikan) dan proses pembelajaran IPA.13

Tujuan pembelajaran IPA adalah pertama membantu peserta didik mencapai sejumlah pengetahuan (produk), meningkatkan kualitas pembelajaran seperti efektivitas pembelajaran, minat dan motivasi dan penguasaan kompetensi IPA yaitu pemahaman tentang alam, keterampilan IPA, sikap ilmiah serta bekal pengetahuan, kedua mengembangkan dan memperluas substansi materi IPA dalam pembelajaran atau keterampilan IPA.14 Substansi materi IPA seperti pengetahuan Biologi, Fisika dan ilmu bumi sedang keterampilan tentang mengamati, mengobservasi, memprediksi, dan menyimpulkan.

2. Keterampilan Proses Sains

Keterampilan proses sains (KPS) adalah pendekatan yang memerlukan keterampilan mengamati, melakukan eksperimen, menafsirkan data, dan mengkomunikasikan gagasan untuk menemukan suatu pengetahuan IPA dalam bentuk proses. Keterampilan proses sains merujuk pada rangkaian proses pembelajaran di dalam sains yang yang

13 I Isrokatun et al., Pembelajaran Matematika Dan Sains Secara Integratif Melalui Situation- Based Learning (UPI Sumedang Press, 2020), 53.

14 P Y A Dewi et al., Teori Dan Aplikasi Pembelajaran IPA SD/MI (Yayasan Penerbit Muhammad Zaini, 2021), 66.

(30)

melibatkan kemampuan peserta didik dalam memahami dan mengembangkan pengetahuannya mengenai alam dan sekitarnya. 15

Keterampilan proses sains melibatkan kemampuan kognitif atau intelektual, manual dan social. Kognitif atau intelektual melalui pemikiran, manual melalui keterampilan menggunakan dan merakit alat bahan, mengukur dan menyusun alat bahan. Sedangkan sosial tentang bagaimana peserta didik berinteraksi dengan teman maupun guru selama proses pembelajaran.

KPS terdiri dari dua macam, yaitu keterampilan dasar (basic skills) dan keterampilan terintegrasi (integrated skills). Keterampilan dasar merupakan kemampuan dalam mengamati benda atau peristiwa untuk menemukan suatu konsep baru melalui perbedaan dan persamaannya, sedangkan keterampilan terintegrasi adalah keterampilan memecahkan suatu pertanyaan atau permasalahan tanpa bantuan teman atau guru.

Keterampilan mendasar dalam KPS antara lain :16 a. Mengamati (observation)

Memberikan tanggapan terhadap objek dengan menggunakan panca indra.

b. Menginferensi

Membuat kesimpulan sementara

15 A N C Saputro et al., Pembelajaran Sains (Yayasan Kita Menulis, 2021), 67.

16 T Mutiara, IPA : - Kelas X (Esis, n.d.).

(31)

c. Mengklasifikasikan (classification)

Membedakan suatu objek atau peristiwa berdasarkan persamaannya menjadi golongan tertentu.

d. Mengukur

Membuat suatu perbandingan terhadap benda yang diukur dengan satuan ukuran yang telah ditetapkan.17

e. Mengkomunikasikan (communication)

Mempresentasikan hasil perolehan fakta, konsep, dan prinsip ilmu pengetahuan dalam bentuk tabel, diagram maupun grafik.

f. Memprediksi (prediction)

Membuat perkiraan tentang kejadian/peristiwa yang akan terjadi sesuai fakta.

Sedangkan keterampilan proses sains terintegrasi terdiri dari beberapa indikator, sebagai berikut:18

a. Merumuskan Masalah/Mengajukan Pertanyaan

Mendasarkan suatu masalah menjadi bentuk kalimat pertanyaan.

b. Menginterpretasi Data

Melengkapi data yang diperoleh dari pengamatan dengan sebuah makna.

c. Mengendalikan Variabel

Mengkategorikan variasi suatu percobaan.

17 M P Niken Septantiningtyas and M.O.H.R.L. Hakim, Konsep Dasar Sains 1 (Penerbit Lakeisha, 2020), 18.

18 Nur Mohamad, Modul Keterampilan-Keterampilan Proses Sains, 1st ed. (UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA, pusat sains dan matematika sekolah (PSMS), 2011).

(32)

d. Merumuskan Definisi Operasional

Menetapkan bagaimana mengukur suatu variabel.

e. Merumuskan Hipotesis

Dugaan sementara yang dibuat atas permasalahan yang telah dirumuskan.

f. Merancang Eksperimen

Melakukan kegiatan terinci yang direncanakan untuk menghasilkan data dalam menjawab suatu masalah atau menguji suatu hipotesis.

dengan melibatkan beberapa keterampilan proses sains.

g. Memperoleh dan Menyajikan Data

Menyusun data yang diperoleh selama percobaan berbentuk tabel atau grafik.

h. Menganalisis data hasil penyelidikan

Menyajikan data dalam bentuk yang mudah dipahami, dapat berupa grafik.

i. Menyimpulkan (inference)

Membuat keputusan berdasarkan fakta hasil pengamatan.

Berdasarkan Permendikbud tahun 2016, bahwasannya pembelajaran K13 menggunakan pendekatan ilmiah diantaranya mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi lalu mengkomunikasikannya.19 Keterampilan proses sains merupakan salah satu bentuk cara untuk mengembangkan pendekatan ilmiah tersebut,

19 Siti Zubaidah et al., ilmu pengetahuan alam. Buku Guru, 2017.

(33)

sehingga pada penelitian ini memilih indikator KPS dasar dan KPS terpadu yakni mengamati, menanya atau merumuskan masalah, melakukan eksperimen atau mengumpulkan informasi, mengkomunikasikan kemudian menyimpulkan.

3. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) a. Pengertian LKPD

LKPD merupakan bahan ajar cetak yang berupa lembaran- lembaran ringkasan materi, contoh soal, soal dan petunjuk pengerjaan tugas maupun praktik20. Menurut Pratama pengertian LKPD adalah materi ajar yang dikemas sedemikian rupa agar peserta didik dapat mempelajarinya secara mandiri.21 Dalam LKPD memuat materi, ringkasan, dan tugas yang berkaitan dengan materi.

b. Jenis-jenis LKPD

Ada beberapa jenis LKPD yang dapat digunakan saat proses pembelajaran, diantaranya 22 :

1) LKPD Tidak Berstruktur

LKPD tidak terstruktur adalah tabel yang berisi fasilitas tematik, yang digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan peserta didik untuk mempercepat pembelajaran dan memberikan dorongan belajar bagi setia siswa. LKPD ini digunakan untuk membantu

20 M P Dr. Nana, pengembangan bahan ajar (Penerbit Lakeisha, 2019), 32.

21 J.B.K.D.F. Pratama, bahan ajar IPA berbasis literasi sains (Bandung: LEKKAS, 2019), 9.

22 Zahlul Bawadi, “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Lingkungan Pada Materi Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit Di Kelas X MAN ACEH BESAR,” Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 2018.

(34)

siswa mengkonstruksi konsep pada sub materi utama yang tidak ada pada praktikum.

2) LKPD Berstruktur

LKPD berstruktur yaitu LKPD yang memuat informasi, contoh dan tugas-tugas serta petunjuk pengarahannya. LKPD ini digunakan untuk membimbing peserta didik tanpa bantuan guru, namun tidak menggantikan peran guru di kelas. Guru tetap memberi semangat dan dorongan motivasi bagi siswa.

c. Kriteria LKPD yang baik

1) Menekankan keterampilan proses yang di dalamnya berisi kegiatan-kegiatan sistematis dan terperinci yang berkaitan dengan KD atau indikator pembelajaran.

2) Menyajikan kegiatan yang bervariasi, mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks sesuai indikator pembelajaran.

3) Berisi kegiatan yang terukur yang memungkinkan untuk dilakukan peserta didik melalui kemampuan, minat dan bakatnya.

4) Mengoptimalkan dan dapat mewakili cara belajar peserta didik yang beragam visual, auditif maupun kinestetik.

5) Menggunakan bahasa yang mudah dipahami peserta didik.

6) Menampilkan sajian ilustrasi yang menarik dan tata letak yang tidak membosankan.

(35)

d. Langkah-langkah Penyusunan LKPD

1) Melakukan analisis kurikulum, KI, KD, indikator dan materi pelajaran.

2) Menyusun peta kebutuhan LKPD.

3) Menulis LKPD.

4) Menentukan judul LKPD.

5) Menulis LKPD yang meliputi tahapan berikut:

a) Menentukan KD dan indikator pembelajaran.

b) Menyusun materi pokok sesuai KD dan indikator.

c) Mengembangkan sejumlah kegiatan terperinci, sistematis, dan variatif.

d) Menyusun perangkat penilaian untuk mengukur pemahaman peserta didik.23

e. Kelebihan dan Kekurangan LKPD a) Kelebihan

1) Penggunaannya mudah dan tidak bergantung pada peralatan lain sehingga memudahkan peserta didik untuk membawanya kemana saja mereka pergi.

2) Menjadikan peserta didik lebih aktiv dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik memecahkan sendiri permasalahannya dengan berfikir dan menggunakan kemampuannya.

23 M P Dr. E. Kosasih, Pengembangan Bahan Ajar (Bumi Aksara, 2021), 36–39.

(36)

3) Peserta didik lebih memahami pembelajaran karena melakukan praktikum dan percobaan secara langsung untuk memecahkan permasalahan yang ada pada LKPD.

4) Peserta didik bisa memberikan pendapat untuk memecahkan masalahnya sendiri.

b) Kekurangan

a. Jika petunjuk penggunaan LKPD kurang sesuai, maka peserta didik akan kesulitan menggunakan LKPD tersebut.

b. Lembar kerja peserta didik kurang cocok apabila digunakan peserta didik dengan daya serap rendah.

c. LKPD yang tebal mungkin dapat membosankan dan mematikan minat siswa untuk membacanya. 24

4. Model Borg and Gall

a. Pengertian penelitian pengembangan

Secara sederhana penelitian pengembangan merupakan suatu kegiatan ilmiah yang meliputi penyusunan, pelaksanaan, penilaian, dan penyempurnaan suatu produk yang akan di buat maupun yang sudah ada.25

Penelitian dan pengembangan berfungsi untuk memvalidasi dan mengembangkan produk. Memvalidasi produk yang artinya peneliti hanya meneliti efektivitas dari sebuah produk yang sudah ada, sedangkan mengembangkan produk artinya peneliti menciptakan

24 Dr. Nana, pengembangan bahan ajar, 38–39.

25 Nusa Putra, Research &development Penelitian Dan Pengembangan Suatu Pengantar (depok:

rajawali pers, 2019), 67.

(37)

produk baru atau memperbarui produk yang telah ada menjadi lebih praktis, efektif dan efisien. 26 Dalam melakukan suatu penelitian pengembangan diperlukan model-model pengembangan. Model pengembangan tersebut diantaranya model Borg and Gall, model ADDIE, model 4-D, model Bergman and Moore dsb.

Model Borg and Gall memiliki 10 langkah penelitian, yaitu:27 1) Penelitian dan pengumpulan informasi.

2) Perencanaan

3) Pengembangan desain produk.

4) Uji coba lapangan awal 5) Revisi produk awal 6) Uji coba produk utama 7) Revisi produk pemakaian 8) Uji coba pemakaian 9) Revisi produk akhir

10) Penyebaran dan implementasi

Langkah-langkah dari model Borg and Gall secara umum ada 10 langkah, tetapi pada penelitian ini hanya menggunakan 7 langkah yang diringkas dalam 4 tahapan, yaitu:28

26 Prof Dr Sugiyono, Metode Penelitian Dan Pengembangan Research and Development (Bandung ALFABETA cv, 2015), 28.

27 Dr I Made Tegeh, Model Penelitian Dan Pengembangan (yogyakarta: Graha Ilmu, 2014), 7–10.

28 Permana Anggi et al., “Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Sistem Pengapian Berbasis Komputer Untuk Pembelajaran Di SMK Ma’arif Salam Magelang,” Proceedings of the National Academy of Sciences 3, no. 1 (2015): 1–15.

(38)

1) Melakukan studi pendahuluan, meliputi pengumpulan informasi permasalahan.

2) Merancang desain produk awal, meliputi pengumpulan materi, dan pembuatan LKPD meliputi bagian awal, bagian isi dan bagian penutup.

3) Validasi dan revisi, meliputi validasi oleh para ahli dan pengguna serta revisi produk awal berupa data kualitatif yang memuat saran dan masukan para ahli.

4) Uji coba empiris dan produk akhir, yaitu uji produk skala kecil, skala besar dan revisi akhir berdasarkan respon peserta didik.

5. Tekanan zat cair

Zat dapat berbentuk padat, cair dan gas. Dalam bentuk cair atau gas, zat dapat mengalir. Oleh sebab itu, zat dalam bentuk gas atau cair disebut zat alir atau fluida.

a. Tekanan Hidrostatis

Kedalaman zat cair dan massa jenis zat cair mempengaruhi tekanan yang dihasilkan oleh zat cair disebut dengan tekanan hidrostatis.

Semakin dalam zat cair, semakin besar tekanan yang dihasilkan.

Semakin besar massa jenis zat cair, semakin besar pula tekanan yang dihasilkan. Rumus tekanan hidrostatis:

p = ρ g h Keterangan:

p : tekanan rata-rata (N/m²)

(39)

ρ : massa jenis zat cair (kg/m³) g : percepatan gravitasi (m/s²) h : kedalaman zat cair (m) b. Hukum Archimedes

Hukum Archimedes menyatakan “Jika suatu benda dicelupkan ke dalam suatu zat cair, maka benda itu akan memperoleh gaya ke atas yang sama besar dengan berat zat cair yang dipindahkannya”.29. Besarnya gaya apung dapat ditulis sebagai berikut:

Fₐ = ρ g V Dengan :

ρ: massa jenis zat cair (kg/m³) g : percepatan gravitasi (m/s²) V: volume benda yang tercelup (m³)

Selain terapung, Hukum Archimedes juga berlaku pada benda yang tenggelam dan melayang.30

1) Tenggelam

Suatu benda akan tenggelam jika massa jenis benda lebih besar dari pada massa jenis zat cair. Jika kamu melemparkan batu ke kolam, batu itu akan terus jatuh sampai ke dasar kolam. Hal ini dapat terjadi karena massa jenis batu lebih besar dari massa jenis air kolam sehingga berat batu lebih besar dari pada gaya angkat air terhadap batu.

29 Yunida Wati, “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (Lkpd) Berbasis Kontekstual Pada Materi Tekanan Zat Cair” 2507, no. February (2020): 1–9.

30 Siti Zubaidah et al., ilmu pengetahuan alam Buku Guru, 2017.

(40)

2) Terapung

Jika massa jenis benda lebih kecil dari pada massa jenis zat cair, benda akan mengapung. Saat berenang, kita menggunakan pelampung. Pelampung terapung karena memiliki massa jenis yang lebih kecil daripada massa jenis air.

3) Melayang

Semua benda akan melayang jika massa jenisnya sama dengan massa jenis zat cair dan volume benda sama dengan volume zat cair benda tersebut dicelupkan, sehingga benda melayang.

Contoh penggunaan Hukum Archimedes31 1) Kapal Laut

Kapal dibuat berongga dan berisi udara. Massa jenis udara jauh lebih kecil daripada massa jenis air, sehingga massa jenis kapal beserta muatannya dan udara tetap lebih kecil daripada massa jenis air. Semakin besar volume kapal yang berada di air, semakin besar pula zat cair yang dipindahkan akibatnya besar gaya angkat yang dialami kapal.

2) Hydrometer

Hydrometer adalah alat untuk mengukur massa jenis zat cair. Hydrometer dimasukkan ke dalam zat cair, maka akan terapung dan menunjukkan angka pada skala sesuai massa jenis cairan tersebut.

31 F N Anjelin, F Ailiyah, and ..., “Identifikasi Penguasaan Konsep Materi Hukum Archimedes Dan Hukum Pascal Berbantuan Quizizz,” .

(41)

c. Hukum Pascal

Bunyi Hukum Pascal “ Apabila tekanan yang diberikan kepada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan besar yang sama”. Salah satu penerapan Hukum Pascal di kehidupan sehari- hari adalah pompa hidrolik. Rumus persamaan dapat ditulis :32

=

Keterangan :

F1 : Gaya pada piston masuk (N) A1 : Luas bidang piston masuk (m²) F2 : Gaya pada piston keluar (N) A2 : Luas bidang piston keluar (m²) d. Keterpaduan materi dengan biologi

1) Pengangkutan air dan nutrisi pada tumbuhan

Mekanisme pengankutan air pada tumbuhan dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu air masuk ke dalam sel akar melalui peristiwa osmosis kemudian masuk ke xilem akar. Air bergerak dari xilem akar menuju xilem batang dan selanjutnya menuju xilem yang berada di daun. Air dapat diangkut naik dari akar ke bagian tumbuhan lain yang lebih tinggi dan diedarkan ke seluruh tubuh tumbuhan karena adanya daya kapilaritas batang dan daya isap.

32 Zubaidah et al., Iilmu pengetahuan alam Buku Guru, 19.

(42)

2) Tekanan gas pada proses pernapasan

Pada tekanan darah di pembuluh darah manusia berlaku hukum Pascal. Tekanan pada pembuluh darah merupakan tekanan yang berada pada ruang tertutup.

(43)

29 BAB III

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

A. Model penelitian dan pengembangan

Jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model prosedural yang prosesnya bersifat deskriptif, yaitu menjelaskan langkah-langkah umum yang harus diikuti untuk menghasilkan produk atau rancangan sebagaimana suatu siklus penelitian dan pengembangan.33

Dalam pengembangan media, digunakan langkah-langkah yang diadaptasi oleh Borg and Gall yang terdiri atas penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba produk awal, revisi produk utama, uji coba produk utama, revisi produk pemakaian, uji coba pemakaian, revisi produk akhir, penyebaran dan implementasi.34 Pemilihan model penelitian didasari atas kesesuaian tahapan penelitian dalam mengembangkan media pembelajaran dan langkah pengembangan yang mudah dan peneliti dapat memilih sampai tahapan apa yang dibutuhkan.

Penelitian ini terbatas pada 7 langkah yang diringkas menjadi 4 tahapan, dikarenakan rumusan masalah yang dikaji tidak untuk menguji efektivitas produk tetapi mengetahui respons siswa terhadap produk yang dikembangkan. Untuk mengetahui gambaran langkah-langkah tersebut, disajikan tabel berikut:

33 Setyosari Punaji, Model Penelitian Pendidikan Dan Pengembangan (jakarta PT Kharisma Putra Utama, 2010), hal 276.

34 Tegeh, Model Penelitian Dan Pengembangan, 7.

(44)

Tabel 3.1 Prosedur Penelitian

No Tahapan Borg and Gall Ringkasan 1. Penelitian dan pengumpulan

informasi Studi pendahuluan

2. Perencanaan

3. Pengembangan bentuk awal produk

Merancang desain perangkat

pembelajaran 4. Uji produk awal Validasi dan revisi 5. Revisi produk utama

6. Uji produk utama Uji coba empiris dan produk akhir 7. Revisi produk pemakaian

8. Uji coba pemakaian 9. Revisi produk pemakaian 10. Penyebaran dan implementasi B. Prosedur penelitian dan pengembangan

Prosedur penelitian ini memiliki empat tahap yaitu : 1. Studi Pendahuluan

Studi pendahuluan dilakukan melalui dua lagkah sebagai berikut:

a. Penelitian dan pengumpulan informasi

Tahap ini dilakukan wawancara kepada guru mata pelajaran IPA di SMP Darussalam Kalibaru, hasil wawancara diperoleh informasi bahwasannya media pembelajaran yang digunakan sebatas LKPD dari penerbit yang memuat materi dan soal-soal, belum memuat aspek penting sains sebagai proses. Sehingga dapat disimpulkan bahwasannya peserta didik memerlukan bantuan bahan ajar lain yang membantu selama proses pembelajaran. Hasil analisis angket kebutuhan siswa menunjukkan bahwa materi pokok yang sulit dihadapi di kelas VIII semester genap yaitu sub materi tekanan zat cair.

(45)

b. Perencanaan

Pada tahap perencanaan berkenaan dengan penentuan KI, KD dan tujuan pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan dengan menganalisis silabus IPA kelas VIII semester genap.

2. Pengembangan Bentuk Awal Produk

Langkah-langkah dalam mendesain LKPD diantaranya : a. Pengumpulan materi.

b. Merumuskan Kompetensi Dasar.

c. Mendesain LKPD.

Pada tahap ini peneliti merancang lembar kerja peserta didik berbasis keterampilan proses sains sub materi tekanan zat cair kelas VIII SMP/MTs. Tahapan awal peneliti membentuk sebuah ringkasan story board untuk memudahkan pembuatan produk. Lembar kerja peserta didik secara utuh dapat dilihat padalampiran 15.

Tabel 3.2 Story board LKPD berbasis KPS No Bagian

LKPD

Rincian

1 Bagian Awal Terdiri dari beberapa menu sebagai berikut:

 Cover

 Kata pengantar

 Daftar isi

 Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), tujuan pembelajaran dan petunjuk belajar

 Petunjuk indikator Keterampilan Proses Sains (KPS)

2 Bagian Isi Terdiri atas beberapa menu sebagai berikut:

 Ringkasan materi

 Lembar Kerja Peserta Didik 01 (Tekanan Hidrostatis)

(46)

 Lembar Kerja Pesrta Didik 02 (Hukum Archimedes)

 Lembar Kerja Pesrta Didik 03 (Hukum Pascal)

3 Bagian Akhir Terdiri atas menu:

 Daftar pustaka

3. Validasi dan revisi

Pada tahap ini, merupakan realisasi suatu produk yang telah di desain. Pada tahap desain produk yang dibuat berupa kerangka konseptual sedangkan pada tahap pengembangan kerangka konseptual yang terealisasi menjadi produk dan siap untuk diimplementasikan. Kegiatan yang akan dilakukan adalah validasi dan revisi oleh ahli materi, ahli media dan ahli pengguna (Guru IPA).

a. Validasi Materi

Peneliti akan memilih satu validator atau ahli pelajaran fisika untuk menguji kelayakan materi tekanan zat cair dan kesesuaian KI, KD dan tujuan pembelajaran.

b. Validasi Media

Pada tahap ini, peneliti atau pengembang akan memilih satu validator atau ahli yang mengampu mata kuliah media pembelajaran untuk menilai kelayakan desain dari LKPD yang dikembangkan.

c. Validasi Pengguna (Guru IPA)

Peneliti memberikan angket untuk kemudian dinilai berdasarkan isi materi, KPS, desain, dan bahasa kepada guru IPA di kelas VIII SMP Darussalam Kalibaru Banyuwangi.

(47)

d. Revisi

Melalui tahap ini, peneliti akan memperbaiki produk sesuai masukan yang diberikan oleh para ahli. Sehingga kegiatan ini dilakukan setelah produk divalidasi.

4. Uji Coba Empiris dan Produk Akhir

Setelah melalui tahap validasi dan revisi, peneliti menerapkan hasil LKPD yang telah dikembangkan. Adapun langkah yang dilakukan adalah:

a. Uji Coba Produk

Hasil produk akhir dilakukan selama dua percobaan di kelas VIII SMP Darussalam Kalibaru Banyuwangi, yakni percobaan terbatas kepada 10 peserta didik untuk mengetahui keterbacaan LKPD dan percobaan lingkup besar kepada 30 peserta didik untuk mengetahui kemenarikan LKPD. Pemilihan peserta didik sakal kecil dan besar sesuai dengan model Borg and Gall. 35

b. Produk Akhir

Tahap ini merupakan tahapan yang paling akhir dari penelitian Borg and Gall. Sehingga pada tahap ini diperoleh produk LKPD berbasis keterampilan proses sains sub materi tekanan zat cair yang telah direvisi berdasarkan hasil validasi ahli dan respons siswa.

C. Uji Coba Produk

Uji coba produk bertujuan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar penetapan tingkat kelayakan bahan ajar yang dihasilkan. Uji

35 Tegeh, Model Penelitian Dan Pengembangan.

(48)

coba produk dilakukan melalui validasi tim ahli dan hasil tersebut akan direvisi. Selanjutnya akan diuji cobakan kepada peserta didik dengan tujuan untuk mengetahui respons peserta didik terhadap bahan ajar. Setelah itu dilakukan revisi untuk menghasilkan produk bahan ajar yang sia diterapkan dalam proses pembelajaran.

1. Tempat Uji Penelitian dan Pengembangan

Tempat uji pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis keterampilan proses sains dilaksanakan di SMP Darussalam Kalibaru Banyuwangi. Adapun alasan pemilihan tempat penelitian adalah:

a. SMP Darussalam Kalibaru Banyuwangi belum pernah dipilih sebagai lokasi penelitian yang sejenis.

b. SMP Darussalam Kalibaru Banyuwangi belum menerapkan bahan ajar LKPD berbasis keterampilan proses sains.

c. Kesediaan sekolah untuk dijadikan sebagai tempat penelitian.

2. Waktu Uji Penelitian dan Pengembangan

Penelitian ini dilakukan kurang lebih 8 bulan dari tahap persiapan sampai selesai yaitu pada bulan November 2021 sampai Mei 2022. Penelitian dilaksanakan pada pembelajara semester genap 2021/2022.

D. Desain Uji Coba

Produk bahan ajar yang telah dibuat kemudian divalidasi oleh ahli dengan tujuan mengetahui tingkat validitas produk. Setelah divalidasi dan revisi, kemudian dilakukan uji coba kepada peserta didik dengan tujuan

(49)

mengetahui respons peserta didik terhadap produk bahan ajar yang dikembangkan.

1. Subjek Uji Coba

Subjek uji coba adalah dosen, guru dan peserta didik. Berikut penjelasannya:

a. Dosen

1) Ahli materi

Kriteria validator ahli materi yaitu dosen dengan kualifikasi pendidikan S2 pengajaran/pendidikan fisika.

2) Ahli Desain

Kriteria validator media yaitu doesn IPA dengan kualifikasi pendidikan S2 pendidikan biologi dan mengampu mata kuliah media pembelajaran.

3) Guru

Guru IPA yang dipilih dengan kualifikasi S1 pendidikan IPA dan telah mengajar selama 8 tahun di SMP Darussalam Kalibaru Banyuwangi.

4) Peserta didik

Peserta didk atau responden yang akan melakukan uji coba adalah peserta didik kelas VIII pada skala kecil 10 peserta didik dan skala besar 30 peserta didik kelas VIII.

(50)

2. Jenis Data

Data yang diperoleh terdiri dari dua jenis, yaitu:

a. Data Kualitatif

Data kualitatif merupakan sajian data deskriptif yang berupa saran atau masukan selama proses penilaian angket terhadap LKPD oleh validator ahli dan pengguna (Guru IPA) serta peserta didik sebagai bahan perbaikan produk yang dikembangkan.

b. Data Kuantitatif

Suatu data yang berbentuk nilai yang diberikan oleh validator dan peserta didik setelah menggunakan produk yang telah dikembangkan untuk proses pembelajaran IPA.

3. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen yang digunakan adalah angket validasi dan respons berupa checklist dengan skala likert 1-5 untuk kriteria penilaian setiap aspek.

Tabel 3.3 Kriteria Penilaian36 Kriteria Skor Sangat baik (SB) 5

Baik (B) 4

Cukup (C) 3

Kurang (K) 2

Sangat kurang (SK) 1

36 Ika Septiana, “Pengembangan LKPD Terintegrasi Nilai-Nilai Islam Kelas III SD/MI Pada Tema Perumbuhan Dan Perkembangan Makhluk Hidup,” 2018, 111.

(51)

Berikut penjelasan instrumen yang akan digunakan:

a. Instrumen validasi ahli

Angket penilaian LKPD diberikan kepada dosen validator bersama produk yang telah dibuat. Validator akan mengisi checklist di kolom yang tersedia, berikut saran dan komentar. Penilaian angket berdasarkan aspek kelayakan isi materi dan desain produk yang dibuat bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan LKPD sebelum disebarkan ke peserta didik.

b. Instrumen respons siswa

Angket respons peserta didik diberikan setelah produk valid.

Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengetahui keterbacaan dan kemenarikan LKPD yang telah dikembangkan berdasarkan tanggapan peserta didik.

4. Teknik Analisis Data

Teknis analisis data yang diterapkan sebagaimana berikut : a. Analisis Kevalidan

Lembar validasi yang diberikan berupa pertanyaan mengenai kelayakan materi, desain, bahasa dan indikator KPS. Kriteria penilaian sebagaimana telah dicantumkan pada tabel 3.3. Penialain angket akan dianalisa menggunakan rumus:37

37 Sa’dun Akbar, Instrumen Perangkat Pembelajaran (PT Remaja Rosdakarya, 2017), 82.

(52)

V-au = x 100%

Keterangan :

V-au : Validasi audience (nilai persentase)

Tse : Total skor empirik (nilai hasil validasi)

TSh : Total skor maksimal (nilai maksimal yang diharapkan)

Kemudian hasil akhirnya akan dikelompokkan dalam rentang skor menurut skala likert sehingga akan diperoleh kesimpulan terkait kevalidan LKPD sebagai berikut :

Tabel 3.4 Skor Penilaian Validasi Ahli

Skor Kriteria

85,01 % - 100,00 % Sangat valid (dapat digunakan)

70,00 % - 85,01 % Valid (dapat digunakan dan revisi secukupnya) 50,01 % - 70,01 % Kurang valid (tidak

digunakan dan revisi sepenuhnya)

01 % - 50,00 % Tidak valid dan tidak bisa digunakan.

b. Analisis Respons

Untuk mengetahui tingkat kemenarikan LKPD, perlu tanggapan dari peserta didik dengan cara penyebaran angket dengan nilai satu sampai lima dengan respons seperti pada tabel kriteria penilaian. Data yang diperoleh akan diukur dan dianalisa berdasarkan rata-rata tiap responden.38

38 Sa’dun Akbar, Instrumen Perangkat Pembelajaran (PT Remaja Rosdakarya, 2017) 83.

(53)

V-au = x 100%

Keterangan :

V-au : Validasi audience

Tse : Total skor yang diperoleh TSh : Total skor maksimal

Kemudian hasil dari presentase jawaban per responden yang telah dihitung rata-ratanya akan dikonversi berdasarkan ketentuan pada tabel berikut:

Table 3.5 Penskoran Angket

Skor Kriteria

81,00 % - 100,00 % Sangat valid (tidak perlu revisi)

61,00 % - 80,00 % Cukup (revisi seperlunya) 41,00 % - 60,00 % Kurang valid (cukup banyak

revisi)

21,00 % - 40,00 % Tidak valid (tidak bias digunakan)

00,00 % - 20,00 % Sangat tidak valid (tidak bisa digunakan)

(54)

40 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Penyajian Data Uji Coba

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D), dengan hasil produk yang dikembangkan berupa LKPD berbasis keterampilan proses sains pada sub materi tekanan zat cair. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Borg and Gall karena model ini merupakan model penelitian prosedural yang prosesnya bersifat deskriptif, yaitu menjelaskan langkah-langkah umum yang harus diikuti untuk menghasilkan produk atau rancangan sebagaimana suatu siklus penelitian.39 Langkah-langkah penelitian yang dilakukan disajikan dalam bentuk bagan sebagai berikut:

39 Punaji, Model Penelitian Pendidikan Dan Pengembangan.

(55)

Gambar 4.1 Adaptasi tahapan Borg and Gall Sumber: (I Made Tegeh, 2014)

Gambar

Tabel 3.1 Prosedur Penelitian
Tabel 3.2 Story board LKPD berbasis KPS  No  Bagian
Tabel  3.3 Kriteria Penilaian 36 Kriteria  Skor  Sangat baik (SB)  5
Tabel 3.4 Skor Penilaian Validasi Ahli
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk: (1) menghasilkan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berorientasi Problem Based

Berikut adalah persamaan dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu: Tabel 2.2 Persamaan dan Perbedaan Penelitian No Nama, Tahun, dan Judul Persamaan Perbedaan

Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa hasil uji beda rata-rata pretest sebesar 0,860<1,996 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan nilai hasil belajar

Pada tahap analisis meliputi pelaksanaan analisis kebutuhan, identifikasi masalah dan merumuskan tujuan LKPD yang berbasis kontekstual. Pada tahap analisis,

Jika dilihat dari latar belakang permasalahan diatas dan didukung oleh beberapa penelitian terdahulu yang relevan, maka peneliti termotivasi dengan judul yang akan

Penelitian pengembangan bahan ajar berupa lembar kerja peserta didik (LKPD) pada mata pelajaran Fisika berbasis multirepresentasi ini telah dilakukan oleh peneliti di

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No Nama Peneliti Judul Persamaan Perbedaan 1 Falentina Benga Rain 2019 Kajian Lanskap Wisata Alam Coban Talun Kota Batu - Kajian

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD DENGAN PENDEKATAN GUIDED DISCOVERY PADA MATERI KELANGKAAN DAN KEBUTUHAN MANUSIA KELAS VII SMP NEGERI 1 BATANGHARI SKRIPSI OLEH RITA