PENDAHULUAN
Latar Belakang
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORI
Pengembangan Modul
- Modul
- Krateristik Modul
- Cara Menyusun Modul
- Komponen-komponen Modul
- Manfaat Modul
- Penentuan Praktikum
Bagaimana cara mengembangkan modul praktikum untuk siswa kelas X SMA N 4 Kaur dalam modul praktikum untuk siswa. Hal ini merupakan ciri penting dalam modul praktikum, dengan ciri tersebut memungkinkan peserta didik dapat belajar secara mandiri dan tidak bergantung pada pihak lain.Untuk memenuhi ciri belajar mandiri maka modul praktikum harus; Dengan tujuan yang menguraikan langkah-langkah yang harus diikuti siswa dalam manual modul praktik.
Dengan mengumpulkan alasan dan dasar pemikiran pentingnya modul praktikum dan manfaat modul praktikum bagi siswa untuk dipelajari. e. Menyiapkan sumber daya berupa buku bacaan yang tersedia bagi siswa setiap kali membutuhkan modul praktikum.13. Metode praktikumnya adalah siswa membekali materi pembelajaran dengan baik dengan alat dan bahan sehingga siswa dapat melaksanakan modul praktikum.
Stoikiometri
- Pengertian Stoikiometri
- Stoikiometri Larutan
- Reaksi Kimia Stoikiometri
- Sifat-Sifat Stoikiometri yang direaksikan
Stoikiometri adalah ilmu yang mempelajari jumlah produk dalam reaksi kimia. Perhitungan stoikiometri paling baik dilakukan dengan menyatakan besaran yang diketahui dan tidak diketahui dalam mol dan mengubahnya ke satuan lain jika diperlukan. Reaktan pembatas adalah reaktan yang terdapat dalam jumlah stoikiometri terkecil dan reaktan ini membatasi jumlah produk yang dapat dibentuk. Jumlah produk yang dihasilkan dalam suatu reaksi atau (hasil aktual) mungkin kurang dari jumlah maksimum yang dapat dibentuk. diperoleh (efisiensi teoritis).18. Namun atom adalah partikel yang sangat kecil, bahkan butiran debu terkecil yang dapat kita lihat dengan mata telanjang dan memiliki atom jika kita tidak dapat menimbang satu atom, tetapi dalam eksperimen kita dapat menentukan massa suatu atom relatif terhadap atom lainnya.
Perbedaan ini terjadi karena sebagian besar unsur yang ada di alam (termasuk karbon) memiliki lebih dari satu isotop, artinya ketika kita mengukur massa atom suatu unsur, kita mendapatkan massa atom rata-rata dari berbagai jenis isotop yang ada di alam. Salah satu jenis reaksi yang biasanya terjadi dalam larutan berair adalah reaksi pengendapan, yang ditandai dengan terbentuknya produk atau endapan yang tidak larut. Secara umum, kita harus mengalikan berat atom setiap unsur dengan jumlah atom unsur tersebut dalam molekul, lalu.
Kelarutan zat yang sukar larut juga dipengaruhi oleh faktor lain.Pada perhitungan sebelumnya, kita berasumsi bahwa semua zat terlarut ada dalam larutan sebagai kation dan anion terpisah. Artinya, jumlah zat yang harus dilarutkan untuk mempertahankan konsentrasi ion bebas yang diperlukan untuk mencapai kelarutan meningkat jika terbentuk pasangan ion dalam larutan.20. Reaksi kimia biasanya terjadi antara dua zat campuran dan bukan antara dua zat murni. Salah satu bentuk campuran yang paling umum adalah larutan. Di alam, sebagian besar reaksi berlangsung dalam larutan air. Misalnya, cairan tubuh tumbuhan dan hewan merupakan larutan berbagai jenis zat.
Reaksi kimia adalah suatu proses yang melibatkan dua atau lebih reaktan dan menghasilkan produk dengan sifat fisik atau kimia yang berbeda dengan reaktan. Umumnya reaksi kimia dikelompokkan menjadi dua, yaitu reaksi asam basa dan reaksi reduksi-oksidasi. Reaksi asam basa adalah reaksi kimia yang melibatkan netralisasi ion H+ dan OH- (teori Arrhenius), ion akseptor-donor proton. Reaksi reduksi-oksidasi adalah reaksi kimia yang melibatkan transfer elektron antara zat pereduksi dan zat pengoksidasi, serta perubahan bilangan oksidasi.
Reaksi kimia dalam larutan elektrolit adalah reaksi kimia yang salah satu reaktannya adalah elektrolit (asam, basa, garam).
METODOLOGI PENELITIAN
- JenisPenelitian
- Waktudan Tempat Penelitian
- Sobjek Penelitian
- Komponen Modul
- Prosedur Penelitian dan Pengembangan modul
- Perinsip Penulisan Modul
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Studi literatur digunakan untuk mengetahui bagaimana modul praktikum kimia berbasis lingkungan dapat dikembangkan melalui kajian warisan dan temuan penelitian yang relevan. Pada fase ini dilakukan pilot project untuk memperoleh tanggapan siswa dan guru terhadap modul praktik yang dilaksanakan. Tahap validasi ini dilakukan dengan cara bertemu langsung dengan validator untuk melakukan validasi pengembangan modul praktikum kimia dasar kimia dan energi berbasis lingkungan.
Kegiatan penelitian pengembangan modul praktikum tahap 1 adalah analisis kebutuhan modul praktikum pembelajaran kimia berbasis lingkungan materi stoikiometri. Berdasarkan analisis, modul yang dibuat mempunyai penyajian yang lebih menarik, seperti adanya penambahan komponen literasi pada modul praktikum kimia. Setelah direvisi, modul praktikum berbasis lingkungan kemudian diujikan pada kelompok kecil ini.
Respon siswa terhadap praktikum modul kimia berbasis lingkungan pada materi stoikiometri dapat dilihat pada tabel. Modul praktikum yang saya berikan kepada kelas Jika ditinjau secara keseluruhan, modul praktikum kimia yang dikembangkan memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.
Modul praktik kimia berbasis lingkungan dikembangkan dengan tata letak yang baik sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada siswa. Modul latihan kimia berbasis lingkungan dilengkapi dengan ilustrasi pada setiap materi untuk membantu siswa dalam memahami materi. Diperlukan peralatan berupa laptop atau komputer dan koneksi internet agar modul praktikum kimia berbasis lingkungan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Pengembangan modul praktik kimia berbasis lingkungan pada materi stoikiometri dapat dikembangkan dengan menggunakan metode pengembangan Borg. Perlu dilakukan penelitian pengembangan modul praktikum berbasis lingkungan dengan materi stoikiometri, tahap selanjutnya adalah penyebaran angket kepada siswa. Lampiran 4: Alat Penelitian (Lembar Validasi dan Kuesioner) dalam skala kecil Lampiran 5: Modul Praktikum Berbasis Lingkungan pada Materi Stoikiometri.
HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN
Temuan Lapangan
Analisis kebutuhan ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan pembelajaran. siswa dan karakteristik modul praktik berbasis lingkungan yang dibutuhkan sebagai sumber belajar siswa. Modul praktikum kimia berbasis lingkungan, yang meliputi sasaran atau peserta didik, sasaran, standar kompetensi dan kompetensi inti, indikator kinerja, materi atau isi pelajaran, dan strategi penilaian. Bagikan modul latihan kepada siswa, dan siswa membaca modul latihan serta memahami masing-masing isi modul latihan 2.
Setelah peta konsep selesai dikembangkan, dikembangkan modul praktikum yang berisi desain lengkap dan modul praktik berbasis lingkungan. Dalam proses pembuatan campuran atau pengembangan modul praktikum dan setiap komponennya terdapat proses penyusunannya masing-masing. Dengan demikian, evaluator menilai modul praktik ini sangat baik bagi siswa kelas dengan beberapa saran dan masukan yang patut dipertimbangkan lebih lanjut.
Dengan cara ini, validator ahli bahasa memberikan penilaian yang baik dengan menambahkan data masukan pada modul latihan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan guru terlihat bahwa guru kesulitan memperoleh bahan pembelajaran untuk menarik minat mempelajari modul praktik berbasis lingkungan. Tujuan dari pelaksanaan tes terbatas ini adalah untuk mengetahui gambaran menyeluruh mengenai kualitas modul praktikum serta kelebihan dan kelemahan modul praktikum.
Berdasarkan angket respon siswa terhadap modul yang dikembangkan dapat dikatakan atau disimpulkan bahwa modul praktik pembelajaran kimia yang dikembangkan mempunyai kategori sangat menarik. Pada tahap akhir produk modul praktikum kimia berbasis lingkungan yang valid dan efektif, penggunaan stoikiometri sebagai pengembangan pada modul praktikum ini menghasilkan perbaikan pada siswa. Berdasarkan hasil atau data yang diperoleh, maka hasil penelitian dan pembahasan modul praktikum berbasis lingkungan materi stoikiometri yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut.
Berdasarkan skor validasi media/desain sebesar 97,5%, validasi materi 77%, validitas bahasa 66%, modul praktikum pembelajaran kimia materi stoikiometri termasuk dalam kriteria valid/sangat layak digunakan tanpa review. Kepraktisan modul praktikum didasarkan pada hasil respon siswa berdasarkan hasil uji coba terbatas yang dilakukan dengan memberikan modul kepada 13 siswa kelas X untuk dibaca dan dipelajari. Peningkatan pengembangan modul praktikum materi stoikiometri dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada bidang kajian kimia, sehingga disarankan bagi guru bidang kajian kimia untuk mengembangkan modul praktikum kimia berbasis lingkungan pada materi lain.
Langkah-Langkah Pengembangan
Hasil Pembahasan
Pengembangan modul praktikum ini tidak hanya melihat jawaban siswa saja tetapi juga mempelajari uji coba modul yang saya buat.Dalam pengembangan modul peneliti menggunakan pengembangan R&D (research and development) dan sesuai dengan langkah Sugiyono. Dengan adanya modul praktik berbasis lingkungan ini dapat memudahkan siswa dalam belajar, sehingga siswa dapat lebih aktif dan mandiri dalam melakukan praktik. Berdasarkan hasil tahap pembelajaran, maka tahap perencanaan modul praktik selanjutnya yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa pada tahap perencanaan ini meliputi pendefinisian komponen-komponen modul praktik seperti tujuan pembelajaran, kompetensi dasar pembelajaran dan indikator serta materi. prestasi dan alat yang digunakan dalam modul praktikum kimia untuk dikembangkan dalam modul praktikum kimia berbasis lingkungan. Penyajian modul praktikum dilakukan secara full color dengan menempatkan ilustrasi dan mencocokkan komponen-komponen teks serta memperhatikan tata letak halaman.Modul praktikum terdiri dari topik yaitu, pengertian stoikiometri, hukum-hukum kimia, massa atom , hukum mol dan gas.
Tahapan ini menuntut penulis untuk menentukan pewarnaan yang sesuai untuk setiap bagian modul praktikum, serta ukuran teks, serta kenyamanan dalam menikmati halaman modul praktikum, saat menulis modul praktikum sesuai dengan sumbernya. artikel, di setiap gambar. Pada tahap validasi modul, beberapa saran perbaikan diberikan oleh validator yaitu menggunakan ilustrasi yang ada di modul untuk mendapatkan nilai stoikiometri yang sebenarnya, memperbaiki tulisan karena masih terdapat kesalahan ketik, memperbaiki warna modul praktikum agar lebih cerah sehingga siswa dapat belajar dengan cepat dengan membacanya, dengan menggunakan modul praktik. Siswa dapat mempelajari modul praktik sejak modul praktik dibagikan. Setelah dibagikan, siswa membuka modul dengan memperhatikan setiap halaman modul, dan sesekali berhenti pada satu halaman dan melihat siswa membacanya. dan setelah membaca siswa sesekali berpindah ke halaman lain.
Keterbatasan Penelitian
Berdasarkan hasil evaluasi produk dengan menggunakan angket respon guru dan siswa dapat disimpulkan bahwa lembar kerja peserta. Pengembangan Panduan Praktikum Kimia Dasar Terpadu Etnokimia, Majalah Tadris Kimia 3.2, Jurusan Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Musamus. Dampak metode praktik disertai Feedback terhadap hasil belajar, Jurnal Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unatan Pontianak.
Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Bertema Lingkungan Pencernaan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Vol, 3 No, 1 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Pengembangan modul tematik dan inovatif, Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Mengidentifikasi tingkat pemahaman konsep stoikiometri dalam reagen pembatas pada jenis-jenis reaksi kimia, Jurnal Pembelajaran Kimia, Vol.01, No.
Analisis Dampak Kesulitan Siswa pada Materi Stoikiometri Terhadap Hasil Belajar, Jurnal Kimia dan Pendidikan, Vol. Perguruan Tinggi : Tarbia dan Tadris Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) IAIN Bengkulu Diperkenalkan pada tahun 2016.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpuan
Saran