• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN SISTEM PERPARKIRAN DI KAMPUS ITB

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PENGEMBANGAN SISTEM PERPARKIRAN DI KAMPUS ITB "

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN SISTEM PERPARKIRAN DI KAMPUS ITB

Gandrie Ramadhan Apriandito NIM : 15008089

Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung

ABSTRAK: Parkir adalah salah satu aspek transportasi yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Sistem perparkiran memegang peran yang penting karena tanpa kendali yang baik, pengemudi tidak bisa menghentikan dan menyimpan kendaraan mereka sebelum beraktivitas di suatu tempat. Sebuah penelitian dari ITE mengatakan bahwa 80% dari total kehidupan sebuah kendaraan dihabiskan untuk parkir, hanya 20% yang digunakan manusia untuk bergerak. Berdasarkan hal ini, dibutuhkan pengelolaan sistem perparkiran yang baik agar bisa menampung kendaraan sesuai dengan jumlah permintaan selama masa layan.

PENDAHULUAN

Fasilitas parkir untuk perguruan tinggi, dalam hal ini ITB, ditujukan untuk mereka yang beraktivitas di kampus. Akan tetapi, kondisi di lapangan mengatakan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara kapasitas parkir eksisting dengan jumlah kendaraan yang parkir, baik mobil maupun sepeda motor. Terdapat sejumlah kendaraan yang tidak bisa ditampung sehingga mengakibatkan ketidaknyamanan selama menggunakan fasilitas parkir dan penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir yang dikelola secara tidak resmi oleh pihak tertentu. Penggunaan badan jalan untuk parkir berdampak secara langsung terhadap penurunan kapasitas jalan. Hal ini dapat mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang seharusnya tidak terjadi. Oleh karena itu, perlu ditinjau karakteristik dari sistem perparkiran di ITB beserta dengan kondisi eksistingnya untuk mengetahui selisih yang tidak terfasilitasi. Selanjutnya, diperlukan langkah nyata berupa pemfasilitasan tambahan atau analisis kebijakan agar sistem perparkiran di ITB memenuhi aspek transportasi: aman, efisien, efektif, nyaman, murah, dan sesuai lingkungan.

METODE

Transportasi adalah turunan dari jumlah permintaan sehingga perencanaan fasilitas parkir terkait dengan jumlah pengguna.

Metode yang digunakan untuk menentukan jumlah kebutuhan adalah dengan metode akumulasi maksimum.

Melalui metode ini, diketahui akumulasi masuk dan keluar bagi mereka yang melakukan kegiatan di kampus selama hari Senin hingga Jumat. Selisih dari akumulasi masuk dengan keluar yang terbesar selama hari kerja adalah akumulasi maksimum dan merupakan jumlah yang harus difasilitasi.

Terdapat dua golongan besar yang berkegiatan di kampus ITB: mahasiswa serta dosen dan pegawai. Kedua golongan ini memiliki karakteristik tersendiri. Untuk dosen dan pegawai, dilakukan pendekatan empiris untuk mengetahui akumulasi maksimum melalui data eksisting yang didapat dari ISS Parking System. Untuk mahasiswa, digunakan pendekatan dengan metode penjadwalan karena pendekatan empiris sulit untuk dilakukan mengingat mahasiswa yang bersifat tersebar dan acak.

Pendekatan dengan metode penjadwalan harus dibarengi dengan pengetahuan karakteristik mahasiswa itu sendiri karena

(2)

mahasiswa memiliki banyak kemungkinan menghadapi jadwal kuliah yang ada, terutama dalam menyikapi waktu kosong di antara dua jadwal kuliah. Dalam tugas akhir ini, terdapat tiga hal yang didefinisikan memengaruhi tindakan mahasiswa tersebut: jarak tempat tinggal dari ITB, penggunaan kendaraan, dan akses internet yang difasilitasi oleh ITB.

PENGOLAHAN DATA

Melalui penyebaran kuesioner, didapat bahwa 73% mahasiswa ITB tinggal di dalam radius dua kilometer dari ITB.

Selain itu, hampir setengah (45%) mahasiswa menggunakan angkutan kota, 32% menggunakan sepeda motor, dan 17% menggunakan mobil sebagai moda transportasi ke kampus. Lewat kombinasi perilaku, mahasiswa cenderung tetap berada di kampus untuk waktu kosong di antara dua jadwal kuliah hingga empat jam, lebih dari itu memilih untuk pulang.

ANALISIS DAN SIMPULAN

Meninjau kondisi eksisting untuk fasilitas parkir mahasiswa, secara keseluruhan terdapat selisih sebesar 114 mobil dan 409 sepeda motor yang tidak terfasilitasi.

Untuk dosen dan pegawai, tidak dilihat terjadi masalah dengan sistem yang sudah ada sekarang (boleh masuk kampus). Dua hal yang bisa dilakukan adalah mengelola demand dan/atau pemfasilitasan tambahan.

Analisis kebijakan yang dilakukan adalah dengan rekayasa jadwal dan pengaturan penggunaan kendaraan pribadi berdasarkan jarak tempat tinggal.

Rekayasa jadwal dilakukan untuk menurunkan dan mendistribusikan akumulasi maksimum dengan cara melakukan modifikasi jadwal seluruh program studi dan setiap angkatan yang ada di ITB. Kebijakan yang direkomendasikan selanjutnya adalah pelarangan penggunaan mobil ke kampus untuk mahasiswa yang tinggal dalam radius dua kilometer dari ITB. Kebijakan

ini adalah metode termurah tapi harus terintegrasi dengan banyak pihak serta diperlukan konsistensi kontrol untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Fasilitas tambahan diajukan berupa basement di lapangan sipil, lapangan seni rupa, dan gedung parkir sekaligus basement di Sabuga atas seberang SBM dengan kapasitas total 1265 mobil dan 626 sepeda motor. Rekomendasi fasilitas tambahan ini berdasarkan kepada jarak kerelaan berjalan mahasiswa (400 meter), zonasi atau pesebaran ruang kuliah, dan tingkat pertumbuhan kendaraan (2,5%

untuk sepeda motor dan 1,9% untuk mobil). Penambahan fasilitas ini memperhatikan aspek sirkulasi internal dan efek terhadap lalu lintas eksisting.

Kata kunci: Parkir, Akumulasi Maksimum, Analisis Kebijakan, Pemfasilitasan

REFERENSI

McCourt, Ranford. 2009. Traffic Engineering Handbook 6th Edition.

Washington: Pearson Prentice Hall.

Young, William. 1990. Parking Policy, Design and Data. Melbourne:

Monash University Press.

Tamin, Ofyar Zainuddin. 2008.

Perencanaan, Pemodelan, &

Rekayasa Transportasi: Teori, Contoh Soal, dan Aplikasi. Bandung:

Penerbit ITB.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil perhitungan diperoleh volume puncak harian rata-rata yang terjadi selama 5 hari pengamatan untuk kendaraan roda 2 sebesar 1384 unit kendaran/jam dengan

Sedangkan pada waktu pagi hari, Titik sampling G merupakan titik sampling yang memiliki konsentrasi partikulat terbesar/maksimum, dimana titik sampling ini

Dari jumlah selisih angkutan masuk dengan keluar terminal seperti yang diberikan pada bahasan sebelumnya, maka dapat jumlah/volume maksimum angkutan saat

Akumulasi parkir maksimum mobil terjadi pada hari Selasa yang ada pada rentang pukul 12.00-13.00 yaitu sebanyak 281 unit, sedangkan akumulasi parkir maksimum

Perbandingan Kalori yang Masuk dengan Kalori yang Keluar per Hari... RATA-RATA HASIL SURVEY GIZI SELAMA

Dari hasil akumulasi parkir kendaraan sepanjang hari pengamatan, dilakukan analisis data untuk menghitung akumulasi maksimum parkir (kendaraan) yang terjadi pada

Juga, pada kolom 4 terdapat migran neto terbesar atau banyaknya jumlah selisih migran yang keluar dengan migran yang masuk pada kelompok umur 30-34 tahun, sebanyak 27590 orang..

Untuk volume parkir masuk maksimum mobil yaitu pada hari Minggu sebesar 67 kendaraan, sedangkan jumlah maksimum mobil yang keluar parkir sebanyak 32 kendaraan.. Indeks parkir sepeda