PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL–SEMESTER GANJIL 2024/2025
Dosen Pengampu :
Dr. Ir. Dandy Achmad Yani, MM., MT
Pertemuan Ke - 1
KETERKAITAN DENGAN MATAKULIAH LAIN
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
1 • MATEMATIKA I, MENGGAMBAR REKAYASA - SM 1 2
• ILMI UKUR TANAH DAN PEMETAAN, MATEMATIKA II, STATISTIK DAN PROBABILITAS, MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROSTATIKA - SM 2
3 • MATEMATIKA III, HIDROLOGI, MEKANIKA TANAH I, HIDROLIKA - SM 3
4
• ILMU LINGKUNGAN, METODE PELAKSANAAN DAN PERALATAN KONSTRUKSI, MEKANIKA TANAH II, REKAYASA IRIGASI, PERENCANAAN DRAINASE PERKOTAAN – SM 4
5 • MANAJEMEN PROYEK, REKAYASA PONDASI - SM 5 6
• PERENCANAAN BANGUNAN AIR - SM 6
7
• PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR, PERENCANAAN BANGUNAN SIPIL - SM 7
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA POKOK PEMBAHASAN PSDAAIR
Pokok bahasan dalam Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) meliputi :
Bab 1 Pendahuluan: Menguraikan tentang pengertian Sumber Daya Air (SDA), ruang lingkup bahasan, peranan dan aplikasi PSDA, keterkaitan PSDA dan bidang ilmu pendukung dan pokok bahasan. (pertemuan 1)
Bab 2 Studi: Menjelaskan tentang tahapan pelaksanaan studi pendahuluan/ studi pengenalan proyek (Reconaisance Study) dan pelaksanaan studi kelayakan (Pre- Feasibility Study dan Feasibility Study). (pertemuan 2-3)
Bab 3 Bendungan & Embung: Membahas tentang pengertian bendungan, jenis dan tipe bendungan, prinsip desain bendungan dan dasar-dasar operasional bendungan.
(pertemuan 4-5)
Bab 4 Pembangkit Listrik Tenaga Hidro: membahas tentang survey, studi, desain dan pembangunan konstruksi PLTA. (pertemuan 4-5)
Bab 5 Pengembangan Bendung dan Irigasi: menguraikan tentang survey, investigasi, desain bendung dan jaringan irigasi. (pertemuan 6)
Bab 6 Penyediaan Air Baku dan Air Minum: menguraikan tentang studi pendahuluan, survey, investigasi, desain dan pembangunan Sistem Air Baku (Raw Water Supply) dan sistem penyediaan air minum (SPAM). (pertemuan 7)
-
PELAKSANAAN UTS
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA POKOK PEMBAHASAN PSDAAIR
Bab 7 Mitigasi Banjir dan Drainase Perkotaan: menguraikan teknik-teknik mitigasi banjir dan SID (Survey, Investigasi dan Desain) Sistem Drainase Perkotaan.
(pertemuan 8-9)
Bab 8 Manajemen Kualitas Air: menguraikan tentang standar kualitas air, sumber-sumber pencemaran air dan pengelolaan kualitas air. (pertemuan 10)
Bab 9 Konservasi Lahan dan Air: menguraikan tentang teknik konservasi lahan dan teknik konservasi air. (pertemuan 11)
Bab 10 Pengembangan Potensi: Rawa menguraikan tentang teknik pengembangan rawa lebak dan rawa pasang surut. (pertemuan 12)
Bab 11 Danau: menguraikan tentang pengembangan pemanfaatan dan konservasi danau di Indonesia. (pertemuan 13)
Bab 12 Konservasi dan Pengembangan Pantai: menguraikan tentang teknik- teknik perlindungan pantai dan teknik pengembangan pemanfaatan pantai.
(pertemuan 14)
PELAKSANAAN UAS
1. UU Nomor 11 Tahun 1974 Tentang Sumber Daya Air
2. UU Nomor 07 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air (digugat di MK-dicabut)
3. UU Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air (diundangkan kembali setelah dicabut)
4. UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja yang mengubah pasal 8, 9, 12, 17, 19, 40, 43, 44, 45, 49, 50, 51, 56, 70 pada UU Nomor 17 Tahun 2019.
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
REFERENSI HUKUM DAN
AIRLITERATUR
1. Ray K, Linsley & Joseph B. Franzini”Teknik Sumber Daya Air Jilid I-II”, Jakarta Erlangga.
2. Ray K, Lins Ley, MA Kohler & JLH Paulhus ”Hidrologi untuk Insinyur”, Jakarta Erlangga.
3. Robert J. Kodoatie, “Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu”, Yogyakarta. ANDI, 2005
4. ....dll buku Pengembangan Sumber Daya Air
BENTUK PENILAIAN AKHIR :
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
KOMITMEN :
1. KETIDAK-HADIRAN MAKSIMAL 3 KALI, ATAU PRESENSI MINIMAL 70 %.
2. TUGAS INDIVIDU/KELOMPOK, JIKA TERLAMBAT DIKUMPULKAN AKAN MENDAPATKAN PENGURANGAN NILAI.
3. TIDAK MENGIKUTI UTS/UAS DIANGGAP GUGUR.
4. DISKRESI DOSEN PENGAMPU.
PENILAIAN PEMAHAMAN MAHASISWA : 1. Nilai Presensi = 10 %
2. Nilai Tugas/Kuis = 40 % 3. Nilai UTS = 25 % 4. Nilai UAS = 25 %
Pengembangan Sumber Daya Air
????
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
A. PENDAHULUAN
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) adalah ilmu yang mempelajari teknik pemanfaatan, pengelolaan, teknik perbaikan dan pengembangan serta teknik pelestarian (konservasi) Sumber Daya Air (SDA).
Sebelum memempelajari mata kuliah PSDA, setidaknya memahami : 1. Rekayasa Hidroklimatologi
2. Hidrolika dan Mekanika Fluida 3. Geohidrologi dan Mekanika Tanah 4. Perencanaan Bangunan Air
B. PENGERTIAN PS DA
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
Berdasarkan penjelasan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019, pengertian sumber daya air adalah sebagai berikut :
• Sumber Daya Air adalah air, sumber air, dan daya air yang terkandung di dalamnya.
• Air adalah semua air yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat.
• Sumber Air adalah tempat atau wadah Air alami dan/ atau buatan yang terdapat pada, di atas, atau di bawah permukaan tanah.
• Daya Air adalah potensi yang terkandung dalam Air dan/atau pada Sumber Air yang dapat memberikan manfaat ataupun kerugian bagi kehidupan dan penghidupan manusia serta lingkungannya.
Pengembangan Sumber Daya Air merupakan upaya memanfaatkan, melestarikan, dan mengendalikan daya rusak air atau potensi sumber air yang ada untuk kebutuhan hidup umat manusia dan lingkungannya.
C. RUANG LINGKUP
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
Sesuai dengan pengertiannya, sumber daya air meliputi :
D. SEBARAN SUMBER DAYA AIR
- Air permukaan (mata air, sungai, danau) - Air tanah
- Air laut - Air hujan
Keberadaan dan sebaran sumber daya air dipengaruhi oleh faktor-faktor dan sumber daya alami lainnya, antara lain :
2. Faktor dan sumber daya geologi 1. Faktor dan sumber daya topografi 3. Faktor dan sumber daya hidrologi
4. Faktor dan sumber daya hutan dan vegetasi
5. Faktor sosial, ekonomi dan budaya
ISU STRATEGIS : KONDISI EKSISTING
1. Sekitar 46% areal irigasi kondisinya rusak. Sekitar 83,7% dari yang kondisinya rusak tersebut, merupakan irigasi kewenangan provinsi dan kabupaten
2. Tampungan per kapita 53 m3/kapita (jauh lebih rendah dari Thailand - 1.277 m3 / kapita dan satu tingkat di atas Ethiopia-38 m3/kapita).
3. Frekuensi kejadian banjir di kota-kota besar masih tinggi :
Perubahan pola hujan dan iklim
Kerusakan DAS akibat alih fungsi lahan
Inkonsistensi kebijakan di daerah (RTRW dan alih fungsi lahan)
Keterbatasan pendanaan
4. Kapasitas air baku hingga 2019 ( 51,44 m3/detik) baru menjangkau layanan + 66,35% penduduk
5. Ada 34 bendungan eksisting yang memiliki potensi HPP (84,547 MW)
DRIVING FACTORS
1. Pertumbuhan penduduk menyebabkan peningkatan kebutuhan akan air
2. Perubahan dari rural menjadi urban meningkatkan kebutuhan akan air (kebutuhan urban lebih besar daripada rural)
3. Kerusakan DAS dan lingkungan, menyebabkan tingkat erosi, sedimentasi, pencemaran air meningkat
4. Perubahan iklim (frekuensi dan intensitas hujan berubah), menyebabkan banjir dan kekeringan di beberapa wilayah
Persoalan pada alokasi dan manajemen sumberdaya air
• Kekeringan, terutama di musim kemarau
• Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya air untuk:
• Irigasi dalam rangka mendukung swasembada pangan
• PLTA yg menggunakan sumberdaya renewable dengan pencemaran lingkungan yg minim
• Industri, perikanan, dan rekreasi
• Perlindungan kawasan dari banjir
• Menurunnya mutu baku lingkungan akibat pencemaran oleh buangan air limbah, baik limbah industri maupun domestik
• Penurunan muka air tanah akibat eksploitasi tak terkendali
• Banjir akibat pengelolaan hutan yg kurang memperhatikan aspek konservasi tanah dan air
• Keterbatasan dana untuk pembangunan infrastruktur yang diperlukan
• Tidak tersedianya biaya operasi dan pemeliharaan (O&P) yang memadai
• Dll.
Prakiraan Potensi Air di Indonesia dan Ketersediaan Air per Kapita
TP = Total Potensi (milyar m3)
PC = Per Kapita (1.000 m3/capita) Sumatera
TP: 738 PC: 18.4
Java
TP: 187 PC: 1.6 Sunda Kecil
TP: 60 PC: 5.5
Kalimantan
TP: 1008 PC: 98.8 TP: 247 PC: 18.3Sulawesi
Total Indonesia TP: 3221 PC: 16.8
Papua & Maluku TP: 981 PC: 251.5
KETERSEDIAAN AIR DI BERBAGAI NEGARA KETERSEDIAAN AIR DI BERBAGAI NEGARA
9 NEGARA TERKAYA AIR:
1. Brazil 5.670 km3/ th 2. Russia 3.904
3. China 2.880 4. Canada 2.856 5. Indonesia 2.530 6. USA 2.478 7. India 1.550 8. Colombia 1.112 9. Zaire 1.020
Sumber: Water Resources Institute Washington 1991
10 NEGARA TERMISKIN AIR:
1. Malta 50 m3/ th/ jiwa 2. Qatar 62,5
3. Bahama 87 4. Bahrain 119 5. Yaman 126 6. Saudi Arabia 191 7. Libya 194 8. UAE 231 9. Singapore 234 10. Jordan 313
Ketersediaan per kapita di dunia Rata-rata 600 m3/kapita/th
Min 50 m3/kapita/th Maks 20.000 m3/kapita/th
SUMBER DAYA AIR DAN MASALAHNYA
banjir Das
kritis
Permukiman &
pencemaran
KEPENDUDUKAN
kekeringan sampah
DAYA RUSAK AIR
( DAYA AIR YG DAPAT MERUGIKAN KEHIDUPAN )
LONGSORAN TANAH BANJIR LAHAR DINGIN AMBLESAN TANAH Perubahan sifat dan kandungan kimiawi, biologi dan fisika air
BANJIR KEKERINGAN
EROSI/ SEDIMENTASI KEPUNAHAN
SATWA dan TUMBUHAN
WABAH PENYAKIT
SUMBER DAYA AIR
( PERAN PENTING SIKLUS HIDROLOGI )
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
Pemanfaat- an
Pengendalian Daya Rusak Air Pelestarian
(Konservasi)
Perlu upaya Pengelolaan SDA Agar terjaganya (sustainable) of water quantity & water quality
- PLTA/PLTMH - Air Baku
- Irigasi & Tambak - Industri dll rekayasa
E. PENGEMBANGAN PSDA
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
Pengelolaan Sumber Daya Air dilakukan berdasarkan asas:
i. Kemanfaatan umum;
ii. Keterjangkauan;
iii. Keadilan;
iv. Keseimbangan;
v. Kemandirian;
vi. Kearifan lokal;
vii. Wawasan lingkungan;
viii.Kelestarian;
ix. Keberlanjutan;
x. Keterpaduan;
xi. Keserasian;
xii. Transparansi dan akuntabilitas.
F. PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
Konservasi Sumber Daya Air ditujukan untuk menjaga kelangsungan keberadaan, daya dukung, daya tampung, dan fungsi Sumber Daya Air.
G. PELESTARIAN SUMBER DAYA AIR
Contoh upaya konservasi SDA :
• Penghijauan dan penataan lahan pada suatu DAS.
• Pembangunan Bendungan/Waduk sebagai tampungan air dan flood mitigations.
• Membangun sumur resapan atau kolam retensi.
• Mengurangi pengambilan air melalui sumur untuk mencegah intrusi air laut.
• Menerapkan teknologi yang berbasis sustainable dalam merencanakan drainase perkotaan, WSUD (Water Sensitive Urban Design)
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
Pengendalian Daya Rusak Air dilakukan secara menyeluruh yang mencakup upaya pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan terhadap bencana yang ditimbulkan oleh daya rusak air.
H. PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR DAN PERANAN MASYARAKAT
Upaya pengendalian daya rusak air melibatkan banyak komponen agar terciptanya keterpaduan antara kepentingan pelestarian SDA dengan kebutuhan masyarakat lainya.
Pencegahan : upaya yang ditujukan untuk mencegah terjadinya bencana.
(contoh: flood forecasting and early warning system) Penanggulangan : upaya untuk meringankan dampak akibat terjadinya
bencana.
(contoh: asuransi banjir)
Pemulihan : upaya rekonstruksi dan rehabilitasi.
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
PERHATIKAN GAMBAR DIATAS !
APA HUBUNGAN PSDA & DAS ?
BAGAIMANA BATASAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR?
1. Pelestarian (Konservasi) 2. Pendayagunaan 3. Pengendalian Daya
Rusak Air Pengembangan
Sumber Daya Air (PSDA) dibatasi oleh wilayah DAS (bukan wilayah administratif).
Lalu bagaimana apabila penggunaan
potensi mata air melibatkan banyak wilayah administratif?
WS Walanae-Cenranae terdiri dari 39
DAS di Sulawesi Selatan 24
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA I. TAHAPAN PENGEMBANGAN AIR
SUMBER DAYA AIR
1. Ide atau sasaran/tujuan yang akan di capai : pada kegiatan ini individu, badan, perusahaan swasta ataupun pemerintah mendapatkan ide baru. Misal membuat bendungan, embung, bendung dan jaringan irigasi, pembangkit listrik dsb.
2. Pra studi kelayakan : terjemahan ide dalam bentuk analisis dengan tujuan agar “ apakah ide itu bisa ditindak lanjuti dengan analisis lebih detail “ analisis yang dilakukan aspek-aspek teknis, ekonomis, sosial dan lingkungan, dari 4 analisis yang belum detail ini akan muncul pertanyakan “ apakah layak atau tidak layak “
3. Studi kelayakan : kegiatan lanjutan berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan pada pra studi kelayakan, tahapan ini data primer dan skunder dikumpulkan secara lengkap sehingga analisis teknis, ekonomis, social dan lingkungan dapat dilakukan secara detail, nantinya akan muncul berbagai alternatif dan rekomendasi yang sudah dikaji secara mendalam.
4. Seleksi perancangan : dari beberapa alternatif rekomendasi studi kelayakan dengan segala aspek teknis, ekonomis, sosial; dan lingkungan secara detail, pada tahapan akan dilakukan seleksi perancangan dengan berbagai kendala misal dana, lahan, lingkungan, perlu diingat bahwa kendala ini, kelebihan, prioritas dan hal-hal lain yang terkait, telah diungkapkan pada studi kelayakan, pada tahap ini pemilik dan pelaku perencana memutuskan memilih satu alternatif yang dibuat detail desainnya.
5. Detail desain: menyangkut aspek teknis, ekonomis, metode pelaksanaan, gambar-gambar perencanaan, RKS BOQ dan RAB. >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
6. Pelaksanaan Fisik: gambar detail desain diwujudkan dalam bentuk fisik, pelaku pembangunan harus mematuhi gambar kerja, RKS dan ketentuan lain yang ditetapkan oleh direksi.
7. Operasi dan pemeliharaan : sesudah pelaksanaan fisik selesai maka bangunan yang telah dibuat dioperasikan dan dipelihara sesuai dengan umur bangunan yang direncanakan.
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA I. TAHAPAN PENGEMBANGAN AIR
SUMBER DAYA AIR
SETIAP PENGEMBANGAN SDA, PASTI MELALU PROSES S-SID-LA-COM
Studi (Study), Survei (S), Identifikasi (I), dan Desain (D) dilakukan mulai dari Pra Studi Kelayakan hingga
setelah proses LARAP dilaksanakan, barulah pekerjaan konstruksi bisa dimulai.
Catatan : LARAP = Land Acquisition and Resetlement Action Plan
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR
BANGUNAN –
BANGUNAN SUMBER DAYA AIR
Lampiran
1. UU Nomor 11 Tahun 1974 Tentang Sumber Daya Air
2. UU Nomor 07 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air (digugat di MK-dicabut)
3. UU Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air (diundangkan kembali setelah dicabut)
4. UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja yang mengubah pasal 8, 9, 12, 17, 19, 40, 43, 44, 45, 49, 50, 51, 56, 70 pada UU Nomor 17 Tahun 2019.
| PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
REFERENSI HUKUM DAN
AIRLITERATUR
1. Ray K, Linsley & Joseph B. Franzini”Teknik Sumber Daya Air Jilid I-II”, Jakarta Erlangga.
2. Ray K, Lins Ley, MA Kohler & JLH Paulhus ”Hidrologi untuk Insinyur”, Jakarta Erlangga.
3. Robert J. Kodoatie, “Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu”, Yogyakarta. ANDI, 2005
4. ....dll buku Pengembangan Sumber Daya Air
TERIMA KASIH
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL – 2022/2023
Pertemuan Ke - 1