• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGENDALIAN PENYEBARAN HIV/AIDS DI KOTA BANDUNG DENGAN ANALISIS HARM REDUCTION HARM REDUCTION

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PENGENDALIAN PENYEBARAN HIV/AIDS DI KOTA BANDUNG DENGAN ANALISIS HARM REDUCTION HARM REDUCTION"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PENGENDALIAN PENYEBARAN HIV/AIDS DI KOTA BANDUNG DENGAN ANALISIS

HARM REDUCTION HARM REDUCTION

Oleh:

Santi Puspitasari(10104073) Ririn Sispiyati (20106003) Pembimbing:

Prof. Dr. Edy Soewono

(2)

LATAR BELAKANG

26%

3% 7%

1%

63%

Napza/IDUs Hetero Sexual Gay/Homo Waria Intra Uterine

(3)

ASUMSI

Komunitas IDU tertutup

Distribusi IDU merata

Penularan HIV/AIDS hanya melalui jarum suntik yang terinfeksi

Jarum suntik steril dapat terinfeksi setelah

Jarum suntik steril dapat terinfeksi setelah

digunakan oleh IDU yang terinfeksi HIV/AIDS

Interaksi antara IDU kalangan atas dan kalangan bawah diabaikan

(4)

Variabel dan Parameter

(5)

Neddle Exchange Program (NEP)

Asumsi

Suplai jarum suntik steril sama dengan suplai jarum suntik yang dibuang perhari (K=L)

Diagram Proses

(6)

PARAMETER AMBANG (1)

Ro adalah rasio untuk menyatakan terjadinya

epidemi. Jika nilai Ro>1 maka epidemi HIV akan terjadi, sebaliknya jika nilai Ro<1 maka tidak akan terjadi epidemi.

Untuk mencegah epidemi, faktor yang dapat Untuk mencegah epidemi, faktor yang dapat dikendalikan pada NEP yaitu:

Rasio antara banyaknya suplai jarum suntik steril dengan banyaknya

pertambahan IDU sehat (L/M)

Rata-rata pemakaian jarum suntik ()

(7)

Simulasi Parameter 

Pada grafik di samping, jika Pada grafik di samping, jika parameter diubah-ubah nilainya, jumlah populasi IDU HIV akan menurun ketika nilai kecil.

S(0)=2584,Hiv(0)=1,E(0)=1, Js(0)=500

(8)

Simulasi Parameter L

Ketika nilai L diperbesar, maka jumlah populasi IDU HIV pun akan menurun. Akan tetapi, akan menurun. Akan tetapi, penurunan jumlah populasi IDU HIV ini harus dilakukan dengan memberikan suplai jarum suntik steril (L) dengan jumlah yang besar.

S(0)=2584,Hiv(0)=1,E(0)=1, Js(0)=500

(9)
(10)

Terapi Anti Retroviral

Asumsi :

IDU yang diberi treatment ARV tidak akan meninggal karena penyakitnya

IDU mengikuti treatment ARV seumur hidupnya

(11)

Variabel dan Parameter

(12)

DIAGRAM PROSES ART

(13)

PARAMETER AMBANG (2)

Untuk mencegah epidemi, faktor yang dapat dikendalikan yaitu:

Rasio antara banyaknya suplai jarum suntik steril dengan banyaknya

pertambahan IDU sehat (L/M) pertambahan IDU sehat (L/M)

Rata-rata pemakaian jarum suntik ()

Fraksi pemberian pengobatan ARV (f)

Konstanta reduksi ()

(14)
(15)
(16)

Variabel dan Parameter

(17)

DIAGRAM PROSES TERAPI METADON

(18)

PARAMETER AMBANG (3)

Untuk mencegah epidemi, faktor yang dapat dikendalikan yaitu:

Rasio antara banyaknya suplai jarum suntik steril dengan banyaknya

pertambahan IDU sehat (L/M) pertambahan IDU sehat (L/M)

Rata-rata pemakaian jarum suntik ()

Laju pemberian terapi metadon ()

(19)
(20)

KESIMPULAN

Untuk mencegah epidemi HIV/AIDS, faktor yang dapat dikendalikan yaitu:

Rasio antara banyaknya suplai jarum suntik steril dengan banyaknya

pertambahan IDU sehat (L/M) pertambahan IDU sehat (L/M)

Rata-rata pemakaian jarum suntik ()

Fraksi pemberian pengobatan ARV (f)

Konstanta reduksi ()

Laju pemberian terapi metadon ()

(21)

TERIMA KASIH

(22)

Simulasi Parameter  dan L

Gambar

DIAGRAM PROSES ART
DIAGRAM PROSES TERAPI METADON

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Hal tersebut dapat terjadi karena berkurangnya individu terekspos TB-HIV dan terekspos TB-AIDS yang melanjutkan terekspos TBnya menjadi terinfeksi TB aktif seperti yang ditunjukkan

Dari hasil penelitian dengan informan yaitu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, Upaya dalam mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS yang bersifat kuratif oleh

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seks Berisiko terhadap Penularan HIV/AIDS pada Kelompok Pengguna Narkoba Suntik Di Jakarta, Bandung dan Surabaya (Analisis Data

Apakah HIV dan AIDS dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman?. Apakah HIV dan AIDS dapat ditularkan melalui penggunaan jarum

Latar Belakang : Epidemi HIV AIDS saat ini telah melanda seluruh negara di dunia. Semarang adalah penyumbang angka HIV/AIDS terbesar di Jawa Tengah. Penyakit HIV AIDS

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena penyebaran HIV/AIDS di kalangan waria risiko tinggi di kota bandung dan faktor - faktor apa saja yang mempengaruhi

Penularan HIV dapat terjadi melalui berbagai cara yaitu melalui transfusi darah atau produk darah yang sudah tercemar dengan HIV, melalui jarum suntik atau alat kesehatan lain yang