MAKALAH
PENGETAHUAN DASAR DAN KETERAMPILAN BERMUSIK DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
PENGEMBANGAN SENI AUD
DOSEN PENGAMPU: NUZULUL PRAMESWARI, M. PD
Disusun oleh :
Riri Luciana Devi (221E10061) Nadya Eka Yanti (221E10310)
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN ILMU DAN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI AROPURO JEMBER
2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "Pengetahuan Dasar dan Keterampilan Bermusik" ini dengan baik. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai peran penting musik dalam pendidikan, serta memberikan gambaran menyeluruh tentang aspek dasar dan keterampilan yang diperlukan dalam bermusik.
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada pembaca, khususnya mahasiswa, mengenai elemen-elemen penting dalam musik, keterampilan yang harus dikuasai dalam bermusik, serta bagaimana musik dapat memberikan kontribusi dalam perkembangan emosional, sosial, kognitif, dan motorik peserta didik.
Dalam proses penyusunan makalah ini, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, baik berupa saran, referensi, maupun dukungan moral. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi perbaikan di masa mendatang.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan menjadi referensi yang berguna bagi semua pihak yang membacanya.
Jember, 19 April 2025
PENULIS
DAFTAR ISI
Cover
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI...iii
BAB I... 1
PENDAHULUAN...1
1.1 LATAR BELAKANG...1
1.2 RUMUSAN MASALAH... 2
1.3 TUJUAN...2
BAB II...3
PEMBAHASAN... 3
2.1 PENGETAHUAN DASAR MUSIK...3
A. UNSUR-UNSUR DASAR MUSIK...4
2.2 KETERAMPILAN BERMUSIK...7
2.3 FUNGSI MUSIK DALAM PENDIDIKAN...7
BAB III...10
KESIMPULAN... 10
3.1 KESIMPULAN... 10
DAFTAR PUSTAKA... 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Musik merupakan salah satu dari bentuk seni yang menggunakan bunyi sebagai media untuk menyampaikan ekspresi. Musik tidak hanya menjadi hiburan untuk kebosanan saja, tetapi juga berperan penting dalam penkembangan individu dan budaya, baik secara emosional, sosial, maupun kognitif. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, musik adalah hasil cipta manusia dalam bentuk suara yang memiliki unsur ritmis, melodis, harmonis, dan memiliki nilai ekspresif. Unsur- unsur ini menjadi elemen dasar dalam memahami dan menciptakan karya musik.
Elemen dasar musik terdiri dari ritme (irama), melodi (susunan nada), harmoni (keselarasan nada), dinamika (keras lembutnya suara), tempo (kecepatan lagu), serta notasi musik sebagai sistem penulisan musik. Penguasaan atas elemen-elemen ini merupakan bagian penting dalam pendidikan musik. Ritme, misalnya, berperan dalam koordinasi gerak dan pola irama tubuh, sementara melodi dan harmoni melatih kepekaan terhadap pola suara yang estetis.
Selain pemahaman teoretis, keterampilan bermusik menjadi aspek penting dalam pendidikan musik. Keterampilan ini mencakup kemampuan bernyanyi, memainkan alat musik, membaca notasi, hingga improvisasi musik. Keterampilan bermusik tidak hanya membutuhkan latihan motorik halus, namun juga pengembangan ekspresi dan kreativitas. pembelajaran musik berbasis praktik mampu meningkatkan keterampilan musikal dan kepercayaan diri siswa secara signifikan.
Dalam konteks pendidikan, musik memiliki peran luas. Musik dapat menunjang perkembangan aspek kognitif, afektif, sosial, bahkan motorik anak. Musik digunakan sebagai sarana untuk melatih konsentrasi, meningkatkan kreativitas, menumbuhkan rasa percaya diri, dan membangun kerja sama antarindividu. penerapan musik dalam pembelajaran terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan interaksi antara guru dan siswa.
Teori Howard Gardner tentang kecerdasan majemuk turut memperkuat pentingnya pendidikan musik. (Gardner, 2011)menyatakan bahwa setiap individu memiliki kecerdasan musikal, yaitu kemampuan mengenali pola suara, membedakan tinggi rendah nada, serta merespon secara kreatif terhadap musik. Dengan kata lain, kecerdasan musikal merupakan potensi yang dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran musik yang tepat. Pendekatan pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk terbukti efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa musik memiliki peran yang integral dalam pendidikan. Baik melalui pemahaman teoritis maupun keterampilan praktis, musik memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan individu secara holistik. Kajian terhadap pengertian musik, elemen dasar, keterampilan, serta fungsinya dalam pendidikan menjadi dasar penting dalam merancang strategi pembelajaran bermusik yang efektif dan menyenangkan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana pengetahuan dasar musik?
b. Apa saja keterampilan yang perlu dikuasai dalam bermusik?
c. Bagaimana fungsi dan peran musik dalam dunia Pendidikan?
1.3 TUJUAN
a. Mahasiswa mampu menjelaskan pengetahuan dasar musik
b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi keterampilan yang perlu dikembangkan dalam bermusik
c. Mahasiswa mampu menjelaskan fungsi musik dalam dunia pendidikan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 PENGETAHUAN DASAR MUSIK
Musik merupakan salah satu bentuk ekspresi seni yang bersifat universal. Ia hadir di hampir setiap aspek kehidupan manusia, mulai dari ritual budaya, hiburan, hingga pendidikan. Musik tidak hanya melibatkan suara semata, melainkan juga mencerminkan pemikiran, perasaan, nilai-nilai budaya, bahkan spiritualitas. Secara konseptual, pengetahuan dasar musik mencakup pemahaman tentang bentuk, struktur, fungsi, sejarah, hingga gaya dan genre musik itu sendiri.
Dalam konteks pendidikan dan pembelajaran, pengetahuan dasar musik mencakup wawasan umum seperti:
1. Sejarah dan Perkembangan Musik
Pemahaman mengenai asal-usul musik, perkembangan dari zaman klasik, barok, romantik, hingga era modern dan kontemporer memberikan landasan bagi pendidik dan siswa untuk memahami konteks musik yang dipelajari atau dimainkan.
2. Jenis dan Genre Musik
Pengetahuan tentang genre seperti klasik, jazz, pop, rock, tradisional, dan lain- lain sangat penting untuk memperluas wawasan musikal. Setiap genre memiliki karakteristik dan pendekatan estetik yang berbeda.
3. Budaya Musik
Musik sangat erat kaitannya dengan budaya. Pengetahuan tentang musik dari berbagai daerah atau negara membantu mengembangkan apresiasi lintas budaya. Ini penting terutama dalam pendidikan multikultural.
4. Perkembangan Teknologi dalam Musik
Teknologi memainkan peran besar dalam dunia musik modern, baik dalam produksi, distribusi, maupun pembelajaran. Pemahaman tentang teknologi musik digital, aplikasi pembelajaran musik, dan alat perekam menjadi bagian dari literasi musikal masa kini.
5. Etika dalam Bermusik
Pengetahuan musik juga mencakup aspek etika, seperti penghargaan terhadap karya orang lain, hak cipta, dan tata krama dalam pertunjukan musik.
6. Musik sebagai Bahasa dan Sarana Ekspresi
Musik dapat dilihat sebagai bahasa non-verbal yang mampu menyampaikan pesan, emosi, atau gagasan tertentu. Hal ini menjadi landasan penting dalam memahami musik bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai media komunikasi manusia.
7. Peran Musik dalam Kehidupan
Musik berperan dalam pengembangan emosional, spiritual, bahkan kognitif seseorang. Oleh karena itu, pemahaman mendasar tentang musik juga mencakup refleksi atas perannya dalam membentuk kepribadian dan masyarakat
A. UNSUR-UNSUR DASAR MUSIK
Unsur-unsur dasar musik adalah komponen penting yang membentuk suatu karya musik. Tanpa adanya unsur ini, musik tidak akan memiliki struktur atau bentuk yang utuh. Berikut adalah penjelasan tiap unsurnya:
1. Melodi
Melodi merupakan salah satu unsur paling dasar dan penting dalam musik. Melodi dapat diartikan sebagai rangkaian nada atau bunyi yang tersusun secara berurutan dalam suatu pola tertentu, membentuk satu kesatuan yang utuh dan memiliki arah serta ekspresi musikal. Dalam istilah yang lebih sederhana, melodi adalah bagian dari musik yang
"dinyanyikan" atau yang sering kita hafal dari sebuah lagu. Melodi terbentuk dari kombinasi tinggi nada (pitch) dan durasi (panjang-pendek nada), serta bisa dibentuk dalam satu atau lebih frase musik. Elemen lain seperti arah gerakan nada (naik atau turun), interval antar nada, dan ritme yang mengiringi,
2. Ritme (Irama)
Ritme, atau dalam bahasa musik dikenal sebagai irama, merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam komposisi musik. Irama mengacu pada pengaturan waktu dari nada-nada yang dimainkan, baik dari segi panjang-pendeknya durasi nada maupun penempatan nada tersebut dalam waktu tertentu. Dengan kata lain, ritme adalah pola atau struktur waktu yang memberi musik rasa gerak atau ketukan yang berulang. Ritme terdiri dari beberapa elemen utama:
Ketukan (Beat): Ketukan adalah unit dasar dari ritme. Ketukan ini adalah bagian yang dapat dihitung dalam setiap bar atau ukuran musik. Ketukan bisa dibagi menjadi beberapa bagian kecil yang disebut subdivisi, dan biasanya dihitung dalam hitungan seperti 1, 2, 3, 4 (untuk irama 4/4) atau 1 dan 2 dan 3 dan 4 dan.
Tempo: Tempo adalah kecepatan atau laju ketukan yang dihitung dalam ketukan per menit (beats per minute, BPM). Tempo menentukan seberapa cepat atau lambat musik dimainkan, dan memberikan karakter pada musik itu sendiri. Misalnya, tempo cepat seperti allegro memberikan kesan ceria dan energik, sementara tempo lambat seperti adagio memberikan kesan lebih melankolis dan tenang.
Durasi: Durasi mengacu pada panjang pendeknya sebuah nada dalam ritme. Sebuah nada bisa memiliki durasi yang lebih lama (seperti not setengah bulat) atau lebih pendek (seperti not seperdelapan). Durasi ini berfungsi untuk menciptakan pola irama yang menyatu dengan melodi dan harmoni.
Poliritme dan Sinkopasi: Dalam komposisi yang lebih kompleks, ritme bisa melibatkan lebih dari satu pola ketukan yang berbeda dalam satu waktu (polirritme) atau pergeseran ketukan yang tidak biasa, yang disebut sinkopasi. Sinkopasi terjadi ketika ketukan yang diharapkan terletak pada waktu yang tidak terduga, menciptakan efek ketegangan dan kejutan.
3. Harmoni
Harmoni dalam musik mengacu pada kombinasi atau susunan nada-nada yang dimainkan atau dinyanyikan secara bersamaan untuk menciptakan suatu kesatuan suara yang menyenangkan atau mempengaruhi emosi pendengarnya. Dalam istilah yang lebih sederhana, harmoni adalah pengaturan berbagai nada atau akor yang dibunyikan bersama untuk mendukung melodi, memperkaya komposisi musik, dan memberi kedalaman pada karya musik tersebut. Harmoni memiliki peran yang
sangat penting dalam mendukung melodi dan struktur musik secara keseluruhan. Melalui harmoni, musik mendapatkan kedalaman dan keanekaragaman. Harmoni membantu memperkaya pengalaman pendengaran dengan memberikan variasi pada suasana hati atau emosi yang ingin disampaikan oleh komposer. Tanpa harmoni, musik akan terdengar datar dan kurang berwarna. Selain itu, harmoni juga berfungsi untuk memperjelas ritme dan melodi.
4. Tempo
Tempo adalah elemen penting dalam musik yang merujuk pada kecepatan atau laju ketukan dalam suatu karya musik. Tempo mengatur seberapa cepat atau lambat musik dimainkan dan memiliki dampak langsung pada suasana atau karakter lagu. Pengaturan tempo menjadi penentu apakah sebuah komposisi terdengar energik, dramatis, atau santai.
5. Dinamika
Dinamika dalam musik merujuk pada variasi dalam kekuatan suara atau volume saat sebuah komposisi dimainkan. Dinamika tidak hanya berkaitan dengan seberapa keras atau lembut suara itu diproduksi, tetapi juga mengacu pada perubahan volume yang dapat terjadi sepanjang karya musik, yang memberikan nuansa dan perasaan tertentu pada pendengar.
6. Timbre (Warna Suara)
Timbre, yang juga sering disebut sebagai "warna suara," adalah kualitas atau karakteristik suara yang memungkinkan kita untuk membedakan satu suara dari suara lainnya, meskipun suara-suara tersebut mungkin memiliki tinggi nada (pitch) dan volume (dinamika) yang sama. Dengan kata lain, timbre adalah elemen yang memberi identitas atau keunikan pada suara yang dihasilkan oleh berbagai sumber, seperti alat musik, suara manusia, atau suara lainnya. Contoh yang paling jelas adalah suara yang berbeda antara dua instrumen yang memainkan nada yang sama, seperti piano dan biola. Meskipun keduanya menghasilkan nada yang sama, suara piano dan suara biola memiliki kualitas atau warna yang
berbeda, yang disebabkan oleh perbedaan timbre masing-masing instrumen.
2.2 KETERAMPILAN BERMUSIK
Keterampilan bermusik mencakup kemampuan individu dalam mengekspresikan, memahami, dan menciptakan musik melalui berbagai aktivitas seperti bermain alat musik, menyanyi, membaca notasi, dan
improvisasi. Keterampilan ini tidak hanya melibatkan aspek teknis, tetapi juga pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
a. Bermain Alat Musik
Kemampuan memainkan alat musik merupakan keterampilan dasar dalam bermusik. Ini melibatkan koordinasi motorik, pemahaman notasi, dan interpretasi musikal.
b. Menyanyi
Menyanyi melibatkan kontrol vokal, intonasi, dan ekspresi emosional.
Latihan vokal dapat meningkatkan kualitas suara dan kepercayaan diri.
c. Membaca Notasi Musik
Kemampuan membaca notasi musik memungkinkan musisi untuk memahami dan memainkan karya musik dengan akurat.
d. Improvisasi
Improvisasi adalah kemampuan menciptakan musik secara spontan, yang menunjukkan tingkat kreativitas dan pemahaman musikal yang tinggi.
e. Kolaborasi dalam Musik
Bermusik secara kelompok mengajarkan keterampilan sosial, seperti kerja sama, komunikasi, dan empati.
2.3 FUNGSI MUSIK DALAM PENDIDIKAN
Musik memiliki posisi strategis dalam dunia pendidikan karena mampu menjadi media pembelajaran yang menyenangkan dan multifungsi. Musik bukan hanya sekadar hiburan atau aktivitas pengisi waktu luang, melainkan sarana untuk
mengembangkan potensi siswa secara holistik, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
1. Fungsi Kognitif
Dalam konteks pendidikan, musik terbukti dapat meningkatkan fungsi kognitif, terutama dalam aspek memori, konsentrasi, perhatian, serta kemampuan pemecahan masalah. Proses membaca notasi musik melatih otak dalam mengenali pola, memahami struktur, dan mengembangkan keterampilan berpikir abstrak. pelatihan musik memiliki dampak positif terhadap peningkatan kemampuan memori verbal dan reasoning (penalaran) pada anak.
2. Fungsi Motorik
Musik, terutama saat dikombinasikan dengan gerakan (seperti menari, tepuk tangan, atau bermain alat musik), mendorong koordinasi motorik yang kuat.
Anak-anak belajar mengoordinasikan tangan dan mata saat bermain alat musik, atau melatih keseimbangan saat mengikuti irama musik dengan gerakan tubuh.
penggunaan musik dalam pendidikan anak usia dini mampu melatih keterampilan motorik halus dan kasar secara signifikan, menjadikan musik sebagai sarana terapeutik sekaligus edukatif.
3. Fungsi Emosional
Musik menjadi saluran untuk mengekspresikan dan meregulasi emosi. Dalam dunia pendidikan, musik sering digunakan untuk membantu siswa mengekspresikan perasaan seperti senang, sedih, marah, atau gembira secara positif. Musik dapat menenangkan, membangkitkan semangat, hingga memperkuat rasa percaya diri. pembelajaran berbasis teori kecerdasan majemuk
—khususnya kecerdasan musikal—berpengaruh besar terhadap kemampuan siswa mengenali dan mengelola emosi mereka.
4. Fungsi Sosial
Bernyanyi bersama, bermain dalam ansambel, atau tampil di panggung adalah aktivitas sosial yang menumbuhkan kerja sama, disiplin, dan empati antarindividu. Musik dalam pendidikan berperan membangun karakter dan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. kecerdasan musikal dapat
berkembang bersama dengan kecerdasan interpersonal—artinya, saat siswa terlibat dalam aktivitas musikal bersama, kemampuan sosialnya juga terlatih.
5. Fungsi Kreativitas dan Imajinasi
Musik mendorong peserta didik untuk berpikir out-of-the-box. Melalui aktivitas mencipta lagu, mengaransemen, atau improvisasi, siswa diajak untuk berimajinasi dan menyalurkan ide-ide unik dalam bentuk suara. pembelajaran seni musik sangat efektif dalam menumbuhkan kepekaan estetik dan kreativitas siswa karena musik adalah ruang bebas bagi ide dan ekspresi personal.
BAB III KESIMPULAN
3.1 KESIMPULAN
Musik merupakan bagian penting dalam dunia pendidikan karena memiliki berbagai fungsi strategis yang mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Pengetahuan dasar tentang musik, seperti memahami definisi musik, keterampilan bermusik, serta unsur- unsur dasar seperti melodi, ritme, harmoni, tempo, dinamika, dan timbre, menjadi fondasi utama dalam pembelajaran musik yang efektif.
Keterampilan bermusik mencakup kemampuan bermain alat musik, menyanyi, membaca notasi, hingga melakukan improvisasi. Kemampuan-kemampuan ini tidak hanya memperkaya ekspresi artistik siswa, tetapi juga melatih ketekunan, koordinasi, serta kerja sama dalam konteks kelompok.
Fungsi musik dalam pendidikan terbukti luas: mulai dari meningkatkan aspek kognitif seperti memori dan konsentrasi, melatih koordinasi motorik, membantu regulasi emosi, membentuk karakter sosial, hingga mendorong kreativitas dan imajinasi. Musik juga mendukung pengembangan multiple intelligences, khususnya kecerdasan musikal sebagaimana dijelaskan oleh Howard Gardner.
DAFTAR PUSTAKA
Avandra, R., Mayar, F., & Negeri Padang, U. (n.d.). PENGARUH MUSIK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR dan EMOSIONAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR.
Awiyah, A., & Rahayu, W. (2022). PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK MELALUI
PEMBELAJARAN SENI MUSIK DENGAN BAHAN BEKAS. Dirasah: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Dasar Islam, 5(2), 119–126. https://doi.org/10.51476/dirasah.v5i2.401 Fakultas Bahasa, W., & Seni, D. (n.d.). PENGETAHUAN DASAR TEORI MUSIK.
Febriyani, F., & Sukmayadi, Y. (2023). Pembelajaran Seni Musik Sebelum, Semasa, Sesudah Pandemi COVID-19 di SMP. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 5(2), 1440–1453.
https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i2.5246
Gardner, Howard. (2011). Frames of mind : the theory of multiple intelligences. Basic Books.
Hidayatullah, R. (2020). KREATIVITAS DALAM PENDIDIKAN MUSIK: BERPIKIR DIVERGEN DAN KONVERGEN CREATIVITY IN MUSIC EDUCATION: THINKING DIVERGENT AND CONVERGENT. 2. https://doi.org/10.7592/musikolastika.v2i1.32
Juna Irawana, T. (2019). EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN SENI MUSIK SERTA HUBUNGAN PENGGUNAAN PENDIDIKAN SENI MUSIK UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR. Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(3).
https://edukatif.org/index.php/edukatif/index
Modul Mata Kuliah, A., Oleh, D., Denada, B., Seni Pertuniuran, J., & Mata Kuliah, D. (n.d.).
mlill-lNSTITUT SENI BUDAYA INDONESIA DASAR MUSIK.
MUSIK DALAM PEMBELAJARAN Lely Halimah*). (n.d.).
Newman, L. J., Stewart, S. E., Freeman, N. C., & Thompson, G. (2022). A Systematic Review of Music Interventions to Support Parent-Child Attachment. Journal of Music Therapy, 59(4), 430–459. https://doi.org/10.1093/jmt/thac012
Oktadus, H. Y. (2022). Implikasi Pelatihan Musik Bagi Tujuan Pendidikan. Ekspresi, 11(2).
https://doi.org/10.24821/ekp.v11i2.9177
Pengembang e-Modul Direktorat Pembinaan SMA -Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, T.
(n.d.). SENI MUSIK SENI MUSIK SENI MUSIK e-Modul e-Modul Direktorat Pembinaan SMA Direktorat Pembinaan SMA.
Rahman, H. (n.d.). MUSIK DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI.
Suci, D. W. (2019). EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN MANFAAT SENI MUSIK DALAM PERKEMBANGAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR. In Jurnal Ilmu Pendidikan (Vol. 1, Issue 3). https://edukatif.org/index.php/edukatif/index
Susanto, H., Christy, P., Septiani, R., & Revisi, E. (n.d.). SENI MUSIK SENI MUSIK Panduan Guru Panduan Guru. https://buku.kemdikbud.go.id
UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. (n.d.).
Wadiyo, Utomo, U., & Haryono, S. (2019). Western Song Singing Model to Improve Junior High School Students’ Singing Ability in Indonesia. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 19(1), 48–54. https://doi.org/10.15294/harmonia.v19i1.23490
Wahyu Saputra, D. (n.d.). MUSIK EDUKASI DAN PENTINGNYA BAGI SISTEM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI.
32610-Article Text-87787-1-10-20191226. (n.d.).