PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Karena dalam kegiatan pembelajaran, media diartikan sebagai sesuatu yang dapat menyampaikan informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara guru dan siswa. Hasil belajar dalam pembelajaran sangat penting karena keberhasilan pembelajaran yang dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar dapat diturunkan dari hasil belajar siswa. Penggunaan yang dimaksud adalah bagaimana mengajarkannya dari segi guru dan bagaimana mengajarkannya dari segi siswa.
Lingkungan merupakan sarana belajar yang paling efektif dan efisien serta tidak memerlukan biaya yang tinggi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil belajar sendiri merupakan hasil yang dicapai oleh seorang siswa atau seseorang setelah melakukan kegiatan belajar. Dalam pembelajaran, lingkungan sebagai media memastikan bahwa siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung melihat media dengan mata kepala sendiri.
Sasaran Tindakan
Rumusan masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat dan Hasil Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
- Teori Tentang Media Lingkungan Sekitar
- Teori Tentang Lingkungan
- Teori Tentang Hasil Belajar
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
- Mata Pelajaran IPA
Lingkungan merupakan sumber belajar yang paling efektif dan efisien serta tidak memerlukan biaya yang besar untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Kegiatan pembelajaran tidak dipersiapkan sebelumnya, artinya pada saat siswa dibawa ke tempat tujuan, siswa tidak melakukan kegiatan pembelajaran yang diharapkan agar tercipta kesan permainan. Ada kesan dari guru dan siswa bahwa belajar di lingkungan akan memakan waktu lama, sehingga mereka lebih memilih belajar di dalam kelas.
Tamasya adalah kunjungan siswa di luar kelas untuk mempelajari mata pelajaran tertentu sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran di sekolah. Demikian pula menurut Wasliman, hasil belajar yang dicapai siswa merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor. Faktor eksternal; faktor yang berasal dari luar diri siswa dan mempengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.
METODE PENELITIAN
- Setting Penelitian
- Sasaran Penelitian
- Rencana Tindakan
- Jenis Instrumen dan Cara Penggunaan
- Pelaksanaan Tindakan
- Cara Pengamatan (Monitoring
- Analisis Data
Berdasarkan hasil koordinasi dengan guru mata pelajaran mengenai penelitian teknis peningkatan hasil belajar siswa pada materi sumber daya alam, maka disiapkan beberapa hal antara lain: penyusunan RPP, lembar observasi guru dan siswa. Kegiatan pokok guru dalam memberikan penjelasan awal kepada siswa tentang sumber daya alam seperti pengertian sumber daya alam, jenis sumber daya alam, sebaran sumber daya alam berdasarkan sifatnya dan contoh sumber daya alam dengan menggunakan media lingkungan sekitar sekolah dengan cara pertama guru setelah memberikan penjelasan kepada siswa kemudian guru menginstruksikan siswa untuk mencari contoh sumber daya alam yang ada di sekitar lingkungan sekolah seperti sumber daya alam hayati atau non hayati. Dalam kegiatan ini, guru memberikan tes penilaian untuk mengetahui hasil belajar tentang sumber daya alam.
Selama proses belajar mengajar, materi yang diajarkan adalah hubungan antara sumber daya alam dan lingkungan. Kegiatan utama guru adalah memberikan penjelasan awal kepada siswa tentang sumber daya alam seperti pengertian sumber daya alam, jenis sumber daya alam, sebaran sumber daya alam. berdasarkan sifat dan contoh sumber daya alam dengan menggunakan media lingkungan sekitar sekolah dengan cara pertama guru setelah memberikan penjelasan kepada siswa kemudian guru membimbing siswa untuk mencari contoh sumber daya alam yang ada di sekitar lingkungan sekolah seperti yang tergolong sumber daya alam hayati maupun nonhayati. Dan pada pertemuan ke-2 kegiatan yang dilakukan adalah guru memberikan tes penilaian untuk mengetahui hasil belajar tentang sumber daya alam.
Tabel di atas menunjukkan hasil observasi aktivitas siswa pada Siklus II dengan menggunakan media lingkungan sekolah memperoleh skor 84% dan termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada Siklus II dengan menggunakan media lingkungan sekitar sekolah dapat dilihat pada Lampiran 4. c) Tes. Untuk pelaksanaan dan pembahasan rencana dan hasil penelitian, pelaksanaan penelitian dilakukan dalam satu ruang kelas dengan materi sumber daya alam pada setiap pertemuan.
Tuliskan hubungan sumber daya alam dengan lingkungan Hidup Jelaskan hubungan sumber daya alam dengan lingkungan hidup D. Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang ada di alam dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jika lingkungan sungai rusak dan tercemar, maka sumber daya alam yang tidak akan terpengaruh adalah.
Jika sumber daya alam tidak dapat digunakan secara langsung, sumber daya alam harus.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Setting Penelitian
MI Haqqul Yaqin NW Sayang-sayang terletak di kampung Sayang-sayang, Daerah Cakranegara, Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jln, P. MI Haqqul Yaqin NW Sayang-sayang ditubuhkan atas ilham 3 tokoh agama dan masyarakat sekitar Sayang-sayang pada tahun 1964 dengan keluasan tanah 3375 m2, daripada wang yang diperolehi itu dibinalah sebuah bangunan Mantong ah, sebuah bangunan bernama Mantong ah. Tasnimnya berasal dari Lombok Tengah, rektor ketiga ialah bapanya Isnaini dari Sumbawa, rektor keempat ialah ibunya Mawiah dari Bertais, dan rektor sekarang ialah ibunya Kurratul Ain dari Sayang-Sayang.
Madrasah Bontong berganti nama setelah dihidupkan kembali oleh tiga tokoh bernama MI Haqqul Yaqin NW Sayang-Sayang dan mulai diakui setara SD dan mendapat akreditasi B.37. MI Haqqul Yaqin NW Sayang-Sayang berlokasi di Kelurahan Derman, Desa Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Jln, P. 37 Kurratul Ain (Kepala Sekolah MI Haqqul Yaqin NW Sayang- Sayang) wawancara tanggal 15 April 2018. di perempatan Sayang-Sayang belok kanan setelah itu jalan lurus sedikit, lalu di kiri jalan anda bisa melihat MI Haqqul Yaqin NW Sayang- Sayang .
Madrasah Ibtida’iyah Haqqul Yaqin NW Sayang-Sayang terletak di antara beberapa desa/kelurahan, yaitu: sebelah utara berbatasan dengan Desa Kekeri Lombok Barat, sebelah barat berbatasan dengan Desa Rembiga, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Sigerongan tepatnya Dusun Mbungpas, dan sebelah timur berbatasan dengan Dusun Berrange atau Berrange Dorp. Sarana dan prasarana di MI Haqqul Yaqin NW Sayang- Sayang dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Untuk memperlancar proses pembelajaran, MI Haqqul Yaqin NW Sayang- Sayang memiliki 14 tenaga pengajar (pengajar) yang menawarkan berbagai bidang studi.
Dan ini merupakan jumlah yang cukup besar, karena di Sayang-Sayang banyak didirikan SD, dan MI Haqqul Yaqin adalah satu-satunya MI di Sayang-Sayang. 101 Zikrul Husnaini VI. jumlah siswa MI Haqqul Yaqin NW Sayang-Sayang saat ini berjumlah 101 siswa dengan rincian sebagai berikut. Data siswa kelas IV MI Haqqul Yaqin NW Sayang-Sayang yang diteliti secara khusus adalah.
Dari hasil observasi yang dilakukan selama kegiatan penelitian dapat dikatakan bahwa kondisi fisik MI Haqqul Yaqin NW Sayang-Sayang sudah terbangun secara permanen dan memiliki fasilitas pendukung/memadai.
Hasil Penelitian
Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai aktivitas guru pada siklus I adalah 60% dan cukup memadai. Hal-hal yang belum tercapai dengan mengamati aktivitas guru pada siklus I perlu ditingkatkan lagi pada siklus II. b) Hasil observasi aktivitas siswa. Data aktivitas siswa pada siklus I selama proses pembelajaran dapat dilihat pada Lampiran 3. Rekap data hasil observasi aktivitas siswa dapat dilihat pada tabel berikut.
Dari uraian di atas terlihat bahwa nilai aktivitas siswa pada siklus I pertemuan pertama adalah 57% dan cukup memadai, pada siklus berikutnya perlu ditingkatkan lagi. Berdasarkan hasil observasi siswa yang diperoleh selama pelaksanaan siklus I, kekurangan yang terjadi dan harus diperbaiki pada siklus I pertemuan II. Dari uraian di atas terlihat bahwa nilai aktivitas siswa pada siklus I pertemuan pertama adalah 57% dan tergolong aktif, pada siklus berikutnya harus ditingkatkan lagi.
Berdasarkan hasil observasi siswa yang diperoleh selama pelaksanaan siklus I, kekurangan-kekurangan yang muncul dan harus diperbaiki pada siklus I pertemuan II. c) Hasil tes. Kekurangan pada kegiatan guru, kegiatan siswa dan kegiatan penilaian yang belum tercapai pada siklus 1 perlu diperbaiki lagi pada siklus 2 sebagai berikut. Pada pelaksanaannya tindakan pada siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus I, hanya saja pada siklus II guru melakukan perbaikan terhadap kendala-kendala pada siklus I sehingga memperbaiki proses pembelajaran yang telah dilaksanakan selama ini.
Perencanaan pada siklus II lebih menekankan pada perbaikan dan perbaikan pada siklus I. Guru bersama peneliti memperbaiki skenario pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus I. Perencanaan pada siklus II merupakan perbaikan proses pembelajaran yang masih belum memenuhi pembelajaran dengan menggunakan media lingkungan sekitar sekolah. Hasil observasi aktivitas guru pada II. siklus dengan menggunakan media lingkungan sekitar sekolah ditunjukkan pada Lampiran 2. Tabel di atas menunjukkan bahwa evaluasi kegiatan guru pada II.
Dari hasil analisis data, tingkat aktivitas belajar siswa pada siklus II dikategorikan sangat aktif, sedangkan hasil tes belajar siswa dikategorikan tuntas secara klasikal karena tingkat ketuntasan lebih dari 100%.
Pembahasan
Hasil observasi dan tes belajar siswa menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat, guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah ditetapkan, dan skor rata-rata hasil belajar siswa meningkat secara signifikan, sehingga pemberian tindakan dihentikan sampai Siklus II. Hasil penelitian yang dilakukan yaitu hasil penelitian pada siklus I hasil belajar siswa diperoleh rata-rata nilai siswa 10 siswa dari 64 siswa dengan ketuntasan klasikal 50% dalam kategori tidak tuntas, dimana terdapat 5 siswa yang tuntas dan 5 siswa yang tidak tuntas. Secara kontinum bahwa hasil belajar siswa masih di bawah standar, seharusnya mencapai 85% dari ketuntasan klasikal.
Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media lingkungan sekitar sekolah pada mata pelajaran IPA dikatakan tuntas, hal ini terlihat dari hasil rata-rata siswa sebesar 84 dengan ketuntasan klasikal 100% dikategorikan tuntas. Sehingga pada siklus ini terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa sebesar 20,0 dan dapat dikatakan tuntas dalam pembelajaran karena ketuntasan klasikal mengalami peningkatan sebesar 50%. Berdasarkan pembahasan dan analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media lingkungan sekitar sekolah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI mata pelajaran IPA di MI Haqqul Yaqin NW Sayang-Sayang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram Tahun Pelajaran 2017/2018.
Pada Siklus I rata-rata nilai tes 10 siswa adalah 64 dengan ketuntasan klasikal 50% dalam kategori tidak tuntas, dengan 5 siswa lulus dan 5 siswa gagal. Sedangkan nilai rata-rata siswa pada siklus II meningkat menjadi 84 dengan ketuntasan klasikal 100% dikategorikan tuntas dengan ketuntasan 10 siswa. Hasil tes tersebut cukup signifikan, sehingga pemanfaatan media lingkungan sekitar sekolah untuk meningkatkan hasil belajar siswa harus tetap dipertahankan dalam proses pembelajaran IPA dengan mengacu pada tes yang telah dipaparkan dari hasil siklus I sampai dengan siklus II.
1 Guru membuka pelajaran dengan berdoa 2 Guru memberikan motivasi kepada siswa 3 Guru memberikan kejelasan dalam memberikan penjelasan awal.
PENUTUP