• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengorganisasian dan Kepemimpinan - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Pengorganisasian dan Kepemimpinan - Spada UNS"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

Pengorganisasian dan Kepemimpinan

Nurlis t iani , S. So s . , M . A .

- 0 9 / 0 6 / 2 0 2 2 -

(2)

Pengorganisasian

(3)

Pengorganisasian

Organisasi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu organon atau Bahasa Latin yaitu organum, yang berarti alat, bagian, anggota atau badan

Organisasi adalah suatu kerja sama berdasarkan suatu

pembagian kerja yang tetap (Ensiklopedia Nasional Indonesia, 1990)

Pengorganisasian ialah penyatuan langkah dari seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan oleh elemen-elemen dalam suatu

lembaga (Lasa, 2008)

(4)

Penyatuan langkah tersebut penting

Kenapa?

Agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas

Proses pengorganisasian perpustakaan dapat berjalan dengan baik jika mempunyai sumber daya, sumber dana, prosedur, koordinasi, dan

pengarahan pada langkah-langkah tertentu

Pengarahan merupakan penugasan untuk mengambil tindakan tertentu yang tertuju pada usaha-usaha pencapaian tujuan perpustakaan

Dalam hal ini diperlukan seorang pemimpin yang berpengetahuan dan berwawasan luas untuk memberikan pengarahan yang jelas pada

sasaran

(5)

Prinsip-Prinsip Organisasi

Perumusan Tujuan

Pembagian Kerja

Pembagian Wewenang

Kesatuan Komando

Koordinasi

(6)

Struktur Organisasi Perpustakaan

Struktur organisasi merupakan mekanisme formal untuk pengelolaan diri dengan pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang berbeda-beda

Struktur organisasi yang baik akan mencakup unsur-unsur spesialisasi kerja, strukturisasi, sentralisasi, dan koordinasi (Handoko, 1993 dalam Lasa 2008)

Struktur organisasi yang efektif akan merefleksikan tujuan dan sasaran

(7)

Perpustakaan sebagai lembaga informasi yang selalu

berkembang dalam penyusunan struktur organisasinya perlu mengantisipasi faktor internal dan eksternal

Faktor internal yang perlu dipertimbangkan adalah kekuatan dan kelemahan perpustakaan

Faktor eksternal yang perlu diwaspadai adalah adanya

peluang dan ancaman yang sebenarnya dapat dimanfaatkan

oleh suatu perpustakaan

(8)

Macam-Macam Struktur Organisasi Perpustakaan

Struktur organisasi suatu jenis perpustakaan, berbeda dengan yang lain

Perbedaan tersebut karena adanya perbedaan

masyarakat yang dilayani, lembaga yang menaunginya,

dana, dan sumber daya manusia

(9)

Struktur Organisasi Perpustakaan Sekolah

(10)

Struktur Organisasi Perpustakaan Khusus

(11)

Struktur Organisasi Perpustakaan Umum

Perpustakaan jenis ini terdiri dari tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten atau kotamadya

Perpustakaan Desa/

Kelurahan

(12)

Perpustakaan Kecamatan

(13)

Perpustakaan Kabupaten/Kotamadya

(14)

Struktur Organisasi Perpustakaan Perguruan Tinggi

(15)

Struktur Organisasi Perpustakaan Masjid

Perpustakaan Masjid dapat dibagi menjadi Perpustakaan Masjid Pemula, Perpustakaan Masjid Madya, dan Perpustakaan Masjid Utama

Perpustakaan Masjid Pemula

(16)

Perpustakaan Masjid Madya

(17)

Perpustakaan Masjid Utama

(18)

Kepemimpinan

(19)

Kepemimpinan

Pemimpin merupakan faktor penentu dalam upaya pencapaian tujuan suatu usaha, lembaga, dan organisasi

Kualitas pimpinan menentukan keberhasilan lembaga atau organisasi yang dipimpinnya

Pemimpin harus mampu mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi, mengoreksi kelemahan-kelemahan, dan membawa

organisasi atau lembaga ke sasaran yang jelas dalam jangka waktu tertentu

(20)

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mengakui bakat, keahlian, dan spesialisasi

pengikutnya untuk berinisiatif dan bekerja sama secara kooperatif

Kepemimpinan adalah masalah hubungan antara yang dipimpin dan pemimpin

Kepemimpinan pada umumnya berfungsi atas dasar kekuasaan pimpinan dalam usaha mengajak dan

menggerakkan orang lain untuk melakukan kegiatan

dalam rangka pencapaian tujuan lembaga

(21)

Pendekatan Kepemimpinan

Berbagai studi tentang kepemimpinan dikelompokkan menjadi 3 (tiga) pendekatan, yaitu:

Teori Sifat (Traits)

Teori Perilaku (Behavior)

Teori Situasional (Contingency)

-Heidjrachman, 1996 dalam Lasa, 2008-

(22)

Teori Sifat (Traits)

Teori ini menyatakan bahwa seseorang menjadi

pemimpin karena mempunyai bakat dan pembawaan yang sejak kecil sudah terlihat sifat kepemimpinannya

Dia dilahirkan ke dunia untuk menjadi pemimpin (man

be born a leader)

(23)

Teori Perilaku (Behavior)

Perilaku pemimpin dapat dipelajari, maka menurut teori ini seseorang dapat dilatih dengan kepemimpinan yang tepat agar menjadi pemimpin yang efektif

Perilaku ini sering disebut dengan gaya kepemimpinan (style of leadership)

Menurut Hines dalam Timpe (1999), terdapat 3 (tiga) gaya

kepemimpinan, yaitu: otokrasi, demokratis, dan kendali bebas

(24)

Pemimpin Otokrasi

Pemimpin yang membuat keputusan sendiri karena kekuasaan terpusatkan pada diri seseorang

Dalam kepemimpinan ini keputusan dipaksakan dengan menggunakan imbalan dan kekhawatiran untuk dihukum

Pimpinan dapat saja memberikan perintah, pujian, maupun menuntut loyalitas bawahan

Sistem ini terkadang membuat bawahan merasa tertekan, takut, dan terpaksa mengakui seolah-olah ikut dalam pembuatan keputusan, padahal mereka

hanya mengerjakan apa yang dikehendaki oleh atasan

(25)

Pemimpin Demokratis

Pemimpin yang dalam pengambilan keputusan

berkonsultasi dengan kelompok mengenai masalah yang menarik dan penting

Terdapat 2 (dua) keputusan yang akan mendorong

adanya komitmen anggota pada keputusan akhir

(26)

Pemimpin Kendali Bebas

Gaya kepemimpinan yang membagi kekuasaan pada bawahan agar mereka dapat mengembangkan saran mereka dan memecahkan masalah mereka sendiri

Gaya kepemimpinan ini cocok untuk kalangan

profesional yang telah memiliki motivasi tinggi

(27)

Teori Situasional (Contingency)

Teori ini menyatakan bahwa gaya kepemimpinan dan manajemen harus disesuaikan dengan lingkungan dan

situasi dalam organisasi (Lumbatoruan, 1990 dalam Lasa, 2008)

Keberhasilan suatu organisasi tergantung kepada

kemampuan pimpinan untuk menyesuaikan diri dengan

ketentuan dan kondisi lingkungan dalam organisasi

(28)

Efektivitas Kepemimpinan

Kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang

mampu memproyeksikan gagasan dan cara mengembangkan pilihan yang tepat waktu dan sesuai untuk situasi yang

dihadapi (Timpe, 1999)

Kepemimpinan yang efektif tergantung sejauh mana seorang pemimpin itu mampu menggunakan berbagai gaya

kepemimpinan dengan sebaik-baiknya

Situasilah yang menentukan gaya itu cocok atau tidak

(29)

Menurut Callons (1999) dalam Lasa (2008), bahwa kepemimpinan yang efektif dimiliki oleh pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut ini:

Kesediaan menerima tanggung jawab

Keterampilan sosial

Kesadaran akan diri dan lingkungan

Kelancaran berbicara

Kamampuan untuk

memecahkan masalah

Kesadaran akan kebutuhan

Keluwesan

Kecerdasan

(30)

Menurut Droke (1999) dalam Lasa (2008), bahwa efektivitas kepemimpinan idealnya harus memiliki

suatu kombinasi dari kebanyakan sifat-sifat berikut ini:

Kemampuan untuk memusatkan perhatian

Penekanan pada nilai yang sederhana

Selalu bergaul dengan orang

Menghindari profesionalisme tiruan

Mengelola perubahan

Menghindari untuk mengerjakan semua tugas sendirian

Kemampuan menghadapi kegagalan

(31)

Menurut Sinetar (1999) dalam Lasa (2008), bahwa efektivitas

kepemimpinan dipengaruhi oleh 3 (tiga) kategori perilaku, yaitu keterampilan intelektual, keterampilan seseorang, dan

keterampilan antarpribadi

Keterampilan intelektual diidentifikasikan dengan hal-hal berikut ini:

Mampu mencari kesalahan dan dapat menunjukkan data pemecahan masalah

Mampu melihat persoalan secara keseluruhan, ketika orang lain hanya melihat dari salah satu sisi

Mampu membuat perencanaan dan dapat merealisasi perencanaan tersebut

Mampu memproyeksikan masa depan dan melihat konsekuensi dari suatu keputusan yang dibuat

(32)

Keterampilan antarpribadi seorang pemimpin dapat diidentifikasikan dengan hal-hal berikut:

Mampu mendengarkan, mengamati, dan mengenali keterampilan dan kemampuan orang lain

Mudah berinteraksi dengan orang lain

Mampu menyusun sistem interaksi sosial

Mampu menyatakan perasaan yang tidak diucapkan

Bertanggung jawab dan mampu menentukan perilaku arah tindakan yang sesuai

Mengorganisasikan orang, mengarahkan kegiatan, mendelegasikan wewenang, dan memantapkan suasana kelompok

(33)

Kepemimpinan yang efektif minimal mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

Bertanggung jawab

Mampu melihat masa depan

Mampu mengorganisir dan mengarahkan potensi yang dimiliki

Mampu menyeimbangkan potensi bawahan

Menghargai bawahan

Percaya diri dan luwes

Mampu melakukan diplomasi

Mampu mengedepankan ketegangan antarpribadi

Mampu memengaruhi orang lain

(34)

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Kepemimpinan

Kemampuan Memotivasi

Pengendalian Situasi

Bertanggung Jawab

Adil

Percaya Diri

(35)

Efektivitas Kepemimpinan Perpustakaan

Kualitas pengarahan dan pengawasan

Peningkatan sumber daya manusia

Kelancaran komunikasi

Kemampuan memengaruhi orang lain

Kemampuan memotivasi

(36)
(37)
(38)
(39)

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa gaya atau style kepemimpinan dalam mempengaruhi perilaku bawahan. Jika seseorang dalam posisi sebagai pimpinan di dalam sebuah organisasi/perusahaan dan menginginkan

Berdasarkan hasil penelitian Kepemimpinan kepala sekolah SMA Negeri di kabupaten Pekalongan tahun 2008 secara umum termasuk dalam kategori baik dengan persentase rata-rata

Dengan demikian, rumusan judul pada penelitian ini adalah: ”Kontribusi Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Komite Sekolah terhadap Efektivitas Implementasi Manajemen

Pelatihan juga menjadi salah satu cara untuk memperoleh kepemimpinan yang baik. Ada tiga kategori keterampilan yang paling mudah dipelajari melalui pelatihan, yaitu

Gaya kepemimpinan adalah suatu cara mempengaruhi kegiatan dan tujuan dari seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mencapai suatu tujuan tanpa paksaan dalam situasi

Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Iklim Sekolah Terhadap Efektivitas Sekolah Menengah Pertama Swasta di Kota Depok. Disetujui dan

K E R A N G K A P E M IK IR A N Kajian Teoritik kepemimpinan adalah kemampuan seseorang atau pemimpin, untuk mempengaruhi perilaku orang lain menurut keinginan- keinginannya dalam

Menurut Siagian 2012:24 Kepemimpinan di artikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan suatu kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain