• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengorganisasian Pembelajaran pada Program Desain Komunikasi Visual di SMK Islam Tanfirul Ghoyyi Lamongan

N/A
N/A
Sahal Mahfudz

Academic year: 2024

Membagikan "Pengorganisasian Pembelajaran pada Program Desain Komunikasi Visual di SMK Islam Tanfirul Ghoyyi Lamongan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

2

BAB IV - PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN

A. Intrakurikuler

1. Struktur Kurikulum

Bidang Keahlian : Seni dan Ekonomi Kreatif Program Keahlian : Desain Komunikasi Visual Kosentrasi Keahlian : Desain Komunikasi Visual 2. Penetapan Konsentrasi

SMK Islam Tanfirul Ghoyyi Lamongan masih membuka satu konsentrasi pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual, yakni :

(1) Fotografi

(2) Desain Publikasi (3) Videografi dan (4) Komputer Grafis.

Penerapan dan pemilihan konsentrasi ini dilakukan mengingat terjadinya perkembangan dan perubahan paradigma baru di industri Desain Grafis sejalan dengan perkembangan teknologi pada era digitalisasi. Program Merdeka Belajar yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional menuntut sekolah untuk mampu melakukan perubahan, terobosan dan invoasi dalam pengorganisasian pelaksanaan pembelajaran agar dapat menciptakan peserta didik dan lulusan yang kompeten di bidangnya.

Pada kelas lanjutan di Fase F, dilakukan pemilihan konsentrasi yang didasarakan pada minat dan bakat atau passion peserta didik. Diharapkan pada pengalaman belajar di Fasae E (Kelas X) peserta didik sudah dapat menemukan minat dan bakat atau passionnya, dan benar-benar telah memahami secara mendalam ruang lingkup masing-masing konsentrasi yang akan dipilihnya.

Sekolah melalui Walikelas, Guru Produktif dan Guru BP Pengampu dapat memotivasi dan memberikan saran kepada peserta didik atas pilihannya, berdasarkan dari pengamatan terhadap portofolio peserta didik selama mengikuti pembelajaran pada Fase E (Kelas X).

Seluruh mata pelajaran yang ditawarkan dalam konsentrasi dikemas dalam bentuk Modul Ajar yang disusun oleh guru Produktif berdasarkan Capaian Pembelajaran yang telah disediakan oleh Pemerintah Pusat. Capaian Pembelajaran (CP) kemudian diterjemahkan ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran, yang kemudian dituangkan ke dalam Modul Ajar. Penilaian dari hasil Capaian

(3)

Pembelajaran dilakukan melalui asesmen atau penilaian yang sudah disiapkan oleh guru produktif untuk mengukur ketercapaian dan keberhasilan dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

3. Capaian Pembelajaran

Rumusan capaian pembelajaran pada program keahlian Desain Komunikasi Visual dapat diklasifikasikan menjadi empat yaitu:

a. Rumusan capaian pembelajaran mata pelajaran umum diadopsi rumusan yang ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Dan Perbukuan 30 Nomor 262/M/2022 Tentang Capaian Pembelajaran PAUD, SD, SMP, SMA, SDLB, SMPLB, Dan SMALB Pada Program Sekolah.

b. Rumusan capaian pembelajaran mata pelajaran kelompok kejuruan meliputi:

1) Capaian pembelajaran Mata Pelajaran Dasar-dasar Desain Komunikasi Visual dan Projek IPAS mengacu kepada Keputusan Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Dan Perbukuan Nomor 029/H/KU/2021 Tentang Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pada SMK

2) Capaian pembelajaran mata pelajaran Fotografi, Desain Publikasi Videografi dan Komputer Grafis disusun oleh guru-guru kelompok kejuruan bersama dunia kerja dengan mengacu kepada KKNI Level 2 Program Keahlian Desain Komunikasi Visual, SKKNI serta kebutuhan industri

c. Rumusan capaian pembelajaran mata pelajaran pilihan dirumuskan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran tersebut

d. Rumusan capaian pembelajaran mata pelajaran muatan lokal (Bahasa Jawa) dirumuskan oleh MGMP Bahasa Jawa Tingkat Satuan Pendidikan.

Rumusan capaian pembelajaran kemudian diterjemahkan ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran, kemudian dituangkan dalam modul ajar. Capaian hasil pembelajaran dapat berupa portofolio sebagai bentuk dari assessment.

4. Beban Belajar di SMK

Beban belajar ditentukan berdasarkan penggunaan sistem pengelolaan program pendidikan yang berlaku di sekolah. Sistem tersebut terdiri dari sistem paket dan sistem kredit semester (SKS). Adapun pengaturan beban belajar pada kedua sistem tersebut sebagai berikut.

Beban belajar dinyatakan dalam jam pelajaran per minggu selama satu semester.

Beban belajar di SMK Islam Tanfirul Ghoyyi untuk kelas X, XI, dan XII adalah 46 jam per minggu. Durasi satu jam pelajaran adalah 45 menit. Satu semester terdiri atas 18 minggu. Beban belajar ini terdiri atas normatif, adaptif, dan produktif, dan muatan

(4)

4 lokal.

Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.

Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka.

Mata pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan dibelajarkan kepada peserta didik sebagai beban belajar melalui metode dan pendekatan tertentu. Beban belajar pada mata pelajaran ditentukan oleh keluasan dan kedalaman pada masing-masing tingkat satuan pendidikan. Metode dan pendekatan pada mata pelajaran bergantung pada ciri khas dan karakteristik masing-masing mata pelajaran dengan menyesuaikan pada kondisi yang tersedia di sekolah. Sejumlah mata pelajaran tersebut terdiri dari mata pelajaran wajib dan pilihan pada SMK.

Untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh industri/ dunia usaha/asosiasi profesi, substansi mata pelajaran di SMK dikemas dalam berbagai mata pelajaran yang dikelompokkan dan diorganisasikan menjadi program normatif, adaptif, dan produktif.

Program normatif adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik menjadi pribadi utuh, yang memiliki norma-norma kehidupan sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial (anggota masyarakat) baik sebagai warga negara Indonesia maupun sebagai warga dunia. Program normatif diberikan agar peserta didik bisa hidup dan berkembang selaras dalam kehidupan pribadi, sosial, dan bernegara. Program ini berisi mata pelajaran yang lebih menitikberatkan pada norma, sikap, dan perilaku yang harus diajarkan, ditanamkan, dan dilatihkan pada peserta didik, di samping kandungan pengetahuan dan keterampilan yang ada didalamnya.

Mata pelajaran pada kelompok normatif berlaku sama untuk semua program keahlian.

Program adaptif adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sosial, lingkungan kerja, serta mampu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Program adaptif berisi mata pelajaran yang lebih menitikberatkan pada pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan menguasai konsep dan prinsip dasar ilmu dan teknologi yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari dan atau melandasi kompetensi untuk

(5)

bekerja.

Program adaptif diberikan agar peserta didik tidak hanya memahami dan menguasai “apa” dan “bagaimana” suatu pekerjaan dilakukan, tetapi memberi juga pemahaman dan penguasaan tentang “mengapa” hal tersebut harus dilakukan. Program adaptif terdiri dari kelompok mata pelajaran yang berlaku sama bagi semua program keahlian dan mata diklat yang hanya berlaku bagi program keahlian tertentu sesuai dengan kebutuhan masing-masing Program produktif adalah kelompok mata pelajaran yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi kerja sesuai standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Dalam hal SKKNI belum ada, maka digunakan standar kompetensi yang disepakati oleh forum yang dianggap mewakili dunia usaha/industri atau asosiasi profesi. Program produktif bersifat melayani permintaan pasar kerja, karena itu lebih banyak ditentukan oleh dunia usaha/industri atau asosiasi profesi. Program produktif diajarkan secara spesifik sesuai dengan kebutuhan tiap program keahlian.

B. Kokurikuler/ Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja Program Kokulikuler pada Program keahlian Desain Komunikasi Visual dilaksanakan melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja. Profil Pelajar Pancasila terdiri atas :

(1) Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia (2) Berkebhinekaan global

(3) Gotong royong (4) Mandiri (5) Bernalar kritis (6) Kreatif.

Profil Pelajar Pancasila berbentuk softskill dan harus diterapkan dalam proses pembelajaran, bukan dipisahkan dalam pembelajaran.

Adapun indikator perilaku belajar peserta didik dalam rangka implementasi profil pelajar Pancasila dan Budaya Kerja sebagai berikut:

No Profil Pelajar Pancasila

Indikator perilaku belajar peserta didik 1 Beriman, Bertakwa

kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia

Ahlak beragama

Ahlak pribadi

Ahlak kepada manusia

Ahlak kepada alam

Ahlak bernegara

(6)

6

2 Berkebhinekaan global Belajar bahasa asing

Mengenal dan menghargai budaya

Kemampuan komunikasi intercultural dalam berinteraksi dengan sesama

Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman

Kebinekaan

3 Gotong royong Kerjasama antar semua peserta didik pada kegiatan operasional

Kolaborasi

Kepedulian

Berbagi

4 Mandiri Mengerti dan bertanggung jawab pada tugas masing- masing

Tidak bergantung pada orang lain

5 Bernalar kritis Menganalisis dan mengevaluasi kebutuhan retail pada saat pandemic

Mengambil keputusan untuk

mengimplementasikan perencanaan yang disusun oleh TIM dalam menghadapi suatu masalah

Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan’

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran

Merefleksi pemikiran dan proses akhir

Mengambil keputusan

6 Kreatif Menciptakan ide kreatif dalam fotografi dan desain grafis

Menghasilkan gagasan yang orisinal

Menghasilkan karya dan Tindakan yang orisinal

Pada tahun pelajaran 2022/ 2023, implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja dilaksanakan di kelas X dengan bobot 288 Jam Pelajaran. Tema yang dipilih meliputi dua tema wajib (kebekerjaan dan budaya kerja) dan tema pilihan (Gaya Hidup berkelanjutan dan kewirausahaan).

Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja di kelas X dilaksanakan dengan menggunakan sistem blok menggunakan sistem blok harian, yaitu setiap hari jam ke 0 dan jam ke 1 -2 setiap hari sabtu siswa kelas X medapatkan materi P5 sebanyak 8 jam per minggu seperti tergambar pada tabel berikut:

(7)

Tema

Pelaksanaan/Alokasi Waktu

Semester Bulan Jumlah JP

Gaya Hidup Berkelanjutan 1 Agustus

September 2024

48 JP Setiap bulan

Kewirausahaan 1 Oktober

November Desember 2024

48 JP Setiap bulan

Budaya kerja 2 Januari dan

Februari 2025

48 JP setiap Bulan

Kebekerjaan 2 Maret

April Mei 2025

48 JP setiap Bulan

C. Kegiatan Pengembangan Diri (ekstrakulikuler)

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri di bawah bimbingan konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan

Pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan ekstrakurikuler, seperti kepramukaan, kepemimpinan, kelompok seni-budaya, kelompok tim olahraga, dan kelompok ilmiah remaja.

Pada sekolah menengah kejuruan, pengembangan diri terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier. Pada satuan pendidikan khusus, pengembangan diri lebih menekankan pada peningkatan kecakapan hidup dan kemandirian sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran. Tujuan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah:

1. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.

2. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.

 Prinsip Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut :

a. Bersifat individual, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan potensi, bakat, dan minat peserta didik masing-masing.

b. Bersifat pilihan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan

(8)

8

sesuai dengan minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela.

c. Keterlibatan aktif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing.

d. Menyenangkan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta didik.

e. Membangun etos kerja, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan prinsip membangun semangat peserta didik untuk berusaha dan bekerja dengan baik dan giat.

f. Kemanfaatan sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat.

Jenis Kegiatan

No Nama Kegiatan Bentuk Kegiatan Keterangan

1 Pramuka Kelompok Kelas X

2 LDKS Kelompok Diutamakan peserta

didik yang menjadi pengurus OSIS

3 Gambus Kelompok Ekstra pilihan peserta didik

Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh SMK Islam Tanfirul Ghoyyi dilaksanakan diluar jam pelajaran yaitu setelah jam pelajaran formal selesai ( sore hari) sesuai dengan kebutuhan dan jadwal yang ada.

Mekanisme Pelaksanaan Program ekstrkurikuler yang ada di di setiap jenis.

Persiapan awal pelajaran berjalan tahun antara lain:

g. M enyusun program pelaksaanan beserta RAP paling lambat awal Tahun Pelajaran.

h. Menyusun Jadwal pelaksanaan

i. Menyusun pedoman evaluasi program ekstrakurikuler Penilaian Kegiatan Ekstrakurikuler

j. Penilaian diberikan terhadap kinerja peserta didik dalam kegiatan yang ditentukan melalui proses dan keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan.

Penilaian dilakukan secara kualitatif.

k. .Peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan nilai memuaskan pada kegiatan ekstrakurikuler wajib pada setiap semester. Nilai yang diperoleh pada kegiatan ekstrakurikuler wajib Kepramukaan berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta didik. Nilai di bawah memuaskan dalam dua semester atau satu tahun memberikan sanksi bahwa peserta didik tersebut harus mengikuti program khusus yang diselenggarakan bagi mereka.

l. Penilaian ekstra pilihan tetap diberikan nilai dan dinyatakan dalam buku rapor.

m. Peserta didik yang memiliki prestasi sangat memuaskan atau cemerlang dalam

(9)

satu kegiatan ekstrakurikuler wajib atau pilihan diberi penghargaan. Penghargaan diberikan untuk pelaksanaan kegiatan dalam satu kurun waktu akademik tertentu;

misalnya pada setiap akhir semester, akhir tahun.

Peserta didik dapat memilih salah satu kegiatan Ekstra Kurikuler berdasarkan minat dan bakatnya, serta berdasarkan masukan dari sekolah atas dasar pengamatan dan portofolio yang dimiliki peserta didik sejak di SMP/sederajat.

E. Praktik Kerja Lapangan

Praktik kerja lapangan adalah salah satu bentuk kegiatan yang bertempat di lingkungan kerja langsung. PKL merupakan implementasi secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di dunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu.

Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) antara lain sebagai berikut:

1) Meluaskan wawasan dan Pandangan peserta didik terhadap jenis-jenis pekerjaan pada tempat dimana peserta didik melaksanakan PKL

2) Menumbuhkan dan meningkatkan sikap profesional yang diperlukan siswa untuk memasuki dunia usaha

3) Untuk memperkenalkan peserta didik pada dunia usaha danindustri

4) Meningkatkan daya kreasi dan produktivitas tehadap peserta didik sebagai persiapan dalam menghadapi atau memasuki dunia usaha yang sesungguhnya Mekanisme PKL SMK Islam Tanfirul Ghoyyi Lamongan pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual sebagai berikut:

1) Pemetaan Industri

Dalam hal ini tempat PKL merupakan industri yang saat ini sudah menjalin kerjasama dengan sekolah. Beberapa industri yang sudah bekerja sama yakni:

Nama Perusahaan Lingkup Kerjasama

Prameswara Radio

Rekoso Chicken

Nirwana Digital Printing Lamongan

Citri Foto Lamongan

Bung Art Lamongan

Indah Digital Printing Lamongan

Citra Tv Lamongan

Sinskronisasi kurikulum

Pengembangan kegiatan Pendidikan

Pengembangan kegiatan Praktik Kerja Lapangan

Pemasaran lulusan SMK Islam Tanfirul Ghoyyi Lamongan

(10)

10 2) Program PKL

Program PKL dilaksanakan selama enam bulan dengan perincian dua bulan di semester ganjil dan empat bulan di semester genap pada kelas XI PKL dilaksanakan selama 4 bulan di Industri. Hal ini dilakukan mengingat peserta didik juga punya aktivas belajar di pondok pesantren Tanful Ghoyyi yang harus diselaraskan

3) Pembekalan Program PKL

Sebelum peserta didik diterjunkan pada pada kegiatan PKL, peserta didik diberikan pembelakalan melalui kegiatan pembelajaran bersama industri yang dimulai dari kelas X dengan bobot jam pelajaran sebanyak 100 jam pelajaran dalam satu tahun atau 50 jam pelajaran dalam satu semester. Kegiatan pembelajaran bersama industri dilakukan melalui mekanisme guru tamu serta Job Shadow di industri. Materi yang diberikan adalah perihal etos kerja, pembangunan mental, dan serta kompetensi-kompetensi khusus dan aktual yang dibutuhkan oleh industri.

4) Penetapan Pembimbing

Peserta didik yang diterjunkan untuk PKL didampingi satu guru pendamping dengan komposisi 10:1. Hal ini dilakukan sebagai upaya pendampingan dan pengawasan siswa selama kegiatan PKL berlangsung.

5) Mekanisme pengujian

Pengujian peserta PKL dilakukan oleh Industri tempat PKL secara langsung. Industri mengeluarkan sertifikat bagi siswa yang dinyatakan kompeten setelah mengikuti PKL selama 6 bulan

F. Pelaksanaan Bimbingan Konseling Strategi Pelaksanaan

1. Setrtegi pelaksanaan bimbingan karir di SMK Islam Tanfirul Ghoyyi merupakan bimbingan konseling secaran pribadi masing-masing siswa dan bimbingan karir secara klasikal yang dilakukan oleh guru BK dengan menggunakan silabus yang dirancang bersama oleh MGMP guru BK

2. Sedangkan fihak-fihak yang terlibat antara lain:

a. Guru BK b. Wali kelas

c. Ketertiban Sekolah d. Kepala Sekolah e. Wakil Kepala Sekolah

(11)

f. Wali murid

3. Mekanisme pengembangan pembelajaram a. Bimbingan Konseling

b. Secara suka rela siswa datang ke ruang BK menemui petugas BK untuk menyampaikan permasalahan

c. Mendapatkan pelayanan dan solusi yang bersifat pribadi d. Pemantauan secara berkala oleh petugas/ Guru BK e. Bimbingan Karir

1 ) Penyampaian bimbingan karir dilakukan secara klasikal setiap minggu 1 JP oleh Guru BK

2) Bimbingan khusus pada siswa yang mempunyai permasalahan khusus

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran Akuntansi di SMK N 1 Sragen. Jenis penelitian kualitatif

Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Al-Islam) yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 dan 2 kota Palembang berjalan dengan baik karena semua guru membuat (a)

3. Peserta yang dinyatakan lulus langsung dapat langsung mengumpulkan dokumen hasil riset desain sesuai standar. Peserta yang dinyatakan lulus melengkapi harus

Rumusan masalah (1) Bagaimanakah perencanaan pembelajaran mata pelajaran produktif otomotif di SMK N2 Wonosari (2) Bagaimanakah pengorganisasian pembelajaran mata pelajaran

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1)untuk mengetahui komunikasi persuasif dalam pembelajaran di SMK Islam Sudirman Ungaran tahun 2015/2016 2)untuk mengetahui

Kriteria & Bentuk Penilaian Metode Pembelajaran (Estimasi Waktu) Materi Pembelajaran (Pustaka) Bobot Penilaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Demonstrasi 3d

Dokumen ini berisi capaian pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di fase F kelas

Dokumen ini berisi rencana pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti dengan fokus pada materi kesabaran dalam menghadapi