• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah

N/A
N/A
Andy Movie

Academic year: 2024

Membagikan "Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGUKURAN INDEKS

PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

Disampaikan Oleh:

Dr. SUMULE TUMBO, SE, MM.

DIREKTUR FASILITASI TRANSFER DAN PEMBIAYAAN UTANG DAERAH

DIREKTORAT JENDERAL BINA KEUANGAN DAERAH

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

(2)

UU No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah PP No 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan

Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah PP No 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

Permendagri No 19 Tahun 2020 tentang Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah

DASAR HUKUM

(3)

Pasal 2 Permendagri 19 Tahun 2020

Apa tujuan ditetapkan Permendagri

NOMOR 19 TAHUN 2020?

TUJUAN

➢ Mengukur kinerja tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel dalam periode tertentu;

➢ Memacu dan memotivasi Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota dalam meningkatkan kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah:

➢ Melakukan publikasi atas hasil pengukuran IPKD bagi Pemerintah Daerah provinsi, kabupaten, dan kota

➢ Pemberian penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang memiliki IPKD yang berpredikat terbaik secaraa nasional

➢ Meningkatkan peran Aparat Pengawas internal Pemerintah dalam

mewujudkan pengawasan Pengelolaan Keuangan Daerah yang

transparan dan akuntabel.

(4)

DIMENSI IPKD DAN INDIKATOR BESERTA BOBOT DIMENSI INDEKS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

No Dimensi Bobot Indikator

1 Kesesuaian dokumen perencanaan dan

penganggaran 15

a. Kesesuaian nomenklatur program RPJMD dan RKPD b. Kesesuaian nomenklatur program RKPD dan KUA-PPAS c. Kesesuaian nomenklatur program KUA-PPAS dan APBD d. Kesesuaian pagu program RKPD dan KUA-PPAS

e. Kesesuaian pagu program KUA-PPAS dan APBD

2 Pengalokasian anggaran belanja dalam

APBD 20

a. Penyediaan alokasi anggaran belanja untuk fungsi pendidikan sebesar 20%

b. Penyediaan alokasi anggaran belanja urusan kesehatan sebesar 10%

c. Penyediaan alokasi anggaran belanja infrastruktur sebesar 25% sekarang 40%

d. Penyediaan alokasi anggaran belanja untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM)

3 Transparansi pengelolaan keuangan

daerah 15

a. Ketetapan waktu

b. Keteraksesan

Pasal 6 s.d 14 Permendagri 19/2020

(5)

LANJUTAN…

No Dimensi Bobot Indikator

4 Penyerapan anggaran 20

a. anggaran belanja operasional b. anggaran belanja modal

c. anggaran belanja tidak terduga d. anggaran belanja transfer

(sesudah PP 12 Tahun 2019)

- anggaran belanja pegawai - anggaran belanja bunga - anggaran belanja subsidi - anggaran belanja hibah

- anggaran belanja bantuan sosial

- anggaran belanja bagi hasil dan bantuan keuangan

- anggaran belanja tidak terduga - anggaran barang dan jasa - anggaran belanja modal (PP 58 Tahun 2005)

5 Kondisi keuangan

daerah 15

a. kemandirian keuangan;

b. fleksibilitas keuangan;

c. solvabilitas operasional;

d. solvabilitas jangka pendek;

e. solvabilitas jangka panjang;

f. solvabilitas layanan

6 Opini Badan Pemeriksa

Keuangan atas LKPD 15 Opini BPK atas LKPD dilakukan berdasarkan opini Badan Pemeriksa Keuangan atas LKPD yang diaudit selama 3 (tiga) tahun terakhir berturut-turut

Pasal 6 s.d 14 Permendagri 19/2020

(6)

Menteri

Melalui Kepala BPP Kemendagri melakukan pengukuran

IPKD Provinsi

Susunan Anggota Tim:

1. Penanggung jawab : Kepala Badan Litbang

2. Ketua : Kepala Pusat Litbang Pembangunan dan Keuangan Daerah, Badan Litbang.

3. Wakil Ketua : Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah.

4. Sekretaris: Kepala Bidang Keuangan Daerah

5. Kelompok Kerja/Anggota Pengembangan : Direktur perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah Ditjen Bina Bangda, Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Ditjen Bina Keuda, Kepala Biro Hukum Setjen, Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Ditjen OTDA dan Pejabat Struktural, Fungsional Peneliti dan/atau Fungsional Lainnya di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri.

Sumber Data:

a. Ditjen Bina Bangda Kemendagri terkait dokumen RPJMD dan RKPD

b. Ditjen Bina Keuda Kemendagri terkait dokumen KUA-PPAS dan APBD

c. Pemdah terkait dengan dokumen perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan LKP

d. Sistem Informasi Pemerintahan Daerah

e. Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran terkait dokumen dan informasi penyerapan anggaran

f. BPK terkait dokumen dan informasi opini atas LKPD

Pasal 3, 4, dan 5 Permendagri 19 Tahun 2020

Back

KEWENANGAN DAN SUMBER DATA PENGUKURAN IPKD PROVINSI

(7)

Sumber Data:

a. Bappeda kabupaten/kota terkait dokumen RPJMD dan LKPD

b. Badan Pengelola Keuangan Provinsi terkait dokumen KUA- PPAS dan APBD

c. Badan Perneriksa Keuangan Perwakilan provinsi terkait dengan dokumen dan informasi opini atas LKPD

d. Sistem Informasi Pemerintahan Daerah

Tim Susunan Keanggotaan:

1. Penanggung jawab:

Sekretaris Daerah Provinsi

2. Ketua:

Kepala Badan Litbang Daerah Provinsi atau Sebutan Lain

3. Wakil Ketua

Pejabat Pengelola Keuangan Daerah

4. Sekretaris:

Sekretaris Badan Litbang Daerah Provinsi atau Sebutan Lain

5. Kelompok Kerja/Anggota

Pengembangan:

Kepala Perangkat Daerah dan Pejabat Struktural, Fungsional Peneliti dan/atau Fungsional Lainnya di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi dan/atau lembaga lain sesuai dengan kebutuhan

Gubernur

Melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi

atau sebutan lain melakukan

pengukuran IPKD Kab/ kota

Pasal 3, 4, dan 5 Permendagri 19 Tahun 2020

Back

Back

KEWENANGAN DAN SUMBER DATA PENGUKURAN IPKD KAB/KOTA

(8)

PENETAPAN PERINGKAT

TERBAIK

1 ( satu) daerah provinsi yang berpredikat terbaik untuk masing-masing kategori kemampuan keuangan daerah tertinggi, sedang dan rendah

1 (satu) daerah kabupaten yang berpredikat terbaik untuk masing-masing kategori kemampuan keuangan daerah tertinggi, sedang dan rendah

1 (satu) daerah kota yang berpredikat terbaik untuk masing-masing kategori kemampuan keuangan daerah tertinggi, sedang dan rendah

Hasil pengukuran IPKD Pemda berpredikat terbaik secara nasional dapat dijadikan dasar dalam pemberian insentif sesuai dengan ketentuan perUU yang diberikan oleh Mendagri secara nasional pada Bulan Agustus setiap tahun.

PENETAPAN PERINGKAT TERBAIK

Pasal 20 Permendagri 19/2020

(9)

PENETAPAN PREDIKAT TERBURUK

(SANGAT PERLU PERBAIKAN)

1 (satu) daerah provinsi yang berpredikat terburuk untuk masing-masing kategori kemampuan keuangan tinggi, sedang, dan rendah

1 (satu) daerah kabupaten yang berpredikat terburuk untuk masing-masing kategori kemampuan keuangan tinggi, sedang, dan rendah

1 (satu) daerah kota yang berpredikat terburuk untuk masing- masing kategori kemampuan keuangan tinggi, sedang, dan rendah

PENETAPAN PERINGKAT TERBURUK

Pasal 21 Permendagri 19 Tahun 2020

(10)

&

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Permendagri No 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa menyebutkan bahwa Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan salah satu bagian pendapatan desa yang

PerMendagri No 59 tahun 2007 tentang Perubahan atas PerMendagri No 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 324 - Kepala Daerah

Selanjutnya, Menteri Dalam Negeri melalui Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, telah mengatur dalam Pasal 93 ayat (5) yang

AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (STUDI EMPIRIS PADA BADAN PENGELOLAAN

Hal ini dikarenakan berdasarkan perhitungan yang saya lakukan selama 4 tahun 2014-2017 pengukuran kinerja pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan

Pelaporan Kinerja ini didasarkan pada Perjanjian Kinerja Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2020, hasil reviu dan Indikator Kinerja Utama Badan Pengelolaan Keuangan Daerah

Untuk mengetahui respon pemda kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi terhadap Inpres Nomor 7 Tahun 2015 terkait transparansi pengelolaan informasi keuangan daerah tahun anggaran

Dokumen ini mengandungi keputusan Menteri Dalam Negeri mengenai hasil pengukuran indeks pengelolaan kewangan daerah untuk provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia pada tahun anggaran