2247
Journal of Basic Education
e-ISSN : 2656-6702
Studies
Volume 4 No 1Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Tematik Terpadu Dengan Menggunakan Model Discovery Learning Di Kelas V SDN 12 Padang Kubu Pasaman
Yulidia Mona1,Rifda Eliyasni²
1,2Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Padang
ARTICLE INFO ABSTRACT
Key words: Learning outcomes, integrated thematic, Discovery Learning Model Kata Kunci: Hasil belajar, Tematik terpadu, Model Discovery learning
Research on integrated thematic learning in class fifth grade elementary school is motivated by the low learning outcomes of students. This is because teachers do not give stimulation to students related their learning materials, teachers do not related learning materials to problems encountered in daily life, teachers do not provide opportunities for students to investigate and find their own information on learning materials and teachers do not guide them. students to conclude their own subject matter that has been accepted by students. To improve student learning outcomes, research was carried out using the Discovery Learning model. This research aims to describe the Improved Integrated Thematic Learning Outcomes of Students Using the Discovery Learning Model in Class V SDN 12 Padang Kubu at Pasaman. This research is a classroom Action Research using qualitative and quantitative approaches with the implementation of four stages: planning, implementing, observing and reflecting. The research data is obtained from the results of planning, implementation and observation models using Discovery Learning. Data collection techniques were in the form of tests and non-tests. The research subjects were the teachers and students of fifth grade SDN 12 in Padang Kubu, with 22 sampling. The research results shows:
Assessment of RPP (lesson plan) cycle I was 81.6% (C), increasing in rotation II to 91% (B). The assessment of teacher aspects in rotation I was 80% (C), increasing in cycle lI to 92.5%. The assessment of the aspects of students in the first rotation was 80%
(C), increasing in the second cycle to 92.5%. The learning outcomes of students in the first rotation obtained an average of 76.6 (C), increasing in the second, 86.3 (B). Based on the data obtained, it can be concluded that the Discovery Learning model can improve student learning outcomes in integrated thematic learning in class V SDN 12 Padang Kubu at Pasaman.
ABSTRAK
2248 Penelitian pembelajaran tematik terpadu yang dilaksanakan di kelas V ini dilatar belakangi karena hasil belajar peserta didik yang diperoleh rendah dikarenakan guru kurang memberikan ransangan kepada peserta didik mengenai materi pembelajaran yang dipelajari, dalam proses pembeajaran guru kurang menghubungkan materi pembelajaran dengan masalah yang ditemui di kehidupan sehari-hari, guru dalam mengajar kurang memberikan kesempatapan kepada peserta didik untuk lebih akttif menyelidiki dan menemukan sendiri informasi pada materi pembelajaran dan guru kurang membimbing peserta didik dalam menyimpulkan sendiri materi pelajaran yang di diterima oleh peserta didik. Dengan demikian untuk menjadikan hasil belajar peserta didik meningkat maka dilakukan penelitian menggunakan model Discovery Learning. Peneitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Tematik Terpadu Dengan Menggunakan Model Discovery Learning di Kelas V SDN 12 Padang Kubu Pasaman.Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengam memakai dua pendekatan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan empat tahap pelaksanaan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Data penelitian dipeoleh berdasarkan hasil perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan menggunakan model Discovery Learning. Teknik pengumpulan data yaitu melalui tes dan non tes.
Subjek penelitian yaitu guru dan peserta didik kelas V SDN 12 Padang Kubu yaitu sebanyak 22 orang. Hasil penelitian menunjukkan : Penilaian RPP pada siklus I pertemuan 1 yaitu 81,8
% (B) sedangkan pada siklus I pertemuan 2 diperoleh persentasenya 86% (B) kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 91% (SB). Penilaian aspek guru pada siklus I pertemuan 1 75% (C) sedangkan pada siklus I pertemuan 2 persentase yang diperoleh 85% (B), sehingga persentase rata-rata aspek guru pada siklus I yaitu 80% (B) kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 91% (SB). Penilaian aspek peserta didik pada siklus I pertemuan 1 yaitu 75% (C), sedangkan pada siklus I pertemuan 2 diperoleh 85% (B) sehingga rata-rata persentase pada siklus I yaitu 80% (B), kemudian meningkat pada siklus II menjadi 92,5% (SB).
Pada siklus I pertemuan 1 diperoleh rata-rata hasil belajar peserta didik 72,3 (D), sedangkan rata-rata nilai pada siklus I pertemuan 2 yaitu 80,9 (C) sehingga rata-rata penilaian yang diperoleh pada siklus I yaitu 76,6 (C), kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 86,3 (B). Berdasarkan data diatas dapat diambil kesimpulannya bahwa model Discovery Learning dapat menjadikan hasil belajar peserta didikmeningkat dalam pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu di kelas V SDN 12 Padang Kubu Pasaman.
Corresponding author :
[email protected] JBES 2021
2249 PENDAHULUAN
Kurikulum 2013 berupaya unruk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dengan berorientasi pada pengembangan potensi diri peserta didik mengenai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Menurut Putri &
Eliyasni (2020) kurikulum adalah sekumpulan dokumen yang di jadikan sebagai acuan dalam membuat rancangan pembelajaran oleh Lembaga Pendidikan dalam mengajar agar tercapainya tujuan pembelajaran yang sesuai dengan apa yang di harapkan yang termuat dalam Undang- Undang.
Pembelajaran dengan tema bertujuan supaya peserta didik bisa memahami konsep dengan jelas dengan menjadikan peserta didik lebih aktif dalam belajar sehingga menjadikan proses pembelajaran yang lebih bermakna. Hal ini didukung oleh pendapat Majid (2014) menjelaskan bahwa pembelajaran tematiik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang dalam pelaksanaan pembelajarannya menghubungkan beberapa aspek yang berupa intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran.
Pembelajaran tematik terpadu mengupayakan agar dalam proses pembelajarannya terfokus pada peserta didik (student centered) dan berhubungan dengan kegiatan kegiatan sehari-hari yang
dialami oleh peserta didik. Hal ini didukung oleh pendapat Rusman (2016) ada beberapa karakteristik dari pembelajaran tematik terpadu, diantaranya yaitu: (a). pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. (b) peserta didik memperoleh pengalaman secara langsung dalam proses pembelajaran. (c). mata pelajaran dipisahkan dengan tidak begitu jelas (d) pada satu pembelaajaran menyajikan beberapa konsep dari berbagai mata pelajaran. (5) bersifat fleksibel. (6) hasil pembelajaran yang didapatkan sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik dan (7) prinsip yang digunakan dalam proses pembelajaran yaitu belajar sambil bermain sehingga menyenangkan bagi peserta didik. Sebelum melaksanakan pembelajaran tematik terpadu, guru harus mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Namun pada kenyataannya, dilihat dari hasil observasi yang sudah dilaksanakan oleh peneliti di kelas kelas V SDN 12 Padang Kubu pada tanggal 16-19 November 2020, peneliti melihat permasalahan proses yaitu pada aspek peserta didik, diantaranya (1) Peserta didik kurang berperan aktif dalam proses pembelajaran dikarenakan sudah terbiasa mendengarkan guru menyampaikan materi pembelajaran di depan kelas dengan metode ceramah. (2) Pengalaman secara langsung kurang diperoleh oleh
2250 peserta didik selama proses pembelajaran
sehingga materi yang dipelajari tidak bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
(3) Peserta didik kurang mampu untuk memecahkan masalah yang ada di kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi pembelajaran. (4) Peserta didik mudah lupa dengan materi yang sudah dipelajari karena tidak adanya penyimpulan materi oleh peserta didik (5) Hasil belajar yang diperoleh peserta didik pada pembelajaran Tematik Terpadu rendah. Sedangkan permasalahan dari aspek guru yaitu: (1) Pembelajaran terpusat pada guru dimana guru banyak berbicara didepan kelas. (2) Guru kurang menstimulsi peserta didik terkait materi pada tema yang akan dipelajari. (3) Guru kurang dalam mengaitkan materi dengan masalah-masalah yang ditemui peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. (4) Guru kurang memberikan peluang kepada peserta didik untuk menyelidiki dan menemukan sendiri. (5) Guru kurangmemberikan bimbingan dalam menyimpulkan sendiri terhadap informasi yang diperoleh oleh peserta didik.
Berdasarkan pernyataan di atas maka perlu diadakan pembaharuan dalam pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang cenderung terfokus pada guru (Teacher center) harus dijadikan pembelajaran yang terfokus pada peserta didik (Student center) dengan sebuah
model pembelajaranan Discovery Learning karena dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik baik menemukan sendiri, mengidentifikasi, menyelidiki dan membuktikan sendiri masalah yang terdapat di kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan materi pelajaran sehingga peserta didik dapat menemukan sendiri konsep baru. Sesuai dengan pendapat menurut Hosnan dalam Reinita (2019) Model Discovery Learning merupakan sebuah model pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk lebih aktif mengemukakan pendapatnya sehingga ilmu yang di dapatkan oleh peserta didik bertahan lama sehingga materi pelajaran akan selalu ingat oleh peserta didik..
Dengan demikian model Discovery Learning adalah solusi untuk menjadikan peserta didik aktif dalam pembelajaran dan meningkatkan keterampilan menemukan, menyelidiki, mencari dan memecahkan masalah yang terkait dengan materi pembelajaran. Dengan kelebihan model Discovery Learning yaitu dikemukakan Faisal (2014) antara lain: (a) Membantu peserta didik dalam mengembangkan kesiapan keterampilan dan kognitifnya; (b) pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik secara individual dapat mudah dimengerti dan bertahan lama dalam fikirannya; (c) dapat membangkitkan semangat belajar dan
2251 memotivasi peserta didik untuk lebih giat
dalam belajar; (d) peserta didik memiliki peluang untuk berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya; dan (e) menambah rasa percaya diri peserta didik dengan menemukan sendiri sehingga peran peserta didik sangat besar dalam proses pembelajaran dan peran guru sangat terbatas.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas. Maka, rumusal masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana peningkatan hasil belajar peserta tematik terpadu dengan menggunakan Model Discovery Learning di Kelas V SDN 12 Padang Kubu Pasaman?
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan maka tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta tematik terpadu dengan menggunakan Model Discovery Learning di Kelas V SDN 12 Padang Kubu Pasaman
METODE PENELITIAN Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah PTK. PTK adalah penelitian yang diadakan oleh guru guna merubah cara mengajar dalam kelas.
Menurut Hermawan, dkk (dalam Mardi, 2015) penelitian tindakan kelas adalah sebuah siklus yaitu aspek mengembangkan perencanaan, melakukan tindakan yang
sesuai dengan perencanaan, melaksanakan observasi terhadap tindakan yang dilakukan dan refleksi terhadap perencanaan yang telah dilakukan. Sejalan dengan pendapat Sanjaya (2009) PTK diartikan merupakan sebuah proes dalam pengkajian masalah pembelajaran dengan merefleksi diri sebagai upaya untuk memecahkan sebuah masalah dengan melakukan sebuah tindakan yang direncanakan dalam situasi nyata serta menganalisis pengaruh dari setiap perlakuan yang ada.
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di semester II (Januari-Juni) pada tahun ajaran 2020/2021 di kelas V SDN 12 Padang Kubu. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yakni siklus I dimana pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Rabu 31 Maret 2021 kemudian pertemuan 2 dilaksanakan senin 5 April 2021. Kemudian dilanjutkan ke sikus II yang dilaksanakan pada hari Kamis 15 April 2021.
Subjek Penelitian
Pada penelitian ini yang menjadi subjeknya yaitu guru dan peserta didik kelas V SDN 12 Padang Kubu yang bejumlah 22 orang dimana terdapat 12 orang peserta didik laki-laki dan 10 orang peserta didik perempuan. Selain itu yang terlibat dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai praktisi serta guru kelas V selaku observer.
2252 Prosedur Penelitian
Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan studi pendahuluan, berupa kegiatan observasi terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan di Kelas V SDN 12 Padang Kubu. Tujuannya untuk mengetahui apa saja permasalahan yang terdapat pada pembelajaran Tematik Terpadu di kelas V SDN 12 Padang Kubu. Pada studi pendahuluan peneliti mengamati secara langsung proses pembelajaran kemudian melakukan diskusi dengan guru kelas tentang pembelajaran yang dilaksanakan.
Pada saat melakukan observasi terlihat apa masalah yang akan diteliti. Dengan demikian permasalahan tersebut diatasi dengan penelitian tindakan kelas dengan beberapa tahapan prosedur yang akan dilalui yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan tahap refleksi.
Intrumen Penelitian
Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu tes dan non tes.
Tes berfungsi untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diberikan tindakan dengan menerapkan model Discovery Learning.
Tes ini dapat dilihat pemahaman peserta didik terhada materi yang dipelajari serta dapat memperkuat data observasi pada saat pembelajaran yang terjadi dalam kelas
dalam butir penugasan materi pembelajaran dari unsur peserta didik
Non tes dilakukan untuk mengukur serta memperoleh data dari penilaian sikap dan keterampilan peserta didik yang dilihat dari awal pembelajaran hingga proses pembelajaran berakhir dengan cara pengamatan termasuk didalamnya lembar penilaian RPP, lembar aktivitas guru dan lembar aktivitas peserta didik yang akan digunakan oleh observer untuk mengamati proses pembelajaran dengan memberikan tanda ceklis terhadap descriptor yang muncul.
Teknik Analisis Data
Data yang didapatkan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif akan memberikan gambaran terhadap kenyataan atau fakta yang terjadi yang sesuai denan data yang diperoleh yang dilakukan secara berkepanjangan sampai tuntas dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hasil belajar peserta didik serta respon yang diberikan terhadap proses pembelajaran yang terjadi. Seperti yang dijelaskan oleh Milles, dkk (dalam Sugiyono, 2011) bahwa dalam melakukan analisis data kualitatif harus dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus hingga tuntas, sehingga datanya sudah jenuh.
Sedangkan data kuantitatif digunakan untuk menentukan peningkatan
2253 hasil belajar peserta didik sebagai pengaruh
dari setiap tindakan yang dilakukan. Zainal (2012:110) bahwa “Analisis data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data yang diperoleh dari hasil kemampuan pemahaman konsep peserta didik”.
Menurut Kunandar (2010), dalam pelaksanaan PTK peneliti harus mengumpulkan 2 jenis data: (1) Data kuantitatif yaitu nilai hasil belajar yang berupa angka, (2) Data kualitatif ialah data didalamnya memuat kalimat dan bukan angka, seperti rumus Kemendikbud (2018:47) sebagai berikut:
Nilai = Jumlah skor maksimal diperoleh yang
skor Jumlah
x 100%
Dengan ketentuan kriteria taraf keberhasilannya sebagai berikut: peringkat sangat baik (A) = nilai 92< A ≤ 100, baik (B) = nilai 83 < B ≤ 92, cukup (C) = nilai 75 < C ≤ 83, dan kurang (D) = nilai ≤ 75
HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus I Pertemuan I
Perencanaan
Sebelum diadakan penelitian terlebih dahulu peneliti menyusun RPP, peneliti terlebih dahulu memilih tema, subtema pembelajaran yang akan dikembangkan dengan menggunakan model Discovery Learning Mulyasa (2015) (1) Stimulation (Pemberian rangsangan), (2) Problem Statement (Identifikasi
masalah), (3) Data collecting (Pengumpulan Data), (4) Data processing (Pengolahan Data), (5) Verification (Pembuktian), (6) Generalization (Menarik Kesimpulan) pada Semester II dikelas V
Tema yang dipakai dalam penelitian adalah 8 “Lingkungan Sahabat Kita”
subtema 1 manusia dan lingkungan pembelajaran 1. Mata pelajaran yang terkait dengan pembelajaran 1 adalah Bahasa Indonesia dan IPA. Perncanaan disusun satu kali pembelajaran, dialokasikan dalam waktu 6 x 35 menit atau satu hari pembelajaran. Pada siklus I pertemuan satu dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Maret 2021.
Perencanan tindakan pada siklus satu pertemuan dua sama halnya dengan penyusunan perencanaan dengan siklus pertama pertemuan pertama. RPP disusun, peneliti menganalisis setiap Kompetensi dasar yang akan dikembangkan dalam buku guru dan buku siswa kurikulum 2013 kelas V tema 8 semester II. RPP ini disusun pas dengan waktu penelitian dilaksanakan.
Perencanaan dirancang untuk satu kali pertemuan (6 x 35 menit) atau satu hari pembelajaran pada hari.
Materi pembelajaran pada siklus satu pertemuan pertama ini didapatkan dari buku guru, buku peserta didik, internet serta buku penunjang yang relevan. Sesuai dengan tema 8 “Lingkungan Sahabat Kita subtema 1 Mata pelajaran yang terkait
2254 dengan pembelajaran 1 adalah Bahasa
Indonesia dan IPA. memiliki KI, dan KD, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, media dan summber belajar, metode dan pendekatan pembelajaran, serta penilaian.
Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran tema 8 dengan menggunakan model Discovery Learning di kelas V SDN 12 Padang Kubu pada siklus I pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Maret 2021.
Pembelajarannya berlangsung selama 6 x 35 menit. Tema yang diajarkan pada siklus satu pertemuan 1 ini adalah tema 8
“Lingkungan Sahabat Kita” subtema 1
“Manusia dan Lingkungan” pembelajaran 1. Adapun muatan pembelajaran yang terkait pada pembelajaran 1 dengan muatan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPA.
Pelaksanaan pembelajaran terdri dari: a) kegiatan pendahuluan, b) kegiatan inti yang terdiri dari langkah-langkah model Discovery Learning, c) kegiatan penutup.
Pelaksanaan pembelajaran tematik menggunakan model Discovery Learning di kelas V SDN 12 Padang Kubu pada siklus I pertemuan 2 dilaksanakan hari Senin 5 April 2021. Pembelajarannya berlangsung selama 6 x 35 menit. Tema yang diajarkan pada siklus satu ini adalah tema 8 “Lingkungan Sahabat Kita” subtema
2 “Perubahan Lingkungan” Pembelajaran 1 yang terdiri dari mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPA.
Kegiatan pembelajaran terdri dari:
a) kegitan pendahuluan, b) kegiatan inti yang terdiri dari langkah-langkah model Discovery Learning c) kegiIatan pentup.
Pengamatan
a. Pengamatan Aspek RPP
berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru kelas V yang bertindak sebagai observer terhadap peneliti, pada lembar pengamatan RPP pada siklus I pertemuan 1 diperoleh jumlah skor 36 dari skor maksimal yaitu 44, maka nilai siklus satu pertemuan satu adalah 81,8% dengan kualifikasi (B). Sedangkan pengamatan pada lembar penilaian RPP sikluus I pertemuan 2 diperoleh skor 38 dengan skor maksimal 44, maka nilai siklus I pertemuan 2 adalah 86% dengan kualifikasi baik (B).
Jadi hasil penggamatan yang dilakukan oleh guru kelas V sebagai observer terhadap peneliti, pada lembar penilaian RPP siklus I diperoleh persentrase nilai rata-rata 83,5% dengan kualifikasi baik (B).
b. Pengamatan Aspek guru
Berdasarkan hasil dari pengamatan yang dilakukan oleh guru kelas V sebagai observer terhadap aktivitas yang dilakukan peneliti dalam pembelajaran siklus I pertemuan 1 diperoleh jumlah skor 30 dari
2255 skor maksimal 40. Dengan demikian,
presentase nilai aktivitas guru ini adalah 75% dengan taraf keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran termasuk pada katerori cukup (C). Sedangkan hasil dari pengamatan yang dilakukan oleh observer pada pembelajaran siklus I pertemuan 2 diperoleh jumlah nilai yaitu 34 dari skor maksimal 40 dengan presentase nilai yang diperoleh yaitu 85%, menunjukkan bahwa taraf keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik termasuk kualifikasi baik (B).
Dengan demikian pengamatan yang dilakukan oleh guru kelas V sebagai observer terhadap aktivitas yang dilakukan guru pada siklus I diperoleh persentase nilai rata-rata 80%. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran termasuk dalam kualifikasi cukup (B).
c. Pengamatan Aspek peserta didik
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru kelas V sebagai observer terhadap aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran pada siklus I pertemuan 1 diperoleh jumlah skor 30 dari skor maksimal yaitu 40 dengan presentase nilai yaitu 75%. Ini menggambarkan bahwa keberhasilan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran tematik termasuk kedalam kualifikasi cukup (C).
Menurut hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap aktvitas
pesrerta didik dalam proses pembelajaran siklus satu pertemuan 2 jumlah skor yang diperoleh yaitu 34 dari jumlah skor maksimal 40 sehingga presentase nilai yang diperoleh dari aktivitas peserta didik adalah 85% (B). Hal ini menggambarkan bahwa keberhasilan peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran pada tema 8 tergolong pada kriteria baik (B).
Jadi berdasarkan hasil pengamatan yang dinilai oleh observer terhadap aktivitas peserta didik pada siklus I diperoleh pesentase nilai rata-rata 80%. Hal ini menampilkan bahwa keberhasilan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran tergolong pada kriteria cukup (C).
d. Hasil belajar
Peningkatan hasil belajar peserta didik dilihat berdasarkan hasil rekapitulasi hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran tema 8 dengan menggunakan model Discovery Learning pada siklus I pertemuan I, diperoleh nilai rata-rata kelas 72,3 dengan kualifikasi (D). Sedangkan hasil belajar pada siklus I pertemuan 2 memperoleh rata-rata kelas 81 dengan kualifikasi (C), sehingga persentase hasil belajar pada siklus I yaitu 76,6 dengan kualifikasi (C).
Refleksi
2256 Berdasarkan kolaborasi yang
dilakukan oleh peneliti bersama guru kelas V pada aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh peserta didik pada siklus I belum maksimal sehingga hasil yang diperoleh oleh peserta didik belum sesuai dengan apa yang di harapkan, oleh sebab itu perlu kiranya dilakukan perbaikan karena masih ada kegiatan yang belum dicapai pada siklus I. Pada pertemuan selanjutnya dilakukan perbaikan atas kekurangan- kekurangan yang terjadi di siklus I.
Siklus II Perencanaan
Perncanaan yang dilakukan pada siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus I.
RPP yang dirancang yaitu tema 8
“Lingkungan Sahabat Kita” sub tema 3
“Usaha Pelestarian Lingkungan”
pembelajaran 1 dengan menggunakan model Discovery Learning. RPP dirancang untuk satu kali pertemuan dengan alokasi waktu (6 x 35 menit) atau 1 hari pembelajaran pada Kamis 15 April 2021 Pelaksanaan
Pelaksanan perencanaan siklus II dengan model Discovery Learning masih pada tema 8 “Lingkungan Sahabat Kita”
subtema 3” Usaha Pelestarian Lingkungan”
pembelajaran 1 yang dilaksanakan pada Kamis 15 April 2021. Dalam pelaksanaan penelitian berlangsung peneliti bertindak
sebagai guru sedangkan guru kelas V bertindak sebagai observer.
Pelaksanaan pembelajaran terdiri dari: a) kegiatan pendahuluan, b) kegiatan inti yang terdiri dari langkah-langkah model Discovery Learning) kegiatan penutup.
Pengamatan
a. Pengamatan Aspek Penilaian RPP siklus II
Menurut pengamatan yang telah dilakukan oleh guru kelas V sebagai observer pada lembar penilaian RPP diperoleh skor 40 dari skor maksimal yaitu 44 sehingga persentase nilai yang diperoleh yaitu 91% dengan kriteria sangat baik (SB).
b. Pengamatan Aktivitas Guru Siklus II Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh guru sebagai observer terhadap aktivitas guru pada proses pembelajaran di siklus II dengan perolehan jumlah skor yaitu 37 dari jumlah skor maksimal 40. Dengan demikian, presentase nilai yang diperoleh dari aktivitas guru ini adalah 92,5%. Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat bahwa keberhasilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran sudah mencapai kriteria sangat baik (SB).
c. Pengamatan Aktivitas Peserta Didik pada Siklus II
Berdasarkan hasil yang telah dilakukan oleh observer terhadap aktivitas peserta didik selama kegiatan pembelajaran pada siklus II diperoleeh skor 37 dari skor
2257 maksimal 40. Berdasarkan perolehan skor
tersebut didapatkan presentase nilai aktivitas peserta didik yaitu 92,5% (SB).
Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran pada tema 8 dengan kualifikasi sangat baik (SB).
d. Hasil belajar
Pada pembelajaran tema 8 subtema 3 pembelajaran 1 dilaksanakan dengan menggunakan model Discovery Learning dilakukan di SDN 12 Padang Kubu diperoleh nilai rata-rata 86,3 dengan kualifikasi baik (B).
Refleksi
Dari hasil penilaian observer terhadap pelaksanaan pembelajaran tema 8 yang peneliti lakukan dengan guru kelas V selaku observer untuk hasil siklus satu dapat dikatakan berhasil. Hasil belejar peserta didik pada siklus II sudah meningkat dari siklus I sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pada siklus II sudah mencapai kriteria yang diinginkan.
Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini disudahi pada siklus II dan tidak diteruskan lagi ke siklus selanjutnya.
Pada sebelumnya sudah dibahas dan sudah peneliti paparkan. Hal yang berhubungan tentang bagaimana hasil belajar peserta didik pada tema 8 dengan model Discovery Learning. Dari pelaksanaan pembelajaran tema 8 diperoleh persentase sebagai berikut: (1) persentase RPP siklus I yaitu 83,5% (B) aktivitas guru
pada pelaksanaan siklus I 80% (B) (3) persentse aktivitas peserta didik pada pelaksanaan siklus I 80% (B), (4) persentase asil belajar peserta didik pada siklus I 76,6%, (5) persentase RPP siklus II 91%(SB) (6) persentase aktivitas guru pada pelaksanaan siklus II 92,5% (SB), (7) persentase aktivitas peserta didik pada pelaksanaan siklus II 92,5% (SB), (8) persentase hasil belajar siklus II 86,3%(B) Grafik Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Tematik Terpadu dengan Menggunakan Model Discovery Learning Menurut Majid Di Kelas V SDN 12 Padang Kubu.
SIMPULAN
Penelitiian ini berhubungan dengan penggunaan model Discovery Learning untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dimana pada siklus I ke siklus II pada setiap pertemuannya dengan persentase nilai yang didapat pada siklus I 76,6% lalu pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 86,3%. Berdasarkan hasil ini dapat dilihat kemampuan mengalami
0 50 100
RPP Analisis
Aktifitas Guru
Analisis Aktifitas Peserta Didik
Hasil Belajar
Chart Title
SiklusI pertemuan 1 Siklus I pertemuan 2 Siklus II
2258 peningkatan dari siklus I sampai siklus ke
II.
SARAN
Berdasarkan kesimpulan yang didapatkan dari penelitian yang telah dilakukan, diajukan beberapa saran untuk dipertimbangkan:
Pembelajaran tematik
menggunakan Model Discovery Learning layak untuk dipertimbangkan oleh guru terutama di tingkat SD untuk menjadi model Discovery Learning sebagai alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenngkan dan menjadi referensi dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran untuk meningkatkan proses pembelajaran dan memperoleh hasil belajar yang lebih baik.
Sebelum pelaksanaan pembelajaran guru diharapkan dapat menerapkan Model Discovery Learning dalam pembelajaran dengan memahami langkah-langkah model Discovery Learning yaitu: (1) Stimulation (Pemberian rangsangan), (2) Problem Statement (Identifikasi masalah), (3) Data collecting (Pengumpulan Data), (4) Data processing (Pengolahan Data), (5) Verification (Pembuktian), (6) Generalization (Menarik Kesimpulan).
Pada penerapan model Discovery Learning diharapkan memberikana motivasi dan menjadi bahan acuan dalam
menciptakan inovasi dalam pembelajaran disekolah sebagai variasi dalam mengajar
REFERENSI Faisal. (2014). Sukses Mengawal
Kurikulum 2013 di SD (Teori dan Aplikasi).
Yogyakarta: Diandra Creative.
Kemendikbud. (2018). Panduan Penilaian K13 SD Edisi Revsi 2018. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Majid, Abdul. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT remaja Rosdakarya Offset.
Mulyasa. (2015). Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Purti, Dewi & Eliyasni . (2020).
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Mengguakan Model Pembelajaran Role Playing Sekolah Dasar.
Jurnal Pendidikan Tembusai (Vol 4 No 3), 3090.
Reinita. (2019). Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran PKn di Kelas V SDN 02 Aur Kuning Bukittinggi.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar (Vol 3 No 2), 14.
2259 Rusman. (2015). Pembelajaran tematik
Terpadu. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.