PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV SDN KAWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN
KOPERATIF TIPE STAD
Abdul Manan1, Setria Utama Rizal 2
1SDN Kawa Lamandau
2IAIN Palangka Raya
E-mail: [email protected]1, [email protected]
Abstrak
Penelitian Tindakan kelas ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SDN Kawa. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pengajaran yang diberikan kepada Peserta didik kelas IV SDN Kawa. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas IV SDN Kawa pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 untuk pokok bahasan Q.S. Al Hujurat Ayat 13 Penelitian dilakukan dalam dua bagian, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sama halnya dengan siklus II yang memiliki kesamaan dengan siklus I, begitu pula dengan siklus II.
Dalam metodologi penelitian ini, alat untuk pengumpulan dan analisis data termasuk teknik tertulis untuk menganalisis data secara deskriptif seperti tinjauan kinerja karyawan Peserta didik dan observasi buku besarTes Hasil Belajar digunakan untuk menganalisis data hasil belajar Peserta didik. Ketuntasan hasil belajar Peserta didik dari siklus I yang mengalami ketuntasan 8 Peserta didik atau sebesar 67% dengan rata-rata 72, pada siklus II meningkat menjadi 12 Peserta didik atau sebesar 100% dengan nilai rata-rata 88, adanya peningkatan ketuntasan hasil belajar Peserta didik. Disimpulkan bahwa pendekatan kooperatif gaya STAD dapat meningkatkan hasil belajar Peserta didik pada materi Q.S Al-Hujurat ayat 13.
Kata kunci: Hasil Belajar, PAI, Cooperatve Learning Tipe STAD
Pendahuluan
Tujuan utama pendidikan adalah mendorong peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan hidup, dan sikap/akhlak dalam hidup.
Dengan demikian, suatu proses pendidikan dan pembelajaran dikatakan berhasil apabila peserta didik mengalami perubahan menjadi lebih baik dalam pengetahuan, keterampilan dan perubahan positif menuju kematangan sikap atau perilaku.
Proses kegiatan belajar mengajar (KBM), guru memegang peranan yang sangat penting sebagai fasilitator tercapainya tujuan belajar. Oleh karena itu, berbagai macam cara mengajar (Metode) perlu digunakan agar Peserta didik dengan mudah mengerti makna dari pelajaran yang diberikan guru dan dapat menerapkan ilmu yang didapatnya dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan metode pembelajaran menjadi salah satu faktor terpenting yang menentukan keberhasilan suatu proses pembelajaran. Karena itu, guru diharapkan mampu memilih metode yang tepat untuk diterapkan dalam proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Metode pengajaran adalah metode yang digunakan guru untuk berinteraksi dengan Peserta didik dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu peran metode mengajar merupakan alat untuk menciptakan proses belajar peserta didik dalam hubungannya dengan guru, atau dengan kata lain menciptakan interaksi edukatif.
Hasil observasi sebelum siklus (pra siklus) yang dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2023 di SDN Kawa di Kelas IV, peneliti menemukan beberapa permasalahan diantaranya: 1) Peserta didik tidak mampu menjelaskan makna yang terdapat dalam QS. Al Hujurat ayat 13. 2) Masih banyak kekeliruan dalam membedakan hukum bacaan. 3) Masih ditemukan beberapa peserta didik yang belum hafal QS. Al Hujurat ayat 13). Adanya peserta didik yang malu bertanya padahal belum memahami makna yang terdapat dalam QS. Al Hujurat ayat 13.
Tabel 1: Observasi Awal Hasil Belajar Peserta Didik No Nama Peserta
didik
KKM Nilai (x)
Keterangan
Keterangan Tuntas BT
1 Putri 70 75 √ - Tuntas
2 Elsa 70 30 - √ Belum Tuntas
3 Nawang sari 70 75 √ - Tuntas
4 Kayla 70 70 √ - Tuntas
5 Riki 70 35 - √ Belum Tuntas
6 Ika 70 45 - √ Belum Tuntas
7 Husin 70 40 - √ Belum Tuntas
8 Fita 70 50 - √ Belum Tuntas
9 Candra 70 70 √ - Tuntas
10 Meysa 70 55 - √ Belum Tuntas
11 Desta 70 55 - √ Belum Tuntas
12 Jinggo 70 70 √ - Tuntas
Jumlah 670 Rata-rata 55,83
Peserta didik yang tuntas 41,7 % Peserta didik yang tidak tuntas 58,3 % Sumber: Dokumen Pribadi
Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran multimetode dan strategi belajar mengajar yang beragam. Pembelajaran memungkinkan Peserta didik mengembangkan kecerdasan yang berbeda-beda (Gardner menyebutnya dengan istilah kecerdasan majemuk). Dalam hal ini kegiatan pembelajarannya peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) untuk meningkatkan prestasi belajar Peserta didik di Kelas IV SDN Kawa.
Metode/Metodologi
Penelitian ini menerapkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang sebagi bentuk kajian reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan rasional berdasarkan tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap aktivitas yang dilakukan itu, serta meningkatkan kondisi dimana praktek pembelajaran tersebut dilakukan. Jenis penelitian ini menggunakan model penelitian Hopkins (dalam Hobri, 2007: 81) berbentuk spiral yang terdiri dari tahapan penelitian tindakan pada suatu siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Metode Analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif di terapkan pada Penelitian ini yang dilaksanakan dari tanggal 9 Agustus sampai dengan 21 Agustus 2023 di SDN Kawa kelas IV Semester I tahun pelajaran 2023-2024.
Subjek pada penelitian ini merupakan peserta didik kelas IV SDN Kawa semester ganjil tahun pelajaran 2023-2024. Jumlah Peserta didik di kelas IV adalah 12 Peserta didik beragama islam yang terdiri dari 5 laki-laki dan 7 prempuan. Sedangkan objek penelitiannya adalah aktivitas dan hasil belajar Peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD). Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan beberapa metode, yaitu: metode observasi (kartu pengamatan) untuk aktivitas Peserta didik dan metode tes untuk hasil belajar Peserta didik.
Menurut Salahudin (2015), penelitian tindakan kelas bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Penelitian ini menjadi salah satu usaha guru dan Peserta didik melalui berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Penelitian ini menjadi bentuk refleksi berupa tindakan tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran di kelas secara efektif, efisien dan profesional (Salahudin, 2015).
Melalui penelitian tindakan, guru memperoleh banyak pengalaman terkait bagaimana mempraktikkan pembelajaran yang efektif, bukan mendapatkan pengetahuan baru dari penelitian tindakan yang dilakukannya. Menurut Aqib (2006), PTK dicapai melalui proses cyclical review yang terdiri dari empat
langkah, yaitu: (a) Rencana, (b) Bertindak, (c) Amati, (d) Renungkan (Aqib, 2006).
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Dari data yang terkumpul, peneliti menganalisis semua data yang diperoleh berdasarkan hasil observasi, tes formatif maupun catatan lapangan serta dokumentasi di SDN Kawa. Pembelajaran PAI dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD).
Hasil belajar yang dicapai peserta didik dapat diketahui melalui penilaian hasil belajar. Hasil belajar menurut Sudjana (1992:22) kemampuan yang diperoleh seorang peserta didik setelah memperoleh pengalaman belajar. Sehingga guru dapat mengobservasi peningkatan hasil belajar peserta didik. Penelitian akan dilakukan dalam dua siklus pembelajaran yang berhasil. Data yang diperoleh mengenai hasil belajar Peserta didik pada Mata Pelajaran PAI materi Q.S AL Hujurat ayat 13 kelas IV SDN Kawa dapat dilihat pada tabel berikut;
Tabel.2 Observasi hasil belajar peserta didik Siklus I
No Nama Peserta didik Skor Tuntas Tidak Tuntas Ket.
1 Putri 80 ✓
2 Elsa 60 ✓
3 Nawang sari 80 ✓
4 Kayla 70 ✓
5 Riki 75 ✓
6 Ika 80 ✓
7 Husin 75 ✓
8 Fita 80 ✓
9 Candra 60 ✓
10 Meysa 60 ✓
11 Desta 60 ✓
12 Jinggo 85 ✓
TOTAL SKOR 865
TOTAL SKOR MAKS 1200
RATA-RATA HASIL BELAJAR 72 PERSENTASE KETUNTASAN 67%
berdasarkan tabel di atas, dapat ditarikkesimpulan hasil belajar 8 Peserta didik yang sudah tuntas dan Peserta didik yang tidak tuntas berjumlah 4 Peserta didik.
Keterangan :
Jumlah Tuntas 8 Peserta didik
Jumlah Belum tuntas 4 Peserta didik Presentase hasil belajar = Jumlah Tuntas
Banyak Peserta didik
Tabel 3. Data Rekapitulasi Hasil Belajar Siklus I Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Total
8 4 12
67% 33% 100%
Data di atas menampilkan dari total 12 Peserta didik terdapat 4 Peserta didik yang tidak tuntas atau tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM). Jumlah persentase Peserta didik tuntas 33 persen dan persentase 67 persen dengan jumlah Peserta didik tuntas 8 Peserta didik.
Tabel 4. Daftar Skala Nilai Pendidikan Agama Islam kelas IV
No Skala Nilai Kriteria Jumlah Peserta didik
Jumlah %
1 91-100 Sangat baik 0 0
2 80-89 Baik 5 42
3 70-79 Cukup baik 3 25
4 60-69 Kurang baik 4 33
5 50-59 Tidak baik 0 0
Jumlah Kesimpulan:
❖ Peserta didik yang mendapat nilai sangat baik sebanyak 0 Peserta didik.
❖ Peserta didik yang mendapat nilai baik sebanyak 5 Peserta didik.
❖ Peserta didik yang mendapat nilai cukup baik sebanyak 3 Peserta didik.
❖ Peserta didik yang mendapat nilai kurang baik sebanyak 4 Peserta didik.
❖ Peserta didik yang mendapat nilai tidak baik sebanyak 0 Peserta didik.
Gambar 5. Bentuk Perolehan nilai siklus I dalam diagram
0 2 4 6 8
TUNTAS TIDAK TUNTAS
Series1
Tabel 5. Observasi hasil belajar peserta didik Siklus II
No Nama Peserta didik Skor Tuntas Tidak Tuntas Ket.
1 Putri 83 ✓
2 Elsa 75 ✓
3 Nawang sari 83 ✓
4 Kayla 83 ✓
5 Riki 100 ✓
6 Ika 100 ✓
7 Husin 83 ✓
8 Fita 100 ✓
9 Candra 83 ✓
10 Meysa 83 ✓
11 Desta 83 ✓
12 Jinggo 100 ✓
TOTAL SKOR 1056
TOTAL SKOR MAKS 1200
RATA-RATA HASIL BELAJAR 88 PERSENTASE KETUNTASAN 100%
Dari tabel di atas diperoleh nilai Peserta didik yang tuntas 12 Peserta didik dan tidak tuntas 0 Peserta didik.
Keterangan :
Tuntas 12 Peserta didik Tidak tuntas 0 Peserta didik
Presentase hasil belajar = Jumlah Tuntas Banyak Peserta didik
Tabel 6. Data Rekapitulasi Hasil Belajar Siklus II Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Total
1 2 3
12 0 12
100% 0% 100%
Data di atas menunjukkan dari 12 Peserta didik terdapat 0 Peserta didik yang tidak tuntas atau tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM). Jumlah persentase Peserta didik tuntas 100 persen dan persentase Peserta didik belum tuntas 0 persen.
Tabel 7. Daftar Skala Nilai Pendidikan Agama Islam kelas IV No Skala Nilai Kriteria Jumlah Peserta
didik
Jumlah %
1 91-100 Sangat baik 4 34
2 80-89 Baik 7 58
3 70-79 Cukup baik 1 9
4 60-69 Kurang baik 0 0
5 50-59 Tidak baik 0 0
Jumlah Kesimpulan:
❖ Mendapat nilai kategori sangat baik sebanyak 4 Peserta didik.
❖ Mendapat nilai kategori baik sebanyak 7 Peserta didik.
❖ Mendapat nilai kategori cukup baik sebanyak 1 Peserta didik.
❖ Mendapat nilai kategori kurang baik sebanyak 0 Peserta didik.
❖ Mendapat nilai kategori tidak baik sebanyak 0 Peserta didik.
Gambar 8. Nilai siklus II dalam diagram
0 5 10 15
TUNTAS TIDAK TUNTAS Series1
Berdasarkan data penelitian siklus I dan Siklus II di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat hasil belajar Peserta didik pada siklus I mencapai 67% tuntas dan 33% tidak tuntas, kemudian pada siklus II hasil belajar Peserta didik 100% tuntas dan 0% belum tuntas. Penelitian ini menggunakan model penelitian Hopkins (dalam Hobri, 2007: 81) yang berbentuk spiral dengan tahapan penelitian tindakan pada suatu siklus yang meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sehingga penelitian dapat dilaksanakan secara terstruktur dan memperoleh hasil yang akurat.
Keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran persentasenya 88%
dengan kategori Aktif. Data ini menunjukkan bahwa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) hasil belajar Peserta didik meningkat.
Tabel 9. Hasil Belajar Peserta didik Siklus I dan Siklus II PTK Jumlah Peserta
didik
Tuntas Tidak Tuntas KBM
Siklus I
12 8 4
Siklus II 12 0 70
Berdasarkan tabel hasil belajar Peserta didik di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Peserta didik mengalami kemajuan dan peningkatan yang signifikan yang berarti penerapan model pembelajaran kolaboratif tipe STAD pada Pelajaran PAI materi Q.S Al-Hujurat Ayat 13 Kelas IV SDN Kawa mempunyai potensi untuk meningkatkan hasil belajar Peserta didik. Hal ini sejalan dengan pendapat Sudjana (1992:22) yang menyatakan kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Penerapan model pembelajaran kolaboratif tipe STAD memberikan pengalaman Oleh karena itu, guru harus dapat menggunakan dan memilih model pembelajaran yang sesuai yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran yang tercantum dalam RPP. Guru juga diharapkan mampu memantau dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk dapat berinovasi dalam pembelajaran.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Peserta didik pada pendidikan agama Islam materi Q.S Al-Hujurat ayat 13, model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division
(STAD) mengalami peningkatan setiap siklusnya. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar Peserta didik pada SDN Kawa Kelas IV Pendidikan Agama Islam meningkat. Oleh karena itu, penggunaan model pembelajaran kolaboratif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar Peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Hal ini sesuai pendapat Salahudin (2015), yang menyatakan penelitian tindakan kelas adalah penelitian aktual yang bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran di kelas.
Saran yang peneliti berikan berlandaskan kegiatan penelitian yang telah dilaksanakan antara lain agar pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat diterapkan dalam meningkatkan hasil belajar Peserta didik. Anggaplah model ini sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran agar lebih efektif. Selain itu, untuk mengukur keberhasilan pembelajaran pendidikan agama Islam materi Q.S Al-Hujurat ayat 13, hendaknya setiap peserta didik dilakukan penilaian pada akhir proses pembelajaran. Hal ini untuk mengetahui peningkatan pemahaman Peserta didik terhadap materi yang disampaikan.
Referensi
Peraturan daerah provinsi kalimantan selatan nomor 3 tahun 2009 tentang Pendidikan al-Qur’an
Agus Suprijono, Cooperative Learnning Teori & Apllikasi Paikem, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2010.
Arikunto, Suharsimi, Penelitian Tindakan kelas, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
---, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 1991.
Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafendo Persada, 2008.
Departemen Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Penelitian Tindakan Kelas, Direktorat Tenaga Kependidikan, 2003.
Depag RI, Al-Qur'an Dan Terjemahnya, Jakarta Th. 1989.
Dimyati, Mudjiono, Belajar Dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999.
E. Mulyasa, Kurikulum berbasis kompetensi, Konsep, karakteristik, implementasi dan Inovasi, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008.
---, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: PT. Rosdakarya, 2000.
Hamzah B. Uno, Perencanaan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2011.
Isjoni, Pembelajaran Koperatif Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
Masitoh, & Laksmi Dewi, Strategi Pembelajaran, Jakarta Depag RI. 2009.
Mendiknas, Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS, Bandung, Nuansa Aulia, 2005.
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Praktek Baru, Bandung:
Rosdakarya, 1995.
Mulyana Abdurrahman, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta, PT.Rieneka Cipta, 2003.
M. Dalyono, Psikologi Pendidikan, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2001.
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya, 1995.
Oemar Hamaik, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara, 2007.
Purwanto, Prinsip-Prinsip dan Tehnik Evaluasi Pengajaran, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000.
Salim Bahreisy, Riadhus solilhin, penerbit PT Alma Arif Bandung cet. 9 jil. 2 th 1986.
Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Srandar Proses Pendidikan.
Jakarta: Prenada Media Group. 2007.
Sudjana, Nana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Biru, 1989).
Sudjana, Nana, Cara Belajar Peserta didik Aktif Dalam Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru. 1998).