• Tidak ada hasil yang ditemukan

peningkatan kemampuan menulis puisi bebas dengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "peningkatan kemampuan menulis puisi bebas dengan"

Copied!
117
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Penelitian ini merupakan wujud pengabdian dan penerapan ilmu yang diperoleh, sehingga memberikan pengalaman bagi peneliti serta mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat khususnya di bidang pendidikan dan puisi.

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Relevan

Penelitian ini relevan dengan penelitian yang akan peneliti lakukan yaitu mengenai teknik yang digunakan dan keterampilan menulis puisi. Perbedaan penelitian ini dengan yang akan diteliti adalah penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen sedangkan peneliti menggunakan penelitian tindakan di kelas. Perbedaan penelitian ini dengan yang akan diteliti adalah penelitian ini menggunakan model standar sedangkan peneliti hanya mempelajari teknik observasi langsung.

Pembelajaran Sastra

Dengan mengapresiasi karya sastra, peserta didik memperoleh pencerahan batin melalui nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra, yang merupakan cerminan realitas pengarangnya.

Keterampilan Menulis

Senada dengan Lassa (2005:7), ia juga menyatakan bahwa menulis adalah suatu proses mengungkapkan gagasan dan pemikiran dengan menggunakan suatu sistem tertentu dalam bentuk tulisan. Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah suatu proses komunikasi manusia secara tidak langsung dengan cara mengungkapkan gagasan-gagasan dalam kepala sehingga terciptalah suatu karya.

Standar Kemampuan Menulis yang Baik

Tulisan yang baik mencerminkan kemampuan penulis dalam menulis secara persuasif: membangkitkan minat pembaca terhadap pokok bahasan dan menunjukkan pemahaman yang baik. Tulisan yang baik harus jujur, jelas dan ringkas, tidak mengandung gagasan yang salah atau sewenang-wenang, serta tidak membingungkan pembaca.

Tujuan Menulis

Tujuannya agar siswa menjadikan menulis bukan sekedar keterampilan yang harus dikuasai saat belajar, namun siswa dapat menjadikan menulis sebagai suatu kegiatan yang mendatangkan berbagai manfaat, antara lain psikologis, ekonomi, dan sosiologis.

Tahapan Menulis

Penelitian keterampilan menulis puisi bebas siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Makassar dengan menggunakan teknik observasi subjek langsung akan dilanjutkan pada siklus berikutnya dengan menggunakan metode yang sama. Pada bagian ini akan dibahas temuan penelitian mengenai peningkatan keterampilan menulis puisi dengan teknik observasi objek langsung pada siswa VIII. kelas di SMP Negeri 13 Makassar. Proses penggunaan teknik observasi objek langsung untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi dalam penelitian ini berlangsung dalam dua siklus.

Data perencanaan pembelajaran keterampilan menulis puisi menggunakan teknik observasi objek langsung pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Makassar. Peneliti terlibat langsung dalam upaya memberikan teknik observasi objek langsung pada pembelajaran menulis puisi. Pemaparan data siklus I 1) Tahap perencanaan.. a) Penyusunan bahan ajar menggunakan teknik observasi objek langsung belajar menulis puisi.

Penyajian data siklus II 1) Tahap perencanaan.. a) Penyusunan bahan ajar menggunakan teknik observasi objek langsung pembelajaran menulis puisi. Siswa mampu bekerja sama dengan teman untuk melakukan aktivitas dengan tahapan proses pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik observasi objek langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan teknik observasi objek langsung dalam pembelajaran menulis puisi pada mata pelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Diharapkan kepada para guru khususnya guru bahasa Indonesia untuk menggunakan teknik observasi langsung terhadap mata pelajaran yang diajarkan sejak usia dini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi.

Jenis Menulis

Puisi

Teknik Pengamatan Objek Secara Langsung

Langkah-Langkah Pembelajaran Menulis Puisi dengan Teknik

Kerangka Pikir

Hipotetis

METODE PENELITIAN

Lokasi dan Subjek Penelitian

Sesuai dengan judul penelitian, lokasi penelitian ini dilakukan di SMP 13 Makassar yang terletak di Jl. Subyek penelitian adalah benda, benda atau orang yang melekat pada variabel dan menjadi subjek penelitian (Suandi, 2008). Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.9 SMP Negeri 13 Makassar yang berjumlah 36 orang, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan.

Fokus Penelitian

Prosedur Penelitian

Guru melaksanakan proses pembelajaran menulis puisi bebas sesuai rencana yang telah dibuat sebelumnya dengan melaksanakannya. Observer (peneliti sendiri) menggunakan instrumen observasi antara lain lembar observasi, panduan penilaian dan catatan lapangan. Peneliti dan guru mendiskusikan dan menganalisis hasil observasi pada siklus I khususnya yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi dalam tindakan kelas, baik pada siswa, pada lingkungan maupun pada guru.

Peneliti dan guru menarik kesimpulan tentang kemampuan siswa setelah diberikan tindakan dan menilai keterampilan masing-masing siswa dalam berlatih drama dengan menggunakan teknik observasi objek langsung. Kegiatan pada siklus II mengikuti prosedur pada siklus I yang meliputi perencanaan, tindakan/pelaksanaan, observasi dan refleksi. Perencanaan siklus II ini disusun bersama antara peneliti dan guru bahasa Indonesia sebagai kolaborator.

Namun pada tahap perencanaan ini peneliti dan kolaborator kembali melakukan diskusi untuk membuat rencana yang berbeda dari siklus I, dilanjutkan dengan mengamati hasil pembelajaran menulis puisi pada siklus I. Pembelajaran dilakukan seperti biasa. Peneliti dan guru mendiskusikan dan menganalisis hasil observasi pada siklus I khususnya yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi dalam tindakan kelas, baik pada siswa, pada lingkungan maupun pada guru. Peneliti dan guru membuat kesimpulan tentang kemampuan siswa setelah menjalani tindakan dan menilai keterampilan masing-masing siswa dalam latihan drama dengan menggunakan teknik observasi objek langsung.

Kegiatan pada siklus II mengikuti prosedur pada siklus I yang meliputi perencanaan, tindakan/pelaksanaan, observasi dan refleksi.

Instrumen Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Data hasil belajar siswa diambil dengan menggunakan tes hasil belajar pada setiap akhir siklus. Kriteria penilaian puisi terdapat pada tabel 3.2: Tabel 3.2 Format penilaian Pedoman penulisan puisi.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis kualitatif digunakan untuk memberikan nilai dalam kegiatan observasi dengan menggunakan data hasil kegiatan observasi (Djojosuroto, dkk; 2014:138). Data observasi dianalisis untuk mengetahui aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menulis puisi dan digunakan untuk mengetahui permasalahan dan kendala yang dialami siswa pada saat menulis puisi bebas. Siswa yang aktif dalam proses pembelajaran Siswa yang memperhatikan penjelasan guru Siswa yang memerlukan bimbingan dalam menulis Siswa yang kurang percaya diri dalam menulis.

Tabel 3.4: Statistik Deskriptif Ketuntasan Belajar Siswa
Tabel 3.4: Statistik Deskriptif Ketuntasan Belajar Siswa

Indikator Keberhasilan

Hal ini terlihat dari tingkah laku siswa yang beragam, ada yang mengerjakan tugas pelajaran lain, ada yang meminta izin keluar dan ada pula yang mengganggu teman-temannya yang sedang belajar. Hal ini menunjukkan bahwa lebih sedikit siswa yang melakukan hal-hal negatif seperti membuat keributan, mengerjakan tugas lain dibandingkan pertemuan sebelumnya. Hal ini ditandai dengan banyaknya siswa yang melakukan aktivitas negatif seperti ribut, bermain-main dan lain sebagainya.

Hal ini yang diamati peneliti yaitu hanya siswa yang duduk di baris pertama saja yang aktif dan fokus dalam proses belajar mengajar. Hal ini menunjukkan banyaknya siswa yang aktif selama kegiatan pembelajaran, seperti: aktif bertanya, menjawab pertanyaan, meminta bimbingan peneliti. Melihat kemampuan keterampilan menulis siswa yang tercermin dari hasil belajar pada siklus I, maka peneliti memandang perlu dilakukannya beberapa perubahan tindakan untuk mencapai hasil yang maksimal pada siklus II. B.

Namun masih banyak siswa yang tidak mau mengemukakan pendapat dan menjawab pertanyaan yang diberikan temannya dan pada saat berdiskusi masih belum bisa bekerjasama dan hanya…melakukan aktivitas lain atau hanya diam saja. Secara umum dapat dikatakan bahwa perhatian dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran meningkat ditandai dengan perhatian siswa ketika membahas materi pelajaran, kurangnya siswa yang tidak memperhatikan pembelajaran yang diberikan peneliti. Adanya siswa yang melakukan aktivitas lain pada saat proses pembelajaran, seperti membuat keributan, bermain, keluar masuk kelas, sehingga mengganggu proses pembelajaran yang berdampak pada tidak maksimalnya penggunaan waktu pembelajaran adalah salah satunya. kendala-kendala yang menghambat tidak optimalnya implementasi siklus ini.

Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa jumlah siswa yang hadir pada saat pembelajaran berlangsung adalah siswa yang penuh perhatian, siswa yang melakukan aktivitas negatif, siswa yang mampu memahami masalah yang disampaikan, siswa yang mampu menciptakan masalah. rencana pemecahan masalah dan siswa yang mampu mengecek kembali langkah-langkah penyelesaiannya.Permasalahan yang dikerjakan dari siklus I sampai akhir siklus II terus bertambah. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan skor rata-rata sebesar 14% pada kemampuan siswa dalam menerapkan teknik mengamati objek secara langsung, hal ini menghasilkan perubahan yang positif bagi siswa kelas VIII 9 SMP Negeri 13 Makassar, yaitu: meningkat penguasaan materi bahasa Indonesia topik menulis puisi ditinjau dari hasil belajar siswa, rata-rata skor kemampuan menulis puisi pada siklus I adalah 63,75 atau jumlah siswa yang tuntas adalah 16 dari 34 siswa, sedangkan skor rata-rata kemampuan menulis puisi berbahasa Indonesia pada siklus II adalah 77,75 dari skor ideal yang dapat dicapai yaitu 100, dan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 34 orang yang memperoleh skor rata-rata 70 sampai 100. Siswa yang hasil belajarnya tergolong rendah, hendaknya diberikan perlakuan khusus berupa bimbingan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah sesuai dengan strategi yang diketahuinya baik secara individu maupun bekerja sama dalam kelompok.

Tabel 4.1. Statistik Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kelas VIII 9 SMP Negeri 13 Makassar
Tabel 4.1. Statistik Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kelas VIII 9 SMP Negeri 13 Makassar

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pembahasan

Berdasarkan analisis deskriptif keterampilan teknik observasi objek langsung siswa kelas VIII 9 SMP Negeri 13 Makassar ditemukan bahwa. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan rerata skor sebesar 14% sehingga secara kuantitatif ditemukan adanya peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII 9 SMP Negeri 13 Makassar setelah dilaksanakan teknik pembelajaran observasi objek langsung. Dengan demikian secara kualitatif dari siklus I sampai siklus II kemampuan menulis melalui teknik observasi objek langsung siswa kelas VIII 9 SMP Negeri 13 Makassar.

Peningkatan rerata kelas sebesar 14% sehingga secara kuantitatif ditemukan adanya peningkatan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII 9 SMP Negeri 13 Makassar setelah diterapkan teknik pembelajaran observasi objek langsung. Efektivitas Teknik Observasi Objek Langsung dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas VII di Samhudi Tanjung Pura Tahun Pelajaran 2013/2014. Tanjung Pura: Universitas Negeri Medan. Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Bebas Menggunakan Teknik Menulis Akrostik Pada Siswa VA II Semester MI Semplak Pilar Kabupaten Bogor, Lembaran Pendidikan Dompet Dhuafa, Vol.

Widya, Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas V MI AL-Ikhwan Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan menggunakan model PAKEM melalui teknik observasi objek langsung." Pekanbaru: Universitas Islam Riau 15. Siswa lain dapat memberikan tanggapan atau mengoreksi hasil teman sejawatnya sebagai bentuk penilaian, siswa diberikan penguatan atas kesimpulan yang telah dibuatnya dan siswa diberi kesempatan untuk bertanya.

Menampilkan atau menjelaskan gambaran penulisan puisi yang baik dengan alam, sosial budaya dan masyarakat. Siswa mendiskusikan hubungan puisi dengan alam, sosial budaya dan masyarakat sekitar. 30. Siswa lain dapat memberikan pendapat atau dapat mengoreksi hasil temannya sebagai bentuk evaluasi.

Gambar

Tabel Halaman
Tabel 3.1 Lembar Pengamatan Siswa Selama Proses Pembelajaran
Tabel 3.3 : Statistik Deskriptif Kemampuan Belajar Siswa No
Tabel 3.4: Statistik Deskriptif Ketuntasan Belajar Siswa
+7

Referensi

Dokumen terkait

In the present work Long Term Availability LTA and Transient Availability TA are considered as an important factor for the performance measures of the industrial system and deciding