• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan kompetensi pedagogik guru melalui kelompok kerja guru pendidikan agama islam sekolah dasar di kecamatan Sandubaya Kota Mataram

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Peningkatan kompetensi pedagogik guru melalui kelompok kerja guru pendidikan agama islam sekolah dasar di kecamatan Sandubaya Kota Mataram"

Copied!
143
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI KELOMPOK KERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH

DASAR DI KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM

Oleh:

AHYA ULUMUDDIN NIM: 170401003

Tesis ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Magister Pendidikan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

2021

(2)

PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI KELOMPOK KERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH

DASAR DI KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM

Oleh:

AHYA ULUMUDDIN NIM: 170401003

Tesis ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Magister Pendidikan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

2021

(3)

PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI KELOMPOK KERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH

DASAR DI KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM

Pembimbing:

Dr. SUPARDI, M. Pd.

Dr. MOH. LIWA IRRUBAI, M. Pd.

Oleh:

AHYA ULUMUDDIN NIM: 170401003

Tesis ini ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapat gelar Magister Pendidikan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

2021

(4)

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Tesis oleh AHYA ULUMUDDIN, NIM: 170401003 dengan judul Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru melalui Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji.

Disetujui pada tanggal: 08 Juli 2021

(5)

PENGESAHAN PENGUJI

Tesis oleh AHYA ULUMUDDIN, NIM: 170401003 dengan judul Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru melalui Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pascasarjana UIN Mataram pada tanggal 14 Juli 2021.

DEWAN PENGUJI

(6)

LEMBAR PENGECEKAN PLAGIARISME

(7)

PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI KELOMPOK KERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH

DASAR DI KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM Oleh:

AHYA ULUMUDDIN NIM: 170401003

ABSTRAK

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran yang berhubungan dengan memahami peserta didik, merancang dan melaksanakan interaksi pembelajaran, melaksanakan/evaluasi hasil belajar, dan mengembangkan potensi siswa pada guru anggota KKG Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan model Miles and Huberman, yakni reduksi data, penyajian data, dan mengambil kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kompetensi pedagogik guru PAI SD Kecamatan Sandubaya meliputi kompetensi pedagogik guru PAI dalam memahami siswa, kompetensi pedagogik guru PAI dalam merancang dan melaksanakan interaksi pembelajaran, kompetensi pedagogik guru PAI dalam melaksanakan/evaluasi hasil belajar, dan kompetensi pedagogik guru PAI dalam mengembangkan potensi siswa, (2) Pelaksanaan KKG PAI SD Kecamatan Sandubaya terlaksana sesuai dengan fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, dan (3) Peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di KKG PAI SD Kecamatan Sandubaya, yakni meningkatkan efektifitas pembelajaran, meningkatkan kreatifitas dan skill guru, dan meningkatkan pengetahuan dan wawasan guru Pendidikan Agama Islam.

Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik, Kelompok Kerja Guru

(8)

IMPROVEMENT OF TEACHER PEDAGOGIC COMPETENCY THROUGH THE TEACHER WORK GROUP OF ISLAMIC RELIGIOUS

EDUCATION OF ELEMENTARY SCHOOLS IN SANDUBAYA MATARAM CITY

By:

AHYA ULUMUDDIN NIM: 170401003

ABSTRACT

Pedagogic competence is the teacher's ability to manage the learning process related to understanding students, designing and implementing learning interactions, implementing/evaluating learning outcomes, and developing student potential in teachers of Elementary School Islamic Religious Education KKG members in Sandubaya District, Mataram City.

This research is a field research using a qualitative approach. The data collection method was conducted by conducting interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques used the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions.

The results showed that (1) the pedagogical competence of PAI SD teachers in Sandubaya Subdistrict includes the pedagogical competence of Islamic Education teachers in understanding students, the pedagogical competence of Islamic Education teachers in designing and implementing learning interactions, the pedagogical competence of Islamic Education teachers in implementing/evaluating learning outcomes, and the pedagogical competence of Islamic Education teachers. in developing student potential, (2) The implementation of the SD PAI KKG Sandubaya District is carried out in accordance with the management function, namely planning, organizing, implementing, and supervising, and (3) the role of the Teacher Working Group (KKG) in improving the pedagogical competence of teachers in the SD PAI KKG Sandubaya District, namely increasing the effectiveness of learning, increasing teacher creativity and skills, and increasing the knowledge and insight of Islamic Religious Education teachers.

Keywords: Pedagogic Competence, Teacher Working Group

(9)

ةيملاس إلا ةيويدلا ةيبرتلا سردمل لمػلا قيرف نم سردملل ةيوبرتلا ةءاف كلا نيسحت ماراتام ايابودهاس ةكطومب ةيئادتبلا ةسردملا يف

بلاطلا دادغ إا:

نيدلا مولغ ءايح ا ليجستلا ملر :

170401003 صخلملا

ذيفوتو ميمصتلاو ،بلاطلا مهفب ةكلػتملا ملػتلا ةيلمغ ةرادإا يف سردملا ةردل يه ةيوبرتلا ةءاف كلا ذيفوتلاو ،ةيميلػتلا تلاغافتلا /

سردملا لامغ ا ءاضغ ا يف بلاطلا تاهاكمإا ريوطتو ،ملػتلا جئاته مييكتلا

ماراتامب ايابودهاس يف يويدلا ميلػتلل ةيملاس إلا ةيئادتبلا ةسردملا نم .

يفيكلا يغووللاخدملا مادختساب يهاديم ثحب اذهو .

ةلباكملا للاخ نم تاهايبلا عمج بيلاس ا متيو

قئاجولاو ةظحلاملاو .

ضرغو ،تاهايبلا ضيفختاهوم نامربوهو سليام جذومه مادختساب تاهايبلا ليلحتو

جاتوتسلاو ،تاهايبلا .

ن ا جئاتولا ترهظ او (

1 لمشت ةيغرفلا ايابودهاس ةكطوم يف ةيملاس إلا ةيبرتلا سردمل ةيوبرتلا تاءاف كلا )

ةيملاس إلا ةيبرتلا يملػمل ةيوبرتلا تاءاف كلا ،بلاطلا مهف يف ةيملاسإلا ةيبرتلاسردمل ةيوبرتلا تاءاف كلا ذيفوت يف ةيملاس إلا ةيبرتلا يملػمل ةيوبرتلا تاءاف كلاو ةيميلػتلا تلاغافتلا ذيفوتو ميمصت يف /

مييكت

،بلاطلا تاهاكمإا ريوطت يف ةيملاسإلا ةيبرتلا يملػمل ةيوبرتلا تاءاف كلاو ملػتلا جئاته ،فارش إلاو ذيفوتلاو ميظوتلاو طيطختلا يهو ،ةرادإلا فئاظول اكفو سردملل لمػلا قيرفذيفوت متي (

3 )

سردملل لمػلا قيرف رودو (KKG)

وه ماراتام ايابودهاس يف نيسردملل ةيوبرتلا ةءاف كلا نيسحت يف

ةيملاس إلا ةفرػملا نيسحتو ،نيسلدملا تاراهمو عادبإلا نيسحتو ،ملػتلا ةيلاػف نيسحت .

ةيسيئرلا تاملكلا :

سردملل لمػلا قيرفلا ،ةيوبرتلا ةءاف كلا

(10)

MOTTO

“Cara terbaik untuk meningkatkan kualitas karakter, kompetensi dan kesejahteraan hidup seseorang, adalah dengan menanamkan

budaya literasi (membaca-berpikir-menulis-berkreasi)”

(11)

PERSEMBAHAN

Tesis ini penulis persembahkan untuk:

1. Ayah dan Ibu Penulis 2. Kakak dan Adik Penulis 3. Istri dan Anak Penulis 4. Semua Dosen UIN Mataram

5. Semua keluarga, sahabat, dan teman Kelas A Prodi PAI Pascasarjana UIN Mataram Angkatan 2017

(12)

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Allah Azza wa jalla, Tuhan Semesta alam.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu „alaihi wasallam, juga kepada keluarga, sahabat, dan semua pengikutnya, Amin.

Penulis menyadari bahwa proses penyelesaian tesis ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, yaitu mereka antara lain:

1. Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M. Ag. selaku Rektor Universitas Islam Negeri Mataram yang telah memberi tempat kepada penulis untuk menuntut ilmu dan memberi bimbingan dan peringatan untuk tidak berlama-lama di kampus tanpa pernah selesai.

2. Prof. Dr. Suprapto, M. Ag. selaku Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram.

3. Dr. Fathurrahman Muhtar, M. Ag. sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Magister Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram.

4. Dr. Supardi, M. Pd. sebagai Pembimbing I dan Dr. Moh. Liwa Irrubai, M. Pd.

sebagai pembimbing II yang memberikan motivasi, bimbingan, dan koreksi mendetail, terus-menerus, dan tanpa bosan di tengah kesibukannya dalam suasana keakraban menjadikan tesis ini lebih matang dan selesai.

5. Orang tua, istri, anak, dan keluarga penulis yang tiada hentinya mendoakan dan mendukung setiap aktivitas penulis, khususnya proses pendidikan penulis di Program Pascasarjana ini.

Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah Subhanahuwata‟ala dan semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi semesta, amin.

Mataram, April 2021 Penulis,

AHYA ULUMUDDIN

(13)

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN

Transliterasi ialah pemindahalihan tulisan Arab ke dalam tulisan Indonesia (Latin), bukan terjemahan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Termasuk dalam kategori in ialah nama Arab dari bangsa Arab, sedangkan nama Arab dari bangsa selain Arab ditulis sebagaimana ejaan bahasa nasionalnya, atau sebagaimana yang tertulis dalam buku yang menjadi rujukan.1

KONSONAN

Konsonan

Transliterasi

Awal Tuggal

ا ا Tidak dilambangkan

ث ب B

ﺘ خ T

ﺜ ث Th

ﺟ ج J

د ح ḥ

س ر Kh

ﺪ د D

ﺬ ذ Dh

ﺮ ر R

ﺰ ز Z

ﺴ س S

ﺷ ش Sh

ﺻ ص ṣ

ﺿ ض ḍ

ﻄ ط ṭ

ﻈ ظ ẓ

ﻊ ع „

ﻏ غ Gh

ﻓ ف F

ﻗ ق Q

م ك K

ﻠ ل L

ﻣ م M

1 Adi Fadli, dkk, Pedoman Penulisan Artikel, Makalah, Proposal, Tesis, dan Disertasi Pascasarjana UIN Mataram (Mataram: UIN Mataram, 2018), 63.

(14)

و ن N

ُ َ W

ٌ ي, ج H

ء ء ‟

ٕـ ْ Y

Vocal dan Diftong

َ = a َ ا = ā ِ يْْ = ī

ُ = u ِ ُ = ‡ َ يَْ = aw

ِ = i َ ِ = ū َ يْْ = ay

Huruf Arab yang Ditransliterasikan Berbeda menurut Konteksnya:

1. Seperti yang ditunjukkan pada tabel diatas َ dan ْ bisa juga meliputi:

a. Huruf konsonan ditransliterasi w dan y, contoh:

waḍ‟ : ﻊﺿَ

„iwaḍ : ضُع

dalw : ُلد

yad : ﺪٔ

ḥiyal : لٕد

ṭahy : ٍٓط

b. Vocal panjang ditransliterasi ū, ī, dan ā, contoh:

ūl‡ : ّلَأ

ṣūrah : جرُﺻ

dhū : َذ

īmān : نامٔا

jīl : لٕس

fī : ٓﻓ

kitāb : باﺘم

saḥāb : باذس

jumān : نامﺟ

c. Huruf diftong ditransliterasi aw dan ay, contoh:

awj : جَا

nawm : مُو

law : ُل

aysar : ﺮﺴٔا

shaykh : زٕﺷ

„aynay : ٓىٕع

2. ا dan َ bila digunakan dalam penulisan yang tidak memiliki signifikansi fonetis, penulisannya tidak terkover dalam aturan transliterasi, contoh:

fa‟alū : اُﻠعﻓ

ulā‟ika : لئلاَأ

ūqīyah : حٕﻗَأ

(15)

3. ا yang digunakan untuk melambangkan vokal panjang ditransliterasi ā, contoh:

fā‟il : لعاﻓ

ridā : اﺿر

4. ج (tā marbūtah)

a. Jika kata sifat berkahiran dengan huruf ج bersifat indefinitif atau didahului oleh kata sandang yang definitif, ditransliterasi menjadi h. huruf ج dalam posisi ini seringkali digantikan dengan huruf ي ,contoh:

ṣalāh : جلاﺻ

al-risālah al-bahiyah : خىٕثلا حلاسﺮلا

mir‟āh : ﺮﻣآج

urjūzah fī al-ṭibb : ةﻄلا ٓﻓ جزُﺟرأ

b. Jika kata yang berakhiran dengan ج menunjukkan kepemilikan (mudāf wa- mudāf ilayh), ditransliterasikan menjadi t, contoh:

wizārat al-tarbiyah : حٕتﺮﺘلا جرازَ

mir‟āt al-zamān : ﺮﻣآواﻣﺰلا ج

c. Jika kata yang berakhiran dengan huruf ج digunakan sebagai kata keterangan yang menerangkan kata kerja, ditranselitersikan dengan tan, contoh:

faj‟atan : جؤجﻓ

5. Perhatikan penluisan kata الله, jika berdiri sendiri dan jika digabungkan dengan kata lain:

Allāh : الله

Billāh : اللهات

Lillāh : لله

Bismillāh : الله مﺴت

Al-Muntaṣir billāh : اللهات ﺮصىﺘﺴملا 6. Perhatikan transliterasi nama-nama pribadi berikut:

Tāhā : ًط

Yāsīn : هﺴٔ,سٔ

7. هتا dan هت keduanya ditransliterasi menjadi ibn di semua posisi, contoh:

Ahmad ibn Muhammad : محمد هتاﺪمدا

Sharḥ ibn „Aqīl : لٕقع هتا حﺮﺷ

Pengecualian dibuat dalam kasus nama-nama modern, biasanya di Afrika Utara, kata هت diucapkan bin.

Bin Khiddah : جﺪس هت

Bin- „Abd Allāh : الله ﺪثع هت

(16)

DAFTAR ISI

KOVER LUAR ... i

LEMBAR LOGO ... ii

KOVER DALAM ... iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv

PENGESAHAN PENGUJI ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

LEMBAR PENGECEKAN PLAGIARISME ... vii

ABSTRAK (Indonesia, Arab, dan Inggris) ... viii

MOTTO ... xi

PERSEMBAHAN ... xii

KATA PENGANTAR ... xiii

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN ... xiv

DAFTAR ISI ... xvii

DAFTAR TABEL ... xix

DAFTAR GAMBAR ... xx

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 8

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 9

E. Penelitian Terdahulu yang Relevan ... 11

F. Kerangka Teori... 15

1. Kompetensi Pedagogik... 15

a. Pengertian Kompetensi Pedagogik ... 15

b. Indikator Kompetensi Pedagogik ... 21

2. Kelompok Kerja Guru (KKG) ... 23

a. Pengertian Kelompok Kerja Guru (KKG) ... 23

b. Fungsi Kelompok Kerja Guru (KKG) ... 25

c. Program Kerja Kelompok Kerja Guru (KKG) ... 29

G. Metode Penelitian... 31

1. Pendekatan Penelitian ... 31

2. Kehadiran Peneliti ... 32

3. Lokasi Penelitian ... 33

4. Sumber Data ... 34

5. Prosedur Pengumpulan Data ... 35

(17)

6. Teknik Analisis Data ... 37

7. Pengecekan Keabsahan Data... 40

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 43

A. Kelompok Kerja Guru PAI SD Kecamatan Sandubaya ... 43

1. Profil KKG PAI SD Kecamatan Sandubaya ... 43

2. Susunan Pengurus KKG PAI SD Kecamatan Sandubaya ... 44

3. Anggota KKG PAI SD Kecamatan Sandubaya ... 45

B. Peran KKG dalam Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru PAI SD Kecamatan Sandubaya ... 45

1. Kompetensi Pedagogik Guru PAI SD Kecamatan Sandubaya ... 45

2. Pelaksanaan Kelompok Kerja Guru PAI SD Kecamatan Sandubaya ... 67

3. Peran KKG dalam Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru PAI SD Kecamatan Sandubaya ... 72

BAB III PEMBAHASAN ... 77

A. Kompetensi Pedagogik Guru PAI KKG SD Kecamatan Sandubaya ... 77

B. Pelaksanaan KKG PAI SD Kecamatan Sandubaya ... 101

C. Peran KKG dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru PAI SD Kecamatan Sandubaya ... 108

BAB IV PENUTUP ... 114

A. Kesimpulan ... 114

B. Saran ... 114

DAFTAR PUSTAKA ... 116 LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

(18)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Profil KKG PAI SD Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, 47.

Tabel 2.2 Daftar Anggota KKG PAI SD Kecamatan Sandubaya Kota Mataram Periode Tahun 2021-2025, 50.

(19)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Susunan Pengurus KKG PAI SD Kecamatan Sandubaya Kota Mataram Periode 2018-2023, 48.

(20)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Dalam dunia pendidikan tidak dapat dipungkiri bahwa tugas dan tanggung jawab guru saat ini sangat besar, antara lain guru sebagai pengajar, sebagai pembimbing, dan sebagai administrator.2 Sebagai pengajar, guru bertugas membina perkembangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

Meskipun tugasnya sebagai pengajar telah selesai, namun peranan guru sebagai pendidik dan pembimbing masih berlangsung terus.3 Guru sebagai pembimbing berperan memberikan bimbingan dalam interaksi guru-murid, pelaksanaan PBM yang bernuansa bimbingan, dan kemampuan guru membimbing murid yang bermasalah.4 Sedangkan, sebagai administrator guru dalam hal ini akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses pembelajaran, misalnya saja dengan menciptakan suasana kegiatan belajar yang sedemikian rupa, serasi dengan perkembangan anak sehingga interaksi pembelajaran akan berlangsung secara efektif.5

Guru sebagai komponen utama dalam dunia pendidikan dituntut untuk mampu mengimbangi bahkan melampaui perkembangan ilmu pengetahuan

2 Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru, 2001), 15.

3 Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2002), 124.

4 Sofyan S. Willis, “Peran Guru sebagai Pembimbing (Suatu Studi Kualitatif)”, Mimbar Pendidikan No. 1/XXII/2003: 25, diakses 03 April 2021, http://file.upi.edu/Direktori/JURNAL/JURNAL_MIMBAR_PENDIDIKAN/MIMBAR_NO_1_20 03/Peran_Guru_Sebagai_Pembimbing_%28Suatu_Studi_Kualitatif%29.pdf.

5 Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: Rajawali Press, 2000), 143.

(21)

dan teknologi yang berkembang dalam masyarakat.6 Tuntutan ini sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.7

Sebagai agen pembelajaran (learning agent) dalam proses pendidikan, salah satu peran guru adalah sebagai pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik, sehingga kegiatan belajar dan pembelajaran dapat membangkitkan berbagai pemikiran, gagasan, dan ide-ide baru. Untuk kepentingan tersebut, guru harus mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, tertib, optimis, dan harapan yang tinggi dari seluruh warga sekolah, agar dapat memberikan inspirasi dan membangkitkan motivasi dan semangat belajar.8

Menjadi guru inspiratif bukanlah sekedar guru kurikulum, tapi mampu mengembangkan potensi dan kemampuan siswa, berpikir kreatif, dan mampu melahirkan siswa yang tangguh dan siap menghadapi aneka tantangan dan perubahan.9 Guru yang inspiratif akan bertindak di luar ketentuan formal, melampaui batas kurikulum dan senantiasa berusaha mengembangkan potensi, wawasan, cara pandang, serta orientasi siswa, yang tidak hanya memberikan pembelajaran secara konvensional, mengasah ranah kognitif semata, dan

6 Tazkia Ramadhany, Dewi Koryati, dan Deskoni, “Analisis Model dan Media Pembelajaran yang Digunakan oleh Guru pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Se-Kecamatan Inderalaya”, Jurnal Profit 2, Nomor 1, (Mei 2015): 34, diakses 02 April 2021, https://ejournal.unsri.ac.id/index.php/jp/ article/ view/5532/0.

7 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

8 Enco Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013), 67.

9 Ngainun Na‟im, Menjadi Guru Inspiratif: Memberdayakan dan Mengubah Jalan Hidup Siswa (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 73.

(22)

terpaku pada dokumen kurikulum formal, akan tetapi mengemas materi yang aktual dan kontekstual, pembelajaran aktif, dan evaluasi pembelajaran yang komprehensif, mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.10

Guru dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik yang berkompeten dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 tahun 2008 (perubahan PP. No. 19 tahun 2017) tentang Guru11 Pasal 2 dan 3 ayat (2) mensyaratkan seorang guru harus mempunyai 3 kompetensi utama, yakni kompetensi pedagogik12, kepribadian13, sosial14, dan profesional15, sehingga

10 Fauzi Muharom, “Partisipasi Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD) Kabupaten Boyolali dalam Meningkatkan Kompetensi Guru PAI SD”, Nadwa 10, Nomor 2, (Oktober 2016): 141-142, https://journal.walisongo.ac.id/

index.php/Nadwa/article/view/1283/pdf

11 PP. No. 74 tahun 2008 tentang Guru sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru.

12 Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan seorang guru dalam mengelola proses pembelajaran yang berhubungan dengan peserta didik, meliputi pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan kurikulum atau silabus, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknologi pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Lihat Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

13 Kompetensi kepribadian merupakan kualitas dari seluruh tingkah laku seseorang, kepribadian juga merupakan keseluruhan dari sifat-sifat subjektif emosional, serta mental yang mencirikan watak seseorang terhadap lingkungannya. Lihat Jalaludin, Psikologi Agama (Jakarta:

Raja Grafindo Persada, 2005), 174. Lihat pula Soeganda Poerbakawatja H.A.H. Harahap, Ensiklopedia Pendidikan, (Jakarta: Gunung Agung, t.th), 173. Kepribadian guru akan menentukkan bagi keberkesanan guru dalam melaksanakan tugasnya, diharapkan mampu menunjukkan kualitas ciri kepribadian yang baik, seperti jujur, terbuka, penyayang, penolong, penyabar, kooperatif, mandiri, dan sebagainya. Lihat Tohirin, Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003), 169-170.

14 Kompetensi sosial merupakan kemampuan dasar pendidik yang menyangkut kepeduliannya terhadap masalah-masalah sosial yang selaras dengan ajaran Islam, sikap gotong- royong, tolong-menolong, egalitarian (persamaan derajat antara manusia), sikap toleransi, dan sebagainya juga perlu dimiliki oleh pendidik dalam rangka transinternalisasi sosial atau transaksi sosial antara pendidik dan peserta-peserta didik. Lihat Abu Ahmadi, Psikologi Sosial (Jakarta:

Rajawali Press, 2007), 96.

15 Kompetensi profesional merupakan kemampuan intelegensi, sikap, nilai, dan keterampilan serta prestasi dalam pekerjaannya. Secara sederhana, guru harus menguasai materi yang diajarkan. Lihat Mustofa, “Upaya Pengembangan Profesionalisme Guru di Indonesia”, Jurnal Ekonomi dan Pendidikan 4, Nomor 1, (April 2007): 77, diakses 02 April 2021, https://media.neliti.com/media/publications/ 17245 – ID – upaya -pengembangan-profesionalisme- guru- di-indonesia.pdf.

(23)

diharapkan guru bisa menjalankan pembelajaran dengan maksimal guna tercapainya pembelajaran secara efektif dan efisien.

Guna peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan pembelajarannya, guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan selain kualifikasinya sebagai guru, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang pada inti penekanannya bahwa setiap guru wajib mengembangkan kualifikasi akademik dan meningkatkan kompetensinya secara terus-menerus seiring perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi,16 dalam bentuk dan jalur yang bermacam-macam baik secara mandiri maupun kolektif.

Dilihat dari segi proses pembelajaran, kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik.

Hal ini harus mampu diwujudkan oleh setiap guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.17 Lebih lanjut, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat (3) butir (a) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi

16 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

17 Ade Kurniawan dan Andari Puji Astuti, “Deskripsi Kompetensi Pedagogik Guru dan Calon Guru Kimia SMA Muhammadiyah 1 Semarang”, Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Muhammadiyah Semarang, 2.

(24)

hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasi ragam potensi yang dimilikinya.18

Udin Saefudin menyebutkan bahwa seorang pendidik sekurang-kurang memiliki kapablitas up to date dalam merencanakan proses pembelajaran, melaksanakan dan memimpin/mengelola proses pembelajaran, menguasai bahan pembelajaran dan mengevaluasi progres pembelajaran,19 hal demikian merupakan yang terkandung dalam kompetensi pedagogik20.

Oleh karena itu, kompetensi pedagogik guru perlu ditingkatkan agar guru mempunyai pemahaman dan penguasaaan kompetensi keilmuan guru dengan sesungguhnya yang dimilikinya dan terwujudnya profesionalitas yang mampu mencetak anak bangsa sesuai harapan masyarakat Indonesia.21 Pengembangan kompetensi pedagogik guru salah satunya dialksanakan dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB22), dijalankan sesuai dengan unsur pengembangan keprofesian guru secara berkelanjutan, prinsip pelaksanaan kegiatan, dan dan lingkup kegiatan guna meraih peningkatan kompetensi kompetensi pedagogik guru.

18 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

19 Udin Syaefudin Saud, Pengembangan Profesi Guru (Bandung: Alfabeta, 2010), 50.

20 Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan kurikulum/silabus, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, dan lainnya, lihat Enco Mulyasa, Standar Kompetensi, 75.

21 Enco Mulyasa, Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013), 75.

22 Pengembangan keprofesian berkelanjutan atau disingkat PKB meruapakan suatu pengembangan kemampuan guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, secara bertahap, bersifat kontinuitas untuk meningkatkan profesionalitas dan kompetensi guru yang lainnya, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi guna meningkatkan pemahaman, karakteristik, pengetahuan, dan keterampilan guru. Lihat Wafrotur Rohmah, “Upaya Meningkatkan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dalam Peningkatan Profesionalisme Guru”, Disampaikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2016, 11.

(25)

Menurut Daryanto menyebutkan bahwa pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan pengembangan kompetensi guru yang dilakanakan secara bertahap, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan, guna pengembangan kompetensi guru (pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional) dan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, karakteristik, dan keterampilan guru, melalui siklus perencanaan, implementasi kegiatan, pengalaman belajar, evaluasi, dan refleksi,23 serta guru memiliki kompetensi yang sejalan dengan Undang-Undang dan mampu mencapai dan/atau meningkatkan kompetensinya.24

Berdasarkan beberapa hal tersebut, dalam meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pendidikannya, pemerintah dalam peraturannya mengamanatkan untuk guru secara bersama- sama membentuk suatu perkumpulan dengan nama Kelompok Kerja Guru (KKG)25, yakni suatu sarana pembinaan profesional yang digunakan guru guna mengembangkan kompetensinya melalui diskusi dalam memecahkan setiap permasalahan pembelajaran yang dihadapinya baik di dalam kelas dan di luar kelas bersama dengan pendidik lainnya dalam kelompok tugas satu gugus sekolahnya.26 Upaya peningkatan kompetensi pedagogik guru melalui Kelompok Kerja Guru (KKG), dengan melakukan peningkatan kemampuan

23 Daryanto, Standar Kompetensi dan Penilaian Guru Profesional (Yogyakarta: Gava Media, 2013), 212.

24 Nanang Priatna, Pengembangan Profesi Guru (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013), 191.

25 Kelompok Kerja Guru atau disingkat KKG merupakan perkumpulan pembinaan pada profesi Guru pada jenjang SD dan SDLB, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Lihat Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah.

26 Suparlan, Guru sebagai Profesi (Yogyakarta: Hikayat, 2006), 123.

(26)

guru dalam melaksanakan tugas menjadi tenaga pendidik yang terkait dengan perencanaan pembelajaran (desain silabus, RPP, pelaksanaan bimbingan, dan pengembangan dan penyusunan materi ajar), pemanfaatan penggunaan media belajar dan sumber belajar, desain penilaian, dan pemecahan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran.

Kelompok Kerja Guru, disingkat KKG merupakan organisasi yang bukan termasuk organisasi struktural birokratis, yang diharapkan mampu menjalankan kegiatan dalam melakukan perbaikan dan perubahan dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah/madrasah, sehingga sekolah/madrasah memiliki output yang berkualitas baik, khususnya KKG PAI SD yang ada di Kecamatan Sandubaya merupakan usaha kolektif yang dihajatkan pada peningkatan kompetensi pedagogik guru.

Berdasarkan hasil wawancara awal pada tanggal 06 Juli 2020 bahwa KKG SD untuk guru PAI di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram banyak memberikan bantuan kepada para guru PAI SD untuk berbagi pengetahuan tentang pembelajaran, sharing pengalaman dan pikiran terkait pembelajaran, penyusunan bahan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan lainnya.

KKG SD untuk guru PAI di Kecamatan Sandubaya merupakan salah satu KKG yang cukup aktif berkegiatan sehingga peningkatan kompetensi pedagogik guru PAI SD di Kecamatan Sandubaya dapat tercapai. Kegiatan KKG SD untuk guru PAI dikategorikan aktif sebab secara rutin pelaksanaan kegiatannya sekali sebulan, rutin membahas berbagai hal terkait pembelajaran

(27)

baik secara umum maupun secara khusus guna meningkatkan kompetensi guru, khususnya kompetensi pedagogik.27

Berdasarkan beberapa hal tersebut diatas, keberadaan KKG di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram yang sudah rutin dilaksanakan sehingga dirasakan berperan mampu meningkatan kompetensi guru PAI, khususnya kompetensi pedagogik, mendorong penulis untuk melaksanakan penelitian lebih mendalam dengan judul “Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru melalui Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram”.

B. Rumusan Masalah

Penelitian ini difokuskan pada peningkatan kompetensi pedagogik guru melalui kelompok kerja guru Pendidikan Agama Islam sekolah dasar di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, maka perlu dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah kompetensi pedagogik guru di kelompok kerja guru sekolah dasar khusus Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram?

2. Bagaimanakah pelaksanaan kelompok kerja guru sekolah dasar khusus Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram?

3. Bagaimanakah peran kelompok kerja guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru sekolah dasar khusus Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram?

27 Abdurohum, S. Pd.I. (Wakil Ketua KKG PAI SD Kecamatan Sandubaya), Wawancara, 06 Juli 2020.

(28)

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah pada penelitian ini, dapat dirumuskan tujuan penelitian, yaitu:

1. untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru di kelompok kerja guru sekolah dasar khusus Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

2. untuk mengetahui pelaksanaan kelompok kerja guru sekolah dasar khusus Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

3. untuk mengetahui peran kelompok kerja guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru sekolah dasar khusus Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

Selanjutnya, manfaat penelitian tentang peningkatan kompetensi pedagogik guru melalui kelompok kerja guru Pendidikan Agama Islam sekolah dasar di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram ini adalah:

1. Secara Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadikannya sebagai khazanah pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pada pendidikan, penyampaian pengetahuan dan informasi buat para pembaca penelitian ini dalam usaha peningkatan kemampuan guru melalui kelompok kerja guru (KKG) sehingga bisa dijadikan sebagai rujukan buat peneliti berikutnya.

(29)

2. Secara Praktis

a. Bagi sekolah/madrasah hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu rujukan dalam memantau dan mengevaluasi kegiatan KKG dalam upaya meningkatkan kompetensinya.

b. Bagi guru para anggota KKG, dihajatkan menjadi lebih bersemangat lagi untuk menjalankan semua aktifitas dan program yang rencanakan dan dilaksanakan KKG dan bisa mengembangkan kemampuannya dalam pelaksanaan pembelajaran dan kompetensinya.

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

Untuk lebih terarah dan spesifiknya penelitian ini, peneliti membatasi masalah dalam ruang lingkup penelitian sebagai berikut:

1. Kompetensi pedagogik dalam penelitian ini adalah kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran yang berhubungan dengan memahami peserta didik, merancang dan melaksanakan interaksi pembelajaran, melaksanakan/evaluasi hasil belajar, dan mengembangkan potensi siswa pada guru anggota KKG Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

2. Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam penelitian ini adalah Kelompok Kerja Guru (KKG) adalah wadah untuk pertemuan para guru mata pelajaran sekolah, lembaga ini bersifat nonstructural namun memiliki struktur yang berjenjang, melakukan pertemuan rutin bulanan untuk saling tukar informasi, melakukan kegiatan bersama untuk peningkatan kualitas guru, dan menyiapkan materi evaluasi pendidikan, dan lainnya pada guru

(30)

Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

Selanjutnya, setting penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram yang tergabung menjadi anggota KKG yang masih aktif dalam menyelenggarakan berbagai program kerja guna meningkatkan kompetensi pedagogik guru PAI SD di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

E. Penelitian Terdahulu yang Relevan

Penelitian mengenai peningkatan kompetensi pedagogik guru melalui kelompok kerja guru Pendidikan Agama Islam telah banyak diteliti. Oleh karena itu, peneliti menelaah beberapa penelitian terdahulu yang memiliki kaitan dengan masalah penelitian dalam penelitian ini, di antaranya:

Penelitian yang dilakukan oleh Sumarah Suhastuti yang berjudul

“Manajemen Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai Wadah Pembinaan Profesionalisme Guru Bustanul Athfal (BA) di Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten Tahun Ajaran 2018/2019. Adapun hasil penelitian tersebut adalah (1) Manajemen KKG BA dilaksanakan dengan menerapkan fungsi- fungsi manajemen, yakni: a) Perencanaan, yakni program utama, pokok, dan pendukung, b) Pengorganisasian, yakni deskripsi kerja pengurus KKG, c) Pelaksanaan, yakni pertemuan rutin dan pelaksanaan program, dan d) Pengawasan, yakni oleh Ketua di setiap kali pertemuan dan aplikasi program, (2) Kendala dan kelebihan manajemen KKG BA, yaitu: a) Sumber dana, yaitu jumlah iuran yang sama bermasalah karena kemampuan yang berbeda-beda

(31)

dari setiap lembaga, b) SDM anggota yang kualifikasi pendidikannya berbeda- beda. Sedangkan, kelebihannya adalah hubungan harmonis antar semua unsur kepengurusan dan anggota, dan saling membantu pemecahan permasalahan pembelajara, serta memberikan motivasi untuk aktif dalam semua program KKG.28

Dalam penelitian Sumarah Suhastuti ini peneliti menemukan kesamaan yaitu pada pembahasan tentang Kelompok Kerja Guru (KKG). Disamping itu ada juga perbedaannya yaitu dalam penelitian Sumarah Suhastuti masalah yang diteliti adalah KKG dan kompetensi profesional guru dan objek penelitiannya pada guru BA di Karanganom Kabupaten Klaten, sedangkan dalam penelitian ini, peneliti meneliti tentang KKG dan kompetensi pedagogik serta yang menjadi objek penelitiannya adalah guru PAI SD di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Nastiti Nasyiatul Aisyiyah dalam tesisnya yang berjudul “Peningkatkan Profesional Guru Sekolah Dasar melalui Gugus Pelaksanaan KKG di Gugus Mangun Sarkono SD Inti Slawi Tegal”, dalam tesisnya Nastiti Nasiatul Aisiyah membahas tentang: pertama profesionalisme guru mempunyai makna kemampuan profesional yang dimiliki oleh seorang guru pada saat yang bersangkutan melaksanakan tugasnya guna mendukung terwujudnya suasana proses belajar yang berlangsung di sekolah, kedua kegiatan KKG dilaksanakan setiap Sabtu pada pukul 11.00 sampai pukul 13.00 WIB. Ketiga guru-guru SD gugus mangun

28 Sumarah Suhastuti, “Manajemen Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai Wadah Pembinaan Profesionalisme Guru Bustanul Athfal (BA) di Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten Tahun Ajaran 2018/2019”, (Tesis, IAIN Surakarta, 2019), ii.

(32)

Sakoro dalam mengikuti KKG sangat aktif, hal ini terlihat dari daftar hadir, rata-rata tingkat kehadiran peserta KKG setiap bulan 80%, dari indikator tersebut disimpulkan bahwa anggota Gugus mempunyai tanggapan dan sikap yang positif. Keempat faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan Profesional Guru berjalan dengan baik walaupun masih kurang efektif hal ini disebabkan beberapa faktor internal dan faktor eksternal.29

Dalam penelitian Nastiti Nasyiatul Aisyiyah ini peneliti menemukan kesamaan yaitu pada pembahasan tentang Kelompok Kerja Guru (KKG).

Disamping itu, ada juga perbedaannya yaitu dalam penelitian Nastiti Nasyiatul Aisyiyah masalah yang diteliti adalah KKG dalam peningkatan kompetensi profesional guru dan objek penelitiannya pada guru gugus Mangun Sarkono SD Inti Slawi Tegal, sedangkan dalam penelitian ini, peneliti meneliti tentang KKG dalam peningkatan kompetensi pedagogik dan yang menjadi objek penelitiannya adalah guru PAI SD di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

Kemudian, penelitian yang dilakukan oleh Suripto, dengan judul tesisnya “Studi Penerapan Kelompok Kerja Guru dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam SD di Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo”. Adapun hasil yang dicapai dalam penelitian Suripto adalah pertama tujuan dan sasaran SPP di KKG PAI kecamatan polokarto.

Tujuan KKG PAI adalah meningkatkan proses pendidikan dan kualitas sumber-sumber tenaga kependidikan yang tersedia, sehingga dapat meningkatakan proses pendidikan dan kualitas belajar siswa, sedang sasaran

29 Nastiti Nasyiatul Aisyiyah, “Peningkatkan Profesional Guru Sekolah Dasar melalui Gugus Pelaksanaan KKG di Gugus Mangun Sarkono SD Inti Slawi Tegal”, (Tesis, UII Yogyakarta, 2017), ii.

(33)

SPP adalah personal guru itu sendiri, sehinga para guru meningkat lebih profesional secara baik. Kedua model pengembangan sistem pembinaan profesional di KKG PAI Kecamatan Polokarto berbentuk metode pemecahan masalah, memberi kesempatan kepada GPAI agar memiliki kemampuan inovatif yang bersifat inisiatif dan kreatif menemukan solusi dan memecahkan permasalahan kesulitan dan hambatan dalam pembelajaran PAI. Ketiga aspek kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh guru PAI meliputi penguasaan kurikulum, penguasaan materi pelajaran, penguasaan metode dan teknik evaluasi, memiliki komitmen guru dalam tugas, dan disiplin dalam arti luas.

Keempat adalah faktor pendukung dan faktor penghambat di KKG kecamatan

Polokarto. Kelima tindak lanjut SPP KKG PAI Polokarto kedepan. Evaluasi dan monitorimng, mengimplementasikan visi misi KKG dan tiga sentral PAI, terus meningkatkan pembinaan peningkatan profesional guru, memberi motivasi, pengupayaan kesejahteraan guru PAI, peningkatan dan mengembangkan kemampuan profesional guru.30

Dalam penelitian Suripto ini peneliti menemukan kesamaan yaitu pada pembahasan tentang Kelompok Kerja Guru (KKG). Disamping itu ada juga perbedaannya yaitu dalam penelitian Suripto masalah yang diteliti adalah KKG dalam peningkatan kompetensi profesional guru dan objek penelitiannya pada guru SD khusus mata pelajaran PAI di Polokarto Kabupaten Sukoharjo, sedangkan dalam penelitian ini, peneliti meneliti tentang KKG dalam

30 Suripto, “Studi Penerapan Kelompok Kerja Guru dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam SD di Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo”, (Tesis, UII Yogyakarta, 2017), ii.

(34)

peningkatan kompetensi pedagogik dan yang menjadi objek penelitiannya adalah guru PAI SD di Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

F. Kerangka Teori

1. Kompetensi Pedagogik

a. Pengertian Kompetensi Pedagogik

Guru memiliki pengaruh luas dalam dunia pendidikan. Di sekolah guru adalah pelaksana administrasi pendidikan yaitu bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik.

Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.31

Istilah kompetensi memiliki banyak makna. Terdapat beberapa definisi tentang pengertian kompetensi yaitu:

1) Dalam kamus ilmiah populer dikemukakan bahwa kompetensi adalah kecakapan, kewenangan, kekuasaan, dan kemampuan.32 2) Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005

tentang Guru dan Dosen disebutkan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.33

3) Syaiful Sagala berpendapat bahwa kompetensi adalah perpaduan dari penguasaan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan tugas/pekerjaannya.34

31 Zainal Asril, Microteaching (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), 9.

32 Pius A. Partanto dan M. Dahlan Al-Barry, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: PT.

Arkola, 2004), 353.

33 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

34 Syaiful Sagala, Kemampuan Professional Guru dan Tenaga Kependidikan (Bandung: Alfabeta, 2009), 29.

(35)

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut dapat diuraikan bahwa kompetensi merupakan suatu kemampuan atau kecakapan yang dimiliki seorang guru dalam melaksanakan tugas/pekerjaannya dalam berfikir dan bertindak.

Selanjutnya, pedagogik adalah teori mendidik yang mempersoalkan apa dan bagaimana mendidik sebaik-baiknya.35 Sedangkan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan bahwa kompetensi pedagogik merupakan kemampuan seorang guru dalam mengelola proses pembelajaran yang berhubungan dengan peserta didik, meliputi pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan kurikulum atau silabus, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknologi pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.36

Kompetensi pedagogik yang merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik, menurut Enco Mulyasa sekurang-kurangnya meliputi hal-hal sebagai berikut:37

1) Pemahaman wawasan dan landasan kependidikan

35 Edi Suardi, Pedagogik (Bandung: Angkasa OFFSET, 2009), 113.

36 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

37 Enco Mulyasa, Standar Kompetensi, 75.

(36)

Guru sebagai tenaga pendidik yang sekaligus memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di negara ini, terlebih dahulu harus mengetahui dan memahami wawasan dan landasan kependidikan sebagai pengetahuan dasar. Pengetahuan awal tentang wawasan dan landasan kependidikan ini dapat diperoleh ketika guru mengambil pendidikan keguruan di perguruan tinggi.

2) Pemahaman terhadap peserta didik

Peserta didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. Tujuan guru mengenal siswa-siswanya adalah agar guru dapat membantu pertumbuhan dan perkembangannya secara efektif, menentukan materi yang akan diberikan, menggunakan prosedur mengajar yang serasi, mengadakan diagnosis atas kesulitan belajar yang dialami oleh siswa, dan kegiatan-kegiatan guru lainnya yang berkaitan dengan individu siswa.

3) Pengembangan kurikulum/silabus

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pembelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.38 Sedangkan, silabus adalah seperangkat rencana dan pengaturan untuk membantu

38 Departemen Agama, Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Sekolah Menengah (Jakarta:

Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI, 2005), 4.

(37)

mengembangkan seluruh potensi yang meliputi kemampuan fisik, intelektual, emosional, dan moral agama.39

Dalam proses belajar mengajar, kemampuan guru dalam mengembangkan kurikulum/silabus sesuai dengan kebutuhan peserta didik sangat penting, agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan menyenangkan.

4) Perancangan pembelajaran

Perancangan pembelajaran merupakan salah satu kompetensi pedagogik yang harus dimiliki guru, yang akan tertuju pada pelaksanaan pembelajaran. Perancangan pembelajaran sedikitnya mencakup tiga kegiatan, yaitu: identifikasi kebutuhan, identifikasi kompetensi, dan penyusunan program pembelajaran.40 5) Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis

Dalam peraturan pemerintah tentang guru dijelaskan bahwa guru harus memiliki kompetensi untuk melaksanakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan pembelajaran harus berangkat dari proses dialogis antar sesama subjek pembelajaran sehingga melahirkan pemikiran kritis dan komunikatif. Tanpa komunikasi tidak akan ada pendidikan sejati.41 6) Pemanfaatan teknologi pembelajaran

Fasilitas pendidikan pada umumnya mencakup sumber belajar, sarana dan prasarana penunjang lainnya, sehingga

39 Departemen Agama, Pedoman Pelaksanaan, 29.

40 Enco Mulyasa, Standar Kompetensi, 100.

41 Enco Mulyasa, Standar Kompetensi, 103.

(38)

peningkatan fasilitas pendidikan harus ditekankan pada peningkatan sumber-sumber belajar, baik kualitas maupun kuantitasnya yang sejalan dengan perkembangan teknologi pendidikan dewasa ini. Perkembangan sumber-sumber belajar ini memungkinkan peserta didik belajar tanpa batas, tidak hanya di ruang kelas, tetapi bisa di laboratorium, perpustakaan, di rumah dan di tempat-tempat lain. Teknologi pembelajaran merupakan sarana pendukung untuk membantu memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran dan pembentukan kompetensi, memudahkan penyajian data, informasi, materi pembelajaran, dan variasi budaya.42

7) Evaluasi Hasil Belajar

Dalam melakukan evaluasi hasil belajar seorang guru dituntut untuk memahami beberapa hal, diantaranya:

Pertama, Penilaian Kelas. Penilaian kelas dilakukan untuk

mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiagnosa kesulitan belajar, memberikan umpan balik, memperbaiki proses pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik serta menentukan kenaikan kelas. Penilaian kelas dilakukan dengan ulangan harian dan ujian akhir.43

Kedua, Tes kemampuan dasar. Tes kemampuan dasar

dilakukan untuk mengetahui kemampuan membaca, menulis dan

42 Enco Mulyasa, Standar Kompetensi, 107.

43 Edi Suardi, Pedagogik, 34.

(39)

berhitung yang diperlukan dalam rangka memperbaiki program pembelajaran (program remedial).44

Ketiga, Penilaian akhir satuan pendidikan dan sertifikasi.

Pada setiap akhir semester dan tahun pelajaran diselenggarakan kegiatan penilaian guna mendapatkan gambaran secara utuh dan menyeluruh mengenai ketuntasan belajar peserta didik dalam satuan waktu tertentu dan juga untuk keperluan sertifikasi, kinerja, dan hasil belajar yang dicantumkan dalam ijazah.

Keempat, Penilaian program. Penilaian program dilakukan

oleh Departemen Pendidikan Nasional dan Dinas Pendidikan secara kontinyu dan berkesinambungan. Penilaian program dilakukan untuk mengetahui kesesuaian kurikulum dengan dasar, fungsi dan tujuan pendidikan nasional, serta kesesuaiannya dengan tuntutan perkembangan masyarakat, dan kemajuan zaman.45

8) Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang telah demikian pesat, guru tidak lagi hanya bertindak sebagai penyaji informasi tetapi juga harus mampu bertindak sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari dan mengolah

44 Saryati, “Upaya Peningkatan Kompetensi Paedagogik Guru Sekolah Dasar”, Bahana Manajemen Pendidikan 2, Nomor 1, (Juni 2014): 674, diakses 03 April 2021, http://ejournal.unp.ac.id/ index.php/bahana/issue/view/461.

45 Enco Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006), 261.

(40)

sendiri informasi. Dengan demikian keahlian guru harus terus dikembangkan dan tidak hanya terbatas pada penguasaan prinsip mengajar.46

Guru yang baik adalah guru yang selalu bersikap obyektif, terbuka untuk menerima kritik terhadap kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya, misalnya dalam hal caranya mengajar, serta terus mengembangkan pengetahuannya terkait dengan profesinya sebagai pendidik. Hal ini diperlukan dalam upaya perbaikan mutu pendidikan demi kepentingan peserta didik sehingga benar-benar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik.

Kompetensi pedagogik pada penelitian ini dibatasi pada kemampuan perancangan pembelajaran, penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, dan evaluasi hasil belajar karena secara operasional ketiga kemampuan tersebut merupakan komponen dalam pengelolaan pembelajaran.

b. Indikator Kompetensi Pedagogik

Seorang guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam bidang keguruan atau dengan kata lain ia telah terdidik dan terlatih dengan baik. Terdidik dan terlatih bukan hanya memperoleh pendidikan formal saja akan tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau teknik di dalam kegiatan belajar

46 Hamzah, Profesi Kependidikan, Problema, Solusi dan Reformasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), 16-17.

(41)

mengajar serta menguasai landasan-landasan kependidikan seperti yang tercantum dalam kompetensi guru.47

Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu:

kompetensi profesional, kepribadian, pedagogik, dan sosial. Menurut A. Fatah Yasin menyebutkan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan seorang pendidik dalam mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi:48

1) Kemampuan dalam memahami peserta didik, dengan indikator antara lain memahami karakteristik perkembangan peserta didik, memahami prinsip-prinsip perkembangan kepribadian peserta didik, mampu mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik, mengenali perbedaan potensi yang dimiliki peserta didik, dan mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.49

2) Kemampuan dalam membuat perancangan pembelajaran, dengan indikator antara lain mampu merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar, merencanakan pengorganisasian bahan pembelajaran, merencanakan penggunakan media dan sumber pengajaran sarana yang bisa digunakan untuk mempermudah pencapaian kompetensi, dan lainnya, mampu merencanakan

47 Usman Uzer, Menjadi Guru Profesional (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005), 15.

48 A. Fatah Yasin, Dimensi-dimensi Pendidikan Islam (Malang: UIN Malang Press, 2008), 73-75.

49 Sunardi dan Imam Sujadi, Modul Sumber Belajar Penunjang PLPG 2016 Materi Pedagogik (Jakarta: Kemendikbud, 2016), 2-3.

(42)

pengelolaan kelas, dan merencanakan model penilaian hasil belajar.

3) Kemampuan melaksanakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, dengan indikator antara lain mampu membuka pelajaran, mengelola kegiatan belajar mengajar, berkomunikasi dengan siswa, mengorganisasi kelas dan menggunakan waktu dengan baik, dan melaksanakan penilaian selama proses belajar mengajar berlangsung dan melaksanakan penilaian pada akhir pelajaran, serta mampu menutup pelajaran.

4) Kemampuan dalam mengevaluasi hasil belajar, dengan indikator antara lain mampu merancang dan melaksanakan penilaian, mampu menganalisis hasil penilaian, dan mampu memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan kualitas pembelajaran selanjutnya.

5) Kemampuan dalam mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya, dengan indikator antara lain memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik, dan mampu memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan potensi non-akademik.

2. Kelompok Kerja Guru (KKG)

a. Pengertian Kelompok Kerja Guru

Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, yang memiliki indikator keefektifan organisasi yang dipengaruhi oleh faktor

(43)

struktur organisasi, kemampuan dan karakteristik pengurus, lingkungan, serta praktik dan kebijakan manajemen. Praktik dan kebijakan manajemen Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan faktor yang paling banyak dalam mempengaruhi keefektifan Kelompok Kerja Guru (KKG), sebab dalam hal praktik dan kebijakan manajemen, Robbins menyatakan bahwa semua manajer menjalankan empat fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian.50

Kelompok Kerja Guru (KKG) juga dapat diartikan sebagai wadah profesional guru yang aktif, kompak dan akrab yang membahas permasalahan dari dan untuk guru.51 Dalam PMA Nomor 16 Tahun 2010 pasal 1, ayat 11 dinyatakan bahwa Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama adalah organisasi pembinaan profesi Guru Pendidikan Agama pada SD dan SDLB.52

Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan wadah atau forum kegiatan profesional bagi para guru di tingkat gugus atau kecamatan yang terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah,53 guna peningkatan kemampuan, pengetahuan, serta untuk pembinaan hubungan kooperasi secara fungsional dan koordinasi antar guru dalam memanfaatkan potensi dan kemampuan masing-masing guru.

50 Robbins, Perilaku Organisasi (Jakarta: PT. Prenhallindo, 2001), 3.

51 Din Wahyudin, Monitoring dan Evaluasi Petunjuk bagi Para Pelaksana (Jakarta:

PEQIP, 2005), 10.

52 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah.

53 Fauzi Muharom, “Partisipasi Kelompok Kerja Guru”, 141.

(44)

Berdasarkan pengertian di atas maka eksistensi Kelompok Kerja Guru memiliki peran yang sangat sentral dan strategis dalam pemberdayaan dan peningkatan kompetensi Guru. Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan salah satu organisasi profesi guru yang berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat.54 Tugas dan fungsi dari Kelompok Kerja Guru (KKG) adalah melakukan peningkatan kemampuan guru sebagai tenaga kependidikan yang berhubungan dengan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengembangan bahan ajar, pendayagunaan media dan sumber belajar, penilaian, pelaksanaan bimbingan serta diskusi mencari alternatif penyelesaian berbagai masalah dan penetapan kegiatan.55

b. Fungsi Kelompok Kerja Guru (KKG)

Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan wadah yang sangat membantu dalam pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan apabila berfungsi sebagaimana yang diharapkan.

Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai sistem pembinaan kompetensi guru SD mengemban misi yang sesuai dengan fungsi yaitu:

Meningkatkan kemampuan dan kualitas guru, memberikan informasi baru dalam bidang pendidikan, pemecahan masalah yang dihadapi guru, membina kerjasama dan

54 UU. No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

55 Enco Mulyasa, Uji Kompetensi dan Penilaian Kinerja Guru (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2013), 143.

(45)

keakraban dalam meningkatkan prestasi dan kinerja guru dalam mengelola proes belajar mengajar.56

Selanjutnya, fungsi Kelompok Kerja Guru (KKG) antara lain yaitu: 1) fungsi silaturrahmi, yaitu wadah pertemuan semua guru PAI di suatu kecamatan, 2) fungsi informasi, yaitu penyediaan bermacam informasi kedinasan yang diperlukan anggota KKG, 3) fungsi produksi yaitu penyediaan kebutuhan pembelajaran bagi semua anggotanya, dan 4) fungsi pengembangan profesi yaitu fasilitasi dan pemberian bimbingan kepada anggotanya dalam pengembangan profesi guru, seperti angka kredit,kenaikan pangkat, pendampingan dalam penulis karua ilmiah (PTK), dan lainnya.57

Kemudian, Kelompok Kerja Guru (KKG) juga berfungsi meningkatkan kompetensi guru, khususnya Kompetensi Pedagogik.

Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono telah mencanangkan guru sebagai profesi.58 Seseorang yang bekerja dengan dilandasi pendidikan keahlian dikategorikan sebagai pekerja profesional. Guru yang profesional adalah guru yang bekerja dengan dilandasi pendidikan dan keahlian. Kualifikasi yang dimiliki layak

56 Aan Purnanda, “Pelaksanaan Fungsi Kelompok Kerja Guru (KKG) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar”, Bahana Manajemen Pendidikan Jurnal Administrasi Pendidikan 1, Nomor 1, (Oktober 2013): 461, diakses 02 April 2021, http://ejournal.unp.ac.id/index.php/bahana/article/view/2726.

57 Juwairiyah, “Profesionalisme Guru dalam Melaksanakan KKG dan MGMP”, http://sumut.kemenag.go.id/, diakses 14 September 2020.

58 Suparlan, Guru Sebagai Profesi, (Yogyakarta: Hikayat, 2006), 23.

Gambar

Tabel 2.1  Profil KKG PAI SD Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, 47.
Gambar 2.1  Susunan  Pengurus  KKG  PAI  SD  Kecamatan  Sandubaya  Kota  Mataram Periode 2018-2023, 48

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini adalah guru pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Wonogiri secara umum telah memiliki kompetensi profesional yang memadai untuk

Kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Wonogiri pada aspek menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan

Peningkatan Kompetensi Guru Agama Islam Melalui Pembelajaran Pengamalan (Penelitian tentang Komptensi Pedagogis, Komptensi Profesional, Komptensi Kepribadian dan

Penelitian ini kenuimpulkan bahwa tindakan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik melalui penerapan supervisi akademik pada guru sekolah dasar diawali

Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pelaksanaan Pembelajaran yang Mendidik dan Dialogis terhadap Pemahaman Materi Pendidikan Agama Islam siswa SMPN

(2) Faktor apa yang menentukan keberhasilan dari kelembagaan KKG dalam menjalankan fungsi meningkatkan profesional guru pendidikan agama Islam (GPAI) SD di Kecamatan Lima

Sebagai penutup hasil penelitian yang mengkaji hubungan antara kompetensi pedagogik dan kompetensi kepribadian dengan kinerja guru Pendidikan Agama Islam SDN Kecamatan

Partisipasi Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD) Kabupaten Boyolali dalam Meningkatkan Kompetensi Guru PAI SD..