PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan maslah
Tujuan penelitian
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN
Kajian Pustaka
Syamsiyah (2002) menulis tesis berjudul Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi dengan Media Gambar Karikatur di Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis deskripsi siswa setelah menggunakan media gambar seri. Namun penelitian Syamsiyah lebih menekankan pada keterampilan menulis karangan deskriptif, sedangkan penelitian ini hanya menekankan pada keterampilan menulis opini yang merupakan salah satu bentuk karangan argumentatif bagi siswa.
Namun penelitian Syamsiyah menggunakan media gambar kartun, sedangkan penelitian ini menggunakan media sosial Instagram. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis esai deskriptif setelah menggunakan teknik koreksi teman langsung dalam pengajaran. Namun penelitian Wijayanti lebih menekankan pada keterampilan menulis esai deskriptif, sedangkan penelitian ini menekankan pada keterampilan menulis esai argumentatif tipe opini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan proses, sedangkan penelitian Wijayanti menggunakan teknik koreksi langsung teman sekelas dalam tindakan kelasnya.
Landasan Teori
- Hakikat Keterampilan Menulis Opini
- Tinjauan Media Sosial Instagram
- Tujuan Menulis dan Pengajaran Menulis
- Langkah-Langkah Meulis
Pendidik dan pelajar bertanyakan jawapan ringkas tentang perkembangan topik yang telah disusun dalam pembelajaran yang ditetapkan. Seterusnya, pendidik menerangkan tatacara membuat pembetulan bagi setiap pelajar bagi menambah baik draf awal. Kemudian, pelajar bekerja secara berpasangan untuk menyunting dengan menandakan kesilapan mekanikal dalam draf yang telah disemak.
Banyak siswa yang merasa gagal menulis ketika guru memberikan tugas menulis dalam suatu pertemuan. Draf Siswa menulis dan harus fokus pada isi serta aspek mekanis tanpa bimbingan dari pendidik. Pendidik memberikan umpan balik selama siswa menulis, sehingga siswa dapat menggunakannya untuk memperbaiki tulisannya.
Pembelajaran dengan pendekatan proses memberikan peluang besar bagi siswa untuk berpikir dan bertindak kreatif.
Kerangka Pikir
Instagram digunakan sebagai media pembelajaran menulis opini, sehingga Instagram berfungsi merangsang siswa untuk menuliskan opini tentang hal-hal yang menjadi isu sosial yang terdapat pada akun Instagramnya. Seiring dengan kemajuan teknologi, jejaring sosial Instagram bertujuan agar pelajar dapat menjadi bagian dari perkembangan globalisasi dan tidak menjadi korban. Selain itu, siswa pun lebih muda dalam menemukan ide-ide yang mengalir dalam bentuk tulisan, karena permasalahan yang ditemukan di jejaring sosial Instagram sesuai dengan kondisi lingkungan, sosial, dan budaya.
Dengan melihat media sosial Instagram, siswa mempunyai kebebasan dalam mengemukakan ide atau pendapatnya disertai argumentasi berdasarkan penalaran yang logis. Pengajaran menulis dengan menggunakan pendekatan proses, yang menggunakan teknik koreksi diri dan koreksi rekan, lebih efektif dibandingkan pendekatan tradisional dengan teknik koreksi diri.
Hipotesis Tindakan
METODE PENELITIAN
- Jenis dan Desain Penelitian
- Defenisi Istilah
- Subjek Penelitian
- Intrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Tes
- Teknik Nontes
- Tekenik Analisis Data
- Teknik Analisis Data Kuantitatif
- Teknik Analisis Data Kulitatif
Hal ini dilakukan untuk mengetahui sikap positif dan negatif siswa pada saat pembelajaran menulis opini dengan pendekatan media sosial melalui pemanfaatan media sosial Instagram. Tindakan yang dilakukan pada siklus II adalah (1) memberikan umpan balik terhadap hasil yang diperoleh pada siklus I, (2) melaksanakan proses pembelajaran menulis karangan esai dengan pendekatan proses dan menggunakan media sosial instagram, dan (3) memotivasi siswa untuk berpartisipasi lebih aktif dan serius – serius dalam menulis opini. Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil tes keterampilan menulis opini dan hasil non tes yang dilakukan pada siklus II.
Hasil perhitungan tes keterampilan menulis opini dengan pendekatan proses dan penggunaan media sosial Instagram antara siklus I dan siklus II dibandingkan. Hasil tersebut akan memberikan gambaran mengenai persentase peningkatan keterampilan menulis opini dengan pendekatan proses dan penggunaan media sosial Instagram. Berikut hasil tes siswa dalam menulis opini pada tabel gabungan 5 aspek keterampilan menulis opini.
Angket ini digunakan sebagai instrumen untuk mengetahui minat siswa dalam belajar menulis opini dengan menggunakan media sosial Instagram. Artinya siswa suka menulis opini dan termotivasi dengan penggunaan media sosial Instagram dalam proses pembelajaran. Belajar menulis opini dengan pendekatan proses menggunakan media sosial Instagram sangat menarik karena menggunakan teknologi komunikasi dan informasi.
Rata-rata hasil tes siswa dalam menulis opini pada siklus II secara umum dapat diuraikan pada tabel di bawah ini. Rata-rata kemampuan siswa dalam menulis opini Siklus II No. Rentang nilai Kategori Frekuensi Nilai total rata-rata. Perolehan hasil tersebut menunjukkan bahwa belajar menulis opini menggunakan jejaring sosial Instagram bisa sangat berhasil.
Minat siswa dalam menulis opini mengalami peningkatan setelah mengikuti pembelajaran menulis opini melalui pemanfaatan media sosial instagram. Media sosial Instagram dapat dijadikan salah satu alternatif atau stimulus belajar menulis selain keterampilan menulis opini.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Hasil Penelitian Siklus I
- Hasil Penelitian Siklus II
Hasil tes dibagi menjadi dua bagian yaitu siklus I dan siklus II berupa hasil tes siswa dalam menulis opini dengan pendekatan proses melalui pemanfaatan media sosial Instagram. Lima aspek yang dinilai dalam tes menulis opini menggunakan media sosial Instagram adalah aspek isi tulisan, organisasi tulisan, pilihan kata, penggunaan bahasa, dan mekanisme penulisan. Oleh karena itu, diperlukan tindakan yang tepat untuk meningkatkan nilai setiap aspek dalam penulisan opini.
Berdasarkan hasil pengamatan atau observasi yang dilakukan peneliti selama pembelajaran, secara umum perilaku siswa dalam menerima pembelajaran menulis opini adalah baik. Berdasarkan hasil observasi diatas terlihat bahwa sikap atau minat menulis opini melalui penggunaan media sosial Instagram adalah baik. Berdasarkan pertanyaan ketiga, keenam siswa yang diwawancarai menunjukkan bahwa siswa tersebut mengapresiasi media sosial Instagram sebagai tempat belajar dan menulis opini.
Salah satu siswa menyatakan bahwa dia senang diawasi oleh peneliti karena peneliti menyenangkan dan memberi tahu dia tentang menulis opini. Pembelajaran Siklus I pada pertemuan kedua diawali dengan peneliti menanyakan pengalaman siswa dalam menulis opini, kemudian bertanya dan menjawab bersama siswa tentang manfaat menulis opini. Berkenaan dengan metode pembelajaran, aspek ketiga berbicara tentang perasaan siswa terhadap diskusi kelompok ketika belajar menulis opini menggunakan media sosial Instagram.
Hasil tes menulis opini yang dicapai siswa setelah pembelajaran pada siklus I belum mencapai skor ketuntasan belajar sebesar 70. Kebiasaan buruk siswa tidak menulis opini menjadi beberapa paragraf yang kalimat utamanya menjorok ke dalam. Selain hasil tes yang rendah, perilaku belajar yang ditunjukkan siswa selama proses pembelajaran menulis opini masih kurang memuaskan.
Hasil tes penulisan opini dengan pendekatan proses melalui pemanfaatan media sosial Instagram pada mahasiswa pengajaran bahasa Indonesia di Unismuh Makassar secara umum masih menggunakan 5 aspek yang dinilai yaitu aspek kualitas konten, aspek pengorganisasian penulisan, aspek pilihan kata. , aspek penggunaan bahasa dan aspek mekanis penulisan. Dari data observasi terlihat bahwa minat dan sikap menulis opini mayoritas mengalami peningkatan. Hasil tes dan non tes siswa dalam hal ini minat menulis pernyataan juga telah mencapai batas ketuntasan belajar menurut beberapa data sebelumnya.
Dari data observasi I. dan II. Siklus tersebut terlihat bahwa minat menulis opini semakin meningkat dengan hadirnya media sosial Instagram sebagai wadah bagi para peneliti untuk menulis dan mempublikasikan.
Pembahasan
- Peningkatan Keterampilan Menulis Opini
- Perubahan Minat Menulis Opini Mahasiswa
Dari hasil observasi antara siklus I dan siklus II terlihat adanya perubahan minat menulis siswa. Berdasarkan data observasi pada siklus I dan siklus II, dapat dibandingkan rata-rata nilai yang diperoleh siswa dalam suatu kelas. Aspek observasi: (1) Siswa memperhatikan dan merespons dengan antusias (bertanya, menjawab, mencatat), (2) Siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelompok dan menjawab pertanyaan peneliti, (3) Siswa mengapresiasi penggunaan media sosial di Instagram, (4) siswa aktif dan selalu bertanya kepada teman dan peneliti ketika merasa kesulitan dalam menulis pendapat, (5) Siswa menulis pendapat dengan baik, tidak ramai dan tidak mengganggu temannya.
Dari tabel perbandingan data observasi siklus I dan siklus II terlihat terjadi peningkatan yang signifikan. Peneliti yang kemudian menghadirkan media sosial Instagram sebagai keunggulan dalam proses pembelajaran telah mampu meningkatkan minat menulis siswa berdasarkan data hasil observasi siklus I dan siklus II. Dari instrumen pengumpulan data melalui data observasi kelas untuk mengetahui sejauh mana peningkatan minat menulis opini dengan hadirnya media sosial instagram sebagai media pembelajaran, tentu saja tidak cukup menjadi penguat dalam mengambil kesimpulan selama pembelajaran. proses minat siswa dalam menulis opini mengalami peningkatan.
Mengingat minat klasik dalam menulis opini mahasiswa sudah mengarah pada hal yang positif atau meningkat, tentu saja meningkatnya minat menulis opini mahasiswa akan berdampak pada penulisan opini mahasiswa, karena mereka telah mengalami kesempurnaan berdasarkan standar penelitian dari data prestasi menulis opini mahasiswa. . Setelah siswa IV. Kelas F Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam mengikuti pembelajaran menulis opini menggunakan media sosial instagram terjadi peningkatan sebesar 18,1%. Kemampuan menulis opini siswa mencapai rata-rata nilai klasikal 60,7 pada tahap pertama, dan 60,7 pada tahap kedua.
Selain meningkatnya minat menulis opini, juga terjadi perubahan perilaku siswa, hal ini terlihat pada data observasi perbandingan, wawancara dan angket siswa. Pembelajaran menulis khususnya menulis pikiran merupakan pelajaran yang paling tidak disukai oleh siswa, karena adanya anggapan bahwa menulis itu sulit dan membosankan, karena siswa harus pandai menyusun kata menjadi kalimat dan paragraf yang baik, dengan menggunakan ejaan dan tanda baca yang benar. Dalam keterampilan menulis opini, guru juga harus menyiapkan media yang sesuai dan menarik serta dapat membantu siswa untuk menuangkan gagasannya ke dalam tulisan.
Selain memilih strategi dan media yang tepat, menarik dan bermanfaat, dalam pembelajaran menulis opini bagi siswa. Siswa aktif dan selalu bertanya kepada teman dan peneliti jika mengalami kesulitan dalam menulis pendapat.
SIMPULAN DAN SARAN…
Simpulan
Aspek kualitas isi sebesar 1,87%, aspek pengorganisasian penulisan meningkat sebesar 5,34%, aspek kesesuaian pilihan kata meningkat sebesar 0,63%, aspek penggunaan bahasa sebesar 12,97%, dan aspek mekanis penulisan sebesar 44 , 00%.
Saran
Guru atau dosen mata pelajaran bahasa Indonesia dan khususnya keterampilan menulis hendaknya berperan aktif sebagai inovator dan fasilitator dalam memilih strategi pembelajaran yang paling tepat agar pembelajaran dapat menjadi pengalaman belajar yang positif bagi siswa. Praktisi pendidikan atau peneliti lain dapat melakukan penelitian serupa dengan menggunakan teknik pengajaran yang berbeda. Meningkatkan Penguasaan Ejaan Ejaan Esai Melalui Teknik Koreksi Langsung Teman Sekelas Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang.