SABAR DAN SYUKUR A. SABAR
1. Pengertian Sabar
sabar secara bahasa berasal dari kata 'shabara - yashbiru' yang berarti menahan atau mengekang. Sedangkan menurut istilah, sabar memiliki arti menahan diri terhadap cobaan atau segala sesuatu dengan tujuan untuk mengharap ridha dan pahal dari Allah swt semata.
2.
Macam-macam Sabar
Sabar dari segi agama dibagi menjadi empat, antara lain:
1. Sabar menjalankan ibadah shalat lima waktu, sebagai kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap orang Islam yang sudah Baligh.
2. Sabar menghadapi cobaan duniawi 3. Sabar menjauhi kemaksiatan,
4. Sabar atas semua urusan manusia, sehingga tidak mau menandingi atau membalas kejahatan orang lain.
3.
Ciri-ciri orang yang Sabar
berikut ini adalah ciri-ciri orang yang memiliki sikap sabar:
1. Tidak mudah marah
2. Mampu menjaga lisannya dari perkataan kotor 3. Rajin beribadah
4. Suka bersedekah dan menolong orang lain 5. Senantiasa mengalah demi kebaikan 6. Selalu bersyukur kepada nikmat Allah swt.
7. Ikhlas apabila menerima musibah
8. Menyadari bahwa setiap cobaan itu pasti ada hikmah dibaliknya 4. Jenis-jenis sabar
1. Sabar dilihat dari variabelnya, terbagi tiga bagian:
a. Kesabaran terhadap perintah dan ketaatan, hingga itu terlaksana
b. Kesabaran dari larangan dan penyimpangan, hingga ia tidak terjatuh ke dalamnya.
c. Kesabaran menghadapi takdir dan penentun, hingga dia tidak marah.
5.
Keutamaan Sabar
1. Mendapatkan pahala yang berlipat oleh Allah swt.
2. Dicintai oleh Allah swt.
Allah swt. berfirman:
"Dan Allah menyukai orang-orang yang Sabar." (Q.S. Ali-Imran:146) 3. Memperoleh berita yang menyenangkan.
4. Terbebas dari siksa api neraka.
5. Orang yang bersabar senantiasa bersama dengan Allah swt.
B. SYUKUR
1. Pengertian Syukur
Kata syukur diambil dari kata syakara, syukuran, wa syukuran,dan wa syukuran yang berarti berterima kasih keapda-Nya .. Adapun menurut istila, adalah ,merasa gembira dan puas serta berterimaksih ats segala nikmat dan anugerah Allah yang dilimpahkan kepadanya, sungguh pun tidak sesuai dengan yang diharapkan.
2. cara bersyukur kepada Allah.
1. bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah.
2. Bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah.
3. Bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif.
3. Sebab-sebab kurang bersyukur.
1. Lalai dari nikmat Allah.
2. Kebodohan terhadap hakikat nikmat
3. Pandangan sebagian manusia kepada orang yang berada di atasnya 4. Melupakan masa lalu