• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pensinyalan dan Manajemen Mobilitas Jaringan GSM

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Pensinyalan dan Manajemen Mobilitas Jaringan GSM"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Pensinyalan dan Manajemen Mobilitas Jaringan GSM

Kelompok 6:

1. Purwa rengga S.N 2. Ipung A.R

3. Asep Ahmad M 4. Yoka M

5. Andika A.F

(2)

Pensinyalan

sesuatu yang membawa informasi yang diperlukan seorang

pelanggan agar dapat melakukan sambungan pembicaraan dengan pelanggan yang lain nya

.

Macam-macam Pensinyalan

1. Klasifikasi berdasarkan tempat

Subscriber signalling

Interswitch signalling atau sinyal antar sentral 2. Klasifikasi dari fungsinya pensinyalan,

Supervisory signalling

Register Signalling

Audible-visual signalling

3. Klasifikasi berdasarkan cara pengirimannya

Link by link signalling

End to end signalling

(3)

 Arsitektur GSM

(4)

 Mobile Station (MS)

Mobile Station (MS) adalah

perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan

komunikasi. Secara umum

sebuah MS terdiri dari Mobile

Equipment (ME) dan Subscriber

Identity Module (SIM).

(5)

Mobile Equipment (ME)

ME adalah perangkat GSM yang ada di pelanggan yang berfungsi sebagai terminal transceiver (pengirim dan penerima sinyal) untuk berkomunikasi dengan perangkat GSM lainnya.

Subscriber Identity Module (SIM)

SIM adalah sebuah smart card yang berisi seluruh

informasi pelanggan dan beberapa informasi layanan

yang dimilikinya. Mobile Equipment (ME) tidak dapat

digunakan tanpa ada SIM card di dalamnya, kecuali

untuk panggilan darurat dapat dilakukan tanpa

menggunakan SIM card.

(6)

 Base Station Subsytem (BSS)

Base Station Subsystem merupakan

bagian dari radio sistem pada

jaringan GSM yang terdiri dari Base

Station Controller (BSC) dan Base

Transceiver Station (BTS).

(7)

Base Station Controller (BSC)

BSC merupakan bagian inti dari sitem BSS yang menghubungkan antara BTS dengan NSS (seluruh database BTS ada pada BSC). Adapun fungsi utama dari BSC adalah sebagai database seluruh elemen jaringan BSS, penyambung kanal trafik, memproses pensinyalan, mengontrol daya, menangani fungsifungsi operasi dan maintenance serta memonitoring sistem.

Base Transceiver Station (BTS)

BTS dapat dilihat sebagai bagian dasar dalam jaringan BSS dan perlengkapan hubungan antara BSC dengan MS. Fungsinya sebagai elemen jaringan yang berinteraksi langsung dengan MS melalui radio interface. BTS terdiri dari Tx (transmitter) dan Rx (receiver) yang menyediakan kanal pembicaraan. Cara kerja radio suatu BTS adalah membentuk dan mengatur sel trafik hubungan dan handover (perpindahan MS dari satu BTS ke BTS lain) yang berada dalam wilayah cakupannya.

(8)

Network Switch Subsytem (NSS)

NSS tugasnya mengatur komunikasi antar pelanggan

selular, mengatur komunikasi pelanggan selular

dengan jaringan lain dan sebagai database untuk

manajemen mobilitas pelanggan. NSS inilah yang

mengatur hubungan telekomunikasi selular antar

pelanggan Telkomsel dan dari ke pelanggan operator

lain, sekaligus mencatat posisi pelanggan, lokal atau

roaming SLJJ dan sebagainya. Di jaringan PSTN,

NSS sering disebut sebagai sentral telepon, karena

proses hubungan tercatat disini. NSS terdiri dari :

(9)

Mobile Switching Center (MSC)

MSC berfungsi mengkoordinasi proses pembangunan hubungan dari atau ke MS dan juga mengontrol beberapa BSC.

  Home Location Register (HLR)

Berisi database yang menyimpan informasi pelanggan dan informasi yang berhubungan dengan lokasi pelanggan. Bagian dari HLR adalah Authentication Center (AuC) dan Equipment Identity Register (EIR). AuC mengatur keamanan dan keauntetikan pelanggan. EIR menyimpan data dari ME atau data yang berhubungan dengan ME.

(10)

Visitor Location Register (VLR)

VLR dapat tersambung ke satu atau beberapa MSC. Secara temporer menyimpan data lokasi pelanggan sesuai dengan MSC-nya. VLR dapat dianggap sebagai suatu database pelanggan yang diambil secara intensif bertukar data dengan VLR.

 

Gateway Mobile Switching Center (GMSC)

Pada proses pembangunan hubungan, panggilan mula-mula dirutekan ke GMSC untuk mencari HLR berdasarkan nomor directory pelanggan selular.GMSC mempunyai suatu interface dengan jaringan eksternal.

(11)

Operation and Maintenance Center (OMC)

OMC adalah sub sistem jaringan GSM yang berfungsi sebagai pusat pengendalian dan pemeliharaan elemen jaringan GSM yang terhubung dengannya. Tiap-tiap elemen jaringan mempunyai perangkat OMC-nya sendiri-sendiri, misalnya elemen jaringan NSS mempunyai perangkat OMC sendiri, elemen jaringan BSS mempunyai perangkat OMC sendiri.

Biasanya, di banyak operator semua perangkat OMC ini diletakan di dalam satu ruangan OMC yang terpusat.OMC pada umumnya memiliki fungsi fungsi sebagai berikut :

Fault Management

Configuration Management

Performance Management

Inventory Management

(12)

Metoda Pengaksesan GSM

Frequency Division Multiple Access (FDMA) GSM adalah suatu sistem FDMA/ TDMA, yaitu kanal fisik digambarkan baik melalui frekuensi dan time slot. GSM juga adalah suatu sistem FDD, yaitu untuk uplink dan downlink menggunakan frekuensi yang berbeda. Masing- masing cakupan frekuensi dibagi menjadi 200 kHz frekuensi pembawa. Frekuensi pembawa ini diberi nomor dan dikenal dengan Absolute Radio Frequency Carrier Number (ARFCN). Masing- masing ARFCN disesuaikan dengan pasangan pembawa (1 untuk uplink dan 1 untuk downlink).

(13)

Time Division Multiple Access (TDMA)

Seperti yang telah disebutkan,

GSM menggunakan teknologi

akses tidak hanya FDMA, tetapi

juga TDMA yaitu kanal fisik yang

terpisah satu sama lain oleh

waktu. Ini berarti untuk alur radio

antara antena MS dan BTS, setiap

kanal mempunyai periode waktu

pada frekuensi selama proses.

(14)

Struktur Pengkanalan GSM

Jalur yang biasa untuk membawa

informasi antara MS dan BTS dikenal

dengan nama kanal fisik (Physical

channel).

Perbedaan pembawa informasi

dalam kanal fisik diklasifikasikan sebagai

kanal logika (Logical channel). Kanal

logika dibagi menjadi 2 kategori, kanal

kontrol (Control Channel) dan kanal trafik

(Traffic Channel). Keduanya kemudian

dibagi lagi, ada 2 tipe dari kanal trafik dan

ada 3 kategori dari kanal kontrol dengan

total ada 9 tipe kanal yang berbeda.

(15)

Struktur Pengkanalan GSM

(16)

Manajemen Mobilitas

Dalam jaringan GSM diperlukan manajemen mobilitas (mobility management) yang mengelola MS melakukan pembaruan lokasi (location update), perpindahan sel (handover), penjelajahan (roaming), Mobile Terminating Call (MTC), Mobile Originating Call (MOC), serta pada saat mematikan atau menghidupkan MS (IMSI Attach/

Detach). Jika hal-hal tersebut di atas diatur dengan baik, maka komunikasi yang diinginkan pengguna tidak akan mengalami hambatan atau gangguan

(17)

Pembaruan Lokasi (Location Update)

Pembaruan lokasi akan dilakukan MS pada saat :

◦ MS pindah ke lokasi daerah lain (Normal Location Updating).

◦ Pada saat jaringan membutuhkan informasi updating (Periodic

Updating).

◦ Pada saat IMSI Attach/ Detach (pada

saat mematikan/menghidupkan MS).

(18)

Penjelajahan (Roaming)

Roaming terjadi bila pengguna bergerak melalui sentral lain yang bukan daerah pelayanannya. Roaming biasanya dilakukan oleh pengguna yang melakukan penjelajahan dan telah meninggalkan kota asalnya.

Roaming dapat dilakukan melalui beberapa cara :

1. Roaming Nasional.

2. Roaming Internasional.

3. Roaming Lintas Operator Nasional.

(19)

Mobile Terminating Call (MTC)

Merupakan suatu proses dimana MS akan melakukan penerimaan panggilan. Proses terjadinya MTC yaitu pada saat MS akan melakukan panggilan ke arah jaringan GSM, MSC akan meneruskan ke arah MSC yang akan ditujukan MSC tersebut akan meneruskan ke BSC untuk mencari posisi MS yang akan dihubungi melalui BTS. BTS mengenali MTC dengan melalui paging dari BTS ke MS. Dengan kata lain ketika ada panggilan ke arah MS yang dituju, BTS memberikan informasi ke MS melalui paging, paging tersebut dikirimkan melalui PCH (Paging Channel) dan MS melakukan jawaban terhadap paging yang dilakukan BTS melalui Random Access Channel (RACH).

(20)

Mobile Originating Call (MOC)

Merupakan proses ketika akan

melakukan panggilan. Proses

MOC hampir sama dengan proses

yang terjadi pada saat menerima

panggilan (MTC), perbedaannya

pada MOC mobile station (MS)

yang mempunyai inisiatif untuk

melakukan panggilan.

(21)

IMSI Attach/ Detach

Pada jaringan GSM, pengguna sering melepaskan atau memasangkan chip (SIM card) ataupun menghidupkan atau mematikan power mobile station. Ini yang disebut dengan IMSI ( International Mobile Subscriber Identity) Attach/ Detach.

Pada saat power MS dihidupkan, MS melakukan permohonan IMSI attach melalui MSC untuk menggabungkan IMSI pada VLR dengan melakukan location update untuk penggabungan ke jaringan GSM.

Sedangkan untuk IMSI detach dengan jaringan GSM, MS mengajukan permohonan pemutusan melalui BSS dan MSC, kemudian MSC melakukan pemutusan ke arah VLR dan IMSI agar MS di non-aktifkan.

(22)

Terimakasih

Wassalammualaikum.Wr.Wb.

Referensi

Dokumen terkait