• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pentingnya Antropometri dalam Meningkatkan Efisiensi Kerja

N/A
N/A
Muhammad Fatur Rizky

Academic year: 2024

Membagikan "Pentingnya Antropometri dalam Meningkatkan Efisiensi Kerja"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam dunia industri modern, efisiensi dan produktivitas merupakan dua pilar utama yang menentukan keberhasilan sebuah proses produksi. Efisiensi kerja tidak hanya berpengaruh pada biaya operasional, tetapi juga pada kualitas produk akhir dan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, antropometri adalah salah satu faktor yang menentukan efisiensi dan efektivitas dari pekerja.

Menurut Ulajaszek (1994: 55-57) kata "antropometri" berasal dari dua kata Yunani,

"antropo" yang berarti "manusia" dan "metron" yang berarti "ukuran". Oleh karena itu, antropometri dapat didefinisikan sebagai bidang studi yang mempelajari pengukuran dimensi tubuh manusia. Sementara itu menurut Nurmianto (1991: 55-64) antropometri adalah kumpulan data numerik yang berhubungan dengan karakteristik fisik manusia, seperti ukuran, bentuk, dan kekuatan, yang digunakan untuk memecahkan masalah desain.

Praktikum pengukuran antropometri ini dilakukan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana pengukuran antropometri. Melalui praktikum ini mahasiswa diharapkan mempelajari dan menerapkan pengukuran untuk kebutuhan sehari-hari dan dapat membuat alat atau produk sesuai dengan pengukuran persentil.

Pengukuran antopometri membantu dalam menentukan ukuran yang tepat untuk target pasar yang telah ditentukan. Dengan pengukuran antopometri, diharapkan produk yang telah dibuat dapat cocok dengan kebutuhan sehari-hari.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pengukuran antropometri?

2. Apa saja dimensi tubuh dan data antropometri yang perlu diperhatikan dalam merancang sistem kerja yang ergonomis?

1.3 Tujuan Praktikum

1. Mahasiswa mampu melakukan pengukuran dimensi bagian-bagian tubuh manusia untuk mendapatkan data antroopometri

2. Mahasiswa mampu menentukan dimensi tubuh dan data antropometri yang dibutuhkan dalam perancangan sistem kerja

1.4 Manfaat Praktikum

1. Mahasiswa mampu melakukan pengukuran dimensi bagian-bagian tubuh manusia untuk mendapatkan data antroopometri

2. Mahasiswa mampu menentukan dimensi tubuh dan data antropometri yang dibutuhkan dalam perancangan sistem kerja

1.5 Batasan Masalah

1. Manusia yang diukur adalah anggota kelompok praktikum 2. Alat yang digunakan adalah alat antropometri dan meteran kain

(2)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Teori Singkat 2.1.1 Antropometri

Istilah anthropometry berasal dari kata “anthropos (man)” yang berarti manusia dan “metron (measure)” yang berarti ukuran (Bridger, 1995). Menurut Sanders & Mc Cormick (1987);

Pheasant (2006), dan Pulat (1992), antropometri adalah pengukuran dimensi tubuh atau karakteristik fisik tubuh lainnya yang relevan dengan desain sesuatu yang digunakan oleh orang.

Secara umum, antropometri dibagi atas dua bagian, yaitu:

1. Antropometri statis, dimana pengukuran dilakukan pada tubuh manusia yang berada dalam posisi diam. Dimensi yang diukur pada Anthropometri statis diambil secara linier (lurus) dan dilakukan pada permukaan tubuh. Agar hasil pengukuran representatif, maka pengukuran harus dilakukan dengan metode tertentu terhadap berbagai individu, dan tubuh harus dalam keadaan diam.

2. Antropometri dinamis, dimana dimensi tubuh diukur dalam berbagai posisitubuh yang sedang bergerak, sehingga lebih kompleks dan lebih sulit diukur.Terdapat tiga kelas pengukuran dinamis, yaitu:

2.1. Pengukuran tingkat ketrampilan sebagai pendekatan untuk mengerti keadaan mekanis dari suatu aktivitas. Contoh: dalam mempelajari performa atlet.

2.2. Pengukuran jangkauan ruangan yang dibutuhkan saat kerja. Contoh: Jangkauan dari gerakan tangan dan kaki efektif saat bekerja yang dilakukan dengan berdiri atau duduk.

2.3. Pengukuran variabilitas kerja. Contoh: Analisis kinematika dan kemampuan jari-jari tangan dariseorang juru ketik atau operator komputer.

Antropometri secara luas digunakan untuk pertimbangan ergonomis dalam suatu perancangan (desain) produk maupun sistem kerja yang akan memerlukan interaksi manusia. Secara umum data antropometri diaplikasikan secara luas dalam hal :

1. Perancangan areal kerja (work station, interior mobil, dll).

2. Perancangan peralatan kerja (perkakas, mesin, dll).

3. Perancangan produk-produk konsumtif (pakaian, kursi, meja, dll).

4. Perancangan lingkungan kerja fisik.

Terdapat tiga filosofi dasar yang digunakan oleh ahli-ahli ergonomi dalam mengaplikasikan data antropometri pada suatu desain (Sutalaksana, 1979; Wignjosoebroto, 1995), yaitu:

1. Perancangan produk bagi individu dengan ukuran yang ekstrim Contoh: penetapan ukuran minimal dari lebar dan tinggi dari pintu darurat.

2. Perancangan produk yang bisa dioperasikan di antara rentang ukuran tertentu. Contoh:

perancangan kursi mobil yang letaknya bisa digeser maju atau mundur, dan sudut sandarannyapun bisa dirubah-rubah

3. Perancangan produk dengan ukuran rata-rata. Contoh: desain fasilitas umum seperti toilet umum, kursi tunggu.

Pengukuran antropometri relatif mudah untuk dilakukan jika diaplikasikan pada data perseorangan. Akan tetapi semakin banyak jumlah manusia yang diukur dimensi tubuhnya maka variasi ukuran antara satu tubuh dengan tubuh lainnya baik secara keseluruhan maupun

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

(3)

persegmen tubuh akan semakin terlihat (Nurmianto, 1996). Terdapat berbagai macam faktor yang mempengaruhi variasi dimensi tubuh manusia, antara lain:

1. Umur

Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai kira-kiraberumur 20 tahun untuk pria dan 17 tahun untuk wanita. Kemudian manusiaakan berkurang ukuran tubuhnya saat manusia berumur 60 tahun.

2. Jenis Kelamin

Pada umumnya pria memiliki dimensi tubuh yang lebih besar kecuali dada dan pinggul.

3. Suku Bangsa

Variasi dimensi akan terjadi, karena pengaruh etnis.

4. Pekerjaan

Aktivitas kerja sehari-hari juga menyebabkan perbedaan ukuran tubuh manusia. Selain faktor- faktor di atas, masih ada beberapa kondisi tertentu (khusus) yang dapat mempengaruhi variabilitas ukuran dimensi tubuh manusia yang juga perlu mendapat perhatian, seperti:

1. Cacat tubuh

Data antropometri akan diperlukan untuk perancangan produk bagiorang-orang cacat.

2. Tebal/tipisnya pakaian yang harus dikenakan

Faktor iklim yang berbeda akan memberikan variasi yang berbeda pula dalam bentuk rancangan dan spesifikasi pakaian. Artinya, dimensi orang pun akan berbeda dalam satu tempat dengan tempat yang lain.

3. Kehamilan

Kondisi semacam ini jelas akan mempengaruhi bentuk dan ukuran dimensi tubuh (untuk perempuan) dan tentu saja memerlukan perhatian khusuterhadap produk-produk yang dirancang bagi segmentasi seperti itu.

Meskipun terdapat variasi data antropometri pada suatu populasi, setidaknya 90-95% dari populasi yang menjadi target dalam kelompok pemakaisistem harus dapat menggunakan sistem tersebut dengan selayaknya. Untuk kepentingan itulah maka data antropometri diharapkan mengikuti distribusi normal. Dalam statistik, distribusi normal dapat diformulasikan berdasarkan nilai rata-rata (X) dan simpangan standarnya (σ) dari data yang ada. Melalui data tersebut kemudian dapat ditetapkan “percentile”. Percentile adalah suatu nilai yang menunjukkan presentase tertentu dari orang-orang yang memiliki ukuran di bawah atau pada nilai tersebut.

Sebagai contoh, 95-th percentile akan menunjukkan 95% populasi akan berada pada atau di bawah nilai dari su atu data yang diambil.

(4)

2.1.2 Pengukuran Antropometri Statis/Dimensi Tubuh

Tabel 2. Pengukuran Antropometri Statis Posisi Duduk Menyamping No Data yang Diukur Cara Pengukuran

Tinggi duduk tegak Ukur jarak vertikal dari permukaan tubuh sampai ujung atas kelapa. Subjek duduk tegak dengan pandangan lurus ke depan, dan lutut membentuk sudut siku-siku.

Tinggi duduk normal

Ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung atas kepala. Subjek duduk normal dengan pandangan lurus ke depan dan lutut membentuk sudut siku-siku.

Tinggi mata duduk Ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung mata bagian dalam. Subjek duduk tegak dengan pandangan lurus ke depan.

Tinggi bahu duduk Ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung tulang bahu yang menonjol pada saat subjek duduk tegak.

Tinggi siku duduk Ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai ujung bawah siku kanan. Subjek duduk tegak dengan lengan atas vertikal di sisi badan dan lengan bawah membentuk sudut siku- siku

Tinggi pinggang Subjek duduk tegak, ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai pinggang.

Tinggi sandaran

punggung Subjek duduk tegak, ukur jarak vertikal dari permukaan alas duduk sampai pucuk belikat bawah

Tebal perut Subjek duduk tegak, ukur jarak ke samping dari belakang perut sampai ke depan perut.

Tebal paha Subjek duduk tegak, ukur jarak dari permukaan alas duduk sampai ke permukaan atas pangkal paha.

Tinggi popliteal Ukur jarak vertikal dari lantai sampai bagian bawah paha

Pantat popliteal Subjek duduk tegak, ukur jarak horizontal dari bagian terluar pantat sampai lekukan lutut sebelah dalam (popliteal). Paha dan kaki bagian bawah membentuk sudut siku-siku.

Pantat ke lutut Subjek duduk tegak, ukur jarak horizontal dari bagian terluar

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

(5)

pantat sampai ke lutut. Paha dan kaki bagian bawah membentuk sudut siku-siku (nomor 11 + tebal lutut).

Tinggi Bahu ke

siku Ukur jarak vertikal dari ujung tulang bahu yang menonjol sampai ujung siku. Subjek duduk tegak dengan lengan bawah membentuk sudut siku-siku

Panjang kaki ke

pantat Ukur jarak horizontal dari bagian telapak kaki sampai bagian pantat terluar. Subjek duduk tegak

Tinggi Lutut duduk Ukur jarak vertikal dari ujung telapak kaki sampai kelutut. Subjek duduk tegakdengan lutut membentuk sudut siku-siku

Tabel 3. Pengukuran Antropometri Statis Posisi Duduk Menghadap ke Depan No Data yang Diukur Cara pengukuran

Lebar bahu Ukur jarak horizontal antara kedua lengan atas. Subjek duduk tegak, dengan lengan bagian atas merapat ke badan dan lengan bagian bawah direntangkan ke depan.

Lebar pinggul Subjek duduk tegak, ukur jarak horizontal dari bagian terluar pinggul sisi kiri sampai bagian terluar pinggul sisi kanan

Lebar sandaran

duduk Ukur jarak horizontal antara kedua tulang belikat. Subjek duduk tegak dengan lengan bagian atas merapat ke badan dan lengan bagian bawah direntangkan ke depan.

Lebar pinggang Subjek duduk tegak, ukur jarak horizontal dari bagian terluar pinggang sisi kiri sampai bagian terluar pinggang sisi kanan.

Siku ke siku Subjek duduk tegak dengan lengan atas merapat ke badan dan lengan bawah direntangkan ke depan. Ukur jarak horizontal dari bagian terluar siku sisi kiri sampai bagian terluar siku sisi kanan.

Tebal lutut Ukur jarak horizontal dari sisi lutut bagian luar ke sisi lutut bagian dalam. Subjek duduk tegak, dengan lutut membentuk siku-siku.

Tabel 4. Pengukuran Antropometri Statis Jari Tangan No Data yang Diukur Cara pengukuran

Panjang jari 1, 2, 3, 4, 5

Diukur dari masing-masing pangkal ruas jari sampai ujung jari. Jari-jari subjek merentang lurus dan sejajar.

Pangkal ke tangan Diukur dari pangkal pergelangan tangan sampai ruas jari.

Lengan bawah sampai telapak tangan subjek lurus.

Lebar jari 2, 3, 4, 5 Diukur dari sisi luar jari telunjuk sampai sisi luar jari kelingking. Jari-jari subjek lurus dan merapat satu sama lain.

Lebar tangan Diukur dari sisi luar ibu jari sampai sisi luar jari kelingking. Posisi jari seperti pada no.3.

Panjang telapak

tangan Diukur dari ujung jari tengah sampai pangkal pergelangan tangan.

Lebar jari terbuka Lebar maksimum ketika jari tangan dibuka selebar- lebarnya. Diukur dari sisi luar ibu jari sampai sisi luar jari kelingking.

Lebar jari

metacarpal Diukur dari sisi luar jari telunjuk sampai sisi luar jari kelingking (jari 1, 2, 3, 4, 5). Jari tangan dibuka selebar- lebarnya.

Tebal tangan Jarak maksimum antara permukaan tangan bagian bawah

(6)

dengan permukaan tangan bagian atas.

Tabel 5. Pengukuran Antropometri Statis Posisi Berdiri No Data yang Diukur Cara pengukuran

Tinggi badan tegak Jarak vertikal telapak kaki sampai ke ujung kepala bagian atas. Sementara subjek duduk tegak dengan mata lurus ke depan.

Tinggi mata berdiri Ukur jarak vertikal dari lantai sampai ujung mata bagian dalam (dekat pangkal hidung). Subjek berdiri tegak dan memandang lurus ke depan.

Tinggi bahu berdiri Ukur jarak vertikal dari lantai sampai bahu yang menonjol pada saat subjek berdiri tegak.

Tinggi siku berdiri Ukur jarak vertikal dari lantai ke titik pertemuan antara lengan atas dan lengan bawah. Subjek berdiri tegak dengan kedua lengan bergantung secara wajar.

Tinggi pinggang

berdiri Ukur jarak vertikal lantai sampai pinggang pada saat objek berdiri tegak.

Jangkauan tangan

ke atas Tangan menjangkau ke atas setinggi-tingginya, ukur jarak vertikal lantai sampai ujung jari tengah pada saat subjek berdiri tegak.

Panjang lengan

bawah Subjek berdiri tegak, tangan disamping, ukur jarak dari siku sampai pergelangan tangan.

Tinggi lutut berdiri Ukur jarak vertikal dari lantai sampai lutut pada saat subjek berdiri tegak

Tebal dada Subjek berdiri tegak, ukur jarak dari dada (bagian ulu hati) sampai ke punggung secara horizontal.

Tebal perut Subjek berdiri tegak, ukur (menyamping) jarak dari perut depan sampai perut belakang secara horizontal.

Berat badan Menimbang dengan posisi normal di atas timbangan

Lebar badan

maksimum Subjek berdiri tegak, ukur jarak horizontal dari bagian terluar tangan kanan sampai bagian terluar tangan kiri.

Tebal badan

maksimum

Ukur jarak maksimum tebal badan dari dada sampai bagian pantat terluar, termasuk tangan. Subjek berdiri tegak dengan tangan normal kebawah

Lebar dada Ukur lebar dada antar lipatan ketiak. Subjek berdiri tegak, bernapas dengan normal.

Lebar pinggul Ukur jarak horizontal antara pinggul. Subjek berdiri tegak Tebal pantat Ukur jarak horizontal antara pantat terluar dan bagian

perut. Subjek berdiri tegak Tinggi Tangan

(sudut 450)

Ukur jarak vertikal dari ujung kaki(lantai) sampai telapak tangan kanan. Subjek berdiri tegak dengan tangan

membentuk sudut 45o dengan tubuh.

Tinggi telapak tangan

Ukur jarak vertikal dari telapak kaki sampai pertengahan telapak tangan kanan . Subjek berdiri tegak dengan tangan tergantung lurus.

Tabel 6. Pengukuran Antropometri Statis Posisi Tangan Lurus ke Depan No Data yang Diukur Cara pengukuran

Jangkauan tangan Ukur jarak horizontal dari punggung sampai ujung jari

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

(7)

ke depan tengah. Subjek berdiri tegak sampai betis, pantat dan punggung merapat ke dinding, dan tangan direntangkan secara horizontal ke depan.

Tabel 7. Pengukuran Antropometri Statis Posisi Berdiri dengan Kedua Tangan Direntangkan No

.

No. Data yang diukur Cara pengukuran

1 Rentangan tangan Ukur jarak horizontal dari ujung jari terpanjang tangan kiri sampai ujung jari terpanjang tangan kanan. Subjek berdiri tegak dan kedua tangan direntangkan horizontal ke samping sejauh mungkin.

Tabel 8. Pengukuran Antropometri Statis Kepala

No . Data yang diukur Cara pengukuran

1 Panjang kepala Diukur dari bagian kepala terdepan (dahi) sampai bagian kepala belakang. Subjek pandangan lurus kedepan

2 Tebal kepala Ukur tebal kepala dari samping kanan sampai samping kiri. Subjek pandangan lurus kedepan

3 Jarak kedua mata Ukur jarak horizontal antara bagian tengah pupil ketika subjek memandang lurus kedepan.

Tabel 9. Pengukuran Antropometri Statis Kaki

No . Data yang diukur Cara pengukuran

1 Panjang kaki Ukur jarak horizontal dari kaki bagian belakang sampai kaki bagian depan yang paling panjang. Subjek berdiri tegak dengan berat badan tertopang pada kedua kaki dengan seimbang

2 Tebal kaki Ukur tebal kaki paling maksimum, dimana sudut yang terbentuk antara kaki dengan posisi pengukuran siku-siku.

Subjek berdiri tegak dengan berat badan tertopang pada kedua kaki dengan seimbang

3.4 Pengukuran Antropometri Dinamis

Tabel 10. Pengukuran Antropometri Dinamis

No . Data yang diukur Cara pengukuran

1 Putaran lengan Ukur sudut putaran lengan tangan bawah dari posisi awal sampai ke putaran maksimum. Posisi awal lengan tangan bagian bawah ditekuk ke kiri semaksimal mungkin, kemudian diputar dari posisi awal ke kiri sejauh mungkin.

2 Putaran telapak tangan Ukur sudut putaran cengkraman jari tangan. Posisi awal, jari-jari mencengkram batang tengah busur, kemudian di putar ke kanan sejauh mungkin (pergelangan dan lengan tangan diam). Lalu dengan cara yang sama diputar ke kiri sejauh mungkin.

3 Sudut telapak kaki Ukur sudut putaran vertikal telapak kaki. Posisi awal, telapak kaki siku-siku dengan betis, kemudian putar ke

(8)

bawah sejauh mungkin. Kaki kembali ke posisi awal, lalu ujung kaki dinaikkan setinggi mungkin. Total vertikal telapak kaki adalah  = 1 + 2

1.1.1 Uji Kecukupan Data

Uji kecukupan data dilakukan untuk menguji apakah data yang didapat dari bank data sudah cukup atau belum dengan menggunakan rumus dibawah ini:

1.1.2 Uji Keseragaman Data

Uji keseragaman data dilakukan pada setiap data yang akan digunakan pada pendesainan produk dengan menggunakan rumus:

BKA= �̅+k�

BKB= �̅- k�

Keterangan:

K : Tingkat kepercayaan σ : Standar deviasi

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

(9)

BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

Metodologi praktikum dalam laporan dapat sebagai rangkaian dari proses praktikum yang telah ditentukan. Metodologi ini juga sebagai proses apa saja yang akan diamati dalam praktikum di laboratorium.

Berikut alur proses praktikum yang dilaksanakan :

3.1 Flowchart Praktikum

Pada proses kegiatan praktikum ini, Mahasiswa mampu membuat Flowchart / Diagram alir pada saat perakitan tamiya sebagai berikut:

Gambar 3.1 Flowchart Praktikum

(10)

3.2 Kegiatan Praktikum

Kegiatan praktikum ini dilakukan di Laboratorium Institut Teknologi Batam.

Langkah yang harus dilakukan oleh mahasiswa adalah sebagai berikut:

1. Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, pada setiap kelompoknya terdiri dai 5 orang mahasiswa.

2. Mahasiswa akan memasuki ruangan praktikum dengan perkelompok.

3. Mahasiswa mengukur 1 orang teman sekelompok. Masing-masing bergantian hingga setiap anggota kelompok mengambil data.

4. Data yang diambil adalah seluruh data antropometri tubuh manusia. Sesuai pada worksheet yang telah disediakan.

5. Setelah pengambilan data selesai, praktikan dapat melakukan perhitungan antropometri yang disajikan dalam bentuk laporan praktikum.

3.3 Prosedur Praktikum

Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam praktikum yaitu:

1. Menentukan bagian dimensi tubuh yang akan diukur.

2. Mengukur bagian dimensi tubuh yang telah ditentukan sebelumnya.

3. Melakukan pengujian statistik pada data hasil pengukuran.

4. Melakukan perhitungan percentil. e. Analisis hasil perhitungan.

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

(11)

BAB IV

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.1 Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah bagian dari hal yang sangat penting dalam praktikum ini. Data yang telah dikumpulkan dan data yang telah disusun dengan rapi akan menjadi hasil dari praktikum ini. Data yang dikumpulkan adalah data dimensi tubuh sekelompok Mahasiswa yang telah diukur.

4.1.1 Pengukuran Data Antropometri

Berikut adalah data pengukuran beserta gambar dengan pengukuran yang telah ditentukan :

4.1.1 Tabel Pengukuran Data Antopometri

No Nama Gambar Data Yang Diambil

1 Muhammad Fatur Rizky Tinggi Pinggang

Lebar Pinggul berdiri

Panjang Siku ke Pergelangan Tangan

Tinggi Popliteal Duduk

(12)

Lebar Kepala

Tebal Paha Duduk

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

(13)

4.1.2 Data Antropometri

Berikut adalah data dari hasil pengukuran:

a. Berdiri:

4.1.2 Tabel Hasil Pengukuran Data Antopometri

No. Gambar 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Alat Ukur No. 1 1-B 1-B 3 3 3 3 1-A 3 1 3 4 R1

N O

NIM SUKU UMU

R (th)

SEX (P/L)

BB (kg)

TBB TMB TBH TSB TUJ TTR TPL TGG TGT TJT TPG LPB PST

Tinggi Tubuh (cm)

Tinggi Mata Badan

(cm)

Tinggi Bahu (cm)

Tinggi Siku (cm)

Tingg i Ujung

Jari (cm)

Tinggi Tulang Ruas (cm)

Tinggi Pinggul

(cm)

Tinggi Genggam

Tangan (cm)

Tinggi Pergelanga

n Tangan

(cm)

Tinggi Jangkauan

Tangan (cm)

Tinggi Pinggang

(cm)

Lebar Pinggul

Berdiri (cm)

Panjang Siku

Ke Pergelangan Tangan (cm)

1 194

5

Jawa 40 L 65 165 150 134,2 98,4 77,6 63,5 80,6 197 75,6 214,2 94 36 22,8

2 105

2

Minan g

19 L 66 160 148 138 101,1 55,8 64,9 93,8 183,8 76,7 194 90,5 29,5 26

3 A Minan

g

20 L 62 162,84 148,91 133,16 97,86 56,87 60,4 90,64 187,25 72,81 193 90,64 26,23 26,24

4 B Minan

g

21 L 63,4 169,25 157,25 141,25 105,2 62,25 76,25 99,75 203 87,2 209,3 92,3 31,34 27,2

5 C Minan

g

22 L 62,3 175,66 165,59 149,34 112,6 4

67,63 92,46 108,86 216,4 90,6 220,8 97 36,21 34,5

6 D Batak

7 E

8 F

9 G

10 H

11 I

12 J

13 K

14 L

15 M

16 N

17 O

18 P

19 Q

20 R

21 S

22 T

23 U

(14)

24 V

25 W

26 X

27 Y

28 Z

29 A1

30 A1

31 A2

32 A3

33 A4

34 A5

35 A6

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

(15)

c. Wajah:

(16)

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

No. Gambar 1 2 3 4

Alat Ukur No. 2 8 8 7

NO NIM SUKU UMUR

(th)

SEX (P/L)

BB (kg)

PKH TKP TDM LMM

Panjang Kepala

(cm)

Tinggi Kepala (cm)

Lebar Dagu Mata (cm)

Lebar Mata ke Mata (cm)

1 1945 Jawa 40 L 65 19 20,5 11,5 7

2 1052 Minan g

19 L 66 24 23,6 12,9 13,2

3 A Minan

g

20 L 62 16,48 22,8 11,98 10,1

4 B Minan

g

21 L 63,4 17,23 24,9 12,56 9,98

5 C Minan

g

22 L 62,3 17,97 24 14,2 10,76

6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

(17)

4.2 Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan setelah mengumpulkan data.

4.2.1 Perhitungan Data Tinggi Pinggang

Berikut adalah tabel perhitungan data pada tinggi pinggang:

4.2.1 Tabel Perhitungan Data Tinggi Pinggang

No. Xi xi² xi - x̄ (xi - x̄)² BKA BKB X BAR

TPG TPG TPG

1 94 1,132 1,132 1,281 98,318 87,418 24,669

2 90,5 -2,368 -2,368 5,607 98,318 87,418 24,669

3 90,54 -2,328 -2,328 5,419 98,318 87,418 24,669

4 92,3 -0,568 -0,568 -0,322 98,318 87,418 24,669

5 97 4,132 4,132 17,073 98,318 87,418 24,669

Jumlah 464,3

4 0 0 29,058

Rata-Rata 92,86

8 0 0 5,8116

Standar

Deviasi 2,725 2,725 2,725 6,8037

4.2.2 Perhitungan Data Lebar Pinggul Berdiri

Berikut adalah tabel perhitungan data pada lebar pinggul berdiri:

4.2.2 Tabel Perhitungan Data Lebar Pinggul Berdiri

No. xi xi² xi - x̄ (xi - x̄)² BKA BKB X BAR

LPB LPB LPB LPB LPB LPB

1 36 1,296 4,144 17,172 40,434 23,278 138,79

2 29,5 870,25 -2,356 5,5507 40,434 23,278 138,79

3 26,23 688,01 -5,626 31,651 40,434 23,278 138,79

4 31,34 982,19 -0,516 0,2662 40,434 23,278 138,79

5 36,21 1,311 4,354 18,957 40,434 23,278 138,79

Jumlah 159,28 2543,057 0 73,5969

Rata-Rata 31,856 508,6114 0 14,71938

Standar

Deviasi 4,289 474,859 4,289 12,284

4.2.3 Perhitungan Data Panjang Siku Ke Pergelangan

Berikut adalah tabel perhitungan data pada panjang siku ke pergelangan:

(18)

4.2.3 Tabel Perhitungan Data Panjang Siku Ke Pergelangan

No. xi xi² xi - x̄ (xi - x̄)² BKA BKB X BAR

PST PST PST PST PST PST

1 22,8 519,84 -4,548 20,684 36,002 18,694 141,91

2 26 676 -1,348 1,8171 36,002 18,694 141,91

3 26,24 688,537 -1,108 1,2276 36,002 18,694 141,91

4 27,2 739,84 -0,148 1,3179 36,002 18,694 141,91

5 34,5 1,19 7,152 51,151 36,002 18,694 141,91

Jumlah 136,74 2625,407 0 76,1976

Rata-Rata 27,348 525,0814 0 15,23952

Standar

Deviasi 4,327 304,181 4,327 21,734

4.2.4 Perhitungan Data Tinggi Popliteal Duduk

Berikut adalah tabel perhitungan data pada tinggi popliteal duduk:

4.2.4 Tabel Perhitungan Data Tinggi Popliteal Duduk

No. xi xi² xi - x̄ (xi - x̄)² BKA BKB X BAR

TPD TPD TPD TPD TPD TPD

1 40 1,6 -8,236 67,831 58,4 38,072 17,811

2 50 2,5 1,764 3,111 58,4 38,072 17,811

3 47,5 2,256 -0,736 0,541 58,4 38,072 17,811

4 50,13 2,513 1,894 3,587 58,4 38,072 17,811

5 53,55 2,867 5,314 28,238 58,4 38,072 17,811

Jumlah 241,18 11,736 0 103,308

Rata-Rata 48,236 2,3472 0 20,6616

Standar

Deviasi 5,082 0,471 5,082 28,665

4.2.5 Perhitungan Data Lebar Kepala

Berikut adalah tabel perhitungan data pada lebar kepala:

4.2.5 Tabel Perhitungan Data Lebar Kepala

No. xi xi² xi - x̄ (xi - x̄)² BKA BKB X BAR

LKP LKP LKP LKP LKP LKP

1 19 361 2,264 5,125 20,24

9

11,17

8 75,546

2 16,3 265,69 -0,436 0,19 20,24

9 11,17

8 75,546

3 14,36 206,209 -2,736 7,486 20,24

9

11,17

8 75,546

4 16,13 260,17 -0,606 0,367 20,24

9 11,17

8 75,546

5 17,89 320,05 1,154 1,331 20,24

9

11,17

8 75,546

Jumlah 83,68 1413,119 -0,36 14,499

Rata-Rata 16,736 282,6238 -0,072 2,8998

Standar

Deviasi 1,779 59,526 1,902 3,248

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

(19)

4.2.6 Perhitungan Data Tebal Paha Duduk

Berikut adalah tabel perhitungan data pada tebal paha duduk:

4.2.6 Tabel Perhitungan Data Tebal Paha Duduk

No. xi xi² xi - x̄ (xi - x̄)² BKA BKB X BAR

THD THD THD THD THD THD

1 16,7 278,89 -0,716 0,512 29,126 5,706 93,931

2 14,5 210,25 -2,916 8,503 29,126 5,706 93,931

3 10,76 115,77 -6,656 44,302 29,126 5,706 93,931

4 18,63 347,07 1,414 1,999 29,126 5,706 93,931

5 26,49 701,72 9,074 82,337 29,126 5,706 93,931

Jumlah 87,08 1653,7 0,2 137,653

Rata-Rata 17,416 330,74 0,04 27,5306

Standar

Deviasi 5,855 224,338 5,866 35,457

(20)

4.3 Uji Kecukupan Data

Berdasarkan analisa perhitungan tabel antropometri diatas, diketahui bahwa analisa uji kecukupan data dilakukan pada setiap dimensi yang diperlukan yaitu perhitungan tinggi pinggang, lebar pinggul berdiri, panjang siku ke pergelangan tangan, tinggi popliteal duduk,lebar kepala, tebal paha duduk. Dengan rumus, nilai teliti, dan kepercayaan adalah sebagai berikut.

K = Tingkat kepercayaan

Bila tingkat kepercayaan 99%, maka k = 2,58 ≈ 3 Bila tingkat kepercayaan 95%, maka k = 1,96 ≈ 2 Bila tingkat kepercayaan 68%, maka k ≈ 1

S = Derajat ketelitian (1-10%)

Apabila N’ ≤ N (jumlah pengamatan teoritis lebih kecil atau sama dengan pengamatan yang sebenarnya dilakukan), maka data tersebut dinyatakan telah mencukupi untuk tingkat

kepercayaan dan derajat ketelitian yang diinginkan.

Dengan menggunakan rumus diatas maka nantinya didapatkan hasil uji kecukupan data dari setiap dimensi tubuh, berikut adalah perhitungan menggunakan rumus diatas.

4.3.1 Uji Kecukupan Data Tinggi Pinggang

N’ =

[

ks

(N Σ xi²)−(Σ x)²

Σ x

] ²

N’ =

[

0,12

(5x0)−(464,34)²

464,34

] ²

N’ =

[

20

(0)−(215,611)

464,34

] ²

N’ =

[

20

464,34−215,611

] ²

N’ =

[

20x−215,611464,34

] ²

N’ =

[

464,344,312

] ²

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

(21)

N’ =

[

-9,286

] ²

N’ = 86,229

4.3.2 Uji Kecukupan Data Lebar Pinggul Berdiri

N’ =

[

ks

(N Σ x²)−(Σ x)²

Σ x

] ²

N’ =

[

0,12

(5x508,611)−(159,28)²

159,28

] ²

N’ =

[

20

(2.543)−(25,370)

159,28

] ²

N’ =

[

20

159,28(−22,827)

] ²

N’ =

[

20x−22,827159,28

] ²

N’ =

[

159,28456,54

] ²

N’ =

[

-2,866

] ²

N’ = 8,213

4.3.3 Uji Kecukupan Data Panjang Siku Ke Pergelangan

N’ =

[

ks

(N Σ x²)−(Σ x)²

Σ x

] ²

N’ =

[

0,12

(5x525,081)−(136,74)²

136,74

] ²

N’ =

[

20

(2,625)−(18,697)

136,74

] ²

N’ =

[

20

136,74(−16,072)

] ²

N’ =

[

20x−16,072136,74

] ²

(22)

N’ =

[

136,74321,44

] ²

N’ =

[

-2,350

] ²

N’ = 5,522

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

(23)

4.3.4 Uji Kecukupan Data Tinggi Popliteal Duduk

N’ =

[

ks

(N Σ x²)−(Σ x)²

Σ x

] ²

N’ =

[

0,12

(5x2,347)−(241,18)²

241,18

] ²

N’ =

[

20

(11,735)−(241,1858,167)

] ²

N’ =

[

20

241,18(−46,432)

] ²

N’ =

[

20x241,1846,432

] ²

N’ =

[

241,18928,64

] ²

N’ =

[

-3,850

] ²

N’ = 14,822

4.3.5 Uji Kecukupan Data Lebar Kepala

N’ =

[

ks

(N Σ x²)−(Σ x)²

Σ x

] ²

N’ =

[

0,12

(5x282,623)−(83,68)²

83,68

] ²

N’ =

[

20

(1,413)−(7,002)

83,68

] ²

N’ =

[

20

83,68(−5,589)

] ²

N’ =

[

20x−5,58983,68

] ²

N’ =

[

−111,7883,68

] ²

N’ =

[

-1,335

] ²

(24)

N’ = 1,782

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

(25)

4.3.6 Uji Kecukupan Data Tebal Paha Duduk

N’ =

[

ks

(N Σ x²)−(Σ x)²

Σ x

] ²

N’ =

[

0,12

(5x330,74)−(87,08)²

87,08

] ²

N’ =

[

20

(1,653)−(7,582)

87,08

] ²

N’ =

[

20

87,08(−5,929)

] ²

N’ =

[

20x−118,5887,08

] ²

N’ =

[

118,5887,08

] ²

N’ =

[

-1,361

] ²

N’ = 1,852

(26)

4.4 Uji Keseragaman Data

Berikut adalah uji keseragaman data.

Dimana:

BKA = Batas kontrol atas BKB = Batas kontrol bawah K =Tingkat kepercayaan

�̅ ̅ = Nilai rata-rata σ = Standar deviasi

Dengan rumus diatas maka dapat dilakukan perhitungan keseragaman data pada setiap dimensi tubuh yaitu sebagai berikut :

4.4.1 Uji Keseragaman Data Untuk Tinggi Pinggang

σ =

[ √Σ(Nx̄−−1Xi)² ]

σ =

[ √5−1XX ]

σ =

[ √XX4 ]

σ =

[ √XXX ]

σ = 2,

BKA = + Kσ

BKA = 92,868+ 2 (2,725) BKA = 92,868+ 5,45 BKA = 98,318

BKB = - Kσ

BKB = 92,868- 2 (2,725) BKB = 92,868 - 5,45 BKB = 87,418

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

(27)

1 2 3 4 5 0

20 40 60 80 100 120

TPG

Xi BKA BKB X BAR

(28)

BAB V ANALISA

5.1 5.2 5.3

Laboratorium Rekayasa Industri Terintegrasi

(29)

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan 6.2 Saran

1. Saran kepada dosen

a. Saran yang dapat diberikan adalah dengan memberikan grup praktikum kebebasan untuk memilih anggota atau mengganti anggota yang telah gugur dalam pertempuran.

b. Saran kedua adalah kelas yang dipakai untuk praktikum yaitu kelas B314 karena luas ruangannya.

2. Saran kepada kelompok

a. Agar datang tepat waktu serta tidak meninggalkan tim disaat dibutuhkan

Referensi

Dokumen terkait

Việc có thể tạo thêm hoặc giải thể các nhóm công tác trong mô hình cơ cấu tổ chức này làm nên sự linh hoạt của mô hình trong việc thích ứng với những thay đổi nhanh chóng trong nhiều

Đối với mỗi mảng kiến tạo, các vận tốc quay Euler của mảng kiến tạo đó không chỉ cho phép hiệu chỉnh các tọa độ không gian của điểm trắc địa trong ITRF theo các công thức 1, 3, xác định

Chọn một trong các đề bài sau: 1.Kể lại một việc làm của những người công dân nhỏ thể hiện ý thức bảo vệ các công trình công cộng, các di tích lịch sử- văn hoá.. 2.Kể lại một việc

Để nâng cao hiệu quả quản lý nhà nước về đất đai, giúp tăng cường hiệu lực cải cách thủ tục hành chính trong lĩnh vực đất đai và đặc biệt đối với các công việc có liên quan đến các hoạt

Việc đánh giá vai trò và tầm quan trọng của CLDVDL tại các làng nghề là một trong những tiền đề quan trọng nhằm thúc đẩy việc khai thác có hiệu quả tài nguyên sản phẩm làng nghề truyền

Mục đích chính của định tuyến phân cấp là để duy trì hiệu quả việc tiêu thụ năng lượng của các nút cảm biến bằng việc đặt chúng trong giao tiếp đa chặng trong một cụm cụ thể và bằng

Có nhiều nhân tô'ảnh hưởng đến hiệu quả tài chính của DN, trong đó có việc báo cáo về định hướngpháttriểnbền vững, cụ thể là công bô' thông tin mứcđộ ảnh hưởng đến môi trườngcủa các DN,

Dokumen ini membahas konsep kinerja karyawan, các phương pháp đánh giá hiệu suất và tầm quan trọng của việc đánh giá hiệu suất đối với quản lý nguồn nhân lực hiệu