• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA MILLENIAL

N/A
N/A
Cak RR

Academic year: 2025

Membagikan "PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA MILLENIAL"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA MILENIAL

Muhammad nabil mubarok/D 2201011061

Pendidikan agama islam Institut Agama Islam Negeri Metro

A. Pendahuluan

a.latar belakang masalah

Pesatnya kemajuan ilmu dan teknologi serta komunikasi semakin mempercepat proses globalisasi di muka bumi bersamaan dengan itu, muncul masa atau zaman baru pasca adanya globalisasi, yaitu era millenial. Pada zaman sekarang manusia hidup di era millennial yaitu kelanjutan dari zaman global yang telah menimbulkan banyak sekali tantangan tantangan baru yang harus diubah agar menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan sebaik baiknya oleh manusia, sehingga tantangan tersebut dapat menjadi keberkahan bagi seseorang yang melakukannya. Karena selain memiliki persamaan era milennial juga mempunyai perbedaan, terutama pada penggunaan digital technology yang melampaui

penggunaan pada era computer. Pada zaman sekarang Mulai banyak seorang peserta didik yang cenderung menghabiskan waktunya didepan layar telepon genggam, bahkan silaturahmi,bertaatap muka dan berdiskusi pada akhir akhir ini sudah sangat jarang dilihat. Pada era millennial seperti ini harusnya direspon cepat oleh dunia Pendidikan islam, padahal hakikat dan tujuan Pendidikan islam itu sudah jelas yaitu menumbuhkan ilmu agama yang kuat dan berakhlak mulia.

Pendidikan islam membutuhkan strategi tersendiri dalam mewujudkan Pendidikan agama islam ditengah pergumulan era millennial. Oleh sebab itu, pendidikan

(2)

Islam harus berani merekonstruksi atau mereformulasi paradigma pendidikannya, sehingga mampu tampil dan bersaing di tengah gelombang millenial.

B. Pembahasan

a .Pengertian dan tujuan Pendidikan islam

Pendidikan Islam sering diartikan dengan cara ini sebagai mata pelajaran konsep pendidikan guru agama Islam disampaikan secara lebih terarah

implementasinya dalam kerangka materi, kurikulum dan metode yang ditujukan untuk anak dia mengajar. Akibatnya, proses yang berlangsung hanyalah transfer nilai dari generasi ke generasi tanpa menciptakan situasi seperti itu Mendorong siswa berpikir kreatif dan progresif Kemauan ini menjauh dari gagasan

mengklaim Islam sebagai perspektif internal Pendidikan. Pada tataran ini, Islam dipandang sebagai proses yang menjadi bagian dari sistem kehidupan Islam. Jadi Islam lebih focus menekankannya sebagai jiwa dari pendidikan itu sendiri mengacu pada hal di atas, sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikan Islam adalah suatu bentuk bimbingan pribadi untuk kesempurnaan (insan kamil).

Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh Pendidikan agama islam.

Pendidikan agama islam pada dasarnya tidak pernah berada dalam ruang lingkup yang hampa. Menanggapi hal tersebut, Arifin mengatakan bahwa target yang ingin dicapai Pendidikan islam adalah perwujudan atau realisasi dari nilai nilai ideal yang terbentuk dalam kepribadian seseorang. Berhubungan dengan ini, ajaran islam memiliki nilai nilai yang sangat ideal untuk disebarkan kepada seluruh umat manusia. Begitu pula Tujuan pendidikan juga merupakan

manifestasi dari nilai-nilai ideal tersebut dan diteruskan kepada siswa sehingga nilai-nilai tersebut terbentuk menjadi gugus-gugus kepribadian. Pendidikan Islam terintegrasi dalam proses pembelajaran di sekolah dengan belajar di lingkungan masyarakat (learning society).(Indriani, 2021)

(3)

b.Sifat dan karakteristik pendidikan agama islam

Pada dasarnya sifat dan karakteristik Pendidikan islam sama dengan sifat dan karakter ajaran islam yaitu ajaran yang didasarkan pada teologi humanism teo-prophetik. Dengan teologi ini, ajaran islam yang selain mendasarkan suatu ajaran ajarannya pada ajaran tuhan yang terdapat pada al quran,dan ajaran Nabi Muhammad SAW yang terdapat pada hadits (ucapan/perbuatan dan ketetapan) tapi juga berdasarkan akal pikiran yang tidak bertentangan dengan ajaran al quran dan hadits.Dengan demikian, dengan menjaga dan mengamalkan ajaran ajaran yang bersifat perenialis, tapi juga bersifat temporer yang dihasilkan oleh para ahli,pemuka agama,peneliti dan sebagainya. Dengan cara ini, fleksibilitas dan akomodatif terhadap perkembangan perkembangan baru yang terjadi pada era millennial ini termasuk salah satu ciri ajaran ajaran agama islam. Dengan ini, hal hal baru yang dihasilkan di era millennial yang sejalan dengan ajaran ajaran agama islam ini dapat diterima.

Dengan demikian, Pendidikan Islam yang berideologi Hamanisme teo- profetik melihat kebutuhan untuk memilih waktu yang tepat menggunakannya dengan benar dan produktifhal-hal positif. Juga pendidikan Islam mengajarkan tentang perawatan jangka Panjang Konten pendidikan sesuai dengan fase waktu dimana orangnya pengaturan dan tampilan Apa yang diajarkan Pendidikan Islam sesuai dengan tantangan zaman ribuan tahun. Dengan kata lain, melihat ajaran Islam itu harus diterima orang yang hidup di millennium.(Nata, 2018)

c.konsep Pendidikan agama islam

Konsep pendidikan agama dapat diartikan sebagai aturan atau isi

pendidikan agama terorganisir dengan rapi. Isi ajaran agama ini dikemas dengan sangat sistematis, terstruktur dan komprehensif. Pelajaran agama termasuk dalam konsep atau Pembelajaran formal terbuka untuk semua. Terutama untuk siswa lembaga pendidikan. Siswa mencapai hasil belajar yang maksimal ketika guru memiliki keterampilan profesional, sebaliknya siswa mencapai hasil belajar yang

(4)

tidak memuaskan ketika guru gagal melakukannya profesional 11 Artinya, jika guru tidak profesional, hal ini mempengaruhi hasil siswa belajar.(Sulthani, 2021)

d. peran Pendidikan di era millennial

Dalam konteks ini, muncul pertanyaan mendasar: Bagaimana peran pendidikan dalam membentuk karakter bangsa, yang dapat dijadikan sebagai soft power Modal untuk bersaing di era globalisasi? argumen yang terbukti di sini dikatakan bahwa pendidikan merupakan unsur dasar yang harus dibangun, ditegaskan dan diprioritaskan jika bangsa Indonesia ingin bergerak ke arah ini.

pertunjukan Survival of the fittest di era globalisasi dapat dicapai melalui demonstrasi soft power sebagai modalitas.(Anwar & Salim, 2019)

Pendapat Susetyo tersebut menunjukkan bahwa pemberian pendidikan agama kepada siswa di sekolah tidak cukup untuk mendorong hukum agama, sistem upacara, pengenalan simbol, dan berbagai fenomena eksternal yang disebut agama. Namun yang terpenting adalah menyadarkan siswa untuk hidup dalam semangat pendidikan agama, yaitu iman, harapan dan cinta. Namun pada kenyataannya, jika hanya menurut terminologinya, pendidikan agama yang diajarkan di taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi seringkali dikemas dalam upaya menjadikan manusia religius (beragama, bukan religius). Dengan kata lain, pelajaran agama di sekolah saat ini sepertinya mampu membuat orang- orang cerdas menghafal hukum-hukum agama, mengikuti ajaran agama sampai ke detail terakhir, tetapi kurang memperhatikan masalah sosial atau yang disebut kesalehan sosial.(25.pdf, t.t.)

C. KESIMPULAN

Pendidikan Islam di era milennial merupakan tantangan global yang terus berkembang. Banyak konsekuensi yang muncul akibat era milenial ini. Pada saat yang sama, hadirnya milenium membuka harapan dan tantangan bagi umat Islam.

Perkembangan yang pesat, kecanggihan teknologi, sistem informasi dan

(5)

komunikasi membuka peluang baru bagi masyarakat. Di sisi lain, perkembangan teknologi, komunikasi dan informasi khususnya bagi generasi muslim

mempengaruhi perilaku dan sikap generasi milenial terhadap nilai-nilai Islam.

Proses pendidikan Islam idealnya dapat menyampaikan pokok-pokok

pengembangan daya saing, pengelolaan kerjasama, kemampuan menerapkan sikap inovatif dan peningkatan kualitas pribadi dalam menghadapi kehidupan global.

Jika dirujuk, maka arah atau paradigma baru pendidikan Islam harus direvisi.

Strategi dan kebijakan pendidikan Islam harus ditata ulang dan kemudian dipertimbangkan kembali sehingga dapat merebut dan memanfaatkan semua peluang yang ada.

REFERENSI

25.pdf. (t.t.).

Anwar, S., & Salim, A. (2019). Pendidikan Islam dalam Membangun Karakter Bangsa di Era Milenial. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 233. https://doi.org/10.24042/atjpi.v9i2.3628

Indriani, W. (2021). TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MILENIAL. 1, 13.

Nata, A. (2018). PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MILENIAL. Conciencia, 18(1), 10–28. https://doi.org/10.19109/conciencia.v18i1.2436

Sulthani, D. A. (2021). Konsep Pendidikan Agama pada Zaman Milenial.

Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES), 3(2), 216–235.

https://doi.org/10.33367/ijies.v3i2.1419

(6)

Referensi

Dokumen terkait

Dapat disimpulkan, untuk memenuhi tantangan itu PAI harus bisa membentuk manusia yang ahli dalam ilmu umum tetapi tidak mengalami kegersangan hidup karena

Kaitannya dengan tantangan pasar global pada era MEA ini, bahwa masyarakat Indonesia khususnya dalam bingkai mas- yarakat madani ( civil society) harus mampu menciptakan

Tantangan dunia pendidikan Islam di era global dewasa ini adalah tidak tersedianya SDM yang memadai sehingga memerlukan upaya-upaya dalam pengembangan mutu

seputar tantangan pendidikan Islam di era globalisasi. Maka, penelitian ini ingin melihat sejauh mana perspektif Abuddin Nata di era industri 4.0. Selain itu,

Artinya respon tanggap terhadap perkembangan teknologi dari berbagai pihak dalam pendidikan di era millennial ini sebuah keharusan, karena dalam proses pendidikan keadaan

Society 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 seperti

Teknologi mengubah cara hidup kita, bisnis, dan pendidikan, tetapi juga menimbulkan tantangan seperti masalah privasi data dan keamanan

Pendidikan di masa depan harus beradaptasi dengan perubahan zaman dan membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 untuk menghadapi tantangan di era digital dan