• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyebab Kekuatan Struktur Serat Lebih Tinggi

N/A
N/A
Wirind Azhuri

Academic year: 2025

Membagikan " Penyebab Kekuatan Struktur Serat Lebih Tinggi"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

COMPOSITE TASK

Penyebab struktur fiber lebih kuat:

a) Distribusi Tegangan yang Lebih Baik

Pada material masif, beban/tegangan terkonsentrasi pada satu titik atau area, yang dapat menyebabkan kegagalan material

Struktur fiber mendistribusikan beban secara merata sepanjang serat, sehingga mengurangi konsentrasi tegangan

b) Mekanisme Penghentian Retak

Dalam material masif, retak dapat menyebar dengan mudah karena tidak ada penghalang

Pada struktur fiber, setiap serat individual bertindak sebagai penghalang perambatan retak

Jika satu serat putus, serat di sekitarnya masih dapat menahan beban c) Orientasi Serat Sesuai Arah Beban

Serat dapat disusun sesuai arah beban utama (anisotropik)

Hal ini memungkinkan optimalisasi kekuatan pada arah yang dibutuhkan

Material masif umumnya isotropik (kekuatan sama ke segala arah) d) Rasio Kekuatan-Berat yang Tinggi

Struktur fiber memiliki densitas lebih rendah

Memberikan kekuatan spesifik (strength-to-weight ratio) yang lebih tinggi

Struktur fiber memiliki kekuatan yang jauh lebih tinggi dibanding struktur masif karena tujuh keunggulan yang bekerja bersama: distribusi tegangan yang lebih merata di sepanjang serat, kemampuan menghentikan retak melalui berbagai mekanisme, isolasi kerusakan sehingga kegagalan satu serat tidak menyebabkan kegagalan total, pengaruh ukuran yang minimal terhadap kekuatan, kemampuan menahan deformasi elastis yang lebih baik, transfer beban yang efisien antara serat dan matriks, serta kemampuan menyerap energi melalui berbagai mekanisme. Kombinasi ini menghasilkan material yang jauh lebih kuat namun lebih ringan dibanding material masif konvensional.

(2)

Perbandingan Material Matrix dan Reinforcement:

a) Matrix Material

b) Reinforcement Material

1. Material Matrix:

Berfungsi sebagai pengikat dan pelindung reinforcement

Mentransfer beban ke reinforcement

Memberikan ketahanan terhadap lingkungan

Properties utama yang dibutuhkan:

✓ Adhesi yang baik dengan reinforcement

✓ Ketahanan kimia

✓ Kecocokan thermal expansion coefficient

✓ Ketahanan fatigue

Matrix Type Tensile Strength (MPa)

Young's Modulus

(GPa) Poisson's Ratio Glass Transition Temp (°C)

Thermal Expansion Coeff. (10⁶/°C)

Epoxy 40-90 2.1-3.8 0.38-0.40 120-180 45-65

Polyester 34-104 2.1-3.4 0.37-0.39 60-120 50-100

Vinyl Ester 73-81 3.0-3.5 0.36-0.39 102-150 53-57

PEEK 92-95 3.6-3.8 0.4 143 47

PPS 82 3.3 0.37 85 49

Aluminum 70-700 69 0.33 660 (melting) 23

Titanium 900 110 0.34 1668 (melting) 8.6

Thermoplastic Matrices:

Thermoset Matrices:

Metal Matrices:

Fiber Type Tensile Strength (MPa)

Young's Modulus (GPa)

Elongation at Break

(%) Density (g/cm³) Diameter (μm)

High Strength 3500-7000 230-250 1.4-1.8 1.8 5-7

High Modulus 2500-3500 350-700 0.5-0.8 1.9 5-7

Ultra High Modulus 2000-2500 700-825 0.2-0.4 2 5-7

E-Glass 3100-3800 72-85 4.5-4.9 2.54 10-20

S-Glass 4400-4600 85-87 5.4-5.8 2.48 10-20

Kevlar 29 2800-3000 70-80 3.6-4.0 1.44 12

Kevlar 49 3600-3800 110-120 2.8-3.2 1.44 12

Aramid Fibers:

Glass Fibers:

Carbon Fibers:

(3)

2. Material Reinforcement:

Memberi kekuatan dan kekakuan utama

Menentukan sifat mekanik komposit

Karakteristik penting:

✓ Aspect ratio (length/diameter ratio)

✓ Surface treatment untuk adhesi

✓ Orientasi serat

✓ Volume fraction dalam komposit 3. Interaksi Matrix-Reinforcement:

Interface bonding menentukan transfer beban

Weak bonding → mudah delaminasi

Strong bonding → transfer beban optimal1

Critical length fiber menentukan efektivitas penguatan

WIRIND AZHURI-6011241002

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pengaruh ketebalan core, arah serat dan perlakuan alkali serat kenaf terhadap peningkatan kekuatan bending komposit

Untuk meminimalisir hal itu, dilakukan penelitian dengan memvariasi fraksi volume serat fiberglass dengan metode hand lay up dan orientasi arah serat 0 o

Bila semakin kecil diameter seratnya maka akan semakin kuat, karena luas permukaan serat akan lebih besar untuk setiap berat yang sama sehingga transfer tegangan dari matrik

Nilai kekuatan tarik serat tunggal setelah mengalami perendaman sodium hidroksida dan perlakuan steaming lebih tinggi dibandingkan dengan tegangan tarik serat tunggal murni

Mendapatkan nilai fraksi volume dan arah orientasi serat yang optimum yang menghasilkan nilai kekuatan tarik dan kekuatan bending maksimal sebagai bahan baku body

Bila fraksi volume serat cukup, maka retak mikro di depan ujung retak akan cukup solid dan mampu bersifat leleh dengan nilai tegangan leleh yang lebih besar dari kuat tarik

19 Yuliyanto , dkk; Analisis Pengaruh Orientasi Serat Terhadap Kekuatan Impak Dan Model Patahan Komposit Polyester Berpenguat Serat Gaharu Gambar 6 Permukaan Respon Model Quadratik

iv KEKUATAN TARIK MATERIAL KOMPOSIT PLYWOOD BERDASARKAN ORIENTASI SERAT FIBER BERBASIS MATRIKS EPOXY Nama : Muhammad Suryadi Nim : 1103181110 Pembimbing : Budhi Santoso,