• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyuluhan Pertanian Sehat - Universitas Negeri Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Penyuluhan Pertanian Sehat - Universitas Negeri Makassar"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Lepa-lepa Open

https: //ojs.unm.ac.id/JLLO/index Volume 1 Nomor 3, 2021 e-ISSN 2776-4176

email : [email protected] 445 halaman 445-447

Submitted : 12/12/2020 Reviewed : 12/01/2021 Accepted : 16/02/2021 Published : 28/02/2021

Penyuluhan Pertanian Sehat: Pembuatan dan Pemanfaatan Pupuk Organik di Kelurahan Tondon Mamullu Kecamatan Makale

Emanuel Venantius Tobhi1, Andis Tandek Sulingallo2, Otniel Jeri Pakan3, Lebonna Husain 4, Yulita Tumanan5

1,2,3 Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Makassar

4 Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar

5 Ekonomi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Makassar

ABSTRAK

Tondon Mamullu memiliki luas persawahan hampir 10 hektar. Penggunaan pupuk kimia oleh petani yang sangat sering berakibat buruk bagi tanah. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan praktek pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik di Kelurahan Tondon Mamullu Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja. Pupuk kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa-sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses pelapukan. Pembuatan pupuk organik dari sampah organik dengan menggunakan campuran cairan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah, mendaur ulang sampah organik serta menekan pengeluaran biaya produksi petani yang mengalami kenaikan akibat dampak pandemi covid 19.

Kata kunci: Pupuk, Organik, EM4,Pertanian, Covid 19.

ABSTRAK

Tondon Mamullu has almost 10 hectares of rice fields. The use of chemical fertilizers by farmers is often bad for the soil. The purpose of this activity is to provide practice for the manufacture and use of organic fertilizers in Tondon Mamullu Village, Makale District, Tana Toraja Regency. Compost is an organic fertilizer derived from plant debris and animal manure that has undergone a weathering process. Making organic fertilizers from organic waste using a mixture of bioactivator liquid EM4 (Effective Microorganisms). This aims to increase soil fertility, recycle organic waste and reduce farmer production costs, which have increased due to the impact of the Covid 19 pandemic.

Kata kunci: Pupuk, Organik, EM4, Pertanian, Covid 19.

PENDAHULUAN

Pandemi covid-19 telah menimbulkan ketidakstabilan disemua sektor kehidupan tidak terkecuali pertanian. Sektor pertanian menjadi benteng pertahanan terakhir dalam goncangan apapun.

Pandemi covid-19 menjadi tantangan bagi sektor pertanian karena masyarakat sangat membutuhkan pangan yang cukup dan menyehatkan. Berbagai upaya dilakukan guna menjaga eksistensi kegiatan usaha pertanian dan menjaga stabilitas ketahanan pangan dimasa pandemi, salah satunya pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik oleh masyarakat bukanlah hal yang baru karena menggunakan pupuk kandang atau kotoran hewan seperti kotoran ayam, sapi, kerbau, babi dan kambing yang telah melalui proses rekayasa.

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup (Ayub, 2010, p. 61).

Penggunaan pupuk organik dinilai efektif dalam membantu usaha tani di masa pandemi karena lebih menyuburkan dan meningkatkan hasil pertanian. Sehingga tidak jarang petani beralih dari pupuk kimia dan menggunakan pupuk organik karena lebih murah dan juga dapat menekan ongkos produksi dari sisi petani.

METODE KEGIATAN

Kegiatan ini diawali dengan proses identifikasi lokasi sasaran yakni Kelurahan Tondon Mamullu, Kecamatan Makale, kemudian dilanjutkan dengan observasi. Objek sasaran pada kegiatan ini adalah masyarakat tani Kelurahan Tondon Mamullu.

(2)

Jurnal Lepa-lepa Open | Volume 1 Nomor 3, 2021| 446

email : [email protected] halaman 445-447

Pembuatan Pupuk Kompos

1. Pembuatan kompos diawali dengan mengumpulkan kotoran dilanjutkan dengan pengolahan menjadi kompos. Bahan dan proses pembuatan kompos adalah sebagai berikut:

2. Menyiapkan terpal ukuran 3 x 3 meter 3. Menyiapkan alat-alat seperti sekop, pisau

4. Menyiapkan bahan-bahan seperti limbah kotoran ternak, batang pisang, dan daun -daunan hijau (dipotong-potong kecil), sekam padi, gula pasir, cairan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms), gula pasir dan air.

Cara pembuatan yaitu:

1) Batang pisang 600 gram, 2) sekam padi 1000 gram, 3) daun-daunan hijau 1000 gram, 4) kotoran ternak 2000 gram, 5) disiram larutan EM4 (untuk setiap penambahan volume EM4 dan gula pasir dicampur dengan 15 liter air), 6) demikian selanjutnya diaduk sampai merata. Pada penutup digunakan terpal yang berfungsi untuk mengurangi bau yang keluar sekaligus menahan air yang masuk ke tumpukan kompos dan menjaga kelembapan.

2) Di diamkan selama 3 minggu dengan pengecekan berkala 2 kali seminggu.

3) Setelah 1 minggu tumpukan kompos diaduk agar tercampur sempurna.

4) Hasil adukan kedua (setelah 2 minggu) kompos sudah hancur dan berwarna hitam dengan gumpalan-gumpalan kecil. Demikian seterusnya hingga kompos sudah menyerupai tanah, kotoran sudah hancur dan tidak berbau.

5) Selanjutnya menunggu adukan ketiga (setelah 3 minggu) pupuk kompos telah jadi dan siap digunakan

.

HASIL & PEMBAHASAN

Penelitian ini bertujuan untuk membuat sekaligus mengetahui proses yang efektif dalam pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan sampah organik dari alam dengan penambahan cairan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms).

EM4 merupakan media berupa cairan yang berisi mikroorganisme yang dapat memecah senyawa polimer (dalam hal ini adalah karbohidrat, lemak, dan protein) menjadi senyawa monomernya (Megawati & Kendali, 2014, p. 3). Sampah organik seperti kotoran hewan, batang tanaman, daun dan sekam padi dipilih agar proses pembusukannya terjadi secara sempurna. Kemudian penggunaan cairan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms) berfungsi memudahkan proses pembusukan tersebut.

Program kerja ini dibagi menjadi 3 tahap utama. Tahap 1 adalah sosialisasi, tahap 2 adalah pelaksanaan kegiatan dan tahap 3 adalah evaluasi hasil. Pada tahap 1 proses sosialisasi berlangsung antara mahasiswa KKN dan masyarakat lokal Tondon Mamullu Kecamatan Makale dengan mengikuti protokol kesehatan. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan cara pembuatan, dampak dan manfaat dari pupuk organik terhadap sektor tani masyarakat yang diterima dengan antusias.

Gambar 1. Kegiatan sosialisasi dan Penyuluhan

Tahap 2 yaitu pelaksanaan kegiatan. Dalam proses pembuatan pupuk organik, masyarakat juga turut serta dalam pelaksanaannya, sehingga menjadi pengetahuan tambahan dan lebih memudahkan mereka dalam prakteknya kedepan.

(3)

Jurnal Lepa-lepa Open | Volume 1 Nomor 3, 2021| 447

email : [email protected] halaman 445-447

Gambar 2. Pembuatan pupuk organik

Tahap terakhir yaitu evaluasi. Pada tahap ini, praktek pembuatak pupuk organik telah dilaksanakan dan berhasil dengan baik. Kemudian pupuk organik yang telah jadi dibagikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik dinilai mampu menekan biaya produksi untuk pembelian pupuk, meningkatkan kesuburan tanah serta meningkatkan jumlah keuntungan para petani dan peternak yang saat ini sedang sulit karena masa pandemi covid 19.

KESIMPULAN & SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan yaitu sampah organik seperti batang tanaman, kotoran hewan dan sekam padi dapat didaur ulang untuk dijadikan pupuk organik yang efektif untuk pertanian. Pembuatan pupuk organik dapat dipercepat dengan menggunakan cairan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms) dan berguna untuk jenis tanah yang miskin unsur hara. Selain itu, adanya praktek ini dapat menekan pengeluaran biaya produksi petani yang menurun karena terkena pandemi covid 19. Sehingga penggunaan pupuk organik lebih baik dibandingkan dengan pupuk kimia oleh petani.

DAFTAR PUSTAKA

Megawati., & Aji, K.W. (2014). Pengaruh Penambahan Em4 (Effective Microorganism-4) Pada Pembuatan Biogas Dari Eceng Gondok Dan Rumen Sapi. Jurnal Bahan Alam Terbarukan, 3 (2), pp. 3.

Pamata, S.A. (2010). Meningkatkan Hasil Panen Dengan Pupuk Organik. Jakarta: PT Agro Media Pustaka.

Referensi

Dokumen terkait

Manfaat pembuatan kompos dari daun kering adalah untuk membantu warga setempat dalam membuat pupuk organik dari alam serta mengoptimalkan pemanfaatan sampah daun kering sehingga daun