PROMOSI PUPUK ORGANIK MELALUI RAPAT KELOMPOK DAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SOLUSI TERBATASNYA SUBSIDI KUOTA PUPUK BAGI PETANI. SARAN PUPUK HAYATI MELALUI RAPAT KELOMPOK DAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SOLUSI TERBATASNYA KUOTA SUBSIDI PUPUK. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam penulisan laporan pemutakhiran ini yang berjudul 'Ekstensi Pupuk Organik Melalui Pertemuan Kelompok dan Media Sosial Sebagai Solusi Keterbatasan Kuota Pupuk Subsidi di Kabupaten Purwodadi.
Tn. Fithri Edhi Nugroho, S.E., M.M., selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Purworejo beserta jajarannya yang memfasilitasi para peserta Diklat Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Purworejo. Seluruh narasumber dan panitia dari Pusdiklat Kesehatan Semarang yang telah memberikan pengetahuan tentang sikap dan perilaku bela negara, nilai-nilai dasar PNS, kedudukan dan peran ASN dalam mendukung smart governance, serta aktualisasi dan adaptasinya. Kegiatan penyegaran dan sosialisasi merupakan bagian dari pembelajaran di Diklat Kesehatan Semarang Kelas 3 Diklat Dasar CPNS Kelas III Tahun 2022.
Latar Belakang
Pupuk organik sangat penting karena menunjang sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan produktivitas lahan. Pupuk organik mengandung asam humat dan asam folat serta zat pengatur tumbuh yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk organik dapat menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, karena keberadaan bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
Pupuk organik telah dikenal petani sejak lama, jauh sebelum terjadinya Revolusi Hijau di Indonesia pada tahun 1960an. Meningkatnya kesadaran sebagian masyarakat akhir-akhir ini mengenai dampak penggunaan pupuk terhadap lingkungan dan menurunnya kesuburan tanah telah mendorong dan mengharuskan penggunaan pupuk organik dan hayati. Fakta ini menunjukkan bahwa kesadaran petani terhadap penggunaan pupuk organik masih rendah sehingga petani sebenarnya bisa mengolah sendiri dengan bahan-bahan yang tersedia di daerahnya.
Tujuan
Tujuan Umum
Tujuan Khusus
Profil Instansi
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian membawahi UPT Puskesmas dan 16 Balai Penyuluhan Pertanian (ABC) yang tersebar di 16 kecamatan dan membina 494 desa/kelurahan. Nilai Budaya pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengacu pada nilai-nilai budaya kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo yang diatur dalam Peraturan Bupati No. 36 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan Budaya Kerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo. Dinas Keamanan Pangan dan Pertanian mempunyai struktur/struktur organisasi seperti terlihat pada Gambar 1 sebagai berikut.
Para peserta berperan sebagai penyuluh pertanian ahli pertama di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Tugas peserta Berdasarkan PERMENPAN nomor 2 Tahun 2008 tentang jabatan fungsional penyuluh pertanian dan prestasinya, tugas pokok peserta sebagai penyuluh pertanian adalah melaksanakan kegiatan persiapan penyuluhan pertanian, pelaksanaan penyuluhan, evaluasi dan pelaporan, serta pengembangan penyuluhan pertanian. . Pengembangan Metode/Sistem Kerja Penyuluhan Pertanian Rincian kegiatan jabatan Ahli Penyuluh Pertanian yang pertama antara lain sebagai berikut.
Nilai-Nilai dasar PNS
Kedudukan dan Peran PNS untuk mendukung terwujudnya Smart Governence, sesuai dengan perarturan perundang-
Oleh karena itu, penggunaan pupuk organik kembali diinstruksikan untuk digunakan guna mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Pupuk organik mengandung berbagai unsur hara penting yang dibutuhkan tanaman, baik makro maupun mikro. Pupuk organik yang terbuat dari bahan baku lengkap dapat mengandung semua unsur hara yang diperlukan.
Sedangkan pada tanah liat yang didominasi oleh tanah liat, pupuk organik dapat membuat pori-pori sehingga tanah menjadi gembur. Dilihat dari kandungannya, pupuk organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih lengkap, baik makro maupun mikro. Penyerapan unsur hara atau unsur hara pada pupuk organik lebih sulit dicerna oleh tanaman karena masih tersimpan dalam ikatan yang kompleks.
Hasil Aktualisasi
Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi 1. Analisis penyebab masalah
Penyuluhan pertanian merupakan fungsi fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian. Tugas utama penyuluh pertanian adalah memberikan penyuluhan, selanjutnya penyuluhan dapat dibedakan menjadi penyiapan, pelaksanaan, pengembangan, evaluasi dan pelaporan kegiatan penyuluhan pertanian. Untuk itu, pemerintah harus dapat menyediakan fasilitas komunikasi pada lembaga penyuluhan pertanian pemerintah mulai dari pusat provinsi hingga kabupaten/kota, kelurahan, dan desa.
25 Berdasarkan hasil observasi langsung di lapangan dan diskusi dengan atasan dan rekan sejawat, terdapat beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi dan diuraikan di lingkungan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Purwodadi. Sosialisasi pupuk organik oleh penyuluh pertanian di BPP Purwodadi tahun 2021 -2022. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan petani dengan ketersediaan pupuk bersubsidi di pasaran. Fakta ini menunjukkan bahwa petani kurang mengetahui penggunaan pupuk organik yang sebenarnya bisa diolah sendiri oleh petani dengan bahan-bahan yang tersedia di daerahnya.
Dampak dari kurangnya pelatihan dan praktek pembuatan pupuk organik padat yang dilakukan oleh penyuluh pertanian di BPP Purwodadi akan menurunkan semangat dan jumlah petani yang mengolah dan mengaplikasikan pupuk organik. Meningkatnya kebutuhan pupuk bersubsidi dari tahun ke tahun akan semakin menambah beban APBN. Berdasarkan hasil penentuan permasalahan dengan menggunakan alat ultrasonik maka permasalahan strategis yang ingin diselesaikan adalah kurangnya pelatihan dan praktek pembuatan pupuk organik oleh penyuluh pertanian di BPP Puwodadi periode tahun 2021-2022 sebagai solusi pengurangan subsidi pupuk petani. Berdasarkan analisis tulang ikan tersebut, terdapat beberapa penyebab permasalahan yang terjadi, yaitu kurangnya pelatihan pupuk organik oleh penyuluh pertanian di BPP Puwodadi periode tahun 2021-2022 sebagai solusi pengurangan subsidi pupuk bagi petani.
Kemudahan akses terhadap anggaran kegiatan harus dilaksanakan sebagai solusi permasalahan terbatasnya anggaran untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan, khususnya kegiatan praktek produksi pupuk organik yang memerlukan biaya cukup tinggi. Membuat materi sosialisasi dan membuat pupuk organik dengan menggunakan media video dan mengunggahnya ke media sosial. Kegiatan penyuluhan merupakan tugas utama guru pertanian terutama untuk mempengaruhi pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam bidang pertanian.
Hasil aktualisasi kegiatan bertajuk “Sosialisasi Pupuk Organik Melalui Pertemuan Kelompok dan Media Sosial Sebagai Solusi Terbatasnya Kuota Pupuk Subsidi Bagi Petani di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo.
Pembahasan Hasil Kegiatan Aktualisasi
Para peserta melaksanakan tahapan kegiatan koordinasi dan kunjungan ke pemerintah desa dengan maksud dan tujuan untuk mengkoordinasikan isi usulan praktek produksi pupuk organik. Para peserta melaksanakan tahap kegiatan ini dengan maksud dan tujuan membantu kelompok tani mendapatkan dukungan untuk melakukan kegiatan praktikum produksi pupuk organik dalam skala yang lebih besar. Peserta pembuatan brosur pupuk organik menerapkan 4 pilar literasi digital, antara lain menggunakan perangkat digital (literasi digital), memilah informasi yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila (digital culture), memilah informasi antara yang palsu dan tidak (digital). etika), dan (Mencari informasi dan data yang valid dari sumber yang terverifikasi dan terpercaya (keamanan digital).
Peserta memilih teori yang paling efektif untuk pembuatan pupuk organik dan memungkinkan untuk dipraktikkan di kelompok tani (adaptable). Video penyuluhan sebagai media informasi kepada petani tentang pembuatan pupuk organik dan diunggah di media sosial youtube. Melalui sosialisasi, peserta dapat meningkatkan atau mengubah pengetahuan, sikap dan keterampilan petani mengenai pemupukan organik.
Tahapan ini dilaksanakan oleh peserta dengan maksud dan tujuan agar penyuluhan yang dilakukan dapat optimal dan efektif, sehingga dapat mencapai tujuan yaitu meningkatkan pengetahuan dan sikap petani terhadap pemupukan organik. Jadwal penyuluhan yang saya buat adalah Kegiatan : Penyuluhan pupuk organik Waktu : 20 Juni dan 21 Juni 2022. Peserta membantu petani untuk belajar cara membuat pupuk organik (kompeten). Peserta bekerja sama dengan rekan sejawat dan pemerintah kota untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan (Kolaboratif).
Peserta memberikan materi melalui media digital agar petani lebih memahami dan mempunyai gambaran jelas mengenai pupuk organik (adaptif). 2 Apakah anda memahami apa saja yang dapat dijadikan pupuk organik? 3 Apakah anda memahami cara mengolah pupuk organik? 9 Apakah Anda tertarik membuat kompos sendiri 10 Apakah menurut Anda kompos bisa menjadi solusi alternatif?
Berdasarkan analisis data pada Tabel 3 terlihat bahwa sikap petani terhadap pupuk organik setelah mendapat metode penyuluhan Ceramah dan praktek pembuatan pupuk organik mengalami peningkatan sebesar 17,0%. Setelah mendapat penyuluhan, para petani semakin sadar akan pentingnya pupuk organik dan semakin tertarik dalam penerapannya. Perluasan pupuk organik melalui metode ceramah dan praktik terbukti dapat meningkatkan pengetahuan tentang pupuk organik dan mempengaruhi sikap petani terhadap pupuk organik.
Rekapitulasi aktualisasi nilai-nilai Dasar PNS
Manfaat Kegiatan aktualisasi dalam rangka pemecahan isu
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan peserta dapat disimpulkan manfaat yang diperoleh petani yang mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Manfaat dari terwujudnya kegiatan penyuluhan pupuk organik bagi petani akan meningkatkan kemandirian petani dalam penyediaan pupuk untuk kebutuhan pertaniannya sehingga mampu berkontribusi terhadap visi Kabupaten Purwerejo yaitu “Purworejo berdaya saing 2025” pada misi pertama yaitu. “Meningkatkan daya saing sumber daya manusia unggul dalam arti luas, mengutamakan keterampilan dan kompetensi keilmuan yang berbasis pada religiusitas masyarakat” dan misi kedua adalah meningkatkan daya saing sektor pertanian dalam arti luas yang disinergikan dengan pengembangan MSMV, perdagangan dan industri."
Manfaat bagi masyarakat luas: salah satu kegiatan aktualisasi yang dilakukan peserta adalah mengunggah video ke media sosial YouTube. Para peserta berharap video ini dapat diakses oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun, sehingga dapat berbagi kepada masyarakat alternatif cara pengolahan pupuk organik yang praktis dan aman bagi tanaman.
Rencana Tindak Lanjut Tabel 8. Rencana Tindak Lanjut
Berorientasi layanan: peserta tidak berhenti melaksanakan perbaikan layanan. Akuntabel: Peserta melengkapi materi sosialisasi dalam video yang belum dapat ditampilkan pada saat pemutakhiran karena pembuatan pupuk organik memakan waktu satu bulan, sehingga belum selesai pada saat pemutakhiran.
PENUTUP
Kesimpulan
Kontribusi Hasil : Terlaksananya kegiatan penyadaran pupuk organik di kalangan petani dalam pelaksanaannya juga bermanfaat untuk memperkuat nilai-nilai organisasi Kabupaten Purworejo. Manfaat kegiatan sosialisasi untuk mengatasi permasalahan kurang efektifnya edukasi pupuk organik yang dilakukan oleh penyuluh pertanian di BPP Purwodadi adalah sebagai berikut. Manfaat bagi peserta: Kegiatan aktualisasi merupakan kegiatan pembiasaan terhadap nilai-nilai dasar ASN yang dipelajari selama kegiatan pelatihan.
Peserta banyak mendapat tambahan ilmu dari mentor dan pelatih yang memberikan bimbingan selama proses sosialisasi. Kegiatan ini juga menambah pengalaman peserta dalam bidang keterampilan mengedit video dan proses pengambilan video konseling. Manfaat Bagi Petani: Kegiatan aktualisasi ini diikuti oleh 20 orang petani yang tidak hanya berasal dari kelompok tani Mituhu di Desa Jogoresan, namun juga dihadiri oleh beberapa petani di Desa Jogoresan.
Peserta melaksanakan tiga kegiatan rencana tindak lanjut yang sebenarnya, yaitu: menyelesaikan draf berkas proposal kegiatan rumah APPO (Alat Pupuk Organik) kelompok tani harmonis Desa Nempurejo; Memberikan penyuluhan pembuatan pupuk organik di Desa Nampurejo dan review video yang diunggah di media sosial di YouTube.
Saran
Universitas Brawijaya, Malang Skripsi: Mutu Pupuk Organik Berbahan Dasar Kotoran Sapi dan Daun Pisang Kering yang Difermentasi dengan Commercial Decomposer EM4. Peraturan Bupati Purworejo Nomor 88 Tahun 2018 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi serta Kepengurusan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo.